Domain Label diagnosa Gizi
NI-2.1 Intake Oral yang Asupan oral energi masih sangat kurang berkaitan dengan Kejang
tidak memadai (adekuat) berulang, mual, kesadaran menurun, badan lemas, tidak bisa
berkomunikasi dan hanya bisa bedrest yang dibuktikan oleh asupan
yang belum mencukupi kebutuhan energi sebesar 31,94% yang
seharusnya yaitu 80% - 110%.
NI-5.1 kebutuhan gizi yang Kebutuhan gizi energi yang meningkat yang berkaitan karena pasien
meningkat tersebut dalam keadaan menyusui dibuktikan oleh nilai LiLa yang
kurang menunjukkan KEK.
NI-5.5.1 kurangnya asupan Asupan lemak masih sangat kurang yang berkaitan dengan pilihan
lemak makanan yang kurang optimal dibuktikan dengan kurangnya asupan
lemak dengan persentase 42,91% yang seharusnya mencapai 80%-
110%.
NI-5.6.1 Kurangnya intake Asupan protein masih sangat kurang berkaitan dengan kemampuan
protein yang menurun untuk mengkonsumsi makanan dan nutrisi terkait
jumlah protein yang dibuktikan oleh kurangnya asupan protein dengan
persentase sebesar 31,67% dari pemenuhan kebutuhan .
NI-5.8.1 Asupan Asupan karbohidrat masih sangat kurang berkaitan dengan pasien
karbohidrat yang tidak mengalami hipoglikemia yang dibuktikan oleh asupan karbohidrat
memadai dengan persentase 36,31% dari pemenuhan kebutuhan.
Kasus 2
A. DIAGNOSIS GIZI
NI-1.2 (Kurangnya energi intake). (p) Kurang nya asupan
energi. (e) Berkaitan dengan gejala mual, tidak nafsu
makan karna merasakan nyeri yang sangat kuat dan
penurunan kemampuan mengonsumsi asupan energi.
(s) Dibuktikan dengan asupan energi masih <80%
(66%) sedangkan yang direkomendasikan 80-110%
dan adanya penurunan BB.
NI-2.1 (Intake oral yang tidak memadai ) (p) Asupan
makanan/minuman oral yang kurang. (e) Berkaitan
dengan psikologis pasien pasca operasi fraktur
mengalami gangguan makan dan pengetahuan kurang
mengenai makanan dan zat gizi. (s) Dibuktikan
dengan gejala anorexia, mual, dan nyeri akut dan
dibuktikan dengan adanya penurunan berat badan.
NI-3.1 (p) Asupan cairan yang tidak memadai. (e)
Berkaitan dengan psikologis pasien yang mengalami
gangguan makan karena mual dan nyeri yang sangat
kuat. (s) Dibuktikan dengan asupan cairan pasien
hanya minum 3 gelas/hari, sedangkan yang
direkomendasikan adalah 8 gelas/hari
NI-5.1 (p) Kebutuhan gizi protein meningkat. (e) Berkaitan
dengan pasien sedang proses penyembuhan pasca
operasi fraktur. (s) Dibuktikan hasil leukosit tinggi
(14,37%) dengan nilai normal
(3.200-10.000/mm2)dan limfosit rendah.
NI-5.2 (p) Kurangnya protein- energi intake. (e) Berkaitan
dengan menurunnya kemampuan untuk konsumsi
protein dan energi yang cukup sebab pasien
mengalami gangguan makan, kurang nya
pengetahuan makanan dan nutrisi mengenai jumlah
dan jenis lemak atau diet protein yang tepat dalam
proses pengobatan pasca operasi. (s) Dibuktikan
dengan persentase protein dan energi masih <80%
(80-110%) dan adanya penurunan BB.
NI-5.8.1 (p) Asupan karbohidrat yang tidak memadai. (e)
Berkaitan dengan kurangnya pengetahuan yang
berkaitan dengan makanan dan gizi terkait jumlah
karbohidrat yang tepat dan penyebab psikologis
disebabkan oleh gangguan makan. (s) Dibuktikan
dengan adanya penurunan BB dan asupan karbohidrat
<80% (80-110%).
NC-2.2 (Perubahan nilai-nilai laboratorium terkait gizi).
Faktor penyebab disfungsi organ lain yang mengarah
pada perubahan biokimia dengan gejala atau tanda
mual.
NC-3.2 (Penurunan BB). Faktor penyebab menurunnya
kemampuan mengkonsumsi energi yang cukup
dibuktikan penurunan badan pada pasien pasca
operasi fraktur.
NB-1.1 (Kurangnya pengetahuan terkait makanan dan
zat gizi). Kurangnya terpapar informasi yang akurat
terkait nutrisi dibuktikan keanekaragaman kebiasaan
makan pasien sesuai dengan kondisi kurang. Pasien
belum pernah mendapatkan konseling atau edukasi
dari ahli gizi. Sehingga, pasien belum mengetahui
makanan apa saja yang dapat mempercepat proses
penyembuhan luka.
NB-1.5 (Gangguan pola makan). Disebabkan pasca operasi
fraktur pasien mengalami penurunan nafsu makan
dengan gejala mual.
Kasus 3
A. DIAGNOSIS GIZI
Kemungkinan diagnosa gizi berdasarkan hasil assessmen.
Domain Label diagnosa gizi
Intake - Kekurangan asupan energi
- Kekurangan asupan protein
- Kekurangan asupan lemak
- Kekurangan asupan karbohidrat
Klinis Perubahan nilai lab terkait gizi
Perilaku Peaky Eater (Pemilih Makanan)
NI-1.2 Asupan oral tidak adekuat (P) berkaitan dengan kondisi
pasien yang mengalami mual, muntah, dan diare (E)
dibuktikan dengan penuruan berat badan ±0,3 kg serta hasil
Recall 24 jam pasien untuk pemenuhan energi 25,7%, protein
34,5%, lemak 49,77% dan karbohidrat 23,28%. Semua
komponen %Asupan makan tergolong <80%-110% (S).
NI-5.1 Peningkatan kebutuhan gizi (energy) (P) berkaitan dengan
kondisi pasien saat mengalami gangguan pencernaan (E)
dibuktikan dengan netrofil segmen tinggi dengan hasil 81%,
limfosit absolut rendah dengan hasl 1,6%, dan MHCH rendah
dengan hasil 31,6% (S).
FH-5.4 Perilaku makan tipe peaky eater terkait makanan dan zat gizi
(P) berkaitan dengan pola makan pasien yang hanya memilih
jenis makanan tertentu (E) dibuktikan seperti pada sayuran,
pasien hanya memilih wortel sebagai sayurannya, dan pasien
tergolong sering mengkonsumsi snack, seperti wafer dan
biskuit (S).
NI-3.1 Asupan cairan yang tidak memadai (P), berkaitan dengan
kondisi pasien yang mengalami mual dan muntah (E)
dibuktikan dengan asupan cairan pasien yang hanya
meminum air putih sebanyak 1 gelas/hari dari yang
direkomendasikan 8 gelas/hari(S).