0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Senam Lansia Turunkan Hipertensi 2023

Proposal skripsi ini membahas pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tarus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada responden. Manfaatnya bagi pelayanan kesehatan untuk mengembangkan rencana asuhan keperawatan khususnya dalam penanganan hipertensi pada lansia.

Diunggah oleh

irlin riti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Senam Lansia Turunkan Hipertensi 2023

Proposal skripsi ini membahas pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tarus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada responden. Manfaatnya bagi pelayanan kesehatan untuk mengembangkan rencana asuhan keperawatan khususnya dalam penanganan hipertensi pada lansia.

Diunggah oleh

irlin riti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN


TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA
HIPERTENSI DI PUSKESMAS TARUS
TAHUN 2023

Di susun Oleh:

Magdalena Audrey Clarissa Kora

2240027722

YAYASAN MARANATHA NUSA TENGGARA TIMUR


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MARANATHA
TAHUN 2022
DAFTAR ISI

Halaman judul .....................................................................................................................i


Daftar Isi .............................................................................................................................ii
Bab 1 Pendahuluan .............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................4
1.3 Tujuan Penelitian .........................................................................................................4
1.3.1 Tujuan Umum .........................................................................................................4
1.3.2 Tujuan Khusus ........................................................................................................4
1.4 Manfaat Penelitian .......................................................................................................4
1.4.1 Bagi Pelayanan Keperawatan .................................................................................4
1.4.2 Bagi Masyarakat .....................................................................................................5
1.4.3 Bagi Institusi ...........................................................................................................5
1.4.4 Bagi Pengembangan Ilmu Keperawatan .................................................................5

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang melebihi
batas normal dan terjadi secara terus menerus yang disebabkan karena
ketidakseimbangan beberapa faktor risiko. Angka penderita hipertensi
masih cukup tinggi terutama pada usia lansia menurut Laporan Nasional
Riskesdas 2018 yaitu pada usia 60 sampai 75 tahun lebih (69,53%) dan
lebih di dominasi oleh perempuan (36,85%) dibanding dengan laki-laki
(31,34%). Salah satu teknik non farmakologi yang efektif menurunkan
tekanan darah yaitu dengan senam lansia, karena gerakan senam lansia
dapat membantu melemaskan otot pembuluh darah sehingga terjadi
pelebaran di dalamnya yang mengakibatkan penurunan tekanan darah.
Menurut WHO tahun 2015 hipertensi adalah salah satu penyebab utama
kematian dini di seluruh dunia. Diperkirakan pada tahun 2020, sekitar
1,56 miliar usia dewasa mengalami hipertensi. Setiap tahun hampir 8 miliar
orang di dunia dan 1,5 juta di kawasan Asia Timur-Selatan meninggal
karena hipertensi. Di kawasan Asia Timur-Selatan, hampir sepertiga dari
usia dewasa menderita hipertensi. (Sartika & Vebi, 2020). Hipertensi di
Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi yaitu
(44%) di Kalimantan Selata diikuti di Jawa Barat (39,60%). Penyakit hipertensi
adalah penyakit dengan jumlah tertinggi yang di derita oleh lansia, yaitu pada
umur 45-54 tahun sekitar 45,32%, umur 55-64 tahun sekitar 55,23%, umur
65-74 tahun sekitar 63,22% dan umur di atas 75 tahun mencapai 69,53%
(Riskesdas, 2018).
Lansia akan mengalami peningkatan tekanan darah setelah berusia
75 tahun sekitar 60%. Kontrol tekanan darah yang ketat pada lansia
berhubungan dengan pencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah
yang tak terkendali dan beberapa penyakit lainnya, misalnya diabetes
mellitus, serangan stroke,infark miokard, dan penyakit vascular perifer

1
(Nugroho, 2012). Seseorang dinyatakan mengalami penyakit hipertensi
bila tekanan sistolik mencapai di atas 140 mmHg dan tekanan
diastolik di atas 90 mmHg (Junaidi,(2010) dalam jurnal Hasanudin et
al., (2018).
Data dari Dinas Kesehatan provinsi juga menyebutkan bahwa jumlah
kasus penyakit hipertensi dalam tiga tahun terakhir yaitu mulai pada tahun
2020 sebanyak 15.755 data, tahun 2021 sebanyak 17.877 data, dan tahun
2022 sebanyak 23.090, data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dalam tiga
tahun terakhir tahun 2020 sebanyak 8975 data, tahun 2021 sebanyak 9766,
tahun 2022 sebanyak 10.002, dan Dinas Kabupaten Kupang dalam tiga
tahun 2020 sebanyak 889 data, tahun 2021 sebanyak 907 data, dan tahun
2022 sebanyak 1004 data, di tahun 2023 dengan kasus terbaru hingga bulan
april tercatat 442 data penderita hipertensi di puskesmas tarus pada tahun
2020 927 data penderita hipertensi pada usai lansia , tahun 2021 987 data
penderita hipertensi pada usai lansia, tahun 2022 1034 data penderita
hipertensi pada usai lansia dan tahun 2023 tercatat dari bulan januari sampai
april sebanyak 442 data penderita hipertensi pada usia lansia.
Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia umumnya
berhubungan dengan penurunan fungsi organ yang memicu terjadinya
penyakit degeneratif yang salah satunya hipertensi. Penyakit hipertensi
jika tidak ditangani dengan baik maka akan menurunkan kualitas
hidup lansia (Riskesdas,2018). Penatalaksanaan hipertensi pada lansia
selain dengan pengobatan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non-
farmakologi seperti senam lansia (L. Yanti et al., 2017). Hipertensi dapat
dihindari dengan menghindari faktor resiko dan mencegahnya dengan
beberapa upaya yaitu menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan
aktivitas fisik secara teratur, kebutuhan tidur yang cukup, pikiran yang
rileks dan santai, menghindari kafein, rokok, alkohol dan stress
berlebihan kemudian menerapkan pola makan yang sehat, hindari
atau mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, tinggi
kalori, berminyak, santan, garam berlebihan dan penggunaan kadar

2
gula tinggi (Tilong, 2014). Selain beberapa item di atas senam lansia
merupakan olahraga ringan dan mudah dilakukan pada lansia dan tidak
memberatkan yang dapat diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini
akan membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih
tulang agar tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal dan membantu
menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.
Berdasarkan penelitian Pujiati dan Yuliana (2014) ada hubungan
antara olahraga dengan kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Rahadiyanti (2013) di Unit
Pelayanan Jantung Terpadu RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta bahwa
ada hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan kontrol tekanan darah
pada pasien hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Sabar (2014) di
Rumah Sakit Umum Kabanjahe mengemukakan bahwa adanya pengaruh
latihan jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada
pasien hipertensi.
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 13 Mei
2023 di Poli Umum Puskesmas Tarus Kupang Tengah, peneliti melakukan
wawancara terhadap lima orang pasien hipertensi, didapatkan bahwa dari
lima orang pasien hipertensi, dua orang mengalami obesitas, satu orang
memilki riwayat merokok, dan dari lima pasien tidak ada yang mempunyai
kebiasaan olahraga yang baik dan melihat beberapa lansia saat melaksanakn
senam lansia di hari sabtu banyak lansia yang tidak mengikuti senam di
karenakan mengeluh capeh, kepanasan, dan ingin dating hanya untuk
mengambil obat rutin hipertensi saja. Melihat tingginya jumlah kasus
penderita hipertensi di Kota Kupang , khususnya di Puskesmas Tarusmaka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Senam
Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita
Hipertensi”

3
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil observasi dan data yang saya peroleh dari
puskesmas tarus, banyak lansia yang menderita penyakit hipertensi
dikarenakan pola hidup yang tidak sehat, kurangnya aktifitas olahraga
sebab itu saya mengangkat judul “ Pengaruh Senam Lansia Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di
Puskesmas Tarus”

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini adalah untuk Pengaruh Senam Lansia
Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Di Puskesmas Tarus
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik responden berdasarkan usia dan
jenis kelamin
b. Mengidentifikasi rata-rata tekanan darah lansia dengan
hipertensi sebelum diberikan intervensi senam lansia
c. Mengidentifikasi rata-rata tekanan darah lansia dengan
hipertensi setelah diberikan intervensi senam lansia
d. Menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia penderita hipertensi di puskesmas tarus

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Bagi Pelayanan Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dan informasi bagi
pelayanan kesehatan untuk mengembangkan rencana asuhan
keperawatan khususnya dalam penanganan hipertensi.

4
1.4.2 Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi masyarakat khususnya
yang memiliki riwayat hipertensi dalam pengobatan non
farmakoterapi

1.4.3 Bagi Institusi


Pendidikan Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar dalam
pendidikan keperawatan di STIKES Maranatha atau sekolah
kesehatan lainnya.
1.4.4 Bagi Pengembangan Ilmu Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber
rujukan, pembanding dan bisa dilanjutkan oleh peneliti-peneliti
lainnya dalam pengembangan ilmu keperawatan khususnya
bagaimana pengaruh senam lansiaterhadap tekanan darah

Anda mungkin juga menyukai