NAMA : WELDAN APRILLIANTO
KELAS :A
NIM :19041125
UAS
1. Pengertian Basis Data
Jadi arti dari basis data adalah kumpulan terorganisasi dari data – data yang saling
berhubungan sedemikian rupa sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta
dipanggil oleh penggunanya. Atau Definisi Basis data juga dapat diartikan sebagai
kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih tabel yang terintegrasi satu sama lain,
dimana setiap user diberi wewenang untuk dapat mengakses ( seperti
mengubah,menghap dll.) data dalam tabel-tabel tersebut.
Sedangkan pengertian sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari koleksi data
atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses
data tersebut. Komponen Utama Sistem Basis Data :
Perangkat Keras (Hardware)
Sistem Operasi (Operating Sistem)
Basis data (Database)
Pemakai (User).
Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya.
Tujuan Utama Sistem Basis Data sendiri adalah :
Menunjukkan suatu lingkungan yang tepat dan efisien didalam melakukan
pengambilan (retrieving) dan penyimpanan (storing) informasi basis data, serta
menyediakan antarmuka yang lebih ramah kepada user dalam melihat data.
2. 1. OBDM (Object Based Data Model) = Model Data berbasis Obyek
Jenis model data berbasis obyek merupakan himpunan data dan prosedur atau relasi
yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada
obyek data. Pada jenis model ini terdiri dari beberapa bagian yaitu, Entity
Relationship Model, Semantic Model dan Binary model.
2. RBDM (Record Based Data Model) = Model data berbasis Record
Pada jenis model data berbasis record yaitu himpunan data dan prosedur atau relasi
yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data model yang
didasarkan pada record. Pada jenis model data ini terdapat beberapa bagian yaitu,
Hierarchycal model, Network model, Relational model.
3. 3. PBDM ( Physical Based Data Model) = Model data berbasis Fisik
Pada jenis model data berbasis fisik digunakan untuk menguraikan data di tingkat
internal atau menjelaskan kepada pemakai bagaimana data-data dalam basis data
disimpan dalam media penyimpanan secara fisik. Model ini jararang digunakan
karena kerumitan dan kompleksitasnya yang justru menyulitkan pemakai. Pada model
ini terdapat beberapa bagian antara lain: Unifying model dan frame memory.
3. 1 Hardware
Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media
komunikasi untuk sistem jaringan.
1. Operating System
Yakni merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan
seluruh sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer.
Harus sesuai dengan DBMS yang digunakan.
2. Database
Yakni basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem
basis data bisa terdiri dari lebih dari satu basis data.
3. DBMS (Database Management System)
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Contoh kelas
sederhana: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox.
Contoh kelas kompleks: Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix,
Sybase.
4. User ( Pengguna Sistem Basis Data )
Orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, mulai dari yang
merancang sampai yang menggunakan di tingkat akhir.
5. Optional Software
Perangkat lunak pelengkap yang mendukung. Bersifat opsional.
4. [Link] To Many (I-M)
One to Many adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua
berbading satu berbanding banyak :
Contoh:
Gambar diatas menggambarkan 2 entitas dengan 1 relasi dimana kita membacanya
ialah, 1 ruangan dapat ditempati oleh banyak pasien.
[Link] To One(I-I)
One To One adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua
berbading satu berbanding satu :
Contoh:
gambar diatas menggambarkan hubungan 2 entitas dengan 1 relasi cara membacanya
adalah 1 karyawan menempati 1 jabatan begitu pula sebaliknya, 1 jabatan diduduki
oleh 1 karyawan
[Link] To Many(M-M)
Many To Many adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua
berbading Banyak berbanding banyak :
Contoh :
Pada gambar di atas terdapat 2 entitas dengan 1 relasi dimana relasinya atau
mappingnya adalah many to many, cara mencocokannya adalah sesuai dengan gambar
diatas mengartikan bahwa 1 cutomer dapat memesan banyak barang, lalu kondisinya
kita balik, 1 barang dapat dipesan oleh banyak customer, nah ketika kita menemukan
hal tersebut didalam suatu relasi database, maka relasionnya atau belah ketupatnya
dimana pada study case dia atas adalah “pesan”, menjadi table dalam database sebagai
table pengampu.
ERD ini banyak digunakan biasanya oleh databse analisis, guna menganalisa data-data
apa saja yang akan di buat dalam suatu aplikasi.
5. 1 Entitas
Kumpulan objek yang dapat diidentifikasikan secara unik atau saling berbeda. Simbol
dari entitas biasanya digambarkan dengan persegi panjang. Selain itu, ada juga
“Entitas Lemah” yang dilambangkan dengan gambar persegi panjang kecil di dalam
persegi panjang yang lebih besar. Disebut entitas lemah karena harus berhubungan
langsung dengan entitas lain sebab dia tidak dapat teridentifikasi secara unik.
1. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi
untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Atribut kunci
merupakan hal pembeda atribut dengan entitas. Gambar atribut diwakili oleh
simbol elips dan terbagi menjadi beberapa jenis:
Atribut kunci (key): atribut yang digunakan untuk menentukan entitas
secara unik. Contoh: NPWP, NIM (Nomor Induk Mahasiswa).
Atribut simpel: atribut bernilai tunggal yang tidak dapat dipecah lagi
(atomic). Contoh: Alamat, tahun terbit buku, nama penerbit.
Atribut multinilai (multivalue): atribut yang memiliki sekelompok nilai
untuk setiap entitas instan. Contoh: nama beberapa pengarang dari
sebuah buku pelajaran.
Atribut gabungan (composite): atribut yang terdiri dari beberapa atribut
yang lebih kecil dengan arti tertentu. Contoh: nama lengkap yang terbagi
menjadi nama depan, tengah, dan belakang.
Atribut derivatif: atribut yang dihasilkan dari atribut lain dan tidak wajib
ditulis dalam diagram ER. Contoh: usia, kelas, selisih harga.
2. Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang
berbeda. Gambar relasi diwakili oleh simbol belah ketupat. Relasi juga terbagi
menjadi beberapa jenis:
One to one: setiap entitas hanya bisa mempunyai relasi dengan satu
entitas lain. Contoh: siswa dengan nomor induk siswa
One to many: hubungan antara satu entitas dengan beberapa entitas dan
sebaliknya. Contoh: guru dengan murid dan sebaliknya.
Many to many: setiap entitas bisa mempunyai relasi dengan entitas lain,
dan sebaliknya. Contoh: siswa dan ekstrakurikuler.
3. Garis
Garis yang menghubungkan antar atribut untuk menunjukkan hubungan entitas
pada diagram ER. Garis selain sebagai penghubung juga sebagai relasi yang
menginformasikan fungsi dari Entity yang satu dengan lainnya. Melalui Garis
ini kita bisa mengetahui bagaimana flow suatu ERD mulai dari memulai flow
sampai akhirnya.
6. Keuntungan Pemakaian Basis Data :
1. Terkontrolnya kerangkapan data.
2. Terpeliharanya keselarasan data apabila ada perubahan data pada aplikasi yang
berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.
3. Data dapat dipakai secara bersama.
4. Keamanan data terjamin.
5. Terpeliharanya integritas data.
6. Terpeliharanya keseimbangan (ketersediaan) data dari berbagai macam kebutuhan
data yang berbeda dalam setiap aplikasi.
Kerugian Pemakaian Basis Data :
1. Storage (tempat penyimpanan data) yang digunakan besar.
2. Dibutuhkan tenaga yang terampil dalam mengelola data.
3. Perangkat lunaknya mahal.
4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen lain yang
terkait.