100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan20 halaman

Penyusunan Tujuan Pembelajaran Efektif

Modul ini membahas penyusunan tujuan pembelajaran yang baik sesuai kurikulum merdeka. Terdapat penjelasan tentang konsep dan komponen tujuan pembelajaran, serta cara merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan capaian pembelajaran dan fase pembelajaran. Modul ini diharapkan dapat membantu mahasiswa PPG dalam menyusun tujuan pembelajaran yang efektif.

Diunggah oleh

ivanka vanke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan20 halaman

Penyusunan Tujuan Pembelajaran Efektif

Modul ini membahas penyusunan tujuan pembelajaran yang baik sesuai kurikulum merdeka. Terdapat penjelasan tentang konsep dan komponen tujuan pembelajaran, serta cara merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan capaian pembelajaran dan fase pembelajaran. Modul ini diharapkan dapat membantu mahasiswa PPG dalam menyusun tujuan pembelajaran yang efektif.

Diunggah oleh

ivanka vanke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kegiatan Belajar (KB): 3

Penyusunan Tujuan Pembelajaran

A. Pengantar

Modul penyusunan alur tujuan pembelajaran disusun berdasar amanat dari


penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama. Penyusunan
modul ini mengadaptasi dari berbagai kebijakan kurikulum merdeka yang
diselenggarakan di madrasah. Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Madrasah
memberikan perubahan dalam pengelolaan pembelajaran.
Modul ini memberikan informasi tentang bagaimana cara menyusun tujuan
pembelajaran yang baik. Dalam penyusunan tujuan pembelajaran, seorang guru
harus terlebih dahulu menganalisis capaian pembelajaran pembelajaran, yang
dijelaskan pada modul tersendiri. Dalam tujuan pembelajaran terdapat beragam cara
penyusunan tujuan pembelajaran ditawarkan dalam modul ini. Penyusunan tujuan
pembelajaran merupakan wujud implementasi kurikulum merdeka yang sejatinya
memberikan keleluasaan guru ataupun madrasah. Secara umum, modul penyusunan
tujuan pembelajaran memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang: 1) konsep
tujuan pembelajaran; 2) memetakan komponen tujuan pembelajaran; dan 3)
merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan fase masing-masing.
Hadirnya modul ini diharapkan memberikan pengetahuan bagi peserta
Pendidikan Profesi Guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Setelah
mahasiswa PPG mempelajari penyusunan tujuan pembelajaran, maka diharapkan
dapat diimplementasikan pada saat mengelola pembelajaran di kelas. Dengan
pengelolaan pembelajaran kurikulum merdeka diharapkan mampu menghasilkan
peserta didik yang berkualitas. Modul penyusunan tujuan pembelajaran tentu tidak
luput dari kekurangan, oleh karena itu saran konstruktif akan bermanfaat dalam
memperbaiki modul ini.

B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran pada kegiatan pembelajaran (KB) ini yaitu memahami tujuan
pembelajaran, komponen dan merumuskan tujuan pembelajaran sesuai capaian
pembelajaran dan fase.

C. Tujuan Pembelajaran

50
1. Peserta memahami arti dan makna tujuan pembelajaran dalam kurikulum
merdeka
2. Peserta memahami komponen tujuan pembelajaran
3. Peserta dapat merumuskan tujuan pembelajaran sesuai capaian pembelajaran
dan fase

D. Aktivitas Pembelajaran
Pembelajaran ini menggunakan model discovery learning yaitu kegiatan
belajar yang berfokus pada pencarian dan penemuan melalui berfikir secara
sistematis. Dosen bersama dengan mahasiswa melakukan analisis kritis terhadap
tujuan pembelajaran dengan merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal
Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022 dan merujuk pada Keputusan Kepala
Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 033/H/Kr/2022 Tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka.
Dosen membimbing mahasiswa untuk menganalisis komponen capaian
pembelajaran kemudian menemukan materi esensial pada setiap elemen untuk
setiap fase dan membandingkannya. Mahasiswa melakukan komunikasi pada
dosen pengampu dan bekerjasama dengan kelompok kelasnya untuk mengambil
tema yang akan diperdalam dalam kegiatan tugas lanjutan KB 3.

Hari Aktivitas
Waktu Formulir
ke-… Mahasiswa Dosen/Guru Pamong
3 06.00-08.00 Membaca modul, - -
memperbaiki tugas, dan
Mengunggah tugas
08.00-10.00 Pertemuan Zoom/GM/VC KB Pertemuan LK-3
3 Zoom/GM/VC
1. Berdiskusi teknik
menyusun Tujuan
Pembelajaran (TP)
2. Memfasilitasi diskusi
3. Memberi Tugas
mengacu LK-3
10.00-12.00 1. Membaca Modul KB3 1. Memantau hasil LK-3
2. Menyusun TP diskusi dan
3. Menganalisis TP (LK-3) penysunan LK-3
4. Mengerjakan tugas 2. Memberi tugas
mengacu LK-3
12.00-15.00 1. Mengerjakan Tugas LK-3 1. Memantau
2. Berkonsultasi kepada mahasiswa dalam
dosen mengerjakan tugas

51
2. Merespon konsultasi
dan diskusi
15.00-17.00 Mengunggah tugas LK-3 Memantau unggahan -
tugas mahasiswa
20.00-22.00 Belajar Mandiri 1. Menilai tugas
1. Memperdalam mahasiswa
pemahaman dalam belajar 2. Memberikan catatan
2. menyiapkan pembelajaran yang akan diperbaiki
materi berikutnya mahasiswa di hari
ke-5 (Review)

E. Uraian Materi

Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah


merupakan kompetensi yang ditargetkan. Dalam implementasinya, CP perlu diurai
menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang
dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase.
Proses berpikir dalam merancang pembelajaran dapat ditunjukkan dalam
gambar di bawah ini.

Pendidik dapat (1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran


dan/atau perencanaan pembelajaran, (2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran
dan/atau rencana pembelajaran berdasarkan contoh- contoh yang disediakan
pemerintah, atau (3) menggunakan contoh yang disediakan. Pendidik menentukan
pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing.
Dalam Platform Merdeka Mengajar, pemerintah menyediakan contoh-
contoh alur tujuan pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang
sering dikenal sebagai RPP dan modul ajar. Setiap pendidik perlu menggunakan alur
tujuan dan rencana pembelajaran untuk memandu dalam mengelola pembelajaran.

52
Proses perancangan kegiatan pembelajaran dalam panduan ini dibuat
dengan asumsi bahwa pendidik akan mengembangkan alur tujuan pembelajaran
dan rencana pembelajaran secara mandiri, tidak menggunakan contoh yang
disediakan pemerintah. Apabila pendidik menggunakan contoh, proses ini perlu
disesuaikan dengan kebutuhan. Proses dalam gambar di atas tidak harus dilakukan
secara lengkap oleh seluruh pendidik.
Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide
tentang apa yang harus dipelajari peserta didik dalam suatu fase. Pada tahap ini,
pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata- kata kunci yang telah
dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.
1. Konsep Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh


peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung
fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase,
pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.
Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan
tujuan- tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih
operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada
tahap berikutnya (Alur Tujuan Pembelajaran). Dengan demikian, pendidik dapat
melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.
2. Komponen Tujuan Pembelajaran
Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama,
yaitu:
a. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu
didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan
dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa

53
pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan
kompetensi, antara lain:
● Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?
● Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?
b. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada
akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan
pendidik, antara lain:
• Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang
dinyatakan dalam CP?
• Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan
sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?
Taksonomi Bloom berguna dalam proses perumusan tujuan
pembelajaran. Namun demikian, Taksonomi Bloom ini telah direvisi seiring
dengan perkembangan hasil-hasil penelitian. Anderson dan Krathwohl (2001)
mengembangkan taksonomi berdasarkan Taksonomi Bloom, dan dinilai lebih
relevan untuk konteks belajar saat ini. Anderson dan Krathwohl
mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-tahapan berikut ini,
dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggisebagai
berikut.

54
Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik
juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005)
tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan
tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan
sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan.
Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari
enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran.


Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan.
Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-
system).

55
Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan
pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif
adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan
pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua
informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi
menurut Marzano.

56
Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja.
Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat
digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori
atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut
dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari,
karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.
Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis
dan jenjang pendidikan tertentu:
1. Pada Capaian Pembelajaran RA
Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan
anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.
2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK
Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan
akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik.
Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam
aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.
3. Pada Satuan Pendidikan MAK
Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama
dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi
ketentuan ini.

F. Rangkuman

57
Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah merupakan
kompetensi yang ditargetkan. Dalam implementasinya, CP perlu diurai menjadi
tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu
persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase

G. Materi Pendukung

1. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022 tentang
Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Kurikulum
Merdeka pada Madrasah yang dapat diakses pada laman
[Link]

2 . Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor
033/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka, yang dapat diakses pada laman [Link]
content/uploads/2022/06/033_H_KR_2022-Salinan-SK-Kabadan-tentang-
[Link].

3. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik


Indonesia Nomor 262/m/2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikum Merdeka,
yang dapat diakses pada laman
[Link]

4. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 tahun 2022 tentang
Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah, yang dapat diakses
pada laman [Link]

58
Template ini bukanlah harga mati yang tidak
bisa diubah. Para dosen dapat
mengembangkan atau merubah template
lembar kerja, untuk ketercapaian tujuan
H. Lembar Kerja (LK) pembelajaran secara maksimal.

Teknis Merumuskan Tujuan Pembelajaran dan Contoh


Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan
beberapa alternatif di bawah ini:
Alternatif 1
Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan
dengan konteksnya.
Contoh 1:
Elemen CP Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
● Menganalisis akidah Islam
(iman, Islam, dan ihsan)
Peserta didik mampu sebagai kesatuan prinsip yang
menganalisis akidah Islam dipegang dalam menjalani
(iman, Islam, dan ihsan), sifat kehidupan sehari- hari,
wajib, mustahil, dan jaiz bagi sehingga semua yang
Allah Swt dan rasul-Nya dilakukan bernilai ibadah dan
(Aqaid Khamsin), Asma' al- berdimensi ukhrawi.
Husna (al- `Aziz, al-Bashith,
● Menganalisis aqaid khamsin
al-Ganiy, ar- Ra'uf, al-Barr, al-
(sifat wajib, mustahil, dan jaiz
Fattah, al-`Adl, al-Hayyu, al-
bagi Allah Swt. dan Rasul-Nya)
Qayyum, al-Lathif), serta
dalam upaya mengenal Allah
Akidah enam rukun iman sehingga
sebagai Tuhan yang disembah,
memiliki pemahaman akidah
dan memahami posisi Rasul
yang benar sesuai
sebagai penyampai syariat-
pemahaman ulama ahl
Nya.
sunnah wa al-jama’ah sebagai
landasan dan motivasi ● Menganalisis kandungan
beraktivitas dalam kehidupan makna beberapa asmaul husna
sehari-hari, sehingga semua untuk mengenal Allah sebagai
yang dilakukan bernilai Tuhan yang disembah.
ibadah dan berdimensi ● Menganalisis enam rukun iman
ukhrawi. sebagai landasan dan motivasi
beraktivitas dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga semua

59
yang dilakukan bernilai ibadah
dan berdimensi ukhrawi.
● Mengamalkan prinsip- prinsip
akidah aswaja agar tidak
tersesat dalam memahami
prinsip keimanan.

Contoh 2:
Elemen CP Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
 Menjelaskan makna
bilangan cacah sampai 100
sebagai banyak angota
Pada akhir fase A, peserta didik
suatu kumpulan objek serta
dapat menunjukkan
cara membacanya.
pemahaman dan intuisi
 Menuliskan lambang
bilangan (number sense) pada
bilangan cacah sampai
bilangan cacah sampai 100,
dengan 100 yang
mereka dapat membaca,
menyatakan banyak
menulis, menentukan nilai
anggota suatu kumpulan
tempat, membandingkan,
objek dengan ide nilai
mengurutkan, melakukan
tempat.
komposisi (Menyusun) dan
 Membandingkan dua
dekomposisi (menguraikan)
bilangan cacah sampai
bilangan.
dengan 100 dengan
Matematik menggunakan kumpulan
a/ Bilangan Peserta didik dapat melakukan
benda-benda konkret.
operasi penjumlahan dan
 Mengurutkan bilangan cacah
pengurangan menggunakan
sampai dengan 100 dari
benda-benda konkret yang
bilangan terkecil ke bilangan
banyaknya sampai 20.
terbesar atau sebaliknya.
 Melakukan operasi hitung
Peserta didik menunjukkan
penjumlahan dan
pemahaman pecahan sebagai
pengurangan yang
bagian dari keseluruhan melalui
melibatkan bilangan cacah
konteks membagi sebuah
dalam kehidupan sehari-
benda atau kumpulan benda
hari, serta mengaitkan
sama banyak, pecahan yang
penjumlahan dan
diperkenankan adalah setengah
pengurangan.
dan seperempat.
 Menyelesaikan masalah
kehidupan sehari-hari yang
berkaitan dengan

60
penjumlahan dan
pengurangan bilangan yang
melibatkan bilangan cacah.
 Menjelaskan pecahan
setengah dan seperempat
menggunakan benda
konkret dalam kehidupan
sehari-hari.
 Menggeneralisasi ide
pecahan sebagai bagian dari
keseluruhan menggunakan
benda konkret

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan


‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.
Contoh 3:
Elemen Tujuan
Capaian Pembelajaran Kompetensi Materi
CP Pembelajaran

Peserta didik mampu ● Akidah - Mengidentifikas


menganalisis akidah Islam: i akidah Islam
Islam (iman, Islam, dan (iman, yang mencakup
ihsan), sifat wajib, Islam, keimanan,
mustahil, dan jaiz bagi Ihsan) Islam, dan ihsan
Allah Swt dan rasul- ● Aqaid sebagai
Nya (Aqaid Khamsin), khamsin: kesatuan prinsip
Asma' al-Husna (al- Menganalisis: (sifat yang dipegang
`Aziz, al-Bashith, al- wajib, dalam
- Mengidentifikasi
Ganiy, ar-Ra'uf, al- mustahil, menjalani
- Mengklasifikasi
Barr, al-Fattah, al- jaiz bagi kehidupan
Akidah `Adl, al-Hayyu, al- - Mengorganisasi
Allah) sehari- hari,
- Memahami
Qayyum, al-Lathif), sehingga semua
- Menerapkan ● Aqaid
serta enam rukun iman yang dilakukan
- Memetakan khamsin:
sehingga memiliki bernilai ibadah
- dsb. (sifat
pemahaman akidah dan berdimensi
wajib,
yang benar sesuai ukhrawi.
mustahil,
pemahaman ulama ahl - Menganalisis
dan jaiz
sunnah wa al- jama’ah aqaid khamsin
bagi
sebagai landasan dan (sifat wajib,
Rasul)
motivasi beraktivitas mustahil, dan
dalam kehidupan ● Asmaul jaiz bagi Allah
sehari- hari, sehingga husna Swt.) untuk

61
semua yang dilakukan ● Enam upaya
bernilai ibadah dan rukun mengenal Allah
berdimensi ukhrawi. iman sebagai Tuhan
yang disembah.
- Memahami
aqaid khamsin
(sifat wajib,
mustahil, dan
jaiz bagi Rasul)
sebagai
penyampai
syariat-Nya.
- Menerapkan
makna
kandungan
asmaul husna
(al-Aziz, al-
Bashith, al-
Ganiy, ar-Ra'uf,
al-Barr, al-
Fattah, al-`Adl,
al-Hayyu, al-
Qayyum, al-
Lathif) pada
kehidupan
sehari- hari
dalam konteks
bermasyarakat,
berbangsa, dan
bernegara.
- Mengidentifikas
i enam rukun
iman sebagai
kesatuan prinsip
yang dipegang
dalam
menjalani
kehidupan
sehari- hari,
sesuai akidah
ahl sunnah wa
al- jama’ah
sehingga semua
yang dilakukan

62
bernilai ibadah
dan berdimensi
ukhrawi.

Keterangan:
Kata “mengidentifikasi” merupakan turunan dari kompetensi “menganalisis”, kata “iman,
Islam, dan ihsan” adalah cakupan materi akidah Islam-nya. Sedangkan kalimat “sebagai
kesatuan prinsip yang dipegang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga semua
yang dilakukan bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi” merupakan contoh
kontekstualisasi situasi pembelajaran.
28
Contoh materi matematika di madrasah ibtidaiyah:
Elemen Capaian Tujuan
Kompetensi Materi
CP Pembelajaran Pembelajaran
- Mengukur
panjang
benda dan
● Penguku
jarak dengan
Pada akhir fase B, ran
menggunaka
peserta didik dapat panjang
n satuan baku
mengukur panjang dan
yang sesuai
menggunakan satuan jarak
- Mengenali
baku (mm, cm, m) menggu
bahwa
dan mengenali bahwa nakan
hubungan
Matema ada hubungan satuan
terbalik
tika/ terbalik antara ukuran - Mengukur baku
antara ukuran
Penguku unit dan jumlah unit - Mengenali ● Macam
unit jumlah
ran yang diperlukan - Menentukan satuan
unit yang
untuk mengukur baku
diperlukan
suatu objek, serta panjang
untuk
menentukan ● Hubung
mengukur
hubungan an antar
suatu objek
antarsatuan baku satuan
- Menentukan
panjang (mm, cm, m). (mm,
hubungan
cm, m)
antarsatuan
baku panjang
(mm, cm, m)

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

63
Contoh 1:
Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
Elemen Akidah
Peserta didik mampu menganalisis ● Menganalisis akidah Islam (iman, Islam,
akidah Islam (iman, Islam, dan ihsan), dan ihsan) sesuai pemahaman ahl
sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah sunnah wa al-jamaah sebagai landasan
Swt dan rasul-Nya (Aqaid Khamsin), dan motivasi dalam kehidupan sehari-
Asma' al- Husna (al-`Aziz, al-Bashith, al- hari, sehingga semua yang dilakukan
Ganiy, ar- Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al- bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi
`Adl, al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathif),
dan peserta didik memiliki akhlak
serta enam rukun iman sehingga terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas,
memiliki pemahaman akidah yang benar ikhtiar, tawakal, qana’ah, sabar, syukur,
sesuai pemahaman ulama ahl sunnah wa husnuzhan, tawadlu’, tasamuh,
al-jama’ah sebagai landasan dan ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
motivasi beraktivitas dalam kehidupan produktif, dan inovatif) serta menjauhi
sehari-hari, sehingga semua yang akhlak tercela (riya, nifak, hasad,
dilakukan bernilai ibadah dan berdimensi dendam, gibah, fitnah, namimah)
ukhrawi. sehingga terbentuk kesalehan individu
Elemen Akhlak dan sosial, untuk mewujudkan pribadi
yang unggul dan mampu bersaing di
Peserta didik mampu memahami dan
era global.
membiasakan akhlak terpuji (taubat,
taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, ● Menganalisis enam rukun iman yang
qana’ah, sabar, syukur, husnuzhan, sesuai dengan pemahaman akidah ahl
tawadlu’, tasamuh, ta’awun, berilmu, sunnah wa al-jama’ah sebagai landasan
kerja keras, kreatif, produktif, dan dan motivasi dalam kehidupan sehari-
inovatif); dan menghindari akhlak tercela hari, sehingga semua yang dilakukan
(riya, nifak, hasad, dendam, gibah, bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi
fitnah, namimah) sebagai manifestasi agar peserta didik memiliki akhlak
akhlak yang merupakan buah dari ilmu terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas,
sehingga terbentuk kesalehan individu ikhtiar, tawakal, qana’ah, sabar, syukur,
dan sosial, untuk mewujudkan pribadi husnuzhan, tawadlu’, tasamuh,
yang unggul dan mampu bersaing di era ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
global produktif, dan inovatif) serta menjauhi
akhlak tercela (riya, nifak, hasad,
Elemen Adab
dendam, gibah, fitnah, namimah)
Peserta didik mampu menganalisis dan sehingga terbentuk kesalehan individu
membiasakan adab shalat, zikir, dan sosial, untuk mewujudkan pribadi
membaca al-Qur’an, berdoa, adab yang unggul dan mampu bersaing di
kepada orang tua, guru, saudara, teman, era global.
tetangga, adab berjalan, berpakaian,
● Menganalisis dan membiasakan adab
makan, minum, dan adab bersosial
shalat, zikir, dan membaca al-Quran
media dalam kehidupan sehari-hari

64
sehingga terbentuk pribadi yang cerdas, sehingga peserta didik memiliki akhlak
berkarakter, dan dapat menyesuaikan terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas,
diri dengan lingkungan. ikhtiar, tawakal, qana’ah, sabar, syukur,
husnuzhan, tawadlu’, tasamuh,
Elemen Kisah Keteladanan
ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
Peserta didik mampu menganalisis dan produktif, dan inovatif) serta menjauhi
meneladani kisah Nabi Sulaiman a.s., akhlak tercela (riya, nifak, hasad,
Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., dendam, gibah, fitnah, namimah) untuk
khulafaurrasyidin, dan Aisyah r.a., membentuk pribadi yang cerdas,
sebagai inspirasi dalam menghadapi berkarakter, dan dapat menyesuaikan
tantangan kehidupan masa kini dan diri dengan lingkungan.
masa yang akan datang.
● Menganalisis aqaid khamsin (sifat wajib
Allah SWT dan Rasul-Nya, dan
beberapa asmaul husna yang sesuai
dengan pemahaman akidah ahl sunnah
wa al- jama’ah sebagai landasan dan
motivasi dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga semua yang dilakukan bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi agar
peserta didik memiliki akhlak terpuji
(taubat, taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar,
tawakal, qana’ah, sabar, syukur,
husnuzhan, tawadlu’, tasamuh,
ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
produktif, dan inovatif) serta menjauhi
akhlak tercela (riya, nifak, hasad,
dendam, gibah, fitnah, namimah)
sehingga terbentuk kesalehan individu
dan sosial, untuk mewujudkan pribadi
yang unggul dan mampu bersaing di
era global
● Menganalisis dan meneladani kisah
Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ibrahim a.s.,
dan Nabi Musa a.s., khulafaurrasyidin,
dan Aisyah r.a. sebagai inspirasi dalam
menghadapi tantangan kehidupan
masa kini dan masa yang akan datang.
● Menganalisis dan membiasakan adab
kepada orang tua, guru, saudara,
teman, dan tetangga sehingga peserta
didik memiliki akhlak terpuji (taubat,
taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal,

65
qana’ah, sabar, syukur, husnuzhan,
tawadlu’, tasamuh, ta’awun, berilmu,
kerja keras, kreatif, produktif, dan
inovatif) serta menjauhi akhlak tercela
(riya, nifak, hasad, dendam, gibah,
fitnah, namimah) untuk membentuk
pribadi yang cerdas, berkarakter, dan
dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
● Menganalisis dan membiasakan adab
berjalan, berpakaian, makan, minum,
dana dab bersosial media sehingga
peserta didik memiliki akhlak terpuji
(taubat, taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar,
tawakal, qana’ah, sabar, syukur,
husnuzhan, tawadlu’, tasamuh,
ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
produktif, dan inovatif) serta menjauhi
akhlak tercela (riya, nifak, hasad,
dendam, gibah, fitnah, namimah) untuk
membentuk pribadi yang cerdas,
berkarakter, dan dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungan

Keterangan:
Perumusan dengan alternatif ketiga, dilakukan dengan cara menemukan keterkaitan
antar elemen kemudian dirumuskan menjadi satu tujuan pembelajaran yang utuh dan
bermakna.
Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan
alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan
pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi
dan kondisi madrasah.
Contoh 2:
Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
Elemen Kemahiran
Menyimak/Mendengar ● Menganalisis komponen bahasa
Peserta didik mampu mendengarkan mulai dari mendengarkan bunyi
komponen bahasa seperti fonem, kata, huruf menjadi kata, menjadi kalimat
intonasi, penanda wacana, tentang topik sesuai dengan intonasi bahasa target
perkenalan, keluargaku, hobiku, dan penggunaan pola kalimat ،‫هذا‬

66
rumahku, nama-nama buah warna, ،‫ ما تلك‬،‫ ما هذا؟ ما هذه؟ ما ذلك‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫هذه‬
peralatan sekolah, seragam, alat ‫ من هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬yang
transportasi, alat rumah tangga dan sesuai dengan gramatikal serta
pemandangan alam dengan pola kalimat penggunaan tindak tutur yang
‫ من‬،‫ ما تلك‬،‫ ما هذا؟ ما هذه؟ ما ذلك‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫ هذه‬،‫هذا‬ komunikatif dan instruksional
‫ هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬untuk ● Menganalisis bentuk frasa serta
membedakan komponen bahasa dari teks kalimat yang diungkapkan tentang
yang didengar topik perkenalan dll sesuai fase serta
Elemen Kemahiran Berbicara menyesuaikan ungkapan dengan
bentuk gramatikal dan penggunaan
Peserta didik mampu meniru kata, frasa,
tindak tutur yang sesuai.
dan kalimat, tentang topik perkenalan,
keluargaku, hobiku, rumahku, nama- ● Menganalisis dan membiasakan
nama buah, warna, peralatan sekolah, Peserta didik mampu membaca huruf
seragam, alat transportasi alat rumah dan memahami kata, tanda baca dan
tangga dan pemandangan alam dengan teks tertulis atau teks visual tentang
pola kalimat ‫ ما هذا؟ ما هذه؟‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫ هذه‬،‫هذا‬ topik perkenalan, keluargaku,
‫ من هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬،‫ ما تلك‬،‫ما ذلك‬ hobiku, rumahku, nama-nama buah,
Untuk mengemukakan kata, dalam teks warna, peralatan sekolah, seragam,
tertulis alat transportasi alat rumah tangga
Elemen Kemahiran Membaca/Memirsa dan pemandangan alam dengan pola
Peserta didik mampu membaca huruf dan kalimat ‫ ما هذا؟ ما هذه؟ ما‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫ هذه‬،‫هذا‬
memahami kata, tanda baca dan teks ‫ من هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬،‫ ما تلك‬،‫ذلك‬
untuk memahami kata dalam teks
tertulis atau teks visual tentang topik
tertulis
perkenalan, keluargaku, hobiku,
rumahku, nama-nama buah, warna, ● Menganalisis pemaparan huruf, kata
peralatan sekolah, seragam, alat dan tanda baca dari topik-topik yang
transportasi alat rumah tangga dan menjadi tema pembahasan serta
pemandangan alam dengan pola kalimat dapat mengungkapkan gagasan
‫ من‬،‫ ما تلك‬،‫ ما هذا؟ ما هذه؟ ما ذلك‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫ هذه‬،‫هذا‬ yang sangat sederhana secara
‫ هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬untuk memahami tertulis dan lisan baik dari segi pola
kata dalam teks tertulis kalimat dan bentuk tindak tutur yang
Elemen Kemahiran komunikatid san instruksional.
Menulis/Mempresentasikan
Peserta didik mampu meniru dan
memaparkan huruf, kata, tanda baca, dan
kalimat yang sangat sederhana tentang
topik perkenalan, keluargaku, hobiku,
rumahku, nama- nama buah, warna,
peralatan sekolah, seragam, alat
transportasi alat rumah tangga dan
pemandangan alam dengan pola kalimat
‫ من‬،‫ ما تلك‬،‫ ما هذا؟ ما هذه؟ ما ذلك‬،‫ تلك‬،‫ ذلك‬،‫ هذه‬،‫هذا‬

67
‫ هذا؟ من هذه؟ من ذلك؟ من تلك؟‬untuk
mengungkapkan gagasan yang sangat
sederhana secara tulis dan lisan

28
LK-3a: Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang
dikaitkan dengan konteksnya
Elemen CP Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

LK-3b: Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan


‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya
Capaian Tujuan
Elemen CP Kompetensi Materi
Pembelajaran Pembelajaran

LK-3c: Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP


Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
Elemen Akidah

Elemen Akhlak

Elemen Adab

Elemen Kisah Keteladanan

30

I. Referensi

1. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022 tentang
Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Kurikulum

68
Merdeka pada Madrasah yang dapat diakses pada laman
[Link]

2 . Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 033/H/Kr/2022
Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka,
yang dapat diakses pada laman [Link]
content/uploads/2022/06/033_H_KR_2022-Salinan-SK-Kabadan-tentang-
[Link].

3. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik


Indonesia Nomor 262/m/2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikum Merdeka,
yang dapat diakses pada laman
[Link]

4. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 tahun 2022 tentang
Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah, yang dapat diakses pada
laman [Link]

69

Anda mungkin juga menyukai