0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan7 halaman

Efektivitas Terapi Bermain untuk Anak

Jurnal ini membahas efektivitas terapi bermain dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang dirawat di rumah sakit. Peneliti melakukan tinjauan pustaka terhadap 7 artikel yang menunjukkan bahwa terapi bermain dapat mengurangi kecemasan anak secara signifikan. Terapi bermain memungkinkan anak mengembangkan keterampilan untuk menghadapi masalah dan stres, serta membantu berinteraksi secara sosial

Diunggah oleh

Kcink Genxx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan7 halaman

Efektivitas Terapi Bermain untuk Anak

Jurnal ini membahas efektivitas terapi bermain dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang dirawat di rumah sakit. Peneliti melakukan tinjauan pustaka terhadap 7 artikel yang menunjukkan bahwa terapi bermain dapat mengurangi kecemasan anak secara signifikan. Terapi bermain memungkinkan anak mengembangkan keterampilan untuk menghadapi masalah dan stres, serta membantu berinteraksi secara sosial

Diunggah oleh

Kcink Genxx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No.

1 April 2021

Efektivitas Terapi Bermain Terhadap Tingkat


Kecemasan Anak Yang Menjalani Hospitalisasi
Nur Oktavia Hidayati1, Ajeng Andini Sutisnu2, Ikeu Nurhidayah3
1
Universitas Padjadjaran, [Link]@[Link]
2
Universitas Padjadjaran, ajeng18003@[Link]
3
Universitas Padjadjaran, [Link]@[Link]

ABSTRAK
Hospitalisasi mungkin bisa menjadi hal yang tidak nyaman bagi orang dewasa. Namun,
untuk pasien anak-anak, hal ini bisa saja sangat traumatis. Penggambaran rumah sakit,
suasana serta ketidaktahuan akan apa yang akan dilakukan dokter terhadap mereka bisa
membuat anak stres dan menjadi cemas. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan untuk
mengalihkan rasa cemas mereka. Studi Literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
terapi bermain terhadap penurunan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak. Metode
dalam penelusuran artikel menggunakan beberapa database seperti PubMed dan EBSCO
dan menggunakan kata kunci Anxiety OR Anxiety Disorder AND Play Therapy OR Play
Intervention AND Pediatric, artikel dalam periode tahun 2016 - 2020. Hasil penelusuran
didapatkan 141 artikel mengenai intervensi kecemasan pada anak, namun hanya 7 artikel
yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi literatur menunjukan terapi bermain efektif
dalam menurunkan tingkat kecemasan dalam beberapa kasus keperawatan. Kesimpulan
dari analisa 7 artikel bahwa terapi bermain merupakan instrumen terapeutik yang efektif
memungkinkan anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah,
memperoleh keterampilan koping yang sesuai, dan membantu mereka untuk berinteraksi
secara dinamis dengan lingkungan sosialnya.
Kata Kunci: Anak, Hospitalisasi, Kecemasan, Terapi Bermain

ABSTRACT
Hospitalization can be uncomfortable for adult. However, for pediatric patients, this can
be very traumatic. The description of the hospital, the atmosphere and not knowing what
the doctor is going to do to them can make children stressed out and anxious. For that we
need an activity to divert their anxiety. The aim of the literature review was to determine
the effectiveness of play therapy in reducing the level of hospitalization anxiety in children.
The search method used in this literature study was several databases such as PubMed and
EBSCO, using certain keywords Anxiety OR Anxiety Disorder AND Play Therapy OR Play
Intervention AND Pediatric, articles published in the period 2016 - 2020. The search
results obtained 141 articles on anxiety interventions in children, but only 7 articles met
the inclusion criteria. The results of the literature study showed that play therapy wass
effective in reducing anxiety levels in some nursing cases. The conclusion from 7 articles
analyzed were play therapy is an effective therapeutic instrument that allows children to
develop problem solving skills, acquire appropriate coping skills, and help them to interact
dynamically with their social environment.
Keyword: Anxiety, Children, Hospitalization, Play Therapy
Naskah diterima: 8 Januari 2021, direvisi: 29 Februari 2021, diterbitkan: 30 April 2021

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 61


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

PENDAHULUAN
Kondisi sakit pada anak, sering imun (Saputro, H., & Fazrin, I., 2017).
menimbulkan kebutuhan akan layanan Untuk itu, perlu tindakan yang cepat untuk
kesehatan, termasuk pelayanan di Rumah mengatasi hal tersebut agar anak menjadi
Sakit atau hospitalisasi. Hospitalisasi lebih nyaman dan kooperatif dengan tenaga
merupakan proses yang mengharuskan medis sehingga proses perawatan tidak
anak untuk tinggal di rumah sakit, terhambat (Wong, 2008). Dan terapi
menjalani terapi ataupun perawatan hingga bermain menjadi salah satu intervensi yang
pulih dan pemulangan kembali ke rumah. dapat dilakukan.
Angka kejadian hospitalisasi pada anak Bermain adalah salah satu kebutuhan anak.
dengan usia prasekolah sebanyak 45% Tahap perkembangan yang dijalani tidak
(WHO, 2015). Sedangkan di Indonesia, lepas dari bermain. Ketika bermain, anak-
angka hospitalisasi ini mengalami anak tidak hanya mengerahkan tenaga
peningkatan dari 2017 ke 2018 sebanyak secara fisik saja tetapi juga melibatkan
13% (Badan Pusat Statistik, 2018). seluruh emosi, perasaan dan pikirannya.
Proses hospitalisasi bukan suatu hal yang Demikian pula pada anak yang sakit,
menyenangkan bagi anak. Pada proses ini bermain menjadi media psikoterapi karena
anak mengalami berbagai kejadian yang kegiatan ini dapat membuat anak mengatasi
menjadi pengalaman traumatik tersendiri berbagai macam perasaan yang tidak
dan penuh stress (Wong, D.L. Hockenberry menyenangkan dalam dirinya (Saputro, H.,
dan Marylin J. 2009). Menurut Stuart & & Fazrin, I., 2017).
Sundeen (2008) dampak hospitalisasi pada Terapi bermain dapat membantu anak
anak terbagi menjadi dua, yaitu Distress menguasai kecemasan dan konflik yang
psikis dan fisik. Dan kecemasan termasuk dihadapi (Santrock, 2007). Penelitian yang
kedalam distress psikis itu sendiri. WHO dilakukan oleh Sri Mulyanti dan Tatang
(2018) menyebutkan, angka kejadian stress Kusmana (2018) di RSUD Dr. Soekardjo
pada anak yang mengalami hospitalisasi Kota Tasikmalaya menunjukan bahwa
sekitar 3%-10% di Amerika Serikat, 3%- terdapat penurunan kecemasan pada anak
7% di Jerman, dan 5%-10% di Kanada dan yang mengalami hospitalisasi sesudah
Selandia Baru. diberikan intervensi bermain mewarnai.
Adapun kecemasan yang dirasakan, Penelitian lain yang dilakukan oleh Anggi
ditunjukkan dengan adanya reaksi Nur Hidayati dan Arnika Dwi Asti (2019)
ketakutan akibat kurangnya pengetahuan menunjukan bahwa terapi bermain dengan
akan penyakit, kecemasan karena media boneka tangan dapat menurunkan
perpisahan, takut akan rasa sakit, kurang gejala kecemasan pada anak dari 95,2%
kontrol, marah, dan menjadi regresi (James menjadi 42,9%. Hal ini turut didukung oleh
et al.,2012). Heri Saputro dan Intan Fazrin penelitian yang dilakukan oleh Ayu Alfa
(2017) sendiri menambahkan terkait A.P. (2019) yang menyebutkan bahwa
gangguan kecemasan yang sering dijumpai terapi bermain dengan media permainan
di rumah sakit yaitu panik, fobia, obsesif- lego dapat menurunkan tingkat kecemasan
kompulsif, gangguan kecemasan umum pada anak secara bertahap yang ditunjukan
dan lainnya dengan respon tenang, wajah tidak tegang,
Kondisi kecemasan ini dapat menimbulkan pola tidur teratur, tidak menangis, serta
dampak bagi anak. Dampak jangka pendek nafsu makan membaik. Berdasarkan
dapat membuat anak menolak proses penjabaran tersebut, maka kami memilih
perawatan dan pengobatan yang diberikan terapi bermain sebagai intervensi yang
sehingga berpengaruh terhadap lamanya dapat dilakukan untuk mengatasi ansietas
hari rawat, kondisi yang memburuk, dan pada anak.
bahkan menyebabkan kematian pada anak.
Sedangkan dampak jangka panjang dapat KAJIAN LITERATUR
menyebabkan penurunan kemampuan Kecemasan merupakan salah satu bentuk
kognitif, intelektual, sosial serta fungsi emosi yang berkaitan dengan

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 62


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

ketidaknyaman, perasaan terancam oleh merumuskan PICO. kata kunci yang


sesuatu dengan objk ancaman yang tidak digunakan dalam mencari jurnal adalah P:
jelas. Kecemasan terjadi Ketika seseorang Children with Anxiety, I: Play Intervention
tidak mampu beradaptasi dengan diri dan / Play Therapy, C: -, O: Anxiety. Database
lingkungannya (Sundari, 2009). Respon yang digunakan diantaranya adalah
kecemasan bermacam-macam, bagi anak- Pubmed dan EBSCO.
anak kecemasan merupakan hal yang dapat Hasil pencarian di Pubmed dengan kata
menjadi kondisi traumatis. Misalnya dalam kunci Anxiety OR Anxiety Disorder,
suatu lingkungan baru ataupun pada situasi ditemukan 6.548 artikel. Melalui EBSCO
dan orang-orang yang baru, anak-anak akan dengan kata kunci yang sama ditemukan
merasa tidak nyaman, dan hal tersebut 43,983 artikel. Lalu kata kunci
dapat menjadi pemicu terjadinya ditambahkan dengan “Play Intervention
kecemasan pada anak, termasuk ketika AND Pediatric”, setelah dilakukan
mereka harus dirawat di suatu rumah sakit screening, dengan kriteria inklusi adalah
atau yang biasa kita kenal dengan quasi-experimental/RCT, free full text,
hospitalisasi, yang berarti mereka harus ditemukan 7 artikel yang sesuai dengan
masuk dalam lingkungan, suasana dan kriteria inklusi.
orang baru yang ditemui.
Hospitalisasi adalah proses dimana dalam
alasan atau kondisi yang mengharuskan
seorang anak untuk tinggal di rumah sakit
menjalani perawatan sampai nanti pulang
Kembali ke rumah (Wulandari & Erawati,
2016). Reaksi anak terhadap hospitalisasi
bisa bervariasi, bisa diam, menolak
pengobatan, menangis, mudah marah.
Respon emosional sperti ini harus segera
bisa diminimalisasi dan segera diatasi
karena akan berpengaruh terhadap masa
perawatan anak tersebut. Beberapa
intervensi keperawatan daoat dilakukan,
seperti diberikan terapi bermain. PEMBAHASAN
Terapi bermain merupakan proses Dari penelusuran artikel yang dilakukan
penyembuhan dengan metode bermain pada kedua database, diperoleh 7 artikel
yang digunakan pada anak yang penelitian yang relevan dalam membahas
mempunyai masalah emosi, khususnya keefektifan intervensi terapi bermain dalam
pada anak usia prasekolah, dengan tujuan menurunkan kecemasan pada anak yang
mengubah tingkah laku anak yang tidak dirawat di rumah sakit. Penelitian pertama
sesuai menjadi tingkah laku yang yaitu yang dilakukan oleh Al-Yateem dkk
diharapkan (Wong, 2018). Diharapkan (2016) yang berjudul Play Distraction
dengan pemberian terapi bermain yang versus Pharmacological Treatment to
kontinu dapat mereduksi tingkat Reduce Anxiety Levels in Children
kecemasan anak selama hospitalisasi dan Undergoing Day Surgery: a randomized
mempercepat proses pemulihan dan controlled non-inferiority trial
perawatannya. membuktikan bahwa teknik bermain
seperti mendongeng, menggambar, dan
METODE PENELITIAN mewarnai dapat dianggap sebagai alternatif
Tinjauan literatur didapatkan berdasarkan yang efisien dalam menurunkan tingkat
data yang dipublikasi secara umum dari kecemasan dibandingkan dengan terapi
tahun 2016 sampai 2020. Metode yang premedikasi farmakologis tradisional.
digunakan adalah melakukan tinjauan Selain itu, penelitian lain yang dilakukan
literatur dengan pencarian melalui database oleh Silva, S dkk (2017) yang berjudul
elektronik setelah sebelumnya

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 63


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

Influence of Therapeutic Play on the memudahkan pemberian medikasi oral


anxiety of hospitalized school-age pada anak.
children: Clinical trial membuktikan Selanjutnya, terapi bermain dibuktikan
bahwa dengan memberi permainan terapi pula dapat membantu anak-anak
selama rawat inap dapat meningkatkan prasekolah untuk meningkatkan
kesejahteraan fisik dan juga efisien keterampilan sosial, emosional, dan
menurunkan emosional dari stres yang perilaku mereka (Sezici, E., dkk. 2017).
disebabkan oleh penyakit dan rawat inap. Selain itu, terapi bermain yang
Hasil ini didukung pula oleh penelitian diintegrasikan pada perawatan standar
yang dilakukan oleh Wong, C dkk (2018) khususnya untuk anak-anak di usia yang
yang menjelaskan bahwa permainan lebih muda merupakan suatu hal yang
terapeutik secara efektif mengurangi penting (Wong, C dkk. 2018) dan dengan
kecemasan dan manifestasi emosional memasukkan intervensi bermain di rumah
negatif di antara anak-anak yang menjalani sakit merupakan salah satu implementasi
prosedur pelepasan gips, penelitian oleh Li, pemberian perawatan holistik dan
W., Chung, J., Ho, K. Y., dan Kwok, B berkualitas untuk meringankan beban
(2016) menjelaskan bahwa anak-anak yang psikologis anak-anak yang dirawat di
menerima intervensi bermain di rumah rumah sakit (Li, W., Chung, J., Ho, K. Y.,
sakit menunjukkan lebih sedikit emosi dan Kwok, B. 2016)
negatif dan mengalami tingkat kecemasan Studi ini mereview mengenai terapi
yang lebih rendah daripada anak-anak yang bermain yang bisa diterapkan pada anak
menerima perawatan biasa, serta penelitian yang sedang mengalami ansietas dengan
yang dilakukan oleh Sezici, E., dkk (2017) harapan anak tersebut bisa tenang, terutama
bahwa terapi bermain dapat menurunkan pada anak-anak yang sedang menjalani
tingkat ketakutan dan kecemasan, hospitalisasi. Dari hasil pencarian,
meningkatkan keterampilan komunikasi ditemukan beberapa artikel dengan
dan koping, serta meningkatkan harga diri kategori RCT, Clinical trial dan
selama proses keperawatan. Prospective RCT dimana sebagian besar
Terapi bermain dibuktikan pula dalam artikel tersebut menyebutkan bahwa terapi
beberapa artikel penelitian yang digunakan bermain dinilai cukup efektif untuk
dapat memfasilitasi intervensi yang mengatasi ansietas yang dialami oleh anak-
diberikan selama rawat inap, seperti anak serta orang tuanya ketika anak akan
penelitian yang dilakukan oleh Coşkuntürk, mendapatkan prosedur medis di pelayanan
A. E., dan Gözen, D (2018) yang berjudul kesehatan. Beberapa studi yang
The Effect of Interactive Therapeutic Play menggunakan kelompok intervensi dan
Education Program on Anxiety Levels of kontrol menyebutkan walaupun terapi ini
Children Undergoing Cardiac Surgery and cukup efektif untuk menurunkan tingkat
Their Mothers membuktikan bahwa ansietas pada anak, tetapi ternyata tidak
pendidikan yang disediakan menggunakan terdapat perbedaan yang signifikan antara
permainan terapeutik untuk pasien pra kelompok kontrol dengan kelompok
operasi berusia 6 sampai 12 tahun yang intervensi.
menjalani operasi dapat mengurangi Anak-anak kerap kali merasakan takut,
tingkat kecemasan anak dan ibu mereka khawatir dan kadang kala merasa tidak
pada periode pasca operasi. Selain itu, mempunyai harapan. Perasaan takut,
penelitian yang dilakukan oleh Bumin khawatir dan hopeless tersebut yang
Aydın, G., Yüksel, S., Ergil, J., Polat, R., nantinya bisa menciptakan rasa cemas atau
Akelma, F. K., Ekici, M., Sayın, M., & ansietas pada anak (CDC, 2020). Ansietas
Odabaş, Ö (2017) yang berjudul The Effect sendiri merupakan aspek yang normal
of Play Distraction on Anxiety Before karena termasuk tahap perkembangan
Premedication Administration: A emosi dan perilaku pada anak. Beberapa
Randomized Trial membuktikan bahwa bentuk ansietas yang sering terjadi pada
distraksi dalam bentuk bermain pada anak anak-anak yaitu, cemas ketika harus
dengan adonan memfasilitasi dan terpisah dengan orang tuanya (Separation

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 64


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

anxiety), cemas dihadapkan situasi tertentu ketegangan dan mengekspresikan


(misal ketika harus dirawat di rumah sakit), ketakutan yang mendasari stres dan emosi
cemas berhadapan dengan orang lain negatif yang muncul Dengan cara
(Social Anxiety), dan cemas akan masa memerankan berbagai peran selama
depan atau sesuatu yang buruk terjadi permainan, sehingga dapat menemukan
(General anxiety). Gangguan kecemasan solusi untuk masalah yang menimpanya
dapat dikategorikan ke dalam spesifikasi sehingga mereka bisa mengurangi ansietas
diagnosis DSM-5: kecemasan akan yang dialami, selain itu terapi ini dapat
perpisahan, fobia sosial termasuk mutisme meningkatkan keterampilan sosial,
selektif, gangguan panik, fobia spesifik, emosional, dan perilaku anak-anak
kecemasan yang diinduksi zat, gangguan khususnya anak usia pra sekolah (Li,
kecemasan yang dikaitkan dengan kondisi Chung, Ho, & Kwok, 2016; Silva, S et all.,
medis lain, dan gangguan kecemasan 2017; Sezici, E et all., 2017). Terapi
karena penyebab yang lain. bermain dilakukan sebelum prosedur,
Terapi bermain/play therapy merupakan dengan melakukan demonstrasi prosedur
salah satu jenis intervensi yang bisa medis dengan menggunakan media boneka.
diberikan pada anak-anak yang akan Selama peragaan, anak-anak diminta untuk
menjalani prosedur hospitalisasi untuk menyentuh dan bermain dengan boneka
mengurangi ansietas yang mungkin dialami dan bahan, dan memainkan peran
oleh anak. Terapi bermain sendiri terdiri bagaimana mereka akan menanggapi
dari beberapa jenis dengan fungsi dan prosedur setelah peragaan. (Wong, C. L et
metode yang tentunya berbeda-beda. Jenis all., 2018).
dari terapi bermain diantaranya adalah
preparation play, medical play, distraction PENUTUP
play dan developmental play (Li, Chung, Terapi bermain dinilai sudah cukup efektif
Ho, & Kwok, 2016). Beberapa metode untuk mengurangi ansietas pada anak-anak
yang bisa digunakan adalah dengan yang akan menjalani prosedur hospitalisasi,
menggunakan media boneka maupun sehingga sangat direkomendasikan untuk
dengan cara menggambar, mendongeng digunakan oleh perawat dalam melakukan
sebagai terapi non directive yang berfungsi intervensi ansietas pada anak-anak.
sebagai therapeutic play. Meskipun sudah cukup efektif, tetapi
Terapi bermain sudah terbukti cukup masih diperlukan lebih banyak peelitian
efektif untuk mengurangi serupa untuk lebih mengkonfirmasi
ansietas/kecemasan pada anak dan keabsahan instrumen dan keterlibatan
orangtua anak yang akan menjalani orang tua di pengaturan klinis yang
prosedur hospitalisasi seperti rawat inap, berbeda.
prosedur pembedahan khususnya di fase
pra operasi dan post operasi, prosedur REFERENSI
pelepasan gips (cast removal), pemasangan Al-Yateem, Nabeel, & Brenner, M. (2017).
intravena perifer (infus), administrasi Validation of the Short State Trait
midazolam oral serta anak yang akan Anxiety Inventory (Short STAI)
menjalani perawatan akibat adanya Completed by Parents to Explore
gangguan penyakit jantung bawaan (PJB). Anxiety Levels in Children.
Keberhasilan terapi bermain dalam Comprehensive Child &
mengurangi tingkat ansietas pada anak juga Adolescent Nursing, 40(1), 29–38.
dipengaruhi oleh peran orang tua yang ikut [Link]
terlibat didalamnya (Silva, S et all., 2017; 2016.1241836
Bumin Aydın et al., 2017; Coşkuntürk & Bumin Aydın, G., Yüksel, S., Ergil, J.,
Gözen, 2018; Liu, P. P., Sun, Y., Wu, C., Polat, R., Akelma, F. K., Ekici, M.,
Xu, W., et all., 2018). … Odabaş, Ö. (2017). The effect of
Terapi permainan ini memungkinkan anak play distraction on anxiety before
mengeluarkan perasaan serta pengalaman premedication administration: a
yang tak terucap, menghilangkan randomized trial. Journal of

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 65


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

Clinical Anesthesia, 36, 27–31. [Link]


[Link] 1.514
016.04.044 Putri, D. K. (2017). Pengaruh Terapi
CDC. 2020. Anxiety and Depression in Bermain terhadap Tingkat
Children. Retrieved from Kecemasan Anak Akibat
[Link] Hospitalisasi pada Anak Usia Pra
ntalhealth/[Link] Sekolah di Bangsal Melati RSUD
Coşkuntürk, A. E., & Gözen, D. (2018). Dr. Soedirman Kebumen. Doctoral
The Effect of Interactive dissertation, STIKES
Therapeutic Play Education Muhammadiyah Gombong.
Program on Anxiety Levels of Diakses dari
Children Undergoing Cardiac [Link]
Surgery and Their Mothers. d/id/eprint/577
Journal of Perianesthesia Mulyanti, S., & Kusmana, T. (2018).
Nursing : Official Journal of the Pengaruh Terapi Bermain
American Society of Terhadap Tingkat Kecemasan
PeriAnesthesia Nurses, 33(6), Anak Usia Prasekolah Akibat
781–789. Hospitalisasi di RSUD Dr.
[Link] Soekardjo Kota Tasikmalaya.
7.07.009 Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan
Li, W. H. C., Chung, J. O. K., Ho, K. Y., & Umtas, 2(1), 20-26. Diakses dari
Kwok, B. M. C. (2016). Play [Link]
interventions to reduce anxiety and [Link]/bimtas/article/view/333
negative emotions in hospitalized Saputro, H., & Fazrin, I. (2017). Anak Sakit
children. BMC Pediatrics, 16, 36. Wajib Bermain di Rumah Sakit:
[Link] Penerapan Terapi Bermain Anak
016-0570-5 Sakit; Proses, Manfaat dan
National Collaborating Centre for Mental Pelaksanaannya. Ponorogo: Forum
Health (UK). Social Anxiety Ilmiah Kesehatan (FORIKES).
Disorder: Recognition, Assessment ISBN : 978 - 602- 1081 - 44 - 0
and Treatment. Leicester (UK): Hidayat, A. N., & Asti, A. D. (2019).
British Psychological Society; Terapi Boneka Tangan untuk
2013. (NICE Clinical Guidelines, Menurunkan Ansietas Anak karena
No. 159.) 7, INTERVENTIONS Efek Hospitalisasi. Proceeding of
FOR CHILDREN AND YOUNG The URECOL, 63-68. Diakses dari
PEOPLE. Available from: Hadi, Y. [Link]
M. W., Munir, Z., & Siam, W. N. php/proceeding/article/view/834
(2020). Efektifitas Penerapan Putri, A. A. L. (2019). Penerapan Terapi
Metode Family-Centered Care Bermain Lego pada Anak Usia
terhadap Pasien Anak dengan Prasekolah yang Mengalami
Stress Hospitalisasi. Citra Delima: Broncopneumonia dengan
Jurnal Ilmiah STIKES Citra Masalah Keperawatan Ansietas Di
Delima Bangka Belitung, 3(2), Ruang D2 RSAL SURABAYA.
106-109. Undergraduate Thesis, Universitas
DOI:[Link] Nahdatul Ulama Surabaya.
delima.v3i2.69 Diakses dari
Padila, P., Agusramon, A., & Yera, Y. [Link]
(2019). Terapi Story Telling dan [Link]
Menonton Animasi Kartun [Link]
terhadap Ansietas. Journal of 327663/
Telenursing (JOTING), 1(1), 51- Sezici, E., Ocakci, A. F., & Kadioglu, H.
66. DOI: (2017). Use of Play Therapy in
Nursing Process: A Prospective

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 66


[Link]
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 9 No. 1 April 2021

Randomized Controlled Study.


Journal of Nursing Scholarship :
An Official Publication of Sigma
Theta Tau International Honor
Society of Nursing, 49(2), 162–
169.
[Link]
Silva, S. G. T. da, Santos, M. A., Floriano,
C. M. de F., Damião, E. B. C.,
Campos, F. V. de, & Rossato, L. M.
(2017). Influence of Therapeutic
Play on the anxiety of hospitalized
school-age children: Clinical trial.
Revista Brasileira de Enfermagem,
70(6), 1244–1249.
[Link]
7167-2016-0353
Wong, C. L., Ip, W. Y., Kwok, B. M. C.,
Choi, K. C., Ng, B. K. W., & Chan,
C. W. H. (2018). Effects of
therapeutic play on children
undergoing cast-removal
procedures: a randomised
controlled trial. BMJ Open, 8(7),
e021071.
[Link]
-2017-021071
Wulandari, M., Ernawati, M. (2016). Buku
Ajar Keperawatan Anak.
Yogyakarta :Pustaka pelajar.

BIODATA PENULIS
Nur Oktavia Hidayati, dosen dari
Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas
Keperawatan Universitas Padjadjaran.
Merupakan lulusan Sarjana Keperawatan
Universitas Padjadjaran dan lulusan
Magister Keperawatan Universitas
Indonesia.
Ajeng Andini Sutisnu, mahasiswa
Fakultas Keperawatan Universitas
Padjadjaran Angkatan 2018.
Ikeu Nurhidayah, dosen dari Departemen
Keperawatan Anak Fakultas Keperawatan
Universitas Padjadjaran. Merupakan
lulusan Sarjana Keperawatan Universitas
Padjadjaran dan lulusan Spesialis Anak
Universitas Indonesia.

ISSN: 2338-7246, e-ISSN: 2528-2239 67


[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Terapi bermain berpengaruh positif terhadap kesejahteraan fisik dan emosional anak selama hospitalisasi dengan menurunkan stress dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Anak-anak yang mengikuti terapi bermain menunjukkan penurunan kecemasan, lebih sedikit emosi negatif, dan lebih baik dalam keterampilan sosial dan koping. Intervensi ini juga dapat mempercepat proses pemulihan dan perawatan anak secara keseluruhan .

Reaksi emosional anak terhadap hospitalisasi dapat berupa penolakan pengobatan, tangisan, kemarahan, dan regresi. Terapi bermain meminimalisir reaksi emosional ini dengan menyediakan outlet yang aman bagi anak untuk mengekspresikan kekhawatiran dan ketakutan mereka. Dengan berpartisipasi dalam aktivitas bermain, anak dapat mengalihkan perhatian dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan, mengurangi persepsi terhadap ancaman dari prosedur medis, dan meningkatkan kenyamanan emosional .

Terapi bermain efektif dalam menurunkan kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi dengan memungkinkan anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, memperoleh keterampilan koping yang sesuai, serta membantu interaksi dinamis anak dengan lingkungan sosial. Hal ini dilakukan melalui kegiatan bermain yang melibatkan emosi, perasaan, dan pikiran anak, seperti bermain boneka tangan atau permainan lego, yang dapat menurunkan gejala kecemasan dan meningkatkan kesiapan emosional anak dalam menghadapi hospitalisasi .

Terapi bermain berperan penting dalam meningkatkan komunikasi dan keterampilan koping pada anak selama hospitalisasi dengan menyediakan lingkungan di mana anak dapat mengekspresikan diri melalui bermain. Ini membantu anak memproses ketakutan dan kecemasan mereka, belajar strategi koping yang tepat, dan berkomunikasi lebih efektif dengan tenaga medis dan orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa terapi ini meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus mengurangi ketakutan dan kecemasan anak .

Penelitian menunjukkan perlunya terapi bermain selama hospitalisasi anak untuk mengurangi kecemasan yang dapat menghambat proses perawatan. Studi literatur terbaru menunjukkan bahwa intervensi ini memungkinkan anak mengatasi perasaan tidak menyenangkan dan meningkatkan keterampilan sosial, emosional, serta perilaku. Hal ini menegaskan pentingnya integrasi terapi bermain dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional anak selama rawat inap .

Dampak jangka panjang dari kecemasan selama hospitalisasi pada anak meliputi penurunan kemampuan kognitif, intelektual, sosial, serta fungsi imun anak. Selain itu, kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan dan adaptasi anak terhadap lingkungan sosialnya, berpotensi menimbulkan masalah emosional dan perilaku di masa mendatang .

Terapi bermain dapat diintegrasikan ke dalam perawatan standar dengan melibatkan aktivitas terapi bermain sebelum dan selama prosedur medis. Misalnya, penggunaan boneka untuk mendemonstrasikan prosedur medis membantu anak memahami dan menyiapkan diri secara emosional. Memasukkan kegiatan ini dalam rutinitas perawatan membantu anak mengatasi kecemasan, meningkatkan kooperasi dengan tenaga medis, dan secara keseluruhan merupakan bagian dari pemberian perawatan holistik dan berkualitas untuk meringankan beban psikologis anak .

Metode yang digunakan dalam studi literatur untuk menentukan efektivitas terapi bermain meliputi penelusuran artikel melalui database elektronik seperti PubMed dan EBSCO, menggunakan kata kunci khusus terkait dengan kecemasan dan terapi bermain pada anak. Studi ini menyeleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi seperti quasi-experimental/RCT dan free full text, yang menghasilkan tujuh artikel relevan yang dianalisis lebih lanjut .

Penelitian lebih lanjut tentang terapi bermain penting untuk memperkuat bukti efektivitasnya sebagai intervensi ansietas selama hospitalisasi anak. Meskipun sudah ada bukti kuat bahwa terapi ini efektif dalam menurunkan kecemasan, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi keabsahan instrumen dan keterlibatan orang tua dalam berbagai pengaturan klinis. Ini akan memastikan bahwa terapi bermain dapat diadopsi secara lebih luas dalam praktik keperawatan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak-anak di lingkungan yang berbeda .

Terapi bermain dipilih sebagai intervensi terhadap kecemasan anak di rumah sakit karena dianggap sebagai alternatif yang efisien dan dapat diterima oleh anak-anak dibandingkan dengan terapi farmakologis. Studi menunjukkan bahwa teknik bermain seperti mendongeng dan menggambar dapat menurunkan kecemasan lebih baik dibandingkan dengan premedikasi farmakologis tradisional, serta mengurangi emosi negatif dan tingkat kecemasan anak selama prosedur medis .

Anda mungkin juga menyukai