Pengaruh ROE, DER, PBV, EPS Terhadap Harga Saham
Pengaruh ROE, DER, PBV, EPS Terhadap Harga Saham
(PBV) and Earning Per Share (EPS) on the Stock Prices in Food and Beverage Sub Sector
Consumer Goods Manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in Period
2019-2021
Pengaruh Return On Equity (Roe), Debt To Equity Ratio(Der), Price To Book Value (PBV) Dan
Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan
Manufaktur Barang Konsumsi Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia Periode 2019-2021)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Equity (ROE), Debt to
Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga
Saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini menggunakan data yang bersifat Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI periode tahun 2019-
2021. Sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak
19 perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil
melalui website resmi idx ([Link]) atau website resmi perusahaan yang menjadi sampel dalam
penelitian ini. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif,
Analisis Asumsi Klasik, dan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, menunjukkan bahwa ROE berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap Harga
Saham, DER tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham, PBV dan EPS
berpengaruh secara positif signifikan terhadap Harga Saham. Secara simultan ROE, DER, PBV dan
EPS berpengaruh secara positif signifikan terhadap Harga Saham. Saran yang diajukan dalam
penelitian ini adalah bagi peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan objek dan subjek yang lebih
luas dan mengembangkan variabel lain yang belum diteliti pada penelitian ini.
Kata Kunci: Return On Equity, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value, Earning Per Share, Harga
Saham
PENDAHULUAN memiliki peran yang penting. Salah satunya yaitu
Pada era globalisasi yang semakin maju saat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
ini, banyak pilihan masyarakat untuk Kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan
melakukan investasi, dengan berkembangnya minuman merupakan salah satu kebutuhan pokok
ilmu pengetahuan dan teknologi membuat yang harus dipenuhi masyarakat. Hal tersebut
melakukan investasi semakin mudah. Apalagi membuat pemerintah beranggapan bahwa
dengan meningkatnya minat masyarakat perusahaan makanan dan minuman akan
tentang pasar modal, dan telah banyak mempunyai peluang untuk berkembang setiap
perusahaan yang terdaftar di lantai bursa. Hal tahunnya. Oleh sebab itu sub sektor makanan dan
ini membuat pasar modal merupakan minuman merupakan salah satu sektor yang
perekonomian yang penting di Indonesia (Dan, dijadikan prioritas pemerintah untuk mendorong
2022). perekonomian Indonesia ([Link]).
Salah satu instrument yang terkenal berada Perusahaan manufaktur sub sektor makanan
di pasar modal adalah Saham, karena tingkat dan minuman memang akan selalu dibutuhkan,
keuntungan yang diperoleh dari investor jauh namun beberapa tahun terakhir umumnya
lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan sub sektor makanan dan minuman
instrument lainnya. Sedangkan tujuan mengalami penurunan, apalagi waktu masa
perusahaan melakukan investasi saham adalah pandemi. Pada awal pandemi covid- 19 hal
untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang tersebut tidak memengaruhi pasar harga saham.
saham dengan cara memaksimalkan nilai Setelah berjalan nya waktu semakin banyak
perusahaan yang pada akhirnya akan perusahaan ter konfirmasi bahwa perusahaan nya
mencerminkan harga saham tersebut. berdampak negatif terhadap harga saham. Dari
(Munira et al., 2018) Harga saham adalah semua sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia
uang yang dikeluarkan untuk memperoleh bukti (BEI), hanya sub sektor makanan dan minuman
penyertaan atau kepemilikan suatu perusahaan. yang mengalami penurunan yang paling tidak
Penilaian harga saham merupakan suatu hal berdampak yaitu hanya turun -8,48% (RUKMINI,
yang terpenting dan mendasar bagi investor, 2020).
kerena harga saham ditentukan dari permintaan Dapat dilihat dari hasil tinjauan harga saham
dan penawaran yang terjadi di pasar saham. Jika pada sub sektor ini, menunjukkan bahwa rata-rata
semakin banyak orang membeli saham maka data harga saham dari tahun 2019-2021
harga saham cenderung menaik, begitupun mengalami penurunan. Fenomena yang ditemukan
sebaliknya jika semakin banyak orang menjual seperti perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk
saham tersebut maka harga saham nya juga (MLBI), pada pertengahan 2019, saham MLBI pun
semakin turun. Harga saham dapat dijadikan sempat berada di level Rp 20.000 an selama kurun
sebagai acuan prestasi suatu perusahaan, karena waktu empat tahun sejak tahun 2015, pergerakan
harga saham tersebut berpengaruh terhadap harga saham MLBI mengalami peningkatan
daya tarik investor, sehingga jika harga saham stabil. Namun semenjak pandemi perusahaan ini
nya tinggi investor beranggapan bahwa kinerja kinerja nya sudah ambles 56,23% ke harga
perusahaan nya bagus begitupun sebaliknya. Rp9.025. ditambah adanya aturan investasi miras
Agar mendapatkan keuntungan dalam di beberapa wilayah Indonesia juga turut
berinvestasi saham, investor harus mengetahui memperberat kinerja saham MLBI untuk melaju
pergerakan dan perkembangan harga saham ke posisi sebelumnya ([Link]).
sebuah perusahaan. Adapun berita perusahaan Harga saham INDF
Alasan penulis untuk melakukan penelitian dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam tren
di perusahaan Manufaktur Barang Konsumsi melemah pada September 2021. Namun, Indofood
Sub Sektor Makanan dan Minuman adalah diprediksi memiliki prospek kinerja yang bagus,
karena perusahaan dengan sub sektor ini cukup Harga saham INDF pada perdagangan Senin 20
pesat naik pertumbuhan harga saham, hal ini September 2021 ditutup 50 poin atau ke level
disebabkan orientasi market sub sektor 6.150. Sejak awal tahun 2021, harga saham INDF
makanan dan minuman mayoritas investornya berkurang 675 poin atau 9,89%
dari dalam negeri dibandingkan dari luar negeri ([Link] ).
(Nurhidayati & Dailibas, 2021). Selain itu sub hal tersebut sejalan dengan anak perusahaan nya
sektor ini mempunyai pengaruh dalam Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
membantu perekonomian Indonesia, karena menyatakan meski laba naik 10% namun harga
saham ICBP anjlok, ICBP sempat menyentuh
harga saham pada level Rp 11.700 di akhir faktor di atas penulis hanya meneliti tentang faktor
januari 2020 namun turun pada pertengahan fundamental yaitu kinerja keuangan perusahaan
bulan maret 2020 menjadi Rp 8.350 atau turun dengan indikator rasio keuangan perusahaan
25,11%. Hal ini disebabkan oleh kepanikan antara lain adalah Return On Equity (ROE), Debt
investor dalam menghadapi wabah pandemi to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV)
yang membuat reaksi saham tidak dan Earning Per Share (EPS).
rasional([Link]). Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang
Diikuti perusahaan lainnya yang mengalami digunakan untuk mengukur kemampuan dari
penurunan harga saham selama periode 2019- modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan
2021 Campina Ice Cream Industri Tbk bagi seluruh pemegang saham, bagi saham biasa
(CAMP) pada tahun 2019 harga saham nya maupun saham preferen (Rahmadewi &
senilai Rp 372 lalu mengalami penurunan di Abundanti, 2018). Sedangkan menurut Fahmi
tahun 2020 dengan harga saham Rp 306, dan (2019) Return On Equity (ROE) adalah rasio yang
ditahun selanjutnya semakin turun Rp 290. digunakan untuk mengkaji sejauh mana suatu
Harga saham Delta Djakarta Tbk (DLTA) pada perusahaan mempergunakan sumber daya yang
tahun 2019 yaitu Rp 6800, di tahun 2020 Rp dimiliki untuk mampu memberikan laba atas
440 dan di tahun selanjutnya mengalami ekuitas yang dimiliki. Return On Equity (ROE)
penurunan lagi Rp 3740. Tunas Baru Lampung berguna untuk mengukur kemampuan modal
Tbk (TBLA) pada tahun 2019 harga saham nya untuk menghasilkan keuntungan bagi investor
Rp 995, di tahun 2020 terjadi penurunan harga yang menyimpan uangnya ke suatu perusahaan.
saham menjadi Rp 930 dan disusul di tahun Semakin tinggi nilai Return On Equity (ROE),
2021 harga saham nya semakin turun Rp 795. maka semakin naik daya tarik investor untuk
Tri Banyan Tirta tbk (ALTO) mengalami menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut.
penurunan, pada tahun 2019 harga saham nya Berdasarkan penelitian sebelumnya Return On
Rp 398, pada tahun 2020 dan 2021 harga saham Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan
nya semakin menurun yaitu Rp 308 dan Rp terhadap harga saham (Purwanti, 2020). Hal ini
280. Ultra Jaya Milk Industri & Trading membuat semakin besar nilai Return On Equity
Company tbk (ULTJ) juga mengalami (ROE) maka menunjukkan seberapa besar
penurunan harga saham selama 3 (tiga) tahun pengembalian modal yang telah diinvestasikan
berturut-turut pada tahun 2019,2020 dan 2021 investor . hasil penelitian sependapat dengan
dari harga Rp 1725, Rp 1660 dan Rp 1570 (RUKMINI, 2020) dengan hasil pengujian
([Link] ). menunjukkan bahwa Return On Equity (ROE)
Sub sektor makanan dan minuman cukup berpengaruh positif signifikan terhadap harga
menarik untuk dijadikan sebagai objek saham. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan
penelitian, karena walaupun makanan dan hasil uji t parsial menunjukkan variabel Return On
minuman selalu dibutuhkan, harga saham pada Equity (ROE) memiliki nilai t-hitung > t tabel
sub sektor ini rata-rata tetap anjlok walaupun yaitu tahun 2019 dan tahun 2020 (2,077 < 1,68195)
tidak separah sub sektor lainnya. Hal ini yang artinya Return On Equity (ROE)
melatar belakangi apa saja faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap harga saham
menyebabkan harga saham di sebuah dikarenakan t hitung lebih besar daripada t table.
perusahaan mengalami kenaikan atau Berdasarkan hasil tersebut mengindikasikan bahwa
penurunan harga saham. investor begitu mempertimbangkan Return On
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi Equity (ROE) sebagai dasar pengambilan
tingkat harga saham yaitu faktor internal keputusan investasi, hal ini menunjukkan bahwa
(fundamental) dan faktor eksternal. Kegiatan Return On Equity (ROE) mampu memengaruhi
faktor internal merupakan kegiatan yang tinggi rendahnya harga saham.
berasal dari dalam perusahaan dan dapat Debt to Equity Ratio (DER) merupakan
dikendalikan oleh manajemen perusahaan. perbandingan antar hutang dan modal yang
Faktor internal berkaitan dengan pendapatan dimiliki oleh perusahaan. Menurut (Pratama et al.,
yang akan diperoleh para pemodal baik berupa 2020) Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang
capital gain maupun dividen. Faktor kegiatan digunakan untuk mengukur seberapa besar utang
eksternal seperti situasi politik dan keamanan, perusahaan yang dinilai menggunakan ekuitas,
turunnya suku bunga serta rumor-rumor dari caranya adalah dengan membandingkan semua
orang lain yang sengaja ingin mengeruk utang dengan ekuitas yang dimiliki perusahaan,
keuntungan situasi tersebut. Berdasarkan faktor- penggunaan rasio ini dapat digunakan untuk
melihat banyaknya dana yang dimiliki saham (Umar & Salsa Nur Anava, 2020). Earning
perusahaan yang dibiayai atau didanai oleh Per Share (EPS) dapat diartikan sebagai besaran
kreditur. Jika perusahaan tersebut lancar laba bersih dalam setiap lembar saham beredar.
membayar uangnya akan menyebabkan nilai Selain itu, rasio ini dapat dijadikan Sebagai
Debt to Equity Ratio (DER) turun. Hal ini estimasi dari pembagian profit yang didapatkan
sangat baik bagi investor karena dapat pemegang saham dalam satu periode. Jika EPS
meningkatkan harga saham. Namun jika tinggi,, maka keuntungan yang diperoleh oleh
seballiknya perusahaan tersebut memiliki pemegang saham juga tinggi (Nurhidayati &
hutang yang tinggi dan tidak lancar, maka Dailibas, 2021).
dapat berpengaruh turun nya nilai harga saham. Menurut penelitian (Nurhidayati & Dailibas,
Pernyataan ini didukung oleh penelitian 2021) Earning Per Share (EPS) berpengaruh
sebelumnya (Senja et al., 2021) Debt to Equitu positif signifikan terhadap harga saham. Menurut
Ratio (DER) berpengaruh positif signifikan (Saputra et al., 2021) Earning Per Share (EPS)
terhadap harga saham. Hasil penelitian ini juga berpengaruh positif signifikan terhadap harga
sesuai dengan pendapat (Nainggolan, 2019). saham. Hal ini dapat dikatakan bahwa perusahaan
Penelitian ini membuktikan bahwa perusahaan yang lebih besar bisa menghasilkan keuntungan
mampu mengurangi resiko hutang yang dilihat bersih dari setiap lebar sahamnya. Penelitian ini
dari rendahnya nilai Debt to Equity Ratio merupakan replikasi dari penelitian (Nurhidayati
(DER), sehingga akan jadi daya tarik investor & Dailibas, 2021) yang berjudul “pengaruh ROE,
untuk menginvestasikan modalnya kepada EPS, PER, dan PBV terhadap harga saham pada
perusahaan tersebut. industri makanan dan minuman”. Tetapi yang
Price to Book Value (PBV) merupakan membedakan penelitian ini dengan penelitian
perbandingan antara harga pasar dan nilai harga sebelumnya adalah pada penelitian ini
saham. Price to Book Value (PBV) merupakan menggunakan variabel Debt to Equity Ratio
salah satu dari Rasio Penilaian Pasar, karena (DER). Kemudian pada penelitian sebelumnya
rasio ini memberi pertunjuk kepada investor atas dilakukan pada periode 2014-2020. Namun pada
kinerja perusahaan di masa lalu dan di masa penelitian ini dilakukan pada tahun periode 2019-
mendatang. Menurut (Martha dan Yanti, 2019) 2021.
Price to Book Value (PBV) adalah perhitungan Berdasarkan uraian latar belakang diatas,
atau perbandingan antara market value dengan peneliti tertarik mengambil dengan judul
Book Value suatu saham. Sedangkan menurut “Pengaruh Return On Equity (ROE), Debt to
(Putra, 2018) Price to Book Value (PBV) Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV)
didefinisikan sebagai perbandingan nilai pasar dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga
suatu saham terhadap nilai bukunya sendiri Saham (Studi Empiris pada Perusahaan
sehingga kita dapat mengukur tingkat harga Manufaktur Barang Konsumsi Sub Sektor
saham apakah overvalued atau undervalued. Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa
menurut (Senja et al., 2021) menyatakan bahwa Efek Indonesia Periode 2019-2021)”
Price to Book Value (PBV) memiliki pengaruh Saham
yang positif signifikan terhadap harga saham Saham merupakan tanda penyetaan atau
pada perusahaan sub sektor makanan dan kepermilikan seseorang atau badan dalam suatu
minuman periode 2015-2018. Penelitian ini perusahaan atau perseroan terbatas. Saham
sependapat dengan (Saputra et al., 2021) yang berwujud selembar kertas yang menerangkan
menyatakan bahwa Price to Book Value (PBV) bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik
berpengaruh positif signifikan terhadap harga perusahaan yang menerbitkan surat berharga
saham, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t tersebut (Purwanti, 2020). Menurut (Tartakovsky
hitung lebih besar daripada t tabel. Dengan & Broyda, 2010) saham adalah surat tanda
demikian makin tinggi rasio tersebut makin penyertaan modal pada suatu proses terbatas,
berhasil dan mampu perusahaan menciptakan dimana dengan memilikinya manfaat yang akan
nilai bagi pemegang saham. diperoleh antara lain Deviden, Capital Gain
Rasio terakhir yang diteliti yaitu Earning Per maupun manfaat finansial.
Share (EPS). Earning Per Share (EPS) Harga Saham
merupakan salah satu analisis rasio yang berada Harga saham merupakan nilai suatu saham
pada sudut pandang investor atau pemilik yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang
perusahaan karena menunjukkan seberapa besar mengeluarkan saham tersebut, dimana perubahan
laba yang dihasilkan perusahaan per lembar atau fluktasinya sangat ditentukan oleh kekuatan
permintaan dan penawaran yang terjadi di keuntungan yang besar atau tidak. Laba bersih
pasar bursa (pasar sekunder) (Kosanke, 2019). perusahaan tersebut akan diberikan kepada
Harga saham adalah harga jual yang pemegang saham atau diberikan kepada
sebelumnya ditentukan oleh kondisi pasar perusahaan itu sendiri. Rasio ini dihitung dengan
berdasarkan jumlah sedikit atau banyaknya rumus :
jumlah permintaan dan penawaran di pasar ROE = Laba bersih setelah Pajak x 100%Total
saham, (Sari dan Santoso,2019). Semakin Ekuitas
banyak investor yang ingin membeli atau Return On Equity dapat dikatakan semakin
menyimpan saham, harga nya semakin naik. bagus ketika nilainya mendekati 100 % (persen),
Sebaliknya semakin banyak investor yang hal ini menunjukkan bahwa setiap 1 rupiah
ingin menjual atau melepaskan suatu saham, ekuitas pemegang saham dapat menghasilkan 1
maka harganya semakin bergerak turun. Dari rupiah dari laba bersih perusahaan. Jika ditinjau
pengertian harga saham menurut para ahli dari standart ROE yang baik yaitu harus diatas
dapat disimpulkan bahwa harga saham nilai 8,32%, berarti nilai nya dapat dikategorikan
terbentuk karena adanya penawaran dan baik, dan sebaliknya jika nilai ROE berada di
permintaan yang ada di pasar jual beli saham bawah 8,32% berarti nilai ROE tersebut dapat
dan biasanya merupakan harga penutupan dikategorikan tidak baik. Sedangkan menurut
Rasio Keuangan ([Link]) ROE dapat dikatakan baik
Rasio keuangan pada dasarnya ideal minimal di level 15% atau lebih, artinya
merupakan perbandingan angka-angka yang setiap investasi Rp 1.000 menghasilkan untung
terdapat dalam laporan keuangan baik laporan bersih paling sedikit.
laba, rugi maupun laporan neraca, posisi Debt to Equity Ratio (DER)
keuangan. Analisis rasio keuangan dilakukan Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang
untuk mengetahui lebih dekat kinerja keuangan digunakan untuk mengukur seberapa besar uang
perusahaan dari sisi kemampuan menghasilkan perusahaan yang dinilai menggunakan ekuitas,
laba dalam setiap rupiah penjualan, besarnya caranya adalah dengan membandingkan semua
laba dalam setiap lembar saham, kemampuan utang yang dimiliki perusahaan dengan semua
manajemen dalam mengelola aset untuk ekuitas yang dimiliki perusahaan (Syakur, 2021).
menghasilkan laba dan masih banyak analisis Penggunaan rasio Debt to Equity Ratio dapat
rasio keuangan yang terdapat di dalam laporan digunakan untuk melihat banyaknya dana yang
keuangan.(Nainggolan, 2019). Berdasarkan dimiliki perusahaan yang dibiayai atau didanai
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, rasio oleh kreditur(Pratama et al., 2020)
keuangan adalah rasio yang digunakan untuk Rasio ini dihitung dengan rumus :
mengetahui dan menilai kondisi laporan Debt to Equity Ratio = Total Hutang
keuangan hal ini berguna untuk informasi yang Ekuitas
dijadikan sebagai bahan evaluasi kinerja Semakin tinggi Debt to Equity Ratio
perusahaan artinya perusahaan memiliki komposisi total
Return On Equity (ROE) utang (jangka pendek dan jangka Panjang)
Return On Equity merupakan bagain semakin besar dibanding dengan total modal itu
dari rasio Profitabilitas, yang dalam sendiri. Ini tentu sangat berdampak bagi beban
pengukurannya difungsikan untuk menilai perusahaan terhadap pihak kreditur. Semakin besar
kemampuan perusahaan dalam memperoleh utang perusahaan dapat mengurangi jumlah laba
laba bersih setelah pajak dari pemanfaatan yang dapat diterima oleh perusahaan itu sendiri.
modal yang dimilikinya (Purwanti, 2020). sebaliknya jika semakin rendah Debt to Equity
Menurut (Hardiyanti et al., 2022) Return On Ratio artinya perusahaan tidak terlalu
Equity adalah salah satu rasio Rentabilitas. memanfaatkan utang.
Rasio Rentabilitas atau bisa juga disebut rasio Debt to Equity Ratio yang tinggi tidak
Profitabilitas, adalah rasio yang berfungsi berarti perusahaan memiliki utang yang
untuk mengukur serta menunjukkan mengerikan. Liabilitas jangka pendek waktu
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pelunasannya harus di bawah satu tahun. Namun
laba dari kegiatan operasi. sebagian perusahaan utang jangka pendeknya
Manfaat menggunakan ROE ini adalah digunakan untuk kelangsungan perusahaannya
untuk mengetahui bagus atau tidaknya kinerja seperti adanya utang usaha, beban yang harus
perusahaan dan mengetahui apakah uang yang dibayar, utang pajak dan lainnya. Sehingga dapat
ditanamkan ke perusahaan tersebut mendapat disimpulkan bahwa jika ada perusahaan yang
utangnya seperti di atas masih dikatakan sehat. (Saputra et al., 2021) Earning Per Share adalah
Price to Book Value (PBV) suatu rasio yang mengambarkan jumlah
Price to Book Value adalah rasio yang keuntungan yang akan diperoleh dari setiap
menggambarkan perbandingan antara harga lembar saham yang dimiliki. Sedangkan menurut
saham dengan nilai buku ekuitas sebagaimana (Peranginangin, 2021) Earning Per Share (EPS)
yang dilaporkan posisi keuangan (Senja et al., adalah perbandingan laba bersih dengan saham
2021). Sedangkan menurut (Prastyawan et al., yang diterbitkan dan memberitahukan informasi
2022) Price to Book Value merupakan rasio tentang pertumbuhan perusahaan tersebut.
yang menunjukkan seberapa besar tinggi nilai Kenaikan atau penurunan EPS dari tahun ke
pasar terhadap nilai buku saham. Rasio ini tahun adalah ukuran penting untuk mengetahui
sering digunakan pada perusahaan yang akan baik tidaknya pekerjaan yang dilakukan
melakukan IPO. Selain itu rasio ini berguna perusahaan pemegang sahamnya. Secara teori
untuk mengetahui mahal atau tidaknya harga semakin tinggi EPS, maka harga saham
suatu saham serta mengukur seberapa cenderung naik. Hal tersebut dapat meningkat
kapasitas perusahaan dalam menciptakan firm akan mendorong investor untuk menambah
value terhadap modal yang telah di jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan
investasikan. tersebut, sehingga permintaan terhadap saham
Rasio ini dihitung dengan rumus : tersebut meningkat yang berakibatkan harga
saham pun juga meningkat..
Book Value (BV) = Ekuitas Rasio ini dihitung dengan rumus :
Saham Beredar
Earning Per Share (EPS) = Laba Bersih
Price to Book Value (PBV) = Harga Saham Jumlah Saham Beredar
Book Value (BV)
Sebelum mencari PBV, harus mencari Adapun hipotesa dari rancangan penelitian ini
Book Value (BV) terlebih dahulu. Jadi dari BV adalah :
ini bisa melihat suatu saham memiliki harga 1. Pengaruh Return On Equity (ROE)
yang murah atau mahal dibandingkan dengan terhadap Harga Saham
harga sahamnya di pasar. BV ini bukanlah nilai Return On Equity (ROE) merupakan rasio
wajar suatu saham, melainkan hanya yang digunakan untuk mengkaji sejauh mana
perhitungan ekuitasnya saja yang belum suatu perusahan mempergunakan sumber daya
termasuk keuntungan perusahaan di masa yang yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas
akan datang. jadi nilai wajar biasanya akan ekuitas yang dimiliki. Return On Equity (ROE)
selalu lebih tinggi dari BV-nya. berguna untuk mengukur kemampuan modal
Jika hasil nilai Price to Book value untuk menghasilkan keuntungan bagi investor
(PBV) berada dibawah angka <1, maka dapat yang menyimpan uang nya di suatu perusahaan.
dikatakan harga saham perusahaan itu dalam Hasil penelitian yang dilakukan (Purwanti,
posisi terdiskon. Namun sebaliknya jika nilai 2020) yang menyatakan bahwa Return On Equity
PBV berada di atas angka >1, maka harga (ROE) berpengaruh positif terhadap harga saham.
saham perusahaan tersebut lebih mahal Semakin besar nilai ROE maka menunjukkan seberapa
besar pengembalian atas modal yang telah
dibandingkan ekuitasnya. Ada dua
diinvestasikan oleh investor. Pernyataan hasil
kemungkinan untuk saham yang terdiskon. penelitian ini juga didukung oleh (Pratama et al.,
Pertama, perusahaan merugi sehingga harga 2020) dan (RUKMINI, 2020). Jika nilai ROE di
sahamnya menjadi murah dan lebih rendah sebuah perusahaan rendah, harga saham nya pun juga
dibandingkan BV-nya. Kedua, perusahaannya cenderung rendah. Investor mengharapkan return atas
profit dan secara bisnis semuanya baik hanya dana yang diinvestasikan pada perusahaan, return
saja sahamnya masih di bawah BV-nya (Putra, tersebut dapat berupa deviden dan sebagainya.
2018) . Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan rumusan
Earning Per Share (EPS) Hipotesis :
Earning Per Share merupakan salah satu H1 : Return On Equity (ROE) berpengaruh
analisis rasio yang berada pada sudut pandang positif signifikan terhadap harga saham
investor atau pemilik perusahaan karena
menunjukkan seberapa besar laba yang
dihasilkan perusahaan per lembar saham.
2. Pengaruh Debt to Equity Ratio menandakan bahwa harga saham sedang dalam
(DER) Terhadap Return Saham keadaan undervalued sehingga cocok waktunya
Debt to Equity Ratio (DER) investor untuk membeli. Begitu juga sebaliknya
merupakan perbandingan antara hutang dan jika nilai PBV berada di atas angka 1 atau disebut
modal yang dimiliki perusahaan, jika overvalued. Price to Book value (PBV) sering
perusahaan tersebut lancar membayar digunakan pada perusahaan yang akan melakukan
hutang nya akan menyebabkan nilai Debt to IPO yakni penawaran saham perdana
Equity Ratio (DER) akan turun. Hal ini baik (Nurhidayati & Dailibas, 2021).
bagi investor karena dapat meningkatkan (Saputra et al., 2021) menyatakan bahwa
harga saham, namun jika sebaliknya Price to Book Value (PBV) berpengaruh positif
perusahaan yang memiliki hutang yang terhadap harga saham. Penelitian ini sependapat
tinggi dan tidak lancar membayar hutang, dengan (Senja et al., 2021) dan (Hardiyanti et al.,
maka dapat memengaruhi turunkan harga 2022). Dengan demikian nilai rasio tersebut
saham. makin berhasil dan mampu perusahaan
Hasil penelitian terdahulu menurut menciptakan nilai bagi pemegang saham, dimana
(Nainggolan, 2019) menunjukkan bahwa semakin meningkat kepercayaan pasar terhadap
Debt to Equity berpengaruh positif prospek perusahaan sehingga permintaan akan
signifikan terhadap harga saham. Hal ini saham tersebut naik dan mendorong harga
diketahui memiliki hubungan sig 0.041 < perusahaan tersebut. Berdasarkan uraian di atas
0.05. Artinya bahwa semakin rendah hasil dapat disimpulkan rumus hipotesis :
nilai DER akan menyebabkan harga saham H3 : Price to Book Value (PBV) berpengaruh
juga semakin meningkat. Karena jika positif signifikan terhadap hargasaham
perusahaan memiliki nilai DER yang tinggi
maka utang yang ditanggung perusahaan 4. Pengaruh Earning Per Share (EPS)
besar, sehingga dapat mengurangi jumlah terhadap Harga Saham
laba perusahaan yang menyebabkan Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang
turunnya harga saham. mengambarkan jumlah keuntungan yang akan
diperoleh dari setiap lembar saham yang dimiliki
penelitian ini sejalan dengan (Senja et (saputra et al., 2021). Earning Per Share (EPS)
al., 2021) dan (Munira et al., 2018) bahwa merupakan rasio yang berada pada sudut pandang
Debt to Equiy Ratio (DER) berpengaruh investor atau pemilik perusahaan karena
positif signifikan terhadap harga saham. Hal menunjukkan seberapa besar laba yang
ini menunjukkan nilai negatif sebesar - dihasilkan oleh perusahaan per lembar. Rasio ini
0.350170 dengan nilai probabilitas < 0.05 juga bisa menjadi metode untuk mengetahui
(0.0000 < 0.05). maka hipotesis penelitian pergerakan harga saham dan juga bisa
Debt to Equity Ratio (DER) diterima memprediksi kemungkinan nilai dividen.
memiliki pengaruh yang berarti terhadap (Umar & Salsa Nur Anava, 2020)
harga saham. Berdasarkan uraian di atas menyatakan Price to Book Value (PBV)
dapat disimpulkan rumusanhipotesis : berpengaruh positif signifikan terhadap harga
H2 : Debt to Equity Ratio (DER) saham hal ini dibuktikan dengan hasil nilai sig
berpengaruh positif signifikan 0,000 < 0,005 sehingga diterima. Penelitian
terhadap hargasaham tersebut sependapat dengan (Nurhidayati &
Dailibas, 2021) dimana nilai sig menunjukkan
3. Pengaruh Price to Book Value 0,000 < 0,05 serta nilai t 12,937 > 2,015. Hasil ini
(PBV) terhadap Harga saham menunjukkan bahwa investor mempertimbang
Price to Book Value (PBV) adalah Earning Per Share (EPS) sebagai pengambil
perbandingan antara harga pasar dengan nilai keputusan dalam berinvestasi. Dengan nilai
harga saham. (Putra, 2018) Price to Book Earning Per Share (EPS) yang tinggi menandakan
Value (PBV) didefinisikan sebagai bahwa perusahaan berhasil memaksimalkan
perbandingan nilai pasar suatu saham terhadap kemakmuran para investornya. Berdasarkan
nilai bukunya sendiri sehingga kita dapat uraian di atas dapat disimpulkan rumusan
megukur harga saham apakah overvalued atau hipotesis :
undervalued. PBV dikatakan bagus ketika hasil H4 : Earning Per Share (EPS) berpengaruh
nilainya berada di bawah angka 1, artinya positif signifikan terhadap harga saham.
5. Pengaruh Return On Equity (ROE), 1. Jenis Data dan Metode Pengumpulan
Debt to Equity Ratio (DER), Price to Data
Book Value (PBV) dan Earning Per Jenis data yang terdapat dalam penelitian
Share (EPS) terhadap Harga Saham ini adalah sekunder, yaitu data yang sudah
Salah satu alasan untuk mengetahui terdokumentasi atau data yang mengacu
harga saham mengalami kenaikan atau kepada informasi yang dikumpulkan dari
penurunan adalah karna adanya permintaan sumber yang ada, penelitian melalui situs
yang meningkat sehingga harga saham internet di [Link] dan
meningkat begitupun sebaliknya. Hal ini [Link] yang digunakan
dipengaruhi dari faktor internal perusahaan untuk melengkapi data-data sekunder berupa
bagaimana mengelola kinerja perusahaan laporan keuangan perusahaan Manufaktur Sub
dengan baik atau tidak. Adapun salah satunya Sektor Makanan dan Minuman periode 2019-
mengetahui cara perhitungan rasio Return On 2021.
Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER),
Price to Book Value (PBV) dan Earning Per 2. Populasi dan Sampel
Share (EPS). Populasi
Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa Menurut (Sugiono,2019) populasi adalah
Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio wilayah generasi yang terdiri atas objek/subjek
(DER), Price to Book Value (PBV) dan yang mempunyai kualitas dan karakteristik
Earning Per Share (EPS) mempunyai tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
pengaruh yang positif signifikan secara parsial dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
terhadap harga saham. Tentukan berdasarkan Berdasarkan pengertian di atas dapat
hasil penelitian tersebut jika rasio ini disimpulkan bahwa populasi adalah suatu
digabungkan secara simultan juga mempunyai wilayah atau Kawasan yang terdiri dari subjek
pengaruh yang positif dignifikan terhadap dan objek berdasarkan kriteria tertentu yang telah
harga saham. Hasil penelitian ini didukung di tetapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah
dari (Meri & Wijayanto, 2021) dan (Tiara Perusahaan Manufaktur Barang Konsumsi Sub
Sania, 2020) yang menyatakan bahwa secara Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di
simultan atau Bersama-sama berpengaruh Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021
positif signifikan terhadap harga saham. Tabel 1 Daftar perusahaan Sub Sektor Makanan dan
H5 : ROE, DER, PBV dan EPS Minuman yang terdaftar di BEI
berpengaruh positif terhadap harga
NO KODE EMITEN
saham.
1 ADES Akasha Wira [Link]
2 AISA Tiga Pilar Sejahtera [Link]
METODE PENELITIAN 3 BUDI Budi Starch & [Link]
jenis penelitian ini adalah bersifat 4 CAMP Campina Ice Cream
Kuantitatif yaitu penelitian terhadap data [Link]
berupa fakta keuangan dari perusahaan yang 5 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia. Tbk
diperoleh untuk menguji dan menganalisa suatu 6 CLEO Sariguna [Link]
data dengan data Sekunder. Data Sekunder 7 DLTA Delta [Link]
8 GOOD Garudafood Putra Putri
yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan [Link]
oleh orang yang melakukan penelitian 9 HOKI Buyung Poetra [Link]
terdahulu atau dari sumber- sumber yang telah 10 ICBP Indofood CBP Sukses
ada. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah [Link]
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh 11 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio 12 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
(DER), Price to Book Value (PBV), dan 13 ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk
14 SKBM Sekar Bumi Tbk
Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham
15 SKLT Sekar Laut Tbk
pada perusahaan Manufaktur Barang 16 STTP Sinar Top Tbk
Konsumsi Sub Sektor Makanan dan Minuman 17 TBLA Tunas Baru Lampung Tbk
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 18 ULTJ Ultra Jaya Milk Industry &
tahun 2019-2021. Trading Co Tbk
19 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
20 BTEK Bumi Teknokultura Unggul. 6 CAMP Campina Ice Cream [Link] √
Tbk 7 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia. Tbk √
21 FOOD Sentra Food Putra Putri 8 CLEO Sariguna [Link] √
[Link] 9 DLTA Delta [Link] √
22 IKAN Eka Mandiri Cemerlang Tbk 10 FOOD Sentra Food Putra Putri [Link] x
23 KEJU Mulia Boga Raya Tbk 11 GOOD Garudafood Putra Putri [Link] √
24 MYOR Mayora Indah Tbk 12 HOKI Buyung Poetra [Link] √
25 PANI Prtama Abadi Nusa Industri 13 ICBP Indofood CBP Sukses √
Tbk [Link]
26 PSDN Prasidha Aneka Niaga Tbk
14 IKAN Eka Mandiri Cemerlang Tbk x
15 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk √
Sampel 16 KEJU Mulia Boga Raya Tbk √
Sampel adalah bagian dari jumlah dan 17 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk √
karakteritik yang dimiliki oleh populasi 18 MYOR Mayora Indah Tbk x
tersebut (sugiono,2019). metode sampel yang 19 PANI Pertama Abadi Nusa Industri Tbk x
digunakan dalam penelitian ini adalah 20 PSDN Prasidha Aneka Niaga Tbk x
purposive sampling (kriteria dihendaki). 21 ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk √
Adapun kriteria yang digunakan untuk 22 SKBM Sekar Bumi Tbk √
memilih sampel adalah sebagai berikut :
1. Merupakan perusahaan manufaktur barang 3. Defenisi Operasional
konsumsi Sub Sektor makanan dan Variabel Dependent
minuman yang terdaftar di Bursa Efek Menurut Soegoto (2016), variable dependent
Indonesia (BEI) dari tahun 2019-2021. adalah variabel yang memberikan reaksi atau
2. Perusahaan yang mendapatkan laba selama respon jika dihubungkan dengan variabel
3(tiga) tahun berturut-turut dari tahun 2019- independen. Variabel dependent (Y) dalam
2021 penelitian ini adalah Harga Saham. Harga
Tabel 2 Proses Pemilihan Sampel
No keterangan Jumlah
saham adalah harga yang terjadi di bursa pada
waktu tertentu.
populasi : perusahaan Variabel Independent
manufaktur barang konsumsi
1 26 Variabel independent (X) dalam Bahasa
makanan dan minuman yang terdaftar di Indonesia disebut variabel bebas, variabel
BEI 2019-2021 bebas adalah variabel yang menjadi sebab atau
perusahaan yang mengalami kerugian atau untuk mempengaruhi atau menjadi sebab
laba negatif perubahan atau timbulnya variabel dependen
2 (7)
selama tahun 2019-2021 (Sugiyono, 2015).
Dimana dalam penelitian ini variabel
sampel penelitian 19 bebasnya adalah:
X1 : Return On Equity (ROE)
total sampel 19 x 3 57 X2 : Debt to Equity Ratio (DER)
X3 : Price to Book Value (PBV)
X4 : Earning PerShare (EPS)
Berdasarkan dari pemilihan sampel
menunjukkan terdapat 18 perusahaan 4. Teknik Analisis Data
manufaktur sub sektor makanan dan minuman a. Statistik Deskriptif
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang Analisis deskriptif merupakan analisis data
telah memenuhi kriteria pemilihan sampel. yang memberikan gambaran mengenai mean,
Berikut ini daftar perusahaan yang akan simpangan baru atau standar deviasi,
dijadikan sampel dalam penelitian ini : minimal, maksimal dan jumlah. Uji ini
Tabel 3 Daftar Sampel Perusahaan Sub Sektor memberikan manfaat berupa gambaran
Makanan dan Minuman
umum mengenai variabel-variabel yang
No Kode Nama Perusahaan Kriteria
1 ADES Akasha Wira [Link] √
diteliti sehingga dapat memberikan informasi
2 AISA Tiga Pilar Sejahtera [Link] √ mengenai karakteristik data dengan besaran
3 ALTO Tri Banyan Tirta. Tbk x nilai.
4 BTEK Bumi Teknokultura unggul. Tbk x
5 BUDI Budi Starch & [Link] √
b. Uji Asumsi Klasik autokorelasi positif.
Uji Normalitas c. Bila nilai DW lebih besar daripada (4-dl),
Uji normalitas ini dilakukan untuk melihat maka koefisien autokorelasi lebih kecil
apakah dalam model regresi, variabel bebas daripada 0, berate ada autokorelasi
dan variabel terikat memiliki distribusi normal negatif.
atau tidak. Uji normalitas dilakukan d. Bila nilai DW terletak diantara batas
menggunakan analisis statistik yaitu dengan atas (du) dan bata bawah (dl) ada DW
melakukan uji statistic non-parametrik
terletak diantara (4-du) dan (4-dl), maka
Kolmogrow-Smirnov (K-S) (Ghozali, 2019).
Uji statistic Kolmogrow-Smirnov (1-sampel hasilnya tidak dapat disimpulkan.
K-S), apabila nilai signifikasi < 0,05 maka
data tidak berdistribusi normal dan sebaliknya Uji Heteroskedastisitas
apabila nilai signifikasi > 0,05 maka data Menurut Ghozali (2018) Uji heteroskedasitas
berdistribusi normal. bertujuan untuk menguji apakah model regresi
terjadi ketisaksamaan variance dan residual
Uji Multikolonieritas satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Uji ini digunakan untuk mengetahui Untuk mendeteksi ada tidaknya
adanya korelasi antara variabel heteroskedastisitas dalam model regresi bisa
independent dalam suatu model regresi. dilihat dengan Spearman’rho, uji glejser, uji
Model regresi yang baik adalah tidak park dan melihat pola grafik. Untuk
adanya korelasi antar variabel mendeteksi pada penelitian ini menggunakan
independent. Untuk mengetahui ada pola grafik dari pola yang terbentuk pada
tidaknya multikolinearitas dapat dilihat titik-titik yang terdapat pada grafik
dari nilai tolerance dan VIF (Variance scatterplot.
Inflantion Faktor). Dasar pengambilan Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala
keputusannya yaitu. Heteroskedastisitas dengan cara melihat
a. Jika VIF > 10 atau jika tolerance < 0,1 grafik Scatter Plot. Dasar pengambilan
maka Ho ditolak dan Ha diterima. keputusan yaitu sebagai berikut :
b. Jika VIF < 10 atau jika tolerance > 0,1 1. Jika ada pola tertentu seperi titik-titik
maka Ho diterima dan Ha ditolak. yang ada membentuk pola tertentu yang
teratur (bergelombang, melebar,
Uji Autokorelasi kemudian menyempit), maka
Autokorelasi bertujuan untuk menguji mengindikasikan terjadi
apakah model regresi linier ada korelasi heterokedastisistas.
antara kesalahan penganggu pada periode t 2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-
dengan kesalahan penganggu periode t-1 titik menyebar diatas dan dibawah angka
(Ghozali, 2018). Untuk mendeteksi ada 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi
atau tidaknya autokorelasi dapat dilakukan heterokedastisitas.
denngan cara uji Durbin-Waston (DW test),
uji Durbin Waston hanya digunakan untuk Pengujian Hipotesis
autokorelasi tingkat satu (first order Analisis Regresi Linear Berganda
autocorrelation) dan mensyarakatkan Analisis linear berganda dipilih karena
adanya interpect (konstanta) dalam model penelitian ini menggunakan variabel bebas
regresi dan tidak ada variabel log lebih dari satu, dimana analisis ini ditujukan
diantara variabel bebas (Ghozali, 2018). untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang
Berikut ini dasar pengambilan keputusan signifikan antara variabel bebas terhadap
ada atau tidaknya autokorelasi adalah : variabel terikat. Persamaan regresi linear
a. Bila DW terletak antara batas atas dapat dilihat dengan rumus sebagai berikut :
atau Upper Bound (du) dan (4-du), Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + e
maka koefisien autokorelasi sama Keterangan :
dengan 0, berarti tidak ada Y = Harga Saham
autokorelasi. α = Bilangan Konstanta
b. Bila nilai DW telah rendah daripada β1-β4 = Koefisien Regresi masing-masing
batas bawah atau Lower Bound (dl), variabel
maka koefisien autokorelasi lebih X1= ROE : Return On Equity
besar daripada 0, berarti ada X2 = DER : Debt to Equity Ratio
X3 = PBV : Price to Book Value mendekati 1 berarti variabel-variabel
X4 = EPS : Earning Per Share independent memberikan hampir semua
e = error atau sisa (residual) informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi dependen. Sebaliknya,
Uji Parsial (Uji t) nilai koefisien determinasi yang kecil
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan menandakan kemampuan variabel
seberapa jauh pengaruh atau variabel independent dalam menjelaskan variasi
independen secara individual dalam variabel dependen amat terbatas (Ghozali,
menerangkan variansi variabel dependen 2018).
(Ghozali, 2018). Uji t digunakan untuk HASIL DAN PEMBAHASAN
mengujisecara parsial masing-masing Berdasarkan tahapan pengolahan data yang
variabel. Pengujian yang dilakukan telah dilakukan diperoleh ringkasan statistik
menggunakan signifikan level yaitu 0,05 deskriptif dari masing-masing variabel
(α = 5%). Hasil dari uji t dilihat pada table penelitian yang digunakan seperti tabel 1
cofficients pada kolom sig (significance). sebagai berikut:
1. Apabila t hitung > t -tabel dan tingkat Table 4 Statistik Deskriptif Data Penelitian
signifikansi (α = 5%) < 0,05 maka Ho Descriptive Statistics
yang menyatakan bahwa tidak terdapat
pengaruh variabel independent secara
parsial terhadap variabel dependen
ditolak. Ini berarti secara parsial
variabel independent berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen.
2. Apabila t-hitung < t-tabel dan tingkat
signifikan (α = 5%) > 0,05, maka Ho
diterima, yang berarti secara parsial
Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2023
veriabel independent tidak berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukkan
Ho akan diterima (Hi ditolak) pada tingkat bahwa Harga Saham mempunyai rata-rata
kepercayaan tertentu jika t-hitung lebih kecil
sebesar 7,0975 dengan standar deviasi
dari t-tabel. Dengan demikian variabel bebas
yang diuji tidak memperngaruhi variabel 1,37075 nilai maximum 9,65 dan nilai
terikat. Dengan kata lain variabel bebas ke-I minimum 4,60. Variabel Return On Equity
tidak signifikan secara statistic. Sebaliknya Ho (ROE) mempunyai rata-rata 0,2395, standar
akan ditolak (Hi diterima) pada tingkat deviasi 0,41958, nilai maximum sebesar 2,06
kepercayaan tertentu jika t-hitung lebih besar dan minimum -0,68. Variabel Debt to Equity
dari t- tabel sehingga variabel bebas ke-i yang Ratio (DER) memiliki rata-rata 0,8014
diuji memengaruhi variabel tidak bebas. dengan standar diviasi 0,74112, nilai max
2.30 dan min - 2,13. Price to Book Value
Uji Simultan (F) (PBV) menghasilkan nilai rata-rata 3,9407
Uji F merupakan uji yang dilakukan dengan standar deviasi 6,14261, nilai max
untuk mengetahui apakah semua 35,39 dan min -0,33. Dan variabel terakhir
variabel bebas memiliki hubungan Earning Per Share (EPS) mempunyai rata-
signifikan yang sama terhadap variabel rata 4,3704 dengan standar deviasi 1,69700,
terikat. Jika nilai Fsignifikan< 0,05 maka nilai max 7,04 dan nilai min -0,06.
model dapat dikatakan layak digunakan,
namun bila Fsignifikan > 0,05 maka model Uji Asumsi Klasik
dapatdikatakan tidak layak. Uji Normalitas
Pada penelitian ini mengunakan uji
Uji Koefisien Determinasi (R2) normalitas Probability Plot dan Kolmogov
Uji ini digunakan untuk memprediksi Smirnov. pengambilan keputusan dalam uji
seberapa besar kontribusi pengaruh normalitas apabila nilai probability hasil
variabel independent terhadap variabel pengujian > 0,05 maka data yang terdistribusi
dependen. Nilai koefisien determinasi dikatakan normal. Namun sebaliknya jika
adalah antara 0 dan 1. Nilai yang hasil pengujian < 0,05 maka data yang
terdistribusi tidak normal. dari Tolerance < 0,1 maka juga terjadi
Gambar 1 Uji Histogram multikolinearitas.
Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas
Pengujian Hipotesis
1. Hasil Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui
Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2023 seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap
Berdasarkan hasil uji Heteroskedatisitas variabel terikat. Dimana variabel bebasnya
dengan mengunakan Uji Glejser pada meliputi ROE, DER, PBV dan EPS serta variabel
tabel 7 hasil menunjukkan bahwa nilai terikat nya Harga Saham. Berikut ini adalah hasil
Signifikansi lebih tinggi dari > 0,05. Hal dari analisis pada pengujian ini :
ini dapat disimpulkan bahwa nilai pada Tabel 9 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
penelitian ini terbebas dari gejala
Heteroskedastisitas.
Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2023 a. Predictors: (Constant), EPS, DER, PBV, ROE
b. Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Pada tabel 11 menunjukkan bahwa nilai Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2023
Fhitung = 32,132 dan nilai Signifikasi 0,000.
sehingga menunjukkan bahwa Fhitung Berdasarkan pada tabel 13 diperoleh angka R-
32,132 > Ftabel 2,550 > Sig. 0,000. Artinya square (R2) sebesar 0,712 atau sebesar 71,2%.
dapat disimpulkan bahwa secara simultan Artinya variabel independen Return On Equity,
semua variabel independen yaitu ROE, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value dan
DER, PBV dan EPS berpengaruh secara Earning Per Share memiliki pengaruh sebesar
positif signifikan terhadap Harga Saham 71,2% terhadap variabel dependen yaitu harga
pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor saham. Sedangkan sisanya sebesar 28,8% harga
Makanan dan Minuman yang terdaftar di saham dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. diteliti.
Berikut ringkasan hasil pengujian
hipotesis yang telah dilakukan adalah Pembahasan Hasil Penelitian
sebagai berikut: 1. Pengaruh Return On Equity (ROE)
Tabel 12 Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian terhadap Harga Saham
Hip. Peryataan Prob. Pembanding Keputusan Pada Hipotesis pertama (H1) dalam
H1 Pengaruh Return On 0.015 0,05 Ditolak peneltian ini menyatakan bahwa Return
Equity (ROE) terhadap
Harga Saham On Equity (ROE) berpengaruh positif
signifikan terhadap Harga Saham.
H2 Pengaruh Debt to 0.152 0,05 Ditolak Hipotesis ini ditolak karena dari hasil
Equity Ratio (DER)
terhadap Harga Saham olahan data untuk variabel Return On
Equity menunjukkan bahwa nilai Thitung -
H3 Pengaruh Price to Book 0.000 0,05 Diterima
Value (PBV) terhadap 2,615 < Ttabel 2,007 dengan nilai Sig.0,012
Harga Saham < 0,05. Sehingga variabel Return On
Equity berpengaruh negatif signifikan
H4 Pengaruh Earning Per 0.000 0,05 Diterima
Share (EPS) terhadap terhadap Harga Saham pada perusahaan
Harga Saham Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
Minuman yang terdaftar di BEI periode
H5 Pengaruh Return On 0.000 0,05 Diterima
Equity (ROE), Debt 2019-2021. Hal ini menunjukkan bahwa
to Equity Ratio
(DER), Price to Book semakin meningkat nilai Return On Equity
Value (PBV) dan yang dimiliki perusahaan, semakin
Earning Per Share
(EPS) terhadap Harga menurun nilai harga saham di perusahaan
Saham pada sub sektor makanan dan minuman
Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2023 periode tahun 2019-2021. Pengaruh ROE
yang negatif menunjukkan bahwa kinerja
Hasil Pengujian Koefisien Determinasi(R2) perusahaan dalam kondisi yang tidak baik,
Koefisien determinasi R2 bertujuan untuk hal ini disebabkan karena kurang
efisiennya perusahaan terhadap sendiri yang dimiliki perusahaan.
pengelolaan modal sendiri yang Namun, bukan berarti bahwa perusahaan
dimiliki, sehingga kurang dapat menentukan proporsi utang nya
menghasilkan laba yang optimal. Oleh setinggi-tingginya, karena jika memiliki
karena itu, kurangnya minat investor proporsi utang yang tinggi maka akan
terhadap harga saham dan menjadi menimbulkan resiko yang besar bagi
harga saham menjadi turun. Untuk perusahaan dan investor. Sehingga akan
meningkatkan ROE perusahaan harus mengurangi minat investor untuk
menambahkan modal dan menanamkan modal nya kepada
meningkatkan laba sehingga ROE perusahaan tersebut karena akan
menjadi tinggi dan akan meningkat memengaruhi penurunan harga saham.
harga saham perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan
Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh
penelitian yang dilakukan oleh (Meri & (Pratama et al., 2020) yang menyatakan
Wijayanto, 2021)yang menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio tidak
bahwa Return On Equity berpengaruh berpengaruh secara signifikan terhadap
secara negatif signifikan terhadap harga Harga Saham. Tingginya nilai Debt to
saham. Hal tersebut dikarenakan bahwa Equity Ratio menunjukkan bahwa
investor hanya mengambil keputusan perusahaan tersebut memiliki kewajiban
dengan fomo dan mengikuti pergerakan yang tinggi pula, seperti obligasi,
bandar (spekulasi) dalam pinjaman bank dan sebagainya yang
berinvestasikan. Hasil penelitian lain dapat berpotensi menggeroti laba
yang sejalan yaitu penelitian oleh perusahaan sehingga investor tidak
(Rahmadewi & Abundanti, 2018) yang menyukai jika perusahaan tersebut
menyatakan bahwa Return On Equity mempunyai kewajiban yang besar. Hasil
berpengaruh secara negatif signifikan penelitian lain yang sejalan yaitu
terhadap Harga Saham. penelitian oleh (Tiara Sania, 2020) dan
2. Pengaruh Debt to Equity Ratio (Prastyawan et al., 2022) yang
(DER) terhadap Harga Saham menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio
Pada Hipotesis kedua (H2) dalam tidak berpengaruh secara signifikan
penelitian ini menyatakan bahwa Debt terhadap Harga Saham.
to Equity Ratio (DER) berpengaruh 3. Pengaruh Price to Book Value (PBV)
positif signifikan terhadap Harga terhadap Harga Saham
Saham. Hipotesis ini ditolak karena Pada Hipotesis ketiga (H3) dalam penelitian
dari hasil olahan variabel Debt to ini menyatakan bahwa Price to Book Value
Equity Ratio menunjukkan bahwa (PBV) berpengaruh secara positif signifikan
nilai Thitung 1,454 < Ttabel 2,007 terhadap Harga Saham. Hipotesis ini
dengan nilai Sig. 0,152 > 0,05. diterima karena dari hasil olahan variabel
Sehingga variabel Debt to Equity Price to Book Value menunjukkan bahwa
Ratio tidak berpengaruh secara nilai Thitung 3,996 > Ttabel 2,007 dengan nilai
Sig. 0,000 < 0,05. Sehingga variabel Price to
signifikan terhadap Harga Saham pada
Book Value berpengaruh secara positif
perusahaan Manufaktur Sub Sektor signifikan terhadap Harga Saham pada
Makanan dan Minuman yang terdaftar perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan
di BEI periode 2019-2021. dan Minuman yang terdaftar di bursa efek
Hasil ini menunjukkan bahwa nilai Indonesia periode 2019-2021.
Debt to Equity Ratio belum mampu Dari hasil penelitian yang diperoleh
memengaruhi tinggi rendahnya harga menunjukkan bahwa Price to Book Value
saham. Tinggi atau rendahnya Debt to dapat memengaruhi pertimbangan dalam
Equity Ratio belum tentu penilaian Harga Saham. Karena semakin
memengaruhi investor untuk tinggi nilai Price to Book Value semakin
menanamkan modalnya kepada memengaruhi peningkatan Harga Saham. Hal
perusahaan tersebut, karena ini terjadi karena investor mempunyai reaksi
terhadap nilai buku sebuah perusahaan,
perusahaan yang tumbuh pasti karena investor tidak ingin membeli saham
membutuhkan biaya operasional yang dengan harga yang mahal. Sehingga dengan
tidak mungkin dipenuhi oleh modal
menggunakan rasio ini investor mengetahui perusahaan tersebut.
modal bersih yang dimiliki perusahaan per Hasil penelitian ini sejalan dengan
lembar saham. Jika Price to Book Value penelitian yang dilakukan oleh
yang tinggi mengambarkan bahwa harga (Nurhidayati & Dailibas, 2021) yang
saham pada perusahaan tersebut menarik
menyatakan bahwa Earning Per Share
perhatiann investor untuk bersedia
membayar harga saham lebih tinggi,
berpengaruh secara positif signifikan
karena nilai PBV yang tinggi akan terhadap Harga Saham. Hasil ini
memberikan keuntungan bagi pemegang menunjukkan bahwa investor
saham. mempertimbangkan Earning Per Share
Hasil penelitian ini sejalan dengan sebagai keputusan investasi dalam
penelitian yang dilakukan oleh menanamkan modal nya ke perusahaan
(Hardiyanti et al., 2022) yang menyatakan tersebut dan dapat memengaruhi Harga
bahwa Price to Book Value berpengaruh Saham.. Hasil penelitian lain yang
secara positif signifikan terhadap Harga sejalan yaitu (Saputra et al., 2021) dan
Saham. Hal ini dikarenakan pada rasio ini (Umar & Salsa Nur Anava, 2020) yang
investor dapat mengukur tingkat Harga menyatakan bahwa Earning Per Share
Saham apakah overvalued atau
undervalued. Hasil penelitian ini juga
berpengaruh secara positif signifikan
sejalan dengan penelitian oleh (Senja et al., terhadap Harga Saham.
2021) dan (Saputra et al., 2021) yang 5. Pengaruh Return On Equity (ROE),
menyatakan bahwa Price to Book Value Debt to Equity Ratio (DER), Price to
berpengaruh secara positif signifikan Book Value (PBV) dan Earning Per
terhadap Harga Saham. Share (EPS) terhadap Harga Saham
4. Pengaruh Earning Per Share (EPS) Hipotesis kelima (H5) dalam penelitian
terhadap Harga Saham ini menyatakan bahwa Return On Equity
Pada Hipotesisi keempat (H4) dalam (ROE), Debt to Equity Ratio (DER),
penelitian ini menyatakan bahwa Price to Book Value (PBV) dan Earning
Earning Per Share (EPS) berpengaruh Per Share (EPS) secara bersama-sama
positif signifikan terhadap Harga berpengaruh secara positif signifikan
Saham. Hipotesis ini diterima karena terhadap Harga Saham. Hipotesis ini
dari hasil olahan variabel Earning Per diterima karena dari hasil olahan
Share menunjukkan bahwa nilai Thitung dibuktikan bahwa Fhitung 32,132 > Ftabel
10,285 > Ttabel 2,007 dengan nilai Sig. 2,550 > Sig.0,000. Berdasarkan atas hasil
0,000 < 0,05. Sehingga variabel uji koefisien determinasi R2 diperoleh
Earning Per Share berpengaruh nilai sebesar 0,712 atau sebesar 71,2%.
secara positif signifikan terhadap Artinya ROE, DER, PBV dan EPS
Harga Saham pada perusahaan memiliki pengaruh sebesar 71,2%
Manufaktur Sub Sektor Makanan dan terhadap Harga Saham. Sedangkan
Minuman yang terdaftar di bursa efek 28,8% dipengaruhi oleh variabel lain
Indonesia periode 2019- 2021. seperti ROA, PER, NIM dan lainnya.
Dari hasil penelitian tersebut Sehingga pada hipotesisi kelima ini
menunjukkan bahwa peningkatan dinyatakan bahwa Return On Equity
Earning Per Share mengikuti (ROE), Debt to Equity Ratio (DER),
kenaikan harga saham. Hal ini terjadi Price to Book Value (PBV) dan Earning
karena tinggi nya nilai Earning Per Per Share (EPS) berpengaruh secara
Share di perusahaan setiap tahun positif signifikan terhadap Harga Saham
sehingga mencerminkan keuntungan pada perusahaam Manufaktur Sub Sektor
yang diperoleh oleh pemegang saham Makanan dan Minuman yang terdaftar di
dan dapat mempunyai potensi yang Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021
besar dalam berinvestasi jangka
panjang. Semakin tinggi nilai
Earning Per Share yang diterima
investor semakin memengaruhi
permintaan saham dan terjadi
peningkatan harga saham pada
Artinya, ROE, DER, PBV dan EPS besar pengembalian modal yang
pada perusahaan manufaktur sub sektor diinvestasikan oleh pemegang saham.
makanan dan minuman yang terdaftar 2. Variabel Debt to Equity Ratio (DER)
di BEI periode 2019-2021 disebabkan secara parsial tidak berpengaruh secara
karena keempat variabel tersebut signifikan terhadap Harga Saham pada
merupakan rasio yang dapat dijadikan perusahaan Manufaktur Sub Sektor
sebagai dasar dalam memprediksi Makanan dan Minuman yang terdaftar di
harga saham, apabila masing-masing BEI periode 2019-2021, maka pada
variabel tersebut mengalami kenaikan Hipotesis kedua (H2) ditolak. Artinya,
maka dapat mencerminkan kinerja investor tidak terlalu memperhatikan
perusahaan dalam keadaan baik, Debt to Equity Ratio sebagai
sehingga akan banyak investor yang pengambilan keputusan dalam
tertarik untuk berinvestasi. Semakin berinvestasi. Karena, Debt to Equity
banyak permintaan terhadap saham Ratio belum mampu memengaruhi tinggi
suatu perusahaan semakin meningkat rendahnya harga saham.
harga saham, begitupun juga 3. Variabel Price to Book Value (PBV) secara
sebaliknya. parsial berpengaruh secara positif signifikan
terhadap Harga Saham pada perusahaaan
Hasil penelitian ini sejalan dengan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
(Meri & Wijayanto, 2021) dan (Tiara Minuman yang terdaftar di BEI periode
Sania, 2020) yang menyatakan bahwa 2019-2021, maka pada Hipotesisi ketiga
Return On Equity (ROE), Debt to diterima (H3) diterima. Jika nilai PBV tinggi
Equity Ratio (DER), Price to Book maka akan memengaruhi harga saham
Value (PBV) dan Earning Per Share semakin tinggi. Artinya, investor
(EPS) secara bersama-sama memperhatikan rasio Price to Book Value
berperngaruh secara positif signifikan sebagai pengambilan keputusan dalam
terhadap Harga Saham. membeli saham. Karena, dapat mengetahui
berpakah modal bersih yang dimiliki per
KESIMPULAN lembar saham. Sehingga investor mengetahui
kapan waktu yang tepat untuk membeli
Berdasarkan kajian, hasil penelitian dan
saham tersebut.
pembahasan yang telah dipaparkan
4. Variabel Earning Per Share (EPS)
sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan
secara parsial berpengaruh secara positif
sebagai berikut :
signifikan terhadap Harga Saham pada
1. Variabel Retun On Equity perusahaan Manufaktur Sub Sektor
(ROE) secara parsial berpengaruh Makanan dan Minuman yang terdaftar di
negatif signifikan terhadap Harga BEI periode 2019-2021, maka pada
Saham pada perusahaan Manufaktur Hipotesis keempat (H4) diterima.
Sub Sektor Makanan dan Minuman Artinya, pemegang saham
yang terdaftar di BEI periode 2019- memperhatikan Earning Per Share
2021, maka pada Hipotesis pertama sebagai pengambilan keputusan dalam
(H1) ditolak. Artinya, jika ROE membeli sebuah saham. Karena
mempunyai nilai yang tinggi disebuah digunakan untuk menghitung profit di
perusahaan tersebut maka nilai harga setiap lembar sahamnya, sehingga
saham semakin turun. bahwa kinerja investor mengetahui return yang
perusahaan dalam kondisi yang tidak didapatkan setiap lembarnya.
baik, hal ini disebabkan karena 5. Return On Equity Ratio (ROE), Debt to
kurang efisiennya perusahaan Equity Ratio (DER), Price to Book Value
terhadap pengelolaan modal sendiri (PBV) dan Earning Per Share (EPS)
yang dimiliki, sehingga kurang secara simultan berpengaruh secara
menghasilkan laba yang optimal. Oleh positif dan siginifikan terhadap Harga
karena itu, kurangnya minat investor Saham, maka pada Hipotesis kelima (H5)
terhadap harga saham dan menjadi diterima.
harga saham menjadi turun. Karena
semakin besar nilai Return On Equity
maka akan menunjukkan seberapa
UCAPAN TERIMA KASIH
Teruntuk kepada Rani Ramadhani
merupakan mahasiswa Program S1
Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Dharma Andalas yang
merupakan bimbingan saya. Saya
mengucapkan terima kasih atas izin untuk
mempublikasikan penelitian. Penelitian ini
saya terbitkan dijurnal sebagai apresiasi
saya kepada mahasiswa yang telah saya
bimbing dimana hasilnya penelitian ini
dirasa cukup baik bagi saya untuk
membantu mempubilkasikan ke dalam
bentuk jurnal.
DAFTAR PUSTAKA Pengambilan Keputusan Investasi
Saham Dengan Analisis Fundamental
Melalui Pendekatan Price Earning
Ratio (Per) (Studi Pada Saham-
Dan, K. (2022). Bi : e. 1, 74–77.
Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di
Hardiyanti, S., Chalid, L., & Syafi, M.
Indeks Lq45 Periode 2016-2018.
(2022). Pengaruh Faktor
Jurakunman (Jurnal Akuntansi Dan
Fundamental Terhadap Harga
Manajemen), 14(2), 91.
Saham Industri Perbankan (Studi
[Link]
Pada Bursa Efek Indonesia).
14i2.78
Jurnal Ekonomi, Manajemen,
Prastyawan, D., Wiyono, G., & Sari, P. P.
Bisnis Dan Sosial (Embiss), 2(2),
(2022). Analisis Pengaruh
158–170.
[Link] (EPS), Price
[Link]
[Link] Value (PBV), Return on
iss/article/view/72
Asset (ROA), [Link] (CR), dan
Kosanke, R. M. (2019). No Title No Title
Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap
No Title.
Return Saham Pada Perusahan
Meri, N. Des, & Wijayanto, A. (2021).
Manufaktur Subsektor Food and
Pengaruh Debt To Equity Ratio,
Beverage yang Terdaftar di Bursa
Return On Equity, Price To Book
Efek Indone. Jurnal Ilmiah
Value Dan Earning Per Share
Universitas Batanghari Jambi, 22(2),
Terhadap Harga Saham
849.
Perusahaan Batubara Yang
[Link]
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
84
Periode 2015-2019. Jurnal Ilmu
Pratama, Y., Julian, V., Asalam, M. M. A. G.,
Administrasi Bisnis, 10(2), 1108–
& Ak, M. (2020). PENGARUH
1120.
RETURN ON EQUITY ( ROE ),
[Link]
CURRENT RATIO ( CR ) DAN
30704
DEBT TO EQUITY RATIO
Munira, M., Merawati, E. E., & Astuti, S.
( DER ) TERHADAP HARGA SAHAM (
B. (2018). Pengaruh ROE dan
Studi Kasus Pada 10 Perusahaan
DER terhadap Harga Saham
Perbankan dengan Ekuitas Terbesar
Perusahaan Kertas di Bursa Efek
Periode 2014-2018 ). E-Proceeding of
Indonesia. JABE (Journal of
Management, 7(1), 972–981.
Applied Business and Economic),
Purwanti, P. (2020). Pengaruh ROA, ROE,
4(3), 191.
dan NIM terhadap Harga Saham pada
[Link]
Perusahaan Sektor Perbankan yang
2478
Terdaftar di BEI Periode 2015-2019.
Nainggolan, A. (2019). Pengaruh EPS,
Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi
ROE, NPM, DER, PER Terhadap
Dan Bisnis, 5(1), 75–84.
Harga Saham Pada Perusahaan
[Link]
Perbankan Yang Terdaftar
15
Dibursa Efek Indonesia Periode
Putra, A. S. (2018). Anak Muda Milyader
2014- 2017. Jurnal Manajemen,
Saham (p. 99).
V(1), 02-03 (62-63), 08 (68).
Rahmadewi, P. W., & Abundanti, N. (2018).
Nurhidayati, E., & Dailibas. (2021).
Pengaruh Eps, Per, Cr Dan Roe
Pengaruh ROE, EPS, PER dan
Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek
PBV Terhadap Harga Saham Pada
Indonesia. E-Jurnal Manajemen
Industri Makanan Dan Minum.
Universitas Udayana, 7(4), 2106.
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen,
[Link]
Ekonomi, Dan Akuntansi), 5(3),
8.v07.i04.p14
3011–3024.
RUKMINI, F. (2020). Pengaruh Likuiditas,
Peranginangin, A. M. (2021).
Solvabilitas Dan Profitabilitas
Terhadap Harga Saham Pada [Link]
Perusahaan Makanan Dan pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Minuman Yang …. 1, 67–77.
[Link]
0A[Link]
/3/BAB [Link]
Saputra, P. D., Pawenang, S., &
Damayanti, R. (2021). Pengaruh
ROE, EPS Dan PBV Terhadap
Harga Saham (Perusahaan
Subsektor Properti dan Real Estate
yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2018-2019).
Jurnal Ilmiah Edunomika, 05(02),
1012–1021.
Senja, D. N. M., Chaidir, & Sulaeman, M.
S. (2021). Pengaruh Net Profit
Margin (Npm) , Price To Book
Value (Pbv) , Total Assets
Turnover (Tato) , Dan Debt To
Equity Ratio (Der) Terhadap
Harga Saham Pada Sub Sektor
Makanan Dan Minuman Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Periode 2015-2018. Jurnal Online
Mahasiswa (JOM) Bidang
Manajemen, 6(2), 1–14.
Syakur, F. A. (2021). Pengambilan
Keputusan Investasi Saham
Dengan Menggunakan Analisis
Fundamental Pada Perusahaan
Industri Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia (Bei). Akuntansi
Dewantara, 5(1), 50–59.
[Link]
357
Tartakovsky, D. M., & Broyda, S. (2010).
In Journal of contaminant
hydrology.
[Link]
010.08.009
Tiara Sania, 2020. (2020). pengaruh
DER, ROA, EPS, ROE, DAN PBV
TERHADAP HARGA SAHAM.
Umar, A. U. A., & Salsa Nur Anava, S.
(2020). , Analisis Pengaruh ROA,
ROE, EPS Terhadap Harga
Saham. Jurnal Analisa Akuntansi
Dan Perpajakan, 4(2 September),
92–98.
Wicaksana, A. (2016).No Title No Title
No Title. Https://[Link]/,
9–37.