0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

MSDS Semen Portland Indocement

Dokumen ini memberikan informasi tentang produk semen Portland Indocement. Semen digunakan sebagai bahan pengikat di beton dan plesteran. Dokumen ini juga menjelaskan bahaya kesehatan dari paparan semen, seperti iritasi kulit dan mata, serta penyakit paru seperti silikosis akibat menghirup debu semen dalam jangka panjang. Diberikan pula petunjuk pertolongan pertama jika terjadi paparan semen.

Diunggah oleh

Adinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

MSDS Semen Portland Indocement

Dokumen ini memberikan informasi tentang produk semen Portland Indocement. Semen digunakan sebagai bahan pengikat di beton dan plesteran. Dokumen ini juga menjelaskan bahaya kesehatan dari paparan semen, seperti iritasi kulit dan mata, serta penyakit paru seperti silikosis akibat menghirup debu semen dalam jangka panjang. Diberikan pula petunjuk pertolongan pertama jika terjadi paparan semen.

Diunggah oleh

Adinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

49

Bagian 1 : INFORMASI PRODUK DAN PERUSAHAAN

Nama Produk: Semen Portland Indocement (Semen)


Identifikasi Produk: Semen, Semen Portland, Semen untuk Sumur Minyak/ OWC Kelas G HSR., Semen Putih,
Semen Portland Komposit, Semen Portland Tipe I, II, V.

Perusahaan : No Telepon :
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Hunting (+62-21) 251 2121, 252 2121, 570 3817
Wisma Indocement, Level 13, Jln. Jendral Sudirman
Kav. 70-71 Jakarta 12910

Kegunaan Produk: Semen digunakan sebagai bahan pengikat di beton dan plesteran yang sering digunakan
dalam konstruksi. Semen didistribusikan dalam kantong dan bulk.
Keterangan: LDKB ini melingkupi berbagai macam tipe Semen Portland. Unsur-unsur berbahaya akan berbeda
untuk tiap tipe Semen Portland.

Bgaian 2: KOMPOSISI/INFORMASI KANDUNGAN

Komponen Persen Nomor OSHA PEL – TWA ACGIH TLV LD50 (tikus, LC50
– TWA intraperitoneal)
(dalam CAS (mg/m3)
(mg/m3)
Berat)

Semen Portland 100 65997-15-1 15(T); 5 (R) 1 (R) NA NA


Kalsium Sulfat* 2-10 10034-76-1 15(T); 5 (R) 10 (T) NA NA
Kalsium Karbonat* 0-15 1317-65-3 15(T); 5 (R) 3 (R), 10 (T) NA NA
Kalsium Oksida 0-5 1305-78-8 15(T) 2 (T) 3059 mg/kg NA
Magnesium Oksida 0-4 1309-48-4 15(T) 10 (T) NA NA
Kristal Silika 0-0.2 14808-60-7 [(10)/(%SiO2 + 2)] 0.025 (R) NA NA
(R);[(30) / (% SiO2+2)] (T)

Keterangan: Batas paparan untuk komponen-komponen dengan tanda * tidak mengandung asbestos dan
< 1 % Kristal silika
Semen dibuat dari material tambang dari bumi dan diproses menggunakan energi dari bahan bakar. Senyawa
kimia dengan jumlah kecil dapat dideteksi dengan analisa kimia. Sebagai contoh, semen dapat
mengandung sejumlah kecil Kalsium Oksida (juga dikenal sebagai kapur bebas), Magnesium
Oksida bebas, campuran Kalium dan Natrium Sulfat, senyawa kromiun, senyawa Nikel dan
senyawa-senyawa yang lain.

Bagian 3: IDENTIFIKASI BAHAYA

Halaman : 49 dari 5 Revisi : 14/03/15


50

Bagian 3: IDENTIFIKASI BAHAYA (lanjutan)

Peninjauan Keadaan Darurat: Semen adalah padatan, abu-abu, sedikit putih, serbuk dan tidak berbau. Tidak
dapat terbakar atau meledak. Paparan serbuk semen kering dalan waktu singkat
mengakibatkan sedikit atau tidak bahaya. Paparan dalam waktu yang cukup lama
dengan semen basah, atau semen kering dalam arean yang lembab pada tubuh,
dapat menyebabkan kerusakan jaringan (kulit, mata, pernafasan) akibat terbakar
oelh zat kimia, termasuk luka bakar tingkat 3.
Efek terhadap Kesehatan:

Kontak dengan Mata: Debu semen yang terbawa oleh udara bias menyebabkan iritasi pada mata
secara cepat atau lambat atau menyebabkan inflamasi. Kontak dengan mata
dalam jumlah besar serbuk kering atau semen basah dapat menyebabkan iritasi
mata kelas menengah, luka bakar karena zat kimia dan kebutaan. Paparan pada
mata butuh segera pertolongan pertama dan penanganan medis untuk
mencegah kerusakan mata lebih lanjut.
Kontak dengan Kulit: Semen dapat menyebabkan kulit kering, rasa tidak nyaman, iritasi, terbakar dan
dermatitis.
Terbakar: Paparan dalam waktu yang cukup lama dengan semen basah, atau semen
kering dalam arean yang lembab pada tubuh, dapat menyebabkan kerusakan
jaringan (kulit, mata, pernafasan) akibat terbakar oelh zat kimia, termasuk luka
bakar tingkat 3. Paparan pada kulit dapat berbahaya meskipun tidak merasakan
sakit atau tidak nyaman.
Dermatitis: Semen dapat menyebabkan dermatitis melalui iritasi dan alergi. Kulit akibat
dermatitis dapat terlihat gelaja seperti kemerahan, gatal, ruam dan pecahpecah.

Iritasi dermatitis ini disebabkan alergi terhadap kromium pada semen. Dari reaksi
ringan sampai berat. Orang yang sangat sensitif terhadap semen akan langsung
terlihat gejalanya pada kontak pertama dengan semen. Peningkatan alergi
dermatitis dapat terjadi apabila kontak dengan semen terulang lagi.
Pernafasan (akut): Menghirup debu dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan atau paru
paru. Termasuk merasa tercekik tergantung jumlah paparan. Inhalasi pada
jumlah besar dan berulang bisa menyebabkan luka bakar kimiawi pada hidung
tenggorokan dan paru-paru.
Pernafasan (kronik): Resiko tergantung pada lama paparan dan tingkat paparan.
Silikosis: Produk ini mengandung silika. Menghirup secara terus menerus dan berulang
silika dari produk ini bisa menyebabkan silikosis, ketidaknormalan hingga
kerusakan fatal pada paru-paru. Untuk keterangan lebih lanjut lihat Keterangan
untuk Dokter di Bagian 4.
Karsinogenik: Semen tidak terdaftar sebagai bahan karsinogen oleh IARC or NTP, akan tetapi,
semen mengandung kristal silika dan kromium yang termasuk karsinogenik
terhadap manusia oleh IARC and NTP.
Daya Tahan Penyakit: Beberapa penelitian menunjukkan paparan hingga terhirup kristal silica (tanpa silikosis)
atau penyakit silikosis mungkin berhubungan dengan ketidaknormalan system
daya tahan tubuh seperti scleroderma (penebalan kulit), sistem lupus
erythematosus, rheumatoid arthritis dan penyakit akibat gagal ginjal.
Tuberculosis: Silikosis meningkatkan resiko terkena tuberkolosis.
Penyakit Ginjal: Beberapa penelitian menunjukkan meningkatnya kemungkinan terkena penyakit
kronis ginjal dan penyakit ginjal jika pekerja terpapar atau menghirup kristal.

Pencernaan: Jangan memakan semen. Walaupun memakan semen dalam jumlah kecil
diketahui tidak berbahaya, dalam jumlah besar bisa menyebabkan luka bakar
kimiawi pada mulut, tenggorokan, perut dan saluran pencernaan.

Halaman : 50 dari 5 Revisi : 14/03/15


51

Kondisi Medis yang memburuk karena Paparan: Seseorang dengan penyakit paru-paru (seperti bronkitis,
empisema, COPD, penyakit pulmonary) atau sensitif terhadap kromium dapat
makin buruk karena paparan semen.

Bagian 4: PERTOLONGAN PERTAMA


Kontak dengan Mata: Bilas dengan air selama 15 menit termasuk kelopak mata untuk menghilangkan
semua partikel semen. Beri penanganan medis untuk abrasi dan terbakar.
Kontak dengan Kulit: Bilas dengan air dingin dan sabun pH netral atau deterjen yang lebut untuk kulit.
Segera cari pertolongan medis bila terjadi ruam, luka bakar, iritasi, dermatitis,
dan terpapar secara terus menerus tanpa pelindung dari semen basah,
campuran semen atau cairan dari semen basah.
Pernafasan: Pindahkan korban untuk menghirup udara segar. Segera cari pertolongan medis
bila terasa tidak nyaman atau terbatuk atau gejela tak normal lainnya.
Pencernaan: Jangan paksa untuk dimuntahkan. Jika masih tersadar, minum air yang banyak.
Segera cari pertolongan medis atau segera hubungi pusat kontrol racun.

Keterangan untuk Dokter: Ada 3 tipe dari Silikosis, yaitu:


• Silikosis kronik yang sederhana dimana akibat dari paparan dalam
jangka waktu lama (lebih dari 20 tahun) terhadap menghirup sejumlah
kecil kristal silika. Inflamasi kronik dan luka mengganggu yang terbentuk
di paru-paru dan limfa karena menghirup silika. Penyakit ini bisa
menyebabkan sulit bernapas dan bisa menyebabkan Chronic
Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
• Silikosis cepat terjadi setelah paparan pada jumlah besar kristal silika
dalam waktu relatif singkat (5-15 tahun). Inflamasi, luka dan gejalanya
pada paru-paru terasa lebih cepat dibandingkan silikosis sederhana.
• Silikosis akut akibat dari terpapar dalam jumlah besar silika dalam waktu
yang singkat. Paru-paru terluka dan terisi cairan menyebabkan sulit
bernapas dan kadar oksigen dalam darah yang rendah.
Progressive massive fibrosis dapat terjadi dalam silikosis sederhana atau yang
dipercepat, tetapi yang lebih sering dalam bentuk accelerated form. Progressive
massive fibrosis didapat dari luka berat dan menuju kepada
kerusakan struktur paru-paru.

Bagian 5: TINDAKAN PENCEGAHAN KEBAKARAN


Titik Nyala dan Metode: Tidak mudah terbakar Peralatan Pemadam SCBA direkomendasikan
Api: untuk membatasi
Bahaya secara Umum: Hindari menghirup paparan dari kebakaran
semen. Semen basah bersifat kaustik semen.

Produk Pembakaran: Tidak ada


Media Pemadam yang Gunakan media
Cocok: pemadam yang cocok dengan daerah sekitar.

Bagian 6: TINDAKAN TERHADAP TUMPAHAN DAN KEBOCORAN

Umum: Tempatkan tumpahan material ke dalam wadah. Hindari perlakuan yang dapat menyebabkan debu
udara. Hindari menghirup semen dan kontak dengan kulit. Gunakan peralatan
standar sesuai Bagian 8. Sisa semen basah harus dibuang dan tempatkan di
wadah. Biarkan mengering dan memadat sebelum dibuang. Jangan membuang
semen ke sistem pengairan atau sumber air.(contohnya sungai).
Metode Pembuangan Limbah: Semen dibuang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Halaman : 51 dari 5 Revisi : 14/03/15


52

Bagian 7 : PENANGANAN DAN PENYIMPANAN


Umum: Pastikan kemasan semen dalam keadaan kering sampai waktunya digunakan.
Susun tumpukan kantong semen dengan rapi agar tidak jatuh. Semen kantong
berat dan menimbulkan risiko seperti keseleo dan kejang punggung, lengan,
bahu dan kaki selama proses mengangkat dan melakukan pencampuran.
Tangani dengan baik dan gunakan prosedur kontrol atau pengawasan yang
tepat.
Bahaya terperosok. Untuk mencegah sesak napas, jangan masuk ke dalam
ruang tertutup seperti silo, bin, wadah penyimpanan atau truk, atau tempat yang
menyimpan atau mengandung semen. Semen bisa ditumpuk atau menempel
pada dinding ruangan tertutup . Semen itu dapat jatuh tiba-tiba.
Sebagaimana mestinya, semua sistem angkutan adalah pneumatik. Resiko
listrik statis ada ketika memindahkan semen kering ke plastic, non-konduktif,
atau bukan sistem angkutan pneumatic. Listrik statis dapat menyebabkan
kerusakan pada peralatan dan cedera bagi pekerja.
Kegunaan: Memotong, menghacurkan atau menghaluskan semen keras, beton atau kristal
silika lainnya akan melepaskan kristal silika yang dapat terhirup. Lakukan semua
langkah yang benar dan sesuai dalam melakukan pengendalian debu, dan
gunakan alat pelindung diri seperti yang dijelaskan dalam Bagian 8 di bawah ini.

Kebersihan: Hindari melakukan hal yang menyebabkan semen menjadi debu di udara selama
proses pembersihan seperti menyapu dalam keadaan kering atau menggunakan
udara bertekanan. Gunakan HEPA vakum atau melalui system basah dengan
air untuk membersihkan debu. Gunakan alat pelindung diri yang dijelaskan
dalam Bagian 8 di bawah ini.
Suhu Penyimpanan: Tidak dibatasi Tekanan Penyimpanan: Tidak dibatasi
Pakaian: Segera pindahkan dan cuci pakaian yang berdebu atau basah terkena semen.
Mencuci kulit dengan benar setelah terpapar debu atau semen basah.

Bagian 8 : KONTROL PAPARAN DAN PERLINDUNGAN DIRI


Kontrol dengan Mesin: Gunakan kipas pembuangan atau jendela atau cara lain untuk menjaga tingkat
debu di bawah batas yang diperbolehkan.
Perlindungan Pernafasan: Dalam kondisi biasa tidak ada perlindungan pernapasan yang diperlukan.
Kenakan alat pernafasan NIOSH yang benar cocok dan dalam kondisi baik
ketika terkena debu di atas batas yang diperbolehkan. Under ordinary conditions
no respiratory protection is required.
Perlindungan Mata: Kenakan kacamata yang disetujui ANSI atau kacamata pengaman saat
menangani debu atau semen basah untuk mencegah kontak dengan mata.
Tidak dianjurkan untuk menggunakan lensa kontak saat kontak dengan semen,
dalam kondisi berdebu.
Perlindungan Kulit: Kenakan sarung tangan, pelindung kaki dan pakaian pelindung tahan air untuk
mencegah kontak dengan kulit. Jangan mengandalkan krim, di penahan sarung
tangan. Lepaskan pakaian dan peralatan pelindung yang sudah terkena
semen basah dan segera mencuci daerah yang terpapar.

Bagian 9 : SIFAT FISIK DAN KIMIA


Bentuk: Padat (Serbuk) Laju Penguapan: NA
Warna: Abu-abu, sedikit putih atau pH(dalam air): 12-13
Serbuk putih

Bau: Tidak berbau Titik Didih: >1000° C


Tekanan Uap: NA Titik Beku: Tidak ada, padatan
Tekanan Jenis: NA Viskositas: Tidak ada, padatan

Halaman : 52 dari 5 Revisi : 14/03/15


53

Berat Jenis: 3.15 Kelarutan dalam air: Sedikit (0.1 – 1.0%)

Bagian 10 : STABILITAS DAN REAKTIFITAS

Kestabilan Stabil. Jaga supaya tetap kering sampai waktu digunakan. Hindari kontak dengan
bahan yang tidak kompatibel.
Ketidaksesuaian Semen basah memiliki sifat-sifat alkali dan tidak kompatibel dengan asam,
garam amonium dan logam aluminium. Semen larut dalam asam fluorida,
menghasilkan gas tetrafluorida silisium yang korosif. Semen bereaksi dengan air
untuk membentuk silikat dan kalsium hidroksida. Silikat bereaksi dengan
oksidator kuat seperti fluor, boron trifluorida, klorin trifluorida, mangan trifluorida
dan oksigen difluorida.
Polimerisasi yang Berbahaya: Tidak Ada. Penguraian yang Berbahaya: Tidak ada.

Bagian 11 dan 12 : INFORMASI TOKSISITAS DAN EKOLOGI

Untuk pertanyaan mengenai informasi toksisitas dan ekologi, hubungi kontak pada Bagian 1.

Bagian 13 : PERTIMBANGAN DALAM PEMBUANGAN

Pembuangan limbah dan wadah memenuhi peraturan yang berlaku.

Bagian 14 : INFORMASI PENGANGKUTAN

Produk ini tidak diklasifikasikan sebagai bahan yang berbahaya menurut U.S DOT atau Peraturan Canadian
TDG.

Halaman : 53 dari 5 Revisi : 14/03/15

Anda mungkin juga menyukai