0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Panduan CPPOB untuk Produksi Pangan

Dokumen tersebut memberikan pedoman umum tentang persyaratan fasilitas produksi, peralatan, sumber air, sanitasi, kesehatan karyawan, pengendalian proses, pelabelan, pengawasan, penarikan produk, pencatatan, dan pelatihan yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan pangan.

Diunggah oleh

ricky pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Panduan CPPOB untuk Produksi Pangan

Dokumen tersebut memberikan pedoman umum tentang persyaratan fasilitas produksi, peralatan, sumber air, sanitasi, kesehatan karyawan, pengendalian proses, pelabelan, pengawasan, penarikan produk, pencatatan, dan pelatihan yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan pangan.

Diunggah oleh

ricky pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Lokasi
- Tempat produksi jauh dari TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan TPA
(Tempat Pembuangan Akhir)
- Lingkungan produksi bersih tidak ada semak belukar atau rumput liar
B. Bangunan dan Fasilitas
- Pertemuan antara lantai dan dinding harus melengkung dan kedap air agar mudah
dibersihkan
- Permukaan lantai harus halus, tidak bergerigi atau berpori agar mudah dibersihkan
- Sudut antara dinding dengan langit-langit mudah dibersihkan
- Ruang pengolahan harus mempunyai langit-langit yang tidak retak, tidak bercelah,
tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka, kedap air dan berwarna terang
- Pintu didesain membuka ke luar/ke samping sehingga debu atau kotoran dari luar
tidak terbawa masuk ke dalam ruang produksi
- Lantai harus membentuk kemiringan tertentu untuk membuat kemudahan dalam
drainase atau pengaliran air dan mencegah menggenangnya air di dalam ruangan.
- Ventilasi dan lampu harus memadai.
- Pemisahan area proses dengan area beristirahat harus dilakukan untuk mengurangi
adanya potensi kontaminasi.
- Jendela harus diberi jaring-jaring sehingga saat dibuka tidak ada hama yang dapat
masuk.
C. Peralatan Produksi
- Peralatan produksi terbuat dari bahan yang kuat, tidak berkarat, mudah dibongkar
pasang sehingga mudah dibersihkan.
- Permukaan yang kontak langsung dengan pangan halus, tidak bercelah, tidak
mengelupas, dan tidak menyerap air.
- Peralatan produksi harus diletakkan sesuai dengan urutan prosesnya sehingga
memudahkan bekerja dan mudah dibersihkan.
- Semua peralatan dipelihara agar berfungsi dengan baik dan selalu dalam keadaan
bersih.
D. Suplai Air atau Sarana Penyediaan Air
- Air yang digunakan harus air bersih dalam jumlah yang cukup memenuhi seluruh
kebutuhan proses produksi.
- Sumber dan pipa air untuk keperluan selain pengolahan pangan seharusnya terpisah
dan diberi warna yang berbeda.
- Air yang kontak langsung dengan pangan sebelum diproses harus memenuhi
persyaratan air bersih.
E. Fasilitas dan Kegiatan Higiene dan Sanitasi
- Tersedia alat dan bahan untuk cuci peralatan produksi
- Pembersihan dilakukan secara berkala baik menggunakan sistem CIP (Cleaning In
Place) dan COP (Cleaning Out Place)
F. Kesehatan dan Higiene Karyawan
- Tersedia toilet, tempat cuci tangan, ruang ganti pakaian kerja dalam jumlah yang
cukup
- Karyawan memakai APD seperti masker, penutup kepala, dan sarung tangan serta
tidak menggunakan perhiasan
G. Pemeliharaan dan Program Higiene dan Sanitasi
- Tidak ada hewan berkeliaran di tempat produksi
- Sampah di ruang produksi tidak dibiarkan menumpuk
H. Penyimpanan
- Diperlukan rak penyimpanan agar produk tidak langsung menempel ke lantai dan
dinding
- Bahan baku, bahan pengemas dan produk jadi memiliki penyimpanan terpisah
- Bahan yang lebih dulu masuk harus digunakan terlebih dahulu (FIFO)
I. Pengendalian Proses
- Harus ditentukan komposisi bahan yang digunakan dan komposisi formula untuk
memproduksi jenis pangan yang akan dihasilkan.
- Harus mencatat dan menggunakan komposisi yang telah ditentukan secara baku
setiap saat secara konsisten
- Harus menentukan jenis, ukuran, dan spesifikasi kemasan yang digunakan.
- Harus menggunakan bahan kemasan yang sesuai untuk pangan
- Memantau proses sesuai diagram alir
J. Pelabelan Pangan
- Keterangan label sekurang-kurangnya berisi nama produk; daftar bahan yang
digunakan; berat bersih atau isi bersih; nama dan alamat pihak yang memproduksi;
tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa; nomor sertifikasi produksi (P-IRT); dan
kode produksi harus dicantumkan pada setiap label pangan.
- Tidak mencantumkan klaim kesehtan dan gizi
K. Pengawasan Oleh Penanggung Jawab
- Memiliki penanggung jawab yang sudah memahami CPPOB dan tersertifikasi
- Melakukan audit rutin
L. Penarikan Produk
- Pemilik IRT harus menarik produk pangan dari peredaran jika diduga menimbulkan
penyakit atau keracunan pangan
- Pemilik IRT harus menghentikan produksinya sampai masalah terkait diatasi.
- Pangan yang terbukti berbahaya bagi konsumen harus dimusnahkan.
M. Pencatatan dan Dokumentasi
- Semua dokumen harus lengkap, ditulis dengan jelas, dan dapat
dipertanggungjawabkan
- Semua dokumen harus ditandatangani dan diberi tanggal
- Dokumen harus disimpan dengan baik
- Data minimal yang harus dimuat dalam dokumen minimal sebagai berikut :
▪ Struktur organisasi
▪ Penjelasan jabatan
▪ Laporan pelatihan karyawan
▪ Laporan dan prosedur kegiatan sanitasi
▪ Spesifikasi bahan baku
▪ Formula utama produk
▪ Laporan prosedur proses produksi
▪ Spesifikasi produk akhir (produk jadi)
▪ Spesifikasi kemasan
▪ Prosedur pengemasan
▪ Laporan dan prosedur pelabelan
N. Pelatihan Karyawan
- Karyawan yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan pangan harus dilatih
secara khusus tentang pentingnya sanitasi dan keamanan pangan.
-

Anda mungkin juga menyukai