Panduan Perawatan Alat Berat Dasar
Panduan Perawatan Alat Berat Dasar
MAINTENANCE
MECHANIC PEOPLE
ENTRY LEVEL DEVELOPMENT
MAINTENANCE i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku
“ Basic Maintenance “ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan basic mechanic
course.
Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan
lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi
untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga buku ini dapat diselesaikan.
Maret 2023
Penyusun
MAINTENANCE iii
DAFTAR ISI
MAINTENANCE v
BAB I
0 PHILOSOPHY MAINTENANCE
Kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam melaksanakan perawatan memiliki
prosentase tertinggi, yaitu:
41 % 31 % 28 %
Kesalahan dalam Kesalahan dalam Kesalahan dalam
melaksanakan melaksanakan Periodic melaksanakan
Periodic Maintenance Inspection Perosedur Pengoprasian
Dengan demikian, kesalahan dalam melakukan perawatan memiliki porsi sebesar 72%
Maintenance atau perawatan berdasarkan uraian diatas dapat diartikan sebagai suatu
kegiatan service untuk mencegah timbulnya keausan abnormal (kerusakan), sehingga umur
alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh factory. Kegiatan service
meliputi:
1. Pengontrolan (inspection)
2. Penggantian (Replace)
3. Penyetelan (Adjusting)
4. Perbaikan (Repair)
5. Pengetesan (Testing)
PHILOSOPHY MAINTENANCE 1
1.3. Klasifikasi Maintenance
2 MAINTENANCE
1.3.1. Preventive Maintenance
Preventive Maintenance adalah perawatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah
kemungkinan timbulnya gangguan atau kerusakan pada alat. Perawatan ini dilakukan
tanpa perlu menunggu tanda-tanda atau terjadinya kerusakan. Preventive Maintenance
terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
a. Periodic Maintenance
Periodic Maintenance adalah pelaksanaan service yang dilakukan setelah alat
bekerja untuk jumlah jam oprasi tertentu. Jumlah jam oprasi ini adalah sesuai
dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam oprasi (service meter) yang ada
pada alat tersebut.
PHILOSOPHY MAINTENANCE 3
pelaksanaan pemeriksaan harian (daily) dapat menggunakan beberapa alat
bantu diantaranya:
• Check Sheet yaitu suatu form (daftar) yang digunakan untuk mencatat hasil
oprasi dari tiap-tiap alat dalam satu hari oprasi.
• Daily check yaitu suatu form (daftar)seperti halnya check sheet namun
berbeda pada ukuranya (pocket size) sehingga oprator atau mekanik akan
dengan mudah mencatatnya
2). Periodic service
Periodic service adalah suatu usaha
untuk mencegah timbulnya kerusakan
pada suatu alat yang dilakukan secara
berkala/continue dengan interval
pelaksanaan yang telah ditentukan
berdasarkan service meter /hours meter
(HM). Perawatan alat atau machine
secara teratur (berkala) adalah sangat
penting demi menjamin pengoprasian
alat yang bebas dari kerusakan. Selain
itu, degan melaksanakan perawatan alat
secara teratur umur alat dapat
mencapai atau sesuai dengan umur
yang direkomendasikan oleh factory.
Berikut ini merupakan 2 (dua) Tujuan pelaksanaan periodic service adalah:
• Untuk mencegah break down unshedule akibat adanya penurunan
normal performa dari oli, filter dan part-part lainya.
• Untuk mendeteksi kerusakan lebih dini
Waktu (time) dan uang (cost) yang dikeluarkan unruk melaksanakan periodic
service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan umur alat yang
panjang dan berkurangnya ongkos perbaikan alat. Pada kondisi oprasi yang
berat, jadwal waktu perawatan perlu dipersingkat dari ketentuan yang
terdapat pada shop manual. Tabel dibawah ini menunjukan periodic service
yang harus dilaksanakan berdasarkan jumlah jam kerja (oprating hours) yang
tertera pada service meter/hours meter (HM).
4 MAINTENANCE
Walaupun alat / machine telah distel dan di-setting dengan hati-hati sekali
sebelum dipakai, akan tetapi suatu mechine bari membutuhkan
pengoprasian yang hati-hati pada 250 jam pertama untuk mendudukan
bagian-bagian yang bergerak dari mechine. Beberapa hal yang harus
diperhatikan diantaranya adalah:
• Setelah start, running engine kira-kira 5 (lima) menit pada putaran
rendah (low idle) untuk memanaskannya sebelum beroprasi.
• Hindari menjalankan engine pada putaran tinggi (high idle)
• Hindari menjalankan atau menambah kecepatan engine secara tiba-
tiba, mengerem dengan tiba-tiba atau berbelok dengan tajam jika tidak
diperlukan.
• Oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oli dan
elemen saringan yang baru dan asli
• Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala
seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk.
• Ingatlah untuk selalu mempergunakan bahan bakar dan minyak
pelumas yang direkomendasikan oleh factory.
Untuk PS 250 yang pertama (initial), jika alat masih baru maka perlu
diperlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang harus
diganti walaupun umur pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini
berarti biaya yang dikeluarkan memang lebih besar diawal kepemilikan alat
seperti diperlihatkan kurva bak mandi (bath up curve) dibawah ini.
Selama periode A, perlu diperhatikan lebih khusus agar periode B dapat diperpanjang.
Perawatan yang dilaksanakan selama periode B perlu diperhatikan juga agar kenaikan
biaya pada periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada setiap
periodic service dapat dilihat pada Opration and Maintenance Manual (OMM).
PHILOSOPHY MAINTENANCE 5
b. Schedule Overhaul
Schedule overhaul adalah jenis perawatan yang
dilakukan dengan interval tertentu sesuai
dengan standard overhaul masing-masing
komponen yang ada. Schedule overhaul
dilaksanakan untuk merekomendasikan
machine atau komponen agar kembali ke
kondisi standard sesuai dengan standard
factory. Interval waktu yang telah ditentukan
dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam
seperti kondisi medan oprasi, pelaksanaan
periodic service, keterampilan oprator dan lain
sebagainya.
Overhaul dilaksanakan secara terjadwal tanpa
menunggu machine atau komponen tersebut
rusak. Pada pelaksanaannya, kadang kala terjadi sesuatu yang merubah
jadwal/schedule overhaul.
Macam-macam overhaul diantaranya adalah:
• Engine top overhaul
• Engine overhaul
• Torque converter overhaul
• Transmission overhaul
• Steering overhaul
• Final drive overhaul
• General overhaul
• Others
Condition based maintenance adalah jenis perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi
unit yang diketahui melalui Program Analisa Pelumas (PAP), Program pemeriksaan Mesin
(PPM), Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U) atau Program Pemeriksaan Harian
(P2H). Condition based meintenance juga dapat dilakukan berdasarkan Part and Service
News (PSN) atau modification program yang dikeluarkan oleh factory.
6 MAINTENANCE
1). Program Analisa Pelumas (PAP)
PHILOSOPHY MAINTENANCE 7
2). Program Pemeriksaan Mesin (PPM)
Program Pemeriksaan Mesin dilaksanakan secara mendetail dan merupakan bagian dari
program Total Service. Tujuan dari pemeriksaan mesin secara teratur dan terencana
adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas kondisi unit.
Caranya dengan memakai Metode Pengukuran dan Instrument Diagnostik. Berdasarkan
data yang didapat, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan untuk memperbaiki
keadaan mesin menuju kondisi operasi yang optimum. Data yang telah terkumpul
kemudian dimasukkan dalam Sistem Manajemen Mesin untuk mencatat umur
pemakaian mesin, biaya perbaikan dan membantu jadwal penggantian mesin, dan
sebagai historical dari mesin. Pemeriksaan mesin dilakukan terhadap:
1). Motor penggerak (engine) dan tenaga bergerak (driveline) yang lengkap.
2). Sistem hydraulics
3). Sistem pengontrol elektronik dan sistem listrik
4). Pemeriksaan track (rantai roda)
5). Kerangka mesin (chassis frame), boom, arm, dan bucket
Selama pemeriksaan mesin dilakukan penyetelan dan penyesuaian yang perlu
untuk meningkatkan penampilan sistem mesinya agar lebih sempurna
8 MAINTENANCE
Tujuan Program ini adalah mengurangi biaya pemeliharaan Undercarriage. Kenapa
membuang 90% dari Undercarriage bila hanya 10% yang aus. Dengan
melaksanakan Program Pemeliharaan Undercarriage, melalui proses peremajaan,
bisa dihemat sebesar 60% dari harga komponen baru dengan kualitas yang dijamin
80% dari jangka waktu pakai komponen baru.
Program ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu :
• Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-komponen Undercarriage
seperti : Track Link, Track Roller, Carrier Roller, Front Idler, Sprocket.
• Analisa keausan komponen Undercarriage berupa Track Inspection Report
yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai langkah-langkah
yang sebaiknya diambil untuk pemeliharaan Undercarriage agar dapat
mencapai jangka waktu pakai maksimal.
PHILOSOPHY MAINTENANCE 9
b. Break Down Maintenance
Perawatan yang dilaksanakan setelah
machine tersebut betul -betul rusak Hal
ini biasanya terjadi karena adanya
kerusakan yang diabaikan / diabaikan
terus tanpa ada usaha untuk
memperbaiki. Sehingga kerusakan
tersebut makin lama- semakin parah.
Bila Machine Break Down seperti ini,
umumnya kerusakan kecil tadi menjadi
besar dan menyebabkan komponen lain
ikut - ikut menjadi rusak juga. Perawatan yang demikian ini akan menyebabkan biaya
perbaikan yang melambung tinggi. Untuk menghindari ini, lakukanlah Preventive
Maintenance dengan baik dan segera perbaiki bila ada gejala kerusakan agar kerusakan yang
lebih besar dapat dihindari.
10 MAINTENANCE
BAB II
Untuk di PT. BUMA sendiri Periodic Service dilakukan setiap HM kelipatan 250 jam dan dibagi
dalam 4 program yaitu:
• PS 250 ( 1 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 250 jam
• PS 500 ( 2 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 500 jam
• PS 1000 ( 3 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 1000 jam
• PS 2000 ( 4 ) Service yang dilakukan setelah mencapai HM 2000 jam
Periodic service bagi equipment yang tidak memiliki HM untuk operating statisticnya
dilakukan setiap kelipatan hari operasi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam
Operating Maintenance & Manual ( OMM ).
Tabel dibawah menunjukan contoh maintenance schedule chart pada unit D85ESS-2
When Required
• Bersihkan bagian dalam sistem pendingin.
• Periksa, bersihkan dan ganti elemen pembersih udara.
• Periksa kekencangan track.
• Periksa kekencangan baut-baut track shoe.
• Periksa electrical intake air heater.
• Balik dan ganti end bits dan cutting edge
• Periksa dan bersihkan sirip-sirip radiator.
• Stel celah idler.
Check Before Starting
PERIODIC SERVICE 11
• Periksa level air pendingin.
• Periksa level bahan bakar.
• Periksa level oli pada engine oil pan, tambah jika kurang.
• Periksa level pada power train case, tambah jika kurang.
• Periksa brake pada travel.
• Periksa dust indicator.
• Periksa lampu kerja.
• Periksa bunyi klakson.
• Periksa air dan endapan pada water separator, drain air.
Every 50 Hours Service
• Drain air dan endapan pada fuel tank
Every 250 Hours Service
• Lubricating.
• Lift cylinder support yoke (4 tempat).
• Lift cylinder support shaft (2 tempat).
• Lift cylinder ball joint (2 tempat).
• Tilt brace ball joint (2 tempat).
• Tilt brace thread (2 tempat).
• Grease equalizing bar side pin (kiri kanan masing-masing 2 tempat).
• Periksa level oli dan final drive case, tambah jika kurang.
• Periksa level oli pada hydraulic tank, tambah jika kurang.
• Periksa level elektrolit baterai.
• Periksa kekencangan fan belt, stel jika diperlukan.
• Drain air dan endapan pada fuel filter.
• Ganti elemen power train oil filter.
• Periksa brake performance.
• Ganti oli pada engine oil pan, ganti juga filter oli engine.
Every 500 Hours Service
• Ganti Fuel filter catridge.
• Lakukan juga service 250 hours.
MAINTENANCE 13
• Periksa play dari rotor turbocharger.
• Periksa kemungkinan kendor, rusak atau hilangnya monting bolts.
• Lakukan juga service 250 dan 500 hours.
Every 2000 Hours Service
• Ganti oli pada hydraulic tank dan ganti elemen hydraulic oil filter.
• Bersihkan dan periksa turbocharger.
• Periksa elemen engine breather.
• Periksa vibration damper.
• Periksa alternator dan starting motor.
• Periksa celah katup engine, stel jika diperlukan.
• Lakukan juga service 250, 500 dan 1000 hours.
Tabel dibawah menunjukan contoh maintenance schedule chart pada unit HD 785-7
When Required
• Check, clean or replace air cleaner
• Clean inside of cooling system
• Check level of window washer fluid, add fluid
• Clean air conditioner air filter
• Check refrigerant (gas) level
• Check dump body
• Check length of suspension cylinder, check oil level
• Bleed air from rear brake
• Bleed air from front brake
• Bleed air from rear parking brake
• Bleed air from front parking brake
• Check play of output coupling of output shaft
• Check water separator, wash inside of filter case
Check Before Starting
Every 250 Hours Service
• Check oil level in differential case, add oil
• Check oil level in final drive case, add oil
• Lubrication
• Check drive shaft
• Check level of battery electrolyte
• Check alternator belt tension, adjust
• Check air conditioner compressor belt tension, adjust
14 PERIODIC SERVICE
• Clean breather
• Check frame
• Check braking capacity offoot brake
• Check braking capacity of retarder brake
• Check braking capacity of parking brake
• Check, clean automatic suspension
• Check of accumulator gas pressure
Every 500 Hours Service
• Change oil in engine oil pan, replace engine oil filter cartridge
• Replace fuel prefilter cartridge
• Replace transmission oil filter element
Every 1000 Hours Service
• Replace corrosion resistor cartridge
• Replace fuel main filter cartridge
• Change oil in transmission, brake cooling oil tank, wash strainer
• Change oil in brake sub-tank
• Replace transmission, brake cooling oil filter element
• Replace brake oil filter element
• Lubrication
• Check wear of rear brake disc
• Check wear of front brake disc
• Recover oil leaking from floating seal
• Check of engine air intake piping clamps for
Every 2000 Hours Service
• Replace steering, hoist oil tank filter element
• Change oil in final drive case
• Change oil in differential case
• Clean differential case breather
• Check alternator
• Check, adjust engine valve clearance
• Check accumulator gas pressure.
Every 4000 Hours Service
• Change oil in steering, hoist oil tank
• Lubricate drive shaft
• Check vibration damper
• Check starting motor
• Check water pump
• Check fan pulley and tension pulley
• Checking for looseness of high-pressure clamp, hardening of rubber
• Checking for missing fuel spray prevention cap, hardening of rubber
MAINTENANCE 15
Every 8000 Hours Service
• Replace high-pressure piping clamp
• Replace fuel spray prevention cap
• Overhaul starting motor and alternator
Every 15000 Hours Service
• CHECK, REPLACE STEERING A ARM MOUNTING BOLT
Initial 250 Hours Service (Hanya Setelah 250 Hour Pertama)
• Ganti transmission oil filter element
• Ganti oil in transmission, brake cooling oil tank, wash strainer
• Ganti transmission, brake cooling oil filter element
• Ganti steering, hoist oil tank filter element
• Ganti oil in final drive case
• Ganti oil in differential case
• Ganti oil in steering, hoist oil tank
2. Ketika bekerja dalam suau team yang terdiri dari dua orang atau lebih, atur suatu aba-aba
dan koordinasikan pekerjaan sebelumnya demi terciptanya keselamatan kerja.
16 PERIODIC SERVICE
3. Cegah orang-orang yang tidak berkepentingan mendekati machine atau unit ketika
pekerjaan dilakukan. Gantungkan tanda peringatan pada tempat duduk operator untuk
mencegah oranglain menghidupkan engine atau menjalankan unit.
4. Tempatkan unit pada permukaan tanah yang keras dan rata. Turunkan attachment
kemudian posisikan transmission control lever berada pada posisi NEUTRAL dan brake
lever pada posisi LOCK. Pastikan semua control lever attachment berada pada posisi
HOLD. Jika memerlukan pekerjaan dengan posisi attachment (misal blade atau ripper)
dalam keadaan terangkat, maka ganjal kuat dengan menggunakan balok.
5. Ketika membuka track, hindari meletakan jari antara track shoe. Gunakan selalu sarung
tangan pengaman ketika mengerjakan cutting edges. Gunakan alat pengukur khusus
ketika pemeriksa tekanan pada sistem hidrolik.
6. Pergunakan suku cadang atau spare part komatsu, cartepilar dan lainya yang asli ketika
melakukan penggantian part.
7. Pergunakan grease dan oli asli sesuai rekomendasi factory unit.
8. Gunakan grease dan oli yang bersih. Gunakan juga alat pengisi yang bersih untuk
mencegah kotoran masuk bersama grease dan oli.
9. Lakukan penggantian ditempat yang tidak berdebu, dengan demikian dapat mencegah
debu masuk kedalam oli.
10. Hati-hati ketika membuka radiator cap dan drain plug oli terhadap kemungkinan
terjadinya semburan air atau oli dengan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi.
11. Panaskan terlebih dahulu sampai mencapai temperatur 300 – 400 C sebelum membuang
oli.
MAINTENANCE 17
12. Hindari pemakaian api menyala sebagai pengganti lampu untuk memeriksa kebocoran
atau ketinggian permukaan minyak pelumas, bahan bakar, zat anti karat atau elektrolit
baterai.
13. Ketika mengganti oli atau saringannya, periksa minyak pelumas yang dibuang dan
saringannya dari kemungkinan terdapat serbuk logam, potongan-potongan logam atau
benda asing lainya.
14. Ketika membuka bagian-bagian dari unit terdapat O-ring, gasket atau seal, bersihkan
dudukan O-ring, gasket atau seal dan ganti dengan yang baru.
15. Setelah melakukan panggantian oli, strainer atau elemen saringan, buanglah udara dari
sistem. Jangan membuka saringan yang terdapat pada lubang saluran pengisi ketika
mengisi oli. Periksa selalu ketinggian permukaan minyak pelumas harus pada ketinggian
yang tepat.
16. Bersihkan segera semua tumpahan grease atau oli terutama pada tempat duduk oprator
atau pegangan (handrail).
17. Bersihkan unit seluruhnya. Hati-hati ketika membersihkan tutup saluran pengisi, nipel
daerah di sekitar dipstick, jangan sampai kotoran atau debu masuk kedalam sistem.
18 PERIODIC SERVICE
Tabel di bawah ini menunjukan contoh penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada
unit D85ESS-2.
Gambar 2.1. penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit D85ESS-2
MAINTENANCE 19
Tabel di bawah ini menunjukan contoh penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit
HD 785-7
Gambar 2.2. Penggunaan fuel, coolant dan luubricant pada unit HD 785-7
When Required
• Bersihkan bagian dalam sistem pendingin
Buka tutup radiator (1) perlahan. Letakkan wadah di bawah drain valve (2 dan 3) untuk
membuang air. Setelah semua terbuang, tutup kembali drain valve (2 dan 3), kemudian
isi cooling system dengan air bersih. Buka drain valve (2 dan 3), kemudian running engine
pada putaran rendah, lakukan pembilasan selama 10 menit. Atur kecepatan pengisian
dan pembuangan air, sehingga radiator tetap penuh.
20 PERIODIC SERVICE
Setelah pembiasan, matikan engine lalu buka drain valve (2 dan 3), kemudian tutup
kembali jika seluruh air sudah keluar. Bersihkan cooling system dengan cairan
pembilas. Buka kembali drain valve (2 dan 3) untuk membuang seluruh air. Tutup
drain valve (2 dan 3) dan isi kembali cooling system dengan air bersih sampai penuh.
Buka drain valve (2 dan 3), kemudian running engine pada putaran rendah dan
lakukan pembilasan sampai air yang keluar terlihat jernih. Atur kecepatan pengisian
dan pembuangan air, sehingga radiator tetap penuh.
Matikan engine dan tutup drain valve (2 dan 3), kemudian tambahkan air bersih
sampai meluber di lubang pengisian. Untuk membuang udara dari cooling system,
dengan tutup radiator (1) dilepas, running engine selama 5 (lima) menit pada
putaran rendah, kemudian pada putaran tinggi selama 5 (lima) menit. Matikan
engine tunggu selama 3 (tiga) menit, kemudian tambah air sampai meluber dilubang
pengisian.
Jika piston merah pada dust indicator terlihat, bersihkan elemen udara, kemudian reset
dust indicator. Jika setelah dibersihkan piston merah tetap terlihat, segera ganti elemen
saringan udara.
MAINTENANCE 21
Jangan memebersihkan atau mengganti elemen saat
engine hidup. Gunakan safety glasses, dust mask
atau alat pelindung muka lainya ketika
membersihkan elemen dengan udara bertekanan.
Semprotkan udara kering bertekanan (kurang dari 7
kg/cm2) dari bagian dalam elemen sepanjang lipatan,
kemudian arahkan dari bagian luar dan dari bagian
dalam sekali lagi.
22 PERIODIC SERVICE
Gambar 2.8.
Pompakan grease melalui grease fitting (2) dengan menggunakan grase pump, untuk
menambah kekencangan track. Gerakan unit maju mundur untuk memeriksa apakah
kekencangan track sudah tepat. Pompa terus grease jika kekencangan belum tepat sampai
ukuran celah S adalah 0 mm. Jika kekencangan belum juga tepat, berarti telah terjadi keausan
yang berlebihan pada pin dan bushing. Untuk mengurangi kekencangan track, kendorkan
lubricator (1) secara bertahap (maksimal 1 putaran). Jika grease tidak keluar dengan lancar,
gerakkan unit maju mundur pada jarak yang pendek.
MAINTENANCE 23
• Master link bolt
Kencangkan bolt dengan torque sebesar 35±4 kgm, kemudian periksa bahwa
permukaan link sudah rapat. Kencangkan kembali bolt 1800 ± 100 .
Standar keausan end bits dan cutting edges pada unit D85ESS-2 adalah:
Gambar 2.10. Standar keausan end bits dan cutting edges pada unit D85ESS-2
Gambar 2.11.
24 PERIODIC SERVICE
• Stel celah idler
Jalankan unit sejauh 1-2 meter pada daerah
yang rata. Ukur jarak A (4 tempat: kiri-kanan
dalam dan luar) antara track frame dan guide
plate. Jika hasil pengukuran melebihi 4 mm
(D58ESS-2), longgarkan baut (1) dan tarik shim
keluar untuk menyetel salah satu sisi sebesar 0.5
– 1.0 mm.
MAINTENANCE 25
2. Periksa level oli pada final drive cast, tambah jika kurang
Hentikan unit di tempat yang rata dengan posisi
drain plug (3) berada dibawah. Lepas oil level plug
(2) dan periksa apakah final drive case penuh
dengan oli. Tambah oli jika kurang.
26 PERIODIC SERVICE
keausan atau kerusakan alur V pada fan belt. Ganti jika memang ditentukan keausan
kerusakan pada fan belt.
Lepas gromment kemudian buka drain plug (p) untuk membuang oli. Lepas bolts (2) untuk
melepas cover (1). Lepas bolts (5), kemudian lepas cover (6). Keluarkan elemen (7) lalu
pasang elemen yang baru. Luruskan lubang pada cover (6) dengan lubang A, kemudian
kencangkan baut (4).
MAINTENANCE 27
Gambar 2.19. Control lever
Hidupkan engine. Posisikan safety lever (1) pada posisi FREE. Operasikan blade control lever
(2) untuk menaikan blade. Posisikan parking lever pada posisi FREE. Injak brake pedal (4) dan
posisikan gear shift lever (5) pada kecepatan (2). Tarik fuel control lever (6) dan naikkan
putaran engine secara bertahan sampai mencapai high idling. Jika unit tidak bergerak, maka
brake dalam kondisi baik.
9. Ganti oli pada engine oil pan, ganti juga filter oli engine
Lepas cover bawah engine dan tempatkan
wadah untuk menampung oli. Buka drain plug
(P) perlahan untuk membuang oli. Setelah
selesai pasang kembali drain plug (P). Dengan
menggunakan filter wrench, putar catridge
filter (1) berlawanan dengan arah jarum jam
untuk melepasnya. Pada saat pemasangan,
lapisi permukaan packing catridge yang baru
dengan engine oil. Kencangakan sampai
permukaan packing rapat dengan permukaan
packing pada filter holder, kemudian
kencangkan kembali ¾ - 1 putaran.
28 PERIODIC SERVICE
Every 500 Hours Service
1. Ganti fuel filter catridge
Tempatkan penampung dibawah filter wrench, putar catridge filter (1) berlawan dengan arah
jarum jam untuk melepasnya. Bersihkan filter holder dan isi catridge filter yang baru dengan
bahan bakar yang bersih. Pada saat pemasangan, lumasi permukaan packing dengan oli
engine. Kencangkan sampai permukaan packing rapat dengan permukaan packing pada filter
holder, kemudian kencangkan kembali ½ - ¾ putaran. Kendorkan knob feed pump (2),
kemudian pompakan 50-60 kali untuk melepaskan udara (air bleeding). Dorong dan
kencangkan kembali knob feed pump (2). Setelah selesai, hidupkan engine dan periksa bahwa
tidak ada kebocoran dari permukaan seal filter. Jika terjadi kebocoran periksa kemungkinan
terjadi kerusakan pada permukaan packing. Ganti jika memang ditemukan kerusakan pada
permukaan packing.
MAINTENANCE 29
2. Tempatkan wadah penampung oli dibawah power train case. Buka drain plug (p)
untuk membuang oli. Setelah selesai, pasang kembali drain plug (P). Bersihkan juga
power train case breather.
Untuk membersihkan strainer, lepas bolts (3)
kemudian lepas cover (4)/ keluarkan spring (5) dan
strainer (6). Bersihkan semua kotoran pada strainer
(6), lalu cuci dengan solar. Bersihkan juga bagian
dalam strainer case dan part yang dilepas.
30 PERIODIC SERVICE
4. Grease universal joint (2 tempat)
Beri grease pada bagian dari universal
joint yang diberi tanda panah.
Putar valve (1) pada bagian atas corrosion resistor. Dengan menggunakan filter wrench,
putar catridge (2) kekiri untuk melepasnya. Pada saat pemasangan lapisi permukaan seal
catridge yang baru dengan engine oil. Kencangkan kira-kira 2/3 putaran.
Selain pemeriksaan diatas, periksa juga semua bagian yang memerlukan pengencangan
pada turbocharger dan periksa kemungkinan kendor, rusak atau hilangnya monting bolts.
MAINTENANCE 31
Untuk mengganti filter oli hidrolik, lepas gromment kemudian buka drain plug (3) lepaskan
bolts (5) untuk melepas cover (4).
Periksa vibration damper dari kemungkinan retak atau terkelupas pada permukaan luarnya.
Brush pada alternator dan starting motor mungkin aus, selain itu bearing juga kemungkinan
kekurangan grease. Lakukan segera perbaikan jika diperlukan.
32 PERIODIC SERVICE
Pada 2000 hours service, periksa juga celah katup engine dan lakukan penyetelan jika
diperlukan. Selain itu bersihkan dan periksa turbosharger.
Periksa pompa air dari kmungkinan terjadi kebocoran oli, air atau sumbatan dilubang saluran.
Lakukan perbaikan jika diperlukan.
MAINTENANCE 33
3. Lubrication
a. Matikan engine
b. Gunakan grease pump untuk memasukan grease melalui grease fitting yang diberi tanda
panah.
c. Setelah melakukan greasing, bersihkan semua grease bekas yang terdorong keluar.
Lakukan greasing setiap hari saat unit beroprasi pada tempat dimana grase mudah
mengalir keluar, misal seperti saat untuk travel melalui genangan lumpur atau air.
• Dump body hinge pin
(kanan dan kiri : masing-2 1 tempat).
• Rear suspension
(kanan dan kiri: masing-2 2 tempat).
34 PERIODIC SERVICE
• Hoist Cylinder pin
(kanan dan kiri: masing-2 4 tempat)
Turunkan dump body sebelum greasing.
• Turunkan suspension
(kanan dan kiri: masing-2 1 tempat).
• Steering linkage
(kanan dan kiri : masing-2 2 tempat)
MAINTENANCE 35
4. Check Drive Shaft
Jika terjadi suatu problem, misalnya
seperti kendomnya drive shaft
connection, play pada spline atau
bearing, atau runout pada shaft, segera
lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk
menentukan langkah repair selanjutnya.
36 PERIODIC SERVICE
BAB III
Dengan adanya P2H ini diharapkan unit yang dioperasikan operator selalu dalam kondisi
yang prima (berdaya guna yang tinggi) untuk pencapaian produktifitas yang maksimal dan
operator dapat bekerja dengan aman dan selamat. Berikut ini merupakan.
2. Pemeriksaan Suspensi
Pastikan semua suspensi (1) pada posisi standar dan tidak ada kebocoran.
38 PERIODIC SERVICE
5. Pemeriksana Level Oil Transmissi
,Hoist,Converter, Brake Hydraulic Tank
a. Level oli transmisi dapat dichek
melalui kaca penduga pada bagian
bawah (1) saat engine mati, pada
bagian atas (2) pada saat unit
sedang hidup.
b. Level Hoist, conventer & brake
hydraulic tank dapat dichek melalui
kaca penduga (3) dan jika posisi oli
pada rentang warna merah segerah
lakukan penambahan oli
c. Level Hoist, conventer & brake
hydraulic tank dapat di check pada
saat kondisi dump body naik /
raised
d. Hoist, conventer & brake breather
(4)
e. Transmisi tank breather (5)
f. Service / retarder brake air tank
drain valve, bersihkan setiap hari
setiap selesai operasi. (6)
40 PERIODIC SERVICE
9. Pemeriksaan tekanan roda
a. Periksa tekanan udara pada tiap – tiap ban, sebelum mengoperasikan unit.
b. Pada saat yang sama pemeriksaan tekanan roda, periksa dengan hati-hati untuk
sayatan kecil atau kerusakan lainnya
c. Periksa juga bahwa tidak ada paku atau logam pada bagian ban yang berpotensi
merusak ban .
10. engine bagian kanan dan periksa kebocoran oil dari ( by pass dan oil filter,fuel filter, level
suspension, belt altenator, AC dan fan ), Pastikan kondisinya normal. Jika rusak, segera
lakukan penggantian
11. Pastikan permukaan spion selalu bersih dan atur sehingga anda dapat melihat obyek di
belakang dan samping unit dari tempat duduk operator.
12. Pemeriksaan keausan , play & kerusakan pada dump body , frame , cylinder , lingkage
dan hose-hose, Lakukan pemeriksaan pada komponen-komponen di atas. Jika ditemukan
ketidaknormalan, segera lakukan perbaikan.
13. Pemeriksaan seputaran engine,battery, dan grill radiator, dan pastikan bahwa disana tidak
ada material yang mudah terbakar ( daun, kering, rating ) yang terkumpul seputar battery,
engine,muffler, turbocharger atau bagian – bagian engine yang bersuhu tinggi.
4
5
3 2
42 PERIODIC SERVICE
4. Pemeriksaan level air pendingin dan penambahan
a. Jangan membuka penutup air
radiator ketika panas, Jika
memeriksa air pendingin selalu
dalam keadaan engine dingin
b. Periksa level air pending dan jacket
water coolant gauge (1)
Gambar 3.10.
PERINGATAN !!!!
Jangan membuka tutup radiator dalam kondisi panas dan bertekanan tinggi, jika tidak
berhati hati maka bahaya kulit terbakar akibat semburan air yang panas. Biarkan engine
dingin terlebih dahulu baru kemudian buka tutup radiator secara perlahan.
5. Pemeriksaan Battery
a. Pemeriksaan battery dilakukan
dengan mengecek terminal battery
dari kekendoran dan bersihkan
apabila terdapat kotoran.
b. Kumpulkan material yang mudah
terbakar (Daun kering,
ranting dsb) seputaran battery,
dan selalu diperiksa dan bersihkan
Gambar 3.11.
44 PERIODIC SERVICE
✓ Penyetelan maju dan mundur.
✓ Penyetelan kemiringan seat.
✓ Penyetelan berat
✓ Penyetelan kemiringan sandaran
✓ Penyetelan ketingian
✓ Penyetelan Ketingian headrest
✓ Penyetelan sudut headrest
PERINGATAN !!
Ketika menghidupkan engine, periksa bahwa shift lever pada posisi N (Netral) dan parking brake
switch pada posisi PARKING. Sebelum berdiri dari tempat duduk, yakinkan bahwa lever transmisi
N (Netral) dan lever parki brake posisi PARKING.
46 PERIODIC SERVICE
3. Lever Dump Body
Pastikan dump body pada posisi Float
4. Lever Retarder
Pastikan posisi lever retarder posisi release
5. Pemeriksaan CMS
Gambar 3.12.
6. Menghidupkan engine
Sebelum menghidupkan engine bunyikan klakson satu kali sebagai tanda atau isyarat agar orang
yang berada disekitar unit anda menjauh. Ketika menghidupkan engine ditempat sempit hati –
hati dengan partikel gas buang karena mengandung racun, yakinkan bahwa ventilasi terjaga
dengan baik.
CATATAN !!
✓ Jangan menaikkan putaran engine dengan tiba-tiba sebelum proses pemanasan sepenuhnya.
✓ Jangan hidupkan starting motor terus menerus lebih dari 20 detik
✓ Jika engine tidak mau hidup, tunggu 2 menit sebelum mencoba untuk menghidupkan kembali.
✓ Jangan menghidupkan engine dari posisi Off langsung ke start
✓ Pada saat awal jangan injak accelerator di karenakan putaran engine yang tinggi akan
mempercepat kerusakan pada turbo
(a)
(b)
48 PERIODIC SERVICE
3. Setelah engine hidup segera lepaskan starting
switch dan secarah otomatis akan kembali ke posisi 3
ON
(c)
PERINGATAN
✓ Biarkan engine pada putaran idle selama +/- 5 menit setelah hidup
✓ Hindari operasi dengan beban penuh dan kecepatan tinggi
✓ Setelah engine hidup, jangan menaikkan gas secara tiba-tiba, matikan engine dengan tiba-
tiba pada kondisi normal dan merubah arah gerak dengan tiba-tiba
Setelah menghidupkan engine dan sebelum memulai operasi, periksalah hal – hal sbb :
1. Dengarkan suara engine, apakah normal atau tidak. Apabila ada ketidak normalan, segera
periksa dan laporkan ke pengawas
2. Lihat warna asap gas buang yang keluar dari exhaust pipe. Warna asap gas buang yang
normal adalah Transparan
3. Pastikan fungsi emergency steering , Keseringan melakukan pengetesan pada secondary
brake juga akan mempengaruhi cepat rusaknya secondary brake, pastikan pompa secondary
brake berfungsi tanpa harus menggerakkan steering kekiri dan kekanan.
4. Injak pedal accelerator perlahan dan jalankan engine tanpa beban pada kecepatan
menengah selama +/- 5 menit
5. Test transmission maju – mundur berikut pengunaan gigi – giginya kemudian belok kanan
kiri.
6. Test keakuratan dari system brake
A. Parking brake :
➢ Pasang safety belt
B. Retarder brake :
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali retader brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi 1
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berati retarder brake bagus
C. Service brake :
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali service brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berarti foot brake bagus
D. Secondary brake
➢ Pasang safety belt
➢ Posisikan unit ditempat yang datar (aman)
➢ Release semua brake kecuali secondary brake
➢ Posisikan lever transmisi pada posisi 1
➢ Naikan putaran engine sampai RPM 1200
Jika unit tidak bergerak berarti secondary brake bagus
50 PERIODIC SERVICE
4. Low idle engine selama kurang lebih 5 menit sambil mengecek kembali apakah
ada kebocoran pada semua sistim selama operasi.
5. Matikan engine dan turun dari unit memakai metode tiga titik tumpu.
6. Periksa bagian attachment, apakah ada kerusakan, keausan, kebocoran selama
pengoperasian. Apabila ditemukan ketidak normalan, segera laporkan ke
pengawas dan beritahukan kepada operator shift berikutnya.
7. Bersihkan unit dari kotoran yang menempel sebelum meninggalkan unit.
52 PERIODIC SERVICE
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN (P2H) 53
BAB IV
4.2. Inpection
Inpection merupakan aktifitas pemeriksaan kondisi alat dengan tujuan mendapatkan
informasi dini terhadap kerusakan maupun tanda-tanda menuju kerusakan yang akhirnya
menghasilkan rekomendasi perbaikan maupun pengorderan spare part.
Tujuan dari inpection adalah untuk mengurangi unscheduled breakdown dengan
mendeteksi tanda-tanda kerusakan pada alat lebih dini dan menyusun rencanaperbaikan
sebelum kerusakan berakibat lebih luas. Beberapa jenis activity inspection yang telah
diterapkan selama ini:
1. Pre Used Check (P2H: Program Pemeriksaan Harian yang dilakukan oleh Operator)
2. Daily Inspection
3. Pit Stop Inspection
4. Pre Service Inspection
5. PS Inspection
54 WICOPE INRODUCTION
1. Mengurangi biaya perawatan
2. Mengurangi breakdown dan downtime unit
3. Mengurangi inventory spare part
4. Meningkatkan efektivitas mekanik dalam melakukan maintenance
5. Meningkatkan produktivitas equipment.
6. Meningkatkan profit perusahaan
7. Memperbaiki pengetahuan atas kondisi peralatan
8. Memperpanjang umur dari component
4.4. Ordering
Ordering adalah proses pemesanan barang atau spare part yang dibutuhkan untuk
kelancaran proses maintenance.
Measuring:
1. Semakin panjang lead -> MTTR tinggi
2. Salah order -> MTTR tinggi, Cost besar
3. Kurangnya monitor -> part tidak terpasang
4.5. Planing
1. Plan Component Replacement (PCR)
Repair option atau jenis PCR yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
a. NEW adalah tipe penggantian component dengan menggunakan produk baru.
b. COMEX (Component Exchange) adalah tipe penggantian component dengan
menggunakan komponen yang dikelola oleh BUMA
c. REMAN adalah tipe penggantian dengan menggunakan produk yang telah dibangun
kembali oleh original equipment manufacture
MAINTENANCE 55
d. BUMA REPAIR adalah tipe perbaikan komponen yang dilakukan oleh internal BUMA
atau VENDOR dengan pengawasan BUMA
4.6. Execution
1. Technical Execution
a. PS Execution
b. Backlog Execution
c. PCR dan Midlife Execution
d. Shutdown Execution
2. Administration Execution
a. MO Process (close)
b. Standard Document Return (Job Package Document, Service Package Document,
paper Work)
c. Job Pending
56 WICOPE INRODUCTION
LALU ADA JALAN TERBAIK JIKA KITA SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA
UNTUK MENDAPATKANNYA.
TINGGALKAN YANG MEMBENARKAN KEBIASAAN DAN LAKUKANLAH
KEBIASAAN YANG BENAR.
TERIMAKASIH
MAINTENANCE 57
© BUMA People Development
BUMA People Development
2018
2018
58 WICOPE INRODUCTION
[Link]