PROPOSAL
PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGHUBUNG DESA POPALIA
(CHANGE BRIDGE)
NAMA TIM: TRI SYAFRI
STONE CRUSHER [Link]
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Desa popalia merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan tanggetada
kabupaten kolaka provinsi sulawesi tenggara, desa popalia merupakan salah
satu desa yang di lewati oleh sungai yang dimana sungai tersebut memisahkan
akses antar dusun. warga setempat kesusahan menyebrang antar dusun ketika
curah hujan tinggi yang mengakibatkan debit air sungai naik.
Jembatan merupakan suatu kontruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan
melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Jembatan juga harus dibuat
cukup kuat agar dapat di lalui kendaraan. Walaupun demikian tidak berarti
jembatan harus dibuat kokoh dan lebih kuat secara berlebihan. Diusahakan
menggunakan kontruksi jembatan yang ekonomis, tetapi memiliki kekuatan
yang baik, dan waktu pembuatan yang cepat. Banyak jenis jembatan yang
dapat direncanakan. Salah satunya dengan membangun jembatan lengkung
(arch bridge ).
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Apa itu jembatan pelengkung terikat (tied-arch bridge)
2. Desain jembatan ?
3. Spesifikasi jembatan ?
1.3 TUJUAN
Tujuan dari perencanaan jembatan ini ialah agar masalah yang ada di
masyarakat terkait terputusnya akses jalan dikarena aliran sungai dapat di
selesaikan dengan adanya jembatan ini.
BAB II
DESAIN JEMBATAN MODEL
2.1 Dasar Teori Jembatan
Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan
dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan seperti lembah yang
dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuang, kereta api, dan jalan raya.
Konstruksi jembatan berguna sebagai penerus jalan yang dilalui suatu
rintangan yang yang lebih rendah dinyatakan oleh Ir. HJ. Struyk di dalam
bukunya. Dalam merencanakan dan merancang jembatan, disarankan untuk
lebih dipertimbangkan tentang fungsi kebutuhan transportasi, persyaratan
teknis, dan memperhatikan beberapa persyaratan arsitektur yang meliputi
aspek lalu lintas, aspek teknis, dan aspek estetika. (Supriyadi dan Muntohar,
2007). Menurut Asiyanto, "jembatan rangka baja adalah struktur jembatan
yang terdiri dari serangkaian batang baja yang terhubung satu sama lain".
Beban yang bekerja pada struktur jembatan akan diuraikan dan diteruskan ke
batang baja struktur sebagai gaya tekan dan gaya tarik melalui titik buhul.
Jembatan pelengkung biasanya didefinisikan sebagai bagian struktur yang
dilengkungkan secara vertikal dan dikompresi secara aksial yang membentang
pada suatu bukaan dan memberikan dukungan untuk beban-beban yang
bergerak di atas bukaan tersebut. Dek dapat ditopang atau digantung dari
struktur utama ini, dan tergantung pada posisi lengkungan relatif terhadap dek,
jembatan lengkung dapat diklasifikasikan sebagai melengkung
lantaickendaraan di atas.(deck arch), di bawah (through arch), dan diantara
struktur utama (a half through arch). Awalnya, jembatan ini dibangun dari
batu atau bata, namun seiring berjalannya waktu, jembatan pelengkung dapat
menggunakan beton bertulang dan rangka baja sebagai bahan konstruksi
utama.
2.2 Kriteria Perancangan
A. Material
Penggunaan material dari perencangan jembatan tersebut ialah, sebagai
berikut :
1. Material pelengkung ialah terbuat dari Baja Galvanis 1” incih
dengan tebal 1,8 mm.
2. Gelagar melintang, terbuat dari Baja galvanis
3. Gelagar memanjang, terbuat dari
4. Brancing,
5. Hanger,
6. Pelat lantai,
B. Sambungan
C. Metodologi Perancangan Jembatan