0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan17 halaman

Tugas dan Wewenang PPNS Pemalang

Dokumen tersebut merupakan peraturan daerah tentang penyidik pegawai negeri sipil di Kabupaten Pemalang. Ia mengatur tentang tugas, wewenang, dan pelaksanaan penyidikan oleh pegawai negeri sipil tertentu yang ditunjuk sebagai penyidik pelanggaran peraturan daerah. Dokumen tersebut juga membahas pembentukan sekretariat penyidik untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas penyidik.

Diunggah oleh

Qiqidwi Wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan17 halaman

Tugas dan Wewenang PPNS Pemalang

Dokumen tersebut merupakan peraturan daerah tentang penyidik pegawai negeri sipil di Kabupaten Pemalang. Ia mengatur tentang tugas, wewenang, dan pelaksanaan penyidikan oleh pegawai negeri sipil tertentu yang ditunjuk sebagai penyidik pelanggaran peraturan daerah. Dokumen tersebut juga membahas pembentukan sekretariat penyidik untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas penyidik.

Diunggah oleh

Qiqidwi Wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOSIALISASI

PERATURAN DAERAH/
PERATURAN BUPATI PEMALANG

TENTANG
PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL
PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PPNS)

 Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut


cara tertentu untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti
itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna
menemukan tersangkanya
 Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara
Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat
oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri
atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
 Penyidik Pegawai Negeri Sipil, yang selanjutnya disingkat PPNS adalah
Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten
yang diberi wewenang oleh Undang-undang untuk melakukan penyidikan
atas pelanggaran Peraturan Daerah.
KEDUDUKAN DAN TUGAS PPNS
 KEDUDUKAN :
PPNS berkedudukan di bawah dan
bertanggungjawab kepada Bupati
 TUGAS :
1) PPNS mempunyai tugas melakukan penyidikan
atas pelanggaran Peraturan Daerah.
2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), PPNS berada di
bawah koordinasi dan pengawasan Penyidik
POLRI.
WEWENANG PPNS
a. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya tindak
pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah;
b. Melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian;
c. Menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka;
d. Melakukan penyitaan benda dan atau surat;
e. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang;
f. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;
g. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan
pemeriksaan perkara;
h. Mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Penyidik
POLRI bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan
merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik memberitahukan hal
tersebut kepada Penuntut Umum, tersangka atau keluarganya;
i. Mengadakan tindakan lain menurut penangkapan atau penahanan.
j. PPNS tidak berwenang melakukan penangkapan atau penahanan.
k. Untuk kepentingan pemeriksaan perkara, PPNS dapat meminta bantuan
penangkapan dan atau penahanan kepada Kepolisian Republik Indonesia.
KEWAJIBAN PPNS
PPNS sesuai dengan bidang tugasnya mempunyai kewajiban :
a. Melakukan penyidikan, menerima laporan dan pengaduan mengenai
terjadinya pelanggaran atas Peraturan Daerah;
b. Menyerahkan hasil penyidikan kepada Penuntut Umum melalui Penyidik
POLRI dalam wilayah hukum yang sama;
c. Membuat Berita Acara setiap tindakan dalam hal :
1. Pemeriksaan tersangka.
2. Pemasukan rumah.
3. Penyitaan barang.
4. Pemeriksaan saksi.
5. Pemeriksaan tempat kejadian
d. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui Pimpinan Unit
Kerja masing-masing.
HAK PPNS

 PPNS mempunyai hak :


a. mendapatkan fasilitasi sarana dan prasarana
penunjang pelaksanaan tugas-tugas penyidikan yang
bersifat perorangan,
b. dalam melaksanakan tugas penyidikan PPNS berhak
mendapatkan dukungan anggaran operasional, honor,
tunjangan dan insentif lainnya sesuai ketentuan
peraturan perundang -undangan
KARTU TANDA PENGENAL PPNS
 PNS yang telah diangkat menjadi PPNS harus mempunyai Kartu Tanda Pengenal.
 Kartu Tanda Pengenal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditandatangani atas nama
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum.

 Kartu Tanda Pengenal berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan
dandapat diperpanjang.

 Perpanjangan Kartu Tanda Pengenal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus diajukan
selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) bulan sebelum berak hir masa berlakudan harus
dilengkapi:
a. fotokopi surat keputusan pengangkatan pejabat PPNS;
b. fotokopi kartu tanda pengenal yang akan berakhir masa berlakunya;
c. fotokopi surat keputusan kenaikan pangkat terakhir yang dilegalisir;
d. fotokopi Penilaian Prestasi Kerja PNS atau dokumen lain yang dipersamakan 1 tahun
terakhir yang dilegalisir; dan
e. pas foto terbaru ukuran 2x3 cm berwarna (dasar merah) sebanyak 2 (dua) lembar.
PELAKSANAAN PENYIDIKAN
 PPNS dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tata kerja
yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku
 Setiap PPNS dalam melaksanakan penyidikan harus dilengkapi
dengan Surat Perintah Penyidikan. Surat Perintah Penyidikan
tersebut ditandatangani oleh atasan PPNS.
 Proses penyidikan pelanggaran Peraturan Daerah oleh PPNS
diatur lebih lanjut oleh Bupati sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PEMBINAAN

Pembinaan terhadap Penyidik meliputi :


a. Pembinaan Umum, dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri.
b. Pembinaan Teknis, dilakukan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan
Jaksa Agung sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
c. Pembinaan Operasional, dilakukan oleh Bupati bekerja
sama dengan Kepolisian Republik Indonesia.
SEKRETARIAT PPNS
Dalam rangka koordinasi pelaksanaan tugas dan
pemberdayaan PPNS dibentuk Sekretariat PPNS.
Sekretariat PPNS tersebut secara ex officio diketuai
oleh Sekretaris Daerah dan dibantu pelaksana tugas
harian yang dijabat oleh Kepala SATPOL PP.
MAKSUD DAN TUJUAN DIBENTUKNYA
SEKRETARIAT PPNS

 memberi wadah bagi PPNS yang tersebar di Perangkat


Daerah se Kabupaten Pemalang dalam penegakan
Peraturan Daerah/Peraturan Bupati,
 mengakomodir segala sarana dan prasarana kebutuhan
PPNS dalam menjalan kantugasnya sebagai penegak
Peraturan Daerah/Peraturan Bupati,
 memudahkan dalam koordinasi, pembinaan dan
pengawasan PPNS se Kabupaten Pemalang.
KEDUDUKAN DAN TUGAS SEKRETARIAT PPNS

 KEDUDUKAN :
1. Sekretariat PPNS berkedudukan di Satpol PP
2. Sekretariat PPNS berada dibawah dan bertanggung
jawab kepada Bupati.
 TUGAS :
Sekretariat PPNS mempunyai tugas melakukan
koordinasi, fasilitasi, administrasi, operasional,
monitoring dan evaluasi penegakan Peraturan
Daerah/Peraturan Bupati
FUNGSI SEKRETARIAT PPNS
Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat PPNS mempunyai fungsi :
a. penyusunan program pelaksanaan penegakan Perda,
b. penyusunan jadwal pertemuan berkala evaluasi kinerja PPNS,
c. penyusunan bahan kebyakan hasil pertemuan berkala yang mendesak,
d. pengadaan sarana dan prasarana pelayanan,
e. klarifikasi pengaduan masyarakat,
f. penyusunan rencana monitoring pelaksanaan Perda,
g. penyusunan rencana evaluasi pelanggaran Perda,
h. penyusunan rencana pelaksanaan operasional penyidikan pelanggaran Perda,
i. penyusunan jadwal pelaksanaan gelar perkara tindak pidana ringan (tipiring) atas
pelanggaran Perda,
j. 10 penyusunan jadwal koordinasi penegakan peraturan daerah dan peraturan
perundang-undangan dengan Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, PPNS dan
aparatur pemerintah lainnya,
k. penyusunan program peningkatan Kapasitas sumber daya aparatur PPNS
WEWENANG SEKRETARIAT PPNS
Untuk melaksanakan tugasnya, Sekretariat PPNS berwenang :
a. memerintahkan PPNS untuk melakukan penyidikan,
b. memberikan bantuan/dukungan pelaksanaan tugas penyidikan,
c. melakukan pembinaan profesi, mental dan kepribadian PPNS,
d. melakukan pengawasan pelaksanaan tugas PPNS,
e. melakukan pengendalian tugas PPNS,
f. melakukan penilaian kinerja PPNS,
g. memberikan insentif kepada PPNS yang melaksanakan tugas
penyidikan,
h. memberikan saran, masukan, usuldan tanggapan kepada Bupati
terkait dengan pemberdayaan dan pembinaan PPNS
PENYIDIKAN
 Bentuk-bentuk kegiatan dalam proses penyidikan oleh PPNS sebagai berikut
a. pembentahuan dimulainya penyidikan,
b. pemanggilan,
c. penangkapan ,
d. penahanan ,
e. penggeledahan,
f. penyitaan,
g. pemeriksaan ,
h. bantuan hukum ,
i. penyelesaian berkas perkara,
j. pelimpahan perkara,
k. penghentian penyidikan,
l. administrasi penyidikan, dan
m. pelim pahan penyidikan.
 Proses penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ke
tentuan tidak boleh dilimpahkan kepada petugas lain yang bukan penyidik dan PPNS
lainnya yang tidak tercantum dalam surat perintah penyidikan.
 PPNS dan Penyidik Polri memantau proses hukum selanjutnya sesuai vonis yang
ditetapkan.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai