Pengertian dan Struktur Karya Tulis Ilmiah
Pengertian dan Struktur Karya Tulis Ilmiah
Written by Ahmad
Karya Tulis Ilmiah Beserta Keunikannya – Halo Gramedians, jika mendengar tentang karya
tulis ilmiah, secara sederhana, pasti yang terbayang adalah suatu tulisan yang berisi hal-hal logis,
terkait dengan suatu penelitian,dan menghasilkan penemuan baru, benar atau tidak?
Tapi, sebenarnya, apa sih pengertian karya tulis ilmiah itu? Bagaimana fungsi, jenis, struktur,
dan contohnya? Supaya tidak penasaran, simak terus ulasannya ya!
Daftar Isi
Sangat disarankan, penulisan karya tulis ilmiah, menggunakan kata yang tidak ambigu, atau
memiliki makna ganda, maka diperlukan penggunaan gaya bahasa yang lugas, eksplisit,
menggunakan variasi istilah ilmiah yang sesuai dengan aturan pedoman umum ejaan bahasa
Indonesia.
Agar dapat menulis dan dapat menyusun karya tulis ilmiah yang baik, buku Karya Tulis Ilmiah
Sosial (Edisi Revisi) oleh Yunita T. Winarto, Ibnu Wahyudi, Ezra M. Choesin, Dkk dapat
dijadikan referensi karena di dalamnya dijabarkan bagaimana cara menemukan ide atau gagasan
serta menuangkan ide tersebut ke dalam bentuk tulisan karya ilmiah.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teori mengenai arti karya tulis ilmiah, turut serta
berkembang sesuai dengan tema penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, kerangka teori,
sehingga memunculkan pengetahuan-pengetahuan baru mengenai arti karya tulis ilmiah ini
sendiri . Yuk Gramedians, kita simak pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :
1. Eko Susilo, M.
Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat
ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun
menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.
Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para
ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan
menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas
mengenai fungsi karya tulis ilmiah.
Bahkan ada sebuah sekolah di Yogyakarta, yang bernama Sanggar Anak Alam, membiasakan
siswanya membuat laporan hasil risetnya, sebagai laporan bukti belajarnya selama satu semester
atau yang disepakati, sebagai pengganti ujian semester atau dokumentasi belajar, hal tersebut
dilakukan oleh anak sejak berada kelas satu tingkat sekolah dasar.
Agar lebih lengkap lagi, ketika berada di bangku perguruan tinggi, menulis laporan praktikum
dan membuat makalah, merupakan kegiatan rutin, yang berujung pada penulisan skripsi atau
tugas akhir, tesis bagi mahasiswa yang mengambil program master atau magister, disertasi bagi
mahasiswa yang mengambil program doktoral. Sebagai fungsi pendidikan, karya tulis ilmiah,
menghadirkan pengalaman menulis tersendiri bagi siswa, maupun mahasiswa.
2. Fungsi Untuk Penelitian
Pada setiap masa, ilmu pengetahuan semakin berkembang, sesuai dengan pertumbuhan sosial
masyarakat. Dari sini, karya tulis ilmiah dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian
seseorang, dengan menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru, setelah memperoleh data-data
yang akurat, diolah, disimpulkan, kemudian diterapkan dalam kehidupan.
3. Fungsi Fungsional
Karya tulis ilmiah ditulis oleh penulis dari berbagai disiplin ilmu. Penjelasan arti fungsi
fungsional berarti, karya tulis ilmiah dapat menjadi media pengembangan pengetahuan sebagai
bahan tinjauan pustaka, untuk kebutuhan dari berbagai disiplin ilmu.
Sehingga penulis memerlukan keterampilan membaca yang efektif, agar tidak membuang energi
dalam menyusun karya tulis ilmiah. Bagi pembacanya, karya tulis ilmiah melatih pembacanya
untuk terampil membaca mengenai hal-hal yang diperlukan, untuk membangun pengetahuannya,
tidak melebar ke topik atau tema yang tidak diperlukan.
Play
Unmute
Loaded: 0.00%
Fullscreen
Antar karya tulis ilmiah, jika memiliki fokus perhatian terhadap penelitian yang sama, dengan
sendirinya akan mencari acuan pendukung yang terdekat.
1. Artikel
Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk,
meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat
dengan jumlah karakter tertentu.
Biasanya artikel dibuat untuk keperluan publikasi di buletin, surat kabar, media sosial, kanal
digital, dan lain sebagainya. Sebagai contoh adalah sebuah artikel mengenai “Dongeng sebagai
Sarana Terapi Multi Intelligence” dari sumber
[Link]
terapi-multiple-intelegences, disini melibatkan teori dari Gardner mengenai Multiple
Intelligence.
Dalam menulis jurnal ilmiah yang terakreditasi, terdapat beberapa prasyarat dan tuntutan yang
perlu kamu ikuti. Jika Grameds tertarik, buku Strategi Menulis Artikel Jurnal Bereputasi oleh
OOS M. ANSWAS, [Link]. DR. E. DKK akan sangat sesuai untuk kamu.
2. Makalah
Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan
terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil
observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk
mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam
seminar, simposium, atau uji materi.
Dalam membuat makalah yang baik juga terdapat aturan serta tuntutan yang harus diikuti. Buku
berjudul 8 Langkah Praktis Menulis Makalah Sains Di Jurnal Ilmiah Sebagai Penulis Pertama
oleh Dr. Endra Gunawan, S.T, [Link]. menjelaskan mengenai berbagai langkah dalam proses
penulisan sebuah makalah.
3. Skripsi
Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan
suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang
membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku.
Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi
mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.
Menulis atau menyusun skripsi bukanlah hal yang mudah, dimana memerlukan peelitian serta
pengetahuan teknis dalam proses pembuatannya. Pada buku Menulis Skripsi, Jurnal, dan Tulisan
Ilmiah dengan MS Word oleh Jubilee Enterprise, Grameds akan diajarkan langkah-langkah
menyusun karya tulis ilmiah yang baik.
4. Work paper
Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan
jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam.
Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan,
metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar
auditnya.
5. Paper
Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat
kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat.
Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan
pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada
analisis masalahnya saja.
6. Tesis
Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis
menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih
kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih
gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)
Dalam menulis tesis yang baik, Grameds dapat membaca panduan pada buku Bagaimana
Menulis Tesis oleh Umberto Eco yang pertama kali terbit di Itali pada tahun 1977 yang sudah
diterjemahkan.
7. Disertasi
Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih
tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa
program studi strata tiga (S-3).
Isi dari disertasi merupakan hasil penelitian orisinil yang nantinya dapat diaplikasikan ke
kehidupan nyata, biasanya, disertasi diuji oleh seorang profesor, atau doktor senior dan
profesional.
Disertasi merupakan penelitian yang sulit untuk dilakukan. Pada buku Statistik Terapan: Aplikasi
untuk Riset Skripsi, Tesis dan Disertasi Menggunakan SPSS, AMOS dan Excel oleh Jonathan
Sarwono & Herlina Budiono kamu akan diajarkan bagaimana menggunakan statistik pada
penelitian kuantitatif yang akan kamu lakukan.
Banyak kan jenis-jenis karya tulis ilmiah yang bisa kita bahas? Setelah mengetahui jenis-jenis
karya tulis ilmiah ini, kita akan bahas lagi mengenai cara-cara menulisnya ya Gramedians.
Membuat karya tulis ilmiah, ibarat kita melangkah menuju sebuah titik tertentu yang sering
disebut sebagai suatu kesimpulan, sebelum diterapkan dalam sebuah tindakan.
1. Peristiwa
Jika ingin karya tulis ilmiah kita diterima oleh pembaca, maka dibutuhkan adanya suatu
perencanaan yang baik.
Pada tahapan penulisan karya tulis ilmiah, diawali dengan proses perencanaan, penulis
merencanakan apa yang akan ditulis. Dalam tahap perencanaan ini diperlukan adanya topik suatu
karya, tujuan menulis, sasaran pembaca, serta ruang lingkup dari karya tulis ilmiah ini sendiri.
2. Ungkapkan
Tahap ungkapkan ini, berisi mengenai pengungkapan data-data penunjang, baik dari hasil
penelitian, studi kasus, studi literasi, atau melakukan wawancara dengan mempersiapkan
pertanyaan-pertanyaan dan juga bahan observasi.
3. Analisis
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menganalisis data tersebut, biasanya disebut
sebagai olah data. Data diolah dengan perumusan masalah yang sesuai dengan topic yang
diangkat, namun tentunya tidak lepas dari data-data pendukung yang telah terkumpul.
Pada tahap ini, dapat dimulai untuk membuat kerangka atau draf dari karya tulis ilmiah ini.
Namun jangan lupa, kaji terlebih dahulu permasalahan yang muncul, dari mulai tahap
perencanaan, pengumpulan data, sampai dengan analisis ini berlangsung.
4. Kesimpulan
Tahap kesimpulan, menjadi jawaban dari untaian peristiwa yang muncul dalam merancang
penulisan sebuah karya tulis ilmiah. Kesimpulan dapat menjadi penjelas bagi penulis dan
pembaca, karena biasanya semua yang terlibat, akan lebih paham dan jelas setelah muncul
kesimpulan.
5. Terapkan
Perencanaan penulisan yang rapi dan sistematis, tidak akan menghadirkan manfaat jika tidak
diterapkan dengan baik. Penerapan dalam pembuatan karya tulis adalah mulai menulis.
Nah, belum berhenti disini saja, ya Gramedians, penulisan karya tulis ilmiah, ternyata memiliki
struktur yang harus kita perhatikan. Yuk, kita simak penjelasannya!
1. Halaman Judul
Judul karya, diangkat berdasar tema dari karya tulis ilmiah yang akan dibuat. Judul hendaknya
ditulis seunik dan semenarik mungkin, sehingga memunculkan keingintahuan dan rasa penasaran
bagi calon pembacanya.
Selain memantik rasa penasaran bagi calon pembacanya, judul juga dapat dibuat untuk memberi
gambaran awal mengenai isi karya tulis ilmiah ini bagi calon pembaca. Pada halaman judul ini,
nama penulis, judul karya tulis ilmiah, institusi atau lembaga, tanggal, bulan, tahun dan tempat
karya tulis ilmiah dibuat, ditulis dengan aturan rata tengah, diurutkan setelah judul di bagian
bawah.
2. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan dari keseluruhan isi suatu karya tulis ilmiah, abstrak berfungsi
memberikan penjelasan kepada pembaca, agar secara cepat, pembaca memahami isi, maksud dan
tujuan dari penulis, menuliskan karya tulis ilmiah tersebut. Abstrak bersifat informatif, namun
tidak terlalu panjang penulisannya, kurang lebih 250 kata.
3. Pendahuluan
Dari dasar kata pembentuknya, kita tahu bahwa pendahuluan ini berada di depan, sebagai
pemberi salam untuk pembaca. Pendahuluan, biasanya menceritakan alasan penulis melakukan
penelitian, apa yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan, menceritakan tujuan, serta
manfaat dari karya tulis ilmiah ini dibuat.
4. Kerangka Teoritis
Dari asal katanya, kerangka berasal dari kata rangka, yang berfungsi sebagai penyangga, pilar,
garis besar, atau konsep. Sedangkan teori adalah suatu pendapat atau argumen yang didapat
berdasar penelitian atau penemuan, yang didukung oleh data atau fakta penunjang.
Maka dengan definisi pengertian di atas, kerangka teori merupakan garis besar rancangan konsep
sistematis yang menjadi panduan sebuah penelitian.
5. Metode Penelitian
Untuk mengembangkan kerangka yang telah dibuat, terlebih dahulu, harus ditentukan metode
penelitiannya. Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan seorang peneliti,
untuk memperoleh hasil yang tepat dari penelitiannya tersebut.
Biasanya metode yang dipakai adalah metode kualitatif, metode kualitatif secara garis besar
berfokus pada analisa dan dan riset yang mendalam. Sedangkan Metode kuantitatif merupakan
metode yang banyak terkait dengan penggunaan angka, tabel dan statistic.
6. Pembahasan
Pembahasan menjadi bagian yang paling panjang pada penulisan karya tulis ilmiah. Pembahasan
berfungsi menjelaskan tujuan, manfaat, metode, kerangka teori, serta rumusan masalah, yang
disertai dengan data-data yang diperoleh. Jika karya tulis ilmiah ini dibagikan ke khalayak
umum, yang akan memunculkan tanya jawab, adalah pada bagian ini.
Saran biasanya berisi pesan dari penulis, agar suatu ketika, jika pembaca ingin melakukan
penelitian yang sama, mereka dapat menemukan cara yang efektif, atau justru mengembangkan
lebih luas lagi.
8. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang berisi sumber teori yang digunakan oleh penulis
dalam penelitiannya. Penulisan daftar pustaka biasanya dituliskan dengan format nama penulis,
judul tulisan, nama penerbitnya, identitas, dan kapan diterbitkan.
Setelah kita bahas semua keunikan tentang karya tulis ilmiah, ada baiknya kita lihat contoh karya
tulis ilmiah yang baik dan benar ya Gramedians!
Baca juga : Contoh Resensi Buku: Pengertian, Manfaat, Unsur dan Cara Meresensi Buku
G. Contoh Karya Tulis Ilmiah
1. Contoh Karya tulis ilmiah tentang persoalan remaja
“Mengelola Kesejahteraan Mental Pada Remaja”
Oleh
Andy Hermawan, [Link], [Link] Pendidikan Alternatif
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selain sejahtera secara fisik dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, papan, serta sandang, setiap
orang perlu memiliki kesehatan mental, termasuk remaja. Usia remaja adalah usia yang rawan
khususnya dalam situasi yang sulit. Situasi sulit yang berpotensi menurunkan kesejahteraan
mental adalah Covid-19. Kebutuhan belajar dan bertemu teman, beserta seluruh variasinya, harus
tergantikan dengan belajar mandiri dan secara virtual. Situasi ini berpotensi membuat anak
merasa bosan dan mengalami emosi negatif.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pandemi terhadap kesehatan mental remaja?
C. Tujuan penelitian
Memperoleh kiat mengelola kesejahteraan mental pada remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Efek Pandemi Bagi Kehidupan
Pandemi yang sudah terjadi selama kurang lebih satu tahun, dan tanpa ada kepastian kapan akan
berakhir, telah membawa banyak perubahan dalam beraneka ragam kehidupan yang sangat
berpengaruh terhadap optimalisasi perkembangan remaja dalam berbagai aspek.
1. Efek Dibandingkan
Respon anak terhadap peristiwa yang penuh tekanan itu unik dan bervariasi. Orang dewasa perlu
memahami bahwa respon anak tersebut alami dan perlu menunjukkan empati, serta kesabaran
ketika menghadapi respon tersebut.
3. Efek Aktivitas
Remaja akan mudah bosan ketika mengalami aktivitas yang monoton, bahkan kekhawatiran
dalam diri akan meningkat. Orang tua dapat memberi pilihan-pilihan untuk mengisi aktivitas-
aktivitas yang bermanfaat.
PENUTUP
KESIMPULAN
Pada remaja, kondisi sejahtera secara mental, ditandai dengan tercapainya tahapan
perkembangan, kebutuhan emosional, keterampilan sosial yang sehat, serta kemampuan
berhadapan dengan situasi yang sulit dan masalah yang muncul. Kondisi tersebut hanya dapat
diperoleh dalam situasi ketika remaja mendapatkan dukungan dan cinta tanpa syarat dari
keluarga, lingkungan yang membuat kepercayaan diri dan harga dirinya terjaga, kesempatan
untuk mengeksplorasi dunia luar, serta lingkungan yang sehat dan aman.
Daftar Pustaka
Leila, Ch, Budiman (1999). Menjadi Orang Tua Idaman, Rubrik Konsultasi Psikologi KOMPAS.
Jakarta: KOMPAS.
2. Contoh Karya tulis ilmiah tentang pengelolaan limbah masker medis
“Dampak Limbah Masker Medis Bagi Lingkungan”
Oleh
Andy Hermawan, [Link], [Link]
Praktisi Pendidikan Alternatif
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semenjak virus Corona Covid-19 merebak di [Link] kebiasaan baru wajib diterapkan
dalam masyarakat Indonesia. Berbagai protokol kesehatan, harus dipatuhi setiap masyarakat saat
beraktivitas. Salah satunya menggunakan masker yang direkomendasikan oleh pemerintah untuk
menekan laju penyebaran virus Covid-19. Selama pemberlakuan protokol kesehatan
berlangsung, penggunaan masker medis semakin meningkat. Meningkatnya penggunaan masker
medis, memperbesar meningkatnya jumlah limbah sampah masker yang hanya sekali pakai ini.
Bahaya limbah masker yang sekali pakai ini bukan hanya berdampak bagi lingkungan, tapi juga
berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar. Seperti kita ketahui bersama, penyebaran virus
Corona Covid-19 melalui droplet orang yang terinfeksi virus tersebut. Virus tersebut bisa
menyebar melalui udara, saat orang yang terinfeksi tersebut berbicara, bersin, batuk, dan bahkan
dapat menempel pada medium yang tersentuh oleh kulit yang sebelumnya tertempel oleh virus
tersebut.
Bisa dikatakan, bahwa masker menjadi media pertama penyebaran virus tersebut, karena masker
selalu menempel pada wajah, menutupi indera penciuman manusia, yaitu mulut dan hidung,
apalagi jika pengguna masker tersebut terinfeksi virus Corona Covid. Maka dari itu diperlukan
upaya untuk mengurangi penyebaran virus akibat limbah masker medis atau masker sekali pakai
ini.
B. Rumusan Masalah
Meningkatnya jumlah limbah masker medis, selain berdampak pada lingkungan, juga berpotensi
menyebarkan virus Corona Covid-19 di masyarakat.
C. Tujuan penelitian
Memperoleh jalan keluar terbaik dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan kesehatan,
khususnya menekan laju penyebaran virus Covid-19 dengan meminimalkan limbah masker
medis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Potensi merebaknya virus yang bersumber dari limbah masker
Masker berfungsi melindungi orang yang memakai masker, agar tidak terinfeksi virus Covid-19
dan mencegah penularan dari orang yang memiliki gejala. Penggunaan masker yang semakin
meningkat di kalangan masyarakat, menambah banyak limbah masker sekali pakai.
Dalam satu waktu kebutuhan, masyarakat menggunakan masker lebih dari satu kali sehari, jika
dikalikan dengan jumlah penduduk di Indonesia, maka kita bisa bayangkan, berapa juta lembar
limbah masker diproduksi dalam satu hari. Beberapa kemungkinan dan potensi buruk akibat
semakin banyaknya limbah masker medis akan muncul.
Masker yang telah dipakai, harus dipastikan aman atau terbebas dari virus sebelum dibuang, dari
permasalahan ini, udara juga menjadi salah satu media yang potensial menyebarkan virus
tersebut..
Melakukan desinfektan terhadap masker yang telah dipakai atau memanaskan masker pada suhu
di atas 70 derajat selama 45 menit sebelum dibuang, atau diolah menjadi limbah yang aman dan
ramah lingkungan. Selain itu kita dapat pula membuat sendiri masker yang ingin kita
pergunakan, bahkan dapat beulangkali dicuci, agar limbah masker sekali pakai dapat ditekan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Penyebaran virus Corona Covid-19 tidak dapat diperkirakan dari mana sumbernya, melalui apa
perantaranya, dan siapa saja yang membawa. Masker dapat meminimalkan resiko terinfeksi virus
tersebut. Sebagai orang yang paham akan kesehatan dan peduli terhadap kesehatan lingkungan.
Kita wajib melakukan desinfeksi sedini mungkin terhadap limbah masker tersebut. Pisahkan dari
limbah rumah tangga yang lain, agar tidak menginfeksi sesama kita yang lain. Selain itu kita
dapat menggunakan masker yang sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh organisasi
kesehatan dunia yaitu WHO (World Health Organization), yang dapat dipakai berkali-kali,
tentunya dengan mencuci masker tersebut setelah dipakai.
Daftar Pustaka
Dua contoh karya tulis ilmiah di atas, disusun oleh penulis sendiri, nah sekarang kita coba lihat
beberapa contoh karya tulis ilmiah yang dilansir dari sumber [Link] ya
Gramedians. Yuk kita simak.
Selain itu, dolanan tradisional juga memiliki sifat edukatif, rekreatif dan reflektif. Atau dengan
kata lain memiliki sifat mendidik, menggembirakan, dan juga ssebagai refleksi diri.
B. Rumusan Masalah
Apa pengertian dolanan tradisional?
Apa pengaruh dolanan tradisional di dalam membentuk karakter anak?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengertian dari dolanan tradisional dan juga pengaruhnya terhadap karakter
anak.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dolanan Tradisional
Kata “dolanan” adalah suatu kata yang diambil dari Bahasa Jawa. Kata dolanan mempunyai arti
mainan atau juga permainan. Sedangkan kata tradisional merupakan cara berpikir dan juga
tingkah laku yang sesuai dengan adat dan sudah ada sejak zaman dahulu.
Dolanan anak disebut juga sebagai simbolisasi pengetahuan yang secara turun temurun dan juga
mempunyai berbagai macam fungsi di dalamnya.
B. Pendidikan Karakter
Secara sederhana, pendidikan karakter adalah segala usaha yang bisa dilakukan untuk
memengaruhi karakter para siswa. Usaha tersebut dilakukan supaya seseorang bisa memahami
pentingnya karakter yang positif di dalam diri.
Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona yaitu pendidikan tentang sikap yang meliputi ilmu
sampai tindakan. Tidak hanya itu, perasaan juga termasuk ke dalam pendidikan karakter.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Dolanan tradisional bukan hanya sekedar permainan yang akan memberi dampak gembira.
Dolanan tradisional juga memiliki banyak manfaat. Manfaat itu di antaranya adalah melatih
kecerdasan otak serta motorik anak dan bisa membentuk karakter pada anak.
Anak bisa meningkatkan jiwa sosial di dalam dirinya dan juga berkomunikasi dengan baik serta
bekerjasama dengan teman sepermainan dan juga lingkungannya.
4. Contoh Karya Ilmiah Tentang makanan
Menjaga Kesehatan Jantung
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jantung adalah salah satu organ yang begitu vital di dalam tubuh manusia. Karena itu banyak
orang yang berusaha untuk senantiasa menjaga kesehatan jantung mereka.
Akan tetapi sepertinya masih banyak orang yang kurang peduli akan hal itu. Terbukti dari
banyaknya korban jiwa yang diakibatkan penyakit-penyakit yang menyerang jantung. Oleh
karena itu penelitian tentang menjaga kesehatan jantung perlu untuk dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan jantung?
C. Tujuan Penelitian
Dapat mengetahui cara menjaga kesehatan jantung
BAB II
PEMBAHASAN
Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Banyak penyakit yang menyerang jantung memang masih menjadi masalah yang besar untuk
sebagian orang. Padahal ada banyak cara yang mudah dalam menjaga kesehatan jantung. Setelah
melewati riset yang mendalam, peneliti menemukan beberapa di cara yang antaranya sebagai
berikut:
Menghindari stress, sebab bisa memicu hormon adrenalin abnormal dan juga menyebabkan darah
tinggi.
Menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri juga lingkungan.
Mengatur pola makan. Kurangi lemak serta junkfood dan perbanyak memakan sayur dan juga buah.
Olahraga teratur.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Menjaga kesehatan jantung memang sangat penting untuk manusia demi memperoleh umur yang
panjang. Dan ternyata dalam mendapatkan jantung yang sehat tidak perlu usaha yang terlalu sulit
serta dapat dilakukan sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan jantung maka diharapkan semakin
sedikit korban yang jatuh sebab penyakit yang menyerang jantung.
Daftar Pustaka
5. Contoh karya tulis ilmiah tentang Budidaya Kacang Merah
Pengaruh Media Air Perendaman Terhadap Kecepatan Perkecambahan Tanaman Kacang Merah
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Nusantara merupakan negara agraris yang sangat kaya akan hasil alam atau pertanian, salah satu
jenisnya adalah kacang-kacangan.
Kacang-kacang merupakan bahan pangan yang bermanfaat sebagai sumber dan protein sudah
lama dimanfaatkan oleh penduduk Asia, Amerika latin, Afrika, dan negara lainya.
Di negara kita, Indonesia memiliki lebih dari 12.000 jenis kacang-kacangan, diantaranya yaitu
kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kapri, koro, dan kedelai. Kacang merah merupakan
bahan makanan yang berguna untuk menurunkan kolesterol.
Selain menurunkan kolesterol kacang merah juga memiliki manfaat sebagai untuk mencegah
kadar gula tinggi di tubuh karena kacang merah memiliki kandungan serat yang sangat tinggi.
Di Dalam 100 gram kacang merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat terisi dari serat larut
dalam air dan serat yang tidak larut air.
Protein yang terkandung didalam kacang merah mempunyai manfaat bagi tubuh terutama untuk
kesehatan jantung.
Kacang tanah berbentuk biji, secara sederhana apabila biji tersebut jatuh ke tanah , maka dalam
jangka waktu tertentu biji tersebut mengeluarkan tunas oleh karena itu jenis kacang-kacangan
merupakan tanaman yang sangat mudah untuk ditanam.
Proses itulah yang dinamakan dengan perkecambahan. Kacang merah mempunyai nama ilmiah
Phaseolus Vulgaris.
Proses perkecambahan dapat dipengaruhi dari faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang
disebabkan oleh berupa gen dan hormon.
Sedangkan faktor luarnya adalah berupa susu, cahaya matahari, kelembaban, dan nutrisi yang
sangat berpengaruh dalam perkecambahan. Faktor-faktor tersebut sangat berperan penting bagi
pertumbuhan kacang.
Contohnya saja cahaya matahari, dengan bantuan dari cahaya matahari tumbuhan dapat hidup
dengan baik. Selain itu cahaya matahari juga sangat membantu dalam proses pertumbuhan,
perkecambahan, dan fotosintesis dari tumbuhan tersebut.
Kita tidak akan bisa mengetahui perbedaan yang terjadi pada perkecambahan dan pertumbuhan
tanaman kacang merah jika kita merendam bijinya dengan jenis air yang berbeda.
Untuk itu penulis memilih topik yang berjudul “Pengaruh Media Air Perendaman Terhadap
Kecepatan Perkecambahan Tanaman Kacang Merah”
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan suatu masalah yaitu:
1. Bagaimana kecepatan perkecambahan antara biji kacang merah yang direndam di air PAM
dengan biji kacang merah yang direndam di air kelapa muda?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian karya tulis ilmiah ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis kecepatan perkecambahan antara kacang merah yang direndam di
air PAM dengan kacang merah yang direndam di air kelapa muda.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa
Penelitian ini digunakan sebagai pembelajaran dalam penulisan dan penyusunan karya ilmiah
yang benar, penelitian tersebut merupakan salah satu materi pembelajaran yang dapat berguna di
jenjang pendidikan lebih tinggi dan untuk menanamkan nilai-nilai ilmiah terhadap siswa.
2. Bagi sekolah
Dari penelitian yang penulis lakukan ini, diharapkan agar hasilnya dapat digunakan sebagai
bahan referensi dan pemberdayaan perpustakaan, yang nantinya sebagai bahan acuan dalam
penelitian-penelitian lebih lanjut bagi siswa selanjutnya.
Bab III
Penutup
Kesimpulan
Indonesia memiliki sekitar 12000 varian kacang-kacangan. Kacang-kacangan memiliki banyak
manfaat bagi tubuh kita. Pertumbuhan kacang tanah dimulai ketika biji kacang mengeluarkan
tunas, yang disebut sebagai proses perkecambahan. Agar proses tumbuhnya cepat, ada beberapa
faktor yang berpengaruh. Salah satunya adalah air.
Selain memberi pengetahuan baru bagi dunia ilmu pengetahuan, karya tulis ilmiah ini juga
bermanfaat terhadap keterampilan berliterasi bagi siswa-siswi yang melakukan penelitian.
Nah, seperti itu ya Gramedians, catatan seputar karya tulis ilmiah beserta beberapa contoh dari
berbagai sumber, buat kalian calon ilmuwan yang akan melakukan penelitian dan membuat
karya tulis ilmiah, semoga artikel di atas dapat membantu ya.