PT.
KARUNIA ARMADA INDONESIA
Member Of Karunia Group
Site Satui Project – Kalimantan Selatan
Demam Dengue
Demam berdarah (DBD) adalah penyakit akibat virus Dengue yang menular melalui gigitan
nyamuk. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan
otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.
Berdasarkan tingkat keparahannya, demam berdarah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Demam dengue (dengue fever), yang gejalanya cenderung ringan dan tanpa
tanda-tanda perdarahan
Demam berdarah dengue (dengue hemorrhagic fever atau DHF), yaitu DBD
dengan gejala berat dan tanda-tanda perdarahan, seperti mimisan atau gusi
berdarah
Sindrom syok akibat dengue (dengue shock syndrome atau DSS), yaitu DBD
parah dengan tingkat kematian tinggi, yang biasanya ditandai dengan gejala
lemas atau tidak sadar, keringat dingin, muntah darah, atau sesak napas
Penyebab Demam Berdarah
DBD disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini terbagi menjadi 4 strain,
yaitu Dengue virus (DENV) 1, 2, 3, dan 4. Strain virus ini diduga memengaruhi
tingkat keparahan DBD. Akan tetapi, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Seseorang yang sembuh dari DBD akibat salah satu strain virus akan
mendapatkan kekebalan terhadap strain virus tersebut. Sebagai contoh,
penderita yang sembuh dari DBD akibat virus DENV-1 akan kebal terhadap virus
tersebut.
Akan tetapi, jika penyintas virus DENV-1 tersebut terkena
virus Dengue strain lain, misalnya DENV-3, risikonya mengalami gejala yang
lebih parah akan lebih besar.
Virus Dengue disebarkan oleh nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes
albopictus, yang biasanya aktif dan menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk
ini hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti genangan air
di ban mobil, sampah plastik, atau tempat minum hewan.
Gejala dan Komplikasi Demam Berdarah
Secara umum, fase DBD berbentuk seperti siklus pelana kuda, yang diawali dengan
demam mendadak pada hari pertama hingga hari ke-3 fase penyakit ini. Demam bisa
mencapai suhu 39−40°C, yang sulit turun walaupun pasien telah mengonsumsi obat
penurun panas.
Demam dapat disertai dengan gejala lain, seperti:
PT. KARUNIA ARMADA INDONESIA
Member Of Karunia Group
Site Satui Project – Kalimantan Selatan
Sakit kepala hebat
Nyeri di bagian belakang mata
Sakit otot dan sendi
Hilang nafsu makan
Lemas
Mual dan muntah
Timbul ruam kulit
Selanjutnya, DBD akan berlanjut ke fase kritis, yaitu pada hari ke-4 hingga hari ke-6.
Pada fase ini, demam turun tetapi gejala perdarahan, seperti mimisan atau muntah
darah, mudah terjadi. Trombosit yang menurun drastis juga bisa terjadi pada fase kritis
ini.
Jika tidak tertangani dengan baik, penderita demam berdarah pada fase kritis bisa
mengalami komplikasi berupa penumpukan cairan pada rongga dada atau perut,
perdarahan hebat, hingga gagalnya aliran darah ke organ-organ vital (syok).
Jika tertangani dengan cepat dan tepat, penderita DBD akan sembuh dalam waktu 1−2
minggu.
Kapan Harus ke Dokter
Periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala DBD seperti yang telah disebutkan,
terutama jika orang di sekitar Anda ada yang terdiagnosis penyakit ini.
Penanganan medis di IGD perlu segera dilakukan pada penderita DBD dengan gejala-
gejala berikut:
Tampak lemas atau linglung
Kulit teraba basah dan dingin
Sakit perut parah
Muntah parah, terutama jika disertai darah
Sesak napas
Mimisan dan gusi berdarah
Buang air besar berwarna hitam atau berdarah
Pengobatan demam dengue
Tidak ada metode khusus untuk menangani demam dengue. Obat demam
berdarah diberikan untuk meredakan gejala dan mencegah infeksi virus makin
memburuk.
Dokter akan menganjurkan pasien untuk melakukan beberapa hal berikut:
PT. KARUNIA ARMADA INDONESIA
Member Of Karunia Group
Site Satui Project – Kalimantan Selatan
Cukupi cairan tubuh dengan banyak minum untuk menghindari dehidrasi.
Penuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang sehat untuk mendukung proses
penyembuhan.
Istirahat yang cukup.
Konsumsi paracetamol untuk meredakan demam. Namun, hindari penggunaan
aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), terutama pada anak-anak,
karena dapat memperparah perdarahan atau memicu terjadinya sindrom Reye.
Hindari gigitan nyamuk untuk mengurangi risiko penularan lebih lanjut.
Gunakan obat nyamuk losion atau kelambu di kamar.