0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Triase Gawat Darurat di Puskesmas

Dokumen tersebut membahas tentang prosedur triase di instalasi gawat darurat puskesmas, yang meliputi (1) pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatan, (2) prioritas pertolongan dengan sistem labelisasi, dan (3) langkah-langkah pelaksanaan triase oleh perawat IGD.

Diunggah oleh

rani nareza ulfa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Triase Gawat Darurat di Puskesmas

Dokumen tersebut membahas tentang prosedur triase di instalasi gawat darurat puskesmas, yang meliputi (1) pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatan, (2) prioritas pertolongan dengan sistem labelisasi, dan (3) langkah-langkah pelaksanaan triase oleh perawat IGD.

Diunggah oleh

rani nareza ulfa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Triase Instalasi Gawat Darurat

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD TtdKa. UPTD Puskesmas Sukajadi
[Link],SKM,[Link]
Puskesmas
Nip.196206101984032005
Sukajadi

Pengelompokan atau proses memilah-milah keadaan pasien


1. Pengertian berdasarkan kegawat daruratan dan berat-ringannya trauma atau
penyakit pasien

2. Tujuan Setiap pasien yang datang dapat ditangani dengan cepat dan tepat
sesuai dengan jenis kasus dan tingkat kegawatan.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukajadi Prabumulih
3. Kebijakan

1. Kepmenkes Nomor 128 tahun 2009 tentang Kebijakan Dasar


Puskesmas
4. Referensi 2. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional
3. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas
Prosedur :
1. Pertolongan pada pelayanan Gawat Darurat sehari-hari
dahulukan korban yang kondisinya berat sekali.
2. Prioritas Pertolongan dengan labelisasi warna
 Merah : Gawat Darurat
 Kuning : Gawat Tidak Darurat atau Darurat Tidak Gawat
 Hijau : Tidak Gawat Tidak Darurat
 Hitam : Meninggal

Langka-langkah :
1. Petugas menerima pasien yang datang dan membawanya ke
ruang triase.
5. Prosedur / 2. Perawat IGD melakukan anamnesa dengan cepat nama, umur
dan alamat pasien serta keluhan utama pasien, pada pasien
Langkah- untuk menilai tingkat kesadaran, pasien, bila perlu menyetuh
langkah atau menopang bahu pasien dengan tetap menjaga
prosesionalitas.
Pelayanan
3. Perawat IGD memeriksa gangguan jalan nafas (lihat, raba dan
dengar).
4. Perawat IGD Memeriksa gangguan sirkulasi pada pasien dengan
memeriksa nadi pasien (nadi radialis/carotis)
5. Perawat IGD Memeriksa adanya luka, patah tulang maupun
perdarahan dengan cara melihat dan meraba tubuh korban
secara detail mulai dari kepala sampai ujung kaki sesuai
dengan kondisi korban.
6. Dari hasil pemeriksaan, Perawat IGD menentukan kategori
pasien berdasarkan label pelayanan :
 Label merah : Emergensi. Pasien Gawat dan darurat, pasien
ini harus mendapat pertolongan dengan prioritas penangan
pertama P1 Contoh : Pasien dengan keluhan AMI (Acute
Myocardiac Infarct), pasien dengan distress pernafasan,
sumbatan jalan nafas, gangguan sirkulasi, luka bakar luas,
akut abdomen, shok.
 Label Kuning : [Link] tidak gawat tapi darurat atau
gawat tidak darurat,pasien ini harus mendapat pertolongan
dengan prioritas penanganan kedua P2. Contoh : Pasien
dengan luka bakar ringan, patah tulang tanpa shock, pasien
luka sobek tanpa shock.
 Label Hijau : Non Urgent. Pasien tidak gawat dan tidak
darurat, pasien ini akan mendapat prioritas penanganan
ketiga P3
 Label Hitam : Expentant. Pasien mengalami cedera
mematikan dan akan meninggal meski mendapat
pertolongan.
7. Perawat IGD menginformasikan hasil triase kepada dokter jaga
IGD. Dokter jaga memeriksa keadaan umum pasin untuk melihat
kondisi pasien.

Unit terkait : Instalasi Gawat Darurat


Alur Pelayanan IGD

Pasien Datang

IGD Tidak gawat


Gawat (Screening) darurat
Darurat

Tentukan skala
Triase : merah,
Kunin, Hijau , Hitam

Stabilisasi (airway,
breathing,
circulation)

Rujuk

Sudah
melewati Fase Tindakan Rawat
kritis Jalan

Rawat Inap
Rujukan Pasiean
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD TtdKa. UPTD Puskesmas Sukajadi
[Link],SKM,[Link]
Puskesmas
Nip.196206101984032005
Sukajadi

 Pasien dirujuk adalah pasien yang memerlukan pemeriksaan,


pengobatan atau fasilitas khusus yang tidak tersedia di
Puskesmas
 Pengobatan dan atau tindakan tertentu yang diperlukan tidak
1. Pengertian bisa dilakukan di Puskesmas
 Fasilitas, baik Peralatan maupun tenaga profesional (ahli) yang
tidak dimiliki atau peralatan yang dimiliki sedang dalam keadaan
rusak Atas permintaan pasien dan atau keluarga untuk di rujuk
Rumah Sakit yang dituju
 Mengirim pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain secara cepat,
2. Tujuan cermat dan aman bagi pasien
 Menjalin kerjasama yang baik dan efisien dengan rumah sakit
yang di tuju
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukajadi Prabumulih

4. Referensi Permenkes No.75 tahun 2014 Bab 1, pasal 1, ayat 9

1. Pasien yang akan drujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk
dirujuk. Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila
memenuhi salah satu dari :
 Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu
diatasi
 Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang
medis ternyata tidak mampu diatasi
 Memerluka pemeriksaan penunjang medis yang lebih
lengkap, tetapi pemeriksaan harus disertai pasien yang
bersangkutan.
 Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan
pemeriksaan, pengobatan dan perawatan di sarana
5. Prosedur /
kesehatan yang lebih mampu
Langkah- 2. Prosedur Standar merujuk pasien Prosedur Klinis:
langkah a. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
Pelayanan pemeriksaan penunjang medik untuk menentukan
diagnosa utama dan diagnosa banding. Memberikan
tindakan pra rujukan sesuai kasus.
b. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
c. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas
Medis/Paramedis yang kompeten dibidangnya dan
mengetahui kondisi pasien.
d. Apabila pasien diantar dengan kendaraan Puskesmas
keliling atau ambulans, agar petugas dan kendaraan tetap
menunggu pasien di IGD tujuan sampai ada kepastian
pasien tersebut mendapat
e. pelayanan (serah terima dengan perawat IGD)
Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien dan lembar
observasi (Jika perlu)
3. Memberikan Informed Consent (persetujuan/penolakan rujukan).
4. Membuat surat rujukan
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin
komunikasi dengan tempat tujuan rujukan.
7. Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah
diselesaikan administrasi yang bersangkutan dan sudah
dipastikan kesiapan fasilitas rujukan (telepon UGD yang akan
dituju)

Unit terkait : Dokter Jaga IGD, Perawat IGD, Sopir Ambulance


Persiapan Pasien Rujukan
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPTD TtdKa. UPTD Puskesmas Sukajadi
[Link],SKM,[Link]
Puskesmas
Nip.196206101984032005
Sukajadi

Persiapan pasien rujukan adalah langkah – langkah yang harus


3. Pengertian dilakukan sebelum pasien dikirim ke fasilitas pelayanan kesehatan
yang lebih tinggi

4. Tujuan Agar pasien dirujuk dalam kondisi stabil dan aman selama
perjalanan menuju fasilitas pelayanan yang lebih tinggi
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukajadi Prabumulih
5. Kebijakan

6. Referensi Permenkes No.1 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan


Kesehatan Perorangan

1. Petugas menjelaskan alasan pasien dirujuk,


2. Petugas menyiapkan lembar inform consent,
3. Petugas menjelaskan isi inform consent kepada pasien dan
keluarga
4. Petugas meyakinkan pasien dan keluarga bahwa setuju untuk
dirujuk
5. Petugas meminta pasien atau keluarga untukmenandatangani
7. Prosedur / inform consent
6. Petugas menandatangani inform consent yang telah
Langkah- ditandatangani pasien dan keluarga
langkah 7. Petugas menyiapkan surat rujukan
Pelayanan
8. Petugas melengkapi surat rujukan berupa nomor, identitas
pasien, diagnosa, tanda tangan petugas dan stempel Puskesmas
9. Petugas memastikan pasien dalam kondisi stabil,
10. Petugas memastikan alat - alat kesehatan yang terpasang pada
pasien dalam keadaan baik
11. Petugas menyiapkan alat kesehatan dan obat – obat yang
diperlukan dalam proses rujukan
12. Petugas menyiapkan ambulance
13. Petugas mengantarkan pasien.

Unit terkait : IGD, Perawat IGD, Petugas Ambulance


Pemasangan Infus
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD TtdKa. UPTD Puskesmas Sukajadi
[Link],SKM,[Link]
Puskesmas
Nip.196206101984032005
Sukajadi

Pengertian Memasukkan cairan obat ke dalam tubuh, langsung melalui


pembuluh darah vena dengan menggunakan infus set.
1. Untuk pengobatan tertentu
Tujuan 2. Memenuhi kekurangan cairan/elektrolit
3. Memenuhi nutrisi bagi pasien yang tidakl boleh makan per oral
Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukajadi Prabumulih

Referensi Permenkes No 5 tahun 2014

1. Persiapan Alat
 Infus set steril
 Jarum infus steril (misal : Abbocath, Veinflon, Surflow,dsb)
 Kasa steril pada tempatnya
 Kapas alkohol 70%
 Cairan infus yang diperlukan
 Cairan Betadine
 Perlak dan alasnya
 Karet pembendung (Torniquet)
 Korentang steril pada tempatnya
 Plester, gunting verband, verband
 [Link] infus
 Bidai/spalk yang sudah dibalur
 Bengkok
 Jam tangan
 Alat tulis dan lembaran observasi cairan
2. Persiapan Penderita
Prosedur /  Petugas memperkenalkan diri
Langkah-  Menjelaskan tujuan/serta sebab dan akibat pemasangan
infus baik terhadap penderita maupun keluarganya
langkah  Menjelaskan langkah perasat yang akan dilakukan
Pelayanan  Menyiapkan posisi penderita
 Menyiapkan suasana lingkungan penderita yang aman dan
nyaman
3. Pelaksanaan Tindakan :
a. Alat – alat didekatkan pada penderita
b. Petugas mencuci tangan
c. Pasang alas dan bantal pada lokasi yang akan dipasang
infus
d. Cairan yang diperlukan digantung pada standar infus
e. Tutup botol cairan dilepas kemudian didesinfeksi kapas
alkohol 70 %
f. Infus set dibuka dan kran selang infus ditutup, kemudian
tusukkan
pipa saluran infus pada botol cairan yang sudah didesinfeksi
g. Isi Recervoir/tabung selang infus dengan cairan sampai
batas yang
sudah ditentukan
h. Tutup jarum selang infus dibuka, cairan infus dialirkan
sampai keluar dengan cara membuka kran selang infus
secara pelan-pelan agar tidak ada udara yang tersisa di
dalam selang infus, setelah cairan
infus sudah keluar kran selang infus ditutup kembali
i. Tourniquet dipasang pada daerah yang akan dipasang infus
Cuci tangan dengan sedikit alkohol, kemudian lokasi yang
akan ditusuk jarum (abbocath,Veinflon0 didesinfeksi dengan
kapas alkohol 70% atau betadine, tunggu sampai kering
k. Pastikan dengan tepat bahwa vena tersebut dapat dipasang
infus
l. Jarum infus (abbocath,venflon) ditusukkan ke dalam vena
yang sudah disiapkam dengan posisi lubang jarum infus
menghadap ke atas (bila pembuluh darah vena tersebut
baik dan tidak kolap) dan apabila pembuluh darah vena
dalam keadaan kolap maka lubang
jarum infus dihadapkan ke bawah.
m. Mandrin jarum infus ditarik sedikit untuk mengontrol
apakah kanula

jarum infus sudah masuk vena dengan tepat


n. Tourniquet dilepas
o. Kanula jarum infus disambung dengan selang infus
p. Cairan infus dikeluarkan secara menetes dan observasi
reaksi

penderita
q. Observasi reaksi penderita baik verbal maupun non verbal
r. Bila tetesan cairan lancar pangkal jarum infus difiksasi
dengan tepat
s. Pangkal jarum infus ditutup dengan kasa betadine
t. Tetesan cairan infus diatur sesuai dengan
kebutuhan/program
u. Pasien diatur pada posisi yang nyaman, bila perlu pasang
spalk/bidai
v. Bereskan alat-alat
w. Cuci tangan
4. Perhatikan:
 Bila infus dipasang terus menerus, maka setiap tiga hari
infus tersebut harus diganti atau sewaktu-waktu bila ada
tanda plebitis
 Tutup kasa betadine tiap hari harus diganti
 Lakukan observasi tanda-tanda plebitis setiap saat
 Tulis tanggal pemasangan pada plester penahn
 Perhatikan jangan sampai botol infus kosong yang
menimbulkan emboli
Unit terkait : Instalasi Gawat Darurat
Melepas Infus
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPTD TtdKa. UPTD Puskesmas Sukajadi
[Link],SKM,[Link]
Puskesmas
Nip.196206101984032005
Sukajadi

Pengertian Tindakan melepas infus adalah suatu langkah tindakan melepas


intravena fluid drip

Tujuan Untuk menghentikan pemberian terapi injeksi atau cairan infus

Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukajadi Prabumulih

Referensi

1. Perisiapan alat :
a. Baki beserta alas
b. Gunting verban
c. Plester/hansaplast
d. Kapas
e. Betadine zalf
f. Betadine cair
g. Alcohol 70%
h. Bengkok
i. Hanscoen
j. Perlak/alas
2. Persiapan pasien dan lingkungan
a. Tahap Pra Interaksi
Cek catatan medis dan perawatan
b. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2. Menayakan kesiapan klien sebelum kegiatan
dilakukan
Prosedur /
3. Menjelaskan prosedur tentang tindakan yang akan
Langkah- dilakukan dan tujuan melepas infus
c. Tahap kerja
langkah
1. Menjaga privasi
Pelayanan 2. Mencuci tangan
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Memakai hanscoen
5. Mengajak keluarga untuk bekerjasama dengan
perawat saat dilakukan tindakan seperti :
membantu memegangi anaknya (bila pasien anak)
6. Menggunting tepat dibelakang spalk satu persatu
untuk mencegak kecelakaan/lepas plester satu
persatu bila pasien anak
7. Melepaskan plester dengan menggunakan kapas
alcohol
8. Menyiapkan kapas yang sudah diberi betadine untuk dis
9. Bekas tusukan ditekan dengan kapas betadine
beberapa menit untuk mencegah perdarahan dan
kapas betadine bekas pakai dibuang ke bengkok
10. Jika darah tidak keluar lagi, sekitar luka dibersihkan
sekali lagi dengan kapas betadine untuk mencegah
infeksi silang.
11. Bekas luka sebelum ditutup diolesi betadine, Luka
ditutup dengan plester
d. Tahap terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan
2. Berpamitan dengan pasien
3. Mebereskan dan mengembalikan alat ke tempat
semula
4. mencuci tangan
Perhatian :
1. Sebelum melepas infus perawat harus memberikan informed
consent kepada keluarga pasien.
2. Perawat menggunakan gunting perban untuk membuka
spalk pada pasien anak

Unit terkait : Instalasi Gawat Darurat

Anda mungkin juga menyukai