0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan64 halaman

Panduan Perawatan Alat Berat Dasar

Buku ini membahas tentang perawatan alat berat yang meliputi definisi perawatan, tujuan perawatan untuk menjaga ketersediaan dan kinerja alat yang prima dengan biaya rendah, serta jenis-jenis perawatan berdasarkan periode pelaksanaannya."

Diunggah oleh

Syahrir Kobar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan64 halaman

Panduan Perawatan Alat Berat Dasar

Buku ini membahas tentang perawatan alat berat yang meliputi definisi perawatan, tujuan perawatan untuk menjaga ketersediaan dan kinerja alat yang prima dengan biaya rendah, serta jenis-jenis perawatan berdasarkan periode pelaksanaannya."

Diunggah oleh

Syahrir Kobar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC

MAINTENANCE

MECHANIC PEOPLE
ENTRY LEVEL DEVELOPMENT

MAINTENANCE i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku
“ Basic Maintenance “ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan basic mechanic
course.

Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan
lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat.

Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi
untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini.

Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga buku ini dapat diselesaikan.

Maret 2023

Penyusun

Program & Academic


TENTANG BIRU NUSWANTARA

Untuk mendorong perubahan positif berskala global yang imersif melalui


Penata layanan Sosial Lingkungan.

BISA Ruang Vokasi Membangun Generasi Masa Depan Indonesia dengan


Kombinasi Seimbang Intelektualitas dan Karakter, serta Keahlian, Keterampilan,
dan Teknologi yang Kompetitif di Industri.

Karya Bisa membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan


komponen pendukung operasional melalui program kerja sama dengan Institusi
pendidikan, usaha kecil dan menengah dalam menciptakan ekonomi lingkaran
(circular economy).

MAINTENANCE iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................ Error! Bookmark not defined.i


TENTANG BIRU ............................................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI.................................................................................................................................... iv
PENDAHULUAN ............................................................................................................................. v
BAB I PHILOSOPHY OF MAINTENANCE ..........................................................................................0
1.1. Definisi Maintenance.........................................................................................................0
1.2. Tujuan Maintenance .........................................................................................................1
1.3. Klasifikasi Maintenance .....................................................................................................2
BAB II PERIODIC SERVICE.............................................................................................................11
2.1. Maintenance Schedule Chart .......................................................................................... 11
2.2. Service Procedure ............................................................................................................16
BAB III PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) .................................................................37
3.1. Definisi Pelaksanaan Pemeriksaan Harian (P2H) ............................................................ 37
3.2. Pelaksanaan Pemeriksaan Harian (P2H) Unit CAT 777D.................................................37
3.3. Contoh Form Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H) ......................................................52
BAB IV WICOPE INTRODUCTION ................................................................................................ 54
4.1. Washing .......................................................................................................................... 54
4.2. Inpection.......................................................................................................................... 54
4.3. Condition Based Monitoring ............................................................................................ 54
4.4. Ordering .......................................................................................................................... 55
4.5. Planing ............................................................................................................................ 55
4.6. Execution ........................................................................................................................56
PENDAHULUAN

Pelatihan mengenai pengenalan maintenance diperlukan agar user dapat mengetahui


dan memahami jenis-jenis maintenance. Selain itu, agar user dapat mengetahui
bagaimana procedure dalam melakukan service priodic dan pelaksanaan pemeriksaan
harian (P2H), sehingga maintenance yang dilakukan berjalan dengan bak dan efisien
yang akhirnya akan berakibat pada high availability unit, best performace dan reduce
repair cost. User dalam hal ini adalah seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan
maintenance.
Materi pembelajaran Maintenance terdiri dari 4 (empat bab). Bab 1 membahas
mengenai philosophy of meintenance, meliputi definisi maintenance, tujuan
maintenance dan klasifikasi maintenance. Bab 2 membahas mengenai periodic service,
mliputi maintenance schedule chart dan service procedure. Bab 3 membahas mengenai
pelaksanaan pemeriksaan harian (P2H), meliputi definisi pelaksanaan pemeriksaan
harian (P2H), pelaksanaan pemeriksaan harian pada unit CAT 777D dan contoh form
pelaksanaan pemeriksaan harian. Sedangkan bab 4 membahas mengenai wicope
introduction, meliputi washing, inpection, condition based monitoring, ordering,
planning dan execution.

MAINTENANCE v
BAB I

BAB I PHILOSOPHY OF MAINTENANCE

1.1. Definisi Maintenance


Maintenance atau perawatan secara umum dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha atau
tindakan-tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari
sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru,
namun degan biaya perawatan yang serendah-rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan
performance dari mesin tidak menurun adalah usaha-usaha teknis, sedangkan menekan biaya
perawatan serendah mungkin adalah menyangkut soal-soal managenment.
Alat-alat berat haruslah diperlakukan sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu
ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang
seminimal mungkin. Hal-hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang
baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang
seminimal mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin. Dibawah
ini dapat dilihat beberapa kasus yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan.

Faktor Penyebab Kerusakan


Salah Pengoprasian

Air dalam fuel tank


5%
6% Salah penyetelan
6% 28%
Waktu penggantian elemen
6% tidak tepat
Kurang oli dan grease

12% Level oli yang jarang diperiksa


13% Air Pendingin jarang diperiksa
12%
12% Salah cara membersihkan
elemen
Lain-lain

Gambar 1.1. Faktor Penyebab kerusakan unit

0 PHILOSOPHY MAINTENANCE
Kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam melaksanakan perawatan memiliki
prosentase tertinggi, yaitu:

41 % 31 % 28 %
Kesalahan dalam Kesalahan dalam Kesalahan dalam
melaksanakan melaksanakan Periodic melaksanakan
Periodic Maintenance Inspection Perosedur Pengoprasian

Dengan demikian, kesalahan dalam melakukan perawatan memiliki porsi sebesar 72%
Maintenance atau perawatan berdasarkan uraian diatas dapat diartikan sebagai suatu
kegiatan service untuk mencegah timbulnya keausan abnormal (kerusakan), sehingga umur
alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh factory. Kegiatan service
meliputi:

1. Pengontrolan (inspection)
2. Penggantian (Replace)
3. Penyetelan (Adjusting)
4. Perbaikan (Repair)
5. Pengetesan (Testing)

1.2. Tujuan Maintenance


Seluruh kegiatan service diatas merupakan aktivitas secara total. Masih banyak yang
beranggapan bahwa maintenance atau perawatan hanya meliputi pekerjaan ringan seperti
membersihkan filter, mengganti oli, mengganti filter, mengganti air pendingin dan pekerjaan
rutin sehari-hari lainya. Terkadang pekerjaan overhul, mechine inspection dan pekerjaan lainya
tidak dianggap sebagai aktivitas maintenance. Jika memandang aktivitas maintenance secara
total, maka maintenance bertujuan untuk:
1. Menjaga agar suatu alat selalu dalam keadaan siap pakai (High Availability: berdaya guna
fisik yang tinggi).
2. Menjaga agar suatu alat selalu dalam kemampuan yang prima (Best Performance: berdaya
guna mekanis yang paling baik).
3. Menjaga agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat (Reduce Repair Cost: mengurangi
biaya perbaikan).

PHILOSOPHY MAINTENANCE 1
1.3. Klasifikasi Maintenance

Gambar 1.2. Klasifikasi Maintenance

2 MAINTENANCE
1.3.1. Preventive Maintenance

Preventive Maintenance adalah perawatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah
kemungkinan timbulnya gangguan atau kerusakan pada alat. Perawatan ini dilakukan
tanpa perlu menunggu tanda-tanda atau terjadinya kerusakan. Preventive Maintenance
terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

a. Periodic Maintenance
Periodic Maintenance adalah pelaksanaan service yang dilakukan setelah alat
bekerja untuk jumlah jam oprasi tertentu. Jumlah jam oprasi ini adalah sesuai
dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam oprasi (service meter) yang ada
pada alat tersebut.

Service meter pada monitor panel D85ESS-2

Gambar 1.3. Monitor panel D85ESS-2

Service meter pada monitor panel PC-7

Gambar 1.4. monitor panel PC-7

Periodic maintenance terbagi memjadi 2 (dua) yaitu:


1). Periodic Inspection
Periodic inspection adalah inspeksi atau pemeriksaan harian (daily-10 hours) dan
mingguan (weekly-50 hours) sebelum unit dioprasikan. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui apakah alat dalam kondisi aman untuk dioprasikan. Pada

PHILOSOPHY MAINTENANCE 3
pelaksanaan pemeriksaan harian (daily) dapat menggunakan beberapa alat
bantu diantaranya:
• Check Sheet yaitu suatu form (daftar) yang digunakan untuk mencatat hasil
oprasi dari tiap-tiap alat dalam satu hari oprasi.
• Daily check yaitu suatu form (daftar)seperti halnya check sheet namun
berbeda pada ukuranya (pocket size) sehingga oprator atau mekanik akan
dengan mudah mencatatnya
2). Periodic service
Periodic service adalah suatu usaha
untuk mencegah timbulnya kerusakan
pada suatu alat yang dilakukan secara
berkala/continue dengan interval
pelaksanaan yang telah ditentukan
berdasarkan service meter /hours meter
(HM). Perawatan alat atau machine
secara teratur (berkala) adalah sangat
penting demi menjamin pengoprasian
alat yang bebas dari kerusakan. Selain
itu, degan melaksanakan perawatan alat
secara teratur umur alat dapat
mencapai atau sesuai dengan umur
yang direkomendasikan oleh factory.
Berikut ini merupakan 2 (dua) Tujuan pelaksanaan periodic service adalah:
• Untuk mencegah break down unshedule akibat adanya penurunan
normal performa dari oli, filter dan part-part lainya.
• Untuk mendeteksi kerusakan lebih dini

Interval Periodic Service:


• PS 1 : PS yang dilakukan setelah mencapai 250 jam
• PS 2 : PS yang dilakukan setelah mencapai 500 jam (250 jam setelah PS 1)
• PS 3. PS yang dilakukan setelah mencapai 750 jam (250 jam setelah PS 2)
• PS 4. PS yang dilakukan setelah mencapai 1000 jam (250 jam setelah PS 3)

Waktu (time) dan uang (cost) yang dikeluarkan unruk melaksanakan periodic
service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan umur alat yang
panjang dan berkurangnya ongkos perbaikan alat. Pada kondisi oprasi yang
berat, jadwal waktu perawatan perlu dipersingkat dari ketentuan yang
terdapat pada shop manual. Tabel dibawah ini menunjukan periodic service
yang harus dilaksanakan berdasarkan jumlah jam kerja (oprating hours) yang
tertera pada service meter/hours meter (HM).

4 MAINTENANCE
Walaupun alat / machine telah distel dan di-setting dengan hati-hati sekali
sebelum dipakai, akan tetapi suatu mechine bari membutuhkan
pengoprasian yang hati-hati pada 250 jam pertama untuk mendudukan
bagian-bagian yang bergerak dari mechine. Beberapa hal yang harus
diperhatikan diantaranya adalah:
• Setelah start, running engine kira-kira 5 (lima) menit pada putaran
rendah (low idle) untuk memanaskannya sebelum beroprasi.
• Hindari menjalankan engine pada putaran tinggi (high idle)
• Hindari menjalankan atau menambah kecepatan engine secara tiba-
tiba, mengerem dengan tiba-tiba atau berbelok dengan tajam jika tidak
diperlukan.
• Oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oli dan
elemen saringan yang baru dan asli
• Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala
seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk.
• Ingatlah untuk selalu mempergunakan bahan bakar dan minyak
pelumas yang direkomendasikan oleh factory.

Untuk PS 250 yang pertama (initial), jika alat masih baru maka perlu
diperlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang harus
diganti walaupun umur pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini
berarti biaya yang dikeluarkan memang lebih besar diawal kepemilikan alat
seperti diperlihatkan kurva bak mandi (bath up curve) dibawah ini.

Gambar 1.5. Kurva bak mandi (bath up curve)

Selama periode A, perlu diperhatikan lebih khusus agar periode B dapat diperpanjang.
Perawatan yang dilaksanakan selama periode B perlu diperhatikan juga agar kenaikan
biaya pada periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada setiap
periodic service dapat dilihat pada Opration and Maintenance Manual (OMM).

PHILOSOPHY MAINTENANCE 5
b. Schedule Overhaul
Schedule overhaul adalah jenis perawatan yang
dilakukan dengan interval tertentu sesuai
dengan standard overhaul masing-masing
komponen yang ada. Schedule overhaul
dilaksanakan untuk merekomendasikan
machine atau komponen agar kembali ke
kondisi standard sesuai dengan standard
factory. Interval waktu yang telah ditentukan
dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam
seperti kondisi medan oprasi, pelaksanaan
periodic service, keterampilan oprator dan lain
sebagainya.
Overhaul dilaksanakan secara terjadwal tanpa
menunggu machine atau komponen tersebut
rusak. Pada pelaksanaannya, kadang kala terjadi sesuatu yang merubah
jadwal/schedule overhaul.
Macam-macam overhaul diantaranya adalah:
• Engine top overhaul
• Engine overhaul
• Torque converter overhaul
• Transmission overhaul
• Steering overhaul
• Final drive overhaul
• General overhaul
• Others

c. Condition Based Maintenance

Condition based maintenance adalah jenis perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi
unit yang diketahui melalui Program Analisa Pelumas (PAP), Program pemeriksaan Mesin
(PPM), Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U) atau Program Pemeriksaan Harian
(P2H). Condition based meintenance juga dapat dilakukan berdasarkan Part and Service
News (PSN) atau modification program yang dikeluarkan oleh factory.

6 MAINTENANCE
1). Program Analisa Pelumas (PAP)

Gambar 1.6. Program analisa pelumas

Program Analisa Pelumas (PAP) merupakan suatu sistem perawatan yang


dilaksanakan secara ilmiah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin
keausan dan gejala kerusakan pada komponen yang disebabkan oleh keausan yang
tidak wajar tanpa harus membongkar komponen tersebut.
Program ini dilaksanakan dengan mengambil contoh minyak pelumas (sample) pada
alat yang dilakukan secara berkala. Setiap contoh minyak pelumas yang diambil akan
dianalisa di laboratorium untuk mengetahui jenis serta kadar logam yang terdapat
didalam minyak pelumas tersebut, sehingga dapat diketahui kemungkinan
kerusakan yang akan terjadi. Sebagai contoh dapat diketahui keausan yang tidak
wajar pada bearing, slevee, piston, crankshaft, hydrolic pump atau valve.
Melalui PAP dapat diketahui juga gejala penurunan kemampuan engine, masalah-
masalah pembakaran, kebocoran air pendinginan atau bahan anti freeze dan
kotoran-kotoran yang bercampur dengan oli. Dengan demikian kerusakan yang
berakibat fatal dapat diketahui dengan secepatnya. Selain itu, dengan melaksanakan
PAP juga akan membantu perencanaan perawatan yang lebih ekonomis sehingga
dapat meningkatkan produktifitas.

PHILOSOPHY MAINTENANCE 7
2). Program Pemeriksaan Mesin (PPM)

Gambar 1.7. Program pemeriksaan Mesin (PPM)

Program Pemeriksaan Mesin dilaksanakan secara mendetail dan merupakan bagian dari
program Total Service. Tujuan dari pemeriksaan mesin secara teratur dan terencana
adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas kondisi unit.
Caranya dengan memakai Metode Pengukuran dan Instrument Diagnostik. Berdasarkan
data yang didapat, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan untuk memperbaiki
keadaan mesin menuju kondisi operasi yang optimum. Data yang telah terkumpul
kemudian dimasukkan dalam Sistem Manajemen Mesin untuk mencatat umur
pemakaian mesin, biaya perbaikan dan membantu jadwal penggantian mesin, dan
sebagai historical dari mesin. Pemeriksaan mesin dilakukan terhadap:

1). Motor penggerak (engine) dan tenaga bergerak (driveline) yang lengkap.
2). Sistem hydraulics
3). Sistem pengontrol elektronik dan sistem listrik
4). Pemeriksaan track (rantai roda)
5). Kerangka mesin (chassis frame), boom, arm, dan bucket
Selama pemeriksaan mesin dilakukan penyetelan dan penyesuaian yang perlu
untuk meningkatkan penampilan sistem mesinya agar lebih sempurna

3). Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U)

Gambar 1.8. Program pemeliharaan undercarriage (P2U)

8 MAINTENANCE
Tujuan Program ini adalah mengurangi biaya pemeliharaan Undercarriage. Kenapa
membuang 90% dari Undercarriage bila hanya 10% yang aus. Dengan
melaksanakan Program Pemeliharaan Undercarriage, melalui proses peremajaan,
bisa dihemat sebesar 60% dari harga komponen baru dengan kualitas yang dijamin
80% dari jangka waktu pakai komponen baru.
Program ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu :
• Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-komponen Undercarriage
seperti : Track Link, Track Roller, Carrier Roller, Front Idler, Sprocket.
• Analisa keausan komponen Undercarriage berupa Track Inspection Report
yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai langkah-langkah
yang sebaiknya diambil untuk pemeliharaan Undercarriage agar dapat
mencapai jangka waktu pakai maksimal.

4). Program Pemeriksaan Harian (P2H)


Program Pemeriksaan Harian (P2H) merupakan suatu kegiatan pemeriksaan unit yang
dilakukan oleh seorang oprator pada saat sebelum dan setelah operasi. Tujuan dari
P2H ini adalah untuk mengetahui kondisi unit dan mencegah kerusakan yang lebih
parah.
Pre use check oleh oprator:
• Menjamin bahwa mesin benar-benar siap untuk oprasi
• Mengetahui ketidaknormalan mesin lebih dini
• Mengetahui user’s opinion tentang kondisi mesin

1.3.2 Corrective Maintenance


Perawatan yang dilakukan untuk mengembalikan machine ke kondisi standard bisa berupa
repair atau penyetelan berbeda dengan preventive maintenance yang pelaksanaannya
teratur tanpa menunggu adanya kerusakan, pada corrective maintenance justru perbaikan
dilakukan setelah komponen / machine tersebut telah menunjukan adanya gejala kerusakan
atau rusak sama sekali.
Corretive maintenance terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Repair dan adjustment
Repair dan Adjustment adalah perawatan yang sifatnya memperbaiki
kerusakan yang belum parah atau mechine belum break down (tidak bisa
digunakan)
Misal, jika terjadi gangguan pada sistem pengisian (no charging), maka
salah satu cara memperbaikinya adalah dengan melakukan adjustment
alternator belt.

PHILOSOPHY MAINTENANCE 9
b. Break Down Maintenance
Perawatan yang dilaksanakan setelah
machine tersebut betul -betul rusak Hal
ini biasanya terjadi karena adanya
kerusakan yang diabaikan / diabaikan
terus tanpa ada usaha untuk
memperbaiki. Sehingga kerusakan
tersebut makin lama- semakin parah.
Bila Machine Break Down seperti ini,
umumnya kerusakan kecil tadi menjadi
besar dan menyebabkan komponen lain
ikut - ikut menjadi rusak juga. Perawatan yang demikian ini akan menyebabkan biaya
perbaikan yang melambung tinggi. Untuk menghindari ini, lakukanlah Preventive
Maintenance dengan baik dan segera perbaiki bila ada gejala kerusakan agar kerusakan yang
lebih besar dapat dihindari.

10 MAINTENANCE
BAB II

BAB II PERIODIC SERVICE


2.1. Maintenance Schedule Chart
Seperti telah diuraikan pada Bab I, salah satu jenis maintenance adalah perriodic service. Periodic
service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan pada suatu alat yang dilakukan
secara berkala/continue dengan interval pelaksanaan yang telah ditentukan berdasarkan service
meter /hours meter (HM). Interval pelaksanaan periodic service adalah:
1. When Required
2. Check Before Starting
3. Every 50 Hours Service
4. Every 250 Hours Service
5. Every 500 Hours Service
6. Every 1000 Hours Service
7. Every 2000 Hours Service
8. Every 4000 Hours Service

Untuk di PT. BUMA sendiri Periodic Service dilakukan setiap HM kelipatan 250 jam dan dibagi
dalam 4 program yaitu:
• PS 250 ( 1 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 250 jam
• PS 500 ( 2 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 500 jam
• PS 1000 ( 3 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 1000 jam
• PS 2000 ( 4 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 2000 jam

Periodic service bagi equipment yang tidak memiliki HM untuk operating statisticnya
dilakukan setiap kelipatan hari operasi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam
Operating Maintenance & Manual ( OMM ).

Tabel dibawah menunjukan contoh maintenance schedule chart pada unit D85ESS-2
When Required
• Bersihkan bagian dalam sistem pendingin.
• Periksa, bersihkan dan ganti elemen pembersih udara.
• Periksa kekencangan track.
• Periksa kekencangan baut-baut track shoe.
• Periksa electrical intake air heater.
• Balik dan ganti end bits dan cutting edge
• Periksa dan bersihkan sirip-sirip radiator.
• Stel celah idler.
Check Before Starting

PERIODIC SERVICE 11
• Periksa level air pendingin.
• Periksa level bahan bakar.
• Periksa level oli pada engine oil pan, tambah jika kurang.
• Periksa level pada power train case, tambah jika kurang.
• Periksa brake pada travel.
• Periksa dust indicator.
• Periksa lampu kerja.
• Periksa bunyi klakson.
• Periksa air dan endapan pada water separator, drain air.
Every 50 Hours Service
• Drain air dan endapan pada fuel tank
Every 250 Hours Service
• Lubricating.
• Lift cylinder support yoke (4 tempat).
• Lift cylinder support shaft (2 tempat).
• Lift cylinder ball joint (2 tempat).
• Tilt brace ball joint (2 tempat).
• Tilt brace thread (2 tempat).
• Grease equalizing bar side pin (kiri kanan masing-masing 2 tempat).
• Periksa level oli dan final drive case, tambah jika kurang.
• Periksa level oli pada hydraulic tank, tambah jika kurang.
• Periksa level elektrolit baterai.
• Periksa kekencangan fan belt, stel jika diperlukan.
• Drain air dan endapan pada fuel filter.
• Ganti elemen power train oil filter.
• Periksa brake performance.
• Ganti oli pada engine oil pan, ganti juga filter oli engine.
Every 500 Hours Service
• Ganti Fuel filter catridge.
• Lakukan juga service 250 hours.

Every 1000 Hours Service


• Ganti oli pada power train case dan bersihkan strainers (power train dan scavenging
pump).
• Ganti oli pada final drive.
• Bersihkan power train case breather.
• Grease universal joint (2 tempat).
• Ganti corrosion resister.

Every 1000 Hours Service (continue)


• Periksa semua bagian yang memerlukan pangencangan pada turbocharger.

MAINTENANCE 13
• Periksa play dari rotor turbocharger.
• Periksa kemungkinan kendor, rusak atau hilangnya monting bolts.
• Lakukan juga service 250 dan 500 hours.
Every 2000 Hours Service
• Ganti oli pada hydraulic tank dan ganti elemen hydraulic oil filter.
• Bersihkan dan periksa turbocharger.
• Periksa elemen engine breather.
• Periksa vibration damper.
• Periksa alternator dan starting motor.
• Periksa celah katup engine, stel jika diperlukan.
• Lakukan juga service 250, 500 dan 1000 hours.

Every 4000 Hours Service


• Periksa water pump.
• Lakukan juga service 250, 500, 1000 dan 2000 hours.

Tabel dibawah menunjukan contoh maintenance schedule chart pada unit HD 785-7
When Required
• Check, clean or replace air cleaner
• Clean inside of cooling system
• Check level of window washer fluid, add fluid
• Clean air conditioner air filter
• Check refrigerant (gas) level
• Check dump body
• Check length of suspension cylinder, check oil level
• Bleed air from rear brake
• Bleed air from front brake
• Bleed air from rear parking brake
• Bleed air from front parking brake
• Check play of output coupling of output shaft
• Check water separator, wash inside of filter case
Check Before Starting
Every 250 Hours Service
• Check oil level in differential case, add oil
• Check oil level in final drive case, add oil
• Lubrication
• Check drive shaft
• Check level of battery electrolyte
• Check alternator belt tension, adjust
• Check air conditioner compressor belt tension, adjust

14 PERIODIC SERVICE
• Clean breather
• Check frame
• Check braking capacity offoot brake
• Check braking capacity of retarder brake
• Check braking capacity of parking brake
• Check, clean automatic suspension
• Check of accumulator gas pressure
Every 500 Hours Service
• Change oil in engine oil pan, replace engine oil filter cartridge
• Replace fuel prefilter cartridge
• Replace transmission oil filter element
Every 1000 Hours Service
• Replace corrosion resistor cartridge
• Replace fuel main filter cartridge
• Change oil in transmission, brake cooling oil tank, wash strainer
• Change oil in brake sub-tank
• Replace transmission, brake cooling oil filter element
• Replace brake oil filter element
• Lubrication
• Check wear of rear brake disc
• Check wear of front brake disc
• Recover oil leaking from floating seal
• Check of engine air intake piping clamps for
Every 2000 Hours Service
• Replace steering, hoist oil tank filter element
• Change oil in final drive case
• Change oil in differential case
• Clean differential case breather
• Check alternator
• Check, adjust engine valve clearance
• Check accumulator gas pressure.
Every 4000 Hours Service
• Change oil in steering, hoist oil tank
• Lubricate drive shaft
• Check vibration damper
• Check starting motor
• Check water pump
• Check fan pulley and tension pulley
• Checking for looseness of high-pressure clamp, hardening of rubber
• Checking for missing fuel spray prevention cap, hardening of rubber

MAINTENANCE 15
Every 8000 Hours Service
• Replace high-pressure piping clamp
• Replace fuel spray prevention cap
• Overhaul starting motor and alternator
Every 15000 Hours Service
• CHECK, REPLACE STEERING A ARM MOUNTING BOLT
Initial 250 Hours Service (Hanya Setelah 250 Hour Pertama)
• Ganti transmission oil filter element
• Ganti oil in transmission, brake cooling oil tank, wash strainer
• Ganti transmission, brake cooling oil filter element
• Ganti steering, hoist oil tank filter element
• Ganti oil in final drive case
• Ganti oil in differential case
• Ganti oil in steering, hoist oil tank

2.2. Service Procedure


Sebelum, ketika dan sesudah melakukan pekerjaan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Gunakan topi/helm, sepatu dan sarung tangan pengaman. Gunakan kacamata pengaman
ketika melakukan pekerjaan yang memerlukan penggunaan kaca mata pengaman.

2. Ketika bekerja dalam suau team yang terdiri dari dua orang atau lebih, atur suatu aba-aba
dan koordinasikan pekerjaan sebelumnya demi terciptanya keselamatan kerja.

16 PERIODIC SERVICE
3. Cegah orang-orang yang tidak berkepentingan mendekati machine atau unit ketika
pekerjaan dilakukan. Gantungkan tanda peringatan pada tempat duduk operator untuk
mencegah oranglain menghidupkan engine atau menjalankan unit.

4. Tempatkan unit pada permukaan tanah yang keras dan rata. Turunkan attachment
kemudian posisikan transmission control lever berada pada posisi NEUTRAL dan brake
lever pada posisi LOCK. Pastikan semua control lever attachment berada pada posisi
HOLD. Jika memerlukan pekerjaan dengan posisi attachment (misal blade atau ripper)
dalam keadaan terangkat, maka ganjal kuat dengan menggunakan balok.
5. Ketika membuka track, hindari meletakan jari antara track shoe. Gunakan selalu sarung
tangan pengaman ketika mengerjakan cutting edges. Gunakan alat pengukur khusus
ketika pemeriksa tekanan pada sistem hidrolik.

6. Pergunakan suku cadang atau spare part komatsu, cartepilar dan lainya yang asli ketika
melakukan penggantian part.
7. Pergunakan grease dan oli asli sesuai rekomendasi factory unit.
8. Gunakan grease dan oli yang bersih. Gunakan juga alat pengisi yang bersih untuk
mencegah kotoran masuk bersama grease dan oli.
9. Lakukan penggantian ditempat yang tidak berdebu, dengan demikian dapat mencegah
debu masuk kedalam oli.
10. Hati-hati ketika membuka radiator cap dan drain plug oli terhadap kemungkinan
terjadinya semburan air atau oli dengan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi.

11. Panaskan terlebih dahulu sampai mencapai temperatur 300 – 400 C sebelum membuang
oli.

MAINTENANCE 17
12. Hindari pemakaian api menyala sebagai pengganti lampu untuk memeriksa kebocoran
atau ketinggian permukaan minyak pelumas, bahan bakar, zat anti karat atau elektrolit
baterai.

13. Ketika mengganti oli atau saringannya, periksa minyak pelumas yang dibuang dan
saringannya dari kemungkinan terdapat serbuk logam, potongan-potongan logam atau
benda asing lainya.
14. Ketika membuka bagian-bagian dari unit terdapat O-ring, gasket atau seal, bersihkan
dudukan O-ring, gasket atau seal dan ganti dengan yang baru.
15. Setelah melakukan panggantian oli, strainer atau elemen saringan, buanglah udara dari
sistem. Jangan membuka saringan yang terdapat pada lubang saluran pengisi ketika
mengisi oli. Periksa selalu ketinggian permukaan minyak pelumas harus pada ketinggian
yang tepat.
16. Bersihkan segera semua tumpahan grease atau oli terutama pada tempat duduk oprator
atau pegangan (handrail).

17. Bersihkan unit seluruhnya. Hati-hati ketika membersihkan tutup saluran pengisi, nipel
daerah di sekitar dipstick, jangan sampai kotoran atau debu masuk kedalam sistem.

18 PERIODIC SERVICE
Tabel di bawah ini menunjukan contoh penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada
unit D85ESS-2.

Gambar 2.1. penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit D85ESS-2

MAINTENANCE 19
Tabel di bawah ini menunjukan contoh penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit
HD 785-7

Gambar 2.2. Penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit HD 785-7

Contoh Prosedur Service pada Unit D85ESS-2


Uraian berikut merupakan contoh prosedur service pada unit D85ESS-2.

When Required
• Bersihkan bagian dalam sistem pendingin
Buka tutup radiator (1) perlahan. Letakkan wadah di bawah drain valve (2 dan 3) untuk
membuang air. Setelah semua terbuang, tutup kembali drain valve (2 dan 3), kemudian
isi cooling system dengan air bersih. Buka drain valve (2 dan 3), kemudian running engine
pada putaran rendah, lakukan pembilasan selama 10 menit. Atur kecepatan pengisian
dan pembuangan air, sehingga radiator tetap penuh.

20 PERIODIC SERVICE
Setelah pembiasan, matikan engine lalu buka drain valve (2 dan 3), kemudian tutup
kembali jika seluruh air sudah keluar. Bersihkan cooling system dengan cairan
pembilas. Buka kembali drain valve (2 dan 3) untuk membuang seluruh air. Tutup
drain valve (2 dan 3) dan isi kembali cooling system dengan air bersih sampai penuh.
Buka drain valve (2 dan 3), kemudian running engine pada putaran rendah dan
lakukan pembilasan sampai air yang keluar terlihat jernih. Atur kecepatan pengisian
dan pembuangan air, sehingga radiator tetap penuh.

Matikan engine dan tutup drain valve (2 dan 3), kemudian tambahkan air bersih
sampai meluber di lubang pengisian. Untuk membuang udara dari cooling system,
dengan tutup radiator (1) dilepas, running engine selama 5 (lima) menit pada
putaran rendah, kemudian pada putaran tinggi selama 5 (lima) menit. Matikan
engine tunggu selama 3 (tiga) menit, kemudian tambah air sampai meluber dilubang
pengisian.

Keluarkan air pendingin pada sub tank, kemudian


bersihkan bagian dalam dari sub tank. Isi kembali sub tank
sampai pertengahan tanda FULL dan LOW.

Gambar 2.3. Sub tank

• Periksa, bersihkan dan ganti elemen pembersih udara.

Gambar 2.4. Dust indicator

Jika piston merah pada dust indicator terlihat, bersihkan elemen udara, kemudian reset
dust indicator. Jika setelah dibersihkan piston merah tetap terlihat, segera ganti elemen
saringan udara.

MAINTENANCE 21
Jangan memebersihkan atau mengganti elemen saat
engine hidup. Gunakan safety glasses, dust mask
atau alat pelindung muka lainya ketika
membersihkan elemen dengan udara bertekanan.
Semprotkan udara kering bertekanan (kurang dari 7
kg/cm2) dari bagian dalam elemen sepanjang lipatan,
kemudian arahkan dari bagian luar dan dari bagian
dalam sekali lagi.

Gambar 2.5. Saringan udara


Saringan udara terdiri dari dua bagian, yaitu elemen
dalam (inner element, 10) dan elemen luar (outer
element, 6). Setiap melakukan pembesih elemen
luar, lepas satu stiker (terdapat 6 stiker) yang
terdapat pada cover air cleaner. Jika elemen luar
telah dibersihkan sebanyak 6 (enam) kali, maka
elemen dalam harus diganti. Ganti nut (8), washer
(9), snap ring (7), wing nut (4) dan seal washer (5)
jika telah rusak.

Gambar 2.6. Bagian-bagian saringan udara

• Periksa kekencangan track


Gerakan maju unit, kemudian hentikan (tanpa
direm) ditempat yang rata dengan memposisikan
directional control lever keposisi NETRAL. Gunakan
batang lurus untuk memeriksa kekecangan track
seperti diperlihatkan pada gambar dibawah. Ukur
jarak antara batang dengan ujung grousher (a).
Lakukan penyetelan jika hasil pengukuran tidak
sesuai dengan nilai standar (misal STD D85ESS-2 : 20-
30 mm).

Gambar 2.7. Lekukan pada track

22 PERIODIC SERVICE
Gambar 2.8.

Pompakan grease melalui grease fitting (2) dengan menggunakan grase pump, untuk
menambah kekencangan track. Gerakan unit maju mundur untuk memeriksa apakah
kekencangan track sudah tepat. Pompa terus grease jika kekencangan belum tepat sampai
ukuran celah S adalah 0 mm. Jika kekencangan belum juga tepat, berarti telah terjadi keausan
yang berlebihan pada pin dan bushing. Untuk mengurangi kekencangan track, kendorkan
lubricator (1) secara bertahap (maksimal 1 putaran). Jika grease tidak keluar dengan lancar,
gerakkan unit maju mundur pada jarak yang pendek.

• Periksa dan kencangkan baut-baut track shoe


Periksa kekencangan bolts track shoe (1). Kencangkan jika terdapat bolt yang kendor, dengan
urutan pengencangan seperti diperlihatkan pada gambar dibawah.

Gambar 2.9. Baut-baut track shoe

Metode pengencangan bolts track shoe pada unit D85ESS-2 adalah:


• Track shoe bolt
Kencangkan bolt dengan torque sebesar 40±4 kgm, kemudian periksa bahwa
kontak nut dan shoe dengan permukaan link sudah rapat. Kencangkan kembali bolt
1200 ± 100 .

MAINTENANCE 23
• Master link bolt
Kencangkan bolt dengan torque sebesar 35±4 kgm, kemudian periksa bahwa
permukaan link sudah rapat. Kencangkan kembali bolt 1800 ± 100 .

• Balik dan ganti end bits dan cutiing edges


Angkat blade pada tinggi yang tepat dan gunakan balok untuk mengganjal blade
dan posisikan safety lock pada posisi LOCK. Ukur keausan jika telah mencapai
fitting surface, perbaiki fitting surface tersebut dan balik atau ganti end bits dan
cutting edges.

Standar keausan end bits dan cutting edges pada unit D85ESS-2 adalah:

Gambar 2.10. Standar keausan end bits dan cutting edges pada unit D85ESS-2

• Periksa dan bersihkan sirip radiator


Lepas bolt (1) dan cover depan radiator. Jika
sirip-sirip radiator (radiator fish) tersumbat
lumpur, debu, dedaunan atau kotoran lainya,
bersihkan dengan menggunakan udara atau air
bertekanan.

Gambar 2.11.

24 PERIODIC SERVICE
• Stel celah idler
Jalankan unit sejauh 1-2 meter pada daerah
yang rata. Ukur jarak A (4 tempat: kiri-kanan
dalam dan luar) antara track frame dan guide
plate. Jika hasil pengukuran melebihi 4 mm
(D58ESS-2), longgarkan baut (1) dan tarik shim
keluar untuk menyetel salah satu sisi sebesar 0.5
– 1.0 mm.

Gambar 2.12. Idler

• Periksa juga electrical intake air heater


Periksa electrical intake air heater dari kemungkinan terdapat debu atau disconnected,
perbaiki jika diperlukan.

Every 50 Hours Service


Drain air dan sedimen pada fuel tank
Kendorkan valve (1) pada dasar fuel tank, drain bahan bakar
bersama-sama dengan air dan endapan yang mengumpul di
dasar tangki.

Gambar 2.13. Fuel tank

Every 250 Hours Service


1. Lubricating
Turunkan peralatan kerja, kemudian matikan engine. Dengan menggunakan grease pump,
tambah grease pada:
• lift cylinder support yoke (4 tempat).
• lift cylinder support shaft (4 tempat).
• Lift cylinder ball joint (2 tempat)
• Tilt brace ball joint (2 tempat).
• Tilt brace thread (2 tempat).
Beri juga brease pada engineequilizing bar side pin (kiri dan kanan masing-masing 2
tempat)

MAINTENANCE 25
2. Periksa level oli pada final drive cast, tambah jika kurang
Hentikan unit di tempat yang rata dengan posisi
drain plug (3) berada dibawah. Lepas oil level plug
(2) dan periksa apakah final drive case penuh
dengan oli. Tambah oli jika kurang.

Gambar 2.14. Final drive cast

3. Periksa level oli pada hydrolic tank, tambahkan jika kurang


Periksa level hydraulic oil
melalui sight gauge (G).
Level yang harus berada
diantara tanda tanda H dan
L, jika level oli dibawah
tanda L, tambahkan oli
melalui oil filter (F). Jika level oli diatas garis H, buka
drain plug (P), kemudian drain sebagian oli lalun
periksa kembali levelnya.

Gambar 2.15. Hydrolic tank

4. Periksa level elektrolit baterai


Buka vent plug (1) dan periksa bahwa level elektrolit baterai
berada pad ketinggian tertentu (STD D85ESS-a 10-112 mm
diatas permukaan plate). Tambah dengan menggunakan air
murni jika level berada dibawah standard. Bersihkan juga
vent hole pada vent plug (1).

Gambar 2.16. baterai


5. Periksa kekencangan fan belt, stel jika diperlukan
Periksa kekencangan fan belt dengan menekan fan belt (a) menggunakan push-pull scale
sebesar 6 kg. (STD defleksi fan belt D85ESS-2 : 6-10 mm). Lakukan penyetelan jika diperlukan
dengan cara mengendorkan baut dan mur (4) berlawanan dengan arah jarum jam untuk
mengendorkan fan belt. Kencangkan kembali baut dan mur (1), (2), dan 3 (tiga). Periksa juga

26 PERIODIC SERVICE
keausan atau kerusakan alur V pada fan belt. Ganti jika memang ditentukan keausan
kerusakan pada fan belt.

6. Drain air endapan pada fuel filter


Kendorkan drain plug (1), kemudian drain
bahan bakar bersama-sama dengan air dan
endapan yang mengumpul di dasar tangki.
Kencangkan kembali drain plug (1). Kendorkan
knob feed pump (2), kemudian pompakan 50-
60 kali untuk melepaskan udara (air bleeding).
Dorong dan kencangkan kembali knop feed
pump (2).

Gambar 2.17. Posisi drain plug pada engine

7. Ganti elemen power train oil filter

Gambar 2.18. elemen power train oil filter

Lepas gromment kemudian buka drain plug (p) untuk membuang oli. Lepas bolts (2) untuk
melepas cover (1). Lepas bolts (5), kemudian lepas cover (6). Keluarkan elemen (7) lalu
pasang elemen yang baru. Luruskan lubang pada cover (6) dengan lubang A, kemudian
kencangkan baut (4).

8. Periksa brake performance

MAINTENANCE 27
Gambar 2.19. Control lever

Hidupkan engine. Posisikan safety lever (1) pada posisi FREE. Operasikan blade control lever
(2) untuk menaikan blade. Posisikan parking lever pada posisi FREE. Injak brake pedal (4) dan
posisikan gear shift lever (5) pada kecepatan (2). Tarik fuel control lever (6) dan naikkan
putaran engine secara bertahan sampai mencapai high idling. Jika unit tidak bergerak, maka
brake dalam kondisi baik.

9. Ganti oli pada engine oil pan, ganti juga filter oli engine
Lepas cover bawah engine dan tempatkan
wadah untuk menampung oli. Buka drain plug
(P) perlahan untuk membuang oli. Setelah
selesai pasang kembali drain plug (P). Dengan
menggunakan filter wrench, putar catridge
filter (1) berlawanan dengan arah jarum jam
untuk melepasnya. Pada saat pemasangan,
lapisi permukaan packing catridge yang baru
dengan engine oil. Kencangakan sampai
permukaan packing rapat dengan permukaan
packing pada filter holder, kemudian
kencangkan kembali ¾ - 1 putaran.

Gambar 2.20. Filter oil engine

28 PERIODIC SERVICE
Every 500 Hours Service
1. Ganti fuel filter catridge

Gambar 2.21. Fuel filter catridge

Tempatkan penampung dibawah filter wrench, putar catridge filter (1) berlawan dengan arah
jarum jam untuk melepasnya. Bersihkan filter holder dan isi catridge filter yang baru dengan
bahan bakar yang bersih. Pada saat pemasangan, lumasi permukaan packing dengan oli
engine. Kencangkan sampai permukaan packing rapat dengan permukaan packing pada filter
holder, kemudian kencangkan kembali ½ - ¾ putaran. Kendorkan knob feed pump (2),
kemudian pompakan 50-60 kali untuk melepaskan udara (air bleeding). Dorong dan
kencangkan kembali knob feed pump (2). Setelah selesai, hidupkan engine dan periksa bahwa
tidak ada kebocoran dari permukaan seal filter. Jika terjadi kebocoran periksa kemungkinan
terjadi kerusakan pada permukaan packing. Ganti jika memang ditemukan kerusakan pada
permukaan packing.

Every 1000 Hours Service


1. Ganti oli pada power train case dan bersihkan straners (power train dan scavenging
pump)

Gambar 2.22. Drain plug

MAINTENANCE 29
2. Tempatkan wadah penampung oli dibawah power train case. Buka drain plug (p)
untuk membuang oli. Setelah selesai, pasang kembali drain plug (P). Bersihkan juga
power train case breather.
Untuk membersihkan strainer, lepas bolts (3)
kemudian lepas cover (4)/ keluarkan spring (5) dan
strainer (6). Bersihkan semua kotoran pada strainer
(6), lalu cuci dengan solar. Bersihkan juga bagian
dalam strainer case dan part yang dilepas.

Gambar 2.23. Power train case

Lepaskan bolts (7) kemudian lepas cover (8), untuk


membersihkan scavnging pump strainer. Keluarkan
spring (9) dan srainer (10). Bersihkan semua
kotoran pada strainer (10), lalu cuci dengan solar.
Bersihkan juga bagian dalam strainer case dan part
yang dilepas. Setelah memasang kembali strainer,
ganti elemen-elemen pada power train oil filter. Isi
kembali power train case oil filter (F).

Gambar 2.24. Power train case

3. Ganti oli pada final drive case


Hentikan unit ditempat yang rata dengan posisi
drain plug (3) berada dibawah. Lepas oil level plug
(2), fillling plug (1) dan drain plug (3) untuk
membuang oli. Pasang kembali drain plug (2) dan
filling plug (1). Pasang kembali oil level plug (2)
dan filling plug (14) jika oli sudah mulai keluar dari
lubang oil level.

Gambar 2.25. Final drive case

30 PERIODIC SERVICE
4. Grease universal joint (2 tempat)
Beri grease pada bagian dari universal
joint yang diberi tanda panah.

Gambar 2.26. Universal joint

5. Ganti corrosion resistor

Gambar 2.27. Corrosion resistor

Putar valve (1) pada bagian atas corrosion resistor. Dengan menggunakan filter wrench,
putar catridge (2) kekiri untuk melepasnya. Pada saat pemasangan lapisi permukaan seal
catridge yang baru dengan engine oil. Kencangkan kira-kira 2/3 putaran.
Selain pemeriksaan diatas, periksa juga semua bagian yang memerlukan pengencangan
pada turbocharger dan periksa kemungkinan kendor, rusak atau hilangnya monting bolts.

Every 2000 Hours Service


1. Ganti oli pada hydraulic tank dan ganti elemen hydraulic oil filter
Turunkan blade dan matikan engine. Tempatkan penampung di bwah tangki hirolik. Putar
perlahan tutup pengisi oli (oil filter cap, F) untuk melepaskan tekanan yang ada didalam
tangki hidrolik. Lepas penutup bawah drain valve (1), kemudian longgarkan drain valve (1),
kemudian longgarkan drain valve (2) untuk membuang oli. Untuk mengganti filter oli
hidrolik, lepaskan gromment kemudian buka drain plug (3). Lepas penutup bawah drain
valve (1), kemudian longgarkan drain valve (2) untuk membuang oli.

MAINTENANCE 31
Untuk mengganti filter oli hidrolik, lepas gromment kemudian buka drain plug (3) lepaskan
bolts (5) untuk melepas cover (4).

Gambar 2.28. Hydrolic tank

Lepas bolts (7) krmudian lepas cover (9). Keluarkan


elemen dan bersihkan bagian bagian yang dilepas pada
bagian dalam filter housing, lalu pasang elemen filter
yang baru. Jika diperlukan ganti hydraulic tank breather
element (12). Isi kembali hydraulic tank melalui oil filler
(F).

Gambar 2.29. Hydraulic tank breather element

2. Periksa elemen engine breather


Bersihkan seluruh kotoran disekitar engine breather.
Lepas engine breather, kemudian cusi tangan
menggunakan solar, lalu keringkan dengan
menggunakan udara bertekanan. Ganti O-ring dan
lapisi dengan oli engine pada saat akan memasang
kembali engine breather.

Gambar 2.30. Elemen engine breather

3. Periksa vibration damper

Periksa vibration damper dari kemungkinan retak atau terkelupas pada permukaan luarnya.

4. Periksa alternator dan strating motor

Brush pada alternator dan starting motor mungkin aus, selain itu bearing juga kemungkinan
kekurangan grease. Lakukan segera perbaikan jika diperlukan.

32 PERIODIC SERVICE
Pada 2000 hours service, periksa juga celah katup engine dan lakukan penyetelan jika
diperlukan. Selain itu bersihkan dan periksa turbosharger.

Every 4000 Hours Service

1. Pemeriksaan pompa air

Periksa pompa air dari kmungkinan terjadi kebocoran oli, air atau sumbatan dilubang saluran.
Lakukan perbaikan jika diperlukan.

Contoh Prosedur Service pada Unit HD 785-7


Uraian berikut merupakan contoh prosedur service pada unit HD 785-7.

Every 250 Hours Maintenance


1. Check Oil Level In Diferrential Case, Add Oil
• Buka plug (G) dan pastikan oil level mendekati
bagian bawah lubang plug.
• Jika oil level terlalu rendah, tambahkan oli
melalui lubang plug hole sampai oil mengalir
keluar (tumpah)

Gambar 2.31. Diferrential Case


2. Check Oil Livel in Final Drive case, Add Oil
Hampir semua komponen dan oli bertemperature tinggi sesaat setelah engine dimatikan,
sehingga dapat menyebabkan luka bakar. Tunggulah beberapa saat agar temperature turun
sebelum anda memulai pekerjaan.
Jika masih ada pressure yang tersisa di dalam case, oli dapat menyembur keluar atau plug daoat
terbang terpental. Maka kendorkan plug secara perlahan untuk me-release oreasure

• Hentikan unit dan posisikan sampai dipstick


tampak mendatar dibawah garis tengah dan
drain plug (p) tepat berada dibagian bawah
• Buka plug (G) dan pastikan oli level mendekati
bagian bawah lubang plug.
• Jika oli level terlalu rendah, tambahkan oli
melalui lubang plug, sampai oli mengalir keluar
(tumpah) .
Gambar 2.32. Plug pada drive case

MAINTENANCE 33
3. Lubrication
a. Matikan engine
b. Gunakan grease pump untuk memasukan grease melalui grease fitting yang diberi tanda
panah.
c. Setelah melakukan greasing, bersihkan semua grease bekas yang terdorong keluar.
Lakukan greasing setiap hari saat unit beroprasi pada tempat dimana grase mudah
mengalir keluar, misal seperti saat untuk travel melalui genangan lumpur atau air.
• Dump body hinge pin
(kanan dan kiri : masing-2 1 tempat).

Gambar 2.33. Body hinge pin

• Rear suspension
(kanan dan kiri: masing-2 2 tempat).

Gambar 2.34. Rear suspension

• Rear axie support


(kanan dan kiri: masing- 4 tempat).

Gambar 2.35. Rear axie support

34 PERIODIC SERVICE
• Hoist Cylinder pin
(kanan dan kiri: masing-2 4 tempat)
Turunkan dump body sebelum greasing.

Gambar 2.36. Hoist Cylinder pin

• Turunkan suspension
(kanan dan kiri: masing-2 1 tempat).

Gambar 2.37. Suspension

• Steering linkage
(kanan dan kiri : masing-2 2 tempat)

Gambar 2.38. Steering linkage

• Exhaust brake control lnk


(1 tempat gak dipasang)

Gambar 2.39. Exhaust brake control lnk

MAINTENANCE 35
4. Check Drive Shaft
Jika terjadi suatu problem, misalnya
seperti kendomnya drive shaft
connection, play pada spline atau
bearing, atau runout pada shaft, segera
lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk
menentukan langkah repair selanjutnya.

Gambar 3.1. Drive shaft

36 PERIODIC SERVICE
BAB III

BAB III PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H)


3.1. Definisi Pelaksanaan Pemeriksaan Harian (P2H)
Pelaksanan pemeriksaan harian (P2H) adalah suatu kegiatan pemeriksaan unit yang
dilakukan oleh seorang oprator pada saat sebelum dan setelah operasi. Tujuan dari P2H ini
adalah untuk mengetahui kondisi unit dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Kegiatan P2H tertuang dalam form P2H operator yang wajib di isi sebelum dan setelah
mengoperasikan unit.
P2H yang wajib dilakukan seorang operator dibagi menjadi :
1. Pemeriksaan keliling sebelum menghidupkan engine ( Walk around )
2. Pemeriksaan di atas unit, meliputi :
a. Di luar cabin operator ( pemeriksaan Oli, Air, Komponen, kerusakan dll )
b. Di dalam cabin operator, sebelum engine hidup ( penyetelan seat operator,
pemeriksaan instrumen panel dan kontrol, aksesoris unit, apakah ada ketidak
normalan )
3. Pemeriksaan setelah engine hidup
4. Pemeriksaan setelah selesai operasi

Dengan adanya P2H ini diharapkan unit yang dioperasikan operator selalu dalam kondisi
yang prima (berdaya guna yang tinggi) untuk pencapaian produktifitas yang maksimal dan
operator dapat bekerja dengan aman dan selamat. Berikut ini merupakan.

3.2. Pelaksanaan Pemeriksaan Harian (P2H) Unit CAT 777D

3.3.1 Pemeriksaan keliling unit ( Walk around )


Pastikan unit dalam posisi rata sebelum dilakukan pemeriksaan. Lakukan pemeriksaan keliling
unit secara menyeluruh (kiri, kanan, depan dan belakang). Periksalah semua bagian
komponen dengan teliti serta bagian bawah unit dari kekendoran, keausan, keretakan dan
kebocoran air, oli dan grease. Bersihkan kotoran, debu, minyak, grease yang menempel pada
komponen yang bertemperatur tinggi

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 37


1. Manual engine shut down
Manual engine shut down swicht (1) , pastikan pada posisi ON jangan mematikan engine
dengan swicth ini kecuali kondisi darurat.

Gambar 3.1. Manual engine shut down

2. Pemeriksaan Suspensi
Pastikan semua suspensi (1) pada posisi standar dan tidak ada kebocoran.

Gambar 3.2. Suspensi

3. Pemeriksaan Rear Brake Cylinder


Pastikan tidak ada kebocoran oli pada system rear brake cylinder

4. Pemeriksaan Rear Cylinder


a. Periksa suspension cylinder dari ketinggian / level dan kebocoran oil
b. Periksa kekencangan baut – baut
protector yang kendor

Gambar 3.3. Rear cylinder

38 PERIODIC SERVICE
5. Pemeriksana Level Oil Transmissi
,Hoist,Converter, Brake Hydraulic Tank
a. Level oli transmisi dapat dichek
melalui kaca penduga pada bagian
bawah (1) saat engine mati, pada
bagian atas (2) pada saat unit
sedang hidup.
b. Level Hoist, conventer & brake
hydraulic tank dapat dichek melalui
kaca penduga (3) dan jika posisi oli
pada rentang warna merah segerah
lakukan penambahan oli
c. Level Hoist, conventer & brake
hydraulic tank dapat di check pada
saat kondisi dump body naik /
raised
d. Hoist, conventer & brake breather
(4)
e. Transmisi tank breather (5)
f. Service / retarder brake air tank
drain valve, bersihkan setiap hari
setiap selesai operasi. (6)

Gambar 3.4. Hydrolic tank


6. Pemeriksaan Level Fuel
a. Fuel level gauge (1) , dapat dilakukan
pemeriksaan saat melakukan
pengechekan keliling
b. Isilah tangki solar melalui lubang
pengisian manual (2) dan (3) untuk
pengisian fuel yang lebih cepat, dan
periksa jumlah fuel yang terisi
dengan gauge
c. Putar Drain valve (4) pada fuel tank ,
untuk melakukan pembuangan air
dan endapan
d. Fuel tank breather (5)

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 39


7. Pemeriksaan Oil Level Diferential
a). Periksa level oli diferential dengan membuka plug (1).
b). Oli harus selevel dengan lubang plug (1) ketika plugnya terbuka
c). Periksa tanda – tanda kebocoran oli dari under cover atau tanda-tanda oli yang
menetes di atas tanah

Gambar 3.5. Diferential

8. Pemeriksaan Kekencangan Baut Dan Mur


a. Periksa baut atau mur setiap hari
b. eriksa kekendoran mur roda (1), jika ada yang lepas atau kendor harus di kencangkan.
c. Kencangkan baut/mur sekali lagi setelah berjalan selama 5-6 jam

Gambar 3.6. Baut dan Mur Final drive

40 PERIODIC SERVICE
9. Pemeriksaan tekanan roda
a. Periksa tekanan udara pada tiap – tiap ban, sebelum mengoperasikan unit.
b. Pada saat yang sama pemeriksaan tekanan roda, periksa dengan hati-hati untuk
sayatan kecil atau kerusakan lainnya
c. Periksa juga bahwa tidak ada paku atau logam pada bagian ban yang berpotensi
merusak ban .
10. engine bagian kanan dan periksa kebocoran oil dari ( by pass dan oil filter,fuel filter, level
suspension, belt altenator, AC dan fan ), Pastikan kondisinya normal. Jika rusak, segera
lakukan penggantian

11. Pastikan permukaan spion selalu bersih dan atur sehingga anda dapat melihat obyek di
belakang dan samping unit dari tempat duduk operator.

12. Pemeriksaan keausan , play & kerusakan pada dump body , frame , cylinder , lingkage
dan hose-hose, Lakukan pemeriksaan pada komponen-komponen di atas. Jika ditemukan
ketidaknormalan, segera lakukan perbaikan.

13. Pemeriksaan seputaran engine,battery, dan grill radiator, dan pastikan bahwa disana tidak
ada material yang mudah terbakar ( daun, kering, rating ) yang terkumpul seputar battery,
engine,muffler, turbocharger atau bagian – bagian engine yang bersuhu tinggi.

14. Pemeriksaan kerusakan tangga unit , lampu – lampu,

3.3.2 Pemeriksaan di atas unit


[Link]. Diluar cabin
Pada saat naik ke atas unit gunakan metode three body contact, kemudian periksalah :
1. Pemeriksaan oli engine dan penambahan
a. Periksa level oil engine dengan dipstick ( G
).
b. Tarik dipstik (G) dan usaplah oli dengan
kain bersih.
c. Masukkan dipstik (G) sepenuhnya,
kemudian tarik kembali.
d. Level oli harus berada diantara tanda Full
dan ADD pada dipstik (G).
Gambar 3.7. Dipstik

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 41


e. Jika jumlah oli kurang dari tanda ADD,
tambahkan oli melalui lubang pengisian
(F).

2. Pemeriksaan Steering Oil Level


a. Check level oli steering pada sight gauge (1) , segera lakukan penambahan oli jika
tidak tampak atau berada dibawah low.
b. Filter oli steering (2)
c. Tempat drain oli filter steering (3)
d. Steering tank pressure releasebutton and breather (4), sebelum melakukan
pengisian ulang oli steering release terlebih dahulu pressure oli pada tangki
e. Pengambilan Schedule oil sampling ( S.O.S ) (5)

4
5

3 2

Gambar 3.8. Steerung oil level

3. Pemeriksaan Dust Indicator


a. Jika piston warna kuning (1) berada
pada rentang garis warna merah
menandakan filter udara dalam 1
kondisi kotor, segera lakukan
penyemprotan dengan udara
bertekanan
b. Dust valve (2), buka untuk
membuang kotoran yang
menumpuk, jika filter udara kotor
2
warna asap akan hitam dan low
power pada unit
Gambar 3.9. Dust indicator

42 PERIODIC SERVICE
4. Pemeriksaan level air pendingin dan penambahan
a. Jangan membuka penutup air
radiator ketika panas, Jika
memeriksa air pendingin selalu
dalam keadaan engine dingin
b. Periksa level air pending dan jacket
water coolant gauge (1)

c. Periksa after coolant gauge ,


temperature dan level pendingin
after cooler (2)

d. Jika level air radiator kurang ,


tambahkan air melalui lubang
pengisian (3)
e. Pastikan air tidak bercampur
dengan oil
f. Setelah menambah air,
kencangkan tutup dengan aman.

Gambar 3.10.

PERINGATAN !!!!
Jangan membuka tutup radiator dalam kondisi panas dan bertekanan tinggi, jika tidak
berhati hati maka bahaya kulit terbakar akibat semburan air yang panas. Biarkan engine
dingin terlebih dahulu baru kemudian buka tutup radiator secara perlahan.

5. Pemeriksaan Battery
a. Pemeriksaan battery dilakukan
dengan mengecek terminal battery
dari kekendoran dan bersihkan
apabila terdapat kotoran.
b. Kumpulkan material yang mudah
terbakar (Daun kering,
ranting dsb) seputaran battery,
dan selalu diperiksa dan bersihkan
Gambar 3.11.

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 43


6. Pemeriksaan Secondary Brake Air Tank Drain Valve dan Windshield Washer Fluid
Reservoir
Periksa dan cek kebocoran (1) dan (2)

Gambar 3.12. Secondary brake air

9. Pemeriksaan Apar & Fire Suppresion

b. Pastikan APAR dalam konsisi


bagus dan layak di gunakan ,
c. Check lock pin apakah masih
berfungsi atau tidak

Gambar 3.13. Apar


10. Pengechekan Autolubricating Grease
Pastikan pompa autolub berfungsi dengan baik dan grease dalam tangki cukup

3.1.3. Didalam cabin operator (sebelum engine hidup)

1. Penyetelan seat operator


Aturlah seat operator senyaman mungkin
disesuaikan dengan posisi badan dengan
steering dan pedal. Seat operator dapat di
atur dengan berbagai varian antara lain

Gambar 3.14. Seat oprator

44 PERIODIC SERVICE
✓ Penyetelan maju dan mundur.
✓ Penyetelan kemiringan seat.
✓ Penyetelan berat
✓ Penyetelan kemiringan sandaran
✓ Penyetelan ketingian
✓ Penyetelan Ketingian headrest
✓ Penyetelan sudut headrest

2. Menggunakan seat belt


a. Sebelum mengencangkan seat
belt, periksa bahwa seat belt
tersebut tidak mengalami
kerusakan pada pengikat atau
beltnya.
b. Atur dan pasangkan seat belt
sebelum mulai jalan.
c. Selalu gunakan seat belt selama
operasi
d. Jangan gunakan seat belt dengan
salah satu atau seat belt melipat.
Gambar 3.15. Seat belt

3. Pengaturan Tilit steering wheel.


a. Kemiringan ( Tilt ) steering wheel
dapat di atur kedepan dan
kebelakan, keatas dan kebawah.
b. Tarik knob dan atur posisi steering 1
sesuai dengan yang di kehendaki

Gambar 3.16. Tilt steering wheel

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 45


4. Pemeriksaan Control dan Lever

PERINGATAN !!
Ketika menghidupkan engine, periksa bahwa shift lever pada posisi N (Netral) dan parking brake
switch pada posisi PARKING. Sebelum berdiri dari tempat duduk, yakinkan bahwa lever transmisi
N (Netral) dan lever parki brake posisi PARKING.

1. Lever Parking Brake


Pastikan posisi lever parking brake dalam posisi netral .

Gambar 3.17. Lever parking brake

2 .Transmision gear lever


Pastikan posisi gear lever transmission pada posisi netral , jika gear lever tidak dalam posisi
netral lampu action diplay akan menyala.

Gambar 3.18. Transmision gear lever

46 PERIODIC SERVICE
3. Lever Dump Body
Pastikan dump body pada posisi Float

4. Lever Retarder
Pastikan posisi lever retarder posisi release

Gambar 3.19. Lever retarder

5. Pemeriksaan CMS

Gambar 3.12.

Gambar 3.20. Caterpillar Monitoring System


a. Putar starting switch (1) keposisi ON. Maka electric power akan mengaktifkan CMS
b. Periksa semua monitor
c. Lampu indicator akan menyala kira- kira satu detik

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 47


d. Operator display area akan melakukan self test kira- kira tiga detik, dengan
menampilkan (c,kpa,miles,km,rpm,liters,serv code ) x 10 indicator, service meter
symbol, [Link] terbaca sebanyak enam digit
e. Tachometer gauge dan gauge jarum akan berputar kekanan dan kembali lagi keposisi
nol dan kemudian menunjukkan pada pososi jumlah yang sebenar nya
f. Transmisi actual gear indicator menunjukkan gigi yang terpakai
g. Digital speedometer menunjukan kecepatan “888”dalam MPH dan km/h
h. Lampu aksi menyala dan alarm berbunyi hanya sekali

6. Menghidupkan engine
Sebelum menghidupkan engine bunyikan klakson satu kali sebagai tanda atau isyarat agar orang
yang berada disekitar unit anda menjauh. Ketika menghidupkan engine ditempat sempit hati –
hati dengan partikel gas buang karena mengandung racun, yakinkan bahwa ventilasi terjaga
dengan baik.

CATATAN !!
✓ Jangan menaikkan putaran engine dengan tiba-tiba sebelum proses pemanasan sepenuhnya.
✓ Jangan hidupkan starting motor terus menerus lebih dari 20 detik
✓ Jika engine tidak mau hidup, tunggu 2 menit sebelum mencoba untuk menghidupkan kembali.
✓ Jangan menghidupkan engine dari posisi Off langsung ke start
✓ Pada saat awal jangan injak accelerator di karenakan putaran engine yang tinggi akan
mempercepat kerusakan pada turbo

1. Putar starting switch ke posisi ON (1) untuk


1
menghidupkan Engine

(a)

2. Kunci diputar kekanan untuk start (2) maka starter


motor akan berfungsi dan engine hidup

(b)

48 PERIODIC SERVICE
3. Setelah engine hidup segera lepaskan starting
switch dan secarah otomatis akan kembali ke posisi 3
ON

(c)

Gambar 3.21. (a),(b),(c) Starting switch

3.3.3 Pemeriksaan Setelah Engine


Hidup

PERINGATAN
✓ Biarkan engine pada putaran idle selama +/- 5 menit setelah hidup
✓ Hindari operasi dengan beban penuh dan kecepatan tinggi
✓ Setelah engine hidup, jangan menaikkan gas secara tiba-tiba, matikan engine dengan tiba-
tiba pada kondisi normal dan merubah arah gerak dengan tiba-tiba

Setelah menghidupkan engine dan sebelum memulai operasi, periksalah hal – hal sbb :

1. Dengarkan suara engine, apakah normal atau tidak. Apabila ada ketidak normalan, segera
periksa dan laporkan ke pengawas
2. Lihat warna asap gas buang yang keluar dari exhaust pipe. Warna asap gas buang yang
normal adalah Transparan
3. Pastikan fungsi emergency steering , Keseringan melakukan pengetesan pada secondary
brake juga akan mempengaruhi cepat rusaknya secondary brake, pastikan pompa secondary
brake berfungsi tanpa harus menggerakkan steering kekiri dan kekanan.
4. Injak pedal accelerator perlahan dan jalankan engine tanpa beban pada kecepatan
menengah selama +/- 5 menit
5. Test transmission maju – mundur berikut pengunaan gigi – giginya kemudian belok kanan
kiri.
6. Test keakuratan dari system brake
A. Parking brake :
➢ Pasang safety belt

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 49


➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali parking brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi 1
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berarti parking brake bagus.

B. Retarder brake :
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali retader brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi 1
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berati retarder brake bagus

C. Service brake :
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali service brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berarti foot brake bagus

D. Secondary brake
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali secondary brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi 1
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berarti secondary brake bagus

3.3.4 Pemeriksaan Setelah Selesai Operasi


Setelah selesai operasi, jangan langsung mematikan engine. Lakukan beberapa hal
dibawah ini :
1. Parkirlah unit yang rata, aman , jauh dari bahaya banjir, pohon kering dan tanah
longsor.
2. Parkir unit pada tempat yang mudah dijangkau oleh lub car maupun fuel truck.
3. Bila parkir ada unit lain perhatikan jarak yang aman .

50 PERIODIC SERVICE
4. Low idle engine selama kurang lebih 5 menit sambil mengecek kembali apakah
ada kebocoran pada semua sistim selama operasi.
5. Matikan engine dan turun dari unit memakai metode tiga titik tumpu.
6. Periksa bagian attachment, apakah ada kerusakan, keausan, kebocoran selama
pengoperasian. Apabila ditemukan ketidak normalan, segera laporkan ke
pengawas dan beritahukan kepada operator shift berikutnya.
7. Bersihkan unit dari kotoran yang menempel sebelum meninggalkan unit.

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 51


3.3. Contoh Form Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H)

3.3.1 Form Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H) Wheel Loader / Dozer

3.3.2 Form Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H) Dump Truck

52 PERIODIC SERVICE
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 53
BAB IV

BAB IV WICOPE INTRODUCTION


4.1. Washing
Kebersihan equipment adalah dasar bagi proses repair dan maintenance yang berkualitas.
Berikut ini merupakan 4 tujuan dari washing:
1. Menghindari kerusakan/kontaminasi akibat kotoran, lumpur, debu, dan bahan mudah
terbakar.
2. Meningkatkan ketajaman inpeksi
3. Meningkatkan produktivitas kerja maintenance
4. Meningkatkan produktivitas operasi.

4.2. Inpection
Inpection merupakan aktifitas pemeriksaan kondisi alat dengan tujuan mendapatkan
informasi dini terhadap kerusakan maupun tanda-tanda menuju kerusakan yang akhirnya
menghasilkan rekomendasi perbaikan maupun pengorderan spare part.
Tujuan dari inpection adalah untuk mengurangi unscheduled breakdown dengan
mendeteksi tanda-tanda kerusakan pada alat lebih dini dan menyusun rencanaperbaikan
sebelum kerusakan berakibat lebih luas. Beberapa jenis activity inspection yang telah
diterapkan selama ini:
1. Pre Used Check (P2H: Program Pemeriksaan Harian yang dilakukan oleh Operator)
2. Daily Inspection
3. Pit Stop Inspection
4. Pre Service Inspection
5. PS Inspection

4.3. Condition Based Monitoring


Intervensi pada tahap awal dari suatu kerusakan mempunyai cost yang jauh lebih murah
dan efektif daripada membiarkan component tersebut menjadi rusak tanpa melakukan
perbaikan pencegahan.
Condition-Based Monitoring (CBM) sebagai bagian dari WICOPE adalah suatu proses
memantau parameter kondisi yang menjadi indikasi dari kerusakan yang sedang terjadi
pada suatu component.
Dengan melakukan semua monitoring yang menjadi parameter CBM dengan baik yang
kemudian dilanjutkan dengan analisa yang tepat diharapkan kita mampu mendeteksi
apakah suatu component atau peralatan mengalami degradasi atau penuruanan
performance dan memperkirakan umur efektif komponen tersebut (Component Life).
Berikut ini adalah keuntungan dari adanya CBM:

54 WICOPE INRODUCTION
1. Mengurangi biaya perawatan
2. Mengurangi breakdown dan downtime unit
3. Mengurangi inventory spare part
4. Meningkatkan efektivitas mekanik dalam melakukan maintenance
5. Meningkatkan produktivitas equipment.
6. Meningkatkan profit perusahaan
7. Memperbaiki pengetahuan atas kondisi peralatan
8. Memperpanjang umur dari component

4.4. Ordering
Ordering adalah proses pemesanan barang atau spare part yang dibutuhkan untuk
kelancaran proses maintenance.

Kebutuhan Verifikasi Order Approval Supply

Gambar 4.1. Proses ordering

Problem yang sering terjadi:


1. Dokumen Support yamg kurang lengkap
2. Verifikasi yang kurang valid
3. Kurangnya monitor terhadap proses order

Measuring:
1. Semakin panjang lead -> MTTR tinggi
2. Salah order -> MTTR tinggi, Cost besar
3. Kurangnya monitor -> part tidak terpasang

4.5. Planing
1. Plan Component Replacement (PCR)
Repair option atau jenis PCR yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
a. NEW adalah tipe penggantian component dengan menggunakan produk baru.
b. COMEX (Component Exchange) adalah tipe penggantian component dengan
menggunakan komponen yang dikelola oleh BUMA
c. REMAN adalah tipe penggantian dengan menggunakan produk yang telah dibangun
kembali oleh original equipment manufacture

MAINTENANCE 55
d. BUMA REPAIR adalah tipe perbaikan komponen yang dilakukan oleh internal BUMA
atau VENDOR dengan pengawasan BUMA

2. Strategy Penentuan jenis Perencanaan terhadap Komponen PCR


a. Fixed Schedule: jenis perencanaan dimana waktu penggantiannya diharapkan
sesuai dengan frekuensi atau interval penggantian
b. Based on Condition : Jenis perencanaan dimana waktu penggantiannya
menyesuaikan aktual kondisi dari suatu komponen
c. Run to Fail : jenis perencanaan dimana waktu penggantiannya dilakukan pada
saat komponen tersebut rusak (tidak ekonomis untuk diperbaiki).

4.6. Execution

1. Technical Execution
a. PS Execution
b. Backlog Execution
c. PCR dan Midlife Execution
d. Shutdown Execution

2. Administration Execution
a. MO Process (close)
b. Standard Document Return (Job Package Document, Service Package Document,
paper Work)
c. Job Pending

3. Jenis Prioritas Pekerjaan Pemeliharaan (Maintenance Order Priority Types)


a. Machine Down, pekerjaan yang tidak terencana dan semua pihak plant harus
memberikan respon yang tanggap (top priority) atas permintaan pekerjaan secara
efektif.
b. Imminent Failure, Pekerjaan yang dilakukan atas permintaan perawatan yang telah
diprediksi dalam waktu dekat akan failure sehingga perlu perencanan yang tepat dan
tanggap.
c. Backlog work, pekerjaan terencana atas dasar sekumpulan temuan hasil inspeksi/P2H
yang dilakukan pada saat unit sevice atau RFU namun tidak sedang beroprasi.
d. Scheduled, Merupakan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan prefentif (preventive
maintenance). Pemeliharaan pencegahan merupakan syarat mutlak kehandalan asset
dan manajemen asset yang efektif.

56 WICOPE INRODUCTION
LALU ADA JALAN TERBAIK JIKA KITA SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA
UNTUK MENDAPATKANNYA.
TINGGALKAN YANG MEMBENARKAN KEBIASAAN DAN LAKUKANLAH
KEBIASAAN YANG BENAR.

TERIMAKASIH

MAINTENANCE 57
© BUMA People Development
BUMA People Development
2018

2018

Develop Productive & Motivated People

© BIRU People Development


2023

58 WICOPE INRODUCTION

[Link]

Anda mungkin juga menyukai