Optimalisasi Asesmen Fikih TPACK
Optimalisasi Asesmen Fikih TPACK
Referensi
Direktorat KSKK Madrasah 2022. Contoh TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada
Madrasah Mapel Fikih. Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik
Indonesia
Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI 2022. Contoh
TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada Madrasah Mapel Al-Qur’an Hadis.
Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
Glaser, K (2014) Inductive or Deductive Approaches. New Castle: Cambridge Scholars
Publishing.
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022, tentang capaian
Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab.
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 262/m/2022, tentang pedoman implementasi kurikulum merdeka
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2021. Panduan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. 2022. Panduan Pengembangan Kurikulum operasional
di Satuan Pendidikan. Jakarta: Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2021. Panduan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran
dan Perangkat Ajar (Modul Ajar). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009). Understanding Instruction. In C. M. Reigeluth & A. A.
Carr-Chellman (Eds.), Instructional-design theories and models: Building a common
knowledge base (pp. 27-39). New York: Taylor & Francis.
Reiser, R.A., & Dempsey, J.V. (2018). Trens and Issues in Instructional Design and
Technology. New York: Pearsn Education.
A. Pengantar
C. Tujuan Pembelajaran
D. Aktivitas Pembelajaran
108
260’ Dosen membimbing mahasiswa dalam Membuat LK 1 dan LK 2
(Asyncronus membuat LK dengan bimbingan dosen
Mentoring)
65’ Dosen mereview hasil tugas LK 1 dan LK 2 Mencatat hasil review
(Asyncronus yang telah dikerjakan oleh mahasiswa dan merevisi tugas
Mentoring) apabila ada saran
perbaikan dari dosen
Meunggah hasil media
pembelajaran yang
sudah disetujui oelah
dosen pada platform
media sosial
Hari Aktivitas
Waktu Formulir
ke-… Mahasiswa Dosen/Guru Pamong
6 06.00-08.00 Membaca modul, - -
memperbaiki tugas, dan
Mengunggah tugas
08.00-10.00 Pertemuan Zoom/GM/VC Pertemuan Zoom/GM/VC LK-5
KB 5 1. Berdiskusi teknik
menyusun
Pengembangan materi
dan media pembelajaran
2. Memfasilitasi diskusi
3. Memberi Tugas mengacu
LK-5
10.00-12.00 1. Membaca Modul KB5 1. Memantau hasil diskusi LK-5
2. Menyusun dan penysunan LK-5
Pengembangan materi 2. Memberi tugas
dan Media
3. Menganalisis TP (LK-5)
4. Mengerjakan tugas
mengacu LK-5
12.00-15.00 1. Mengerjakan Tugas 1. Memantau mahasiswa
LK-5 dalam mengerjakan tugas
2. Berkonsultasi kepada 2. Merespon konsultasi dan
dosen diskusi
15.00-17.00 Mengunggah tugas LK-5 Memantau unggahan tugas -
mahasiswa
109
20.00-22.00 Belajar Mandiri 1. Menilai tugas
1. Memperdalam mahasiswa
pemahaman dalam 2. Memberikan catatan
belajar yang akan diperbaiki
2. Menyiapkan mahasiswa di hari ke-7
pembelajaran materi (Review)
berikutnya
E. Uraian Materi
113
Dalam menyusun LKPD paling tidak memuat: judul, kompetensi dasar yang akan
dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan
tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang
harus dikerjakan. Beberapa langkah-langkah persiapan LKPD dijelaskan dalam
Depdiknas (2008b: 23-24) dalam Nurhaidah (2014: 29) sebagai berikut:
a. Analisis kurikulum. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan materi pokok,
pengalaman belajar peserta didik, dan kompetensi belajar peserta didik.
b. Menyusun peta kebutuhan LKPD.
c. Menentukan judul-judul LKPD sesuai materi pokok dan pengalaman belajar.
d. Penulisan LKPD dengan langkah a) perumusan CP dan TP yang harus dikuasai, b)
menentukan alat penilaian, c) penyusunan materi dari berbagai sumber, d)
memperhatikan struktur LKPD, sebagaimana diagram di bawah ini.
Gambar. Diagram Struktur Lembar Kerja Peserta Didik (Sumber: Pustaka Siti
Khadijah)
Apa yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan LKPD? Beberapa hal penting
yang harus diperhatikan di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Aspek penyajian materi: a) Judul lembar kerja harus sesuai dengan materinya; b)
Materi harus sesuai dengan perkembangan peserta didik; c) Materi disajikan secara
sistematis dan logis; d) materi disajikan secara sederhana dan jelas; e) menunjang
keterlibatan dan kemauan peserta didik untuk ikut aktif.
b. Aspek Tampilan: a) Penyajian sederhana, jelas dan mudah dipahami; b) Gambar dan
grafik sesuai dengan konsepnya; c) Tata letak gambar, tabel, pertanyaan harus tepat;
d) Judul, keterangan, instruksi, pertanyaan harus jelas; e) Mengembangkan minat dan
mengajak peserta didik untuk berpikir.
115
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa ketika penggunaan media
pembelajaran lebih konkrit atau dengan pengalaman langsung maka pesan (informasi)
pada proses pembelajaran yang disampaikan guru kepada peserta didik akan
tersampaikan dengan baik. Akan tetapi sebaliknya jika penggunaan media pembelajaran
semakin abstrak maka pesan (informasi) akan sulit untuk diterima peserta didik dengan
kata lain peserta didik menghadapi kesulitan dalam
memahami dan mencerna apa yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu, penggunaan
media pembelajaran yang tepat akan memberikan berpengaruh terhadap pemerolehan
dan pemahaman, keterampilan, dan sikap peserta didik.
Menurut Wina Sanjaya, ada beberapa fungsi dari penggunaan media
pembelajaran yaitu:
a. Fungsi komunikatif Media pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi
antara penyampai pesan dan penerima pesan. Sehingga tidak ada kesulitan dalam
menyampaikan bahasa verbal dan salah persepsi dalam menyampaikan pesan.
b. Fungsi motivasi Media pembelajaran dapat memotivasi peserta didik dalam belajar.
Dengan pengembangan media pembelajaran tidak hanya mengandung unsur artistic
saja akan tetapi memudahkan peserta didik mempelajari materi pelajaran sehingga
dapat meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar.
c. Fungsi kebermaknaan Penggunaan media pembelajaran dapat lebih bermakna yakni
pembelajaran bukan hanya meningkatkan penambahan informasi tetapi dapat
meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menganalisis dan mencipta.
d. Fungsi penyamaan persepsi Dapat menyamakan persepsi setiap peserta didik
sehingga memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disampaikan.
e. Fungsi individualitas Dengan latar belakang peserta didik yang berbeda, baik itu
pengalaman, gaya belajar, kemampuan peserta didik maka media pembelajaran
dapat melayani setiap kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya
belajar yang berbeda.
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, media pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi, yaitu:
a. Dilihat dari sifatnya, media dibagi ke dalam
1) Media auditif, yaitu media yang hanya didengar saja.
2) Media visual, yaitu media yang hanya dilihat saja.
3) Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga
mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.
b. Dilihat dari kemampuan jangkauannya media dapat dibagi ke dalam
1) Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak
2) seperti radio dan televisi.
3) Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh
4) ruang dan waktu seperti film slide, film, video.
c. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dibagi ke dalam
1) Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi, dan
sebagainya
2) Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan
sebagainya.
Sedangkan menurut Yusufhadi pengklasifikasian media berdasarkan ciri-ciri
tertentu dikenal dengan taksonomi media, yaitu:
a. Media penyaji, yang terdiri dari:
116
1) Kelompok satu: Grafis, Bahan Cetak, dan Gambar Diam
2) Kelompok Dua: Media Proyeksi Diam
3) Kelompok Tiga: Media Audio
4) Kelompok Empat: Audio ditambah Media Visual Diam
5) Kelompok Lima: Gambar Hidup (film)
6) Kelompok Eman: Televisi
7) Kelompok Tujuh: Multimedia
b. Media Objek, yaitu benda tiga dimensi yang mengandung informasi, tidak dalam
bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seperti ukuran, berat, bentuk, susunan,
warna, fungsi.
c. Media Interaktif. Dengan media ini peserta didik tidak hanya memperhatikan
penyajian atau objek tetapi berinteraksi selama mengikuti pelajaran. Menurut Nana
Sudjana dan Ahmad Rivai, ada beberapa jenis media pembelajaran yang dapat
digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu: a) Media grafis, disebut juga media dua
dimensi yaitu media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar seperti gambar, foto,
grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik; b) Media tiga dimensi. Dalam
bentuk model seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja,
diorama; c) Media proyeksi, Seperti slide, film strips, film; d) Penggunaan lingkungan
sebagai media pengajaran.
Media pembelajaran yang disusun oleh guru hendaknya memperhatikan
kebutuhan peserta didik untuk dipelajari. Pembuatan atau pemilihan media
pembelajaran harus memperhatikan beberapa kriteria diantaranya (Yunita, 2022: 47):
a. Selaras dengan standar kurikulum dan ketepatan atau efektivitas media dengan
tujuan pengajaran
Media pembelajaran harus disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran yang selaras
dengan kurikulum yang berlaku, penyusunan bahan ajar tidak bisa disusun sesuai
dengan kehendak dan kemauan sendiri.
b. Media Pembelajaran harus mereprsentasikan sudut pandang
Dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik, pendidik hendaknya
menggunakan beragam teori dari para ahli dalam penerapan pembelajarannya.
c. Gaya literasi yang berterima
Seluruh isi dari bahan ajar harus bisa dipertanggungjawabkan kebenaran data yang
ada didalamnya.
d. Merefleksikan konteks kehidupan
Pendidik menyampaikan materi tidak hanya menyampaikan teori saja, namun harus
dibuktikan dalam kehidupan nyata. Contohnya ketika guru menjelaskan materi
bersuci/thaharah, maka guru juga harus memberikan contoh praktek tata cara
bersuci/thaharah.
e. Keakuratan isi
Isi media pembelajaran yang diajarkan harus sesuai dengan materi dan teori yang
berkembang sesuai pada tahun tersebut.
f. Sesuai dengan tingkat jenjang
Saat penyusunan media pembelajaran, pendidik harus memperhatikan sasaran
pembelajarannya sesuai dengan kriteria dan taraf berpikir peserta didik serta jenjang
pendidikannya.
g. Keterampilan guru dan peserta didik dalam menggunakan media
117
Untuk melihat bagaimana stimulus yang dihasilkan jenis media? Dapat dilihat dari
tabel berikut:
118
Sedangkan manfaat E-learning bagi pendidikan dapat dilihat pada link berikut
[Link]
Penyebaran virus Covid-19 yang berdampak besar terhadap dunia pendidikan.
Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia yaitu dengan belajar dari
rumah, yang mengakibatkan pemerintah dan lembaga yang terkait harus menghadirkan
alternatif proses pendidikan bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan proses
pendidikan pada lembaga pendidikan. Untuk detailnya terkait media video e-learning
dapat dilihat pada link berikut
[Link]
Berikut ini merupakan lima cara teknologi digital yang dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran, baik dalam pembelajaran formal dan dalam pengaturan informal
(NETP, 2017), yaitu:
a. Teknologi dapat memungkinkan pembelajaran atau pengalaman yang
dipersonalisasi yang lebih menarik dan relevan.
b. Teknologi dapat membantu mengatur pembelajaran di sekitar tantangan dunia nyata
dan pembelajaran berbasis proyek - menggunakan berbagai perangkat dan sumber
belajar digital untuk menunjukkan kompetensi dengan konsep dan konten yang
kompleks.
c. Teknologi dapat membantu belajar bergerak di luar ruang kelas dan memanfaatkan
peluang belajar yang tersedia di museum, perpustakaan, dan lingkungan luar sekolah
lainnya.
d. Teknologi dapat membantu pelajar mengejar cita-cita dan minat pribadi.
e. Kesetaraan akses teknologi dapat membantu menutup kesenjangan digital dan
membuat peluang pembelajaran transformatif tersedia untuk semua peserta didik di
mana pun.
Apa saja jenis-jenis media pembelajaran berbasis digital? Media pembelajaran
berteknologi digital yang dapat dimanfaatkan oleh guru, di antaranya:
a. Multimedia Interaktif. Secara terminologi, multimedia didefinisikan sebagai sebuah
kombinasi berbagai media seperti teks, gambar, suara, animasi, video dan lain-lain
secara terpadu dan sinergis dengan menggunakan alat seperti computer maupun
peralatan elektronik lainnya guna mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian
tersebut mengandung makna bahwa tiap komponen multimedia harus diolah dan
dimanipulasi serta dipadukan secara digital menggunakan perangkat komputer atau
sejenisnya (Surjono, 2017).
b. Digital Video dan Animasi. Perkembangan teknologi mendorong banyak perubahan
pada diri peserta didik. Kebiasaan menggunakan buku teks dan buku tulis perlahan
semakin berkurang. Kecanggihan teknologi melahirkan beragamnya metode
pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi peserta didik. Pembelajaran
berbasis video atau Video Based Learning merupakan salah satu contoh metode
belajar yang efektif dan telah menjadi tren dalam e-learning selama satu decade ini.
Salah satu contoh, sebuah animasi dapat menjelaskan sebuah konsep, betapapun
sulitnya konsep itu akan membuat peserta didik duduk diam untuk menonton.
Termasuk video-video tutorial yang tersebar melalui media YouTube. Ada beberapa
tipe atau jenis video pembelajaran yang dapat kembangkan, yaitu:
1) Microvideo: Video instruksional pendek yang focus pada pengajaran satu topik
sempit. Dapat digunakan untuk menjelaskan konsep sederhana, atau konsep
rumit namun disajikan dalam beberapa rangkaian video.
119
2) Tutorial: Video dengan metode instruksional untuk mengajarkan proses atau
berjalan melalui langkah- langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
Biasanya antara 2-10 menit video ini memanfaatkan berbagai metode
pengajaran. Kadang-kadang disebut sebagai video how to.
3) Training Video: Video pelatihan dirancang untuk meningkatkan keterampilan
tertentu. Umumnya membahas topik interpersonal atau topik terkait pekerjaan,
seperti pelatihan perangkat keras dan perangkat lunak. Video pelatihan sering
menggunakan cuplikan orang sungguhan untuk meningkatkan interaktivitas.
4) Screencast: Sebuah video yang terutama terdiri dari rekaman layar yang
dirancang untuk mengajarkan seseorang untuk melakukan tugas atau berbagi
pengetahuan.
5) Presentation & Lecture: Sebuah rekaman ceramah atau presentasi untuk
dipelajari audiens. Isinya merupakan gabungan audio presentasi, atau slide
PowerPoint, webcam dan materi.
6) Animasi: Video animasi bisa terdiri dari full animasi digital yang dikemas menjadi
video, atau video riil ditambah dengan animasi. Penggunaan animasi sebagai
video bisa menggambarkan objek yang tidak bisa dilihat oleh mata atau peristiwa
kompleks serta perlu penjelasan detil bisa disampaikan dengan jelas dan mudah
dipahami. (sumber: [Link]). Sementara tips umum membuat
pembelajaran berbasis video, yaitu kenali siapa peserta didik kita dan karakteristik
perkembangannya, persiapkan naskah video, tentukan jenis video, audio, dan
jenis video interaktif.
c. Podcast, merupakan episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya
berupa rekaman asli audio atau video, dan juga merupakan rekaman siaran televisi
atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain. Podcast seringkali
menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audio atau video,
sehingga pelanggan dapat menikmati program tersebut dengan cara yang sama.
Pada podcast tertentu seperti kursus bahasa dikemas dalam beberapa format file,
seperti video dan dokumen dengan tujuan agar pengajaran berjalan lebih efektif.
Podcast merupakan wadah agar sains bisa masuk dalam kehidupan sehari-hari.
Keuntungan menggunakan Podcast sebagai media pembelajaran adalah: 1)
Pendengar bisa mengontrol apa yang dia dengar; 2) Termasuk Portable; 3) Para
amatir juga bisa melakukan sharing, artinya semua orang bisa membuat Podcast,
misalnya dengan merekam suara sendiri.
d. Augmented Reality (AR), merupakan sebuah teknologi yang mampu
menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah
lingkungan yang nyata kemudian memunculkannya atau memproyeksikannya secara
real time. AR dapat digunakan untuk membantu memvisualisasikan konsep yang
abstrak untuk memberikan pemahaman dan struktur suatu model objek. Beberapa
aplikasi AR dirancang guna memberikan informasi yang lebih detail pada pengguna
dari objek nyata (Mustaqim, 2016).
e. Virtual Reality (VR), pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Di dalam
bahasa Indonesia virtual reality dikenal dengan istilah realitas maya. VR adalah
perpaduan dari pemrosesan gambar digital, grafik komputer, teknologi multimedia,
sensor dan teknologi pengukuran, kecerdasan virtual dan buatan dan disiplin lainnya,
membangun lingkungan ruang tiga dimensi interaktif virtual yang realistis dan
merespons kegiatan real-time atau operasi yang membuat seperti berada di dunia
120
nyata. Penggunaan teknologi VR bisa membuat peserta didik lebih intuitif dan alami
untuk berpartisipasi dalam lingkungan virtual, berpartisipasi dalam konten
pengajaran dalam berbagai bentuk, mewujudkan interaksi antara peserta didik
informasi, membuat konten pengajaran abstrak menjadi lebih spesifik dan jelas,
meningkatkan efisiensi penciptaan situasi pengajaran dan kualitas pengajaran. Lebih
jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini.
F. Rangkuman
Dalam proses pembelajaran, akan ada proses perpindahan informasi dari guru kepada
siswa. Informasi itu berupa bahan atau materi pembelajaran. Bahan atau materi
pembelajaran (Learning Materials) adalah segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum yang
harus dikuasai oleh peserta didik, sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian
standar kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu. Dalam
pengembangannya, jenis-jenis pengetahuan perlu diperhatikan. Salah satu bahan
pembelajaran dapat berupa Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). LKPD berbentuk
lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang biasanya berupa
petunjuk, langkah- langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Proses perpindahan informasi
memerlukan media sebagai pembawa informasi, dalam hal ini bahan atau materi
pembelajaran.
Media pembelajaran berfungsi sebagai penunjang proses pembelajaran. Setiap guru
menggunakan media, sumber belajar, dan alat peraga agar materi yang diajarkan dapat
dengan mudah dipahami oleh peserta didiknya. Media pembelajaran juga memiliki
kedudukan yang penting dalam sistem pembelajaran. Setiap media mempunyai kegunaan
dan kemampuan masing-masing dalam menjembatani antara pendidik dan peserta didik.
Pemilihan media yang tepat mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam sebuah
proses pembelajaran.
G. Materi Pendukung
121
1. Cara membuat LKPD di google form
[Link]
2. Cara membuat LKPD interaktif [Link]
3. Cara membuat media pembelajaran digital
[Link]
4. Cara Membuat Website Media Pembelajaran Interaktif dengan Google Sites
[Link]
5. Cara upload video pembelajaran di youtube [Link]
6. Cara membuat video pembelajaran di power point [Link]
7. Cara membuat video pembelajaran dengan handphone
[Link]
8. Cara edit video pembelajaran [Link]
9. Cara membuat video pebelajaran interaktif [Link]
10. Cara membuat media power point interaktif [Link]
11. Video Pembelajaran [Link]
12. Ruang Guru PAUD Kemendikbud [Link]
13. Buku Sekolah Elektronik [Link]
14. Mobile Edukasi Bahan Ajar Multimedia [Link]
15. Modul Pendidikan Kesetaraan [Link]
16. Sumber bahan ajar peserta didik SD, SMP, SMA, dan SMK
[Link]
Template ini bukanlah harga mati yang tidak
bisa diubah. Para dosen dapat
H. Lembar Kerja (LK) mengembangkan atau merubah template
lembar kerja, untuk ketercapaian tujuan
pembelajaran secara maksimal.
1. Petunjuk
a. Buatlah LKPD sesuai dengan materi ajar dan mencakup komponen (1) judul, (2)
petunjuk belajar, (3) CP dan TP, (4) informasi pendukung, (5) tugas dan langkah kerja,
(6) penilaian!
b. Buatlah media pembelajaran berbasis digital dan unggahlah pada platform media
sosial anda!
2. Formulir
2. Rubrik Penilaian
RUBRIK PENILAIAN
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)
Petunjuk
1. Mohon Bapak/ Ibu memberikan penilaian Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang
dikembangkan mahasiswa menggunaan Rubrik Penilaian berikut. Penilaian dilakukan
dengan cara melingkari angka 4, 3, 2, atau 1 pada kolom Kriteria Penilaian LKPD untuk
setiap pernyataan/indikator untuk masing-masing aspek kelayakan. (Kriteria Umum : 4 =
sangat baik; 3= baik; 2= kurang; 1= sangat kurang).
2. Apabila ada informasi lain dapat ditambahkan di kolom Saran/ Masukan.
Nama Mahasiswa : ….……………………………….……………….………………………
Bidang Studi : ….……………………………….……………….………………………
124
Ada dua struktur kalimat yang digunakan
2 dalam LKPD tidak sederhana sehingga
susah dipahami siswa
1 Ada lebih dari dua struktur kalimat yang
digunakan dalam LKPD tidak sederhana
sehingga susah dipahami siswa
3. Kemampuan LKPD dalam 4 Semua kegiatan dalam LKPD mampu
mendorong siswa untuk mendorong siswa untuk berpikir kritis
berpikir kritis
3 Ada satu kegiatan dalam LKPD yang tidak
mendorong siswa untuk berpikir kritis
125
3. Pengukuran kemampuan 4 Semua kegiatan dalam LKPD mengukur
sikap, keterampilan, dan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik
pengetahuan 3 Maksimal ada satu kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotorik
2 Maksimal ada dua kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotorik
1 Ada lebih dari dua kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotorik
4. Pengukuran ketercapaian 4 Semua kegiatan dalam LKPD mengukur
indikator keberhasilan siswa ketercapaian indikator keberhasilan siswa
3 Maksimal ada satu kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur ketercapaian indikator
keberhasilan siswa
2 Maksimal ada dua kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur ketercapaian indikator
keberhasilan siswa
1 Ada lebih dari dua kegiatan dalam LKPD yang
tidak mengukur ketercapaian indikator
keberhasilan siswa
Saran/Masukan:
Keterangan:
Nilai Maksimal 10x4 = 40
Konversi 10 x 4 x 2,5 = 100
................................. 20...
Penilai
(……………………………….)
126
RUBRIK PENILAIAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Petunjuk
1. Mohon Bapak/ Ibu memberikan penilaian Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang
dikembangkan mahasiswa menggunaan Rubrik Penilaian berikut. Penilaian dilakukan
dengan cara melingkari angka 4, 3, 2, atau 1 pada kolom Kriteria Penilaian LKPD untuk
setiap pernyataan/indikator untuk masing-masing aspek kelayakan. (Kriteria Umum : 4
= sangat baik; 3= baik; 2= kurang; 1= sangat kurang).
2. Apabila ada informasi lain dapat ditambahkan di kolom Saran/ Masukan.
Nama Mahasiswa : ….……………………………….……………….…………………
Bidang Studi : ….……………………………….……………….…………………
Skor
No Indikator Kualitas Media
4 3 2 1
1. Kesesuaian jenis media dengan CP, TP dan ATP yang harusdicapai
(………………………………….)
127
I. Referensi
Anderson, L.W., dan Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and
Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York:
Addison Wesley Longman.
Arsyad, Azhar, 2010. Media Pembelajaran (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada), 8
Kemdikbud, Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills.
Azizah, Yunita Noor. 2022. Pengembangan Bahan Ajar PAI (Pengantar Teoritis dan Praktis).
Samarinda: Bo’ Kampong Publisihing.
Ernawati, L. 2017. Pengembangan High Order Thinking (Hot) Melalui Metode Pembelajaran
Mind Banking dalam Pendidikan Agama Islam. 1st International Conference on Islamic
Civilization and Society (ICICS). Diselenggarakan oleh Darul Ulum Islamic University.
Heryadi, D. A. 2020. Analisis Unsur Intrinsik dan Kaidah Kebahasaan Naskah Drama
Sepasang Merpati Tua Karya Bakdi Soemanto sebagai Alternatif Pemilihan Bahan Ajar
dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) (Doctoral
dissertation, FKIP UNPAS).
Matondang, Z., Djulia, E., Sriadhi, S., & Simarmata, J. 2019. Evaluasi Hasil Belajar. Yayasan
Kita Menulis.
Nurrita, Teni. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik, Misykat, Volume 03, Nomor 01
Sanjaya, H. W. 2016. Media komunikasi pembelajaran. Prenada Media.
Sanjaya, W., Darmawan, D., & Supriadie, D. 2016. Pengembangan Perangkat Kurikulum dan
Rancangan Pembelajaran. PEDAGOGIA, 12(2), 126-135.
Saputra, Hatta. 2016. Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global: Penguatan Mutu
Pembelajaran dengan Penerapan HOTS (High Order Thinking Skills). Bandung:
SMILE’s Publishing
Smaldino, Sharon. 2008. Instructional Technology & Media for Learning. Ohio: Pearson
Prentice Hall.
Triyanto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta: Kencana
128