0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan9 halaman

Praktik Baik dalam Pendidikan Fasilitasi

Dokumen tersebut membahas tentang pengajaran praktik dan peran pengajar praktik. Terdapat instruksi untuk menampilkan beberapa slide dan diskusi tentang praktik baik pendidikan. Juga ada pembahasan tentang model ATAP dan tugas yang harus dikerjakan.

Diunggah oleh

Lolita Fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan9 halaman

Praktik Baik dalam Pendidikan Fasilitasi

Dokumen tersebut membahas tentang pengajaran praktik dan peran pengajar praktik. Terdapat instruksi untuk menampilkan beberapa slide dan diskusi tentang praktik baik pendidikan. Juga ada pembahasan tentang model ATAP dan tugas yang harus dikerjakan.

Diunggah oleh

Lolita Fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teman-teman slide 7 hingga 13 silahkan ditunjukan sekilas saja atau diskip juga tidak apa-apa karena sudah

dilalui CPP di LMS


Ibu dan Bapak mari mengingat kembali saat berefleksi, mengingat kembali pengalaman belajar di satu masa
tertentu, Memikirkan dan menyampaikan prinsip yang dimiliki dan diyakini dalam menjalani peran sebagai
pendidik. dan kaitan dengan pengalaman belajar dan latar belakang menjadi pendidik dengan tujuan
bergabung menjadi Pengajar Praktik
Teman-teman slide 7 hingga 13 silahkan ditunjukan sekilas saja atau diskip juga tidak apa-apa karena sudah
dilalui CPP di LMS
Untuk overall pembelajaran Modul 1
Bisa diskip | Ajak peserta untuk melihat/ membaca kembali hasil tulisan mereka di LMS bagian Mulai dari Diri
Ajak peserta untuk melihat/ membaca kembali hasil tulisan mereka di LMS bagian Mulai dari Diri
Teman-teman bisa meminta CPP lain menjadi timekeeper untuk menjaga konsisten dengan waktu ketika
menyampaikan pendapat. Juga bisa menggunakan timer online untuk menunjukkan waktu.
Mengingatkan usulan kesepakatan kelas dan kesepakatan forum diskusi:
- Raise hand bagi yang ingin berbicara
Slide no 16 hingga akhir silahkan disampaikan sekilas saja
AKHIR SLIDE Hari ke-5
Teman-teman bisa meminta CPP lain menjadi timekeeper untuk menjaga kekonsistenan waktu ketika
menyampaikan pendapat atau menggunakan timer online.
120 menit
Teman-teman bisa meminta CPP lain menjadi timekeeper untuk menjaga kekonsistenan waktu ketika
menyampaikan pendapat atau menggunakan timer online.
Teman2 boleh memilih metode:
1. Menggunakan jamboard atau media visual online lainnya
2. Mempersilahkan peserta berbicara @3 menit
3. Berdiskusi secara langsung
Silahkan jika akan disampaikan ke peserta >> tutorial: [Link]
[Link]
Teman-teman Ins dapat menyiapkan referensi2 lainnya untuk dishare ke peserta, jika mau/ memungkinkan.
Teman-teman bisa meminta CPP lain menjadi timekeeper untuk menjaga kekonsistenan waktu ketika
menyampaikan pendapat atau menggunakan timer online.
Digali dari tugas asinkronus bagian koneksi antar materi → mengingat potensi dan tantangan.
Beri waktu sejenak kepada CPP untuk mengingat/ membaca kembali jawabannya
[Catatan instruktur]:
Praktik baik pendidikan adalah
Diskusi kelas dengan 16 orang
- Boleh pake kolom chat/jamboard biasanya pemahaman mereka spt karya ilmiah atau metode yang
sudah dianggap baik…
- Digali saja menurut mereka
Dibuat layar pendapat…kalo setuju raise hand kalo tidak setuju diem saja.
Mari kita lihat bersama, apakah kalimat-kalimat ini menggambarkan praktik baik pendidikan.
Bacakan kalimatnya, lalu bertanya: “Menurut Anda, kalimat ini termasuk praktik baik atau bukan?”
Minta peserta menjawab dengan Ya atau Tidak, tanyakan alasannya
1. Bukan karena kita bukan kompetisi tapi kolaborasi, dan jika kompetisi berarti hanya beberapa murid
terpilih saja yang bisa ikut.

[Catatan instruktur]:
Praktik baik pendidikan adalah
Ditanya lagi…apa kriteria program atau kegiatan termasuk praktik baik pendidikan → bisa pake jamboard
Ini elaborasi…
Instruktur diskusi dengan seluruh kelas
Keterangan yang bisa dikembangkan :
Awal/ Aset : Kekuatan/ modal/ potensi sekolah/ murid/ komunitas yang teridentifikasi dapat membantu
meningkatkan kualitas yang berdampak ke murid.
Tantangan : Kalimat masalah bisa diubah menjadi kalimat tantangan.
Aksi : Aksi yang dilakukan untuk menjawab tantangan, bisa berupa strategi, pelaksanaan strategi, termasuk
penyesuaian strategi bila ada.
Pelajaran/ Perubahan : Merupakan refleksi dari seluruh proses yang telah dilakukan, yang kemudian akan
dikembangkan dan menjadi dasar perubahan. Bagian ini bukan hanya menjawab tantangan, tapi juga
pembelajaran bermakna atau adab-kebiasaan yang diharapkan tumbuh dan melekat, dibawa murid hingga
dewasa (turunan konkret profil pelajar pancasila sesuai konteks > diolah dari elemen/ sub-elemen dimensi
profil pelajar pancasila)
Model ATAP ini dibuat berdasarkan pada apa yang belum selaras yang terdapat di sekitar kita, yang kemudian
bisa kita buat sebagai sebuah prakarsa praktik baik.
Model ATAP ini diterapkan boleh tidak secara berurutan, mungkin saja prakarsa praktik baik itu bisa dimulai
saat guru melihat adanya tantangan, dan seterusnya
Peserta per kelas berjumlah 13 - 17 peserta dibagi dalam BOR (breakoutroom) menjadi 3 kelompok, satu
kelompok beranggotakan 4-5, untuk melakukan diskusi diatas selama 30 menit - selesai diskusi peserta
kembali ke kelas untuk menyampaikan hasil diskusinya
Tugas ASINKRONUS: membuat kerangka ATAP individu, bukan kelompok.
Tugas ATAP boleh diupload ke LMS setelah presentasi dan mendapat umpan balik di Hari ke-8.
AKHIR SLIDE HARI KE-7
Pembagian waktu diserahkan kepada instruktur sesuai dinamika kelas masing-masing
1 menit
1. Hadirkan kesadaran diri dan empati dalam diskusi
2. Keluarkan ide, pemikiran dan rasa ingin tahu Anda
3. Menyalakan video, jika ada kendala sampaikan di kolom chat
4. Mematikan microphone
5. Gunakan fitur raise hand jika ingin berbicara
6. Gunakan kolom chat jika ingin menanggapi
7. Silakan mencatat dalam catatan pribadi
8. Sesuai jadwal

Mainkan slide dan bacakan


pdf: Perjalanan Menjadi Guru Penggerak dan Peran Pengajar [Link]
10 menit (pakai alat bantu)
Jawaban peserta bisa beragam, tergantung pemahaman awal mereka tentang fasilitasi dan setelah mereka
membaca materi tentang fasilitasi.
Jawaban yang muncul dapat berupa:
- ada yang memimpin jalannya kegiatan
- ada sekelompok orang
- ada keputusan
- ada narasumber,
- ada yang mengajar, dll
1 menit
Instruksi (untuk dibacakan)
- Anda diminta membentuk dua segitiga menjadi empat segitiga dengan menggerakkan satu sisinya saja
- Permainan ini dilakukan secara berkelompok

Total waktu 6 menit


1 menit penjelasan permainan
1 menit persiapan (tampilkan nama kelompok/salin pembagian kelompok di kolom chat)
3 menit permainan
Permainan ini sekaligus melatih peserta untuk keterampilan menyimak
Biarkan peserta berproses.
Catatan: jika instruktur bisa membagi kelompok ke dalam 3 BOR, atur waktu 3 menit untuk aktivitas di BOR.
Namun jika tidak, lakukan permainan di ruang utama
Jamboard tidak perlu ditampilkan di layer

1 menit
Ini kalau Instruktur milih permainan pake BoR ya (gaperlu direkam)
Instruktur bisa membuat catatan kelompok di notes lalu copas ke kolom chat

Diskusi terbuka
wrap up:
- perlu ada orang yang memandu proses di dalam kelompok untuk mencapai tujuan
- perlu ada diskusi, pembagian peran dan keputusan bersama
- perlu melihat situasi dan mengambil tindakan yang tepat dan efisien
- dst, berdasarkan insight yang didapat peserta
3 menit
Pertanyaan: ini fasilitasi atau bukan?
Bukan.
Mentoring: Mentor ke mentee
Salah satu peran mentor adalah membagikan pengalaman atau tips karena sudah melewati prosesnya.
Mentoring sifatnya kontinyu atau berkelanjutan

2 menit
Pertanyaan: ini fasilitasi atau bukan?
Bukan
Training: Trainer ke trainee
Tambahan dari mas Yudhis
Workshop : setiap peserta adalah orang yang sudah secara signifikan mampu menguasai materi atau yang
sedang mendalami materi dan bisa juga orang awam
Training : setiap peserta di dalamnya haus akan skill baru untuk menjadi seorang profesional atau minimal
mampu menguasai materi dan ingin menjadi semakin profesional.

2 menit
Pertanyaan: ini fasilitasi atau bukan?
Bukan
Coaching
Coach dan Coachee

2 menit
Pertanyaan: ini fasilitasi atau bukan?
Bukan
Coaching
Coach dan Coachee

10 menit
PDF: M3. Materi 4. PERBEDAAN UMUM ANTARA FASILITASI DENGAN BEBERAPA METODE [Link]

2 menit
Slide opsional (boleh ditampilkan untuk menguatkan)

Instruktur bisa memberikan contoh berdasarkan pengalamannya

→ slide penguatan
Eksplorasi (refer ke materi POD)
Penjelasan tambahan:
- Setiap orang mempunyai hak menyampaikan pendapat, gagasan, pertanyaan, didengarkan,
menyatakan kesetujuan/ketidaksetujuannya. Meskipun tidak semua orang mengemukakannya di saat
yang sama, maka gilirlah kesempatan setiap orang untuk mendapatkan haknya.
- Keterlibatan seluruh anggota kelompok dapat dijalankan dengan memberikan peran (berbagi
kekuasaan) kepada anggota kelompok yang difasilitasi.
- Menghadirkan empati dan apresiasi juga penting untuk membangun suasana yang hangat dan positif.
- Ada kalanya peserta tidak mau/tidak bisa mengemukakan pendapatnya karena alasan tertentu.
Proaktiflah untuk menjangkau peserta seperti ini. Tanyakan pendapat/sikapnya terhadap topik yang
sedang didiskusikan di kelompok.
→ 5 menit
Melalui Dialog yang memberdayakan, seorang fasilitator akan membangun atmosfir dimana: semua orang
saling memperhatikan satu sama lain; menunjukkan minat bersama (mau bergerak dan menjalankan
perannya); saling percaya, hormat dan terbuka; maju bersama ke pemahaman yang lebih komprehensif (tidak
satupun peserta yang ketinggalan informasi dan tidak mempunyai peran); dan bahwa setiap orang memiliki
kontribusi penting dalam pencapaian tujuan bersama.

jadilah seorang pemandu, yang memandu kelancaran proses fasilitasi.


jangan menjadi patron (memposisikan diri superior, menggurui, menguasai, menindas, mengeksploitasi)
Dalam fasilitasi, seorang fasilitator tidak memposisikan diri sebagai seorang patron (patronize) yang
memposisikan diri sebagai superior. Hendaknya, seorang fasilitator mempraktikkan sikap-sikap dasar, yang
tertuang dalam “Sikap dasar Fasilitator” agar proses fasilitasi dapat memberdayakan kelompok.
(Penjelasan tambahan untuk INS)
Tentang Patron (J.C. Scott: 1972, 1982, 2010)
Patron merupakan salah satu konsep yang menjelaskan tentang relasi sosial. Patron berasal dari bahasa
Spanyol yang berarti “seseorang yang memiliki kekuasaan, pengaruh kuat, kewenangan, daya paksa, posisi
tertinggi) sehingga berkedudukan sebagai superior. Dalam kata sifat berarti patronize/patronasi (bertindak
seperti patron).
Patronase merupakan relasi kuasa (yang timpang) yang menjelaskan hubungan antara patron-klien.
Sebaliknya, klien artinya orang yang tidak memiliki kekuasaan sehingga berkedudukan menjadi inferior.
Menurut Scott, patron membantu kliennya. Namun pada praktiknya relasi patron-klien banyak digunakan
untuk menjalankan “kekuasaan memerintah dan menindas”. Seorang patron akan memerintah klien untuk
melakukan apa yang dikehendakinya karena ia memiliki kekuasaan. Sementara klien yang tidak memiliki
kekuasaan akan sulit untuk menolak perintah karena berada dalam posisi tidak berdaya.

Sikap dasar.
“Ini adalah sikap dasar fasilitator. Silakan diamati. Mana yang sudah dimiliki dan mana yang masih butuh
penguatan?
- Instruktur mengajak peserta berefleksi untuk mencari dan menemukan cara-cara memperkuat sikap
dasar yang masih butuh penguatan.
- Seorang fasilitator perlu memiliki sikap dasar ini untuk memperkuat perannya sebagai seorang
fasilitator. Dengan memiliki sikap ini, fasilitator bisa memfasilitasi peserta lebih efektif, berkualitas dan
memberdayakan peserta.

Instruktur bisa menggali pendapat peserta dengan singkat padat dan jelas untuk mendapatkan item-item dari
4 keterampilan
Dalam konteks POD, Dialog yang memberdayakan dan untuk menguatkan perannya, seorang fasilitator
membutuhkan keterampilan:
1. Keterampilan menyimak berarti mendengarkan dengan fokus dan cermat.
Menyimak dapat membantu fasilitator untuk:
● Menemukan informasi
● Menggali pendapat peserta
● Menemukan kata kunci
● Memparafrasekan kalimat
● Mengkategorisasikan (mengelompokkan) jawaban/pendapat peserta
● Mengolah Informasi menjadi data
● Membangun hipotesis
● Mengatur antrian bicara
● Melihat kemungkinan/peluang lain
● Mendorong atau menyemangati peserta
2. Keterampilan bertanya
Bertanya adalah kunci bagi fasilitator. Keterampilan bertanya dapat muncul dari keterampilan menyimak.
Pertanyaan berfungsi untuk:
● menggali pemikiran anggota kelompok
● membangun partisipasi dan interaksi di antara anggota kelompok
● menghindari asosiasi (menyamakan situasi peserta dengan situasi yang pernah dialami fasilitator)
● menghindari pengambilan kesimpulan sendiri,
● mendapatkan umpan balik positif yang bermakna.
Pertanyaan yang kuat:
- Pertanyaan terbuka (tidak ada akhiran “kah”, pertanyaan yang jawabannya bukan “ya” atau “tidak”,
kecuali untuk mengonfirmasi)
- Pertanyaan yang memicu proses berpikir peserta
- Pertanyaan reflektif
3. Kemampuan konfirmasi lebih jauh
Konfirmasi dimaksudkan agar fasilitator dapat menangkap pemikiran dari anggota kelompok sejelas-jelasnya.
Fasilitator dapat mengklarifikasi memastikan maksud pertanyaan, membuat anggota kelompok menerangkan
lebih lanjut apa yang dimaksud, membantu anggota kelompok mengelaborasi pendapat atau gagasannya.
4. Refleksi
Fasilitator membimbing peserta untuk merefleksikan proses fasilitasi yaitu apa yang sudah baik, apa yang
perlu ditingkatkan, perasaan yang muncul dan menguatkan komitmen untuk menjalankan
kesepakatan/keputusan yang sudah diambil sebagai langkah selanjutnya.

Setelah membaca pernyataan, lemparkan kepada peserta:


1. informasi apa yang diterima peserta
2. apa saja kata kunci yang muncul
3. bagaimana memparafrase
4. Minta peserta mengajukan pertanyaan untuk mengelaborasi atau mengonfirmasi lebih jauh

20 Menit Mainkan slide satu per satu sambil mengajak peserta untuk mengeksplorasi bentuk penerapan
konkrit dari setiap kompetensi (berdasarkan pengalaman sebelumnya atau pengalaman saat pembelajaran
hari ini)
1. Partisipasi: Kemampuan untuk menggali pemikiran terbaik anggota kelompok. Tujuannya agar anggota
kelompok menjadi lebih berani dalam mengangkat masalah yang sulit dan belajar bagaimana
membagikan ide mereka. Anggota kelompok menjadi lebih mahir dalam menemukan dan mengakui
keragaman pendapat dan latar belakang yang melekat pada setiap anggota kelompok. Contoh: berbagi
pengalaman masing-masing, menuliskan pendapat di sticky notes/jamboard, kuis, dll
2. Interaksi: Tujuannya agar setiap anggota kelompok dapat saling menghargai dan saling terbuka.
Contoh interaksi: kesepakatan belajar, mengatur urutan berbicara, diskusi kelompok, kuis interaktif, dll .
Dalam diskusi interaksi antar anggota terjadi melalui berbagi ide dan membagi “siapa yang melakukan apa”
(presentasi kelompok misalnya)
1. Visualisasi: Kemampuan menggunakan berbagai alat bantu visual. Tujuannya mendorong partisipasi,
interaksi dan agar anggota kelompok tidak tertinggal informasi apapun. Contoh: menggunakan sticky
notes, kertas plano, jamboard dengan coding (pengkodean) warna
2. Dinamisasi: kemampuan mengelola perdebatan alot diantara anggota kelompok atau bahkan
mengarah kepada hal-hal subjektif. Atau sebaliknya, ketika kelompok cenderung pasif sehingga
fasilitator harus menghidupkan suasana agar kelompok yang difasilitasi menjadi aktif. Contoh: ice
breaking, mengeraskan suara, membagi ruang untuk setiap kelompok, dll
3. Konklusi: kemampuan menarik kesimpulan rapat/sesi, namun juga harus membaginya secara
demokratis, sehingga kesimpulan rapat/sesi merupakan kesimpulan bersama, bukan kesimpulan
fasilitator.
4. Merancang proses: Kemampuan menyusun agenda pertemuan dengan baik, berupa metode dan
langkah operasional untuk mencapai tujuan dengan efektif. Merancang proses dapat mulai dari
pembukaan, metode membangun partisipasi, interaksi, dinamisasi, alat bantu visual yang digunakan,
model refleksi yang digunakan dan penutup. Juga menerapkan serangkaian pertanyaan terstruktur
sehingga menghasilkan tindakan yang mencerminkan tujuan sesi. (tidak dibahas panjang, karena akan
dibahas keesokan harinya)
Ingatkan bahwa;
- kompetensi ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait satu sama lain. Contoh: saat fasilitator
menggunakan metode gallery walk, ada kompetensi partisipasi, interaksi, visualisasi, dinamisasi
- kompetensi ini berlaku untuk bentuk fasilitasi luring dan daring, meskipun cara yang digunakan
berbeda

Penjelasan (instruktur bisa meminta peserta screenshot slide ini).


Instruktur bisa membuat tema sendiri
Ingatkan sikap dasar dan keterampilan fasilitator perlu dilakukan
Waktu total di BOR: 50-55 menit
Alat bantu visual seminimalnya jamboard. Persiapan bikin jamboard/alat bantu visual (2 menit)
Ga perlu pakai perkenalan.

7 menit
Diskusi terbuka atau menggunakan alat bantu
Gali ingatan peserta dari pembelajaran hari ke 9, dengan mengeksplorasi konsep-konsep kuncinya

7 menit (3 menit per gambar)


Silide pilihan: Membangun konteks rencana fasilitasi
Gambar 1: Tanyakan kepada mereka terlebih dahulu, apa yang peserta lihat. Biarkan peserta berbicara dari
aspek yang berbeda dengan cara yang berbeda untuk menafsirkan gambar.
Mainkan slide untuk menayangkan gambar 2.
Tanyakan kembali apa yang peserta lihat. Biarkan peserta berbicara dari aspek yang berbeda dengan cara
yang berbeda untuk menafsirkan gambar.
Kemudian tanyakan kepada mereka, “apa interpretasi mereka terhadap gambar tersebut dalam rangka
memfasilitasi Lokakarya nantinya”?
Ingatkan juga tentang prinsip, mindset dan sikap dasar seorang fasilitator
Pesan utama dari gambar: tindakan yang tidak tepat, atau tindakan yang tepat tetapi diterapkan dengan cara
yang tidak tepat dalam fasilitasi, tidak akan memenuhi kebutuhan “kelompok sasaran”, menyebabkan
pemborosan, tenaga, waktu, dan sumber daya.
Ingatkan kembali pengertian fasilitasi: proses berupa langkah-langkah yang memudahkan kelompok mencapai
tujuannya.
Dari pengamatan ini, arahkan diskusi ke pengalaman peserta sendiri dengan tindakan dalam pelatihan yang
tidak tepat. Biarkan peserta menjelaskan, apa yang salah dalam situasi itu dan apa yang mungkin menjadi
penyebabnya. Ajaklah peserta untuk berpikir tentang apa yang akan berbeda, jika seorang fasilitator telah
memberi peserta kesempatan untuk memberdayakan diri selama pelatihan/pembelajaran. Ringkaslah diskusi
bersama para peserta mengenai alasan mengapa penting untuk melakukan 'penilaian kebutuhan' sebelum
merencanakan lokakarya pelatihan.

Sifat penting yang harus dimiliki fasilitator pelatihan


 Kemampuan komunikasi yang kuat.
 Perilaku yang tepat.
 Sikap dan pendekatan yang etis.
 Mengevaluasi peserta dan pelatihannya secara menyeluruh, juga menilai kembali diri sendiri
dengan telit

5 menit
Diskusi terbuka
Panduan untuk Instruktur
- Mulai dari awal sesi: salam, perkenalan, menyampaikan tujuan sesi, kesepakatan forum/rapat, ice
breaking, dll
- Tengah sesi: memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali pendapat, diskusi kelompok,
brainstorming, energizer, jeda rehat dll
- Akhir sesi: menarik kesimpulan bersama, refleksi, penutup
1 menit
Slide penghubung
Ingatkan peserta 6 kompetensi fasilitator yang sudah dipelajari di hari ke 9
Mainkan slide “Kompetensi ke 6: merancang alur proses”
Catatan di hari ke 9
1. Partisipasi: Kemampuan untuk menggali pemikiran terbaik anggota kelompok. Tujuannya agar anggota
kelompok menjadi lebih berani dalam mengangkat masalah yang sulit dan belajar bagaimana
membagikan ide mereka. Anggota kelompok menjadi lebih mahir dalam menemukan dan mengakui
keragaman pendapat dan latar belakang yang melekat pada setiap anggota kelompok. Contoh: berbagi
pengalaman masing-masing, menuliskan pendapat di sticky notes/jamboard, kuis, dll
2. Interaksi: Tujuannya agar setiap anggota kelompok dapat saling menghargai dan saling terbuka.
Contoh interaksi: kesepakatan belajar, mengatur urutan berbicara, diskusi kelompok, kuis interaktif, dll .
Dalam diskusi interaksi antar anggota terjadi melalui berbagi ide dan membagi “siapa yang melakukan apa”
(presentasi kelompok misalnya)
1. Visualisasi: Kemampuan menggunakan berbagai alat bantu visual. Tujuannya mendorong partisipasi,
interaksi dan agar anggota kelompok tidak tertinggal informasi apapun. Contoh: menggunakan sticky
notes, kertas plano, jamboard dengan coding (pengkodean) warna
2. Dinamisasi: kemampuan mengelola perdebatan alot diantara anggota kelompok atau bahkan
mengarah kepada hal-hal subjektif. Atau sebaliknya, ketika kelompok cenderung pasif sehingga
fasilitator harus menghidupkan suasana agar kelompok yang difasilitasi menjadi aktif. Contoh: ice
breaking, mengeraskan suara, membagi ruang untuk setiap kelompok, dll
3. Konklusi: kemampuan menarik kesimpulan rapat/sesi, namun juga harus membaginya secara
demokratis, sehingga kesimpulan rapat/sesi merupakan kesimpulan bersama, bukan kesimpulan
fasilitator.
4. Merancang proses: Kemampuan menyusun agenda pertemuan dengan baik, berupa metode dan
langkah operasional untuk mencapai tujuan dengan efektif. Merancang proses dapat mulai dari
pembukaan, metode membangun partisipasi, interaksi, dinamisasi, alat bantu visual yang digunakan,
model refleksi yang digunakan dan penutup. Juga menerapkan serangkaian pertanyaan terstruktur
sehingga menghasilkan tindakan yang mencerminkan tujuan sesi.

2 menit
Bahas sedikit, tema bisa dipecah menjadi topik-topik

Tayangkan
Rubrik penilaian juga sudah ada di LMS
2 menit
1. Peserta boleh memilih aplikasi perekaman sesuai dengan kenyamanan mereka, asalkan memastikan
instruktur dapat membuka dan menilai. Zoom, GMeet, rekam layar, dll
2. Tips untuk peserta: tampilkan media visualisasi yang mereka gunakan saat perekaman praktik fasilitasi
mereka
3. Tips untuk peserta: karena jumlah peserta sedikit (ketika perekaman praktik fasilitasi), sebaiknya
peserta diminta untuk menyampaikan pendapat lebih dari satu. Ini bertujuan supaya jumlah pendapat
yang disampaikan cukup banyak untuk bisa dikelompokkan dan disimpulkan
4. Yang ditampilkan dalam 10 menit itu adalah satu bagian dari keseluruhan proses fasilitasi. Jadi
pembukaan seperti Indonesia Raya dll, yang berpotensi mengurangi waktu praktik fasilitasi, tidak usah
ditunjukkan dalam rekaman praktik fasilitasi. Ajak peserta untuk fokus pada proses memfasilitasi
(mempraktikkan keterampilan dan kompetensi fasilitasi)
5. Dorong peserta untuk membaca/ memahami rubrik penilaian fasilitasi (boleh juga mereka diskusikan
dalam kelompok di luar sesi sinkronus) sebelum melakukan praktik fasilitasi
6. Sampaikan pada peserta bahwa mereka bisa terbuka kepada instruktur tentang kendala2 yang mereka
hadapi saat proses mengerjakan perekaman video fasilitasi, apalagi menjelang waktu pengumpulan.
Kita tetap konsisten dengan tenggat waktu pengumpulan Aksi Nyata, namun jika peserta menemui
kendala, silahkan japri instruktur supaya bisa didiskusikan bersama solusinya.

Anda mungkin juga menyukai