0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
276 tayangan16 halaman

Perhitungan Tikungan Spiral-Circle-Spiral

Diunggah oleh

Rahmatan 27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
276 tayangan16 halaman

Perhitungan Tikungan Spiral-Circle-Spiral

Diunggah oleh

Rahmatan 27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Perhitungan Tikungan II Spiral – Circle – Spiral ( S – C – S )


 Jari – Jari tikungan minimum ditentukan dengan perhitungan berikut ini pada rumus 2.12
halaman 13 dari bab 2 :
2
VR
R min =
127.(emax+ fmax)
2
60
=
127.(0,1+0,153)
R min = 112 mm
Jadi, jari – jari rencana (Rc) harus lebih besar dari Rmin. Oleh karena itu direncanakan
Jari – Jari Rencana (Rc) = 179 m.
 Kemiringan melintang dapat diambil dari tabel B-1 atau menggunakan rumus 2.11 halaman
13 dari bab 2 :
VR 2
e= – fmax
127.(Rc )
2
60
e= – fmax
127.(179)
e = 0,086
 LS ditentukan dari 3 rumus di bawah ini dan diambil nilai yang terbesar :
- Berdasarkan waktu tempuh maksimum di lengkung peralihan (menggunakan rumus 2.31
halaman 19 dari bab 2) :
VR
LS = xT
3,6
60
= x3
3,6
LS = 50 m
- Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal (menggunakan rumus 2.32 halaman 19 dari bab 2)
:
VR 3 VR . e
LS = (0,022 . ¿ – (2,727 . )
R .C C
3
60 60.0,086
= (0,022 . ¿ – (2,727 . )
179.0,4 0,4
LS = 31.19 m
- Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian (menggunakan rumus 2.33
halaman 19 dari bab 2) :
( emax−en ) .VR
LS =
3,6 . ℜ
( 0,1−0,02 ) . 60
=
3,6 . 0,035
LS = 38,095 m
Maka, diambil nilai LS terbesar yaitu 50 m. Kemudian faktor koreksi dihitung seperti
berikut ini :
2
LS
 P Koreksi =
24 . Rc
502
=
24 . 179
P Koreksi = 0.58
Jika P koreksi ≥0,25, maka jenis tikungan adalah S-C-S dan tidak memerlukan lengkung
peralihan.
Berdasarkan haril perhitungan P koreksi adalah 0.58 ≥ 0,25 maka jenis tikungan adalah
Spiral – Circle - Spiral ( S-C-S).

Berikut Perhitungan Lengkung Sederhana (Spiral – Circle – Spiral), sebagaimana


diketahui :
β = 45
o

V = 60 km/jam
Direncanakan Jari – Jari Rc : 179
Melalui Tabel B-1 pada lampiran B, diperoleh e = 0,086 dan Ls = 50
Dengan diketahuinya data di atas, berikut perhitungan lengkung sederhana :
1. Besar Sudut Spiral, menggunakan rumus 2.18 hal 15 dari bab 2 :
Ls × 90 50 × 90
θs= = =8.00 °
π × R π × 179
2. Besar pusat busur lingkaran, menggunakan rumus 2.21 hal 15 dari bab 2 :
θc=β−2 θs
= 45 - (2 x 8.00)
θc = 29o
3. Panjang Lengkung Circle, menggunakan rumus 2.24 hal 15 dari bab 2 :
θc 29
Lc= ×2 πRc= × 2 π ×179=90,6 m
360 360
4. Pergeseran tangen terhadap spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2 :
2 2
Ls 50
P= −Rc × ( 1−cos θs ) = −179 x (1−cos 8.00)=0.585 m
6. Rc 6 × 179
5. Absis dari p pada garis tangen spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2:
3 3
Ls 50
K= Ls− 2
−Rc sin θs=50− 2
−179 sin 8.00=24.990 m
40 Rc 40× 179
6. Panjang tangen (dan titik PI ke TS atau ke ST), menggunakan rumus 2.23 hal 15 dari bab
2 :
Ts = ( Rc + P) tg ½ β + k

= (179+ 0.585 ) tg ½ . 45 o + 24.990


Ts = 95,51m
7. Jarak PI ke lengkung peralihan, menggunakan rumus 2.7 dari bab 2:
Es = (Rc + p) sec ½ β - Rc

= (179 + 0,585) sec ½ . 45 – 179


Es = 7902 m
8. Panjang busur lingkaran, menggunakan rumus :
L = Lc + 2 Ls
= 90,6 m + (2 x 50)
L = 190,6 m

Kontrol :
L < 2 Ts
190,6 m < (2 x95,51)
190,6 m < 191,02 m ……………(OK)

Berdasarkan kontrol hitungan didapatkan 190,6<191,02 maka tikungan berjenis S – C - S.


Landai relatif menggunakan rumus :
Landai relatif = [ (Kemiringan melintang jalan + e) x Lebar Perkerasaan ] / Ls
Landai relatif = [(0,02 + 0,086) x 3,50] / 50 = 0,0074 %
Kelandaian Relatif maksimum untuk kecepatan rencana 60 km/jam menggunakan rumus adalah :
1
Kelandaian max = = 0,0080 %
125
Kontrol :
0,0074 % < 0,0080 % ………………… (OK)
2. Perhitungan Tikungan II Spiral – Circle – Spiral ( S – C – S )
 Jari – Jari tikungan minimum ditentukan dengan perhitungan berikut ini pada rumus 2.12
halaman 13 dari bab 2 :
2
VR
R min =
127.(emax+ fmax)
2
60
=
127.(0,1+0,153)
R min = 112 mm
Jadi, jari – jari rencana (Rc) harus lebih besar dari Rmin. Oleh karena itu direncanakan
Jari – Jari Rencana (Rc) = 179 m.
 Kemiringan melintang dapat diambil dari tabel B-1 atau menggunakan rumus 2.11 halaman
13 dari bab 2 :
VR 2
e= – fmax
127.(Rc )
2
60
e= – fmax
127.(179)
e = 0,086
 LS ditentukan dari 3 rumus di bawah ini dan diambil nilai yang terbesar :
- Berdasarkan waktu tempuh maksimum di lengkung peralihan (menggunakan rumus 2.31
halaman 19 dari bab 2) :
VR
LS = xT
3,6
60
= x3
3,6
LS = 50 m
- Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal (menggunakan rumus 2.32 halaman 19 dari bab 2)
:
3
VR VR . e
LS = (0,022 . ¿ – (2,727 . )
R .C C
603 60.0,086
= (0,022 . ¿ – (2,727 . )
179.0,4 0,4
LS = 31.19 m
- Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian (menggunakan rumus 2.33
halaman 19 dari bab 2) :
( emax−en ) .VR
LS =
3,6 . ℜ
( 0,1−0,02 ) . 60
=
3,6 . 0,035
LS = 38,095 m
Maka, diambil nilai LS terbesar yaitu 50 m. Kemudian faktor koreksi dihitung seperti
berikut ini :
LS 2
 P Koreksi =
24 . Rc
2
50
=
24 . 179
P Koreksi = 0.58
Jika P koreksi ≥0,25, maka jenis tikungan adalah S-C-S dan tidak memerlukan lengkung
peralihan.
Berdasarkan haril perhitungan P koreksi adalah 0.58 ≥ 0,25 maka jenis tikungan adalah
Spiral – Circle - Spiral ( S-C-S).

Berikut Perhitungan Lengkung Sederhana (Spiral – Circle – Spiral), sebagaimana


diketahui :
β = 51
o

V = 60 km/jam
Direncanakan Jari – Jari Rc : 179
Melalui Tabel B-1 pada lampiran B, diperoleh e = 0,086 dan Ls = 50
Dengan diketahuinya data di atas, berikut perhitungan lengkung sederhana :
9. Besar Sudut Spiral, menggunakan rumus 2.18 hal 15 dari bab 2 :
Ls × 90 50 × 90
θs= = =8.00 °
π × R π × 179
10. Besar pusat busur lingkaran, menggunakan rumus 2.21 hal 15 dari bab 2 :
θc=β−2 θs
= 51 - (2 x 8.00)
θc = 35o
11. Panjang Lengkung Circle, menggunakan rumus 2.24 hal 15 dari bab 2 :
θc 35
Lc= ×2 πRc= × 2 π ×179=109,34 m
360 360
12. Pergeseran tangen terhadap spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2 :
Ls 2 502
P= −Rc × ( 1−cos θs ) = −179 x (1−cos 8.00)=0.585 m
6. Rc 6 × 179
13. Absis dari p pada garis tangen spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2:
Ls3 50 3
K= Ls− −Rc sin θs=50− −179 sin 8.00=24.990 m
40 Rc 2 40× 1792
14. Panjang tangen (dan titik PI ke TS atau ke ST), menggunakan rumus 2.23 hal 15 dari bab
2 :
Ts = ( Rc + P) tg ½ β + k

= (179 + 0.585 ) tg ½ . 51 o + 24.990


Ts = 104,917 m
15. Jarak PI ke lengkung peralihan, menggunakan rumus 2.7 dari bab 2:
Es = (Rc + p) sec ½ β - Rc

= (179 + 0,585) sec ½ . 51 – 179


Es = 8980 m
16. Panjang busur lingkaran, menggunakan rumus :
L = Lc + 2 Ls
= 109,34 m + (2 x 50)
L = 209,34 m

Kontrol :
L < 2 Ts
209,34 m < (2 x 104,917 )
209,34 m < 209,83 m ……………(OK)

Berdasarkan kontrol hitungan didapatkan 209,34< 209,83 maka tikungan berjenis S – C - S.


Landai relatif menggunakan rumus :
Landai relatif = [ (Kemiringan melintang jalan + e) x Lebar Perkerasaan ] / Ls
Landai relatif = [(0,02 + 0,086) x 3,50] / 50 = 0,0074 %
Kelandaian Relatif maksimum untuk kecepatan rencana 60 km/jam menggunakan rumus adalah :
1
Kelandaian max = = 0,0080 %
125
Kontrol :
0,0074 % < 0,0080 % ………………… (OK)
3. Perhitungan Tikungan IV S – C – S
 Jari – Jari tikungan minimum ditentukan dengan perhitungan berikut ini pada rumus 2.12
halaman 13 dari bab 2 :
2
VR
R min =
127.(emax+ fmax)
2
60
=
127.(0,1+0,153)
R min = 112 mm
Jadi, jari – jari rencana (Rc) harus lebih besar dari Rmin. Oleh karena itu direncanakan
Jari – Jari Rencana (Rc) = 130 m.
 Kemiringan melintang dapat diambil dari tabel B-1 atau menggunakan rumus 2.11 halaman
13 dari bab 2 :
VR 2
e= – fmax
127.(Rc )
2
60
e= – 0,153
127.(130)
e = 0,065
 LS ditentukan dari 3 rumus di bawah ini dan diambil nilai yang terbesar :
- Berdasarkan waktu tempuh maksimum di lengkung peralihan (menggunakan rumus 2.31
halaman 19 dari bab 2) :
VR
LS = xT
3,6
60
= x3
3,6
LS = 50 m
- Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal (menggunakan rumus 2.32 halaman 19 dari bab 2)
:
VR 3 VR . e
LS = (0,022 . ¿ – (2,727 . )
R .C C
3
60 60.0,065
= (0,022 . ¿ – (2,727 . )
130.0,4 0,4
LS = 64,80 = 65 m
- Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian (menggunakan rumus 2.33
halaman 19 dari bab 2) :
( emax−en ) .VR
LS =
3,6 . ℜ
( 0,1−0,02 ) . 60
=
3,6 . 0,035
LS = 38,095 m
Maka, diambil nilai LS terbesar yaitu 65 m. Kemudian faktor koreksi dihitung seperti
berikut ini :
2
LS
 P Koreksi =
24 . Rc
2
65
=
24 . 130
P Koreksi = 1,35
Jika P koreksi ≥0,25, maka jenis tikungan adalah S-C-S dan tidak memerlukan lengkung
peralihan.
Berdasarkan haril perhitungan P koreksi adalah 1,35 ≥ 0,25 maka jenis tikungan adalah
Spiral – Circle - Spiral ( S-C-S).
Berikut Perhitungan Lengkung Sederhana ( Spiral – Circle – Spiral ), sebagaimana
diketahui :
β = 48
o

V = 60 km/jam
Direncanakan Jari – Jari Rc : 130
Melalui Tabel B-1 pada lampiran B, diperoleh e = 0,098 dan Ls = 50
Dengan diketahuinya data di atas, berikut perhitungan lengkung sederhana :
1. Besar Sudut Spiral, menggunakan rumus 2.18 hal 15 dari bab 2 :
Ls × 90 65 × 90
θs= = =14,33°
π × R π × 130
2. Besar pusat busur lingkaran, menggunakan rumus 2.21 hal 15 dari bab 2 :
θc=β−2 θs
= 48 - (2 x 14,33)
θc = 19,34 o
3. Panjang Lengkung Circle, menggunakan rumus 2.24 hal 15 dari bab 2 :
θc 19,34
Lc= ×2 πRc= ×2 π × 130=43,88 m
360 360
4. Pergeseran tangen terhadap spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2 :
2 2
Ls 65
P= −Rc × ( 1−cos θs ) = −130 x(1−cos 14,33)=1,387 m
6. Rc 6 × 130
5. Absis dari p pada garis tangen spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2:
3 3
Ls 65
K= Ls− 2
−Rc sin θs=65− −130 sin 14,33=32,354 m
40 Rc 40 ×1302
6. Panjang tangen (dan titik PI ke TS atau ke ST), menggunakan rumus 2.23 hal 15 dari bab
2 :
Ts = ( Rc + P) tg ½ β + k

= (130 + 1,387) tg ½ . 48 + 32,354


Ts = 87,39 m
7. Jarak PI ke lengkung peralihan, menggunakan rumus 2.7 dari bab 2:
Es = (Rc + p) sec ½ β - Rc

= (130 + 1,387 ) sec ½ . 48 – 130


Es = 6176 m
8. Panjang busur lingkaran, menggunakan rumus :
L = Lc + 2 Ls
= 43,88 m + (2 x 60)
L = 163,88 m
Kontrol :
L < 2 Ts
163,88 m < (2 x 87,39)
163,88 m < 174,78 m ……………(OK)

Berdasarkan kontrol hitungan didapatkan 163,88 ¿ 174,78 maka tikungan berjenis S – C - S.


Landai relatif menggunakan rumus :
Landai relatif = [ (Kemiringan melintang jalan + e) x Lebar Perkerasaan ] / Ls
Landai relatif = [(0,02 + 0,065) x 3,50] / 65 = 0,0046 %
Kelandaian Relatif maksimum untuk kecepatan rencana 60 km/jam menggunakan rumus
adalah :
1
Kelandaian max = = 0,0080 %
125
Kontrol :
0,0046 % < 0,0080 % ………………… (OK)
4. Perhitungan Tikungan IV S – C – S
 Jari – Jari tikungan minimum ditentukan dengan perhitungan berikut ini pada rumus 2.12
halaman 13 dari bab 2 :
VR 2
R min =
127.(emax+ fmax)
602
=
127.(0,1+0,153)
R min = 112 mm
Jadi, jari – jari rencana (Rc) harus lebih besar dari Rmin. Oleh karena itu direncanakan
Jari – Jari Rencana (Rc) = 130 m.
 Kemiringan melintang dapat diambil dari tabel B-1 atau menggunakan rumus 2.11 halaman
13 dari bab 2 :
VR 2
e= – fmax
127.(Rc )
2
60
e= – 0,153
127.(130)
e = 0,065
 LS ditentukan dari 3 rumus di bawah ini dan diambil nilai yang terbesar :
- Berdasarkan waktu tempuh maksimum di lengkung peralihan (menggunakan rumus 2.31
halaman 19 dari bab 2) :
VR
LS = xT
3,6
60
= x3
3,6
LS = 50 m
- Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal (menggunakan rumus 2.32 halaman 19 dari bab 2)
:
VR 3 VR . e
LS = (0,022 . ¿ – (2,727 . )
R .C C
3
60 60.0,065
= (0,022 . ¿ – (2,727 . )
130.0,4 0,4
LS = 64,80 = 65 m
- Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian (menggunakan rumus 2.33
halaman 19 dari bab 2) :
( emax−en ) .VR
LS =
3,6 . ℜ
( 0,1−0,02 ) . 60
=
3,6 . 0,035
LS = 38,095 m
Maka, diambil nilai LS terbesar yaitu 65 m. Kemudian faktor koreksi dihitung seperti
berikut ini :
LS 2
 P Koreksi =
24 . Rc
2
65
=
24 . 130
P Koreksi = 1,35
Jika P koreksi ≥0,25, maka jenis tikungan adalah S-C-S dan tidak memerlukan lengkung
peralihan.
Berdasarkan haril perhitungan P koreksi adalah 1,35 ≥ 0,25 maka jenis tikungan adalah
Spiral – Circle - Spiral ( S-C-S).
Berikut Perhitungan Lengkung Sederhana ( Spiral – Circle – Spiral ), sebagaimana
diketahui :
β = 41
o
V = 60 km/jam
Direncanakan Jari – Jari Rc : 130
Melalui Tabel B-1 pada lampiran B, diperoleh e = 0,098 dan Ls = 50
Dengan diketahuinya data di atas, berikut perhitungan lengkung sederhana :
9. Besar Sudut Spiral, menggunakan rumus 2.18 hal 15 dari bab 2 :
Ls × 90 65 × 90
θs= = =14,33°
π × R π × 130
10. Besar pusat busur lingkaran, menggunakan rumus 2.21 hal 15 dari bab 2 :
θc=β−2 θs
= 41 - (2 x 14,33)
θc = 12,34 o
11. Panjang Lengkung Circle, menggunakan rumus 2.24 hal 15 dari bab 2 :
θc 12,34
Lc= ×2 πRc= ×2 π × 130=28 m
360 360
12. Pergeseran tangen terhadap spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2 :
2 2
Ls 65
P= −Rc × ( 1−cos θs ) = −130 x(1−cos 14,33)=1,387 m
6. Rc 6 × 130
13. Absis dari p pada garis tangen spiral, menggunakan rumus 2.19 hal 15 dari bab 2:
3 3
Ls 65
K= Ls− 2
−Rc sin θs=65− 2
−130 sin 14,33=32,354 m
40 Rc 40 ×130
14. Panjang tangen (dan titik PI ke TS atau ke ST), menggunakan rumus 2.23 hal 15 dari bab
2 :
Ts = ( Rc + P) tg ½ β + k

= (130 + 1,387) tg ½ . 41 + 32,354


Ts = 79,36 m
15. Jarak PI ke lengkung peralihan, menggunakan rumus 2.7 dari bab 2:
Es = (Rc + p) sec ½ β - Rc

= (130 + 1,387 ) sec ½ . 41 – 130


Es = 5257 m
16. Panjang busur lingkaran, menggunakan rumus :
L = Lc + 2 Ls
= 28 m + (2 x 60)
L = 148 m
Kontrol :
L < 2 Ts
148 m < (2 x 79,36)
148 m < 158,72 m ……………(OK)

Berdasarkan kontrol hitungan didapatkan 148 ¿ 158,72 maka tikungan berjenis S – C - S.


Landai relatif menggunakan rumus :
Landai relatif = [ (Kemiringan melintang jalan + e) x Lebar Perkerasaan ] / Ls
Landai relatif = [(0,02 + 0,065) x 3,50] / 65 = 0,0046 %
Kelandaian Relatif maksimum untuk kecepatan rencana 60 km/jam menggunakan rumus
adalah :
1
Kelandaian max = = 0,0080 %
125
Kontrol :
0,0046 % < 0,0080 % ………………… (OK)

Anda mungkin juga menyukai