100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
517 tayangan37 halaman

Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran

Modul ini membahas penyusunan alur tujuan pembelajaran yang merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis untuk memberi informasi tentang urutan tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir setiap fase. Modul ini menjelaskan konsep, prinsip, dan metode penyusunan alur tujuan pembelajaran serta memberikan contoh aktivitas pembelajaran bagi mahasiswa PPG untuk mempelajari dan meny

Diunggah oleh

ivanka vanke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
517 tayangan37 halaman

Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran

Modul ini membahas penyusunan alur tujuan pembelajaran yang merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis untuk memberi informasi tentang urutan tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir setiap fase. Modul ini menjelaskan konsep, prinsip, dan metode penyusunan alur tujuan pembelajaran serta memberikan contoh aktivitas pembelajaran bagi mahasiswa PPG untuk mempelajari dan meny

Diunggah oleh

ivanka vanke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kegiatan Belajar (KB): 4

Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran

A. Pengantar

Modul penyusunan alur tujuan pembelajaran disusun berdasar amanat dari


penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama. Penyusunan
modul ini mengadaptasi dari berbagai kebijakan kurikulum merdeka yang
diselenggarakan di madrasah. Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Madrasah
memberikan perubahan dalam pengelolaan pembelajaran.
Modul ini memberikan informasi tentang bagaimana cara menyusun alur tujuan
pembelajaran yang baik. Dalam penyusunan alur tujuan pembelajaran, seorang guru
harus terlebih dahulu menganalisis capaian pembelajaran dan merumuskan tujuan
pembelajaran, keduanya dijelaskan di modul tersendiri. Dalam alur tujuan
pembelajaran terdapat beragam cara penyusunan alur tujuan pembelajaran
ditawarkan dalam modul ini. Opsi-opsi alur tujuan pembelajaran merupakan wujud
implementasi kurikulum merdeka yang sejatinya memberikan keleluasaan guru
ataupun madrasah. Secara umum, modul penyusunan alur tujuan pembelajaran
memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang 1 Konsep alur tujuan
pembelajaran 2) Metode alur tujuan pembelajaran 3) Alokasi waktu jam pelajaran 4)
Template/format alur tujuan pembelajaran.
Hadirnya modul ini diharapkan memberikan pengetahuan bagi peserta
Pendidikan Profesi Guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Setelah
mahasiswa PPG mempelajari penyusunan alur tujuan pembelajaran, maka
diharapkan dapat diimplementasikan pada saat mengelola pembelajaran di kelas.
Dengan pengelolaan pembelajaran kurikulum merdeka diharapkan mampu
menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Modul penyusunan alur tujuan
pembelajaran tentu tidak luput dari kekurangan, oleh karena itu saran konstruktif
akan bermanfaat dalam memperbaiki modul ini.

B. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran pada kegiatan pembelajaran (KB) ini adalah memahami alur
tujuan pembelajaran dan terampil dalam menyusun alur tujuan pembelajaran.

70
C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul penyusunan alur tujuan pembelajaran peserta


Pendidikan Profesi Guru diharapkan mampu,
1. Memahami alur tujuan pembelajaran
2. Menyusun alur tujuan pembelajaran

D. Aktivitas Pembelajaran

Langkah-langkah dalam mempelajari penyusunan alur tujuan pembelajaran


terdapat beberapa langkah diantaranya:

Memahami konsep Memahami Prinsip Memahami metode Memahami Alokasi


Langkah 1

Langkah 2

Langkah 3

Langkah 4
alur tujuan dan Kreiteria alur tujuan Waktu pembelajaran
pembelajaran yang penyusunan alur tujuan pembelajaran dengan dengan
terdiri dari: definisi, pembelajaran berbagai opsi pilihan: mempertimbangkan
konsep dan manfaat konkret ke abstrak, struktur keilmuan,
alur tujuan deduktif, mudah ke Keluasan dan
pembelajaran sulit, hierarki kedalaman materi,
keilmuan, prosedural , dan hasil assesmen
dan scafolding atau pemahaman awal
peserta didik.

Gambar 1. Langkah-langkah dalam pembelajaran modul

Berikut ini disajikan aktivitas pembelajaran pada KB 4.


Tabel 4: Aktivitas Pembelajaran KB 4

Hari Aktivitas
Waktu Formulir
ke-… Mahasiswa Dosen/Guru Pamong
4 06.00-08.00 Membaca modul, - -
memperbaiki tugas, dan
Mengunggah tugas
08.00-10.00 Pertemuan Zoom/GM/VC KB Pertemuan Zoom/GM/VC LK-4
4 1. Berdiskusi teknik menyusun
Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
2. Memfasilitasi diskusi
3. Memberi Tugas mengacu
LK-4
10.00-12.00 1. Membaca Modul KB4 1. Memantau hasil diskusi dan LK-4
2. Menyusun ATP penysunan LK-4
3. Menganalisis TP (LK-4) 2. Memberi tugas

71
4. Mengerjakan tugas
mengacu LK-4
12.00-15.00 1. Mengerjakan Tugas LK-4 1. Memantau mahasiswa
2. Berkonsultasi kepada dalam mengerjakan tugas
dosen 2. Merespon konsultasi dan
diskusi
15.00-17.00 Mengunggah tugas LK-4 Memantau unggahan tugas -
mahasiswa
20.00-22.00 Belajar Mandiri 1. Menilai tugas mahasiswa
1. Memperdalam 2. Memberikan catatan yang
pemahaman dalam belajar akan diperbaiki mahasiswa
2. menyiapkan pembelajaran di hari ke-5 (Review)
materi berikutnya

E. Uraian Materi

1. Konsep Alur Tujuan Pembelajaran


Alur Tujuan Pembelajaran atau yang disingkat dengan ATP merupakan
rangkaian beberapa tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan
logis dalam setiap fase. Alur tujuan pembelajaran disusun untuk memberikan
informasi kepada guru dan peserta didik tentang urutan tujuan pembelajaran
yang akan dilaksanakan dari mulai awal sampai akhir pada setiap fase yang
merujuk pada setiap capaian pembelajaran. Alur Tujuan pembelajaran disusun
secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu. Alur
tujuan pembelajaran disusun oleh satuan pendidikan yang terdiri dari tim guru
pada mata pelajaran tertentu atau rumpun mata pelajaran. Guru yang ahli pada
bidang mata pelajaran tertentu akan lebih mahir dalam menyusun alur tujuan
pembelajaran.
Alur tujuan pembelajaran ada kaitannya dengan capaian pembelajaran dan
tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran disusun setelah menganalisis
capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran.

72
Menganalisis Capaian
Pembelajaran

Merumuskan Tujuan
Pembelajaran

Menyusun Alur Tujuan


pembelajaran
Gambar 2. Penyusunan alur tujuan pembelajaran

Dalam satu capaian pembelajaran dianalisis kemudian menghasilkan


beberapa tujuan pembelajaran. Tujuan-tujuan pembelajaran tersebut kemudian
diurutkan menjadi sebuah alur tujuan pembelajaran dalam setiap fase.
Penyusunan alur tujuan pembelajaran tidak perlu lintas fase (kecuali pendidikan
khusus). Dalam kurikulum merdeka, guru memiliki kewenangan untuk menyusun
alur tujuan pembelajaran dengan berbagai metode urutan. Alur tujuan
pembelajaran menjadi panduan guru dan peserta didik dalam mencapai capaian
pembelajaran pada setiap fase.

Gambar 3. Alur tujuan pembelajaran dalam satu fase


Alur tujuan pembelajaran disusun setiap capaian pembelajaran mata
pelajaran pada masing-masing fase, dari mulai Fase A sampai dengan Fase F
sebagaimana tingkat fase berikut.

73
Tabel 1. Jenjang fase berdasarkan kelas dan jenjang madrasah/sekolah
Fase Fondasi : Prasekolah/ RA/BA/TK
Fase A : Kelas 1 dan 2 MI/SD
Fase B : Kelas 3 dan 4 MI/SD
Fase C : Kelas 5 dan 6 MI/SD
Fase D : Kelas 7, 8 dan 9 MTs/SMP
Fase E : Kelas 10 MA/MAK/SMA/SMK
Fase F : Kelas 11 dan 12 MA/MAK/SMA/SMK

2. Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran


a. Esensial
Alur Tujuan pembelajaran memiliki prinsip esensial yang memiliki arti
bahwa pada setiap tujuan pembelajaran terdapat penjabaran konsep,
keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian
pembelajaran. Prinsip esensial ini lebih mengarah pada susunan tujuan
pembelajaran untuk mencapai capaian pembelajaran.
b. Berkesinambungan
Alur tujuan pembelajaran disusun secara berkesinambungan
merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh guru. Hal ini dimaksudkan
agar materi-materi yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik merupakan
rangkaian materi yang saling terkait satu sama lain. Alur tujuan pembelajaran
yang berkesinambungan dapat meningkatkan pengalaman belajar peserta
didik secara terstruktur berkesinambungan.
c. Kontekstual
Prinsip kontekstual dalam penyusunan alur tujuan pembelajaran
merupakan relevansi alur dengan karaktersitik dan perkembangan peserta
didik. Selain itu, alur tujuan pembelajaran dapat disesuaikan dengan waktu,
situasi dan kondisi di lingkungan yang sedang terjadi. Sebagai contoh, materi
“puasa wajib” dipelajari pada saat bulan ramadhan. Suasana mengkaji ilmu
dan praktik puasa wajib akan lebih diinternalisasi oleh peserta didik ketika
dipelajari pada saat bulan ramadhan. Materi pelajaran yang membahas
tentang haji dipelajari pada bulan Dzulhijah. Peserta didik akan lebih
mendapatkan momen yang pas dan mendapatkan pengalaman-pengalaman
langsung melihat situasi saat haji, meskipun hanya sebatas
melihat/mendengar informasi berita tentang haji.
d. Sederhana
Alur tujuan pembelajaran disusun secara sederhana untuk
memudahkan guru dan peserta didik dalam melaksanakan urutan
pembelajaran. Hindari memperumit alur tujuan pembelajaran dengan
menjaganya agar tetap sederhana dan lugas, hal ini akan membantu peserta
didik untuk mensistemasi cara berpikir sesuai dengan tujuan pembelajaran.

74
3. Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran
a. Alur tujuan pembelajaran menggambarkan urutan pengembangan
kompetensi yang harus dikuasai secara utuh dalam satu fase
b. Alur tujuan pembelajaran menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang linear dari awal hingga akhir fase.
c. Alur tujuan pembelajaran pada keseluruhan fase menggambarkan cakupan
dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan perkembangan
kompetensi antar fase dan jenjang.

4. Metode Alur Tujuan Pembelajaran


Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, guru dapat mengurutkan tujuan
pembelajaran dengan berbagai cara, antara lain:
a. Konkret ke Abstrak
Tujuan pembelajaran diurutkan dari konten yang konkret dan berwujud
ke konten yang lebih abstrak atau simbolis. Tujuan pembelajaran dipetakan
ke dalam dua bagian besar, yakni tujuan pembelajaran yang bersifat konten
dan abstrak. Setelah dipetakan kemudian diurutkan dari mulai tujuan
pembelajaran yang bersifat konten ke abstrak.
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menulis surah-surah pendek pilihan (QS. Al Konkret
Bayyinah)
2 Melafalkan dan menghafalkan surah-surah pendek/
pilihan (QS. Al-Bayyinah)
3 Menganalisis arti dan kandungan surah-surah
pendek/ pilihan (QS. Al- Bayyinah) serta Abstrak
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
dst
Tabel 2. Contoh ATP metode konkret ke abstrak
Dari contoh alur tujuan pembelajaran diatas dapat diketahui bahwa
urutan pertama ditetapkan menulis surah pendek, yang mana materi tersebut
dapat disebtukan dengan jelas (konkret) yakni memiliki tujuan agar peserta
didik mampu menulis surah pendek. Setelah menulis yang siftnya konkret,
urutan tujuan pembelajaran kedua adalah melafalkan dan menghafalkan
surah pendek. Pada tujuan pembelajaran kedua ini sudah mulai ke tahap yang
absrtrak. Pada urutan ketiga, tujuan pembelajaran lebih abstrak dari urutan
kedua, yakni menganalisis arti kandungan surah pendek.

75
Adapun untuk contoh ATP metode konkret ke abstrak untuk MI yaitu
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan Konkret
cacah yang melibatkan bilangan cacah
menggunakan benda konkret
2 Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan
cacah yang melibatkan bilangan cacah
menggunakan gambar Abstrak
3 Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-
hari yang melibatkan penjumlahan dan
pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan
cacah
dst
Dari contoh alur tujuan pembelajaran diatas dapat diketahui bahwa
urutan pertama ditetapkan melakukan penjumlahan dan pengurangan
bilangan cacah menggunakan benda konkret, yang mana materi tersebut
dapat disebutkan dengan jelas (konkret) yakni memiliki tujuan agar peserta
didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah
dengan menggunakan benda konkret. Setelah benda konkret yang ada di
sekitar siswa, urutan tujuan pembelajaran kedua adalah melakukan
penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan menggunakan
bantuan gambar. Pada tujuan pembelajaran kedua ini sudah mulai ke tahap
yang semi abstrak. Pada urutan ketiga, tujuan pembelajaran lebih abstrak dari
urutan kedua, yakni menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan
bilangan cacah dalam kalimat matematika.
Contoh ATP metode konkret ke abstrak untuk Bahasa Arab yaitu
sebagai berikut.
Tabel 2. Contoh ATP metode konkret ke abstrak
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menulis kalimat dalam bentuk jumlah ismiyah Konkret
2 Mengkonstruk teks dengan menggunakan jumlah
ismiyah
3 Menganalisis fungsi jumlah ismiyah dalam teks yang
di konstruk
dst Abstrak

Dari contoh alur tujuan pembelajaran di atas dapat diketahui bahwa


urutan pertama ditetapkan menulis kalimat kalimat dalam bentuk jumlah
ismiyah, yang mana materi tersebut dapat disebutkan dengan jelas (konkret)
yakni memiliki tujuan agar peserta didik mampu menulis kalimat dalam
bentuk jumlah ismiyah. Setelah menulis yang sifatnya konkret, urutan tujuan

76
pembelajaran kedua adalah mengkonstruk teks dengan menggunakan
jumlah ismiyah. Pada urutan ketiga, tujuan pembelajaran lebih abstrak dari
urutan kedua, yakni menganalisis fungsi jumlah ismiyah dalam teks yang di
konstruk.

b. Deduktif
(Glaser, 2014) menjelaskan bahwa pendekatan deduktif merupakan
kemampuan seseorang dalam proses penalaran dari hal-hal yang bersifat
umum menuju hal-hal yang bersifat khusus. Metode deduktif juga dapat
digunakan untuk untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam
kurikulum merdeka, capaian pembelajaran yang terdiri dari beberapa tujuan
pembelajaran dapat diidentifikasi ke dalam materi-materi yang yang sifatnya
umum dan materi-materi yang sifatnya khusus. Setelah mengidentifikasi
kemudian tujuan pembelajaran tersebut diurutkan dari mulai yang sifatnya
umum ke khusus. Metode deduktif memudahkan peserta didik, karena pola
ini memberikan informasi kepada peserta didik secara komprehensif terlebih
dahulu kemudian dilanjutkan dengan materi yang lebih spesifik.
Tabel 3. Contoh ATP metode umum ke khusus
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menganalisis perbedaan Al-Qur’an dan Wahyu
sehingga dapat meningkatkan keimanan, sikap Umum
kritis dan toleransi.
2 Menganalisis secara konseptual dan prosedural
Kedudukan dan Fungsi Al Qur’an sehingga dapat
meningkatkan keimanan dan motivasi belajar
ilmu pengetahuan.
3 Menganalisis Ayat-ayat Makkiyyah dan
Madaniyyah dalam Al-Qur’an sehingga dapat Khusus
meningkatkan keimanan, bersikap, toleran dan
moderat.
dst

Pada contoh tabel diatas, memperlihatkan bahwa materi-materi yang


diajarkan urut dimulai dari mengkaji tentang perbedaan Al-Qur’an dan
Wahyu yang mana materi ini masih bersifat umum, kemudian mengerucut
pada kedudukan dan fungsi Al-Qur’an. Pada urutan ketiga tujuan
pembelajaran mengalami spesifikasi ke pembahasan tentang ayat Makkiyah
dan Madaniyyah.
Adapun contoh ATP metode umum ke khusus di madrasah ibtidaiyah
adalah sebagai berikut.

77
Tabel 3. Contoh ATP metode umum ke khusus
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Mengindentifikasi unsur-unsur bangun ruang Umum
(rusuk, sisi, dan titik sudut)

2 Menganalisis berbagai bangun ruang berdasarkan


sifat-sifat yang dimiliki
3 Menganalisis jaring-jaring bangun ruang Khusus
berdasarkan unsur-unsur dan sifat yang dimiliki
dst

Pada contoh tabel di atas, memperlihatkan bahwa materi-materi yang


diajarkan urut dimulai dari mengidentifikasi unsur-unsur bangun ruang yang
mana materi ini masih bersifat umum, kemudian mengerucut pada sifat-sifat
bangun ruang. Pada urutan ketiga tujuan pembelajaran mengalami
spesifikasi ke pembahasan tentang jarring-jaring bangun ruang.
Contoh ATP metode umum ke khusus Bahasa Arab adalah sebagai
berikut.
Tabel 3. Contoh ATP metode umum ke khusus

Urutan Tujuan Pembelajaran


1 Menjelaskan kaidah mubtada’ khabar Umum
2 Menganalisis kalimat atau teks yang
mengandung mubtada’ khabar
3 Mengkonstruk kalimat dengan struktur mubtada’
khabar Khusus
dst

Pada contoh tabel di atas, memperlihatkan bahwa materi-materi yang


diajarkan urut dimulai dari menganalisis jenis teks berdasarkan karakter yang
tampak, kemudian setelah menjelaskan kaidah mubtada’ khabar kemudian
menganalisis kalimat atau teks yang mengandung mubtada’ khabar . Pada
urutan ketiga tujuan pembelajaran mengalami spesifikasi ke pembahasan
tentang mengkonstruk kalimat dengan struktur mubtada’ khabar.

c. Mudah ke Sulit
Sebagian guru memiliki perspektif bahwa ketika mengajarkan sesuatu
kepada peserta didik dimulai dari hal-hal yang sifatnya mudah menuju ke hal-
hal yang sulit. Pola ini memberikan treatment kepada peserta didik untuk
melakukan hal-hal yang mudah agar peserta didik dalam mengawali
pembelajaran tidak langsung menjumpai hal-hal yang sulit. Bagi sebagian

78
peserta didik, ketika mengawali pembelajaran dengan hal-hal yang sulit,
maka berpeluang menurunkan semangat belajarnya. Proses pembelajaran
akan lebih bersemangat jika belajar dimulai dengan materi-materi yang
mudah, tentu peserta didik tidak terasa menuju materi-materi yang lebih
sukar. Guru harus bisa memetakan tujuan pembelajaran dari tingkat
kesulitannya, sehingga dapat mengurutkan tujuan pembelajaran dari materi-
materi yang mudah ke materi-materi yang lebih sulit.
Tabel 4. Contoh ATP metode mudah ke sulit
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Mengenal huruf hijaiyah secara terpisah dan
bersambung serta tanda baca Al-Qur’an dengan Mudah
baik dan benar.
2 Mengenal huruf hijaiyah secara terpisah dan
bersambung serta tanda baca Al-Qur’an dengan
baik dan benar
3 Melafalkan dan mempraktikkan membaca huruf
hijaiyah bertanda baca dengan baik dan benar.
4 Melafalkan dan menghafalkan surah-surah Sulit
pendek/ pilihan (QS. Al-Fatihah)
dst ....

Dari tabel diatas sangat terlihat jelas bahwa tujuan pembelajaran


disusun berurutan berdasarkan tingkat kemudahannya. Jika diidentifikasi
tujuan pembelajaran di atas, maka didapatkan bahwa tujuan pembelajaran
pertama sebatas mengenal huruf hijaiyah, baik huruf yang berdiri sendiri
maupun bersambung dengan huruf lain serta tanda bacanya. Peserta didik
pada tujuan pembelajaran yang pertama ini hanya sekedar mengenal atau
mengetahui bentuk huruf hijaiyah. Pada level kedua tujuan pembelajaran
lebih sulit dibanding yang pertama, yakni menuliskan huruf hijaiyah. Pada
tujuan pembelajaran ketiga berlanjut di level yang lebih sulit, yakni
melafalkan huruf hijaiyah. Tingkat kesulitan yang paling tinggi berada pada
urutan tujuan pembelajaran nomor empat yakni peserta didik diharapkan
mampu menghafal surah-surah pendek.
Sebagai contoh penyusunan ATP metode mudah ke sulit pada
madrasah ibtidaiyah sebagai berikut.

79
Tabel 4. Contoh ATP metode mudah ke sulit
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menyatakan pecahan sebagai bagian dari Mudah
keseluruhan
2 Menyajikan nilai pecahan melalui gambar
3 Menuliskan letak pecahan pada garis bilangan Sulit
4 Membandingkan dua pecahan berpenyebut sama
5 Mengurutkan pecahan berpenyebut sama
dst ....

Dari tabel di atas sangat terlihat jelas bahwa tujuan pembelajaran


disusun berurutan berdasarkan tingkat kemudahannya. Jika diidentifikasi
tujuan pembelajaran di atas, maka didapatkan bahwa tujuan pembelajaran
pertama sebatas menyatakan pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, baik
menggunakan benda konkret maupun gambar. Peserta didik pada tujuan
pembelajaran yang pertama ini hanya sekedar mengenal atau mengetahui
definisi pecahan. Pada level kedua tujuan pembelajaran lebih sulit dibanding
yang pertama, yakni menyajikan nilai pecahan dalam bentuk gambar atau
sebaliknya. Pada tujuan pembelajaran ketiga berlanjut di level yang lebih
sulit, yakni menuliskan letak pecahan pada garis bilangan. Selanjutnya
membandingkan dua pecahan yang berpenyebut sama. Tingkat kesulitan
yang paling tinggi berada pada urutan tujuan pembelajaran nomor lima yakni
peserta didik diharapkan mampu mengurutkan pecahan berpenyebut sama.
Contoh penyusunan ATP metode mudah ke sulit Bahasa Arab adalah
sebagai berikut.
Tabel 4. Contoh ATP metode mudah ke sulit

Urutan Tujuan Pembelajaran Mudah


1 Mendengarkan bunyi huruf hijaiyah
2 Mendengarkan kata bahasa Arab
3 Mendengarkan frasa bahasa Arab
4 Mendengarkan kalimat bahasa Arab Sulit
dst ....

Dari tabel di atas sangat terlihat jelas bahwa tujuan pembelajaran


disusun berurutan berdasarkan tingkat kemudahannya. Jika diidentifikasi
tujuan pembelajaran di atas, maka didapatkan bahwa tujuan pembelajaran
pertama sebatas mendengarkan bunyi huruf hijaiyah saja, seperti
membedakan huruf ‫ ح‬dengan ‫ خ‬dan lainnya, kemudian yang kedua, mulai
mendengarkan kata secara utuh, dilanjutkan dengan mendengarkan frasa
bahasa Arab, yang biasanya terdiri dari dua kata. Tujuan pembelajaran
terakhir mendengarkan kalimat bahasa Arab.

80
d. Hierarki Keilmuan
Hierarki keilmuan merupakan urutan ilmu pengetahuan yang
didasarkan pada tingkatan atau klasifikasi materi. Dalam satu bidang kajian
ilmu yang spesifik sebagai contoh Fikih juga dapat dilihat dari sisi hierarkinya.
Sebagaimana orang yang akan melaksanakan Salat tentu harus memahami
tentang bab bersuci atau thaharah. Dalam kurikulum merdeka, guru memiliki
keleluasaan untuk mengurutkan tujuan pembelajaran berdasarkan hirarki
keilmuan. Syarat utama dalam menyusun alur ini adalah guru harus memiliki
pengetahuan tentang klasifikasi atau jenjang materi-materi yang akan
disampaikan kepada peserta didik.
Tabel 5. Contoh ATP metode hierarki keilmuan
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Mengenal rukun Islam untuk menumbuhkan keyakinan dan
ketaatan sehingga menjadi pribadi muslim yang tafaqquh fiddin

2 Melafalkan kalimah syahadatain sehingga tertanam keyakinan


bahwa Allah SWT. adalah satu-satunya dzat yang patut
disembah.
3 Memahami tata cara berwudhu agar selalu menjaga kesucian
perkataan, fikiran serta perbuatan dan juga sebagai prasyarat
untuk menjalankan ibadah shalat
4 Melafalkan kalimah azan dan iqamah agar tertanam sikap taat
terhadap perintah Allah Swt. ,disiplin, dan tertib dalam
menjalankan ibadah.
5 Melakukan shalat fardhu agar menjadi muslim yang taat
beribadah dan santun dalam bersikap sehingga bisa menjadi
teladan bagi teman sebayanya.
6 Melakukan zikir dan do’a sesudah shalat agar menjadi pribadi
yang rendah hati, sabar dan optimis dalam menjalankan
kehidupan sehari-hari.

Tabel 5. Contoh ATP metode hierarki keilmuan


Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Berbicara secara imitasi : peserta didik mampu meniru kata,
frasa, kalimat
2 Berbicara secara intensif : peserta didik mampu menggunakan
bahasa Arab sesuai gramatikal, frasa, leksikal, atau fonologis,
sebagai alat komunikasi global
3 Berbicara secara responsif: peserta didik mampu merespon
dengan bertanya, menjawab dalam percakapan yang sangat
sederhana sebagai alat komunikasi global
4 Berbicara secara interaktif : peserta didik mampu membangun
interaksi dengan teks sederhana sebagai alat komunikasi global

81
5 Berbicara secara ekstensif : peserta didik mampu berbicara
dengan memproduksi bahasa secara lisan sebagai alat
komunikasi.

e. Prosedural
Alur tujuan pembelajaran dapat disusun secara prosedural. Metode ini
dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur,
kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya.
Sebagaimana contoh dibawah ini berbasis prosedural, terlihat bahwa urutan
tujuan pembelajaran yang pertama, kedua dan ketiga sebagai prasyarat
untuk melaksanakan ibadah.
Tabel 6. Contoh ATP metode prosedural
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menganalisis tanda-tanda balig laki-laki dan perempuan secara
biologis dan kewajiban beribadah sebagai seorang muslim
2 Menganalisis pengertian, masa dan tata cara bersuci setelah haid
sebagai prasyarat menjalankan ibadah dengan baik dan benar
serta terbiasa menjalankan pola hidup bersih, sehat dan kuat.
3 Menganalisis pengertian dan tata cara bersuci setelah ihtilam
sebagai prasyarat menjalankan ibadah dengan baik dan benar
serta terbiasa menjalankan pola hidup bersih, sehat dan kuat.
dst

Contoh penyusunan ATP dengan metode prosedural pada madrasah


ibtidaiyah yaitu sebagai berikut.
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Menentukan hasil perkalian dan pembagian berbagai bentuk
pecahan
2 Melakukan operasi hitung dengan menggunakan perbandingan
3 Memecahkan masalah sederhana yang melibatkan perbandingan
dst
Pada tabel di atas terlihat bahwa urutan tujuan pembelajaran yang
pertama, kedua dan ketiga sebagai prasyarat untuk dapat memecahkan
masalah sederhana melibatkan perbandingan.
Tabel 6. Contoh ATP metode procedural pada Bahasa Arab
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Memahami struktur pembentuk teks deskriptif
2 Menganalisis gramatikal yang terdapat dalam teks deskriptif
3 Mengkonstruk teks deskriptif

82
f. Scafolding
Penyusunan alur tujuan pembelajaran dapat menggunakan metode
scaffolding. Penyusunan alur dengan menggunakan metode scaffolding
merupakan pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus
mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh alur tujuan pembelajaran pada
mata pelajaran bahasa arab dibawah ini dapat dikatakan menggunakan
metode scafolding. Urutan tujuan pembelajaran pertama guru masih banyak
terlibat dalam proses pembelajaran, sedangkan siswa keterlibatannya masih
dalam tahap mendengarkan. Pada urutan kedua keterlibatan peserta didik
semakin banyak. Bantuan guru sudah mulai berkurang terlihat pada urutan
ketiga dan keempat, karena porsi aktifitas pembelajaran peserta didik lebih
banyak.

Tabel 7. Contoh ATP metode scafolding

Urutan Tujuan Pembelajaran


1 Mendengarkan komponen bahasa seperti fonem, kata, intonasi
dan penanda wacana
2 Meniru kata, frasa, dan kalimat sesuai topik
3 Membaca huruf, kata, tanda baca dalam teks tertulis atau teks
visual.
4 Mengungkapkan gagasan yang sangat sederhana secara tulis
dan lisan

Contoh lain alur tujuan pembelajaran pada mata pelajaran bahasa arab
di bawah ini dapat dikatakan menggunakan metode scafolding. Hal ini
tercermin dalam siklus pedagogi genre, dalam siklus pertama yaitu building
knowledge of the field (membangun konteks), dimana guru masih banyak
terlibat dalam proses memberikan input materi baik berupa lisan ataupun
tulis, kemudian siklus kedua yaitu modelling of text, dimana guru memberikan
penjelasan tentang struktur teks dan gramatikal yang dibutuhkan. Pada siklus
ketiga yaitu join construction of text dimana guru beserta peserta didik
mengkonstruk teks secara bersama-sama. Pada tahapan terakhir yaitu
independent contruction of text dimana siswa mengkonstruk teks secara
mandiri.

83
Tabel 7. Contoh ATP metode scafolding
Urutan Tujuan Pembelajaran
1 Mengidentifikasi kosakata terkait cakupan materi
2 Mengidentifikasi struktur teks
3 Memahami teks model yang diberikan
4 Menulis kalimat berdasarkan struktur yang dipelajari dengan
bimbingan guru
5 Mengkonstruk teks secara mandiri

5. Alokasi Jam pelajaran


Jam pelajaran merupakan durasi waktu tertentu yang tersedia untuk
melaksanakan proses pembelajaran. Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran,
guru juga menentukan alokasi jam pelajaran. Setiap tujuan pembelajaran
terdapat alokasi jam pelajaran. Proses yang dilakukan guru setelah mengurutkan
tujuan pembelajaran kemudian menentukan lokasi jam pelajaran sesuai dengan
karakteristik materi yang dipelajari. Alokasi waktu jam pelajaran ditentukan
berdasar atas:
a. Struktur kurikulum.
Dalam menentukan alokasi Jam Pelajaran (JP) pada masing-masing
tujuan pembelajaran merujuk pada struktur kurikulum pada jenjang satuan
pendidikan. Jumlah jam pelajaran pada setiap tujuan pembelajaran dalam
kelas tertentu harus sama dengan jumlah jam pelajaran selama setahun pada
struktur kurikulumnya.

Contoh Struktur Kurikulum MI

84
Alokasi waktu mata pelajaran MI Kelas I
No Mata Pelajaran (Asumsi 1 tahun = 36 pekan dan 1 JP = 35 menit)
Alokasi Projek
Alokasi Alokasi Penguatan Total JP Per
Intrakurikuler Intrakurikuler Profil Pelajar Tahun
per Tahun per Minggu Pancasila dan
Profil Pelajar
Rahmatan lil
Alamin
per Tahun
(JP) (JP) (JP) (JP)
1 Pendidikan Agama Islam*;
a. Alqur an Hadis 72 2 18 90
b. Akidah Akhlak 72 2 18 90
c. Fikih 72 2 18 90
d. SKI - - - -
2 Bahasa Arab 72 2 18 90
3 Pendidikan Pancasil a 144 4 36 180
4 Bahasa Indonesia 216 6 72 288
5 Matematika 144 4 36 180
6 Ilmu Pengetahuan Alam dan - - - -
Sosial
7 Pendidikan Jasmani Olahraga 108 3 36 144
dan Keseha t an
8 Seni dan Budaya**: 108 3 36 144
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari

Prakarya (Budidaya,
Pengolahan,
Kerajinan, dan Rekayasa)
9 Bahasa Inggris 72 2 0 72
11 Muatan Lokal*** 72 2 0 72
Total**** 1152 32 288 1440

85
Contoh Struktur Kurikulum MTs

86
Contoh Struktur Kurkulum MA

Pembobotan jam pelajaran setiap tujuan pembelajaran berdasarkan


keluasan dan kedalaman materi. Keluasan materi dilihat dari seberapa
banyak materi-materi yang dipelajari peserta didik, sedangkan kedalaman
materi dapat diketahui dengan tingkat taxonomi yang diwujudkan pada
setiap tujuan pembelajaran. Selain itu, guru dalam menentukan bobot alokasi
jam pelajaran juga dapat mempertimbangkan hasil asesmen atau
pemahaman awal siswa.
Berikut contoh cara pembobotan alokasi waktu jam pelajaran tujuan
pembelajaran pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X pada jenjang MA.
Setiap tujuan pembelajaran menggunakan taksonomi Anderson.

87
Tabel 8. Contoh cara pembobotan jam pelajaran

Tujuan Pembelajaran (TP) Alokasi Waktu (JP)


TP 1 ( C1) 4
TP 2 (C2) 6
TP 3 (C3) 8
TP 4 (C4) 10
TP 5 (C3) 8
TP 6 (C3) 8
TP 7 (C4) 10
TP 8 (C3) 8
TP 9 (C4) 10
Total 72

Tabel diatas dapat diketahui bahwa tujuan pembelajaran mata


pelajaran Akidah Akhlak kelas X ada 9. Keluasan materi ditunjukkan dengan
banyaknya tujuan pembelajaran yakni 9 TP, sedangkan kedalaman materi
ditunjukkan dengan menggunakan tingkat taksonomi (antara C1-C4) pada
masing-masing TP. Penentuan alokasi waktu JP pada TP yang kedalaman
materinya C1 diberi bobot 4 JP, C2 diberi bobot 6 JP, C3 diberi bobot 8 JP dan
C4 diberi bobot 10 JP.

Catatan: Jumlah Pembobotan JP masing-masing TP diatas jangan dijadikan


patokan, semisal C2 harus diberi bobot 6 JP, C3 diberi bobot 8 JP, dst.
Pembobotan JP menyesuaikan keluasan dan kedalaman materi serta dapat
juga mempertimbangan hasil Assesmen/pemahaman awal peserta didik.

b. Format Alur Tujuan Pembelajaran


Alur tujuan pembelajaran dapat disusun dengan berbagai format sesuai
dengan kreativitas guru. Komponen yang harus ada dalam format sekurang-
kurangnya terdiri dari elemen, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran,
Alur Tujuan Pembelajaran, Kelas, dan Alokasi Waktu serta identitas mata
pelajaran. Contoh format alur tujuan pembelajaran dapat dilihat di lampiran
modul ini.

88
6. Manajemen Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran di Tingkat Satuan Pendidikan
Alur tujuan pembelajaran disusun oleh satuan pendidikan yang
terdiri dari guru mata pelajaran atau tim guru rumpun mata
pelajaran

Tim guru melakukan review terhadap alur tujuan pembelajaran


yang telah ditetapkan berdasarkan expert judgment untuk
memastikan penyusunan sudah sesuai dengan kriteria alur tujuan
pembelajaran

Tim guru melakukan evaluasi alur tujuan pembelajaran sebagai


bentuk penjaminan mutu proses pembelajaran

Jika terdapat permasalahan atau kendala pada alur tujuan


pembelajaran, maka dilakukan perbaikan

Gambar 4. Manajemen penyusunan ATP

F. Rangkuman

Alur Tujuan Pembelajaran atau yang disingkat dengan ATP merupakan


rangkaian beberapa tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan
logis dalam setiap fase. Alur tujuan pembelajaran ada kaitannya dengan capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran disusun setelah
menganalisis capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran.

G. Materi Pendukung

Direktorat KSKK Madrasah 2022. Contoh TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum
Merdeka Pada Madrasah Mapel Fikih. Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI 2022.
Contoh TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada Madrasah Mapel Al-
Qur’an Hadis. Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik
Indonesia
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2022 Tentang
Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022, tentang
capaian Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab.

89
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 262/m/2022, tentang pedoman implementasi kurikulum
merdeka

Template ini bukanlah harga mati yang


tidak bisa diubah. Para dosen dapat
mengembangkan atau merubah template
lembar kerja, untuk ketercapaian tujuan
pembelajaran secara maksimal.
H. Lembar Kerja (LK)
1. Petunjuk
a. Silahkan Tujuan Pembelajaran yang ada dalam satu fase pada mata pelajaran
tertentu disusun alurnya berdasarkan pilihan metode penyusunan alur tujuan
pembelajaran.
b. Tentukan alokasi waktu jam pelajaran pada masing-masing tujuan
pembelajaran
c. Format alur tujuan pembelajaran dibuat sesuai dengan kreatifitas masing-
masing dengan sekurang-kurangnya memuat komponen identitas, elemen,
capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, kelas,
dan alokasi waktu jam pelajaran.
d. Alur tujuan pembelajaran diberi tempat dan tanggal penyusunan serta tanda
tangan tim guru yang menyusun dan diketahui oleh kepala madrasah dalam
bentuk tanda tangan dengan stempel madrasah.

90
Contoh Format Alur Tujuan Pembelajaran
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah
Mata Pelajaran : Fikih
Fase/Kelas : B/III
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun :

Elemen Capaian Pembelajaran (CP) Tujuan Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi Waktu
Pembelajaran (TP) (ATP)
JP Pertemuan

Fikih Peserta didik membiasakan 1. Membiasakan puasa n 1. Membiasakan puasa 12 6


Ibadah puasa, shalat Jum’at dan sesuai syariat agar sesuai syariat agar menjadi JP
berbagai shalat sunnah (tarawih, menjadi pribadi yang pribadi yang bertaqwa dan
witir, rawatib, bertaqwa dan terbiasa terbiasa menjalankan pola
tahajud, dhuha dan ‘idain), menjalankan pola hidup sehat dan kuat.
rukhshah pada shalat meliputi hidup
jama’, qashar, kondisi sakit, sehat dan kuat.
sehingga kewajiban ibadah 2. Menganalisis 2. Menganalisis pengertian 12 6
dijalankan secara istiqamah pengertian, ketentuan dan tata cara JP
dalam kondisi apapun dan ketentuan dan tata puasa sebagai seorang
dimanapun. Peserta didik cara puasa sebagai muslim
menganalisis tanda tanda baligh, seorang
cara bersuci dari hadats besar muslim

91
(haid dan ihtilam) sebagai 3. Menganalisis ketentuan 3. Menganalisis ketentuan dan 12 6
prasyarat menjalankan ibadah dan tata cara shalat tata cara shalat idain agar JP
dengan baik dan benar sesuai idain agar terbentuk terbentuk pribadi muslim
syarat dan rukunnya dalam pribadi muslim yang yang bertaqwa dan
konteks kehidupan sehari hari. bertaqwa dan meningkatkan rasa syukur
Dengan ini peserta didik juga meningkatkan rasa dan
terbiasa menjalankan pola hidup syukur persaudaraan sesama muslim
bersih, sehat dan kuat. da dalam moderasi beragama
n
persaudaraan sesama
muslim dalam
moderasi beragama
4. Menganalisis 4. Menganalisis ketentuan, tata 12 JP 6
ketentuan, tata cara cara dan hukum shalat jumat
dan hukum shalat sebagai bagian dari kewajiban
jumat sebagai seorang muslim
bagian dari laki-laki
kewajiban
seorang muslim laki-
laki
5. Membiasakan shalat 5. Membiasakan shalat tarawih, 12 JP 6
tarawih, witir, witir, rawatib, tahajud, dan
rawatib, tahajud, dan dhuha dalam menjalankan
dhuha dalam amalan sunnah dibulan
menjalankan amalan Ramadan
sunnah dibulan dengan istiqomah
Ramadan
dengan istiqomah

92
6. Menganalisis 6. Menganalisis ketentuan dan 12 JP 6
ketentuan dan tata tata cara shalat sunnah
cara shalat sunnah tarawih, shalat tarawih, witir,
tarawih, shalat rawatib, tahajud, dan dhuha
tarawih, witir, sebagai amalan sunnah
rawatib, tahajud, dan
dhuha sebagai
amalan sunnah
Total 72 JP 36 Pertemuan

93
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah
Mata Pelajaran : Fikih
Fase: :C
Kelas : 5 dan 6
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun :

Elemen Capaian Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi


Pembelajaran Waktu
Jp

FIKIH IBADAH Mampu menganalisis ● Menganalisis ketentuan zakat 5.1Menganalisis pengetahuan tentang 16
ketentuan zakat fitrah, fitrah, infak, dan sedekah secara makanan atau minuman yang halal
infak, sedekah, dan faktual berdasarkan rasa ingin dan haram dengan baik sehingga
kurban, serta tahu tentang dirinya, makhluk dapat mengidentifikasinya dan
menerapkan tata cara ciptaan Tuhan dan segala dapat menerapkannya di kehidupan
haji dan umrah, untuk aktivitasnya di lingkungan sehari- hari sebagai wujud kesalehan
menjalankan perintah tempat ia tinggal serta sosial.
agama yang memiliki menerapkan pengetahuan zakat,
dimensi sosial dan dapat infak, dan sedekah yang telah ia 5.2Menganalisis ketentuan zakat fitrah, 20
menumbuhkan perilaku dapat ke masyarakat sebagai infak, dan sedekah secara faktual
peduli kepada sesama. cerminan perilaku anak yang berdasarkan rasa ingin tahu tentang
Peserta didik juga beriman dan berakhlak mulia. dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
menganalisis ketentuan segala aktivitasnya di lingkungan
halal dan haram, serta ● Menganalisis ketentuan kurban tempat ia tinggal. Serta
dapat membiasakan berdasarkan pengetahuan secara menerapkan pengetahuan zakat,
mengonsumsi makanan faktual, serta menerapkan tata infak, dan sedekah yang telah ia
yang halal dan baik, cara kurban dengan baik dan dapat ke masyarakat sebagai
sehingga ibadahnya benar sebagai implementasi cerminan perilaku anak yang
keimanan dan hidup sehat beriman dan berakhlak mulia.

94
dapat mempengaruhi dengan memakan makanan yang
cara berfikir, bersikap, halal, serta mewujudkan rasa 5.3 Menganalisis ketentuan kurban 16
dan bertindak dalam saling peduli terhadap sesama. berdasarkan pengetahuan secara
kehidupan sehari-hari. faktual, serta menerapkan tata cara
● Menganalisis ketentuan haji dan kurban dengan baik
umrah berdasarkan kewajiban dan benar sebagai implementasi
sebagai umat Islam, serta dapat keimanan
menerapkan tata cara haji dan dan hidup sehat dengan memakan
umrah kepada diri sendiri sebagai makanan yang halal, serta
bentuk keimanan kepada Tuhan mewujudkan rasa saling peduli
Yang Maha Esa dan di terhadap sesama.
masyarakat sebagai wujud
kerukunan beragama. 5.4 Menganalisis ketentuan haji dan 20
umrah berdasarkan kewajiban
● Menganalisis pengetahuan sebagai umat Islam, serta dapat
tentang makanan atau minuman menerapkan tata cara haji dan
yang halal dan haram dengan umrah kepada diri sendiri sebagai
baik sehingga dapat bentuk keimanan kepada Tuhan
mengidentifikasinya dan dapat Yang Maha Esa dan di masyarakat
menerapkannya di kehidupan sebagai wujud kerukunan
sehari-hari sebagai wujud beragama.
keshalihan sosial.
FIKIH
MUAMALA Peserta didik memahami ● Memahami ketentuan muamalah 6.2Memahami ketentuan muamalah 18
H ketentuan jual beli, jual beli serta jual beli serta mengaplikasikannya di
pinjam-meminjam mengaplikasikannya di masyarakat untuk menumbuhkan
barang (‘ariyah), dan masyarakat untuk sikap tolong menolong, jujur,
memperlakukan barang menumbuhkan sikap tolong amanah dan tanggung jawab dalam
temuan (luqathah), serta menolong, jujur, amanah dan aktifitas sosial-ekonomi pada era
terbiasa menghindari digital dan global.

95
ghashab sehingga tanggung jawab dalam aktifitas
aktifitas sosial ekonomi sosial-ekonomi pada era digital 6.3Memahami ketentuan pinjam- 18
pada era global dan global. meminjam (‘ariyah), sehingga dapat
dijalankan secara jujur, menumbuhkan sikap tolong
amanah, dan tanggung ● Memahami ketentuan pinjam- menolong, jujur, amanah dan
jawab, sesuai aturan fikih meminjam (‘ariyah) sehingga tanggung jawab dalam aktivitas
sehingga dapat bernilai dapat menumbuhkan sosial.
ibadah dan berdimensi diaplikasikan dengan sikap
ukhrawi dalam konteks tolong menolong, jujur, amanah 6.4Memahami ketentuan luqathah agar 14
dan tanggung jawab dalam tertanam sikap jujur dan amanah
beragama, berbangsa, dalam kehidupan sehari-hari
bernegara, dan aktivitas sosial.
bermasyarakat global. ● Memahami ketentuan luqathah 6.5Memahami ghashab dan terbiasa 14
agar tertanam sikap jujur dan menghindarinya dalam kehidupan
amanah dalam kehidupan sehari- sehari-hari
hari

● Memahami ghashab dan terbiasa


menghindarinya dalam
kehidupan sehari-hari

96
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mata Pelajaran : Al-Qur’an Hadis
Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun :

ATP Alokasi ATP Alokasi


CAPAIAN
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) Waktu Waktu
PEMBELAJARAN (CP) KELAS XI KELAS XII
JP JP
Peserta didik mampu 1. Menganalisis dan 11.1 Menganalisis dan 8 12.1 Menganalisis dan 10
menganalisis dan menyajikan kandungan menyajikan menyajikan kandungan
menyajikan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan kandungan ayat- ayat-ayat Al-Qur’an
ayat dan hadis tentang hadis tentang manusia ayat Al-Qur’an dan dan hadis tentang pola
manusia sebagai sebagai khalifah Allah dan hadis tentang hidup sederhana dan
khalifah Allah, perintah mengamalkannya dalam manusia sebagai menunjukkan perilaku
berbuat baik kepada rangka memakmurkan khalifah Allah dan sederhana, tidak boros
kedua orang tua, dunia mengamalkannya dan menyantuni fakir
menghindari 2. Menganalisis dan dalam rangka miskin
perbuatan keji, menyajikan kandungan memakmurkan 12.2 Menganalisis dan
toleransi, kewajiban ayat-ayat Al-Qur’an dan dunia menyajikan
menuntut ilmu hadis tentang berbuat baik 11.2 Menganalisis dan kandungan ayat-
pengetahuan dan kepada kedua orang tua dan menyajikan 8 10
ayat Al-Qur’an dan
pengembangannya, mengamalkannya untuk kandungan ayat-ayat hadis tentang sabar
tanggung jawab mewujudkan kehidupan Al-Qur’an dan hadis menghadapi cobaan
manusia, berkompetisi keluarga yang harmonis tentang berbuat baik dan
dalam kebaikan, 3. Menganalisis dan kepada kedua orang mengamalkannya
menyikapi kehidupan menyajikan kandungan tua dan serta selalu berpikir
dunia yang sementara ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya positif terhadap

97
dan akhirat yang kekal, hadis tentang menghindari untuk mewujudkan ketentuan Allah
makanan yang halal pergaulan bebas dan kehidupan keluarga Swt.
dan baik, kewajiban perbuatan keji dan yang harmonis 12.3 Menganalisis dan
bersyukur, pola hidup mengamalkannya dalam 11.3 Menganalisis dan 8 menyajikan
sederhana, sabar konteks kehidupan sosial menyajikan kandungan ayat-
menghadapi cobaan, kemasyarakatan kandungan ayat-ayat ayat Al-Qur’an dan
pelestarian Al-Qur’an dan hadis hadis tentang 10
4. Menganalisis dan
lingkungan, kewajiban menyajikan kandungan tentang menghindari pelestarian
dakwah, amar makruf ayat-ayat Al-Qur’an dan pergaulan bebas dan lingkungan dan
nahi hadis tentang toleransi dan perbuatan keji dan mengamalkan sikap
Mungkar, musyawarah menunjukkan perilaku mengamalkannya peduli terhadap
dan demokrasi, serta saling menghormati dan dalam konteks lingkungan sekitar
bersikap jujur dan adil, menghargai dalam konteks kehidupan sosial 12.4 Menganalisis dan
dan mengamalkannya bermasyarakat, beragama, kemasyarakatan menyajikan
dalam konteks berbangsa dan bernegara 11.4 Menganalisis dan kandungan ayat-ayat
kehidupan 5. Menganalisis dan menyajikan Al-Qur’an dan hadis
bermasyarakat menyajikan kandungan kandungan ayat-ayat tentang kewajiban
berbangsa dan ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Qur’an dan hadis dakwahdan
bernegara. hadis tentang kewajiban tentang toleransi dan 8 menjalankan dakwah 10
menuntut ilmu dan menunjukkan sebagaimana ajaran
pengembangannya dan perilaku saling agama Islam
mengamalkannya untuk menghormati dan 12.5 Menganalisis dan
mewujudkan kebahagiaan menghargai dalam menyajikan kandungan
dunia dan akhirat konteks ayat-ayat Al-Qur’an
6. Menganalisis dan menyajikan bermasyarakat, dan hadis tentang
kandungan ayat-ayat Al- beragama, kewajiban amar makruf
Qur’an dan hadis tentang berbangsa dan nahi mungkar dan
bertanggung jawab menjaga bernegara melakukannya dengan
amanah dan 11.5 Menganalisis dan ramah, sejuk dan
mengamalkannya demi menyajikan mencerahkan 10

98
terwujudnya keadilan dalam kandungan ayat- 8 12.6 Menganalisis dan
kehidupan ayat Al-Qur’an dan menyajikan kandungan
Menganalisis dan hadis tentang ayat-ayat Al-Qur’an
menyajikan kandungan kewajiban dan hadis tentang
ayat-ayat Al-Qur’an dan menuntut ilmu dan musyawarah dan
hadis tentang pengembangannya demokrasi dan
berkompetisi dalam dan mempraktikkan
kebaikan dan mengamalkannya musyawarah dalam
mengamalkannya dalam untuk mewujudkan mengambil keputusan
konteks kehidupan kebahagiaan dunia 12.4 Menganalisis dan 12
bermasyarakat berbangsa dan akhirat menyajikan
dan bernegara 11.6 Menganalisis dan kandungan ayat-ayat
8. Menganalisis dan menyajikan Al-Qur’an dan hadis
menyajikan kandungan ayat- kandungan ayat- tentang bersikap jujur
ayat Al-Qur’an dan hadis ayat Al-Qur’an dan 6 dan adil dan
tentang menyikapi hadis tentang mengamalkannya
kehidupan dunia yang bertanggung jawab dalam konteks
sementara dan akhirat yang menjaga amanah kehidupan
kekal untuk mewujudkan dan bermasyarakat
semangat etos kerja dan mengamalkannya berbangsa dan
ibadah demi terwujudnya bernegara. 10
9. Menganalisis dan keadilan dalam
menyajikan kandungan kehidupan
ayat-ayat Al-Qur’an dan 11.7 Menganalisis dan
hadis tentang makanan menyajikan
6
yang halal dan baik dan kandungan ayat-
menunjukkan perilaku ayat Al-Qur’an dan
selektif terhadap makanan hadis tentang
dalam kehidupan sehari- berkompetisi dalam
hari kebaikan dan

99
10. Menganalisis dan mengamalkannya
menyajikan kandungan dalam konteks
ayat-ayat Al-Qur’an dan kehidupan
hadis tentang kewajiban bermasyarakat
bersyukur dan berbangsa dan
menunjukkan perilaku bernegara
mensyukuri nikmat Allah 11.8 Menganalisis dan 8
Menganalisis dan menyajikan menyajikan
kandungan ayat-ayat Al- kandungan ayat-
Qur’an dan hadis tentang pola ayat Al-Qur’an dan
hidup sederhana dan hadis tentang
menunjukkan perilaku menyikapi
sederhana, tidak boros dan kehidupan dunia
menyantuni fakir miskin yang sementara
12. Menganalisis dan dan akhirat yang
menyajikan kandungan kekal untuk
ayat-ayat Al-Qur’an dan mewujudkan
hadis tentang sabar semangat etos
menghadapi cobaan dan kerja dan ibadah 6
mengamalkannya serta 11.9 Menganalisis dan
selalu berpikir positif menyajikan
terhadap ketentuan Allah kandungan ayat-
Swt. ayat Al-Qur’an dan
13. Menganalisis dan menyajikan hadis tentang
kandungan ayat-ayat Al- makanan yang halal
Qur’an dan hadis tentang dan baik dan
pelestarian lingkungan dan menunjukkan
mengamalkan sikap peduli perilaku selektif
terhadap lingkungan sekitar terhadap makanan
14. Menganalisis dan dalam kehidupan

100
menyajikan kandungan sehari-hari
ayat-ayat Al-Qur’an dan 11.10 Menganalisis dan 6
hadis tentang kewajiban menyajikan
dakwahdan menjalankan kandungan ayat-
dakwah sebagaimana ajaran ayat Al-Qur’an dan
agama Islam hadis tentang
15. Menganalisis dan kewajiban
menyajikan kandungan bersyukur dan
ayat-ayat Al-Qur’an dan menunjukkan
hadis tentang kewajiban perilaku
amar makruf nahi mungkar mensyukuri nikmat
dan melakukannya dengan Allah
ramah, sejuk dan
mencerahkan.
16. Menganalisis dan
menyajikan kandungan
ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadis tentang musyawarah
dan demokrasi dan
mempraktikkan
musyawarah dalam
mengambil keputusan
17. Menganalisis dan menyajikan
kandungan ayat-ayat Al-
Qur’an dan hadis tentang
bersikap jujur dan adil dan
mengamalkannya dalam
konteks kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan
bernegara

101
Jumlah 72 72

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Matematika
Fase/Kelas : B/III
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun :

Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi Waktu


Elemen Capaian Pembelajaran (CP) Tujuan Pembelajaran (TP)
(ATP) JP Pertemuan
Matematika/ Peserta didik dapat 1. Membaca dan 1. Membaca dan 5 JP 2
Bilangan mengurutkan bilangan cacah menyajikan bilangan menyajikan bilangan
sampai angka 9.999, cacah dan lambangnya cacah dan lambangnya
menentukan nilai tempat, sampai angka 9.999 sampai angka 9.999
membandingkan, serta 2. Membandingkan dan 2. Membandingkan dan 5 JP 3
memperkirakan dan mengurutkan bilangan- mengurutkan
menghitung hasil bilangan dari bilangan bilangan-bilangan
penjumlahan dan yang terkecil ke bilangan dari bilangan yang
pengurangannya dengan yang tersebsar dan terkecil ke bilangan
cara membilang, sebaliknya sampai 999 yang tersebsar dan
mengelompokkan menurut sebaliknya sampai
nilai tempat, serta strategi 999

102
perhitungan lainnya dan 3. Menentukan posisi 3. Menentukan posisi 5 JP 2
menggunakannya dalam bilangan cacah sampai bilangan cacah sampai
menyelesaikan masalah. 9.999 pada garis bilangan 9.999 pada garis
Peserta didik juga dapat bilangan
memahami konsep serta
melakukan operasi perkalian
dan pembagian bilangan
cacah sampai dengan 100
dengan berbagai 4. Menentukan nilai tempat 4. Menentukan nilai 5 JP 3
representasi visual dan bilangan cacah sampai tempat bilangan
strategi perhitungan 9.999 cacah sampai 9.999
termasuk menggunakan 5. Menghitung hasil 5. Menghitung hasil 10 5
sifat-sifat operasi dalam penjumlahan dan penjumlahan dan JP
menentukan hasil pengurangan sampai pengurangan sampai
perhitungan. Peserta didik dengan 999 dan dengan 999 dan
dapat mengenal, hubungan antara hubungan antara
menggunakan, menyajikan, penjumlahan dan penjumlahan dan
dan memodelkan bilangan pengurangan pengurangan
pecahan antara 0 dan 1 serta 6. Memahami konsep serta 8. Memahami konsep 5 JP 2
pecahan campuran positif melakukan operasi serta melakukan
1
(misalnya 24) dan yang senilai perkalian dan pembagian operasi perkalian dan
dalam berbagai bentuk bilangan cacah sampai pembagian bilangan
representasi visualnya dengan 100 dengan cacah sampai dengan
berbagai representasi 100 dengan berbagai
visual dan strategi representasi visual
perhitungan dan strategi
perhitungan
9. Menggunakan sifat-sifat 9. Menggunakan sifat- 5 JP 3
operasi dalam sifat operasi dalam
menentukan hasil menentukan hasil

103
perhitungan perhitungan

10. Mengenai, 10. Mengenai, 5 JP 3


menggunakan, menggunakan,
menyajikan, dan menyajikan, dan
memodelkan bilangan memodelkan
pecahan antara 0 dan 1 bilangan pecahan
serta pecahan campuran antara 0 dan 1 serta
1
positif (misalnya 24) dan pecahan campuran
1
yang senilai dalam positif (misalnya 24)
berbagai bentuk dan yang senilai
representasi visualnya dalam berbagai
bentuk representasi
visualnya
Total 45 23
JP Pertemuan

LK-4: Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)


Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi Waktu
Elemen Capaian Pembelajaran (CP) Tujuan Pembelajaran (TP)
(ATP) JP Pertemuan

----------------------
Nama Mahasiswa

104
105
I. Referensi

Direktorat KSKK Madrasah 2022. Contoh TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada
Madrasah Mapel Fikih. Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik
Indonesia
Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI 2022. Contoh
TP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Pada Madrasah Mapel Al-Qur’an Hadis.
Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
Glaser, K (2014) Inductive or Deductive Approaches. New Castle: Cambridge Scholars
Publishing.
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3211 tahun 2022, tentang capaian
Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab.
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 262/m/2022, tentang pedoman implementasi kurikulum merdeka
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2021. Panduan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. 2022. Panduan Pengembangan Kurikulum operasional
di Satuan Pendidikan. Jakarta: Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2021. Panduan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran
dan Perangkat Ajar (Modul Ajar). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009). Understanding Instruction. In C. M. Reigeluth & A. A.
Carr-Chellman (Eds.), Instructional-design theories and models: Building a common
knowledge base (pp. 27-39). New York: Taylor & Francis.
Reiser, R.A., & Dempsey, J.V. (2018). Trens and Issues in Instructional Design and
Technology. New York: Pearsn Education.

Kegiatan Belajar (KB): 5


106

Anda mungkin juga menyukai