0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan1 halaman

Penggunaan Reliever untuk Asma Anak

Dokumen tersebut membahas pengobatan asma akut dan kronis pada anak, termasuk obat reliever seperti salbutamol dan ipratropium bromide, fungsi obat controller, cara pemberian obat dengan MDI dan spacer, kriteria pulang pasien, edukasi kepada keluarga, alat untuk menilai dan memantau asma seperti Asthma Control Test dan peak flow meter.

Diunggah oleh

Yohannes Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan1 halaman

Penggunaan Reliever untuk Asma Anak

Dokumen tersebut membahas pengobatan asma akut dan kronis pada anak, termasuk obat reliever seperti salbutamol dan ipratropium bromide, fungsi obat controller, cara pemberian obat dengan MDI dan spacer, kriteria pulang pasien, edukasi kepada keluarga, alat untuk menilai dan memantau asma seperti Asthma Control Test dan peak flow meter.

Diunggah oleh

Yohannes Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Reliever :
- SABA (Short Acting beta 2 agonis) : Salbutamol
- Antikolinergic : Ipapropium bromide
2. Fungsi farmakologi obat controller  untuk anti inflamasi, anti remodeling, mempercepat
penyembuhan, mencegah derajat kekambuhan
3. Efek samping minimal, bekerja cepat, kerja langsung local ke paru
4. MDI Spacer, karena portable, mudah dibawa, anak umur 5 tahun sudah bisa mengikuti
perintah pemakaian, dengan spacer penggunaan 1 semprotan bisa dihirup >1x (3 – 4 kali),
presentase yang masuk ke paru lebih banyak ke paru, nyaman digunakan, murah.
5. Diberikan SABA dengan inhalasi bisa diberikan dengan MDI Spacer atau nebulizer 
dievaluasi 20 menit kemudian, jika tidak ada perbaikan klinis SABA ke 2 diulang lalu
dievaluasi 20 menit kemudian, jika tidak ada perbaikan klinis, inhalasi ketiga, SABA dapat
ditambahkan Ipratropium bromide, dan dapat ditambahkan 02 apabila saturasi <95%, dan
pemberian steroid sistemik, kemudian dievaluasi 20 menit kemudian, jika tidak ada
perbaikan lakukan tataksana sebagai asma serangan berat. Apabila ada perbaikan pasien
diperbolehkan pulang dengan diberikan obat pulang reliever dan controller.
6. Kriteria pulang :
- Tidak wheezing
- Tidak ada takipnue
- Sp02 >94%
- Tidak ada retraksi
- Sesak tidak ada
- Batuk berkurang
- Tidak ada nafas cuping hidung
- Keluarga dapat merawat di rumah.
7. - Keluarga tau pencetusnya apa, maka hindari pencetus
- Keluarga tau obat yang diberikan, cara pengobatan dan dosis
- Harus kontrol 1 – 2 hari
- Keluarga tau tanda serangan, apa yang harus dilakukan, dan kapan harus membawa ke
rumah sakit.
8. - Asthma Control test  bisa diisi oleh anak sendiri
- Asthma diary card  bisa diisi oleh caregiver
- Asthma action plan  bisa diisi oleh caregiver
9. API  digunakan untuk menilai kemungkinan terjadinya asma dengan anak yang memiliki
factor resiko pada anak usia <3 tahun.
10. Peak flow meter :
- Mengukur arus puncak ekspirasi
- Menilai variabilitas
- Melakukan evaluasi teraapi untuk mengetahui derajat control asma

Anda mungkin juga menyukai