SATUAN ACARA PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga
DISUSUN OLEH :
BUDIANA (1PA20007)
INDRA CHRISTIAN UT (1PA200
PRORAM STUDI S1-KEPERAWATAN
STIKES GRIYA HUDASA SUMBAWA
2022-2023
SATUAN ACARA PEYULUHAN
Pokok Pembahasan : Pemberian Makanan Pendamping ASI
Sub Pokok Bahasan : Definisi MPASI, Tujuan pemberian MPASI, Manfaat pemberian
MPASI, Syarat-syarat pemberian MPASI, Cara pemberian MPASI,
Contoh Menu dan Cara Pembuatan MPASI
Sasaran : Orang tua anak
Hari/Tanggal : Minggu, 2 April 2023
Tempat : Rumah keluarga Tn. A
Waktu Pertemuan : 15 menit
Metode : Demontrasi dan Diskusi
LATAR BELAKANG
Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan atau minuman yang
mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi
giziz selain dari ASI. MPASI berupa makanan padat atau cair yang diberikan secara
bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi. Pada usia 6-24 bulan ASI
hanya menyediakan1/2 kebutuhan gizi bayi. Dan pada usia 12-24 bulan ASI menyediakan
1/3 dari kebutuhan gizinya. Sehingga MPASI harus diberikan pada saat bayi berusia 6
bulan (Kemenkes RI, 2014).
Usia 6 bulan sampai dengan 24 bulan, merupakan masa rawan pertumbuhan
bayi/anak. Varghese & Susmitha (2015) menyebut periode ini dengan nama penyapihan
(weaning) yang merupakan proses dimulainya pemberian makanan khusus selain ASI,
berbentuk padat atau semi padat secara bertahap jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur
dan konsistensinya sampai seluruh kebutuhan nutrisi anak dipenuhi. Memulai pemberian
Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada saat yang tepat akan sangat bermanfaat bagi
pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Tumbuh kembang anak akan terganggu jika makanan pendamping tidak
diperkenalkan pada usia 6 bulan, atau pemberiannya dengan cara yang tidak tepat. Karena
diusia 6 bulan, kebutuhan bayi untuk energy dan nutrisi mulai melebihi apa yang
disediakan oleh ASI, dan makanan pendamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Pada usia ini perkembangan bayi sudah cukup siap untuk menerima makanan lain
(WHO, 2016). Peraturan pemerintah No 33 Tahun 2012, memberikan Makanan
Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sejak umur 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI
sampai umur 2 tahun. Penerapan pola pemberian makan ini akan mempengaruhi derajat
kesehatan selanjutnya dan meningkatkan status gizi bayi.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah diberi penyuluhan diharapkan keluarga pasien mampu memahami
bagaimana Pemberian MPASI pada anak
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Pemberian MPASI, diharapkan keluarga pasien
mampu untuk:
1. Memahami definisi MPASI
2. Memahami tujuan pemberian MPASI
3. Memahami manfaat pemberian MPASI
4. Memahami syarat-syarat pemberian MPASI
5. Memahami cara pemberian MPASI
6. Memahami contoh menu dan cara pembuatan MPASI
ALOKASI WAKTU : ( 15 menit )
No Penyuluh Audiens waktu
Pembukaan
1 Memberi salam dan memperkenalkan diri dan Kontrak Menjawab 1 mnt
waktu dengan audiens salam
2 A persepsi dengan memberi pertanyaan awal tentang Menjawab 1 mnt
Pemberian MPASI
3 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema penyuluhan Mendengarkan 1 mnt
Isi: Mendengarkan 7 mnt
Materi
4 1. Definisi MPASI
2. Tujuan pemberian MPASI
4. Manfaat pemberian MPASI
5. Syarat-syarat pemberian MPASI
6. Cara pemberian MPASI
7. Contoh Menu dan Cara Pembuatan MPASI
5 Penutup: Mendengarkan 4 mnt
dan Menjawab
Memberikan edukasi dan mengucapkan salam
Salam
STRATEGI PENYULUHAN
Demontrasi dan Diskusi
MEDIA PENYULUHAN
Leaflet, lembar balik
DENAH
PENYULUH
AUDIENCE
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI
A. Definisi MPASI
Makanan pendamping adalah makanan yang diberikan kepada bayi setelah
cukup bulan zat gizi yang diperlukan bagi bayi karena produksi ASI mulai
berkurang dimana bayi secara perlahan-lahan dibebaskan dengan makanan orang
dewasa (Kemenkes RI, 2013).
Menurut Kemenkes RI 1997, bahwa makanan tambahan adalah makanan
yang diberikan kepada bayi umur 4 bulan keatas untuk memenuhi kebutuhan
gizinya sedangkan menurut Diah dan Rina (2010) makanan tambahan adalah
makanan yang diberikan kepada bayi setelah berusia 4 atau 6 bulan sampai
dengan usia 24 bulan.
Pemberian makanan padat harus diberikan secara bertahap dimulai pada
bayi berusia 6 bulan karena pada usia ini kebutuhan bayi akan zat gizi menjadi
semakin bertambah dengan pertumbuhan dean perkembangan bayi sedangkan
produksi ASI mulai menurun. Oleh karena itu, bayi sangat memerlukan makanan
tambahan sebagai pedamping ASI atau minuman pengganti ASI (MPASI)
disamping itu juga bayi telah memiliki reflek mengunyah hingga harus mulai
diperkenalkan dan diberikan makanan lumat pemberian makanan pendamping
harus dilakukan secara bertahap baik untuk jumlah dan macamnya.
B. Tujuan Pemberian MPASI
Dengan memperhatikan tujuan pemberian makanan tambahan terhadap
anak, orang tua dapat memahami dari tujuan tersebut diantaranya adalah,
1. Sebagai komplemen terhadap ASI agar anak memperoleh cukup energy
protein dan zat-zat gizi lainnya (vitamin dan mineral), untuk tumbuh dan
berkembang secara normal (Deddy, 2012)
2. Sebagai pelengkap makanan tambahan untuk metih dan membiasakan
anak terhadap makanan yang akan dimakannya dikemudian hari,
disamping sebagai tambahan atas kebutuhan yang meningkat sesuai
dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Jadi makanan tambahan
diharapkan dapat menambah energy, protein, vitamin, mineral serta
menambah makanan secara (Riadi, 2012).
C. Manfaat Pemberian MPASI
1. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang
2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam
makanan dengan berbagai macam rasa dan bentuk.
3. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan
4. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energy
tinggi
D. Syarat-Syarat Pemberian MPASI
Menurut Diah dan Rina, 2010, makanan tambahan anak sebaiknya memenuhi
syarat sebagai berikut:
1. Nilai energy dan kandungannya yang tinggi
2. Proteinnya tinggi
3. Memiliki nilai sublementasi yang baik, vitamin dan mineral
4. Dapat diterima oleh alat perncernaan anak dengan baik
5. Harganya relative murah
6. Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara local
7. Bersifat padat gizi
E. Cara Pemberian MPASI
1. Berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dalam bentuk encer kemudian
lebih kental secara berangsur-angsur
2. Makanan diperkenalkan secara satu persatu sampai bayi benar-benar dapat
menerimanya
3. Makanan yang didapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan
harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur. Cara pemberiannya yaitu
kuning telurnya terlebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi maka pada hari
berikutnya dapat diberikannya boleh diberikan putih telurnya.
4. Pada pemberian makanan jangan dipaksa sebaiknya diberikan pada saat bayi
lapar
F. Contoh Menu dan Cara Pembuatan MPASI
1. Pure Beras Merah atau Beras Putih
a. Bahan yang disediakan:
1) Beras merah secukupnya
2) ASI
b. Cara membuat
Beras merah atau beras putih dimasak menjadi bubur, disaring kemudian
dicampur dengan ASI.
2. Bubur Susu
a. Bahan yang disediakan:
1) 10 gram tepung beras/tepung sagu/tepung maizena/tepung
hunkwe/tepung kacang hijau. Jangan gunakan tepung terig
2) 20 sdm (200 ml) ASI
b. Cara membuat:
Masak tepung dengan sedikit air. Setelah masak tuangkan di mangkuk
kemudian tambahkan dengan ASI. Sebaiknya gunakan tepung buatan
sendiri.
3. Pure Pisang
a. Bahan yang disediakan:
1) 50 gram pisang ambon kupas, potong-potong
2) 3 sdm (30 ml) ASI
b. Cara membuat:
Blender pisang dan ASI hingga lembut. Tuang ke mangkuk dan segera
berikan kepada bayi.
4. Pure Papaya
a. Bahan yang disediakan
1) 50 gram papaya kupas cuci bersih dan potong-potong
2) 3 sdm (30 ml) ASI
b. Cara membuat:
Blender papaya hingga lembut. Tuang Makanan bayi usia 6 bulan dari pure
papaya ke mangkuk. Tambahkan ASI dan aduk rata. Segera berikan kepada
bayi.
5. Pure Pir dan Papaya
a. Bahan yang disediakan:
1) 30 gram pir kuning, cuci bersih, kupas dan ambil daging buahnya
2) 25 gram papaya matang, cuci bersih, kupas dan potong-potong
3) 3 sdm (30 ml) ASI
b. Cara membuat
Pir dikukus hingga empuk. Blender pir dan papaya hingga halus. Tuang ke
dalam mangkuk kemudian tambahkan ASI.
6. Pure Apel
a. Bahan yang disediakan
1) 50 gram apel manis, cuci bersih, kupas dan ambil dagingnya.
2) 2 sdm (20 ml) ASI atau jus jeruk manis
b. Cara membuat:
Kukus apel hingga empuk.
DAFTAR PUSTAKA
Krisnatuti. Diah dan Yenrina. Rina. (2010). Menyiapkana Makanan Pendamping ASI.
Jakarta; Puspa Swara.
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Pemberian Makan Bayi dan Anak. Direktorat Bina Gizi.
Muchlisin. Riadi. (2012). Definisi, Fungsi dan Bentuk Keluarga. (diunduh 2023 Maret 27)
World Health Organitation. (2016). World Health Statistic.