0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan8 halaman

Pengertian dan Jenis Magnet

1. Magnet adalah objek yang memiliki medan magnet dan memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan. 2. Terdapat tiga cara membuat magnet, yaitu sentuhan, induksi, dan elektromagnetik. 3. Gaya Lorentz ditimbulkan oleh interaksi antara medan magnet dan arus listrik dan arahnya tegak lurus terhadap kedua vektor tersebut.

Diunggah oleh

Fauziah Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan8 halaman

Pengertian dan Jenis Magnet

1. Magnet adalah objek yang memiliki medan magnet dan memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan. 2. Terdapat tiga cara membuat magnet, yaitu sentuhan, induksi, dan elektromagnetik. 3. Gaya Lorentz ditimbulkan oleh interaksi antara medan magnet dan arus listrik dan arahnya tegak lurus terhadap kedua vektor tersebut.

Diunggah oleh

Fauziah Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENJELASAN MAGNET

[Link] Magnet

Magnet atau magnit adalah suatu objek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata
magnet berasal dari bahasa Yunani, Magnitis Lithos yang berarti batu Magnesian.
Magensian sendiri merupakan nama sebuah wilayah di Yunani yang pada masa lalu
bernama Manisa. Wilayah tersebut merupakan wilayah ditemukannya batuan magnet
pertama kali.
Mengutip dari Buku Pintar Fisika SMP untuk Kelas 1, 2, & 3 karya Joko Untoro,
pengertian magnet adalah kemampuan suatu benda untuk menarik benda-benda di
sekitarnya dan memiliki dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan. Kutub magnet
adalah bagian benda yang memiliki efek magnet yang sangat kuat.
Berdasarkan kemagnetannya, benda dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu benda
magnetik dan benda bukan magnet. Benda magnetic disebut Feromagnetik, yaitu benda
yang dapat ditarik oleh magnet yang cukup kuat. Contohnya besi, baja, nikel, dan
kobalt.
Sedangkan benda bukan magnetik disebut juga non-magnetik. Jenis benda ini
dibedakan lagi menjadi dua, yakni paragmagnetik dan diamagnetik.
Paramagnetik adalah benda yang dapat sedikit ditarik oleh magnet kuat. Contohnya
alumunium, platina, dan tembaga. Sementara itu diamagnetik, yakni benda yang tidak
dapat ditarik oleh magnet kuat, contohnya merkuri, emas, bismuth, dan seng.
Pada zaman sekarang, magnet memiliki bentuk yang bermacam-macam. Ada magnet
yang berbentuk jarum, silinder, batang, ladam atau tapal kuda, dan cincin. Biasanya
nama magnet tersebut disesuaikan dengan bentuknya.
Lantas bagaimana cara membuat magnet? Bagi yang penasaran, simak terus artikel
berikut karena berisi penjelasan tentang cara membuat magnet secara sederhana.

[Link] Membuat Magnet

Jika dikelompokkan berdasarkan cara membuatnya, magnet dibagi menjadi dua, yaitu
magnet alami dan magnet buatan. Magnet alami biasanya terbentuk karena proses
alami di alam, misalnya, magnet Bumi dan batu magnesian yang terbentuk secara alami
tanpa campur tangan manusia.
Sedangkan magnet buatan merupakan magnet yang dibuat secara sengaja oleh
manusia untuk berbagai kebutuhan. Misalnya untuk alat elektronik, dinamo, alat ukur,
dan lain sebagainya.
Magnet buatan sendiri banyak bentuknya ada yang seperti batang, tabung, jarum huruf
u, dan ladam atau tapal kuda dan memiliki tujuan masing-masing.
Pada umumnya, magnet-magnet yang sekarang banyak digunakan pada kehidupan
sehari-hari adalah magnet buatan. Bahan yang dapat dijadikan magnet buatan adalah
besi, baja, dan campuran keduanya.
Dikutip dari buku Mudah Menguasai Fisika SMP Kelas 3 terbitan Redaksi Kawan
Pustaka, ada tiga cara membuat magnet, yaitu dengan sentuhan, induksi, atau elektro
magnetik. Berikut penjelasan ketiga cara tersebut.
1. Cara membuat magnet dengan sentuhan
Cara membuat magnet paling sederhana adalah dengan menyentuhkan besi atau baja
dengan magnet batang. Besi merupakan bahan yang akan dibuat menjadi magnet.
Sementara magnet batang merupakan magnet permanen, atau tetap.
Ada dua cara sentuhan yang dapat dilakukan. Pertama, sentuhan tunggal, yaitu batang
besi digosok atau disentuh dengan magnet permanen dari ujung ke ujung. Penggosokan
ini dilakukan secara berulang-ulang.
Setiap selesai digosok, magnet batang diangkat tinggi di atas batang besi. Tujuannya
agar sifat magnet pada keduanya tidak melemah. Cara ini memiliki kelemahan karena
daya magnet yang dihasilkan tidak sama besar.
Kedua, sentuhan cabang, yaitu batang besi dgosok secara serempak dari tengah ke
ujungnya dengan dua kutub magnet yang berlawanan. Dengan metode ini, kutub yang
dihasilkan pada ujung batang selalu berlawanan dengan kutub yang magnet yang
menggosokknya. Cara ini lebih baik dari cara sentuhan tunggal
2. Cara membuat magnet dengan induksi
Membuat magnet dengan cara induksi ini cukup mudah, yaitu dengan mendekatkan
atau menempelkan suatu benda dengan magnet sehingga benda tersebut berubah
menjadi magnet.

Benda magnetis yang didekatkan dengan magnet akan berubah sifatnya menjadi
magnet, tetapi sifatnya hanya sementara dan kemagnetannya bisa hilang.
Salah satu contoh yang bisa dilakukan adalah meletakkan sebatang besi di dekat
sebuah magnet. Besi itu akan mampu menarik serbuk besi, paku, atau potongan besi
kecil atau baja.
Hal ini menunjukkan bahwa batang besi bersifat magnet. Namun setelah besi
dijauhkan lagi dari kutub magnet, sifat kemagnetan besi hampir seluruhnya hilang.
Kemagnetan batang besi yang bersifat sementara selama didekatkan dengan kutub
magnet disebut kemagnetan secara induksi.
3. Cara membuat magnet dengan elektromagnetik
Membuat magnet juga bisa dengan cara mengalirkan arus listrik ke benda magnetis,
arus listrik ini akan menimbulkan medan magnet. Magnet yang terbentuk karena dialiri
arus listrik disebut elektromagnetik.
Sifat kemagnetan benda yang dialiri arus listrik berlangsung sementara. Ketika arus
listrik terputus, sifat kemagnetan benda akan hilang.
Membuat magnet dengan eletromagnetik bisa dilakukan dengan melilitkan kawat
beremail atau kawat transformator pada bahan magnet. Kemudian ujung-ujung kawat
dihubungkan dengan sumber arus listrik.
Jika arus listrik pada kawat cukup kuat, dalam beberapa saat bahan telah menjadi
magnet. Jika bahan magnet terbuat dari baja, akan didapatkan magnet tetap. Namun,
jika bahan magnet dari besi, sifat kemagnetan hanya akan ada pada saat kawat dialiri
listrik.
Pembuatan magnet dengan arus listrik lebih baik daripada cara sentuhan ataupun cara
induksi. Sebab, daya magnet yang didapatkan akan lebih besar.
Adapun keutungan dari magnet elektromagentik adalah sebagai berikut:

- Kemagnetan dapat diperkuat dengan cara memperbanyak jumlah lilitan


- Kekuatan magnetnya dapat diubah-ubah dengan cara mengubah kuat arusnya.
- Sifat kemagnetannya hanya sementara, yakni ketika arus mengalir. Jika arus
diputus, sifat kemagnetannya akan hilang.
- Kedua kutubnya dapat ditukar, yaitu dengan mengubah arah arusnya.
- Cara penyimpanannya pun sangat mudah, tidak seperti menyimpan magnet
tetap.

[Link] Lorentz

Gaya lorentz merupakan gabungan antara gaya elektrik dan gaya magnetik pada
suatu medan elektromagnetik. Gaya Lorentz ditimbulkan karena adanya muatan listrik
yang bergerak atau karena adanya arus listrik dalam suatu medan magnet. Arah dari
gaya Lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus listrik (I) dan induksi magnetik
yang ada (B).
Ketika sebuah kawat dengan panjang  dialiri arus listrik sebesar l dan diletakkan pada
suatu medan magnetik sebesar I, maka akan timbul gaya Lorentz pada kawat tersebut.
Dengan mengombinasikan gaya Lorentz dan definisi arus listrik, maka dapat dihitung
besarnya gaya Lorentz pada kawat yang lurusdan stasioner yaitu:

di mana:

l merupakan panjang kawat (m)


I merupakan kuat arus yang mengalir pada kawat (Ampere)
B merupakan kuat medan magnet (Tesla)
α merupakan sudut yang dibentuk oleh B dan I

Jika arah arus listrik tegak lurus dengan arah medan magnet, maka gaya Lorentz yang
terjadi akan maksimal ( ). Inilah keadaan yang biasanya selalu dikondisikan

secara nyata yakni agar gaya Lorentz yang didapat selalu maksimal, medan magnet
dikondisikan selalu tegak lurus dengan arus listrik yang mengalir.
Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan pada
gambar dibawah ini:

Kaidah tangan kanan pertama menggunakan tiga jari tangan kanan dimana:

Ibu jari = arah arus listrik (I)


Jari telunjuk = arah medan magnet (B)
Jari tengah = arah gaya Lorentz (F)

Besarnya sudut α tidak mempengaruhi arah gaya Lorentz karena arah gaya Lorentz
selalu tegak lurus dengan arah arus listrik dan medan magnetik.

[Link] Lorentz pada Kawat Sejajar yang Berarus Listrik


Ketika terdapat dua buah kawat dengan panjang l dialiri arus listrik sebesar I yang tiap
kawat diletakkan pada suatu medan magnetik sebesar B, maka akan timbul gaya
Lorentz berupa gaya tarik menarik ataupun tolak menolak tergantung dari arah arus
listrik pada tiap kawat. Jika kedua kawat memiliki arah arus yang searah, maka akan
mengalami gaya tarik menarik; apabila arah arus pada kedua kawat saling bertolak
belakang/berlawanan, maka akan mengalami gaya tolak-menolak .
Besarnya gaya tarik-menarik ataupun tolak-menolak pada kawat sejajar berarus listrik
dapat dicari dengan menggunakan rumus:

di mana:

F1 merupakan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak pada kawat 1 (Newton)


F2 merupakan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak pada kawat 2 (Newton)
I1 merupakan kuat arus yang mengalir pada kawat 1 (Ampere)
I2 merupakan kuat arus yang mengalir pada kawat 2 (Ampere)
µ0 merupakan permeabilitas vakum ( )
l merupakan panjang kawat (m)
α merupakan jarak antar kedua kawat (m)

[Link] Lorentz pada Muatan Bergerak dalam Medan Magnet


Ketika terdapat muatan listrik q yang bergerak dengan kecepatan v pada suatu medan
magnetik sebesar B, maka muatan listrik tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang
besarnya dapat dihitung dengan rumus:
di mana:

q merupakan muatan listrik (Coloumb)


v merupakan kecepatan gerak muatan listrik (m/s)
B merupakan kuat medan magnet (Tesla)
α merupakan sudut yang dibentuk oleh B dan v

Arah gaya Lorentz pada kasus ini adalah tegak lurus dengan arah kuat medan magnet
dan arah kecepatan benda. Arah gaya Lorentz akan berbeda tergantung muatan
partikelnya. Perhatikan gambar dibawah, sesuai dengan kaidah tangan kanan, bila
muatan q positif maka arah v searah dengan I; bila muatan q negatif maka arah v
berlawanan dengan arah I.

Jika arah medan magnet tegak lurus dengan arah kecepatan partikel bermuatan listrik,
maka lintasannya akan berbentuk lingkaran sehingga partikel akan mengalami gaya
sentripetal yang besarnya sama dengan gaya Lorentz .

Sehingga, besarnya jari-jari lintasan melingka, partikel tersebut dapat dicari dengan


[Link] dan Aplikasi Gaya Lorentz
Manfaat dan aplikasi terbesar dari penerapan gaya Lorentz adalah motor listrik.
Dengan mengalirkan arus listrik pada kumparan di dalam medan magnet, dapat
dihasilkan gaya Lorentz berupa rotasi pada motor listrik untuk menggerakkan batang
shaft yang kemudian dapat dipakai untuk segala kebutuhan.

Selain motor listrik, aplikasi gaya Lorentz diterapkan pada railguns, linear motor, loud
speaker, generator listrik, linear alternator, dan lain sebagainya.

[Link] Elektromagnetik
Industri elektromagnetik adalah perubahan jumlah garis gaya magnetik yang berada di
dalam sebuah kumparan . Konsep industri elektromagnetik lahir dari percobaan
fisikawan Inggris yaitu Michael Faraday (1791-1867). Uji cobanya adalah saat ia
memasukkan medan magnet ke dalam suatu kumparan dan ternyata dihasilkan suatu
arus yang mengalir.

Anda mungkin juga menyukai