PERTEMUAN-3
RANGKAIAN RLC
Mata Kuliah : Sistem Elektrik I
Disusun Oleh : Aris Sandi, [Link]., [Link]
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Mahasiswa memahami konsep dasar rangkaian arus bolak-balik
• Rangkaian seri RL, RC, dan RLC
OUTLINE
• Konsep dasar rangkaian arus bolak-balik
• Rangkaian seri RL, RC, dan RLC
• Bilangan komplek
• Resonansi seri
• Daya arus bolak-balik
DEFINISI
Rangkaian RLC adalah rangkaian yang terdiri dari 3 buah
komponen listrik, yaitu Resistor (R), Induktor (L) dan
Kapasitor (C) yang disusun seri dan dihubungkan ke
sumber tegangan (V) secara seri maupun paralel.
R L C
DEFINISI Tuning
Memilih
frekuensi
Rangkaian
RLC
• Rangkaian arus bolak-balik adalah rangkaian yang menggunakan arus bolak-balik.
• Arus bolak-balik adalah arus listrik yang arah dan besarnya selalu berubah secara
periodik.
• Rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan yang disebut sebagai impedansi (Z).
• Impedansi adalah suatu kondisi dimana hambatan listrik dihasilkan dalam sebuah
rangkaian yang dilewati oleh arus bolak-balik.
• Terdapat 2 bagian pada impedansi yaitu nyata (terbentuk dari adanya hambatan listrik)
dan imajiner (terbentuk dari reaktansi).
• Di dalam impedansi, terdapat hambatan murni atau resistor (R), hambatan induktif (𝑋𝐿 )
oleh induktor, dan hambatan kapasitif (𝑋𝐶 ) oleh kapasitor.
ARUS AC PADA KAPASITOR
Saat kapasitor dilalui Arus AC sebesar IC, akan muncul tegangan VC. Tegangan
kapasitor tersebut akan naik menjadi Vt secara perlahan. Secara matematis,
dirumuskan berikut. 1
𝑉𝐶 = ∫ 𝐼𝐶 dt
𝐶
Saat kapasitor dilalui arus, tegangan kapasitor akan naik. Sebaliknya, saat arus
diturunkan sampai ke titik nol, tegangan kapasitor akan turun secara perlahan.
Keadaan ini menunjukkan bahwa arus dan tegangan tidak berjalan secara
serempak. Artinya, arus dan tegangan tidak sefase. Arus akan mendahului
tegangan dengan beda sudut fase 90°.
Diagram fasor
Susunan kapasitor Grafik sinusoidal antara
antara tegangan
tegangan dan arus
dan arus
ARUS AC PADA RESISTOR
Pada gambar di atas terlihat bahwa tegangan
dan arus bergerak dengan fase yang sama.
ARUS AC PADA INDUKTOR
Jika suatu induktor dilalui arus AC yang besarnya berubah setiap waktu, maka akan
dihasilkan tegangan induksi VL. Secara matematis, hubungan antara arus dan
tegangan induksi dirumuskan sebagai berikut 𝑑𝐼
𝑉𝐿 = 𝐿
𝑑𝑡
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa semakin besar perubahan arus setiap
waktu, semakin besar pula tegangan induksinya. Tegangan induksi akan muncul
setelah ada perubahan arus pada selang waktu tertentu. Dari kondisi tersebut, dapat
dikatakan bahwa jalannya arus tidak serentak dengan tegangan atau tegangan
tidak sefase dengan arus. Tegangan akan mendahului arus dengan beda sudut
fase 90°
Diagram fasor
Susunan induktor Grafik sinusoidal antara
antara tegangan
tegangan dan arus
dan arus
ARUS AC PADA INDUKTOR
Pada gambar di atas terlihat bahwa tegangan
mendahului arus dengan beda sudut fase
90° atau arus tertinggal tegangan sejauh 90°.
RANGKAIAN SERI R-C
VR = IR
Impedansi Z = R2 + X C
2
Hukum Ohm I
VC = IX C
V = VR + VC
2 2
Beda Potensial
V = IZ V = I R2 + X C
2
VC XC
Arah fasor tan = − tan = −
VR R
V V
Kuat arus I= I=
Z R 2 + X C2
Frekuensi resonansi
ARUS AC PADA KAPASITOR
Pada gambar di atas terlihat bahwa arus
mendahului tegangan dengan beda sudut fase
90° atau tegangan tertinggal arus sejauh 90°.
RUMUS UMUM RANGKAIAN SERI RLC
RANGKAIAN SERI R-L
VL V Jika gabungan seri antara resistor (R) dan
induktor (L) dipasang pada sumber tegangan
bolak-balik, maka tegangan induktor 𝑉𝐿
π
mendahului arus (I) dengan beda fase atau
2
X (ωt) 90°, sedangkan tegangan resistor 𝑉𝑅
I VR
mempunyai fase yang sama dengan arus (I).
VR VL
R L
RANGKAIAN SERI R-L
VR = IR
Impedansi Z = R + XL
2 2
Hukum Ohm I
VL = IX L
V = VR + VL
2 2
Beda Potensial
V = IZ V = I R + XL 2 2
VL XL
Arah fasor tan = tan =
VR R
V V
Kuat arus I= I=
Z R 2 + X L2
Frekuensi resonansi
RANGKAIAN SERI R-C
I VR Jika gabungan seri antara resistor (R) dengan
X (ωt) kapasitor (C) dipasang pada sumber tegangan
bolak-balik, maka tegangan kapasitor 𝑉𝐶
tertinggal oleh arus (I) dengan beda fase 90°,
sedangkan tegangan resistor 𝑉𝑅 mempunyai
VC V fase yang sama dengan arus (I).
VR VC
R C
RANGKAIAN SERI R-C
VR = IR
Impedansi Z = R2 + X C
2
Hukum Ohm I
VC = IX C
V = VR + VC
2 2
Beda Potensial
V = IZ V = I R2 + X C
2
VC XC
Arah fasor tan = − tan = −
VR R
V V
Kuat arus I= I=
Z R 2 + X C2
Frekuensi resonansi
RANGKAIAN SERI L-C
VL
Jika gabungan seri antara induktor (L) dan
V kapasitor (C) dipasang pada sumber tegangan
bolak-balik, maka tegangan induktor 𝑉𝐿
VL - VC
mendahului arus (I) dengan beda fase 90° dan
tegangan kapasitor 𝑉𝐶 tertinggal oleh arus (I)
X (ωt)
I
dengan beda fase 90°.
VC
VL VC
L C
RANGKAIAN SERI L-C
VL = IX L
Hukum Ohm I Impedansi Z = X L − XC
VC = IX C
V = VL − VC
Beda Potensial
V = IZ V = I(X L − XC )
Arah fasor tan = VL − VC tan = I ( X L − X C )
V V
Kuat arus I= I=
Z (X L − XC )
Frekuensi resonansi
RANGKAIAN SERI R-L-C
Ketika gabungan seri antara resistor (R), induktor (L) dan
kapasitor (C) dihubungkan dengan sumber tegangan AC,
maka tegangan resistor 𝑉𝑅 mempunyai fase yang sama
dengan arus (I), tegangan induktor 𝑉𝐿 mendahului arus (I)
dengan beda fase 90°, dan tegangan kapasitor 𝑉𝐶
VL tertinggal oleh arus (I) dengan beda fase 90°.
V
VR VL VC
VL - VC
R L C
X (ωt)
I VR
V
VC
RANGKAIAN SERI R-L-C
VC = IX C
Hukum Ohm I VL = IX L Impedansi Z = R 2 + ( X L − X C )2
VC = IX C
V = VR + (VL − VC ) 2
2
Beda Potensial
V = IZ V = I R 2 + ( X L − X C )2
Arah fasor VL − VC X L − XC
tan = tan =
VR R
Kuat arus V V
I= I=
Z R 2 + ( X L − X C )2
Frekuensi resonansi
RESONANSI PADA RANGKAIAN SERI RLC
• Resonansi adalah suatu gejala yang terjadi pada suatu
rangkaian arus bolak-balik yang mengandung elemen
induktor (L) dan kapasitor (C).
• Terjadinya resonansi pada rangkaian seri RLC jika
memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Reaktansi Induktif dan Reaktansi Kapasitif sama
besar (𝑋𝐿 = 𝑋𝑐 )
2. Impedansi = Hambatan resistor (Z=R)
3. Sudut fase = 0
RESONANSI PADA RANGKAIAN SERI RLC
V V
I= =
Kuat arus R 2 + ( X L − X C )2 1
2
(RLC saat resonansi) R 2 + L −
C
T
1
Impedansi rangkaian Z = sin 2 = d = R
2
sin
T 0
V
Kuat arus I=
rangkaian R2 + 0
Ketika frekuensi arus bolak-balik sama dengan resonansi, maka:
• Impedansi mencapai nilai min, Z=R V
• Kuat arus mencapai nilai max, I =
R
• Daya disipasi mencapai nilai max, P=I R 2
FREKUENSI RESONANSI
Menghitung besar frekuensi resonansi yang terjadi pada
rangkaian seri RLC dapat menggunakan rumus :
1
𝐹𝑟 =
2π 𝐿𝐶
𝐹𝑟 = Frekuensi Resonansi.
L = Induktansi Induktor.
C = Induktasi Kapasitor.
PENERAPAN RESONANSI
Rangkaian osilator
• Rangkaian yang menghasilkan getaran listrik
frekuensi radio untuk memancarkan suara ke
tempat yang jauh.
• Terdiri atas kumparan dengan induktansi (L)
yang dirangkai paralel dengan kapasitor
dengan kapasitas (C).
Rangkaian penala
• Rangkaian berfungsi memilih satu gelombang
radio dari sekian banyak gelombang pada
antena penerima radio.
• Terdiri atas sebuah kumparan dengan
induktansi (L) dan kapasitor variabel dengan
kapasitansi (C) yang dirangkai paralel.
SIFAT RANGKAIAN SERI RLC
Sifat rangkaian tergantung dari besar hambatan yang
dihasilkan oleh induktor dan kapasitor. Berikut merupakan sifat-
sifatnya :
1. Jika 𝑋𝐿 > 𝑋𝑐 maka rangkaian bersifat induktif dan V
mendahului I sebesar ϴ atau arus tertinggal oleh tegangan
dengan beda sudut fase -90°.
2. Jika 𝑋𝐿 < 𝑋𝑐 maka rangkaian bersifat kapasitif dan I
mendahului V sebesar ϴ atau arus mendahului tegangan
dengan beda sudut fase 90°.
3. Jika 𝑋𝐿 = 𝑋𝑐 maka rangkaian bersifat resistif dan V serta I
sefasa atau arus tertinggal oleh tekanan dengan beda
sudut fase.
CONTOH SOAL
1. Perhatikan gambar di bawah ini. Tentukan arus
maksimum dan sifat rangkaian tersebut!
CONTOH SOAL
2. Rangkaian RLC dihubungkan dengan tegangan arus bolak
balik. Jika induktansi pada rangkaian 10−3 H dan frekuensi
resonansinya 1.000 Hz. Tentukan kapasitansinya dengan
mengasumsikan π2 = 10 !
3. Rangkaian RLC dengan R = 30 ohm, L = 40 mH, dan C = 50
µF dihubungkan dengan sumber listrik. Tentukan frekuensi
resonansi pada rangkaian tersebut !
Terimakasih 😊