Nama : Randy Marzan Ramadhan
NIM : 22157201019
Jurusan : Sistem Informasi 2A
Matkul : Prak. Sistem Operasi
Cara Install DualBoot Linux Ubuntu
Pertama, download iso file Ubuntu dahulu sebelum melakukan instalasi. Ada beberapa jenis
Ubuntu. Namun, kita akan praktik untuk Ubuntu Desktop
Kedua, jika sudah selesai mengunduh. Pastikan file tersebut berekstensi (.iso). Kebetulan
saya menggunakan versi Ubuntu 14.04.5. Jika kalian ingin menggunakan Ubuntu yang lebih
baru silahkan saja.
Ketiga, siapkan flashdisk kosong minimal 4 GB lalu tancapkan pada PC Anda. Kita ikuti
size dari file ISO Ubuntu tadi. Karena kita akan melakukan instalasi melalui bootable
flashdisk.
Caranya download dahulu aplikasi bernama Rufus. Size-nya kecil, hanya +/- 1 MB. Klik saja tautan
itu. Lalu install pada PC Anda. Kemudian jalankan Rufus.
Pastikan Device yang terdeteksi benar-benar nama flashdisk Anda.
Kemudian pilih ISO Image, dan klik ikon yang saya tunjuk pada gambar 1.
Maka akan diarahkan ke file manager Anda, untuk mencari file ISO Ubuntu yang sebelumnya sudah
Anda download >> Klik Open.
Jika diperhatikan gambar 3, kita bisa langsung klik Start untuk memulai proses.
Pada gambar 4 kita pilih mode ISO >> Klik Ok.
Gambar 5 memberi peringatan bahwa isi pada flashdisk akan diformat. Jika sudah yakin bisa klik
Ok untuk lanjut.
Gambar 6 di sana terjadi proses copy file ISO ke flashdisk. Tunggu hingga selesai. Jika sudah
selesai bisa klik Close untuk menutup Rufus.
Catatan Penting: sebelum Anda melanjutkan langkah keempat. Pastikan data pada harddisk sudah Anda
backup (dicadangkan). Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama. Pasalnya nanti ada langkah di mana
harddisk akan terformat. Otomatis data di dalamnya akan terhapus semua.
Keempat, setelah kita selesai membuat flashdisk bootable. Selanjutnya kita akan mulai
instal Ubuntu pada PC. Pastikan flashdisk tadi tetap tertancap ya. Selanjutnya restart
PC kemudian tekan F2, ESC, F12 saat di layar tampil merek PC Anda. Pokoknya tekan
tombol tersebut beberapa kali, hingga muncul layar biru (BIOS). Silahkan menuju
menu Boot >> Atur USB (Flashdisk) di urutan nomor 1 >> Caranya dengan klik F5/F6
untuk memindahkannya >> jika sudah, klik F10 untuk menyimpan dan keluar.
Tujuan langkah ini supaya, flashdisk lebih dahulu terbaca. Sehingga kita bisa langsung
melakukan instalasi Ubuntu yang terdapat pada flashdisk tadi.
Kelima, akan muncul tampilan seperti ini. Di mana proses instalasi Ubuntu akan segera
dimulai. Tunggu saja.
Keenam, ucapan selamat datang. Berupa pertanyaan penggunaan bahasa dalam melakukan
proses instalasi. Pilih English >> klik Install Ubuntu.
Ketujuh, di sana sebenarnya ada pilihan untuk ‘Install this third-party software’ namun
jangan di checklist. Langsung saja klik Continue.
Kedelapan, pilih Something else kemudian klik Continue.
Kesembilan, tahap di mana kita akan membuat partisi baru. Klik New Partition Table.
Kesepuluh, pada keterangan di situ tertera apabila kita melanjutkan. Jika sebelumnya Anda
telah memiliki partisi, maka partisi sebelumnya akan terhapus. Klik Continue jika sudah
yakin.
Kesebelas, akan muncul size dari harddisk kita. Kebetulan harddisk saya sebesar 10737 MB
atau +/- 10 GB. Selanjutnya klik ikon + untuk membuat partisi dari harddisk kita.
Keduabelas, tahap untuk mengatur partisi. Pertama-tama kita akan membuat swap area
sebesar 1000 MB. Atur tipe partisi Primary dan lokasi partisinya pilih Beginning of this
space. Lalu, gunakan sebagai swap area. Perhatikan gambar di bawah untuk lebih jelasnya.
Apa itu Swap Area? Swap area adalah jenis memori kedua dalam sistem Linux modern.
Fungsi utama ruang swap adalah untuk menggantikan ruang disk untuk memori RAM ketika
RAM terisi penuh dan perlu ruang lebih banyak.
Misalnya, anggap kita memiliki sistem komputer dengan RAM 4 GB. Jika kita menjalankan
program yang tidak banyak mengisi RAM, semuanya baik-baik saja. Tapi anggaplah kita
sedang menjalankan banyak program. Otomatis ruang pada RAM akan terisi penuh dan kita
membutuhkan ruang lain untuk membantu proses menjalankan program. Swap area lah yang
akan membantu hal ini.
Ketigabelas, hasilnya akan seperti di bawah. Kita lanjutkan untuk membuat partisi
selanjutnya. Pilih free space kemudian klik ikon + lagi.
Keempatbelas, tahap atur partisi baru lagi. Oya, pada Size secara otomatis tertulis
demikian. Ikuti pengaturan seperti di gambar di bawah ya. Tipe partisi: Logical ; Lokasi
partisi: Beginning of this space ; Use as: Ext4 journaling file system ; Mount point: /.
Kemudian, klik OK untuk melanjutkan.
Kelimabelas, pilih /dev/sda baru kemudian klik Install Now.
Keenambelas, berikut muncul peringatan persetujuan. Berupa partisi yang harus diformat.
Maka dari itu, seperti yang saya singgung di awal. Pastikan data pada harddisk sudah
dicadangkan sebelumnya. Supaya tidak hilang begitu saja. Klik Continue jika sudah siap.
Proses instalasi Ubuntu akan berjalan.
Ketujuhbelas, hanya menanyakan zona waktu saja. Saya pilih Jakarta, karena kebetulan
saya sedang di wilayah WIB. Sesuaikan dengan tempat kalian ya. Klik Continue untuk
lanjut.
Kedelapanbelas, memilih keyboard layout. Pilih saja English (US). Klik Continue.
Kesembilanbelas, atur sesuai keinginan masing-masing. Di sini hanya menanyakan
identitas kita. Isi form tersebut, jika sudah klik Continue untuk melakukan instalasi
Ubuntu.
Ke-20, tunggu hingga selesai.
Ke-21, ada permintaan untuk memulai ulang PC. Silahkan klik Restart Now.
Ke-22, sebelum kita masuk ke desktop Ubuntu. Kita perlu memasukkan password yang
telah dibuat pada langkah ke-19. Tekan Enter.
Ke-23, selesai. Kita telah berhasil install Linux Ubuntu pada PC. Selamat menikmati.