0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan6 halaman

Inovasi Gerudukan Cegah DBD 2023

Proposal inovasi gerudukan tahun 2023 DBD di Desa Japanan bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengan membentuk tim JUMANTIK dan mengoptimalkan media sosial untuk edukasi, serta melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, PKK, puskesmas dan tokoh masyarakat dalam program kebersihan lingkungan dan 3M untuk mencegah penyebaran nyamuk demam ber

Diunggah oleh

sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan6 halaman

Inovasi Gerudukan Cegah DBD 2023

Proposal inovasi gerudukan tahun 2023 DBD di Desa Japanan bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengan membentuk tim JUMANTIK dan mengoptimalkan media sosial untuk edukasi, serta melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, PKK, puskesmas dan tokoh masyarakat dalam program kebersihan lingkungan dan 3M untuk mencegah penyebaran nyamuk demam ber

Diunggah oleh

sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS JAPANAN MOJOWARNO
Jl. Raya Sumberboto No 61 Kec Mojowarno Telp.(0321) 494790 Fax. –
JOMBANG

PROPOSAL
INOVASI GERUDUKAN TAHUN 2023 DBD

1. Ringkasan
Penyakit demam berdarah yang ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam,dan nyeri
otot dan sendi. Sedangkan penyakit demam berdarah yang parah, atau jugadikenal sebagai
dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius,penurunan tekanan darah
yang tiba-tiba drastis dan bahkan bisa berujung [Link] ini desibabkan oleh nyamuk
Aedes Aegepty yang hidup dan berkembang biakdi air yang bersih. Oleh karena itu perlu
diadakan [Link] Gerakan Rumah dua
ikan.
Program ini bertujuan untuk menciptakan kepedulian masyarakat desa dalammelakukan
pencegahan penyakit DBD, dan mewujudkan lingkungan desa yang bebasDBD menuju desa
peduli kebersihan (lingkungan) dan kesehatan yang merupakan tipologi desa dalam pencapaian
[Link] program ini adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melakukan
pencegahan penyakit DBD,dimana masyarakat sudah mampu/berdaya dalam menciptakanl
ingkungan yang terbebas dengan DBD,sehingga dapat menekan laju kasus DBD

2. IdeInovatif
Gerudukan bebas DBD merupakan sebuah upaya dari Puskesmas bersama TPPKK Desa
untuk lingkungan desa yang bebas DBD menuju desa
pedulikebersihan(lingkungan)dankesehatanyangmerupakantipologidesadalampencapaianSDGss
[Link]
tanyangdilakukanadalah:melakukanpenyuluhandalamforum–
forumpertemuanwarga,mengoptimalkanmediasepertiWAgrup,facebokk,iguntukmengedukasiwar
gatentangpencegahanDBDsertamembentukJUMANTIK(jurupantaujentik)yangbertugasbersamai
bu–ibuPKKuntukmemantaujentik–jentikyang ada ditempatpenampungan airdirumahwarga.
3. Signifikansi
Program inimembawabanyakmanfaatuntukwargaDesadan Masyarakat. Kesadaranwarga
menjadi meningkat serta muncul rasa kepedulian untukikut bersama samamencegah DBD
dengan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Masyarakat
lebihpedulidenganikutberperanaktifmembersihkanlingkungansekitarrumah,memastikantidak ada
jentik-jentik nyamuk dilingkungan masing-masing dan selalu
melaksanakanPHBS(PolaHidupBersihDanSehat).CaramencegahDBD(DemamBerdarahDengue)
dengan3Myaitu1)Mengurastempatpenampunganair2)Menutuptempatpenampunganair
3)MenguburbarangbekasMenyalakan obatnyamuk.

4. Adaptabilitas
Inovasi ini sangat mungkin untuk diadaptasi, direplikasi dan disesuaikan
olehkelurahanataudesa lain dengan menyesuaikan kondisi dan sumber daya
pendukungyangdimiliki kelurahan/desa tersebut.

a. Keberlanjutan
Kegiataniniakanterusberlanjutdandiharapkansemakinbanyakwargamasyarakatyangterlibat
dalamkegiatan ini.

b. KolaborasiPemangkuKepentingan

Pemangkukepentinganyangterlibat danbersinergidalamkegiataniniadalah:

1. PemerintahDesa.

[Link]
ndukungprogrampenangananDBD

2. Tim PenggerakPKKDesa.

Melalui Pokja IV serta kader JUMANTIK (Juru Pantau Jentik)memantau jentik –


jentiknyamukditemoatpenampunganwarga
3. PuskesmasJapanan

Sebagai fasilitator pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas


melaksanakanpenyuluhantentang pencegahan DBD

4. TokohMassyarakat

Ketua RT, RW dankaderlingkungan di masing –masingwilayahmenjadi


motorpenggerakbagiwargauntukikutsertamembersihkanlingkungandanmenjagaagarterhindar
dari DBD

Anda mungkin juga menyukai