Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
SISTEM PAKAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
DINDA SAPUTRI/ 181101040
DindasaputriS1°@[Link]
ABSTRAK
Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusiake komputer. agar komputer
dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar disusun oleh dua
bagian utama yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi Lingkungan pengembangan
sistem pakar dignmakan untuk = memastkkan pengetahan pakar, sedangkan —lingknngan
Konsultasidigunakan oleh pengguna yang bukan pakar, untuk memperoleh pengetabuan pakar. Tujuan:
statu kelebihan penguasaan pengetaliuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau
pengalaman, Metode: penelitian ini mengeunakan metode Kualitatit. Hasil: Suatu proses Karena melalui
Kommnikasi seseorang menyampaikan dan mendapatkan respon. Bagi perawat yang bekerja di IGD
keferampilan ini adalah sebuah Keterampilan mutlak yang harus dimiliki, Karena dengan Komunikasi
seorang perawat dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara professional
‘Kata kunci: sistem, pakar diagnose, diagnose keperawatan,
PENDAHULUAN Maunusia bisa menyelesaikan masalal
Karena _manusia mempunyai_pengetaluan
Sistem pakar yang mencoba memecahkan
dan pengalaman, Pengetahuan diperoleh
masalah yang biasa hanya bisa dipecahkan .
dengan belajar, semakin banyak belajar
oleh seorang pakar, dipandang bethasil
tentu saja_pengetalman seseorang akan
ketika mampu mengambil keputusan seperti
meningket sebingga memiliki kemampuan
yang dilakukan oleh pakar aslinya baik
dalam —meyelesaikan masalah. —Tanpa
dari sisi proses pengambilan keputusan
‘memiliki Kemampuan untuk menalar dengan
maupun hasil keputusan yang diperoleh. i,
baik Manusia dengan segudang pengalaman
Seiring dengan perkembangan zaman dan
dan pengetaluan tidak akan dapat
teknologi, peran komputer semakin
mendominasi Kehidupan umat manusia may Seneskanrmasblehenganvaik
dalam) melakukan suatu —pekerjaan Mekanisme —inferensi_ = merupakan
Kompnter tidak lagi hanya digunakan perangkat —Iunak yang melakukan
sebagai alat hitung, namun komputer penalaran = dengan menggunakan
diharapkan agar dapat mengerjakan segala pengetahuan yang ada untuk menghasilkan
sesuatu yang biasa dikerjakan oleh manusia. suafu. kesimpulan atau hasil akhir. Dalam
UaKomponen ini dilakukan pemodelan proses
berpikir manusia. Fasilitas —_penjelasan
berguna dalam memberikan penjelasan
kepada pengguna mengapa komputer
meminta suatu informasi tertentu dari
pengguna dan dasar apa yang digunakan
Komputer sebi
a dapat menyimpulkan
suatu Kondisi. Ada 4 tipe penjelasan yang
digunakan dalam sistem pakar
METODE
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis
kwalitatif. kualitatif adalah data yang tidak
‘menggunakaan angka / nominal, melainkan
informasi tentang data batasan karakteristik
dan tindakan yang akan dilakukan seorang
abil.
HAST
Penelitian ini dimulai dari tahapan
pengumpulan data yang didapat dari studi
pustaka berupa buku —bulu referensi dari
dunia Kesehatan di bidang _psikologi
Kemudian didapat juga dari jumal maupun
prosiding yang sama dengan tema penelitian
ini, Dari data yang telah dikumpulkan
barulah dilakukan analisis data, kemudian
pemilihan mesin inferensi, pemilihan teknik
inferensi, penetapan aturan logika kondisi
premis sistem pakar. Pada tahapan
penetapan aturan logika presmis ini
diterapkan metode forward chaining yang
mengatur bahwa proses pencocokan fakta
atau pemyataan (penalaran) dilakukan dari
bagian IF Gika) terlebih dahulu, Dengan
kata Iain, penalaran dimulai dari fakta
terlebih dabulu untuk menguji kebenaran
hipotesis. Setelah tahapan tersebut baru
kemudian — diterjemahkan ke graph
pengetabuan, table keputusan, —pohon
Keputusan, kaidah produksi
PEMBAHASAN
Kousep dasar sistem pakar mengandung
keahlian, ahli, pengalihan —_Keahlian,
inferensi, aturan, dan kemampuan
menjelaskan. Keahlian adalah —suatu
kelebihan penguasaan pengetahuan di
bidang tertentu yang diperoleh dari
pelatihan, membaca atau pengelaman.
Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk
keahlian:
1. Fakta fakta pada Tingknp
permasalahan tertentu.
2. Teori-teori —pada-—_—lingkup
permasalahan tertentu.
3. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan
berkenaan dengan —_lingkup
permasalahan tertentu.
4. Strategi-strategi global untuk
‘menyelesaikan masalah.5. Meta-Knowledge (pengetahuan
tentang pengetahuan). —_Bentuk-
bentuk ini memungkinkan para ahli
untuk dapat_mengambil keputusan
lebih copat dan lebih baik daripada
seseorang yang bukan ali, (Turban,
1995).
Sistem pakar — memiliki_—_beberapa
Komponen utama, yaitu.—antarmuka
pengguna (user interface), berbasis data
sistem pakar (expert system database),
fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge
acquisition facility), dan mekanisme
inferensi (inference mechanism). Selain itu
ada satu. komponen yang hanya ada pada
beberapa sistem pakar, yaitu fasilitas
penjelasan (explanation facility).
Antarmuka pengguna adalah perangkat
Iunak yang menyediakan media komunikasi
antara penggnna dengan sistem. Basis
data sistem paker berisi pengetahuan yang
dibutubkkan untuk memahami, merumusken,
dan menyelesaikan masalah, Basis data ini
terdiri dari 2 elemen dasar:
a. Pakta, situasi masalah dan teori yang
terkait.
b. Heuristic Khusus atau rules, yang
langsung menggunakan pengetaluan
untuk — menyelesaikan —masalah
Khusus,
Sistem pakar adalah aplikasi berbasis
digunakan untuk
menyelesaikan masalah sebagaimana yang
dipikirken oleh pakar. Pakar yang dimaksud
disini adalah orang
komputer yang
yang mempunyai
keahlian khusus yang dapat menyelesaikan
masala yang tidak dapat diselesaikan oleh
orang awam.
Sebagai contoh, dokter adalah seorang
pakar yang mampu mendiagnosis penyakit
yang diderita pasien serta dapat memberikan
penatalaksanaan suatu penyakit. Contoh
yang lain, montir adaleh seorang yang punya
keshlian dan pengalaman dalam
menyelesaikan kkerusakan, mesin
motor/mobil, psikolog adalah orang yang
ahli dalam memahami—_kepribadian
seseorang, dan lain-lain.
PENUTUP
Sistem pakar adalah aplikasi_berbasis,
komputer yang digunakan untuk
menyelesaikan masalah sebagaimana yang
dipikirken oleh pakar. Pakar yang dimaksud
disini adalah orang yang mempunyai
keahlian Khusus yang dapat menyelesaikan
masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh
orang awam.
UaDAFTAR PUSTAKA
Deswani.(2009). Proses
[Link]
ta: SalembaMedika.
Hidayat, A A. A. (2012).
PengantarKonsepDasarKeperawata
n. Edisi 2. Jakarta: SalembaMedika.
Kozier, Barbara, (2010). Bukw jar
Fundamemal Keperawatan,Konsep,
Proses, danPraktik Edisi7. Jakarta
EGC.
Potter, Perry, (2009).
Keperawaran Buku 3 Edisi
7 Jakarta :SalembaMedika.
Putri, ArdiAstuti, (2014). Trend
danissuKeperawatan. Bogor: In
Media.
Fundamental
Dermawan.(2013).
PengantarKeperawaranProfesional..
akarta -GosyenPublising.
‘Nursalam.(2009). Proses
donDokumentasiKeperawatan Edisi
[Link] :SalembaMedika.
Sumijatun.(2010).
KonsepDasarMenujuKeperawatanP
rofesional, Jakarta: Trans Info
Media.
Tamotodanwartonals(2006).
KebutuhanDasarMansaia Dan
Proses Keperawatan Edisi [Link],
SelambaMedika.
Simamora, R. H. (2009). Dokumentasi
Proses [Link]: Jember
University Press.
Simamora, R H. (2010).
[Link]
ber: Jember University Press
Simamora, R. H. (2019). MenjadiPerawat
yang: CINHUY. Surakarta: Kekata
Publisher.
Simamora, R H. (2008).
PeranManajerDalamPembinaanEtik
aPerawatPelaksanaDalamPeningkat
akanKualitasPelavananasuhanKepe
rawatan. Jumal IKESMA.
SuarlidanBaktiar (2009).
ManagemenKeperawatanDenganPe
ndekatenPraktis Jakarta ‘Erlangga.
Dinarti, Aryani. R, Nuthaeni.H, dik. (2009).
[Link].
TIM.
Muttagin. Avif. (2010).
PenghajianKeperawatandplikasipad
aPraktik&linik. Jakarta:
SelambaMedika.
NANDA. (2018). Nursing Diagnoses.
Definitions & Classification 2018-
Ua2020. Philadelphia: += NANDA
International.
Rohmah, N. danWalid, $.(2009). Proses
Keperawatan,
TeoridansplikasiDilengkapidengan
PetunjukPraktisPenyusunan Proses
KeperawatandanDokumentasi
NANDA-NOC-NIC. _Jogjakarta
Arrus Media.
Misbahatul, E. Anggraini, Y &Purwaningsih
(2010).
AnalisisFaktorPenyebabPelaksanaa
nPendokumentasiandsuhanKeperaw
atanBerdasarkan Balanced
Scorecard. JumalNers. Vol §, No. 1
Susiana, Endang. Wahyuni, E. D. &Asmoro,
C. P.Q019). — Faktor Yang
BerhubunganDenganMutuPendoku
mentasianAsuhanKeperawatan.
Fundamental And — Management
Nursing Journal. Vol. 2 No.1
Ua