KARYA ILMIAH
DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP PENGGUNA JALAN
OLEH
NAMA : VALENTINI SISILIA SALLU
NIM : 2123716558
SEMESTER : II (DUA)
PROGRAM STUDI : TPJJ-D
JURUSAN : TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI KUPANG
2022
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
senantiasa memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
karya ilmiah yang berjudul “DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP
PENGGUNA JALAN” dengan baik. Selesainya penulisan karya ilmiah ini tentunya
tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikannya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya ilmiah ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis memohon kritik dan saran yang positif
dari pembaca .
Kupang, 17 Juni 2022
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar ..........................................................................................................ii
Daftar Isi.....................................................................................................................iii
Daftar Gambar ...........................................................................................................v
BAB 1. PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang.........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian.....................................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian...................................................................................3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................4
2.1 Umum.......................................................................................................4
2.2 Fungsi Jalan..............................................................................................4
2.3 Klasifikasi Jalan.......................................................................................5
2.4 Kerusakan Jalan........................................................................................6
2.5 Dampak Kerusakan Jalan.........................................................................8
2.5.1 Kecelakaan............................................................................................9
2.5.2 Kenyamanan Pengendara......................................................................9
2.5.3 Perekonomian Masyarakat....................................................................10
2.5.4 Sosial Budaya........................................................................................10
2.5.5 Biaya Perawatan Kendaraan..................................................................10
2.5.6 Kesehatan..............................................................................................11
BAB 3. METODE PENELITIAN..............................................................................12
3.1 Metode Penelitian.....................................................................................12
3.2 Lokasi Penelitian.....................................................................................12
3.3 Metode Pengumpulan Data......................................................................12
3.3.1 Penentuan Jenis Sampel................................................................12
3.3.2 Sumber Data...................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................15
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam aktivitasnya setiap hari, transportasi darat khususnya bidang lalu lintas
dan angkutan jalan merupakan komponen yang sangat penting dari sektor
perhubungan. Kerusakan jalan yang terjadi di berbagai daerah saat ini merupakan
permasalah yang sangat kompleks dan kerugian yang diderita sungguh besar
terutama bagi pengguna jalan, seperti terjadinya waktu tempuh yang lama,
kemacetan, kecelakaan lalu-lintas, dan lain-lain. Kerugian secara individu tersebut
akan menjadi akumulasi kerugian ekonomi global bagi daerah tersebut.
Kelancaran lalu lintas bergantung pada kondisi jalan. Dalam fungsinya sebagai
ruang lalu lintas, jalan merupakan komponen utama dalam sistem lalu lintas dan
angkutan jalan. Esensi ini termuat dalam pengertian tentang ’Lalu Lintas’ dan
’Angkutan Jalan’ dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lalu Lintas adalah gerak kendaraan
dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan. Sedangkan Angkutan Jalan adalah
perpindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan
menggunakan kendaraan di Ruang Lalu Lintas Jalan.
Secara teknis, kerusakan jalan menunjukkan suatu kondisi dimana struktural dan
jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan yang optimal terhadap yang
melintasi jalan tersebut. Kondisi tersebut tentunya juga akan menggangu
kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan yang melewati jalan tersebut. Jalan
1
merupakan fasilitas transportasi yang paling penting bagi masyarakat karena sangat
berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas sehari-hari, yaitu sebagai akses menuju
tempat yang dituju, sebagai prasarana transportasi yang mampu memberikan
layanan pendukung seperti dalam bidang pendidikan, perdagangan, pekerjaan, dan
lain-lain.
Jalan yang mengalami kerusakan akibat usia yang sudah cukup lama, jalan yang
dilalui kendaraan dengan beban gardan ringan mauun berat dan ditambah lagi
dengan kondisi alam yang disebabkan oleh hujan yang menyebabkan kondisi
struktur jalan menjadi rapuh. Pada berbagai tingkat kerusakannya, kerusakan jalan
terkadang menyebabkan kubangan-kubangan, jalan longsor dan sebagainya. Kondisi
ini tentunya juga akan menggangu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan
tersebut. Kecelakaan sering terjadi karena pengendara tidak mampu mengontrol dan
mengantisipasi jalan yang rusak tersebut, bahkan banyak juga yang sampai
merengut nyawa pengendara. Jalan yang rusak menjadikan arus transportasi barang
dan manusia terhambat, juga dapat mengakibatkan biaya operasional kendaraan
menjadi bertambah karena kerusakan bagian kendaraan akibat beban dan jalan yang
bergelombang dan berlubang.
Menurut Heddy R. Agah, umumnya kerusakan jalan banyak disebabkan oleh
perilaku pengguna jalan, kesalahan perencanaan dan pelaksanaan, serta
pemeliharaan jalan yang tidak memadai.
Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kerusakan jalan tersebut, lalu
perlu menganalisis dampak kerusakkan jalan terhadap pengguna jalan .
2
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat
dirumuskan rumusan permasalahan terhadap penelitian ini, yaitu :
1. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kerusakan jalan ?
2. Apa saja dampak kerusakan jalan terhadap pengguna jalan?
3. Bagaimana cara mencegah terjadinya kerusakan jalan?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kerusakan
jalan
2. Untuk mengetahui apa saja dampak kerusakan jalan terhadap pengguna jalan
3. Untuk mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya kerusakan jalan
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai bahan referensi bagi penelitian-penelitian serupa
2. Untuk menambah literasi tentang dampak kerusakan jalan terhadap pengguna
jalan dan lingkungan
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Umum
Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (2012), salah satu prasarana
transportasi darat adalah Jalan raya yang meliputi segala bagian jalan, termasuk
bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas,
yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air kecuali kereta api,
jalan lori, dan jalan kabel.
Dalam Undang–Undang RI Pasal 5 (2004) Tentang Jalan,
mendefinisikan Jalan sebagai bagian prasarana transportasi mempunyai peran
penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik,
pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyat.
2.2 Fungsi Jalan
Berdasarkan Undang-Undang jalan tentang jalan (2004) Jalan umum
menurut fungsinya terbagi atas Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal dan
Jalan Lingkungan.
1. Jalan Arteri: jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama
dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah
jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.
4
2. Jalan Kolektor: jalan umum yang berfungsi melayani angkutan
pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan
rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.
3. Jalan Lokal: jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat
dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan
jumlah jalan masuk tidak dibatasi.
4. Jalan Lingkungan: jalan umum yang berfungsi melayani angkutan
lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata
rendah.
2.3 Klasifikasi Jalan
Berdasarkan atas fungsi dan Administarsi Pemerintahan, Klasifikasi
Jalan digolongkan sebagai berikut:
1. Jalan Nasional, yaitu jalan arteri dan juga jalan kolektor yang
menghubungkan antara dua ibukota provinsi serta jalan tol.
2. Jalan Provinsi, merupakan jalan kolektor yang menghubungkan ibukota
provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antara ibukota
kabupaten/kota yang satu dengan ibukota kabupaten/kota lainnya.
3. Jalan Kabupaten, adalah jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer
yang tidak termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten
dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibukota kabupaten
dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum
5
dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan
strategis kabupaten.
4. Jalan Kota, merupakan jalan raya yang menghubungkan antar pusat
pelayanan dalam kota.
5. Jalan Desa, adalah jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau
antara permukiman satu dengan pemukiman lainnya dalam suatu desa.
2.4 Kerusakan Jalan
Kerusakan pada jalan dapat terjadi karena disebabkan berbagai faktor.
Hal ini tidak dapat kita remehkan karena kerusakan jalan dapat berdampak dan
berpengaruh negatif apabila terjadi kerusakan pada jalan-jalan daerah terhambat
juga laju kehidupan masyarakat daerah lain.
Jenis kerusakan pada perkerasan jalan dapat dikelompokan atas 2 macam yaitu:
1. Kerusakan struktural
Kerusakan struktural adalah kerusakan pada struktur jalan, sebagian atau
keseluruhannya, yang menyebabkan perkerasan jalan tidak lagi mampu
mendukung beban lalu lintas. Untuk itu perlu adanya perkuatan struktur dari
perkerasan dengan cara pemberian pelapisan ulang (overlay) atau perbaikan
kembali terhadap perkerasan yang ada.
2. Kerusakan fungsional
Kerusakan fungsional adalah kerusakan pada permukaan jalan yang
dapat menyebabkan terganggunya fungsi jalan tersebut. Pada kerusakan
fungsional perkerasan jalan masih mampu menahan beban yang bekerja namun
6
tidak memberikan tingkat kenyamanan dan keamanan seperti yang diinginkan.
Untuk itu lapisan permukaan perkerasan harus dirawat agar permukaan kembali
baik.
Menurut Sukirman (1992), Perkerasan jalan merupakan suatu komponen
yang sangat penting dalam memenuhi kelancaran pergerakan lalu lintas.
Beberapa kerusakaan pada jalan sebagai berikut:
1. Retak
Retak terjadi apabila tegangan tarik pada aspal tersebut melebihi dari
tegangan tarik maksimal. Ada beberapa tipe retak, yaitu :
a) Retak kulit buaya
Retak kulit buaya ialah retak kecil-kecil yang menyerupai kulit buaya
yang memiliki lebar lebih besar atau sama dengan 3mm.
b) Retak memanjang
Retak memanjang ialah retak yang terjadi pada permukaan perkerasan
jalan secara memanjang. Retak ini biasanya berbentuk tunggal atau
berderet yang sejajar.
c) Retak Melintang
Retak melintang ialah retak tunggal yang melintang pada permukaan
perkerasan jalan.
2. Kerusakan tekstur perkerasan
7
Kerusakan tekstur perkerasan adalah kehilangan material pengikat jalan yang
terjadi berangsur-angsur dari permukaan kearah bawah lapisan. Beberapa
tipe kerusakan tekstur perkerasan diantaranya :
a) Lubang
Lekukan permukaan perkerasaan akibat hilangnya material pada pondasi
atau aus pada lapisan.
b) Pelapukan dan butiran lepas
Disintegrasi permukaan perkerasan aspal dari permukaan menuju ke
bawah atau dari pinggir ke dalam.
c) Kegemukan (bleeding)
Kegemukan pada jalan adalah penggunaan aspal pengikat yang
berlebihan dan campuran tidak merata mengakibatkan kegemukan pada
sebagian permukaan.
d) Tambalan
Tambalan (patch) adalah penutupan bagian permukaan jalan yang
mengalami kerusakaan atau tidak rata. Hal ini juga menjadikan sebuah
gangguan terhadap kenyamanan pengguna jalan.
2.5 Dampak Kerusakan Jalan
Dengan terjadinya kerusakan pada jalan tentu menimbulkan pengaruh-
pengaruh yang mengganggu pengguna jalan dan masyarakat. Oleh karena itu
ketentuan kondisi jalan yang baik atau buruk dapat ditentukan dari beberapa
sifat dan keadaan pengguna jalan dan masyarakat.
8
2.5.1 Kecelakaan
Menurut Malkhamah (1995) Data kecelakaan lalu lintas yang lengkap dan
akurat sangat diperlukan untuk membantu memahami segala hal yang
berhubungan dengan kecelakaan lalulintas, karakteristik kecelakaan yang
terjadi, lokasi rawan kecelakaan. Dampak yang terjadi di jalanan akibat
kondisi jalanan yang buruk antara lain terjadinya peningkatan angka
kecelakaan yang terjadi karena pengendara yang terperosok lubang yang ada
di jalan atau karena menghindari kerusakan yang terjadi.
2.5.2 Kenyamanan pengendara
Pengertian Kenyamanan adalah suatu kondisi perasaan seseorang yang
merasa nyaman berdasarkan persepsi masing-masing individu. Sedangkan
nyaman merupakan suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar
manusia yang bersifat individual akibat beberapa faktor kondisi lingkungan.
Kenyamanan dan rasa nyaman adalah penilaian komprehensif seseorang
terhadap lingkungannya. Dengan terjadinya kerusakan jalan tentu
menganggu kenyamanan karena pada dasarnya kerusakan ini akan
mengakibatkan kemacetan, dan apalagi saat hujan deras mengguyur kawasan
rusak ini, air akan menggenangi dan menutupi jalan rusak (berlubang)
akhirnya masyarakat menjadi cemas dan was-was. Kecemasan dan
kemacetan inilah yang dimaksud menganggu kenyamanan pengguna jalan.
9
2.5.3 Perekonomian Masyarakat
Dampaknya terhadap masyarakat ialah pendapatan masyarakat menurun
serta melonjaknya harga sejumlah kebutuhan sehari-hari. Dikarenakan akses
jalan yang buruk sehingga perekonomian yang bertujuan untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi tidak dapat tercapai
dengan baik. Pendapatan masyarakat yang menurun disebabkan karena
dengan akses jalan yang sulit sehingga mobilitas manusia dan barang
terhambat. Dengan terhambatnya mobilitas barang akibat kesulitan akses
berdampak juga terhadap melonjaknya harga kebutuhan sehari-hari.
2.5.4 Sosial Budaya
Dampak terhadap aspek sosial ini meliputi kualitas lingkungan yang
dirasakan oleh masyarakat dan kualitas interaksi kehidupan bermasyarakat
yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kondisi
jalan raya yang baik sangat membantu masyarakat dalam melaksanakan
interaksi sosialnya, baik antar desa maupun wilayah lainnya sehingga setiap
kegiatan yang menyangkut aktivitas sosial lainnya dapat terlaksana dengan
baik. Namun dengan kondisi jalan yang rusak dapat menghambat interaksi
antar masyarakat pada daerah tersebut.
2.5.5 Biaya Perawatan Kendaraan
Kerusakan jalan juga berpengaruh terhadap biaya perawatan kendaraan,
karena dengan kondisi jalan yang buruk kendaraan dipaksa bekerja melebihi
10
dari kemampuan kendaraan. Kondisi jalan yang baik tentu tidak
membutuhkan perawatan yang sering dibanding kondisi jalan yang rusak.
2.5.6 Kesehatan
Kerusakan jalan bisa berdampak pada kondisi emosional, kondisi kesehatan,
dan pikiran seseorang. Dampak psikis yang diderita saat sesorang melakukan
perjalanan akibat kondisi infrastruktur yang buruk adalah pola pikir yang
mudah tersulut emosi ketika berkendara. Hal ini disebabkan akibat mereka
saling berebut mendapatkan jalan yang rata dan baik atau karena salah satu
pengendara melakukan kesalahan sehingga dianggap mengakibatkan
kecelakaan bagi pengendara yang lain, seperti melakukan pengereman
mendadak sehingga pengendara di belakangnya hampir menabrak atau sudah
menabraknya
11
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 METODE PENELITIAN
Ada dua jenis metode penelitian pada umumnya yaitu metode kuantitatif dan
metode kualitatif.
1. Metode kuantitatif
Metode kuantitatif merupakan metode atau informasi yang didapatkan
dalam bentuk angka. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah
metode kuantitatif, yaitu suatu data yang dikumpulkan dan diolah untuk
mencari atau mendapatkan berapa besar pengaruh dari dampak kerusakan
jalan.
2. Metode kualitatif
Metode kualitatif merupakan metode yang berbentuk kata-kata atau verbal.
Cara memperoleh data kualitatif dapat dilakukan melalui wawancara.
3.2 LOKASI PENELITIAN
Penelitian akan dilakukan di Jl. Claret Matani. Penelitian di lokasi tersebut
didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi ini sering terjadinya kemacetan
setiap hari.
3.3 METODE PENGUMPULAN DATA
3.3.1 PENENTUAN JENIS SAMPEL
Data sampel responden yang digunakan sebanyak, 10 responden per tipe
kendaraan dan pengguna jalan.
12
3.3.2 SUMBER DATA
Dalam melakukan penelitian, sumber data yang digunakan adalah sebagai
berikut.
1. Survei dan observasi lapangan
Observasi lapangan di lakukan untuk memperoleh data aktual langsung
dari lokasi penelitian. Menurut Nurkancana (1986) observasi adalah
suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan pengamatan secara
langsung dan sistematis. Tujuannya ialah mencari informasi tentang
kegiatan yang berlangsung untuk kemudian dijadikan objek kajian
penelitian. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data
tentang keadaan fisik objek penelitian yang mencakup kondisi yang ada
di jalan terutama para pengguna.
2. Kuisioner
Untuk mendapatkan berbagai macam reaksi dan pendapat dari para
pengguna jalan atau responden maka perlu disiapkan suatu kuisioner
yang mengandung beberapa pertanyaan maupun pernyataan dan dapat
diisi oleh responden sesuai dengan kejadian aktual yang dialaminya.
Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner ini mengacu pada Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-
Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan serta Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan. Pada penelitian ini menggunakan kuisioner yang
13
dibagikan kepada responden untuk mengetahui perspektif/prepsesi
responden sebagai pengguna jalan dengan memberikan beberapa butir
pernyataan yang telah disediakan oleh peneliti. Menurut Sugiyono
(2014), kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuah set pertanyaan
yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap
pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam
menguji hipotesis. Kuesioner untuk pengguna jalan Pengguna jalan yaitu
mereka yang setiap hari melintasi jalan untuk melakukan aktifitasnya
sehari – hari. Tujuan meminta data dari para pengguna jalan adalah untuk
mengetahui bagaimana tanggapan para pengguna jalan terhadap dampak
dari kerusakan jalan yang terjadi. Adapun beberapa data yang harus
dilengkapi dalam kuisioner meliputi data kondisi fisik, kondisi jalur, peta
lokasi. Sedangkan sistem pemberian skor setiap item adalah sebagai
berikut:
a) Skor 4 untuk jawaban sangat berpengaruh.
b) Skor 3 untuk jawaban berpengaruh.
c) Skor 2 untuk jawaban cukup berpengaruh.
d) Skor 1 untuk jawaban tidak berpengaruh.
14
DAFTAR PUSTAKA
HALAWA, W. R. (2022). ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP PENGGUNA JALAN
DAN LINGKUNGAN.
Prasetya, D. (22 juni 2019). Dampak Jalan Rusak terhadap Aktivitas Masyarakat.
PRASETYO, A. Y. (Agustus 2017). ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP
PENGGUNA. .
Sumarsono, A. (November 24, 2017). KERUSAKAN JALAN.
15