STRATEGI PELAKSANAAN ( SP ) PADA “ Tn.
A”
DENGAN GANGGUAN SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI PENDENGARAN
DI RUANG KENARI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI
PROVINSI SULAWESI SELATAN
KOTA MAKASSAR
Disusun Oleh
ROBERTO ASMAT SELUNG
C017201005
PRESEPTOR LAHAN PRESEPTOR INSTITUSI
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2023
STRATEGI PELAKSANAAN ( SP )
HALUSINASI PENDENGARAN
STRATEGI PELAKSANAAN 1 ( SP 1 )
1. Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi, assalamualaikum wr wb Boleh Saya kenalan dengan kakak?
Perkenalkan Nama Saya Roberto Asmat Selung boleh panggil Saya
[Link] Mahasiswa D3 keperawatan Unhas, Saya sedang praktik di sini
dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB siang. Kalau boleh Saya
tahu nama kakak siapa dan senang dipanggil dengan sebutan apa?”
b. Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan armin hari ini? Bagaimana tidurnya tadi malam? Ada
keluhan tidak?”
c. Kontrak
Topik
“Apakah armin tidak keberatan untuk ngobrol dengan saya? Menurut armin
sebaiknya kita ngobrol apa ya? Bagaimana kalau kita ngobrol tentang suara
dan sesuatu yang selama ini armin dengar .
Waktu
“Berapa lama kira-kira kita bisa ngobrol? Armin maunya berapa menit?
Bagaimana kalau 10 menit? Bisa?”
Tempat
“Di mana kita akan bincang-bincang ???
Bagaimana kalau di ruangan ini saja ???
2. Kerja
“Apakah armin mendengar suara tanpa ada wujudnya?”
“Apa yang dikatakan suara itu?”
“Apakah terus-menerus terdengar, atau hanya sewaktu-waktu saja?”
“Kapan paling sering armin mendengar suara tersebut?”
“Berapa kali sehari armin mengalaminya?”
“Pada keadaan apa, apakah pada waktu sendiri?”
“Apa yang armin rasakan pada saat melihat sesuatu?”
“Apa yang armin lakukan saat mendengar suara tersebut?”
“Bagaimana kalau kita belajar cara untuk mencegah suara-suara itu agar tidak
muncul?”
“armin ada 3 cara untuk mencegah suara-suara itu muncul.”
“Pertama, dengan menghardik suara tersebut.”
““Kedua, minum obat dengan teratur.”
“Ketiga, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.”
“Bagaimana kalua sekarang kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik.”
“Caranya seperti ini:
a. Saat suara-suara itu muncul, langsung armin bilang dalam hati, “Pergi, pergi
,pergi Saya tidak mau dengar … Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu.
Begitu diulang-ulang sampai suara itu tidak terdengar lagi. Coba armin
peragakan! Nah begitu………….. bagus! Coba lagi! Ya bagus armin sudah
bisa.”
b. Saat mendengar suara itu muncul armin bilang, pergi Saya tidak mau
dengar………………. Saya tidak mau dengar. Kamu palsu.
Begitu diulang-ulang sampai bayangan itu tak terdengar lagi . Coba armin
peragakan! Nah begitu……….. bagus! Coba lagi! Ya bagus armin sudah bisa.”
3. Terminasi
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan armin dengan obrolan kita tadi? Armin merasa senang tidak
dengan latihan tadi?”
b. Evaluasi objektif
“Setelah kita ngobrol tadi, panjang lebar, sekarang coba Armin simpulkan
pembicaraan kita tadi.”
“Coba sebutkan cara untuk mencegah suara itu agar tidak muncul lagi.”
c. Rencana tindak lanjut
“Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan armin coba cara tersebut! Sesuai yang
saya ajarkan yan armin.
d. Kontrak yang akan datang
1) Topik
“armin, bagaimana kalau besok kita ngobrol lagi tentang minum obat dengan
teratur agar armin tidak mendengar suara-suara itu muncul lagi ?”
2) Waktu
“Kira-kira waktunya kapan ya? Bagaimana kalau besok jam 09.30 WIB, bisa?”
3) Tempat
“Kira-kira tempat yang enak buat kita ngobrol besok di mana ya? Sampai
jumpa besok.
Wassalamualaikum,……………
STRATEGI PELAKSANAAN 2 SP 2 )
A. Kondisi klien
DS : Klien mengatakan sering mendengar suara-suara seperti suara perempuan dan laki-
laki yang memanggilnya terkadang ada suara bisik yang menyebut [Link]
mengatakan suara –suara tersebut tersebut muncul pada saat klien menyediri atau sendiri
di kamar dan pada saat akan tidur malam.
DO : Klien tenang
B. Diagnosa Keperawatan : Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran
C. Tujuan: Agar klien dapat mengontrol halusinasi dengan patuh obat.
D. Intervensi Keperawatan
Ajarkan klien mengontrol halusinasi dengan cara patuh obat yaitu penggunaan obat
secara teratur (jenis, dosis, waktu, manfaat, dan efek samping)
E. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
F. Fase Orientasi :
Salam terapeutik : ” Selamat pagi, armin? Masih ingat saya ???
Evaluasi validasi : ”bagaimana perasaan armin hari ini? Kemarin kita sudah
berdiskusi tentang halusinasi, apakah armin bisa menjelaskan kepada saya tentang isi
suara-suara yang armin dengar dan apakah armin bisa mempraktekkan cara
mengontrol halusinasi yang pertama yaitu dengan menghardik?”
Kontrak
Topik :
”Seperti janji kita, bagaimana kalau kita sekarang berbincang- bincang tentang obat-
obatgan yang armin minum.”
Tempat :
”dimana tempat yang menurut armin cocok untuk kita berbincang-bincang?
Bagaimana kalu di ruang ini saja ya? Armin setuju?”
Waktu :
”kita nanti akan berbincang kurang lebih 10 menit, bagaimana armin setuju?”
1. Fase Kerja
”ini obat yang harus diminum oleh armin setiap hari. Namanya obatnya itu Clozapine dan
Risperidon .untuk obat Risperidon dosisnya obat 2 mg per hari dan untuk obat Clozapine
dosisnya 12,5 mg per hari . kedua obat ini diminum 2 kali sehari siang dan malam. Obat
Clozapine ini berfungsi untuk meredakan gejala Skizofrenia atau seseorang yang mengalami
halusinasi , sedangkan yang obat Risperidon untuk mengatasi gangguan perilaku agar tidak
merasa gelisah. Kedua obat ini mempunyai efek samping diantaranya mulut kering, mual,
mengantuk, ingin meludah terus, kencing tidak lancar. Sudah jelas armin ? Tolong nanti
armin sampaikan ke dokter apa yang armin rasakan setelah minum obat ini. Obat ini harus
diminum terus, mungkin berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kemudian arminjangan
berhenti minum obat tanpa sepengetahuan dokter, gejala seperti yang armin alami sekarang
akan muncul lagi, jadi ada lima hal yang harus diperhatikan oleh armin pada saat minum
obat yaitu benar obat, benar dosis, benar cara, benar waktu dan benar frekuensi. Ingat ya
armin !!”
3. Fase Terminasi
Evaluasi subyektif : ”tidak terasa kita sudah berbincang-bincang lama, saya senang
sekali aarmin mau berbincang-bincang dengan saya. Bagaimana perasaan armin setelah
berbincang-bincang?”
Evaluasi obyektif : ”coba armin jelaskan lagi obat apa yang diminum tadi? Kemudian
berapa dosisnya?
Tindak lanjut : ”tolong nanti armin minta obat ke perawat kalau saatnya minum obat.”
Kontrak yang akan datang
Topik: ”bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang cara
mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga yaitu cara bercakap –
cakap dengan orang agar armin bisa menghindari suara – suara itu lagi!
waktu :
”jam berapa armin bisa? Bagaimana kalau besok jam 10.00 ? armin setuju?”
tempat :
”besok kita berbincang-bincang di sini daja ya armin ? Termakasih armin sudah
berbincang-bincang dengan saya. Sampai ketemu besok pagi.”
”bagaimana armin kalau kita akan mengikuti kegiatan TAK (Terapi Aktifitas
Kelompok) yaitu…..
Waktu :
”jam berapa armin bisa? Bagaimana kalau jam 10.00 Armin setuju?”
Tempat :
”Besok kita akan melakukan kegiatan di ruang makan. Terimakasih armin sudah mau
berbincang-bincang dengan saya. Sampai ketemu besok pagi.”
STRATEGI PELAKSANAAN 3 ( SP 3 )
A. Kondisi klien
DS : Klien mengatakan sering mendengar suara-suara seperti suara perempuan dan laki-laki
yang memanggilnya terkadang ada suara bisik yang menyebut [Link] mengatakan
suara –suara tersebut tersebut muncul pada saat klien menyediri atau sendiri di kamar dan
pada saat akan tidur malam.
DO : Klien tenang
B. Diagnosa Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : halusinasi
C. Tujuan
Ajarkan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
D. Intervensi Keperawatan
Diskusikan dengan klien cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang
lain.
E. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
a. Fase Orientasi :
Salam terapeutik : ” Selamat pagi, armin..Bagaimana kabarnya hari ini? Armin
masih ingat dengan saya? Armin sudah mandi belum? Apakah armin sudah makan?
Evaluasi validasi : ”bagaimana perasaan armin hari ini? Kemarin kita sudah
berdiskusi tentang cara minum obat secara teratur , apakah armin bisa menjelaskan
kepada saya cara minum obat secara teratur ”
Kontrak :
Topik :
”sesuai dengan kontrak kita kemarin, kita akan berbincang-bincang di ruang ini
mengenai cara-cara mengontrol suara yang sering armin dengar dulu agar suara itu
tidak muncul lagi dengan cara yang kedua yaitu bercakap-cakap dengan orang lain.
Waktu :
Berapa lama kita akan bincang-bincang, bagaimana kalau 10 menit saja, bagaimana
mas setuju?”
Tempat :
”dimana tempat yang menurut armin cocok untuk kita berbincang-bincang?
Bagaimana kalau di ruang tamu? Armin setuju?”
b. Fase kerja
”kalau armin mendengar suara yang kata armin kemarin mengganggu Apa yang
armin lakukan pada saat itu? Apa yang telah saya ajarkan kemarin apakah sudah
dilakukan?”
”cara yang ketiga adalah armin langsung mengajak teman disamping atau sekitar
armin berbincang – bincang atau langsung pergi ke perawat. Katakan pada perawat
bahwa armin mendengar suara. Nanti perawat akan mengajak armin mengobrol
sehingga suara itu hilang dengan sendirinya.
c. Fase terminasi
Evaluasi subyektif : ”tidak terasa kita sudah berbincang-bincang lama. Saya
senag sekali armin mau berbincang-bincang denagan saya. Bagaimana perasaan
armin setelah kita berbincang-bincang?”
Evaluasi obyektif : ”jadi seperti yang armin katakan tadi, cara yang armin pilih
untuk mengontrol halusinasinya adalah......
Tindak lanjut : ”nanti kalau suara itu terdengar lagi, armin terus praktekkan cara
yang telah saya ajarkan agar suara tersebut tidak menguasai pikiran armin ”
Kontrak yang akan datang :
Topik :
”bagaimana armin , apakah armin mau mengikuti kegiatan TAK
(Terapi Aktifitas Kelompok) yaitu tentang Haluninasi.
Waktu :
”jam berapa armin bisa? Bagaimana kalau jam 10.00 Armin setuju?”
Tempat :
”Besok kita akan melakukan kegiatan di ruang ini lagi ya armin.
Terimakasih armin sudah mau berbincang-bincang dengan saya. Sampai
ketemu besok pagi.”