Universitas
Terbuka
STRATEGI PEMBELAJARAN
TUGAS TUTORIAL 3
Disusun Oleh:
Himma Nur Umami
NIM
858956499
Dosen Pembimbing:
Lucky Nindi Riandika
Questions
1. Jelaskan perbedaan dari kegiatan pembelajaran biasa dan kegiatan belajar remedial serta jelaskan mengapa
perlu ada kegiatan remedial dan sertakan contohnya!
2. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan pengelolaan kelas agar dapat mencapai hasil yang optimal. Salah
satunya adalah penataan lingkungan kelas. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan penataan
kelas!
3. Disiplin merupakan sebuah karakter yang perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini. Jelaskan dan berikan
contoh faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kelas!
4. Guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran. Berikan penjelasan mengenai bagaimana guru
yang efektif disertai dengan contoh kegiatannya!
Answers
[Link] pembelajaran biasa dan kegiatan belajar remedial memiliki perbedaan terkait dengan tujuan, materi,
kegiatan pembelajaran dan evaluasi. Pada dasarnya komponen-komponen yang ada pada kedua
pembelajaran ini dikatakan sama. Masing-masing guru perlu menyiapkan tujuan pembelajaran,
mengembangkan alat evaluasi, memilih dan mengorganisasikan materi pembelajaran, melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan menerapkan berbagai metode mengajar dan alat bantu pengajaran serta alat evaluasi.
Berikut penjabaran perbedaan dalam kegiatan pembelajaran biasa dan remidial:
1) Tujuan
Dalam pembelajaran biasa : Berlaku bagi semua siswa (klasikal)
Dalam pembelajaran remidial : Bersifat individual
Kegiatan pembelajaran pada umumnya dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun
pembelajaran biasa merancang tujuan yang telah ditetapkan untuk semua siswa, sedangkan pembelajaran
remedial guru memiliki tujuan yang bersifat khusus hanya untuk siswa yang menjadi obyek remedi. Bahkan tiap
individu obyek remedi pun juga berbeda tujuan antara satu dan yang lain.
2) Materi
Dalam pembelajaran biasa : Sama untuk semua siswa
Dalam pembelajaran remedial : Sesuai dengan kesulitan siswa
Materi dalam pembelajaran remedial materi yang dipilih sesuai dengan kesulitan siswa, bagaimanapun
kegiatan remedial memang ditujukan untuk menuntaskan kesulitan siswa. Maka materi perlu dipersiapkan lebih
khusus untuk siswa yang melaksanakan remedial.
3) Kegiatan Pembelajaran
Dalam Pembelajaran Biasa: Diikuti semua siswa, Metode dan media bersifat klasikal
Dalam Pembelajaran Remedial : Diikuti siswa yang bermasalah, Metode dan media bersifat individual dan
kelompok
Dalam pembelajaran biasa, semua akan dilaksanakan secara klasikal, baik metode dan media yang
digunakan pun sama. Namun dalam pembelajaran remedial, guru perlu mempersiapkan metode, media bahkan
alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan siswa yang melaksanakan remedi.
4) Evaluasi
Dalam Pembelajaran Biasa : Sama untuk semua siswa
Dalam pembelajaran Remedial : Bersifat individual atau kelompok
Alat evaluasi tentunya diperlukan dalam setiap pembelajaran, namun jika dapat dibedakan, maka
pembelajaran remedial, alat evaluasi lebih bersifat individu, karena menyangkut dengan kesulitan apa yang di
alami oleh peserta didik, sehingga alat evaluasinya pun beda.
2. Penataan lingkungan kelas menyangkut pada beberapa hal yakni: Penataan Lingkungan Fisik Kelas dan
Penataan Lingkungan Psiko-Sosial Kelas
Penataan Lingkungan Fisik Kelas menurut Louisell (1992), ketika menata lingkungan fisik kelas, guru harus
mempertimbangkan 5 hal berikut:
a. Keleluasaan pandangan (visibility)
Penempatan atau penataan barang-parang di dalam kelas agar tidak mengganggu pandangan siswa.
b. Mudah dicapai (accessibility)
Barang-barang yang sering digunakan siswa dalam proses pembelajaran diletakkan pada tempat yang mudah
dijangkau oleh siswa. Jarak antar tempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa mudah
bergerak dan tidak mengganggu siswa lainnya.
c. Keluwesan (flexibility)
Barang-barang yang ada di dalam kelas hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai
dengan tuntutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dan guru. Berikut dengan tatanan ruangan
perlu diatur sesuai kegiatan yang akan dilakukan. Semisal akan praktik menari, dibuat dengan tatanan yang
lebih luas.
d. Kenyamanan
Kenyamanan ruangan kelas akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan produktivitas siswa dan guru
dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip kenyamanan berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan
kepadatan kelas.
e. Keindahan
Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan berpengaruh positif terhadap sikap dan tingkah laku siswa. Kelas
yang indah dan menyenangkan menggambarkan harapan guru terhadap proses belajar yang harus dilakukan
dan tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran
Penataan Tempat Duduk
Pengaturan tempat duduk, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, karena perlu disesuaikan dengan
media atau metode yang digunakan.
Penataan Lingkungan Psiko-Sosial Kelas
Penataan lingkungan psiko-sosial kelas juga tidak kalah pentingnya dalam menciptakan kelas yang kondusif
bagi proses pembelajaran. Menurut Winzer (1995) menyatakan bahwa iklim psiko-sosial kelas berpengaruh
terhadap hasil, konsep diri, rasa harga diri, dan sikap siswa terhadap sekolah. Seperti misalnya :
1) Karakteristik Guru
a. Disukai oleh siswanya
b. Memiliki persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya
Membangkitkan rasa percaya diri siswa dengan bimbingan dan penguatan
c. Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa
d. Bersikap positif terhadap pertanyaan/respons siswa
e. sabar, teguh, tegas
2) Hubungan Sosial Antar Siswa
Agar kegiatan kelompok dapat berhasil dengan baik guru harus memperhatikan hal-hal beriku (Weber, 1977)
a. Perilaku yang diharapkan
b. Fungsi kepemimpinan
c. Pola Persahabatan Siswa
d. Norma/aturan
e. Kemampuan berkomunikasi
f. Kebersamaan
Penerapan keenam aspek dalam kegiatan pembelajaran kelompok sangat penting.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kelas
1) Faktor Fisik
Kondisi fisik perlu diperhatikan agar kelas berlangsung disiplin. Kondisi fisik guru, antara lain tampak dalam
penampilannya, akan mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan. Kondisi fisik siswa yang prima, seperti tampak
pada penampilannya serta panca indra yang sehat akan mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan. Kondisi
fisik ruang kelas, yang mencakup keamanan dan susunan peralatan, serta cara penggunaan alat-alat pelajaran
juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa
2) Faktor Sosial
Kelas merupakan masyarakat kecil tempat para siswa dan guru bergaul atau bersosialisasi. Iklim hubungan yang
tidak sehat akan mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa. Menurut Ballard yang dikutip oleh Turney & Cairns
(1980) dikatakan bahwa hanya dalam iklim yang saling memercayai, saling mengerti, dan saling menghormati,
siswa dapat tumbuh dan berkembang.
3) Faktor Psikologis
Faktor psikologis atau kejiwaan juga dianggap sangat berpengaruh pada tingkat kedisiplinan siswa, Faktor
psikologis mencakup antara lain perasaan (sedih, marah, senang dll), dan kebutuhan (seperti keinginan untuk
dihargai, diakui, dan disayangi). Maka keadaan psikologi perlu disiapkan dalam memulai sebuah pembelajaran
dalam kelas.
4. Guru yang efektif menurut Rosanshine (1989) sebagai berikut:
a. Melakukan Riviu Harian
Untuk menentukan apakah pebelajar telah memperoleh pengetahuan dan ketrampilan prasyarat yang
diperlukan, guru yang efektif memulai pembelajaran dengan mereviu materi yang lalu, mengoreksi pekerjaan
rumah, dan mereviu pengetahuan awal yang relevan dengan pembelajaran hari ini.
Contoh kegiatan:
Bu Himma hari ini melakukan reviu tentang materi jenis-jenis surat resmi sebelum membahas tentang
bagaimana cara membuat surat resmi.
b. Menyiapkan Materi Baru
Hari riset menunjukkan bahwa guru yang efektif memerlukan waktu yang lebih banyak menyajikan materi baru
dan membimbing praktik, dibandingkan guru yang kurang efektif. Untuk memulai pelajaran, guru yang efektif
berusaha menarik perhatian pebelajar dengan menerangkan tujuan belajar yang ingin dicapai selama
pembelajaran.
Contoh:
Bu Himma membawakan bahan-bahan untuk praktik perubahan wujud benda, serta membimbing siswa untuk
melakukan praktikum dengan bahasa yang bersemangat seperti, Lihat! BU guru membawa apa?! Hari ini kita
akan mencoba sesuatu yang baru nih! KIta akan mencoba bagaimana perubahan wujud terjadi.
c. Melakukan Praktik Terbimbing
Maksud praktik terbimbing adalah membimbing praktik keterampilan awal pebelajar dan menyediakan
penguatan yang perlu untuk kemajuan belajar baru, dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Pebelajar berpartisipasi aktif selama praktik terbimbing dengan masalah-masalah kerja atau pertanyaan-
pertanyaan dari guru. Penelitian menunjukkan bahwa guru yang lebih efektif meningkatkan pencapaian
pebelajar, akan menambah jumlah pertanyaan.
Contoh:
Pada saat praktik terjadinya gerhana, guru membuka luas sesi tanya jawab saat berlangsungnya praktik. Siswa
akan lebih paham dengan terjadinya gerhana dengan gambaran secara konkret.
d. Menyediakan balikan dan koreksi
Selama praktik terbimbing, bagi guru sangat penting untuk menyediakan proses balikan kepada pebelajar.
Proses balikan dapat berupa memberikan penjelasan tambahan, dan jika ada kesalahan dari pebelajar maka
diberikan tuntunan dan petunjuk
contoh:
Saat jawaban siswa salah, guru memberikan feedback, apa alasan siswa menjawab tersebut, kemudian guru
akan memberikan sedikit petunjuk jawaban agar siswa mampu mengevaluasi jawabannya. Jika masih belum
mampu guru memberikan saran untuk menemukan jawaban yang tepat.
e. Melaksanakan Praktik Mandiri
Setelah guru memberikan praktik terbimbing, sangatlah penting memberikan kesempatan kepada pebelajar
untuk praktik mandiri.
Contoh:
Guru memberikan siswa untuk melakukan praktikum sesuai dengan petunjuk yang pernah diberikan
f. Reviu Mingguan dan Bulanan
Guru dianjurkan untuk mereviu pekerjaan seminggu yang lalu tiap hari Sabtu dan Pekerjaan sebulan yang lalu
setiap Sabtu keempat.
Contoh:
Guru melaksanakan ulangan harian atau reviu tentang bahan yang diajarkan selama seminggu