0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
309 tayangan189 halaman

Rencana Kerja dan Syarat Pembangunan Gedung

Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal membahas lingkup pekerjaan pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, peraturan yang berlaku, dan batasan pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

suardi 73
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
309 tayangan189 halaman

Rencana Kerja dan Syarat Pembangunan Gedung

Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal membahas lingkup pekerjaan pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, peraturan yang berlaku, dan batasan pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

suardi 73
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT


(RKS)
SPESIFIKASI TEKNIS

PEMBANGUNAN GEDUNG BALAI NIKAH DAN MANASIK HAJI


KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN NUBATUKAN
KABUPATEN LEMBATA
TAHUN ANGGARAN 2023

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA


KABUPATEN LEMBATA

Lokasi
JL. TRANS LEMBATA DESA LAMAHORA
KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 1
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

SPESIFIKASI TEKNIS

PASAL 1
URAIAN UMUM

A. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan Pembangunan gedung kantor yang terdiri dari
1 (satu) lantai.
2. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-
alat bantu serta cara kerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan
sehingga dapat dicapai pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
3. Pada spesifikasi teknis diatur seluruh pekerjaan berdasarkan peraturan
dan ketentuan yang berlaku, baik yang bersifat derah, nasional maupun
internasional serta berdasarkan jenis bahan/material, cara pelaksanaan (metode)
dan sistem yang dibutuhkan.
4. Seluruh pekerjaan akan dikelola (manage) oleh Konsultan Pengawas, yaitu
dalam hal koordinasi dan Pengawasan, mencakup mutu hasil kerja
(kualitas), waktu pelaksanaan (schedule) dan pembiayaan.
5. Seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan estetika, penentuan warnanya
harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Perencana serta mendapat
persetujuan dari Pemberi Tugas.
6. Pekerjaan harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam RKS, Gambar-
gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan serta Agenda yang
disampaikan selama pelaksanaan.
7. Pekerjaan dimaksud di atas meliputi seluruh pekerjaan Struktural,
Arsitektural, Mekanikal Elektrikal dan Plumbing.

B. Peraturan yang Dipakai dan Peraturan/ Standar Setempat Yang Biasa Dipakai
a. Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
b. Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung;

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 2
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

c. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan


atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;;
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Jasa Konsultasi No. 07/PRT/M/2011
tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi;
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Jasa Konsultasi No. 11/PRT/M/2013
tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum;
f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 45/PRT/2007 tentang
PedomanTeknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara;
g. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang
PersyaratanTeknis Bangunan Gedung;
h. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tentang
PersyaratanTeknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan;
i. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan
Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan;
j. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan
TeknisManajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan;
k. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen
Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Petunjuk
Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung;
l. Peraturan umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56);
[Link] Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI 1971);
n. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982);
o. Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja);
p. Peraturan-peraturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja);
q. SKSNI T-15-1991-03;
r. Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI);
s. Algemenee Voorwarden (AV);
t. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 1726-
2002;
u. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI T-15-1991-03
dan SNI 03-XXXX-2002;

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 3
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

v. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03-1729-
2002;
w. Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung, SKBI –
1.3.53.1987;
x. Peraturan dan Ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat
yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan.
y. Petunjuk-petunjuk dan Peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang
diberikan Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan PPK.
z. Keputusan rapat evaluasi pelaksanaan pekerjaan
Apabila penjelasan dalam Dokumen Pelaksanaan tidak sempurna (belum lengkap)
sebagaimana ketentuan dan syarat dalam peraturan di atas maka Penyedia
Barang/Jasa wajib mengikuti ketentuan peraturan-peraturan yang disebutkan di atas.

C. Batasan / Peraturan Pelaksanaan Pekerjaan


1) Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Penyedia Barang/Jasa terdiri atas :
a. Adendum Surat Perjanjian beserta lampiran adendumnya;
b. Pokok perjanjian/kontrak beserta lampirannya;
c. Surat penawaran beserta penawaran harga;
d. Syarat-syarat khusus Kontrak;
e. Syarat-syarat umum Kontrak;
f. Spesifikasi khusus;
g. Spesifikasi umum;
h. Gambar-gambar;
i. Daftar kuantitas dan harga; dan
j. Dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP.
2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam
dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada huruf a di atas;
3) Penyedia Barang dan Jasa wajib untuk meneliti gambar-gambar, RKS, Daftar
Kuantitas dan Harga Satuan serta dokumen kontrak lainnya yang
berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidaksesuaian antara RKS dan
gambar-gambar pelaksanaan, atau antara gambar satu dengan lainnya, Penyedia

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 4
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Barang dan Jasa wajib untuk memberitahukan / melaporkannya kepada Konsultan


Pengawas.
Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah :
a) Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka
harus segera meminta keputusan Konsultan Pengawas lebih dahulu.
b) Bila skala gambar tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan
angka yang diikuti, kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut
yang jelas akan menyebabkan ketidak sempurnaan / ketidak sesuaian
Konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas lebih dahulu.
c) Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diikuti
kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas
mengakibatkan kerusakan/kelemahan Konstruksi, harus mendapatkan
keputusan Konsultan Pengawas.
d) RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan
lengkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga
sebaliknya.
e) Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar
setelah mendapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara
penjelasan pekerjaan.
4) Bila akibat kekurang telitian Penyedia Barang dan Jasa dalam melakukan
pelaksanan pekerjaan, terjadi ketidak sempurnaan konstruksi atau kegagalan
struktur bangunan, maka Penyedia Barang dan Jasa harus melaksanakan
pembongkaran terhadap Konstruksi yang sudah dilaksanakan tersebut dan
memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan
Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain. Selama
pelaksanaan pekerjaan, apabila terjadi perselisihan/ konflik dengan masyarakat
sekitar atau pihak lain, maka Penyedia Barang dan Jasa diwajibkan
menyelesaikan permasalahan tersebut. Segala konsekuensi biaya yang timbul
pada penyelesaian permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia
Barang dan Jasa.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 5
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

D. Asuransi dan Ijin Mendirikan bangunan


1) Asuransi Tenaga Kerja
Penyedia BaraNg dan Jasa diwajibkan mengasuransikan seluruh tenaga kerja
yang dilibatkan pada perusahaan asuransi tenaga kerja sesuai dengan yang
dikehendaki dan memenuhi persyaratan.
2) Asuransi Konstruksi (CAR – Contractor’s All Risk)
Penyedia Barang dan Jasa diwajibkan menjamin semua risiko kerusakan atau
kerugian yang terjadi dalam proses pembangunan atau Konstruksi (kecuali
beberapa risiko saja yang tercantum dalam pengecualian).
3) Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
Penyedia Barang dan Jasa harus membantu pengurusan Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB) atas permintaan Pemberi pekerjaan. Biaya IMB ditanggung oleh
Pemberi pekerjaan.
4) Penyambungan Listrik, Air Bersih
Penyedia Barang dan Jasa harus membantu pengurusan penyambungan listrik,
air bersih, atas permintaan Pemberi pekerjaan. Biaya penyambungan listrik, air
bersih, ditanggung oleh Pemberi pekerjaan.

E. PERSYARATAN PENYEDIA KONSTRUKSI


Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kua Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2023 terdiri dari Pekerjaan Standar
dan Pekerjaan Non Standar yang mesti dikerjakan secara simultan dalam waktu yang
bersamaan sehingga dibutuhkan kualifikasi/kompetensi yang sesuai dengan ruang
lingkup pekerjaan yang dikerjakan. Untuk mendapatkan hasil Produk Bangunan
beserta kelengkapan lainnya yang berkualitas maka Penyedia Jasa Konstruksi yang
akan mengerjakan pekerjaan tersebut harus memiliki Kualifikasi dan Kompetensi
dengan persyaratan kualifikasi sebagai berikut :

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 6
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

a. Persyaratan Kualifikasi Administrasi & Teknis :


a. Memiliki personil yang akan ditugaskan dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan
kualifikasi personil sebagai berikut :
Pengalaman
Tingkat Sertifikat
Jabatan dalam Kerja
No Jumlah Pendidikan/Ijazah Kompetensi
pekerjaan ini Profesional
Minimal Kerja'1
(Tahun)
1 Manajer Lapangan 1 (satu) S1 Teknik Sipil 3 Tahun SKK
Pelaksanaan Orang (Bangunan SIP.01.013.6
Pekerjaan Gedung Gedung)
2 Petugas 1 (satu) Seluruh Jurusan / - SKK
Keselamatan dan Orang Program Studi MPK.01.001.3
Kesehatan Kerja Bidang
(K3) Konstruksi Konstruksi

Personil diatas, melampirkan :


1. Ijazah;
2. Curiculum Vitae (CV) yang ditandatangani oleh Personil yang bersangkutan dan
diketahui oleh pihak yang sah mewakili Badan Usaha;
3. Memiliki Sertifikat Keterampilan sesuai yang dipersyaratkan dan dinyatakan
dalam Surat Pernyataan Kepemilikian Sertifikat Kompetensi Kerja oleh pihak yang
sah mewakili Badan Usaha;
4. Sertifikat Kompetensi Kerja untuk personil manajerial dibuktikan saat Rapat
Persiapan Penunjukan Penyedia (RPPP);
5. Peserta yang tidak dapat membuktikan Sertifikat Kompetensi Kerja untuk
Tenaga Terampil yang diusulkan dalam dokumen penawaran saat Rapat
Persiapan Penunjukan Penyedia (RPPP) dikenakan sanksi sebagai berikut :
i. Sanksi administrasi, berupa pembatalan penetapan pemenang;
ii. Sanksi daftar hitam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 7
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Persyaratan Peralatan Utama


Kapasitas
Umur Alat Status
No Nama Alat Jumlah atau
Maksimal Kepemilikan
Output Minimal
Milik
1 Exavator 1 Unit PC 50 / 35 HP 10 Tahun
Sendiri/Sewa
Milik
2 Dump Truck 2 Unit 4 M3 10 Tahun
Sendiri/Sewa
Concrete Mixer Milik
3 2 Unit 0,3 M3 5 Tahun
(Beton Molen) Sendiri/Sewa
Concrete Milik
4 1 Unit 12.000 rpm 5 Tahun
Vibrator Sendiri/Sewa
Milik
5 Generator Listrik 1 Unit 3 KVA 3 Tahun
Sendiri/Sewa
Milik
6 Tandon Air 2 Unit 2200 L 2 Tahun
Sendiri/Sewa
Milik
7 Gerobak Dorong 4 Unit 0,1 M3 0 Tahun
Sendiri/Sewa

Catatan : Untuk scafolding disediakan oleh penyedia namun tidak dikompetisikan.

Persyaratan peralatan diatas, sebagai berikut :


Melampirkan hasil pemindaian (scan) Bukti kepemilikan alat antara lain :
 Apabila peralatan milik sendiri berupa STNK, BPKB, invois, kuitansi, bukti
pembelian, surat perjanjian jual beli, atau bukti kepemilikan lainnya;
 Apabila peralatan sewa beli yaitu surat perjanjian sewa beli, invois uang
muka, kuitansi uang muka, angsuran, atau bukti sewa beli lainnya;
 Apabila peralatan sewa berupa surat perjanjian sewa beserta bukti
kepemilikan/penguasaan peralatan dari pemberi sewa.

b. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) Lingkup Pekerjaan:


1. Pekerjaan ini adalah bagian dari siste manajemen pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi dalam rangka menjamin terwujudnya Keselamatan Konstruksi.
Keselamatan konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk
mendukung pekerjaan konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan standar
keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 8
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja,


keselamatan publik dan lingkungan.
2. Penyedia jasa harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam
permen PUPR RI. No. 21/PRT/M/2019 tentang pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi, serta peraturan terkait lainnya.

c. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi:


1. Penyedia jasa harus membuat, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk
identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliaanya secara
berkesinambungan sesuai dengan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK)
yang telah disetujui.
2. Penyedia jasa wajib melengkapi RKK dengan rencana penerapan
K3 Konstruksi untuk seluruh tahapan pekerjaan.
3. Penyedia jasa wajib mempresentasikan RKK pada rapat persiapan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi untuk disahkan dan ditandatangani oleh wakil pengguna
jasa sesuai ketentuan Permen PUPR RI. No. 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
4. Penyedia jasa bersama dengan penawas pekerjaan melakukan inspeksi K3
konstruksi secara pereodik dalam laporan harian, mingguan dan/atau
[Link] jasa segera melakukan tindakan perbaikan yang
diperlukan terhadap ketidak sesuaian yang dikemukakan pada saat inspeksi
K3 Konstruksi. Hasil inspeksi K3 Konstruksi disampaikan oleh penyedia jasa
kepada pengawas pekerjaan.
5. Penyedia jasa harus melakukan tinjauan ulang terhadap RKK (pada bagian yang
memang perlu dilakukan tinjauan ulang) secara berkesinambungan selama
pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.
6. Apabila penyedia jasa tidak melaksanakan RKK yang telah ditetapkan, Pejabat
Pembuat Komitmen berhak memberi surat peringatan secara bertahap kepada
penyedia jasa, sesuai ketentuan Permen PUPR RI. No. 21/PRT/M/2019.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 9
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

d. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK):


Penyedia menyiapkan penjelasan manajemen risiko serta penjelasan rencana
tindakan sesuai tabel jenis pekerjaan dan identifikasi bahayanya di bawah ini (diisi
oleh Pejabat Pembuat Komitmen):
NO JENIS / TIPE PEKERJAAN IDENTIFIKASI RESIKO JENIS BAHAYA

1 Pekerjaan Tanah dan Terjepit, Tergores, Terbentur, Resiko Ringan


Pondasi Tangan Terkilir dan Tertindis
2 Pekerjaan Pasangan Terjepit, Tergores, Terjatuh Resiko Ringan
Dinding dari ketinggian
3 Pekerjaan Atap dan Terjepit, Tergores, Terjatuh Resiko Ringan
Plafond dari ketinggian
4 Pekerjaan Pengecetan Terkilir, Menghirup aroma cat Resiko Ringan

5 Pekerjaan Pasangan Lantai Terjepit, Tergores Resiko Ringan


dan Sanitasi Air
6 Pekerjaan Kusen dan Pintu Terjepit, Tergores, Terjatuh Resiko Ringan
Jendela
7 Pekerjaan Mekanikal Tejepit, Tergores, Resiko Ringan
dan Elektrikal Terjatuh dan Tersengat
Listrik

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 10
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 2
PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PEMBERSIHAN LAPANGAN

A. Lingkup Pekerjaan
1. Pembersihan lapangan dari sisa bongkaran, tamaman perdu yang dianggap
mengganggu pelaksanaan kegiatan.
2. Pemasangan papan nama proyek, penyediaan peralatan K3, pemasangan listrik
kerja, persiapan keamanan proyek, pengukuran dan bowplank.
3. Penyediaan pengangkutan, peralatan-peralatan, Kendaraan-Kendaraan/ alat-alat
besar yang menunjang pelaksanaan kegiatan baik yang menyewa maupun milik
perusahaan.

B. Syarat-Syarat Pelaksanaan
1. Pengukuran
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Barang dan Jasa harus mengadakan
pengukuran-pengukuran lapangan dan pematokan untuk dapat menentukan patok-
patok utama bagi lanjutan pembangunan. Biaya pengukuran dan pematokan
sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang dan Jasa.
2. Sarana Kegiatan
Penyedia Barang dan Jasa harus memperhitungkan sarana kegiatan berupa
fasilitas penerangan dan penyediaan air bersih yang cukup pada saat pelaksanaan
pekerjaan, serta membuat jalan masuk ke dalam tempat kegiatan dimana kekuatan
struktur dari jalan tersebut mampu menerima keluar masuknya angkutan-angkutan
material.
3. P.P.P.K.
Penyedia Barang dan Jasa selama pelaksanaan harus menyediakan kotak obat-
obatan untuk P.P.P.K.
4. Keamanan Kegiatan
Penyedia Barang dan Jasa harus menempatkan petugas keamanan untuk menjaga
keamanan kegiatan, baik barang-barang milik proyek maupun Direksi.
5. Pemeliharaan bangunan
Penyedia Barang dan Jasa harus memperhitungkan biaya pemeliharaan,
kebersihan dan tanggung jawab atas kerusakan-kerusakan akibat kesalahan teknis
selama waktu pemeliharaan.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 11
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

6. Kontrol Kualitas Bahan


Kecuali ditentukan lain Penyedia Barang dan Jasa harus sudah
mempertimbangkan semua biaya sehubungan dengan kontrol kualitas bahan
kepada pihak ketiga. Penyedia Barang dan Jasa harus menyediakan alat-alat
praktis untuk memeriksa bahan tersebut.
7. Penggunaan dan Persyaratan Teknis
Persyaratan teknis ini disiapkan untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan
pekerjaan. Syarat seluruh bangunan dan pekerjaan lainnya sebagai kesatuan yang
tidak dapat terpisahkan, kecuali disebutkan lain. Setiap BAB dalam persyaratan ini,
disesuaikan dengan yang dinyatakan dalam gambar kerja. Keterangan-keterangan
tambahan tertulis dan perintah dari Konsultan Pengawas/ Perencana. Standar-
standar yang dipakai terutama adalah standar yang berlaku, sedangkan untuk
pekerjaan yang standarnya belum dibuat dan diberlakukan di negara ini, maka
digunakan standar intemasional yang berlaku atau standar dari negara produsen
bahan yang menyangkut pekerjaan tersebut.
8. Penjelasan Spesifikasi Teknis dan Gambar
a. Penyedia Barang dan Jasa wajib meneliti semua Gambar dan Spesifikasi Teknis
termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantum Pengawasan dalam
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).
b. Bila perbedaan ini menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam pelaksanaan
menimbulkan kesalahan, Penyedia Barang dan Jasa wajib menanyakan kepada
Konsultan dan Penyedia Barang dan Jasa mengikuti keputusannya.
9. Brosur dan Data Teknis
Penyedia Barang dan Jasa harus memberikan brosur peralatan-peralatan yang
akan dipasang, maupun bahan-bahan yang akan dapakai lengkap dengan data
teknis dan ukuran-ukuran fisiknya.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 12
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 3
PEKERJAAN PENGAMANAN LAPANGAN DAN PENGADAAN SARANA

1. Bouwkeet (bangunan sementara)


Penyedia Barang dan Jasa harus menyediakan bouwkeet untuk digunakan sebagai
ruang kerja sementara dan staf petugas lapangan, sebagai ruang rapat koordinasi,
dan gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan. Setelah berakhirnya
pekerjaan harus dibongkar dan dibersihkan kembali.
2. Pembangkit tenaga sementara
Setiap pembangkit tenaga sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan
untuk pekerjaan harus disediakan oleh Penyedia Barang dan Jasa, termasuk
pemasangan sementara kabel-kabel, meteran dan sebagainya.
Setelah pekerjaan selesai Penyedia Barang dan Jasa wajib menyingkirkan semua
barang tersebut dari lokasi pekerjaan, yang semua beban menjadi tanggung jawab
Penyedia Barang dan Jasa.
3. Air kerja.
Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan apabila mungkin didapat dari sumber
yang sudah ada di lokasi kegiatan dan sebelumnya harus dikoordinasikan kepada
Penanggung Jawab Kegiatan.
4. Jalan Masuk Tempat Pekerjaan dan Jalan Sementara
Jalan masuk ke tempat pekerjaan harus diadakan oleh Penyedia Barang dan Jasa
bilamana diperlukan atau disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan lokasi
kegiatan tersebut. Selama pekerjaan Penyedia Barang dan Jasa harus memelihara
seluruh jalan-jalan sementara dan sebagainya yang mungkin diperlukan untuk
memasuki bagian pekerjaan dan menyingkirkan/membersihkan kembali pada waktu
penyelesaian pekerjaan atau jika diperintahkan juga memperbaiki segala kerusakan
yang diakibatkan.
5. Iklan
Penyedia Barang dan Jasa tidak diijinkan memuat/memasang iklan dalam bentuk
apapun di dalam Iokasi kegiatan, tanpa izin Pihak Penanggung Jawab Kegiatan.
6. Pencegahan Pelanggaran Wilayah
Penyedia Barang dan Jasa diharuskan memagari/ mengamankan daerah
operasinya di sekitar tempat pekerjaan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 13
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

7. Orang-orang yang tidak berkepentingan


Penyedia Barang dan Jasa harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan
memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas memberikan perintah demikian
kepada staf pelaksana yang bertugas dan para penjaga.
8. Perlindungan Terhadap Milik Umum
Penyedia Barang dan Jasa harus menjaga agar jalan umum, dan hak memakai
jalan, bersih dari alat-alat mesin, bahan-bahan bangunan dan sebagainya serta
memelihara kelancaran lalu lintas, baik bagi Kendaraan umum maupun pejalan kaki,
selama kontrak berlangsung. Penyedia Barang dan Jasa harus bertanggung jawab
atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (perlengkapan umum)
seperti saluran air, telepon, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh operasi-
operasi Penyedia Barang dan Jasa.
9. Perlindungan Terhadap Bangunan yang Ada
Selama masa-masa pelaksanaan Kontrak, Penyedia Barang dan Jasa bertanggung
jawab penuh atas segala kerusakan, utilitas, jalan-jalan, saluran-saluran
pembuangan dan sebagainya di tempat pekerjaan, dan kerusakan-kerusakan sejenis
yang disebabkan karena operasi-operasi Penyedia Barang dan Jasa dalam arti kata
yang luas. Itu semua harus diperbaiki oleh Penyedia Barang dan Jasa hingga dapat
diterima oleh Penanggung Jawab Kegiatan.
10. Penjagaan dan Pemagaran Sementara
Penyedia Barang dan Jasa bertanggung jawab atas penjagaan, penerangan dan
perilindungan terhadap pekerjaan yang dianggap penting selama pelaksanaan
kontrak, siang malam. Penanggung Jawab Kegiatan tidak bertanggung jawab
terhadap Penyedia Barang dan Jasa, dan Sub Penyedia Barang dan Jasa, atas
kehilangan dan kerusakan bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang
sedang dalam peiaksanaan. Penyedia Barang dan Jasa wajib mendirikan pagar
pengaman sementara berupa seng BJLS gelombang dan rangka minimal tinggi 2
meter didirikan pada lahan yang diserahkan oleh pemberi tugas melalui Konsultan
Pengawas.
11. Perlindungan Pekerjaan
Penyedia Barang dan Jasa bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan
termasuk bahan-bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan,
hingga kontrak selesai dan diterima oleh Penanggung Jawab Kegiatan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 14
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

12. Gangguan Pada Tetangga


Segala pekerjaan yang menurut Penanggung Jawab Kegiatan mungkin akan
menyebabkan gangguan pada penduduk yang berdekatan, hendaknya dilaksanakan
sesuai pengarahan Penanggung Jawab Kegiatan, dan semua resiko akibat
gangguan ini menjadi beban Penyedia Barang dan Jasa.
13. Pelaksanaan pekerjaan di luar lokasi pekerjaan
Apabila Penyedia Barang dan Jasa melaksanakan pekerjaan di luar lokasi
pekerjaan supaya memberitahukan kepada Konsultan Pengawas atau Penanggung
Jawab Kegiatan untuk diadakan pemeriksaan.
14. Alat bantu dan alat kerja.
Penyedia Barang dan Jasa wajib mengadakan peralatan kerja tukang secara
memadai dan alat bantu kerja yang diperlukan selama pekerjaan berlangsung
termasuk alat berat seperti mobil crane yang diperlukan dan menjamin semua
peralatan dapat berfungsi dengan baik dan aman, semua alat bantu dan alat kerja
yang dipergunakan menjadi beban Penyedia Barang dan Jasa.
15. Bahan-bahan dan Tenaga Pelaksanaan
Semua bahan untuk seluruh pekerjaan ini harus dalam keadaan 100% baru, dalam
keadaan baik dan sesuai dengan yang dimaksud. Contoh bahan harus disetujui
secara tertulis kepada Konsultan Pengawas sebelum pemasangan. Penyedia
Barang dan Jasa harus menempatkan di lapangan secara penuh (life time) seorang
Koordinator yang ahli dibidangnya, berpengalaman dalam pekerjaan yang serupa
dan dapat mewakili Penyedia Barang dan Jasa dengan predikat baik.
16. Gambar-gambar terlaksana
Penyedia Barang dan Jasa harus membuat catatan-catatan yang cermat dari
pelaksanaan dan penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus
dituangkan dalam satu set gambar sebagai gambar sesuai pelaksanaan (as built
drawing). As Built Drawing harus segera di serahkan kepada Konsultan Pengawas
setelah pekerjaan selesai sebanyak 3 (Tiga) set.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 15
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 4
PENENTUAN TINGGI PEIL (LEVEL) DAN UKURAN

1. Tinggi ukuran piel lantai bangunan sesuai gambar rencana, yaitu nol lantai di ukur
+40 cm dari muka paving blok sisi muka site.
2. Untuk ukuran tinggi peil lantai bangunan lain bisa mengacu atau sesuai gambar
rencana.
3. Penentuan diatas dan dibawah harus diperiksa kembali dan atas persetujuan
Konsultan Pengawas/ Perencana
4. Bilamana terdapat perbedaan ukuran, Penyedia Barang dan Jasa harus
segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. Pemakaian
ukuran- ukuran yang keliru sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan menjadi
tanggung jawab Penyedia Barang dan Jasa.
5. Penyedia Barang dan Jasa diharuskan menggunakan alat-alat (Instrumen)
yang
6. diperlukan (dan tidak rusak) untuk mendapatkan ukuran, sudut-sudut dan ukuran
tegak secara tepat dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu dihindari cara-cara
pengukuran dengan perasaan, penglihatan dan secara kira-kira.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 16
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 5
PEKERJAAN TANAH DAN PASIR

A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan tanah meliputi :
1. Galian tanah untuk pondasi sumuran, pondasi pilecap, pondasi
stall+footplate, pondasi rollag dan pembuatan pondasi staal/ memanjang/ lajur.
2. Urugan pasir di bawah pondasi umpak, pondasi pilecap, pondasi rollag
dan pasangan batu kali/ pondasi staal/ lajur baru.
3. Urugan pasir di bawah lantai keramik baru baik di lantai 1, ketebalan urugan
sesuai gambar rencana.
4. Urugan tanah kembali pada bekas galian tanah.
5. Urugan tanah peninggian elevasi
6. Ketebalan penimbunan dan pengeprasan tanah serta pemadatan tanah
timbunan, seperti yang tercantum pada gambar rencana.

B. Standar Pelaksanaan
1. SNI.2835.2008.6.1
2. SNI.2835.2008.6.9
3. SNI.2835.2008.6.11

C. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Pekerjaan galian tanah
a. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja pekerjaan galian
tanah meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal
pelaksanaan dan alur pekerjaan untuk mendapat persetujuan dari PPK dan
Konsultan Pengawas, disertai gambar shop drawing.
b. Kedalaman dan lokasi yang akan digali harus sesuai dengan gambar
perencanaan.
c. Pada saat penggalian jika didapatkan muka air tanah maka dapat dilakukan
d. dewatering dengan melakukan penyedotan dengan pompa.
e. Penempatan tanah bekas galian penempatannya tidak boleh mengganggu
pekerjaan lain.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 17
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

f. Untuk tanah bekas galian yang akan digunakan untuk pengurugan kembali
g. bekas galian harus ditempatkan pada tempat yang tidak mengganggu
pekerjaan.
h. Material hasil penggalian ditempatkan di luar bouwplank pada jarak yang cukup
untuk mencegah agar tidak masuk kembali ke dalam lubang galian, tanah atau
material yang tidak memenuhi syarat sebagai urugan maupun yang tidak
digunakan disingkirkan keluar dari lokasi pekerjaan.
i. Penyedia Barang/ Jasa bertanggung jawab atas keselamatan setiap orang
dengan adanya lubang galian yang dibuatnya maupun terhadap keselamatan
para pekerja.
j. h. Lubang galian yang di dalamnya akan dibuat pasangan atau beton
harus dibebaskan dari sampah, genangan air maupun lumpur.
k. Sebelum melaksanakan pekerjaan tahap selanjutnya, galian yang telah
terbentuk, terlebih dahulu diperiksa dan disetujui oleh dan PPK dan Konsultan
Pengawas.
l. Jika ditemukan keraguan thd kekerasan elevasi dasar pondasi, dimana hal
tersebut menjadi tugas dan kewajiban konsultan perencana maka, Konsultan
Pengawas wajib mendatangkan perencana untuk bersama-sama menentukan
elevasi dasar pondasi tersebut sudah layak apa belum.
2. Pekerjaan urug tanah kembali bekas galian
a. Lubang atau celah yang ada di sisi pasangan pondasi umpak, pondasi footplat,
pondasi staal, sloof/balok ikat, diurug kembali hingga penuh dan dipadatkan lapis
demi lapis (1 lapis 30 cm) dengan stamper.
b. Urugan dapat menggunakan tanah hasil penggalian terdahulu, selama tanah
tersebut tidak bercampur sampah, akar dan bukan tanah lumpur.
c. Pada kondisi tanah bekas galian adalah tanah lumpur yang kurang baik maka
d. diganti dengan tanah baru yang lebih baik
e. Untuk pekerjaan urug kembali bekas galian harus dipadatkan mengunakan alat
pemadat sehingga tanah bekas galian memenuhi tanah padat yang sempurna.
f. Hasil pekerjaan urugan kembali harus mendapat persetujuan dan PPK dan
Konsultan Pengawas.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 18
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Pekerjaan urugan pasir


a. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja urugan pasir
meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan
dan alur pekerjaan, serta contoh material yang akan dipakai disertai hasil
pengujian material untuk mendapat persetujuan dari PPK dan Konsultan
Pengawas, di sertai gambar shop drawing.
b. Pasir yang digunakan harus memenuhi gradasi yang disyaratkan, ketebalan
harus sesuai dengan yang direncanakan, atau pasir setempat yang telah
memenuhi hasil pengujian matrial. Pasir harus bebas dari bahan-bahan organis,
lumpur, tanah lempung dan sebagainya, jumlah kandungan bahan ini maksimal
c. 5% dan tidak mengandung garam.
d. Urugan pasir dikerjakan pada tempat-tempat di antara permukaan tanah dengan
sisi bawah pasangan atau beton dengan ketebalan sebagaimana yang
ditentukan di dalam gambar.
e. Pasir laut, pasir yang bercampur lumpur, bercampur garam, bercampur sampah
tidak diijinkan digunakan untuk urugan.
f. Pasir yang digunakan menggunakan pasir urug.
g. Lapisan urugan pasir diratakan dan dipadatkan menggunakan stamper.
4. Pekerjaan urugan tanah mendatangkan
a. Tanah urug yang dipakai harus bergradasi baik, bebas dari unsur-unsur organik
dan mudah dipadatkan.
b. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja pekerjaan urugan
tanah mendatangkan dan pemadatannya meliputi volume pekerjaan, jumlah
tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan dan alur pekerjaan untuk mendapat
persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas, disertai gambar shop drawing.
c. Kedalaman dan lokasi yang akan di timbun harus sesuai dengan gambar
perencanaan.
d. Tanah yang di datangkan, penempatannya tidak boleh mengganggu pekerjaan
e. lain dan harus di setujui Konsultan Pengawas dan PPK terlebih dahulu.
f. Pemadatan tanah menggunakan stamper. Pemadatan di lakukan setiap
ketebalan urugan 20 cm.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 19
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

5. Pekerjaan timbunan tanah untuk penyesuaian peil lantai


a. Terhadap permukaan tanah yang masih berada di bawah elevasi permukaan
tanah yang direncanakan dilakukan penimbunan dengan tanah hingga
mencapai elevasi rencana.
b. Sebelum penimbunan dilakukan permukaan tanah dibersihkan dari sampah,
c. puing-puing, akar pohon, rumput dan lainnya.
d. Penimbunan dan pemadatannya dilakukan lapis demi lapis, satu lapisan kurang
lebih setebal 15 cm, pemadatan menggunakan stamper atau vibrator disertai
pembasahan untuk mencapai kepadatan yang optimal.
e. Penimbunan dapat menggunakan tanah hasil penggalian atau mendatangkan
tanah dari luar yang mempunyai mutu baik, tidak bercampur sampah, akar
pohon dan bukan tanah lumpur.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 20
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 6
PEKERJAAN PONDASI BATU BELAH PUTIH

A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pondasi batu belah merupakan pekerjaan pasangan batu belah putih,
meliputi pekerjaan pemasangan pondasi batu belah putih menerus, pondasi batu
belah putih bawah footplate campuran sikloop.

B. Standar Pelaksanaan
1. SK SNI S-03-1994-03, tentang spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan
plesteran.
2. Pt T-03-2000-C, tentang tatacara pengerjaan pasangan dan plesteran dinding.
3. SK SNI S-04-1989-F, tentang spesifikasi bahan bangunan A/ bahan bangunan
bukan logam.
4. SK SNI S-02-1994-04, tentang spesifikasi agregat halus untuk pekerjaan adukan
dan plesteran dengan bahan dasar semen .

C. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 hari, Penyedia Barang dan
Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja pekerjaan pondasi batu belah
putih meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal
pelaksanaan dan alur pekerjaan, serta contoh material yang akan dipakai disertai
hasil pengujian material untuk mendapat persetujuan dari TPTK dan Konsultan
Pengawas, disertai gambar shop drawing.
2. Bahan batukali harus memenuhi syarat-syarat :
3. Bahan batu belah adalan jenis batu putih yang keras, liat, berat dan mempunyai
muka lebih dari 3 (Tiga) sisi.
4. Tidak ringan dan porus.
5. Bahan asal adalah batu besar yang kemudian dibelah/ dipecah-pecah menjadi
ukuran normal menurut tata cara pekerjaan yang bersangkutan.
6. Memenuhi Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (NI-3-1970).
7. Pekerjaan pasangan harus dimulai dengan membuat profil-profil pondasi dari
kayu/ bambu pada ujung galian dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan
penampang pondasi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 21
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

8. Permukaan dasar pasangan pondasi batu harus diberi urugan pasir urug setebal
minimal 10 cm dan dipadatkan.
9. Spesi pasangan batu belah putih untuk pondasi memanjang/lajur (staal)
digunakan adukan 1 pc : 5ps.
10. Bagian sisi samping dari pasangan pondasi batu harus diisi penuh dengan spesi
atau dibraben.
11. Pasangan batu dipasang lurus mengikuti benang yang diikatkan pada profil yang
sudah dibuat, sehingga menghasilkan pasangan batu yang lurus dan rapi.

D. Material
1. Semen
a. Semen yang dipakai adalah semen 1 tipe.
b. Semen harus didatangkan dalam zak yang utuh/tidak pecah, tidak terdapat
kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak.
c. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras).
d. Penyimpanan semen tidak akan segera digunakan harus menjamin mutu semen,
dengan menyediakan tempat penyimpanan yang kedap air dan tetutup rapat.
e. Semen yang sudah disimpan lebih dari 6 bulan sejak dibuat perlu diuji sebelum
digunakan,jika sudah rusak harus ditolak.
2. Batu belah putih
a. Batu belah putih yang digunakan adalah batu putih pecah, tidak retak, mempunyai
muka lebih dari 3 (Tiga) sisi.
b. Ukuran batu belah maksimal 20 cm.
3. Agregat halus
a. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam, kuat dan bersudut.
b. Bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya,
jumlah kandungan bahan ini maksimal 5% dan tidak mengandung garam.
c. Mempunyai variasi besar butir (gradasi) yang baik dengan ditunjukan dengan
d. nilai Modulus halus butir antara 1,50-3,80.
e. Pasir harus dalam keadaan jenuh kering muka.
4. Pekerjaan Pondasi Batu Belah
Bahan batu harus memenuhi syarat-syarat :
a. Bahan batukali adalan jenis batu putih yang keras, liat, berat dan mempunyai
muka lebih dari 3 (Tiga) sisi
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 22
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Tidak ringan dan porus.


c. Bahan asal adalah batu besar yang kemudian dibelah/ dipecah-pecah menjadi
ukuran normal menurut tata cara pekerjaan yang bersangkutan.
d. Memenuhi Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (NI-3-1970).
1. Pekerjaan pasangan harus dimulai dengan membuat profil-profil pondasi dari
kayu/ bambu pada ujung galian dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan
penampang pondasi.
2. Permukaan dasar pasangan pondasi batu harus diberi urugan pasir urug
setebal minimal 10 cm dan dipadatkan.
3. Spesi pasangan batu belah putih untuk pondasi memanjang/lajur (staal)
digunakan adukan 1 pc : 5ps.
4. Bagian sisi samping dari pasangan pondasi batu harus diisi penuh dengan
spesi atau dibraben.
5. Pasangan batu dipasang lurus mengikuti benang yang diikatkan pada profil
yang sudah dibuat, sehingga menghasilkan pasangan batu yang lurus dan
rapi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 23
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 7
PEKERJAAN BEGESTING

A. Ketentuan Umum
1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Kayu dan baja untuk bekisting beton cor ditempat, lengkap dengan
perkuatan dan pengukuran-pengukuran yang diperlukan.
b. b. Penyediaan bukaan atau sparing dan sleeve untuk pekerjaan-
pekerjaan
c. Mekanikal dan Elektrikal
d. Penyediaan Waterstops
e. Penyediaan angkur-angkur untuk hubungan dengan pekerjaan lain.
1.2. Peraturan-peraturan
a. Standar Indonesia
1. Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) – 1982, NI – 3
2. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PPKI) – 1961, NI – 5
3. Peraturan Standar Beton 1991 ([Link] T-15-1991-03)
b. ACI : American Concrete Institute, USA
1. 303 – Guide to Cast In place Architectural Concrete Practice
2. 318 – Building Code Requirements for Reinforced Concrete
3. 347 – Recommended Practice for Concrete Form Work
4. SP4, Special publication 34 – Form Work for Concrete
1.3. Shop Drawing
a. Dimana diperlukan, menurut Direksi Lapangan atau Perencana, harus
dibuat Shop Drawing.
b. Siapkan shop drawing tipikal untuk tiap rancangan bekisting yang berbeda,
yang memperlihatkan :
 dimensi
 metode konstruksi
 bahan
 hubungan dan ikatan-ikatan (ties)

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 24
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

B. Ketentuan Bahan
2.1. Bekisting Beton Biasa (Non Ekspose)
a. Plywood t = 9 mm.
b. Paku, angkur dan sekrup-sekrup; ukuran sesuai dengan keperluan dan
cukup kuat untuk menahan bekisting agar tidak bergerak ketika dilakukan
pengecoran.
2.2. Bekisting Beton Ekspose
a. Plywood; untuk dinding, balok dan kolom persegi, tebal 9 mm.
b. Baja lembaran, tebal minimal 1,2 mm, untuk kolom-kolom bundar.
c. Form ties; baja yang mudah dilepas (snap-off metal). Panjang fixed
atau adjustable, dapat terkunci dengan baik dan tidak berubah saat
pengecoran. Lubang yang terjadi pada permukaan beton setelah form ties
dibuka tidak boleh lebih dari 1 inch (25 mm).
d. Form Release Agent; minyak mineral yang tidak berwarna, yang tidak
menimbulkan karat pada permukaan beton dan tidak mempengaruhi
rekatan maupun warna bahan finishing permukaan beton.
e. Chamfer Strips, terbuat dari jenis kayu kelas II, dibentuk meneurut rencana
beton pada gambar.
2.3. Syarat-syarat Umum Bekisting
a. Tidak mengalami deformasi. Baekisting harus cukup tebal dan terikat kuat.
b. Kedap air; dengan menutup semua celah dengan tape.
c. Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam bekisting

C. Ketentuan Pelaksanaan
21.1. Pemasangan Bekisting
a. Tentukan jarak, level dan pusat (lingkaran) sebelum memulai pekerjaan.
Pastikan ukuran-ukuran ini sudah sesuai dengan gambar.
b. Pasang bekisting dengan tepat dan sudah diperkuat (bracing), sesuai
dengan design dan standard yang telah ditentukan; sehingga
bisa dipastikan akan menghasilkan beton yang sesuai dengan kebutuhan-
kebutuhan akan bentuk, keselurusan dan dimensi.
c. Hubungan-hubungan antara papan bekisting harus lurus dan harus dibuat
kedap air, untuk mencegah kebocoran adukan atau kemungkinan

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 25
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

deformasi bentuk beton. Hubungan-hubungan ini harus diusahakan


seminimal mungkin.
d. Bekisting untuk dinding pondasi dan sloof harus dipasang pada
kedua sisinya. Pemakaian pasangan bata untuk bekisting pondasi harus
atas seijin Direksi Lapangan. Semua tanah yang mengotori bekisting pada
sisi pengecoran harus dibuang.
e. Perkuat-perkuat pada bukaan-bukaan dibagian-bagian yang struktural yang
tidak diperlihatkan pada gambar harus mendapatkan pemeriksaan dan
persetujuan dari Direksi.
f. Pada bagian-bagian yang akan terlihat, tambahkan pinggulan-pinggulan
(chamfer strips) pada sudut-sudut luar (vertikal dan horisontal) dari balok,
kolom dan dinding.
g. Bekisting harus memenuhi toleransi deviasi maksimal berikut :
1. Deviasi garis vertikal dan horisontal :
- 4 mm, pada jarak 3000 mm.
- 8 mm, pada jarak 6000 mm.
- 16 mm, pada jarak 12000 mm, atau lebih.
2. Deviasi pada pemotongan melintang dari dimensi kolom/balok,
ketebalan plat 4 mm.
h. Aplikasi bahan pelepas acuan (form release agent) harus sesuai dengan
rekomendasi pabrik. Aplikasi harus dilaksanakan sebelum pemasangan besi
beton, angkur-angkur dan bahan-bahan tempelan (embedded
item) lainnya. Bahan yang dipakai dan cara aplikasinya tidak boleh
menimbulkan karat atau mempengaruhi warna permukaan beton.
i. Dimana permukaan beton yang akan dilapisi bahan yang bisa rusak
terkena bahan pelepas acuan; bahan pelepas acuan tidak boleh dipakai.
Untuk itu, dalam hal bahan pelepas acuan tidak boleh dipakai, sisi dalam
bekisting harus dibasahi dengan air bersih. Dan permukaan ini harus
dijaga selalu basah sebelum pengecoran beton.
21.2. Sisipan (insert), Rekatan (embedded) dan buka (Opening).
a. Sediakan bukaan pada bekisting dimana diperlukan untuk pipa, conduits,
sleeves dan pekerjaan lain yang akan merekat pada atau melalui /
merembes beton.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 26
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Pasang langsung pada bekisting alat-alat atau yang pekerjaan lain yang
akan di cor langsung pada beton.
c. Koordinasi bagian dari pekerjaan lain yang terlibat ketika
membentuk atau menyediakan bukaan, slots, recessed, sleeves,
bolts, angkur dan sisipan- sisipan lainnya. Jangan laksanakan pekerjaan
diatas jika tidak secara jelas atau khusus ditunjukkan pada gambar yang
berhubungan.
d. Pemasangan water stops harus kontinyu (tidak terputus dan tidak
mengubah letak besi beton).
e. Sediakan bukaan sementara pada beton dimana diperlukan guna
pembersihan dan inspeski. Tempatkan bukaan dibagian bawah bekisting
guna memungkinan air pembersih keluar dari bekisting. Penutup bukaan
sementara ini harus dengan bahanyang memungkinkan merekat rapat,
rata dengan permukaan dalam bekisting, sehingga sambungannya tidak
akan tampak pada permukaan beton ekspose.
21.3. Kontrol Kualitas.
a. Periksa dan kontrol bekisting yang dilaksanakan telah sesuai
dengan bentuk beton yang diinginkan, dan perkuatan-perkuatannya guna
memastikan bahwa pekerjaan telah sesuai dengan rancangan bekisting,
wedgeeties, dan bagian-bagian lainnya aman.
b. Informasikan pada Direksi Lapangan jika bekisting telah dilaksanakan, dan
telah dibersihkan, guna pelaksanaan pemeriksaan. Mintakan persetujuan
Direksi terhadap bekisting yang telah dilaksakan sebelum dilaksanakan
pengecoran beton.
c. Untuk permukaan beton ekspose, pemakaian bekisting kayu lebih dari 2
kali tidak diperkenankan. Penambahan pada bekisting, juga tidak
diperkenankan kecuali pada bukaan-bukaan sementara yang diperlukan.
d. Bekisting yang akan dipakai ulang harus mendapatkan persetujuan
sebelumnya dari Direksi Lapangan.
21.4. Pembersihan
a. Bersihkan bekisting selama pemasangan, buang semua benda-benda
yang tidak perlu. Buang bekas-bekas potongan, kupasan dan puing
dari bagian dalam bekisting. Siram dengan air, menggunakan air

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 27
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

bertekanan tinggi, guna membuang benda-benda asing yang masih tersisa


pastikan bahwa air dan puing-puing tersebut telah mengalir keluar melalui
lubang pembersih yang disediakan.
b. Buka bekisting secara kontinyu dan sesuai dengan standard yang
berlaku sehingga tidak terjadi beban kejut (shock load) atau
ketidak seimbangan beban yang terjadi pada struktur.
c. Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan hati-hati, agar peralatan-
peralatan yang dipakai untuk membuka tidak merusak permukaan beton.
d. Untuk yang akan dipakai kembali, bekisting-bekisting yang telah dibuka
harus disimpan dengan cara yang memungkinkan perlindungan terhadap
permukaan yang akan kontak dengan beton tidak mengalami kerusakan.
e. Dimana diperlukan perkuatan-perkuatan pada komponen-konponen
struktur yang telah dilaksanakan guna memenuhi syarat
pembebanan dan konstruksi sehingga pekerjaan-pekerjaan konstruksi di
lantai-lantai di atasnya bisa dilanjutkan. Pembukaan penunjang bekisting
hanya bisa dilakukan setelah beton mempunyai 75 % dari kuat tekan 28
hari (28 day compressive strength) yang diperlukan.
f. Bekisting-bekisting yang dipakai untuk mematangkan (curing) beton,
tidak boleh dibongkar sebelum dinyatakan matang oleh Direksi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 28
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 8
PEKERJAAN BETON STRUKTUR

A. Ketentuan Umum
1. Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah teknik dan atau syarat-
syarat pelaksanaan pekerjaan beton secara umum menjadi satu kesatuan dalam
persyaratan teknis ini. Di dalam segala hal yang menyangkut pekerjaan beton dan
struktur beton harus sesuai dengan standar-standar yang berlaku.
2. Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi wajib melaksanakan pekerjaan ini
dengan ketepatan dan presisi tinggi, sebagaimana tercantum di dalam persyaratan
teknis ini, gambar-gambar rencana, dan atau instruksi-instruksi yang dikeluarkan
oleh Konsultan Pengawas.
3. Semua material yang digunakan di dalam pekerjaan ini harus merupakan
material yang kualitasnya teruji dan atau dapat dibuktikan memenuhi ketentuan
yang disyaratkan.
4. Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi wajib melakukan pengujian beton yang
akan digunakan di dalam pekerjaan ini. Termasuk dalam hal ini membuat (Mix
Design/Trial Mix), sampel beton dan slump. Apabila memiliki referensi / formulasi
mix design yang pernah dilakukan pada proyek lain yang mutunya sesuai dengan
mutu beton yang disyaratkan pada pekerjaan ini boleh dipakai sebagai sampel
trial mix.
5. Seluruh material yang oleh Konsultan Pengawasdinyatakan tidak memenuhi
syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi kegiatan dan tidak diperkenankan
menggunakan kembali.

B. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan pondasi foot plat meliputi semua pekerjaan pekerjaan pembuatan
pondasi foot plat beton bertulang dan tak bertulang, yang ditunjukan gambar
rencana mulai dari pekerjaan galian, rabat beton lantai kerja, pekerjaan
pembesian, pekerjaan beton, serta pengurugan kembali.
2. Pekerjaan sloof adalah pekerjaan pembuatan sloof beton bertulang sesuai
dengan gambar perencanaan, baik dimensi sloof maupun besi yang akan
digunakan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 29
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Pekerjaan beton kolom adalah pekerjan pembuatan beton kolom beton


bertulang sehingga menghasilkan beton kolom sesuai gambar rencana.
4. Pekerjaan beton balok adalah pekerjaan pembuatan beton bertulang balok
(balok lantai, balok ring) sehingga menghasilkan beton balok sesuai gambar
rencana, baik dimensi balok maupun pembesiannya.
5. Pekerjaan beton plat adalah pekerjaan pembuatan beton bertulang plat ( plat
Selasar, plat tribun dan plat kantilever) sehingga menghasilkan beton plat sesuai
gambar rencana, baik dimensi plat maupun pembesiannya.

C. Standar Pelaksanaan
1. SK SNI S-04-1989-F, tentang spesifikasi bahan bangunan bagian A /
bahan bangunan bukan beton.
2. SK SNI S-05-1989-F, tentang spesifikasi bahan bangunan bagian B /
bahan bangunan dari besi/baja.
3. SK SNI S-04-1989-F tentang spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A /
Bahan Bangunan Bukan Logam)
4. SNI M-26-1990-F, tentang metode pengujian dan pengambilan contoh
untuk campuran beton segar.
5. SK SNI-T-15-1990-03, tentang cara pembuatan rencana campuran beton
normal.
6. SK SNBI S-18-1990-03, tentang spesifikasi bahan tambahan untuk beton.
7. SK SNI T-28-1991-03, tentang tata cara pengadukan pengecoran beton.
8. Pd-T-27-1990-03, tentang tata cara pendetailan penulangan beton.
9. SK SNI M-62-1990-03, tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji
beton di laboratorium.
10. SNI 03-1974-1990, tentang metode pengujian kuat tekan beton.
11. SNI 07-2529-1991, tentang metode pengujian kuat tarik baja beton.
12. SNI 03-4146-1996. tentang metode pengujian slump beton.

D. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan galian tanah pondasi
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja
pekerjaan galian tanah meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 30
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

alat, jadwal pelaksanaan dan alur pekerjaan untuk mendapat persetujuan dari
PPK dan Konsultan Pengawas, disertai gambar shop drawing.
2. Kedalaman dan bentuk galian harus sesuai dengan gambar perencanaan.
3. Penempatan tanah bekas galian tidak boleh mengganggu pekerjaan lain.
b. Pekerjaan urug pasir bawah pondasi
1. Setelah penggalian tanah sesuai dengan gambar rencana, dihamparkan
urug pasir bawah pondasi dengan menggunakan pasir urug.
2. Urug pasir bawah pondasi ini digunakan sebagai landasan untuk
meletakkan lantai kerja.
3. Tebal urug pasir bawah pondasi adalah5 cm sesuai gambar rencana.
c. Pekerjaan rabat beton lantai kerja
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja
pekerjaan lantai kerja.
2. Rencana Kerja tersebut meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan
alat, jadwal pelaksanaan dan alur pekerjaan, serta contoh material yang akan
dipakai disertai sertifikat hasil pengujian material untuk mendapat persetujuan
dari PPK dan Konsultan Pengawas, disertai shop drawing.
3. Lantai kerja dibuat dengan beton K-100 atau f’c 7,4 Mpa
4. Untuk beton lantai kerja digunakan kerikil bulat ukuran 2-3 cm.
5. Tebal lantai kerja 5 cm atau sesuai dengan gambar rencana.
6. Lantai kerja harus ratadan diperiksa kemiringannya dengan waterpass.
d. Pekerjaan pembesian
1. Contoh material besi tulangan yg akan dipakaiharus diserahkan
kepada
2. Konsultan Pengawas dan dilakukan uji tes kuat tarik besi. Material besi
tulangan yang dipakai harus memenuhi spesifikasi yg ditentukan untuk besi
tulangan ≥12 mm minimal fy = 3700 kg/cm2 dan besi tulangan <12 mm fy =
2400 kg/cm2.
3. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja
meliputi alat, tenaga, alur kerja, jadwal dan shop drawing yang menunjukkan
diameter besi, jumlah besi dan jarak pembesian pada area yang akan dicor.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 31
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Permukaan tulangan harus dibersihkan dan dijaga agar bebas dari


kotoran, lemak, minyak dan karat beton kering, oli dan material lain yang
mengurangi lekatan (bonding) antara besi dan beton.
5. Pembengkokan besi (bending slope), dengan kemiringan 1 : 6
membengkok atau meluruskan batang tulangan harus dilakukan dalam
keadaan dingin.
6. Substitusi atau penggantian diameter tulangan, disebabkan Penyedia
Barang/ Jasa tidak berhasil memperoleh diameter tulangan yang ditetapkan
dalam gambar, dapat dilakukan atas persetujuan PPK dan Konsultan
Pengawas
7. Pemasangan tulangan yang mencakup besarnya diameter dan jumlah
batang tulangan, harus mengikuti ketentuan dalam gambar. Jarak
antara sisi luar tulangan dengan cetakan beton (tebal selimut beton)
sedikitnya 2½ cm, yang dijaga jaraknya dengan memasang beton decking.
8. Menyambung batang tulangan dan panjang penyaluran dapat dilakukan
dengan ketentuan panjang sambungan dan panjang penyaluran adalah
minimal 40 kali diameter tulangan pokok yang dilakukan penyambungan.
9. Ujung tulangan polos harus dihak (ditekuk) pada ujungnya 135° dari
keadaan lurus
10. Besi tulangan satu dengan yang lain atau dengan sengkang harus diikat
bendrat dengan kuat agar tidak bergeser.
11. Pada tulangan plat diberi kursi-kursi besi diameter minimal 10 mm (spacer)
dan dipasang ganjal tahu-tahu beton tebal 2,5 cm dengan jarak 60 cm.
e. Las
1. Bila diperlukan atau disetujui, pengelasan tulangan beton harus sesuai
dengan Reinforcement Steel Welding Code (AWS D 12.1).
2. Pengelasan tidak boleh dilakukan pada pembengkakan di suatu
batang, pengelasan pada persilangan (las titik) harus diijinkan kecuali seperti
di anjurkan atau disahkan oleh Direksi Lapangan.
3. ASTM specification harus dilengkapi dengan keperluan jaminan
kehandalan kemampuan las dengan cara ini.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 32
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

f. Sambungan Mekanik
Bila jumlah luas tulangan kolom melampaui rasio 3% dari luas penampang
kolom dengan menggunakan diameter 32 mm, sambungan mekanik untuk
tulangan (pada kolom) harus disediakan dan dipakai.
g. Pekerjaan bekisting/ cetakan
1. Bekisting/ cetakan beton harus mudah dipasang dan dibongkar dan cukup
kuat untuk menahan berat beton sendiri.
2. Pekerjaan Bekisting khusus untuk pondasi dapat menggunakan pasangan
bata.
3. Bahan bekisting/ cetakan menggunakan multiplek dan usuk dari kayu
meranti/ kayu kelas III serta harus memenuhi syarat-syarat kekuatan
kerapatan dan mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing.
4. Penyedia barang/ jasa harus memberikan contoh-contoh bahan yang
akan digunakan untuk cetakan beton untuk mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas dan PPK.
5. Pelaksanaan pekerjaan.
o Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Barang dan Jasa konstruksi
harus menyiapkan rencana kerja meliputi alat, tenaga, alur kerja, jadwal
pekerjaan dan shop drawing.
o Panel bekisting diperiksa sesuai dengan shop drawing.
o Sambungan panel bekisting harus rapat dengan ditutup seal tape
atau sejenisnya supaya air semen tidak keluar lewat sambungan panel.
o Bekisting harus diperiksa kevertikalan dan kelurusaannya dengan lot
dan tarikan benang.
o Level lantai bekisting diperiksa dengan alat ukur terhadap level finish.
o Untuk kebutuhan instalasi ME, lebar sparing maksimal 10 cm (khusus
pada sloof).
o Untuk kebutuhan instalasi ME luas total sleeve/ pipa maksimum 4% dari
luas penampang sloof/ kolom/ balok.
h. Steger/ perancah/ stoetwerk
Untuk steger/ perancah/ stoetwerk digunakan schafolding.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 33
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

i. Pelaksanaan cor beton


1. Pengerjaan beton
o Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja
pelaksanaan cor beton, volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat,
jadwal pelaksanaan dan alur pekerjaan, serta contoh material yang akan
dipakai, job mix designbeton dari vendor disertai sertifikat hasil uji coba
laboratorium untuk masing-masing bahan/ material, dan mendapat
persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas disertai gambar shop
drawing.
o Untuk beton bertulang menggunakan adukan semen pasir split dengan
mutu beton K-175 untuk pondasi pilecap, sloof, kolom dan balok. Sebelum
pekerjaan beton dikerjakan, Penyedia Barang dan Jasa harus mixed
design test di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik independen yang
disetujui Konsultan Pengawas dan PPK.
o Beton struktur mengunakan mutu K-175 pondasi pilecap, sloof, kolom dan
balok beton site mix. Kecuali untuk kolom praktis dan balok praktis/ balok
lateu dengan tegangan hancur minimum 175 kg/cm2 digunakan beton mutu
K-175 atau f’c 14,5 Mpa beton site mix.
o Sebelum dicor, lantai kerja harus bersih dari sisa-sisa pekerjaan
sebelumnya atau kotoran-kotoran.
o Material bekisting sudah dilapisi dengan oli bekas (non ekspose) agar
beton tidak melekat pada cetakan dan mudah dibuka, untuk bekisting
bekas yang akan dipakai ulang harus dirawat sehingga layak digunakan.
o Bila diperlukan stek untuk penulangan di atasnya, panjang stek minimal
40 kali diameter tulangan pokok.
o Pengatur jarak penutup beton harus terpasang pada tempatnya dan
batas ketinggian cor harus ditandai dengan jelas.
2. Adukan/ adonan beton
o Semua beton ready mix harus disupplai dari perusahaan yang disetujui
oleh PPK dan Konsultan Pengawas.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 34
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

o Beton ready mix harus dicor pada tempatnya dalam waktu maksimal
sesuai dengan aturan setting time rekomendasi dari batching plant beton
dihitung mulai truck mixer keluar dari plan sampai keluar dari proyek.
o Pada penggunaan adukan beton ready mix, Penyedia Barang dan Jasa
harus mendapat ijin lebih dahulu dari PPK dan Konsultan Pengawas,
dengan terlebih dahulu mengajukan calon nama dan alamat supplier untuk
beton ready mix tadi. Dalam hal ini Penyedia Barang dan Jasa tetap
bertanggung jawab penuh bahwa adukan yang disupplai benar-benar
memenuhi syarat dalam spesifikasi ini serta menjaminkualitas yang
kontinyu pada setiap pengiriman.
o Segala tes yang harus dilakukan di lapangan harus tetap dijalankan,
dan Konsultan Pengawas akan menolak supply beton ready mix bilamana
diragukan kualitasnya. Semua risiko dan biaya sebagai akibat dari hal
tersebut di atas, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Barang
dan Jasa.
o Penyedia barang/Jasa harus membuat adukan (adonan) beton
menurut komposisi adukan dan proporsi antara split, semen, pasir dan air
dan bertanggung jawab penuh atas kekuatan beton yang dipersyaratkan.
o Penggunaan air harus sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan
beton yang dapat memberikan daya lekat yang baik dengan besi beton.
o Adukan (adonan) beton yang dibuat setempat (site mixing)
menurut ketentuan dari hasil mixed design test dari Laboratorium Bahan
Konstruksi Teknis independen. Adukan beton yang dibuat setempat (site
mixing) harus memenuhi ketentuan:
 Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (beton
mollen), type dan kapasitasnya mendapat persetujuan.
 Kecepatan mengaduk sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat
mesin tersebut.
 Jumlah adukan beton tidak melebihi kapasitas mesin pengaduk.
 Lama pengadukan tidak kurang dari 2 (Dua) menit sesudah semua bahan
berada dalam mesin pengaduk.
 Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 (Tiga puluh) menit harus
dibersihkan dahulu.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 35
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

o Alat kerja berupa mesin pengaduk, sekop, takaran material, dan


alat pengangkutan adukan beton harus dalam kondisi siap pakai dan telah
disiapkan cadangannya.
o Bila dilakukan pengecoran beton pada malam hari harus disediakan
penerangan yang cukup dan dipersiapkan pelindung hujan.
o Pengadukan dilakukan dengan mesin pengaduk, untuk mendapatkan
beton yang homogen. Adukan diangkut ke tempat penuangan sebelum
semen mulai berhidrasi dan selalu dijaga agar tidak ada bahan-bahan yang
tumpah atau memisah dari campuran.
o Pengadukan beton, untuk beton struktur diupayakan
menggunakan campuran beton site mix harus mendapatkan persetujuan
dari Konsultan Pengawas dan PPK.
o Penuangan adukan beton harus terus menerus agar didapatkan beton
yang monolit. Selama penuangan beton, cetakan maupun tulangan dijaga
agar tidak berubah posisi, kevertikalan bekisting harus selalu periksa
selama pengecoran.
o Air yang digunakan untuk bahan adukan beton, adukan pasangan,
bahan pencuci agregat dan untuk curing beton harus air tawar yang bersih
dari bahan-bahan yang berbahaya dari penggunaannya seperti minyak,
alkali, sulfat, bahan organis, garam dan slit (lanau).
o Penyedia Barang/ Jasa tidak diperkenankan menggunakan air dari
rawa, sumber air yang berlumpur, ataupun air laut. Tempat pengambilan
harus dapat menjaga kemungkinan terbawanya material-material yang
tidak diinginkan seperti di atas.
o Penggunaan air kerja harus mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
3. Pengecoran beton
o Pengecoran beton dapat dilaksanakan setelah semua sarana siap,
perancah, cetakan (bekisting), tulangan, beton decking serta komponen
lain yang direncanakan tertanam dalam beton terpasang dengan
sempurna, seluruh permukaan bidang yang akan dicor telah dibersihkan.
o Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran
dengan menggunakan cara/ metode yang sepraktis mungkin, sehingga

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 36
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

tidak memungkinkan adanya pengendapan agregat dan tercampurnya


kotoran- kotoran atau bahan-bahan lain dari luar.
o Penggunaan alat-alat pengangkut mesin haruslah mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas dan PPK sebelum alat-alat tersebut didatangkan
ke lokasi pekerjaan.
o Semua alat pengangkut yang akan dipergunakan sebelumnya
harus dibersihkan terlebih dulu dari segala kotoranserta sudah
disetujui oleh Konsultan Pengawas dan PPK.
o Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak
dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu
ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat kasar terlebih
dahulu.
o Dalam keadaan khusus pengecoran diperbolehkan menuang dari
suatu ketinggian maksimum (tinggi jatuh) setinggi 1,5 m (untuk pengecoran
kolom- kolom struktur).
o Pengecoran dilakukan secara terus menerus (kontinyu/ tanpa henti).
o Jika memang terpaksa adanya pemberhentian cor beton, pemberhentian
cor beton adalah di seperempat bentang.
o Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 30
menit setelah keluar dari mesin adukan yang tumpah selama
pengangkutan tidak boleh dipakai untuk cor.
o Pada pengecoran baru (sambungan antara beton lama dengan beton
baru) permukaan beton lama terlebih dulu harus dibersihkan dan
dikasarkan dengan menyikat menggunakan sikat kawat baja sampai
agregat kasar tampak, kemudian disiram dengan air semen yang cukup
kental. Tempat penghentian cor beton harus mendapatkan persetujuan
Konsultan Pengawas dan PPK.
o Tidak diijinkan adanya beton yang mengalami keretakan atau pecah,
besi tulangan yang tidak tertutup beton, adanya sarang krikil serta bentuk
yang tidak diinginkan. Apabila terjadi keadaan yang demikian beton harus
dibongkar dan selanjutnya diganti atau diperbaiki.
o Pada pengecoran seluruh plat lantai menggunakan pompa.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 37
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

o Pemakaian aditif dikonsultasikan padaKonsultan Pengawas


sebelum digunakan.
4. Pemadatan beton
o Selama pengecoran, beton dipadatkan dengan menggunakan
vibrator. Penggunaan alat ini tidak boleh merusak acuan/ cetakan beton
dan tidak boleh merusak posisi besi tulangan.
o Pemadatan beton manual dengan ditusuk tidak boleh mencapai ketebalan
15 cm. Pemadatan dengan alat getar tidak boleh menyentuh bekisting dan
atau tulangan.
o Pemadatan beton secara berlebih akan menyebabkan pengendapan
agregat/segregasi, kebocoran-kebocoran pada acuan dan lain-lain harus
dihindarkan.
5. Slump test
o Selama pengecoran harus selalu ada pekerja yang melakukan slump
test dalam bentuk kerucut abrams untuk mengukur kelencakan atau
kekentalan campuran beton dan membuat benda uji beton dengan cetakan
berupa silinder.
o Setiap benda uji beton harus dituliskan sewaktu masih basah, tanggal/
bulan/tahun dan macam/ jenis beton strukturnya.
o Kekentalan adukan ditentukan dengan nilai slump sebesar 10 ± 2
cm, pengukuran nilai slump dengan kerucut abrams.
6. Test uji beton
o Untuk keperluan test kuat desak beton, diadakan pengambilan contoh
beton segar.
o Cetakan berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 30 cm dengan diameter
15 cm. Pengambilan adukan beton, percetakan silinder coba dan curingnya
harus di bawah Pengawasan. Sample diambil tiap 5 m3, prosedurnya
harus memenuhi syarat-syarat dalam Peraturan Beton Indonesia (NI.2-
1971)
o Pengambilan contoh beton segar dilakukan langsung dari mesin aduk
setelah pengadukan selesai.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 38
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

o Bila pengambilan dilakukan dari truk aduk, dilakukan sebanyak 3 kali


atau lebih dalam selang waktu ketika penuangan beton dari dalam
pengaduk (awal, tengah dan akhir).
o Untuk beton struktur antara lain foot plat, kolom utama, balok utama,
plat lantai, setiap macam pekerjaan harus dilakukan test uji beton desak.
o Benda uji beton harus dibuat sebanyak minimal 1 (satu) buah untuk
setiap pengecoran 5m3 beton. Pada benda uji harus dicantum
Pengawasan tanggal/bulan/tahun dan jenis/macam pekerjaan struktur
(foot plat, balok ikat/sloof, kolom struktur, balok lantai, plat lantai,
ring balk, dan lain sebagainya). Tulisan harus asli/tidak ada rekayasa.
Harus ada petugas khusus untuk melakukan test nilai slump dan membuat
benda uji.
o Pengujian silinder percobaan harus dilakukan di laboratorium yang
disetujui Konsultan Pengawas, dengan usia uji beton meliputi 7, 14, dan 28
hari.
7. Curing dan perlindungan beton
o Beton harus dilindungi terhadap matahari selama berlangsungnya
proses pengerasan, pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan
perusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya.
o Semua permukaan beton harus dijaga tetap basah terus menerus selama
14 (empat belas) hari. Khusus untuk kolom, maka curing beton dapat
dilakukan dengan cara menutupi dengan karung basah/ plastik sedangkan
untuk lantai selama 7 (Tujuh) hari pertama dengan cara menutupi dengan
karung basah atau menyemprotkan/ menggenangi dengan air pada
permukaan beton tersebut.
o Terutama pada pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing
dan perlindungan atas beton harus lebih diperhatikan. Penyedia Barang dan
Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas retaknya beton karena susut
akibat kelalaian ini.
o Konstruksi beton secara natural harus diusahakan sekedap mungkin.
Beton yang keropos/ bocor harus diperbaiki. Prosedur perbaikan beton
yang keropos harus mendapat persetujuan PPK dan Konsultan Pengawas,

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 39
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

dan Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi tidak dikenakan biaya tambahan
untuk perbaikan tersebut.
j. Pembongkaran bekisting/ cetakan beton
o Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja
pekerjaan pembongkaran bekisting dan perawatan beton meliputi volume
pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan dan alur
pekerjaan, untuk mendapat persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas.
o Cetakan beton harus dibongkar dengan cara yang sedemikian rupa
sehingga dapat menjamin keselamatan penuh atas struktur-struktur yang
dicetak dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan minimal sebagai
berikut :
 Alat yang digunakan untuk membongkar bekisting tidak boleh merusak
permukaan beton.
 Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi penguapan
cepat.
 Dalam hal apapun cetakan beton pada jenis struktur ini tidak boleh
dibongkar sebelum ada ijin dari Konsultan Pengawas.
o Beton harus dibasahi paling sedikit selama 14 (Empat belas) hari
setelah pengecoran.
o Pembongkaran bekisting atas dasar persetujuan PPK dan Konsultan
Pengawas.
k. Perbaikan Beton
1. Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus meminta Konsultan
Pengawas untuk memeriksa permukaan beton segera setelah pembongkaran
acuan.
2. Penyedia Barang/Jasa, atas biayanya harus mengganti beton yang tidak
sesuai dengan garis, detail atau elevasi yang telah ditentukan atau yang
rusaknya berlebihan. (Tidak diijinkan menambal, mengisi, memulas,
memperbaiki, mengganti beton ekspos kecuali atas petunjuk Konsultan
Pengawas).
3. Semua beton yang membentuk permukaan harus memiliki penyelesaian cor
di tempat menggunakan acuan khusus. Lubang pengikat harus ditutup.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 40
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Permukaan ekspos dan permukaan yang akan dicat harus bersih dari
tambalan, memiliki sirip-sirip dan tetesan adukan yang tersikat halus, dan
memiliki permukaan yang bebas dari lapisan penutup dan debu.
4. Keropos, lubang atau sambungan dingin harus diperbaiki segera
setelah pembongkaran acuan. Bahan tambalan harus kohesif, tidak berkerut
dan melebihi kekuatan beton. Beton kropos tidak boleh ditambal manual,
menambalan harus digrouting/ injection dengan mesin tekanan hydrolis.
5. Singkirkan cacat, karat, noda atau beton ekspos yang luntur warnanya
atau beton yang akan dicat dengan :
a. Semprotan pasir ringan
b. Pembersihan dengan larutan lembut sabun deterjen dan air yang
diaplikasikan dengan menggosok secara keras dengan sikat lembut,
kemudian disiram dengan air.
c. Hilangkan noda karat dengan mengaplikasikan pasta asam oksalid, biarkan
sejenak, dan sikat dengan kikir yang disetujui.
d. Pembersihan dengan larutan asal muriatik yang mengandung tidak kurang
dari 2 % dan tidak lebih dari 5 % asal dalam volume, yang diaplikasikan
pada permukaan yang sebelumnya telah dilembabkan dengan air bersih.
e. Hilangkan asam. Lindungi bahan metal atau lainnya yang dapat rusak
karena asam.
f. Tambalan semen.
g. Mengikir dan menggerinda.
l. Pemasangan Pipa dan Lain-lain Dalam Beton
1. Penempatan saluran/ pemipaan harus sedemikian rupa sehingga
tidak mengurangi kekuatan struktur dengan memperhatikan persyaratan
SK-SNI T-15-1991-03.
2. Tidak diperkenankan untuk menanam pipa dan lain-lain dalam bagian
struktur beton bila tidak ditunjukkan secara detail dalam gambar. Dalam
beton perlu dipasang selongsong pada tempat-tempat yang dilewati pipa.
3. Bila tidak ditentukan secara detail atau ditunjukkan dalam gambar,
tidak dibenarkan untuk menanam saluran listrik dalam struktur beton.
4. Apabila dalam pemasangan pipa-pipa, saluran listrik, bagian-bagian
yang tertanam dalam beton dan lain-lain terhalang oleh adanya baja

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 41
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

tulangan yang terpasang, maka Pemborong harus mengkonsultasikan hal ini


dengan Konsultan Pengawas.
5. Tidak dibenarkan untuk membengkokkan atau menggeser atau
memindahkan
6. baja tulangan tersebut dari posisinya untuk memudahkan dalam melewatkan
pipa-pipa saluran tersebut tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.
7. Semua bagian atau peralatan yang ditanam dalam beton seperti angkur-
angkur, kait dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan pekerjaan
beton, harus sudah dipasang sebelum pencoran dilaksanakan.
8. Bagian-bagian atau peralatan tersebut harus dipasang dengan tepat
pada posisinya dan diusahakan agar tidak bergeser selama pencoran beton
dilakukan.
9. Pemborong utama harus memberitahukan serta memberi kesempatan
kepada pihak lain untuk memasang bagian/ peralatan tersebut sebelum
pencoran beton dilaksanakan.
10. Rongga-rongga kosong atau bagian-bagian yang harus tetap kosong
pada benda atau peralatan yang akan ditanam dalam beton, yang mana
rongga tersebut harus tidak terisi beton, harus ditutupi dengan bahan lain
yang mudah dilepas nantinya setelah pelaksanaan pencoran beton

E. Cacat-cacat pada Pekerjaan Beton Struktur


1. Bila penyelesaian pekerjaan, bahan yang digunakan atau keahlian dalam
pengerjaan setiap bagian pekerjaan tidak memenuhi persyaratan-persyaratan
yang tercantum dalam persyaratan teknis, maka bagian pekerjaan tersebut harus
digolongkan sebagai cacat pekerjaan.
2. Semua pekerjaan yang digolongkan demikian harus dibongkar dan diganti
sesuai dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.
3. Seluruh pembongkaran dan pemulihan pekerjaan yang digolongkan cacat
tersebut serta semua biaya yang timbul akibat hal itu seluruhnya menjadi beban
Pemborong.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 42
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

F. Material
a. Semen
1. Semen yang dipakai adalah semen jenis Portland Cement (PC) yang
setara dengan Tonasa/Bosowa/Kupang.
2. Harus dipakai 1 (Satu) merk semen untuk seluruh pekerjaan.
3. Semen harus didatangkan dalam zak yang utuh/ tidak pecah, tidak
terdapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak.
4. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras).
5. Semen yang sudah disimpan lebih dari 6 (Enam) bulan sejak dibuat perlu
diuji sebelum digunakan, jika sudah rusak harus ditolak.
b. Agregat kasar
1. Harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang
baik, cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porus), dengan tekstur
permukaan kasar, butir-butirnya tajam, kuat dan bersudut.
2. Ukuran maksimum dari agregat kasar tidak lebih dari 2/3 dan tidak lebih
besar dari 3/4 jarak bersih antar baja tulangan atau jarak baja tulangan dengan
cetakan dan tidak boleh lebih besar dari 1/3 tebal plat.
3. Kadar lumpur tidak boleh melebihi dari 1% berat kering dan tidak
boleh mengandung garam.
c. Agregat halus
1. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam, kuat dan bersudut.
2. Bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah lempung dan
sebagainya, jumlah kandungan bahan ini maksimal 5% dan tidak
mengandung garam.
3. Mempunyai variasi besar butir (gradasi) yang baik dengan ditunjukan
dengan nilai modulus halus butir antara 1,50-3,80.
4. Pasir harus dalam keadaan jenuh kering muka.
d. Air
1. Tidak mengandung lumpur atau benda melayang lainnya lebih dari 2
gram/liter.
2. Tidak mengandung garam-garam yang dapat merusak beton (asam, zat
organik lainnya) lebih dari 15 gram/liter.
3. Tidak mengandung khlorida (Cl) lebih dari 0,5 gram/liter.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 43
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gram/liter.


5. Apabila dipandang perlu, Konsultan Pengawas dapat minta kepada
Penyedia Barang dan Jasa konstruksi supaya air yang dipakai diperiksa di
laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Penyedia
Barang dan Jasa Konstruksi.
e. Besi beton dan bendrat
1. Mutu besi tulangan untuk diameter lebih besar dari 12 mm dipergunakan
fy=3700 kg/cm2, sedangkan untuk besi tulangan dengan diameter 12 mm ke
bawah dipergunakan fy=2400 kg/cm2.
2. Besi tulangan sampai dengan diameter 12 mm digunakan besi polos,
besi tulangan dengan diameter di atas 12 mm digunakan besi ulir (deform)
3. Semua besi tulangan harus dibuktikan dengan sertifikat uji tarik baja minimal
3 (Tiga) buah benda uji untuk satu jenis besi dari batang yang berbeda
di laboratorium independen yang disetujui PPK dan Konsultan Pengawas.
4. Kawat pengikat besi betonadalah dari baja lunak (tidak disepuh seng).
5. Ukuran dan jumlah tulangan sesuai gambar rencana.
6. Besi beton dan bendrat merupakan produk dan terdapat label SNI.
7. Kualitas dan diameter nominal dari baja tulangan yang digunakan
harus dibuktikan dengan sertifikat pengujian laboratorium, yang pada
prinsipnya menyatakan nilai kuat leleh dan berat per meter panjang dari
bahan tulangan dimaksud. Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus
mengajukan brosur atau hasil tes tulangan pada proyek sebelumnya yang
memenuhi syarat dan dapat digunakan pada pekerjaan ini dan dimasukkan
dalam usulan penawaran data teknis.
8. Kuat leleh aktual berdasarkan pengujian di pabrik tidak melampaui kuat
leleh yang ditentukan sebesar lebih dari 120 MPa (uji ulang tidak boleh
memberikan hasil yang melampaui harga ini sebesar lebih dari 20 MPa) (SNI
03-2847-2002, pasal 23.2.5).
9. Rasio kuat tarik aktual terhadap kuat leleh aktual (batas ulur) tidak kurang
dari 1,25 (SNI 03-2847-2002, pasal 23.2.5).
10. Diameter nominal baja tulangan (baik deform/BJTD) yang digunakan harus
ditentukan dari sertifikat pengujian tersebut dan harus ditentukan dari rumus :
atau

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 44
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

dimana :
d = diameter nominal dalam mm
B = berat baja tulangan (N/mm)
G = berat baja tulangan (kg/m)

11. Toleransi ukuran diameter adalah sebagai berikut :


Toleransi Diameter yang
Diameter Baja Tulangan
Diijinkan
Ø 6 mm ± 0.3 mm
Ø 8 < d < Ø 14 mm ± 0.4 mm
Ø 16 < d < Ø 25 mm ± 0.5 mm
Ø 28 < d < Ø 34 mm ± 0.6 mm
(Sumber : SNI
d < 07
35 – 2052 – 2002 tabel ±3)0.8 mm

12. Toleransi berat batang contoh yang diijinkan sebagai berikut :


Toleransi Berat yang
Diameter Baja Tulangan
Diijinkan
Ø 6 < d < Ø 8 mm ±7%
Ø 10 < d < Ø 16 mm ±6%
Ø 16 < d < Ø 28 mm ±5%
(Sumber Ø
: SNI
> 2807mm
– 2052 – 2002 tabel 4)± 4 %

13. Toleransi Tarik mínimum dan regangan mínimum sebagai berikut :


Batas Ulur Kuat Tarik Regangan
Simbol Minimum Minimum Minimum
(kg/mm2) (kg/mm2) (%)
BJTP 24 24 39 20
BJTP 30 30 45 14
BJTD 30 30 45 10
BJTD 35 35 50 18
BJTD 40 40 57 16
(Sumber : SNI 07 – 2052
BJTD 50 50 – 2002 tabel
63 sifat mekanis)
12

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 45
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

14. Sebelum pengiriman baja tulangan dilakukan, Penyedia Barang dan Jasa
Konstruksi harus menunjukan sample, hasil uji tarik, berat dan diameter yang
akan digunakan. Hal ini akan mempermudah dan dapat menjaga
kualitas. Dilokasi proyek Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus
menyediakan alat sket mat untuk mengukur diameter tulangan polos dan
dimasukkan dalam dokumen penawaran data teknis.
15. Baja tulangan yang didatangkan harus dalam bentuk lonjoran/tidak boleh
ditekuk, kecuali untuk baja tulangan polos dibawah Ø 12 mm.
f. Pengisi Sambungan (Joint Filler) dan Joint Sealant
1. Joint filler harus memenuhi persyaratan AASHTO M 213-65 dan US
Federal Specification HH-F 34 1a type 1 class B.
2. 2) Joint filler harus memenuhi persyaratan US Federal Specification SS-
S-200 D/TT-S-00227 E type II, BS 4254.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 46
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 9
PEKERJAAN BAJA RINGAN

A. Pekerjaan Baja Ringan ( Usuk dan Reng ) dan atau Kuda-Kuda Baja Ringan
1.1. Lingkup Pekerjaan
Seluruh pekerjaan pemasangan baja ringan seperti dalam gambar kerja
meliputi :
1. Pengukuran bentang (sebelum fabrikasi) dan desain
2. Fabrikasi dikerjakan di workshop dengan mesin JIG
3. Pengangkutan (delivery) dan kebutuhan bahan di lapangan
4. Pekerjaan pemasangan rangka atap pada usuk dan reng atau kuda-kuda
baja ringan harus sesuai gambar rencana

1.2. Pelaksanaan Pekerjaan


1. Desain rangka atap harus didukung oleh analisis perhitungan yang akurat
serta memenuhi kaidah teknik yang benar dalam perancangan standard
batas desain struktur baja cetak dingin (Limit State Cold Formed Steel
Structure Design)
2. Desain rangka atap harus melampirkan perhitungan struktur dengan
software yang telah terverifikasi untuk proyek terkait.
3. Kontraktor wajib menyerahkan mill certificate (sertifikat pabrik) dari material
baja yang akan digunakan serta dokumen data-data produk. Dan
harus mengeluarkan surat garansi yang dikeluarkan oleh principal /
pemegang merk yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun yang mana
sesuai aturan pemerintah Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 18 tahun
1999.
4. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap
semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. Pada
prinsipnya ukuran pada gambar kerja adalah ukuran jadi/ finish.
5. Setiap bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang tertulis di sini yang
diakibatkan oleh kurang teliti dan kelalaian kontraktor akan ditolak dan
harus diganti kewajiban yang sama juga berlaku untuk ketidakcocokan
kesalahan maupun kekurangan lain akibat Kontraktor tidak teliti dan
cermat dalam koordinasi dengan gambar pelengkap dari Arsitek, Struktur,
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 47
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Mekanikal, dan Elektrikal. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambah


dalam hal ini harus dikerjakan atas biaya Kontraktor tidak dapat diklaim
sebagai biaya tambah.
6. Perubahan bahan/ detail karena alasan tertentu harus diajukan ke
Konsultan MK dan Perencana untuk mendapatkan persetujuan secara
tertulis. Semua perubahan yang disetujui dapat dilaksanakan tanpa adanya
biaya tambahan yang mempengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan
yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai
pekerjaan tambah kurang.
7. Sebaiknya sebanyak mungkin bahan untuk konstruksi baja ringan
difabrikasi di workshop dengan mesin JIG agar ukuran kuda-kuda akurat
dan presisi. Kontraktor bertanggung jawab atas semua kesalahan detail,
fabrikasi dan ketetapan pemasangan semua komponen struktur konstruksi
baja ringan.
8. Pemotongan material
a. Pekerjaan pemotongan material baja ringan harus menggunakan
peralatan yang sesuai, alat potong listrik dan gunting, dan telah
ditentukan oleh pabrik. b. Alat potong harus dalam kondisi baik
b. Pemotongan material harus mengikuti gambar kerja
c. Bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih.

1.3. Spesifikasi Material


1. Garansi pemasangan dan produk selama 10 tahun yang dikeluarkan oleh
pabrik/kantor pusat (bukan dari kantor cabang atau aplikator lain yang
mengerjakan proyek).
2. Perhitungan struktur rangka atap baja ringan menggunakan software Light
Weight Steel Truss System yang mencantumkan secara detail
kekuatan beban (loading parameter). Program memiliki lisensi khusus
/eksklusif
3. Memiliki system manajemen mutu standar SNI ISO9001:2015.
4. Baja ringan SNI 8399:2017 untuk profil baja ringan berdasarkan
peraturan BSN SNI 8399:2017)
5. Memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jenis Pofil
Rangka Baja ringan.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 48
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

6. Memiliki uji Tarik baja ringan, uji berat baja ringan, uji geser baut dari
laboratorium terakreditasi di KAN.
7. Pemasangan dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah mengikuti pelatihan
dan memiliki sertifikat keahlian (SKT) dari kantor pusat dan LPJK.
8. Memiliki gambar kerja untuk aplikator lapangan
9. Merek lain sebagai pembanding EKG Steel dan Smartruss Lysaght.
10. Surat dukungan dari distributor resmi yang ditunjuk oleh produsen baja
ringan.
11. Kapasitas 3 buah baut = 28389,4N
12. Berat minimal baja ringan per gram/m adalah: a. Profil C75, tebal 0,75mm =
820–860 gram/m b. Profil C75, tebal 1mm =1100–1220 gram/m

*pemasangan usuk reng tidak memiliki perhitungan struktur baja ringan

1. Material merupakan produksi pabrik dengan standar SNI dengans


pesifikasi sebagai berikut:
a. Komposisi bahan
- Aluminium (AL) = 55%
- Zinc (Zn) = 43.5%
- Silicon (Si) =1.5%
b. Baja mutu tinggi G550
c. Kekuatan leleh minimum 550Mpa d. Tegangan maksimum >
550Mpa
d. Modulus Elastisitas 200.000Mpa
e. Modulus Geser 80.000Mp

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 49
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Profil Material
A. Profil Truss baja ringan
 C.75.75 (tinggi profil 75 mm dan ketebalan berikut lapisan
pelindung / coating TCT 0,75 mm)
 C.75.1.00 (tinggi profil 75 mm dan ketebalan berikut lapisan
pelindung / coating TCT 1,00 mm)

B. Profil reng baja ringan


TS 35.045 (tinggi profil 35mm dan ketebalan berikut lapisan
pelindung / coating TCT0,45mm

C. TeknikPemasanganRangkadanBautberdasarkanGambarKerja

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 50
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

D. Cara Sambung Baja Ringan dengan Ring Balok


 Baut Kuda-Kuda 12 mm x 20 mm
 Baut Reng 10 mm x 16 mm
 Dynabolt 10 mm x 77 mm
 L-Bracket : Baja Ringan C75.75

E. Pekerjaan Pemasangan Usuk&Reng


(KombinasiDenganBajaKonvesional)
CaraSambungUsukdenganGordingBox
 BautUsuk12mmx20mm
 BautReng10mmx16mm
 L-Bracket:BajaRinganC75.75
 Pemasangan Usuk harus menggunakan Braket C75.75 (sebagai
kaki) yang berfungsi untuk menyamakan elevasi agar rata (tidak
mengikuti elevasi gording)

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 51
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Brace System (Bracing)


 Bottom Chord Bracing : Pengaku / Ikatan pada Tarik Bawah (
Bottom Chord ) Pada Kuda- Kuda Baja Ringan
 Top Chord Bracing : Pengaku/Ikatan pada Tarik Atas ( Top
Chord ) Pada Kuda- Kuda Baja Ringan
 Lateral Tie Bracing : Pengaku/Bracing antara Web Pada Kuda-
Kuda Baja Ringan, Sekaligus Berfungsi untuk Mengurangi Tekuk
Lokal Pada Batang Tekan
 Diagonal Web Bracing : Pengaju/Bracing Diagonal Antara
Web Pada Kuda- Kuda Baja Ringan Dengan Bentuk Yang Sama
dan Letak Berdampingan Strap Brace

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 52
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

B. PEKERJAAN ATAP METAL ROOF BERPASIR


Genteng Metal Genteng Metal yang dipakai jenis metal roof bertexture dengan
ketebalan miniman 0,30 mm terbuat dari material dasar metal galvalume berpasir
dengan jaminan anti karat dari pabrik pembuatnya, menggunakan produk dalam
negeri produk Prima Roof, Sakura Roof atau Multiroof yang setara dan memiliki nilai
TKDN minimal 40%, berikut bubungan dan flasingnya. Pemasangan genteng sesuai
dengan standar yang disaratkan oleh pabrik sesuai dengan jenis yang dipilih, warna
akan ditentukan kemudian.

SPESIFIKASI GENTENG MULTI ROOF


Bahan Baku : Clean Color Bond AZ 150 (Zincalume : 55 % Alumunium)
Per Lembar : 10 Daun (2×5)
Lebar : 1000 mm
Panjang : 770 mm
Berat : 5,38 kg/lembar
Warna : Hijau berpasir
Sudut Kemiringan : 12° – 90° Ukuran Reng : 30 mm x 40 mm Ukuran Kaso : 50
mm x 70 mm Jarak Reng : 385 mm
Jarak Kaso : 500

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 53
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 10
PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

A. Lingkup Pekerjaan
1. Pasangan batu bata dilakukan menurut kebutuhannya atau atas petunjuk-
petunjuk Konsultan Pengawas.
2. Kolom-kolom praktis untuk penguat pasangan batu bata harus dipasang besi 4
Ø 12 mm dengan begel Ø 8 mm - 15 cm sedemikian rupa sehingga maksimum
setiap luas 9 meter persegi pasangan bata harus dikelilingi oleh penguat-penguat
(kolom- kolom praktis) tersebut.
3. Pada sisi lain tegak yang berhubungan dengan beton/ kolom harus
dipasang angkur Ø 8 mm panjang 30 cm dari muka beton dengan jarak tiap 40
cm sepanjang sisi tegak.

B. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Cara dan perlengkapan untuk pengangkutan batubata atau adukan
harus sedemikian rupa sehingga tidak merusak batu bata atau menunda
pemakaian beton.
2. Setelah permukaan pondasi dan sloof disiapkan dengan baik, batu bata
dipasang diatas adukan setebal antara 1,5 - 2,5 cm.
4. Batu bata tidak boleh dipasang pada waktu hujan lama atau hujan besar.
Adukan yang hanyut karena hujan harus segera disingkirkan.
5. Tidak diperkenankan berdiri di atas pekerjaan batu bata sebelum mengeras.
6. Batu bata harus dipasang dengan baik, rata, horizontal, dikerjakan dengan alat-
alat pengukur datar ataupun tegak ("lot” dsb), sambungan sama rata, sudut
persegi, naad tegak tidak segaris (silang) permukaan baik dan rata, "bergigi"
(tiap sambungan saling menutup).
7. Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton harus dipasang stek besi
dan pada ujung pasangan harus bergerigi.
8. Pada penghentian pasangan harus dipakai penggigian miring.
9. Jika setelah pekerjaan pemasangan ternyata ada batu bata yang menonjol
atau tidak rata, maka bagian-bagian ini harus dibongkar dan diperbaiki kembali
atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 54
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

10. Pemasangan batu bata harus dirawat/ disirami dengan air sesuai dengan
petunjuk Konsultan Pengawas/ Tim Teknis.
11. Sebelum pemasangan, semua batu bata harus dibasahi dengan air bersih
sampai kenyang, atau direndam dalam air sehingga buih-buih hilang.
12. Batu bata yang pecah dengan ukuran kurang dari setengah tidak dibenarkan
untuk dipakai. Untuk yang patah dua tidak melebihi dari 5% (Lima persen).
13. Semua pemasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-dinding beton,
balok atau pelat beton dan bagian-bagian struktur lainnya.

C. Material
1. Bahan batu bata harus memenuhi syarat-syarat:
a. Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama rata dan saling tegak lurus,
tidak retak-retak, tidak mengandung batu dan tidak berlubang-lubang.
b. Ukuran batu bata (produksi purworejo dan sekitarnya) :
Panjang : 22 cm
Lebar : 11 cm
Tebal : 5 cm
c. Penyedia Barang/ Jasa Pemborongan harus menyerahkan sampel batu
bata yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
d. Batu bata yang ternyata tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan
dari site.
2. Plesteran harus memenuhi syarat-syarat :
a. Proporsi adukan plesteran beton 1 pc : 3 ps.
b. Proporsi adukan plesteran pasangan dinding 1 pc : 5 ps.
c. Proporsi adukan plesteran pasangan dinding trasram 1 pc : 3 ps.
d. Adukan yang tumpah ke bawah pada waktu pemasangan batu bata bekas
dan yang sudah ditinggalkan lebih dari 2 jam tidak boleh dipakai atau
dicampurkan dengan yang baru.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 55
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 11
PEKERJAAN DINDING

A. DINDING PARTISI
1.1. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasangan
dinding partisi Calsiboard yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai setinggi
plafond (rapat dengan plafond) untuk partisi depan KM/WC , dan 1,5 m dari
lantai untuk partisi ruangan. Dengan rangka penguat seperti ditunjukkan dalam
gambar. Untuk ruang-ruang dalam seperti yang ditunjukkan dalam gambar
rencana partisi.
1.2. Spesifikasi
a. Material dan Kecakapan Kerja
1. Partisi Calsiboard rangka Metal stud dan metal runner, dan akan
mencakup seluruh komponen, perangkat keras, klip, dan kepingan untuk
menyetel, yang perlu untuk menyelesaikan system dan mengkaitkan ke
lantai.
2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh tukang yang terampil dan
sesuai dengan, rangka bingkai (metal runner dan metal stud) vertikal
dan horizontal akan diberi jarak tidak lebih dari 800mm dari tengah ke
tengahnya.
3. Semua sudut akan dilapisi dengan sempurna persegi dan vertical.
4. Akan disediakan penopang kayu untuk alat-alat montase pada asesori
tukang kayu dan listrik.
5. Bila system partisi pemilik ditentukan dalam gambar, pemborong akan
sepenuhnya mematuhi rekomendasi pabrikan atas material
yang digunakan dan cara pemasangan pembetulan dari pemasangan
yang cacat atau penggantian material yang tidak sesuai dengan
spesifikasi fabrikan akan menjadi tanggung jawab Penyedia Barang dan
Jasa dan atas biayanya sendiri.
b. Penjelasan Bahan
1. Rangka calsiboar metal stud
2. Rangka kaca kusen alumunium 3”
3. Kaca 5 mm rangka
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 56
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Ukuran ketebalan calsiboard 6 mm


5. Paper tape, paper tape dari boral standard atau yang setara
6. Dempul sambungan : joint multibond
7. Skrup : skrup khusus untuk gypsum
8. Rangka partisi metal runner dan metal stud
c. Pekerjaan Partisi
1. Semua pekerjaan partisi atau dinding pembatas ruangan harus
dibuat/didirikan tegak lurus dengan lantai.
2. Rangka partisi diusahakan pada bagian-bagian struktur gedung, diskrup
dan lain-lain, agar tidak mudah roboh bila kena benturan.
3. Rangka calsiboard bagian atas Rangka partisi dengan,penyambungan
antar rangka dengan sekrub dengan kuat.
4. Pemasangan pegangan dibawah (lantai) digunakan skrup fiser s6 atau
jika kondisi lapangan memaksa boleh menggunakan paku beton
1,5cm s/d 2cm, jarak 30cm.
1.3. Cara Pemasangan
Cara pemasangan Papan calsiboard senantiasa harus selalu
memperhatikan/mengikuti gambar dan spesifikasi yang sudah ditentukan dan
sesuai dengan petunjuk cara pemasangan (Buku manual produk dan Sistem
Aplikasi) yang dikeluarkan dari pabrik produksi multiplek, kecuali dalam
keadaan tertentu yang menghendaki lain, yang sudah mendapat petunjuk atau
persetujuan Konsultan Pengawas)

B. DINDING MULTIPLEK LAPIS HPL


1. Lingkup Pekerjaan
Merupakan lingkup pekerjaan pada bacdrop interior Gedung. Bagian ini meliputi
pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasangan dinding partisi Multiplek
t=8mm, yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai setinggi plafond. (rapat
dengan plafond). Dengan rangka penguat seperti ditunjukkan dalam gambar.
Untuk ruang-ruang dalam seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana partisi.
Untuk spesifikasi bahan dan Gambar dapat dilihat dalam Detail backdrop.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 57
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Spesifikasi
a. Material dan Kecakapan Kerja
1. Partisi Multiplek lapis HPLrangka metal runner dan metal stud,dengan tebal
8 mm panel Multiplek, dan akan mencakup seluruh komponen, perangkat
keras, klip, dan kepingan untuk menyetel, yang perlu untuk menyelesaikan
system dan mengkaitkan ke lantai, dan plafond atau plat beton.
2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh tukang yang terampil dan sesuai
dengan bidangnya, rangka bingkai (metal runner dan metal stud) vertikal
dan horizontal akan diberi jarak tidak lebih dari 800mm dari tengah ke
tengahnya.
3. Papan Multiplek t=8mm sebagai pedoman kualitas dan akan disambung
pakai baut, dicompound untuk mendapatkan permukaan yang halus
tersambung dan rata, sesuai dengan rekomendasi pabrik.
4. Semua sudut akan dilapisi dengan sempurna persegi dan vertical.
5. Akan disediakan penopang kayu untuk alat-alat montase pada asesori
tukang kayu dan listrik.
6. Bila system partisi pemilik ditentukan dalam gambar, pemborong akan
sepenuhnya mematuhi rekomendasi pabrikan atas material yang digunakan
dan cara pemasangan pembetulan dari pemasangan yang cacat atau
penggantian material yang tidak sesuai dengan spesifikasi fabrikan akan
menjadi tanggung jawab Penyedia Barang dan Jasa dan atas biayanya
sendiri.
b. Penjelasan Bahan
1. Multiplek
2. Ukuran : 8 mm
3. Paper tape, paper tape dari boral standard atau yang setara
4. Dempul sambungan : joint multibond
5. Skrup : skrup khusus untuk Multiplek
6. Rangka partisi metal runner dan metal stud
c. Pekerjaan Backdrop
1. Semua pekerjaan backdrop harus dibuat/didirikan tegak lurus dengan
lantai.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 58
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Rangka diusahakan pada bagian-bagian struktur gedung, diskrup dan


lain- lain, agar tidak mudah roboh bila kena benturan.
3. Panel Multiplek dipasang rata di kedua sisi tanpa ada sambungan
horizontal ditengahnya, semua sambungan antar panel Multiplek harus
ditengah dengan paper tape dan ditutup dengan joint compound dan
diamplas halus dengan permukaan yang rata, panel Multiplek harus
ditempel pada rangka- rangkanya dengan skrup khusus (standard)
dengan jarak kearah horizontal maximal 60 cm arah vertical 40 cm,
kecuali untuk bagian tepinya.
4. Rangka Multiplek bagian atas Rangka metal runner dan metal
stud Glasswool ,penyambungan antar rangka dengan sekrub dengan
kuat.
5. Pemasangan pegangan dibawah (lantai) dan diatas (plat dak beton)
digunakan skrup fiser s6 atau jika kondisi lapangan memaksa boleh
menggunakan paku beton 1,5cm s/d 2cm, jarak 30cm. Pemasangan kanal
pegangan ke plafond menggunakan ful drat s6 dengan jarak skrup
maximal 30cm dari skrup lainnya.
3. Cara Pemasangan
Cara pemasangan Papan Multiplek senantiasa harus selalu
memperhatikan/mengikuti gambar dan spesifikasi yang sudah ditentukan dan
sesuai dengan petunjuk cara pemasangan (Buku manual produk dan Sistem
Aplikasi) yang dikeluarkan dari pabrik produksi Multiplek, kecuali dalam keadaan
tertentu yang menghendaki lain, yang sudah mendapat petunjuk atau persetujuan
Konsultan Pengawas)

C. FINISHING HPL
1. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasanganHPL
pada dinding partisi Multiplek,yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai
setinggi plafond. (rapat dengan plafond). Dengan rangka penguat seperti
ditunjukkan dalam gambar. Untuk ruang-ruang dalam seperti yang ditunjukkan
dalam gambar rencana partisi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 59
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Spesifikasi
a. Material dan Kecakapan Kerja
1. HPL di Rekatkan dengan lem kusus HPL, dan akan mencakup seluruh
komponen, perangkat keras, klip, dan kepingan untuk menyetel, yang
perlu untuk menyelesaikan system dan mengkaitkan ke lantai, dan plafond
atau plat beton.
2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh tukang yang terampil dan
sesuai dengan bidangnya, Harus dipasang dengan Rapat dan Rapi
3. Papan HPL sebagai pedoman kualitas dan Ditempelkan atau direkatkan di
papan Multiplek Menggunakan Lem HPL untuk mendapatkan permukaan
yang halus tersambung dan rata, sesuai dengan rekomendasi pabrik.
4. Semua sudut akan dilapisi dengan sempurna persegi dan vertical.
5. Akan disediakan penopang kayu untuk alat-alat montase pada asesori
tukang kayu dan listrik.
6. Bila system partisi pemilik ditentukan dalam gambar, pemborong akan
sepenuhnya mematuhi rekomendasi pabrikan atas material yang
digunakan dan cara pemasangan pembetulan dari pemasangan yang
cacat atau penggantian material yang tidak sesuai dengan spesifikasi
fabrikan akan menjadi tanggung jawab Penyedia Barang dan Jasa dan
atas biayanya sendiri.
b. Penjelasan Bahan
1. HPL sekualitas “ECO/APP TIMBER”
2. Ukuran : lebar 1220 x 2440mm t=0.8mm
3. Lem HPL
c. Pekerjaan Finishing HPL
1. Semua pekerjaan Finishing HPL yang ditempel di dinding Multiplek
pembatas ruangan harus dibuat/didirikan tegak lurus dengan lantai.
2. Arah serat dari HPL, sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana/desain
3. Permukaan HPL dilarang keras diamplas.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 60
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Cara Pemasangan
a. Pada permukaan dinding yang akan dilapisi HPL, permukaannya harus rata,
kering dan bersih (bebas debu dan kotoran lainnya).
b. Harus mengikuti aturan / persyaratan pabrik dalam mencampur dan
menggunakan bahan pelapis dan perekat.
c. Sebelum pemotongan pola dan warna harus diperiksa dan dicocokkan
dengan contoh yang telah disetujui Konsultan Pengawas dan Perencana.
d. Semua bagian HPL, terutama pada bagian tepi dan antar sambungan vertical
dengan HPL selanjutnya, terpasang sama rekat dan hasilnya tidak
bergelembung.
e. Pemotongan HPL harus dilakukan secara hati-hati dan rapih dengan
menggunakan alat potong yang tajam.
f. Awal pemasangan dan sisa buangan harus dikoordinasikan dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
g. Cara pemasangan Papan HPL senantiasa harus selalu
memperhatikan/mengikuti gambar dan spesifikasi yang sudah ditentukan dan
sesuai dengan petunjuk cara pemasangan (Buku manual produk dan Sistem
Aplikasi) yang dikeluarkan dari pabrik produksi HPL, kecuali dalam keadaan
tertentu yang menghendaki lain, yang sudah mendapat petunjuk atau
persetujuan Konsultan Pengawas)

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 61
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 12
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT

Meliputi pekerjaan pemasangan plafon gypsum, kalsiboard.


A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan plafon meliputi :
1. Pekerjaan pembuatan rangka plafon hollow galvalume ukuran 40 x 40mm pada
tepi keliling dan Rangka utama sedangkan pada pengisi / tengah menggunakan
ukuran 20 x 40 mm serta pemasangan GRC tebal 6 mm pada kamar mandi / w.c
dan tritisan yang ditunjukkan sesuai gambar rencana.
2. Pekerjaan pembuatan rangka plafon hollow galvalume dan pemasangan
gypsum boardtebal 9 mm pada ruangan lantai 1, dan dengan pola sesuai
gambar rencana.
3. Pekerjaan pembuatan rangka plafon hollow galvalume ukuran 40 x 40 mm pada
tepi keliling dan Rangka utama sedangkan pada pengisi / tengah
menggunakan ukuran 20 x 40 mm

B. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja pekerjaan plafon
meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan dan
alur pekerjaan, serta contoh material yang akan dipakai untuk mendapat
persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas, disertai gambar shop drawing.
2. Penutup plafon (gypsum dan GRC) dipasang setelah instalasi yang harus
dipasang di atas plafon terpasang.
3. Jarak gantungan rangka plafon mengikuti rekomendasi pabrik.
4. Spesifikasi detail, ukuran dan letaknya disesuaikan gambar rencana.
5. Pemasangannya gypsum dan kalsiboard harus kuat, rapat, rapi dan
merupakan bidang datar serta harus menurut petunjuk PPK dan Konsultan
Pengawas.
6. Arah dan jarak seperti yang di tunjukkan pada gambar.
7. Pola plafon harus sesuai dengan gambar rencana.
8. Opening untuk pekerjaan ME harus sesuai dengan gambar rencana.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 62
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

C. Material
1. Rangka plafon hollow galvalum ukuran 40 x 40 mm dan 20 x 40 mm
2. Gypsum board ukuran 120 x 240 cm tebal 9 mm sekualitas Jayaboard
3. GRC ukuran 120 x 240 cm tebal 6 mm.
4. GRC ukuran Cetak Sekualitas Aplus
5. Spandrel aluminium
6. List Plafon

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 63
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 13
PEKERJAAN KACA DAN ALUMUNIUM

1. Pekerjan Pintu dan Jendela Alumunium


A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pintu, jendela dan bovenlicht meliputi seluruh pekerjaan pembuatan dan
pemasangan jendela baru beserta alat penggantung dan penguncinya sesuai
gambar perencanaan.

B. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Penyedia Barang dan Jasa konstruksi harus menyediakan sempel material yang
harus disetujui oleh PPK dan Konsultan Pengawas, sekurang-kurangnya 2 (Dua)
hari sebelum pekerjaan dilaksanakan.
2. Pembuatan kusen jendela dan bovenlicht harus dilaksanakan oleh tenagayang
berpengalaman dengan teknisi yang handal dan peralatan yang sesuai
penggunaannya.
3. Kusen dan raam jendela.
a. Pembuatan dan pemasangan jendela baru ini meliputi kusen
bahan alumunium.
b. Posisi dan ketinggian kusen dan raam jendela harus sesuai dengan gambar
rencana.
c. Kusen dan raam jendela dan boven licht harus siku pada semua sudutnya
dan rapat pada setiap sambungannya.
d. Spesifikasi detail, ukuran, kelengkapan dan perletakan/ penempatan jendela,
disesuaikan gambar rencana maupun gambar detail. Pemasangannya
disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku dan menurut petunjuk
Konsultan Pengawas dan PPK.
e. Ukuran-ukuran lebar dan tinggi jendela harus menyesuaikan dengan kondisi
lapangan (ukur sanak). Ukuran-ukuran detail agar disesuaikan.

C. Material
1. Kusen jendela menggunakan alumunium 3” (untuk jendela) dan 4” (untuk pintu)
Warna (disetujui oleh PPK) Alexindo/Inkalum
2. Kaca untuk jendela tebal 5 mm sesuai gambar rencana.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 64
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Engsel pintubahan stainless steel.


4. Rambuncis jendela bahan stainless steel
5. Casement jendela bahan stainless steel
6. Espagnolette pintu untuk pintu dobel bahan stainless steel
7. Slot pintubahan stainless steel.
8. Handel pintu untuk pintu dobel bahan stainless steel.
9. Door closer bahan stainless steel sesuai yang ditunjuk bahan rencana.

D. Kelengkapan alat penggantung dan pengunci


1. Instalasi daun jendelaharus sempurna sehingga daun jendela bisa dibuka dengan
lancar dan ditutup dengan rapat, tanpa menggesek bagian lain dari kusen atau
lantai.
2. Instalasi engsel, rambuncis, casement, espagnolete tanam, slot pintu, handle,
pengunci, harus sempurna, kuat dan rapat sehingga dapat difungsikan dengan
sebaik-baiknya.
3. Semua bahan penggantung dan pengunci yang digunakan terbuat dari bahan
stainless steel.
4. Pemasangan kelengkapan alat penggantung dan penguncinya jendela dan
bovenlicht antara lain:
a. Pada setiap daun pintu dipasang 3 (Tiga) buah engsel panjang 4”, 1 (Satu)
buah kunci 2 kali putar/ slaag dengan bahan Stainless Steel.
b. Untuk pintu yang dipasang kunci tanpa handle maka pada daun pintu harus
dipasang 1 (Satu) pasang handle Bahan Stainless Steel.
c. Pada setiap daun jendela dipasang 2 (Dua) buah casement, 1 (Satu) buah
rambuncis Kend.
d. Pada setiap daun bovenlicht dipasang 2 (Dua) buah casement, 1 (Satu) buah
spring knipe bahan Stainless Steel .
e. Tipe/ jenis alat-alat penggantung dan pengunci disesuaikan dengan alat
penggantung dan pengunci pada gambar kerja, atau menurut petunjuk
Pengguna Barang/Jasa, melalui PPK/ Konsultan Pengawas.
f. Spesifikasi detail, ukuran, kelengkapan dan perletakan/ penempatan jendela,
disesuaikan gambar rencana maupun gambar detail. Pemasangannya
disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku dan menurut petunjuk
PPK dan Konsultan Pengawas.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 65
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

E. Standar bahan kaca


1. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya
mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat
diperoleh dari proses-proses tarik, gilas dan pengembangan (float glass).
2. Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi
potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan
adalah 1,5 mm per meter. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung
(ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).
3. Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau
seluruh tebal kaca).
4. Kaca yang digunakan untuk pekerjaan pintu sesuai dengan gambar rencana,
jendela adalah kaca bening 5 mm, pengisi daun pintu ruangan kaca ess 5 mm,
sedang pekerjaan kaca pintu utama adalah kaca tampered 12 mm.
5. Ketentuan untuk pekerjaan kaca ini adalah kaca harus rata, tidak bergelombang
dan tidak retak.
6. Pemasangan kaca harus memperhatikan faktor pemuaian pada saat udara panas
dan penyusutan pada saat udara dingin.
7. Dalam keadaan ditutup atau dibuka kaca-kaca tidak boleh bergetar (kalau kaca
bergetar hal ini menandakan kurang sempurnanya pemasangan).
8. Apabila pada saat pemasangan ada kaca yang pecah, maka Penyedia
Barang/Jasa berkewajiban mengganti sebelum Penyerahan I (Pertama). Apabila
pekerjaan ini di sub kontrakkan maka Penyedia Barang dan Jasa konstruksi
harus memberitahukan pada Konsultan Pengawasdan PPK serta harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu, dan harus memberikan garansi tertulis
yang meliputi kesempurnaan, pemasangan, pengoperasian, dan kondisi semua
pintu jendela bovenlicht untuk periode sampai dengan masa pemeliharaan
berakhir.

2. Pekerjan Pintu Temperd


A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan kaca temperred untuk bangunan kantor induk meliputi seluruh detail
sesuai yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 66
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

B. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Sebelum pelaksanaan Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyerahkan contoh-
contoh bahan/ material yang digunakan kepada PPK dan Konsultan Pengawas
untuk mendapatkan persetujuannya.
2. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-
lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola lay out/ penempelan, cara
pemasangan, mekanisme dan detail sesuai gambar.
3. Sebelum pelaksanaan dimulai, penimbunan bahan-bahan di tempat pekerjaan
harus ditempatkan pada ruang/ tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak
terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan.
4. Harus diperhatikan semua sambungan agar tetap terjamin kekuatannya dengan
memperhatikan/ menjaga kerapihan, tidak boleh terjadi noda-noda atau cacat
bekas penyetelan.
5. Untuk kaca temperred setelah dipasang harus rata, tidak bergelombang, tidak
melintir, dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.

C. Standar bahan kaca


1. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya
mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat
diperoleh dari proses-proses tarik, gilas dan pengembangan (float glass).
2. Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi
potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maksimum yang
diperkenankan adalah 1,5 mm per meter. Kaca yang digunakan harus bebas dari
gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).
3. Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian
atau seluruh tebal kaca).
4. Kaca yang digunakan untuk pekerjaan pintu sesuai dengan gambar rencana,
adalah kaca temperred tebal10 mm.
5. Ketentuan untuk pekerjaan kaca ini adalah kaca harus rata, tidak bergelombang
dan tidak retak.
6. Pemasangan kaca harus memperhatikan faktor pemuaian pada saat udara
panas dan penyusutan pada saat udara dingin.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 67
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

7. Dalam keadaan ditutup atau dibuka kaca-kaca tidak boleh bergetar (kalau kaca
bergetar hal ini menandakan kurang sempurnanya pemasangan).
8. Apabila pada saat pemasangan ada kaca yang pecah, maka Penyedia
Barang/Jasa berkewajiban mengganti sebelum Penyerahan I (Pertama).

3. PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU UPVC


a. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya,
peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan
ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan
sempurna.
2. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, jendela dan panel UPVC,
seperti yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.
3. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan Pekerjaan kusen, pintu dan
jendela, pekerjaan kaca dan cermin.
b. Persyaratan bahan
1. Terbuat dari bahan UPVC (unplasticised polyvinyl chloride), dari produk
dalam negeri warna putih atau dengan kualitas sama yang memenuhi
standar ISO dan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) yang dikeluarkan
oleh Kementerian terkait.
2. Bentuk profil sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, dengan terlebih dahulu
dibuatkan gambar detail rinci dalam shop drawing yang disetujui
Konsultan Pengawas dan Perencana.
3. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-
profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi
unit-unit jendela, pintu, partisi dan lain-lain, profil harus diseleksi lagi
warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama.
4. Bahan yang akan melalui proses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu
dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan,
kesikuan, kelengkungan, pewarnaan, yang disyaratkan Konsultan Pengawas.
5. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi Rencana Kerja dan
Syarat-syarat dari pekerjaan UPVC serta memenuhi ketentuan- ketentuan
dari pabrik yang bersangkutan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 68
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

6. Konstruksi kusen, daun dan panel UPVC yang dikerjakan seperti


yang ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya.
7. Kusen daun dan panel UPVC eksterior memiliki ketahanan terhadap air /
kebocoran air, tidak terlihat kebocoran signifikan (air masuk ke dalam interior
bangunan sampai tekanan 137 Pa (positip) dalam jangka waktu 15 menit,
dengan jumlah air minimum 3,4 lt/m2 min.
8. Nilai deformasi diijinkan maksimum 2 mm.
9. Pekerjaan mesin potong, mesin welding dan lain-lain harus sedemikian rupa
sehingga diperoleh hasil rakitan untuk unit-unit jendela, pintu dan partisi
yang mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut :
a. untuk tinggi dan lebar 1 mm
b. untuk diagonal 2 mm
10. Accessories
a. Sekrup dari galvanized kepala tertanam, weather strip dari UPVC, pengikat
alat penggantung yang dihubungkan dengan UPVC harus ditutup dan
dis.
b. Sealant yang dipergunakan memiliki ketahan yang cukup baik.
c. Angkur-angkur untuk rangka / kusen UPVC terbuat dari steel plate tebal 2-
3 mm, dengan lapisan zink tidak kurang dari 13 mikron sehingga tidak
dapat bergerak / bergeser dan terikat pada pipa galvanis di dalam UPVC
11. Bahan finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersentuhan
dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau plester dan bahan lainnya
harus diberi lapisan finish dari lacquer yang jernih.

Gambar Pintu UP

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 69
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

c. Syarat-syarat Pelaksanaan
1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-
gambar dan kondisi di lapangan, terutama ukuran dan peil lubang bukaan
dinding. Kontraktor diwajibkan membuat contoh jadi (mock-up) untuk semua
detail sambungan dan profil UPVC yang berhubungan dengan sistem
konstruksi bahan lain dan dimintakan persetujuan dari Konsultan Pengawas
dan Perencana.
2. Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu sebelum
pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini sudah didahului dengan pembuatan
shop drawing atas petunjuk Perencana, meliputi gambar denah,
lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran. Kontraktor juga diwajibkan untuk
membuat perhitungan-perhitungan yang mendasari sistem dan dimensi
profil UPVC terpasang, sehingga memenuhi persyaratan yang diminta /
berlaku. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kehandalan pekerjaan
ini.
3. Semua frame / kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding partisi,
dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi
lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
4. Pemotongan profil UPVC hendaknya dijauhkan dari material besi
untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya.
Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati
tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
5. Pengelasan/ w e l d i n g dibenarkan menggunakan alat pemanas khusus
dengan suhu minimal 250°C. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh
kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
6. Angkur-angkur untuk rangka / kusen UPVC terbuat dari steel plate
setebal 2-3 mm.
7. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti
karat, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air
dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2.
Celah antara kaca dan sistem kusen UPVC harus ditutup oleh karet list.
8. Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana kusen UPVC
akan bertemu dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 70
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk menghindari


timbulnya korosi.
9. Toleransi pemasangan kusen UPVC disatu sisi dinding adalah 10-25
mm yang kemudian diisi dengan beton ringan / grout.
10. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada
ruang yang dikondisikan, hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu
dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin.
Penggunaan ini dilakukan pada swing door dan double door.
11. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi
sealant supaya kedap air dan suara.
12. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk
penahan air hujan.
13. Engsel u n t u k jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak jangkauan
tangan.
14. Profil U P V C yang akan dipilih harus diajukan secepatnya untuk
memperoleh persetujuan Perencana.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 71
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 14
PEKERJAAN PENGECATAN

A. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan cat meliputi pekerjaan cat dinding, beton, genteng, listplank, plafon,
partisi dan besi. Kecuali daun pintu sunkai wood finishing dengan melamin.
2. Sebelum pengecatan dimulai, Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi
harus melakukan pengecatan pada satu bidang untuk tiap warna dan jenis
cat yang diperlukan.
3. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna, texture, material
dan cara pengerjaan.
4. Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mock up ini akan ditentukan oleh PPK
dan Konsultan Pengawas.
5. Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh PPK dan
Konsultan Pengawas, bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standar minimal
keseluruhan pekerjaan pengecatan.

B. Standar Pelaksanaan
1) SNI 03-2407-1991 (Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung).
2) Tata Cara Pengecatan dinding untuk Rumah dan Gedung.
3) SNI 03-2408-1991 (Tata Cara Pengecatan Logam).

I. Cat dinding dan Beton


A. Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk pekerjaan cat dinding dan beton adalah pengecatan
seluruh plesteran bangunan dan/ atau bagian-bagian lain yang ditentukan
gambar.
B. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari,
Penyedia Barang dan Jasa konstruksi harus menyiapkan rencana kerja.
2. Rencana kerja pekerjaan pengecatan meliputi volume pekerjaan, jumlah
tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan dan alur pekerjaan, serta contoh
material yang akan dipakai disertai sertifikat hasil pengujian material untuk
mendapat persetujuan dari PPK danKonsultan Pengawas Dinding bagian

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 72
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

yang akan dicat selesai diperiksa dan disetujui oleh PPK dan Konsultan
Pengawas, tidak miring dan harus rata (tidak bergelombang).
3. Bagian-bagian yang retak/pecah diperbaiki dan bagian yang kotor
dibersihkan, harus diaci halus dan licin.
C. Material
1. Cat dinding luar weathershield sekualitas Dulux, Mowilex, Jotun
2. Cat interior menggunakan emulsion sekualitas Dulux, Mowilex, Jotun
3. Warna cat cerah (putih, light cream) akan ditentukan oleh PPK melalui
Konsultan Pengawas, setelah mengadakan percobaan pengecatan (mock
up) terlebih dahulu.

II. Cat Plafon


A. Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk dalam pekerjaan GRC dan profil tepi/ cornees gypsum, dan atau
bagian-bagian langit-langit lain yang ditentukan gambar.
B. Pelaksanaan Pekerjaan
4. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana kerja pekerjaan
pengecatan meliputi volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal
pelaksanaan dan alur pekerjaan, serta contoh material yang akan dipakai
disertai sertifikat hasil pengujian material untuk mendapat persetujuan dari PPK
dan Konsultan Pengawas.
5. Pekerjaan pengecatan baru boleh dilakukan setelah :
a. Plafon bagian yang akan dicat selesai diperiksa dan disetujui oleh PPK dan
Konsultan Pengawas, tidak miring dan harus rata (tidak bergelombang).
b. Bagian-bagian yang retak/ pecah diperbaiki dan bagian yang kotor
dibersihkan, tidak basah/ lembab atau berdebu.
c. Didahului dengan membuat percobaan pengecatan (mock up) pada plafon
bagian yang akan dicat.
d. Pekerjaan pengecatan harus dikerjakan oleh tenaga-tenaga di mana cat
tersebut diproduksi atau tenaga ahli mengecat dengan Pengawasan/
petunjuk dari pabrik cat tersebut.
6. Tahapan berikutnya pengkristalan/ pengapuran, dengan amplas lalu diplamir,
setelah kering permukaan tersebut diamplasdengan amplas halus sampai rata.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 73
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

7. Bagian-bagian yang masih kurang baik diberi plamir dinding lagi dan amplas
halus setelah kering.
8. Sebelum digunakan cat harus diaduk terlebih dulu sampai semua yang
mengendap larut dan apabila perlu ditambah dengan bahan pengencer, proporsi
dan bahan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik yang bersangkutan.
9. Pengecatan dilakukan dengan roller dan kuas halus pada bidang yang sulit-sulit
dan tidak mudah lepas serabut-serabutnya.
10. Setelah bidang-bidang tersebut rata dan halus, pengecatan dimulai lapis demi
lapis secara merata, minimum 3 (Tiga) kali sampai mencapai warna yang
dikehendaki. Pengecatan lapisan berikutnya baru boleh dilaksanakan apabila
lapisan sebelumnya telah cukup kering.
11. Plamur digunakan untuk bekas bobokan/ retak.
12. Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisau plamur dari plat baja tipis dan
lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata.
13. Cat dasar yang digunakan berjenis water based sealer untuk permukaan papan
gypsum.
14. Cat akhir yang digunakan berjenis emulsion untuk permukaan interior plesteran,
beton, dan papan gypsum.
15. Cat akhir yang digunakan berjenis weathershield untuk permukaan bagian luar
yang tidak terlindungi atap.
16. Untuk warna yang sejenis, Penyedia Barang dan Jasa Konstruksi harus
menggunakan kaleng dengan nomor percampuran (batch number) yang sama.
17. Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata,
licin, tidak ada bagian yang belang.
C. Material
Warna cat akan ditentukan oleh PPK melalui Konsultan Pengawas, setelah
mengadakan percobaan pengecatan (mock up) terlebih dahulu.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 74
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 15
PEKERJAAN PELAPIS LANTAI DAN DINDING

A. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan granit tile dan batu alam pada
lantai maupun dinding sesuai dengan gambar rencana.

B. Persyaratan
1. Pekerjaan finishing lantai baru boleh dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan
plafond dan pemasangan lapisan-lapisan pada dinding selesai dikerjakan.
2. Sebelum pekerjaan ini dilakukan, Penyedia Barang/Jasa diwajibkan
mengadakan pengecekan terhadap peil lantai dan kemiringannya.
3. Pada ruang-ruang tempat yang kedap air dan sebagainya harus dipasang
dengan spesi 1pc: 2ps, dinding setinggi 175 cm dari lantai sekelilingnya.
4. Diantara setiap lapisan diberi tenggang waktu sehari untuk curing
dengan penyiraman air.
5. Pekerjaan dan bahan-bahan untuk hal ini terlebih dulu harus mendapat
persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas.

C. Material
1. Lantai ruangan lantai 1
a. Ukuran : Granit 60 x 60 cm HT
b. Material : Niro Granite,
Indogress
c. Warna : ditentukan kemudian
d. Type : polish
2. Lantai Selasar lantai 1
a. Ukuran : Granit 60 x 60 cm HT
b. Material : Niro Granite,
Indogress
c. Warna : ditentukan kemudian
d. Type : unpolish
3. Lantai Kamar Mandi
a. Ukuran : Kaeramik 30 x 30 cm

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 75
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Material : Sekelas KIA, Mulia


c. Warna : ditentukan kemudian
d. Type : unpolish
4. Dinding Kamar Mandi
a. Ukuran : Kaeramik 30 x 60 cm
b. Material : Sekelas KIA, Mulia
c. Warna : ditentukan kemudian
d. Type : polish

D. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Sebelum memulai pekerjaan, selambat-lambatnya 2 (Dua) hari, Penyedia
Barang dan Jasa Konstruksi harus menyiapkan rencana.
2. Pekerjaan pemasangan lantai dan lapis dinding meliputi volume pekerjaan,
jumlah tenaga kerja, alat, jadwal pelaksanaan, alur pekerjaan, serta contoh
material yang akan dipakai untuk mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas disertai gambar shop drawing.
3. Bahan pelapis lantai dan dinding yang masuk ke tapak harus diseleksi, agar
sesuai dengan ukuran, bentuk dan warna yang telah ditentukan. Dus keramik
harus dalam keadaan tersegel dengan spesifikasi yang ditentukan. Warna,
ukuran, tekstur, dan bentuk harus seragam. Keramik yang tidak sesuai dengan
spesifikasi tidak boleh dipasang.
4. Pemasangan pelapis lantai dan dinding boleh dilakukan bila Instalasi ME
pada lantai sudah selesai.
5. Tegel keramik, granit tile dipasang di atas lantai beton tumbuk 1pc : 3ps : 5kr
setebal minimal 5 cm.
6. Setelah pemasangan tegel keramik dan granit tile mengeras, kemudian
dicuci dengan air dan nat-natnya diisi dengan bubuk semen.
7. Pekerjaan pemasangan tegel keramik dan granit tile yang telah selesai
harus digosok dan dibersihkan dengan kain. Plint granit 10 cm x 60cm dan
harus dipasang tegak dengan nat-nat menyambung dengan keramik datar.
8. Sewaktu tegel keramik dan granit tile dipasang, permukaaan tegel keramik
dan granit tile bagian bawah harus terisi padat dengan adukan/spesi.
9. Pola pemasangan tegel keramik dan granit tiledisesuaikan dengan
gambar, demikian juga pengambilan as pemasangannya.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 76
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

10. Sewaktu pengisian naat ini tegel keramik dan granit tileharus benar-benar
melekat dengan kuat pada lantai.
11. Sebelum diisi, celah-celah nat harus dibersihkan terlebih dulu dari debu dan
kotoran lain.
12. Usahakan agar permukaan tegel keramik dan granit tileyang sudah terpasang
tidak terkena adukan air semen.
13. Kotoran semen dan lain-lain yang menempel dipermukaan tegel keramikdan
granit tile pada waktu pengecoran naat harus segera dibersihkan sebelum
mengering/ mengeras.
14. Bila pemasangan telah selesai seluruhnya, maka lantai harus dilap/disapu
hingga bersih.
15. Permukaan lantai yang sudah terpasang, hasilnya harus rapi, baik, tidak
miring, tidak bergelombang dan terpasang dengan kuat, baik yang ditentukan
datar maupun yang ditentukan mempunyai kemiringan.
16. Bila masih diperlukan, tegel keramik dan granit tileharus dibersihkan dengan
lap basah atau dengan bahan-bahan pembersih lunak yang ada di pasaran.
17. Untuk menghilangkan kotoran yang sukar dilepas, dapat digunakan sikat baja
atau bahan pembersih khusus.
18. Pada bagian-bagian tegel keramik dan granit tileyang memerlukan
pemotongan, harus dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong.
19. Untuk keramik jenis acian semen, keramik harus direndam air hingga jenuh
air terlebih dahulu sebelum dipasang, untuk keramik jenis addesive keramik,
keramik tidak boleh direndam air.
20. Kecuali ditentukan lain pada spesifikasi ini atau pada gambar, level yang
tercantum pada gambar adalah level finish lantai, karenanya screeding dasar
harus diatur hingga memungkinkan pada keramik dengan ketebalan yang
berbeda permukaan finishnya terpasang rata.
21. Header/ kepalaan keramik harus dibuat pada dua arah dengan bantuan teodolit.
22. Adukan semen untuk screeding dibuat dengan pebandingan 1 pc : 3 ps.
Adukan perekat dengan perbandingan 4,5 kg adesive dengan 1 liter air.
23. Kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area
toilet. Sedangkan untuk area lain, tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 77
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

m. Kemiringan harus lurus hingga air bisa mengalir semua tanpa meninggalkan
genangan.
24. Pemotongan keramik harus menggunakan alat yang sesuai agar
menghasilkan hasil potongan yang rata, tidak bergerigi.
25. Keramik harus dilindungi dari pergerakan selama 48 jam setelah
pemasangan dengan menempatkan rambu atau tanda.
26. Pasangan keramik harus diperiksa jarak dan kelurusan natnya, tidak
kosong aciannya, tidak retak dan gores, beda tinggi keramik (plint) maksimal 1
mm.
27. Keramik boleh digrouting atau dikolot setelah berumur 24 jam. Warna
grouting harus seragam, halus dan tanpa celah, bila perlu gunakan alat bantu
untuk meratakan grouting. Tepi dinding diberi sealant atau dibiarkan saja tanpa
grouting untuk ruang muai susut.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 78
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 16
PEKERJAAN FONT DAN LOGO SIGN IN

A. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan tenaga kerja, bahan, peralatan
kerja dan pemasangan bahan-bahan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
2. Pekerjaan ini meliputi tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut :
a. Membuat konstruksi Relling tangga dan pagar sesuai gambar, rangka harus
rata dan kaku dalam satu bidang, sesuai gambar kecuali jika ada instruksi
khusus dari Konsultan Pengawas.
b. enyediakan batang angkur, beugel, pelat penjepit dan penyambung beserta
baut-baut dan ringnya harus dibuat di bengkel menurut bentuknya, ukuran
dan keterangan yang tertera dalam gambar serta sarana penyangga alat
untuk memasang dan menyambungnya.

B. Prosedur Umum
1. Contoh Bahan dan Sertifikat Pabrik.
Contoh bahan-bahan baja harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk
disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan bahan ke lokasi proyek.
2. Gambar Detail Pelaksanaan.
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Barang dan Jasa harus membuat dan
menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan dan daftar bahan untuk disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Daftar berikut harus tercakup dalam Gambar Detail
Pelaksanaan:
a. Spesifikasi teknis bahan.
b. Dimensi bahan.
c. Detail fabrikasi.
d. Detail penyambungan dan pengelasan.
e. Detail pemasangan.
f. Data jumlah setiap bahan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 79
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

C. Pengiriman dan Penyimpanan


Semua bahan baja harus disimpan di tempat yang terlindung dan aman
sehingga terhindar dari segala jenis kerusakan, baik sebelum dan selama
pelaksanaan.

D. Ketidaksesuaian
1. Penyedia Barang dan Jasa wajib memeriksa Gambar Kerja terhadap
kemungkinan kesalahan/ ketidaksesuaiandari segi dimensi, jumlah maupun
pemasangan dan lainnya.
2. Konsultan Pengawas berhak menolak bahan maupun pekerjaan fabrikasi yang
tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis maupun Gambar Kerja.
3. Penyedia Barang dan Jasa wajib menggantinya dengan yang sesuai dan beban
yang diakibatkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Barang dan
Jasa, tanpa adanya tambahan biaya dan waktu.

E. Bahan-bahan
Semua bahan metal harus baru, bebas dari karat, cacat dan kerusakan lainnya serta
dari kualitas baik dan memiliki dimensi, tebal dan berat yang memenuhi
toleransi yang diijinkan untuk masingmasing bahan metal, sesuai standar yang
berlaku.
1. Plat Stainless Steel
Pipa baja anti karat (stainless steel) untuk font harus dari AISI 304, 0.5 mm dan
memenuhi JIS G 3459, sekualitas Star Stainless Steel. Diameter sesuai petunjuk
Gambar Kerja.
2. Bahan Baja Lainnya
Bahan baja yang diperlukan sebagai penumpu, penggantung atau lainnya yang
tidak disebutkan secara khusus dalam Spesifikasi Teknis ini, harus memenuhi
standar yang berlaku untuk masingmasing bahan baja, dengan bentuk dan
dimensi sesuai ketentuan Gambar Kerja.

F. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Berbagai jenis baja harus berukuran, berbentuk dan dibentuk dari bahan-
bahan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 80
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Kecuali ditentukan lain, semua bahan harus berasal dari produk yang dikenal,
dan difabrikasi sesuai standar.
3. Sebelum fabrikasi, semua pengukuran yang diperlukan harus diperiksa
sesuai persyaratan AISC.
4. Desain dan jumlah sambungan setiap bagian struktur yang tidak diperlihatkan
dalam Gambar Kerja harus dilengkapi dalam Gambar Detail Pelaksanaan.
5. Penyedia Barang dan Jasa bertanggung jawab memperbaiki segala
kesalahan dalam penggambaran, tata letak dan fabrikasi atas biaya Penyedia
Barang dan Jasa.
6. Pemasangan logo ditempeli dengan stiker dengan gambar sesuai desain.
7. Atur susuran font, dimensi dan urutan sesuai gambar detil
8. Tiang susuran harus tegak lurus pada setiap arah. Pasang tiang dan akhir
susuran tangan dan tangga pada konstruksi bangunan.
9. Plat font harus dilas ke pelat dasar dengan flensa, tipe siku atau tipe lantai,
sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 81
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 17
DINDING GRC CETAK (ORNAMEN GRC)

A. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasangan dinding
partisi GRC cetak/ornamen yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai lantai dag
atau balok. Dengan rangka penguat seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk ruang-
ruang dalam seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana Fasade.

B. Spesifikasi
a. Material dan Kecakapan Kerja
1. Partisi dinding dan ornament GRC Cetak dan akan mencakup seluruh
komponen, perangkat keras, dan kepingan untuk menyetel, yang perlu untuk
menyelesaikan system dan mengkaitkan ke lantai.
2. Beton cetak yang disesuaikan dengan bentuk atau motif sesuai desain
3. Bila system partisi pemilik ditentukan dalam gambar, pemborong akan
sepenuhnya mematuhi rekomendasi pabrikan atas material yang digunakan
dan cara pemasangan pembetulan dari pemasangan yang cacat atau
penggantian material yang tidak sesuai dengan spesifikasi fabrikan akan
menjadi tanggung jawab Penyedia Barang dan Jasa dan atas biayanya
sendiri.

C. Penjelasan Bahan
a. GRC Cetak berbahan dasar beton
b. Ukuran : ketebalan 6 cm
c. Motif sesuai desain atau Keputusan bersama
d. Dempul sambungan : semen PC
e. Sambungan ke rangka menggunakan besi 8 sebagai pengait dan di las.

D. Cara Pemasangan
1. Cara pemasangan Dinding senantiasa harus selalu
memperhatikan/mengikuti gambar dan spesifikasi yang sudah ditentukan dan
sesuai dengan standar cara pemasangan dinding partisi GRC Cetak.
2. Sebelum pemasangan, kontraktor wajib membuat gambar shopdrawing terlebih
dahulu sebelum melakukan produksi atau pemasangan.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 82
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah gambar shopdrawing yang sudah


mendapat petunjuk atau persetujuan Konsultan Pengawas) dan PPK

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 83
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 18
PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

A. PERSYARATAN TEKNIS
1.1 Umum
1. Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada
klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis
ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul- klausul tersebut dan
bukan berarti menghilangkan klausul-klausul lainnya dari syarat-syarat
umum.
2. Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan MEP sehingga seluruh
sistem MEP bekerja dengan sempurna. Lingkup pekerjaan mekanikal
elektrikal plumbing (sudah termasuk sistem utama, jaringan, dan
peralatan pendukung) adalah:
a. Plumbing
 Air Bersih
 Air Bekas, Kotor dan Vent
 Saluran Air Hujan
b. Listrik Arus Kuat
 Pekerjaan Pasang baru PLN
 Panel Distribusi Tegangan Rendah (PDTR)
 Instalasi Penerangan dan Stop Kontak

1.2 Persyaratan Dan Acuan


1. Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu
kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi
Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait.
Kontraktor dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan
nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi
ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara
lain seperti dibawah ini :
a. Listrik Arus Kuat (L.A.K)
 SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar.
 SNI-04-0255-2011 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik (2011).
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 84
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

 SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan.


 SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan.
 SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan Pencahayaan
Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan.
 SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem
Pencahayaan Buatan pada Bangunan.
 SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat
 Standard Internasional antara lain : IEC, DIN,BS dll.
b. Listrik Arus Lemah (L.A.L)
 SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran.
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tgl. 30
Desember 2008 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap
Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
 UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000
tentang Telekomunikasi Indonesia.
c. Plumbing
 Peraturan Daerah (PERDA) setempat
 Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plumbing, Soufyan
Nurbambang & Morimura.
 Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 atau edisi terakhir.
 SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plumbing
d. Pemadam Kebakaran
 SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang.
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tg. 30
Desember 2008 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap
Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
 Literature / Reference
 National Fire Codes :
o NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher
o NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems
o NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose
Systems
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 85
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

o NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps


o Mc. Guiness, Stein & Reynolds
o Mechanical & Electrical for Buildings
e. Pengkondisi Udara
 SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara
 SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi
dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung.
 SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada
Bangunan Gedung.
 SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen ASAP di dalam MAL,
Atrium dan Ruangan Bervolume Besar.
 SMACNA (Sheet Metal and Air Conditioning Contractors National
Association).
 ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ.
ASHRAE (American Society of Heating Refrigeration and Air
Conditioning Engineers)
 Fundamental Handbook
 System & Application Handbook
 ASHRAE Handbook Series
 NFPA Standard.

1.3 Gambar - Gambar


1. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan
suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
2. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari
peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan
memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari
pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian
serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.
3. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila
ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing
instalasi.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 86
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus mengajukan gambar kerja


dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat
diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan
mengajukan gambar-gambar tersebut, Kontraktor dianggap telah
mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini.
Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kesalahan
yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak.
5. Kontraktor instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-
built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and
Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada
saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas
1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid
serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam
ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing
ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E
yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja
bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
6. Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus
cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam Bahasa Indonesia
sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan
penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4 Koordinasi
1. Kontraktor instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Kontraktor
lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu
yang telah ditetapkan
2. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak
menghalangi kemajuan instalasi lain.
3. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari
Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka
semua akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor ini.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 87
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

1.5 Rapat Koordinasi Lapangan


1. Wakil Kontraktor harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek
yang diatur oleh Konsultan Pengawas.
2. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan
serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah.

1.6 Peralatan Dan Mateial


Semua peralatan dan bahan harus baru (disertakan dokumen penunjang seperti
Certificate of Origin), sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan
spesifikasi yang diuraikan (maupun pada gambar-gambar rencana), dan
merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur.

1.7 Persetujuan Peralatan dan Material


1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah
Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun
material, Kontraktor diharuskan menyerahkan daftar dari material-material
yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang
didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog
dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan
Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain :
a. Manufacturer Data
Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang
tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan
spesifikasi.
b. Performance Data
Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau
kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi
peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut.
c. Quality Assurance (atau Certificate of Quality)
Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap
kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa
tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam
jangka waktu tertentu dengan baik.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 88
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

d. Guarantee
Adalah data-data yang menyatakan bahwa peralatan yang dipasang
benar bergaransi dari pabrik pembuatnya minimal 1 tahun terhitung dari
waktu pembelian peralatan tersebut.
e. After sale Service.
Data-data tertulis yang dikeluarkan oleh pabrik maupun Toko
/Distributor yang menyatakan kesanggupan service dalam jangka
waktu tertentu serta kesanggupan panggilan service yang bersifat
mendadak apabila terjadi kerusakan di luar servis rutin.
2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan
diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan di atas.

1.8 Contoh Peralatan dan Material


1. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan
dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah
daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan
dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Kontraktor.
2. Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan
dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan
pengambilan contoh/ dokumen ini.
3. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang
fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga
memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan.

1.9 Penggantian Peralatan dan Material


1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah
memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan
ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus
dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Kontraktor.
2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena
suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai
penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik (equal or better) yang
disetujui.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 89
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf


atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut
harus ditanggung oleh Kontraktor.

1.10 Pengujian dan Penerimaan


1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan
didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya
sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke
lapangan.
2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan
dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan
baik, Kontraktor harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari
peralatan-peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi
fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan- ketentuan dari kontrak, maka
seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan
Berita Acara oleh Konsultan Pengawas.

1.11 Perlindungan Pemilik


Atas penggunaan bahan/material, sistem dan lain-lain oleh Kontraktor, Pemilik
dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.12 Pengukuran Kualitas Pekerjaan


1. Kontraktor harus menguji semua pekerjaan menurut persyaratan teknis dari
pabrik pembuat/produsen atau menurut uraian di atas.
2. Peralatan untuk pengujian disediakan oleh Kontraktor.
3. Konsultan Pengawas berhak meminta pengulangan pengujian bila hal ini
dianggap perlu.
4. Apabila pengujian tidak dilakukan dengan baik atau kurang memuaskan
maka biaya pengujian (dan pengulangan pengujian) tersebut adalah
tanggung jawab Kontraktor.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 90
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

1.13 Pembayaran
1. Pembayaran pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam ruang lingkup
MEP (Mekanikal-Elektrikal-Plumbing) dapat dilakukan dengan
memperhatikan :
2. Pekerjaan telah dilakukan sesuai jumlah volume yang ditentukan, dalam
kondisi baik dan telah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas
dan PPK atau Pengguna Anggaran.
3. Pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan standard pemasangan, telah
terpenuhi pengukuran kualitas pekerjaan, testing and commissioning, dalam
kondisi baik dan telah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas
dan PPK atau Pengguna Anggaran.
4. Pembayaran tetap memperhatikan masa pemeliharaan, terkait
prosentase dan proses pembayaran melalui pengawasan dan persetujuan
Konsultan Pengawas dan PPK atau Pengguna Anggaran.
5. Sistem dan Metode Pembayaran secara lebih detail dijelaskan oleh
Konsultan Pengawas dan PPK atau Pengguna Anggaran.

1.14 Pekerjaan Yang Ditolak


1. Pekerjaan yang dilakukan kontraktor tanpa sepengetahuan atau persetujuan
dari KONSULTAN PENGAWAS. Biaya pekerjaan yang dilakukan tanpa
sepengetahuan atau persetujuan dari KONSULTAN PENGAWAS menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
2. Pekerjaan tidak memenuhi standard kondisi baik/layak, dan tidak melalui
pengukuran kualitas pekerjaan dengan sepengetahuan/persetujuan oleh
KONSULTAN PENGAWAS.
3. Pekerjaan tidak memenuhi standard kecakapan kerja/workmanship, atau
catatan yang telah disebutkan pada pasal 2 dan pasal 3.

1.15 Ijin - ijin


Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh
biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
1. Pelaksanaan pemasangan
a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Kontraktor harus
menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 91
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini
adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap
dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak
terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan,
dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak
gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas.
b. Kontraktor diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran/
kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat
keraguan-keraguan, Kontraktor harus segera menghubungi Konsultan
Pengawas untuk berkonsultasi.
c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya
tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi
kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Untuk
itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi
Konsultan Perencana.
d. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan
dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh
Kontraktor sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi
lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Kontraktor wajib
menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan
persetujuan kepada Konsultan Pengawas.
2. Penambahan/Pengurangan/Perubahan Instalasi
a. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena
penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan
tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan
Pengawas.
b. Kontraktor instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang
ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang
akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana.
c. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Kontraktor
kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 92
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan


Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis.
3. Sleeves dan Inserts
Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal
harus dipasang oleh Kontraktor. Semua inserts beton yang diperlukan untuk
memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung (hangers) dan
penyangga lainnya harus dipasang oleh Kontraktor.
4. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran
a. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan
dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi
semula, menjadi lingkup pekerjaan Kontraktor instalasi ini.
b. Pembobokan/pengelasan/pengeboran hanya dapat dilaksanakan
apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara
tertulis.

1.16 Pengecatan
Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena
pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan
dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali.

1.17 Pengawasan
1. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah
dilakukan oleh Konsultan Pengawas.
2. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji
setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Kontraktor harus
mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan.
3. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari
pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
4. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja
(08.00 sampai dengan 16.00), dan hari libur maka segala biaya yang
diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Kontraktor yang
perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. Permohonan

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 93
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang


disampaikan kepada Konsultan Pengawas.
5. Di tempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan petugas-
petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan
Kontraktor, agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai
dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara
yang benar dan tepat serta cermat.

1.18 Laporan-laporan
1. Laporan Harian dan Mingguan
a. Kontraktor wajib membuat laporan harian dan mingguan yang
memberikan gambaran mengenai:
b. Kegiatan fisik
c. Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan
secara lisan maupun tertulis.
 Jumlah material masuk/ditolak.
 Jumlah tenaga kerja dan keahliannya
 Keadaan cuaca
 Pekerjaan tambah/kurang
 Prestasi rencana dan yang terpasang
d. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah
ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan
Pengawas untuk diketahui/disetujui.
2. Laporan Pengetesan
a. Kontraktor instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan
Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut :
 Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi
 Hasil pengetesan mesin atau peralatan
 Hasil pengetesan kabel
 Hasil pengetesan kapasitas aliran udara, kuat arus, tegangan,
tekanan, dll
b. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus
disaksikan oleh Konsultan Pengawas.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 94
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

1.19 Pemeriksaan Rutin Dan Khusus


1. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh
Kontraktor instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua)
minggu, atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.
2. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh
Kontraktor instalasi ini, apabila ada permintaan dari pihak Konsultan
Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini.

1.20 Kantor Kontraktor, Los Kerja dan Gudang


1. Kontraktor diharuskan untuk membuat kantor, gudang dan los kerja di
halaman tempat pekerjaan, untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi
lapangan, penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai
area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar), dimana pelaksanaan tugas
instalasi berlangsung.
2. Pembuatan kantor, gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila
terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas/Konsultan
Pengawas.

1.21 Penjagaan
1. Kontraktor wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus
menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan, peralatan, mesin
dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan).
2. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-
barang tersebut di atas, menjadi tanggung jawab Kontraktor.

1.22 Air Kerja


1. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan
sebagainya harus disediakan oleh pihak Kontraktor.
2. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (existing) harus
dilengkapi dengan meter air, dan berkoordinasi dengan Konsultan
Pengawas terlebih dahulu.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 95
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

1.23 Penerangan Dan Sumber Daya Listrik


1. Pada kantor, los kerja, gudang dan tempat-tempat pelaksanaan
pekerjaan yang dianggap perlu, harus diberi penerangan yang cukup.
2. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber
tenaga/daya kerja harus diusahakan oleh Kontraktor. Bila menggunakandaya
listrik dari bangunan existing, harus dilengkapi dengan KWh meter dan
berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu.

1.24 Kebersihan Dan Ketertiban


1. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, kantor, gudang, los kerja dan
tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan, harus selalu dalam keadaan
bersih.
2. Penimbunan/penyimpanan barang, bahan dan peralatan baik dalam
gudang maupun di luar (halaman), harus diatur sedemikian rupa agar
memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari
bagian lain.
3. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh
Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan.

1.25 Keselamatan Dan Kesehatan Kerja


1. Kontraktor harus menerapkan standar K3 dalam pelaksanaan baik
persiapan, maupun pelaksanaan konstruksi bangunan.
2. Pelaksanaan kegiatan K3 di lapangan meliputi :
3. Kegiatan K3 di lapangan berupa pelaksanaan safety plan, melalui
kerjasama dengan instansi yang terkait K3, yaitu depnaker, polisi dan rumah
sakit.
4. Pengawasan pelaksanaan K3, meliputi kegiatan :
a. Safety patrol, yaitu suatu tim K3 yang terdiri dari 2 atau 3 orang yang
melaksanakan patroli untuk mencatat hal-hal yang tidak sesuai
ketentuan K3 dan yang memiliki resiko kecelakaan.
b. Safety supervisor; adalah petugas yang ditunjuk manajer proyek untuk
mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari
segi K3.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 96
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

c. Safety meeting; yaitu rapat dalam proyek yang membahas hasil


laporan safety patrol maupun safety supervisor.
5. Pelaporan dan penanganan kecelakaan, terdiri dari :
a. Pelaporan dan penanganan kecelakaan ringan
b. Pelaporan dan penanganan kecelakaan berat
c. Pelaporan dan penanganan kecelakaan dengan korban meninggal
d. Pelaporan dan penanganan kecelakaan peralatan berat
6. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan ini, maka Kontraktor diwajibkan segera mengambil segala
tindakan guna kepentingan si korban atau para korban, serta melaporkan
kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang
bersangkutan/berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga
Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
7. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap, guna keperluan
pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan.
8. Secara garis besar alat-alat pelindung anggota badan yang wajib
disediakan dilapangan adalah meliputi :
a. Pakaian kerja.
b. Pelindung tangan, berupa sarung tangan dan sejenisnya :
 Metal mesh, sarung tangan yang tahan terhadap ujung bnda tajam dan
melindungi tangan dari terpotong.
 Leather gloves, melindungi tangan dari permukan yang kasar.
 Vinyl dan neoprene gloves, melindungi tangan dari bahan kimia
beracun.
 Padded doth gloves, melindungi tangan dari sisi yang tajam,
bergelombang dan kotor.
 Heat resistant gloves, melindungi tangan dari panas dan api.
 Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan
kuman.
c. Pelindung kaki, sepatu boot dengan jenis yang sesuai dengan
kondisi di lapangan.
d. Pelindung kepala, wajib menggunakan topi/helm proyek.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 97
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

e. Pelindung mata, kaca mata safety yang sesuai pada konsisi masing-
masing pekerjaan.
f. Pelindung wajah, seperti helm pengelas yang wajib digunakan saat
pelaksanaan pekerjaan las.
g. Pelindung bahaya jatuh. Pelaksanaan pekerjaan dengan fungsi ketinggian
wajib menggunakan pakaian penahan bahaya jatuh. Pakaian ini juga
dilengkapi dengan tali kaitan lentur dan tempat penyangkut kaitan yang
mampu menahan beban minimal 500 kg.

1.26 Testing Dan Commisioning


1. Kontraktor instalasi ini harus melakukan semua testing dan
commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan
instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua
persyaratan yang diminta, sesuai dengan prosedur testing dan
commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang.
2. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan
testing tersebut merupakan tanggung jawab Kontraktor termasuk daya
listrik untuk testing.

1.27 Garansi, Masa Pemeliharaan Dan Serah Terima Pekerjaan


1. Keseluruhan instalasi Mekanikal dan Elektrikal harus digaransi selama 1
(satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama.
2. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari
kalender sejak saat penyerahan pertama, bila Konsultan Pengawas/Pemberi
Tugas menentukan lain, maka yang terakhir ini yang akan berlaku.
3. Selama masa pemeliharaan, seluruh instalasi yang telah selesai
dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
4. Selama masa pemeliharaan ini, untuk seluruh instalasi ini Kontraktor
diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya
tambahan biaya.
5. Selama masa pemeliharaan ini, apabila Kontraktor instalasi tidak
melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas
perbaikan/penggantian/penyetelan yang diperlukan, maka Konsultan

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 98
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Pengawas berhak menyerahkan perbaikan/penggantian/ penyetelan


tersebut kepada pihak lain atas biaya Kontraktor instalasi ini.
6. Selama masa pemeliharaan ini, Kontraktor instalasi harus melatih
petugas-petugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek
sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan
pengoperasian dan pemeliharaannya.
7. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada
bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama
oleh Kontraktor dan Konsultan Pengawas.
8. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi, maka Kontraktor harus
menyerahkan daftar komponen/part list seluruh komponen yang akan
dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail/photo dari masing- masing
komponen tersebut, lengkap dengan manualnya. Daftar komponen tersebut
diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing
1 (satu) set.
9. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat
dilaksanakan setelah :
a. Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini
dalam keadaan baik, ditandatangani bersama oleh Kontraktor dan
Konsultan Pengawas.
b. Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta
Operating Instruction, Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5
(lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah
diserahkan kepada Konsultan Pengawas.

1.28 Sertifikat Pengetesan


Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. Bila
peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang
disyaratkan di dalam spesifikasi teknis ini, maka pabrik pembuat bertanggung
jawab terhadap peralatan yang diserahkan, sampai peralatan tersebut
memenuhi syarat-syarat, setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat
pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 99
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

1.29 Training
Sebelum penyerahan pertama pekerjaan, Kontraktor harus menyelenggarakan
semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang
yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan
3 copies buku Operating Maintenance, Repair Manual dan As-built drawing, segala
sesuatunya atas biaya Kontraktor.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 100
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 19
PEKERJAAN PEKERJAAN PLAMBING AIR BERSIH,
AIR BEKAS, AIR KOTOR & PIPA VEN

21.1. SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PLAMBING AIR BERSIH, AIR BEKAS, AIR
KOTOR & PIPA VEN
1. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Instalasi Air Bersih yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan
dan pemasangan peralatan alat bersih dan alat-alat bantu pendukung
instalasi, dari sumber air, penampung air, dan distribusi air sampai pengguna
air bersih, pekerjaan Instalasi Air Bekas Kotor yang dimaksudkan disini adalah
pengadaaan dan pemasangan peralatan untuk instalasi Air Bekas dan
instalasi Air Kotor dan pipa Ven meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
- Pekerjaan Instalasi Sumur
- Pekerjaan Instalasi Pipa Cabang lantai 1&2.
- Pekerjaan Instalasi Pipa Drainase Air Hujan
2. Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan mekanikal mengacu pada
standart- standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :
- SNI : Standart Nasional Indonesia
- PPI : Pedoman Plumbing Indonesia
- PDI : Plumbing and Drainage Institute
- AMDAL : Analisa Mengenai Dampak Lingkungan
- Peraturan PAM daerah setempat

2. PERSYARATAN TEKNIS
1. Persyaratan Teknis Sistem
a. Sistem Instalasi Air Bersih merupakan Sistem penyediaan air bersih,
penampungan air bersih, dan distribusi air bersih
b. Air bersih (Clean Water) berasal dari air PDAM dan air sumur. Air yang
berasal dari PDAM (jaringan PDAM terdekat)
c. Instalasi Sistem Air Bekas merupakan Sistem penyaluran air buangan
yang berasal dari air buangan floor drain dan sink di toilet maupun pantry
melewati pipa datar dan pipa tegak ke unit pengolahan limbah.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 101
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

d. Instalasi Sistem Air Kotor merupakan Sistem penyaluran air buangan


yang berasal dari air buangan closet dan urinal di toilet melewati pipa
datar dan pipa tegak menuju ke unit pengolahan limbah.
e. Instalasi Sistem Ven merupakan Sistem sirkulasi udara yang
terperangkap dalam instalasi sistem air bekas dan air kotor, dengan
tujuan menjaga kelancaran aliran dalam pipa.
f. Instalasi Sistem Air Hujan merupakan Sistem penyaluran air hujan
yang berasal dari atap gedung, dan atau tempias hujan di balkon melewati
pipa datar dan pipa tegak menuju ke penampungan atau ke saluran
drainasi gedung/kawasan/kota atau masuk ke sumur peresapan.
g. Instalasi Sistem Pengolah Air Limbah merupakan Sistem pengolah air
limbah yang berasal dari gedung kemudian diolah di unit STP, sehingga
air keluar menuju ke saluran gedung/kawasan/kota memenuhi
persyaratan/ketentuan air limbah
2. Persyaratan Material
a. Material Pipa :
- Pipa Instalasi Pipa Air Bersih
- Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, AW Class, 10 kg/cm2. Standard : SNI
06-0084-2002
- Pipa Instalasi Pipa Air Bekas, Air Kotor dan Air Hujan
Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, AW Class, 10 kg/cm2. Standard : SNI
06-0084-2002
- Pipa Ventilasi Udara.
Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, D Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI
06-0084-2002
b. Material Fittings :
- Fitting Instalasi Pipa Air Bersih, Air Bekas , Air Kotor
 Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm : Injection Moulding connection,
, AW Class. 10 kg/cm2, Standard : SNI 06-0135-1989
 Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Slip-on Ring Connection , AW
Class , 10 kg/cm2, Standard : SNI 06-0135-1989
- Fitting Instalasi Pipa Air Hujan
 Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, D Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI
06-0135-1989

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 102
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

3. Persyaratan Pelaksanaan.
a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi plambing harus
memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan
pelaksanaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan
instalasi plambing. Selain itu Pelaksana/Pemborong harus
melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja,
Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan Ijin- ijin
pelakasanaan, As-built drawing dan K3 dalam persyaratan pelaksanaan
pekerjaan mekanikal.
b. Pemasangan pipa dalam gedung.
Pemasangan Pipa pada ruang terbuka disini yang dimaksudkan adalah
pemasangan pipa di atas plafon, dan beberapa tempat dalam bangunan
yang pada akhirnya nanti tidak tertutup dengan kontruksi lainnya.
Beberapa ketentuan pemasangan pipa tersebut adalah sebagai berikut :
 Pipa baja dan pipa PVC di pasang dalam ruang terbuka terdiri dari pipa
tegak/vertikal yang biasanya terpasang dalam shaft atau dalam dinding
dan pipa mendatar/horisontal yang sebagian besar terpasang di atas
plafon atau di bawah lantai dan dalam tanah.

Ukuran Pipa Jarak Hanger /


Support
Dia. ≤ 1” 1m
1” s/d 1 ½” 2m
2” s/d 3” 3m
4” s/d 6” 4m

 Untuk pipa PVC mendatar dan pipa tegak digantung, ditumpu, dan
diclamp dengan penggantung dan penumpu yang dapat diatur
(Adjustable) dengan jarak sesuai ketentuan sebagai berikut:

Ukuran Pipa Jarak Hanger


/ Support
Dia. ≤ 1” 0,7 m
1” s/d 1 ½” 1m
2” 1,2 m
1
2 /2” s/d 5” 1,5 m

 Pipa tegak dan mendatar di dalam tembok yang menuju fixture unit
harus ditanam didalam tembok / lantai. Pelaksana harus membuat alur
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 103
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

- alur lubang yang diperlukan pada tembok sesuai dengan kebutuhan


pipa.
 Untuk pipa yang menembus tembok, lantai , atap, atau kontruksi
bangunan, maka perlu di pasang sleves mempunyai ukuran yang
cukup dengan ketebalan minimum 0,2 cm dan memberikan
kelonggaran kira-kira 1 cm pada masing-masing sisi di luar pipa
ataupun isolasinya. Sleeves untuk dinding dibuat dari pipa baja
bangunan yang mempunyai lapisan kedap air (Water Proofing).
Sleeves tersebut harus khusus untuk penggunaan tersebut. Flens dari
Sleeves tersebut harus menjadi satu atau diberi klem (Clamp) yang
akan mengikat "Flashing Sleeves". Rongga antara pipa dan sleeves
harus dibuat kedap air dengan mengisinya dengan gasket atau
material lain yang kedap air.
 Untuk pipa terpasang pada line yang sama, atau pipa bersebelahan
dan pipa yang dekat dinding atau kontruksi mati, maka jarak pipa ke
pipa dan pipa ke dinding harus memenuhi jarak tertentu. Jarak
tersebut untuk menghandiri tumpang tindih pipa, mudahkan
operasional dan pemeliharaan.
 Semua pipa dari besi/baja yang dilapis harus dicat dasar/primer dan
dicat finish dengan warna jenis instalasi pipa.
c. Pemasangan Pipa dalam tanah.
Pelaksanaan pemasangan pipa dalam tanah harus memperhatikan
ketentuan sebagai berikut :
 Pipa yang dipasang dan ditanam di bawah/di dalam tanah harus
mempunyai kedalaman minimal 60 cm diukur dari pipa bagian atas
sampai permukaan tanah. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan
rata sehingga seluruh panjang pipa terletak/tertumpu dengan dengan
baik. Apabila dijumpai perletakan pipa melintasi jalan kendaraan
karena dalamnya galian tidak memenuhi syarat (60 cm), maka pipa
pada bagian pengurugan teratas harus pelindung berupa pipa besi
dengan diameter diatas pipa terpasang atau dengan plat beton
bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat
beton tidak bertumpu pada pipa.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 104
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

 Semua pipa yang akan ditutup/ditimbun dengan tanah, telah dilakukan


test tekan dan desinfeksi terhadap pipa yang bersangkutan.
 Untuk menjaga kestabilan posisi pipa, pada setiap belokan dan dekat
fitting dipasang thrust block.
 Penimbunan tanah dilakukan terlebih dahulu dengan pasir setebal 15
cm kemudian tanah asli atau urugan. Tanah timbunan selanjutnya
dipadatkan disesuaikan dengan kekerasan tanah asli.
d. Test dan Commisioning.
Yang dimaksudkan dengan Test dan Commisioning disini adalah
pengujian dan treatment terhadap instalasi pipa yang akan dipasang
maupun yang sudah dipasang. Pengujian pipa dilaksnakan secara
partial (bagian-per bagian) dan atau secara menyeluruh. Beberapa
ketentuan pengujian pipa tersebut adalah sebagai berikut :
 Pipa Air Bekas, Air Kotor, Air Hujan, dan Ventilasi Udara
Untuk pipa air bekas, air kotor, air hujan, dan ventilasi udara dilakukan
test genang dengan menyumbat semua ujung pipa dan menyediakan
lubang yang tertinggi untuk pengisian air. Sistem tersebut harus
menahan air yang diisikan minimum selama 2 jam tanpa terjadi
penurunan air.

C. LINGKUP PEKERJAAN
1. Instalasi Pipa Cabang Air Bersih Lantai 1 & 2
2. Instalasi Pipa Cabang Air Bekas Lantai 1 & 2
3. Instalasi Pipa Cabang Air Kotor Lantai 1 & 2
4. Instalasi Pipa Cabang Ven Lantai 1 & 2
5. Instalasi Roof Drain dan Pipa Air Hujan
6. Pembuatan Saluran Drainasi &Sumur Resapan dan Instalasi pemipaan
yang dibutuhkan

D. BAHAN DAN PERALATAN


1. Pipa air bersih.
Pipa air bersih dari setiap alat plambing (fixture) hingga ke pipa utama
yang terletak didalam shaft harus terbuat dari PVC kelas AW.
2. Pipa air limbah, air kotor & air bekas.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 105
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Pipa air k o t o r dari setiap alat plambing (fixture) hingga ke pipa utama yang
terletak didalam shaft harus terbuat dari PVC kelas AW.
3. Pipa Vent
Pipa dan fitting untuk ven terbuat dari PVC kelas AW.
4. Pipa Air Hujan
Pipa untuk air hujan ven terbuat dari PVC kelas D.
5. Semua pipa, fixture dan fitting yang berada di luar dinding dan kelihatan,
harus terbuat dari kuningan dan dilapisi dengan cromium atau nickel.
6. Floor Drain
Semua lubang buangan dilantai (floor drain) terbuat dari plat stainless
steel berlubang-lubang, dilengkapi dengan water trap.
7. Clean Out
Semua clean out terbuat dari plat stainless steel dan dilengkapi dengan slot
1. Setiap bahan pipa (satu panjang utuh), fitting, alat plambing (fixture), dan
peralatan-peralatan yang akan dipasang pada instalasi, harus
mempunyai tanda (merek) yang jelas dari pabrik pembuatnya. Pipa,
fitting, dan fixture yang tidak mempunyai (merek) tersebut harus diganti
atas tanggung jawab Pemborong.
2. Kemiringan/slope saluran air bekas dan air kotor tidak boleh kurang dari
1%, untuk saluran air hujan tidak boleh kurang dari 0.05%.

E. PERANCANGAN PLAMBING AIR BERSIH, AIR BEKAS KOTOR & AIR


HUJAN
1. Sistem pembuangan gedung dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu
pertama, instalasi Air Kotor dari toilet dan urinoir disalurkan ke unit
pengolah limbah (septic tank). Kedua, instalasi Air Bekas dari wastafel,
floordrain dan sink disalurkan keunit peresapan. Ketiga, instalasi air hujan
disalurkan ke unit peresapan air hujan dan selanjutnya ke saluran drainase
lingkungan.
2. Produk dari unit pengolah limbah (sewage treatment plan) akan disalurkan
ke unit peresapan yang memiliki overflow menuju saluran drainase
lingkungan atau riol kota.
3. Buangan air hujan disalurkan menuju unit peresapan air hujan dan
overflow-nya disalurkan ke saluran drainase lingkungan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 106
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Besar kapasitas unit pengolah limbah, sumpit, sumur resapan, dan sumur
peresapan air hujan (SPAH) sebagaimana yang tercantum dalam gambar
kerja.

F. PENGUJIAN DAN DISINFEKSI


Pengujian
a. Setelah pipa selesai dipasang, seluruh sistem air kotor dan air bekas
harus diuji dengan tekanan sebesar 4 kg/cm2 untuk air kotor dan air bekas
serta dilakukan tes rendam selama 3 (tiga) hari untuk pipa air kotor dan
bekas tanpa mengalami kebocoran.
b. Apabila sesuatu bagian dari instalasi pipa akan ditutup oleh tembok
atau konstruksi bangunan lainnya, maka bagian dari instalasi tersebut
harus diuji dengan cara yang sama seperti diatas sebelum ditutup dengan
tembok atau bagian bangunan tersebut.
c. Apabila Pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan
atau kegagalan dari sesuatu bagian dari instalasi atau sesuatu bahan dari
instalasi, maka Pemborong harus mengganti bagian atau bahan yang
rusak/gagal tersebut dan pemeriksaan/ pengujian dilakukan lagi sampai
memuaskan pemilik atau wakilnya.
d. Penggantian atas bagian pipa atau bahan yang gagal/rusak tersebut
harus dengan pipa atau bahan baru. Penambalan (caulking) dengan bahan
apapun tidak diperkenankan.

G. STANDARD MERK
Sebagai standard kwalitas yang dipergunakan untuk peralatan dan bahan
adalah :
1. Pipa PVC : Wavin, Rucika
2. Fitting, elbow, reducer : Rucika, Pralon
kecuali ditunjukkan pada spesifikasi, merk-merk lain tidak disarankan.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 107
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 20
PEKERJAAN PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT

22.1. Umum
1. Setiap Kontraktor yang menangani pekerjaan ini, haruslah mempelajari seluruh
Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh
pada pekerjaan ini.
2. Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik
dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar, dimana
bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-
ketentuan pada spesifikasi ini.
3. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang
dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan
kewajiban Kontraktor untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut, sehingga
sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan
biaya.

22.2. Lingkup Pekerjaan


1. Penyediaan dan pemasangan panel-panel :
a. Panel-panel penerangan
b. Panel-panel daya dan panel kontrol
2. Pengadaan, pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang
disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini, antara
lain:
a. Sistem penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya
pengkawatan dan konduit, titik nyala lampu, armature, saklar dan seluruh
stop-kontak.
b. Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga.
c. Panel-panel penerangan da Panel-panel tenaga.
d. Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya.
e. Pekerjaan pembumian/grounding.
3. Pengadaan, pemasangan dan mengecek ulang atas design, baik yang telah
disebutkan dalam gambar/Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak
disebutkan namun secara umum/teknis diperlukan untuk memperoleh suatu
sistem yang sempurna, aman, siap pakai dan handal.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 108
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

4. Menyelenggarakan pemeriksaan, pengujian, dan pengesahan seluruh instalasi


listrik yang terpasang.
5. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings).

22.3. Ketentuan Bahan dan Peralatan


a. Panel Tegangan Rendah
1. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen
yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Panel-panel yang
dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V, 3 phasa, 4 kawat, 50 Hz dan
solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL, IEC, VDE/DIN,
BS, NEMA dan sebagainya.
2. Panel menggunakan form 2 dengan busbar biasa (standard)
3. Panel-panel harus dibuat dari plat besi minimal setebal 1,6 mm dengan
rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di cat duco 2 kali dan
harus di cat dengan cat powder coating, warna dan cat akan ditentukan
kemudian. Pintu panel-panel harus dilengkapi dengan master key, terbuat
dari plat baja dengan ketebalan 1,6 mm.
4. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan
sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan,
penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan
tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya.
5. Panel PDTR harus dilengkapi dengan Surge Arrester termasuk sub panel
power yang berkaitan dengan IT, PABX, arus lemah/elektronika yang
lainnya.
6. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan
keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.
7. Body/badan panel harus di-bumi-kan (grounding) secara sempurna.
8. Komponen panel :
a. Accessories
Busbar, terminal-terminal, isolator switch dan perlengkapan lainnya harus
buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat
dan tidak boleh ada bagian yang bergetar.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 109
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Busbar
 Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar
phase R-S-T, 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Besarnya
busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam
busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikan suhu lebih besar dari
65° C. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam
PUIL.
 Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN, dimana
lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul.
 Busbar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas
98%, rating amper sesuai gambar.
 Busbar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai
berikut :
- Phasa : Merah, Kuning dan Hitam
- Netral : Biru
- Ground : Hijau-Kuning
c. Circuit breaker
Miniature Circuit breaker untuk penerangan menggunakan MCB dengan
breaking capacity minimal 4,5 kA simetris atau sesuai dengan gambar
perencanaan.
Rating arus untuk miniature circuit breaker minimal adalah 4 A. Rating
tegangan 230/380 VAC.
Miniature Circuit Breaker untuk beban motor induktif harus menggunakan
MCB berkarakteristik curva D, tipe H.
- Circuit Breaker yang digunakan minimal 1 pole untuk 1 phasa dan 3 pole
untuk 3 phasa.
Circuit breaker lainnya harus dari tipe MCCB, sesuai dengan yang
diberikan pada gambar rencana dengan breaking capacity MCCB
adjustable minimal 36 kA simetris dan breaking capacity ACB minimal 50
kA simetris.
Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal
dan instantaneouse magnetic unit.
- Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shut
trip terminal.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 110
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

- Type dan jenis dari Circuit Breaker sesuai dengan gambar


perencanaan.
d. Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak
tahan getaran. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96
mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi
serta bersertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap
jenis alat ukur) disetiap Panel Pembagi Utama atau Sub Panel Pembagi.

22.4. Kabel Tegangan Rendah


1. Sebelum digunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.
2. Pada prinsipnya kabel-kabel yang digunakan adalah jenis NYY, NYM, NYA,
NYFGbY, FRC, NYMHY, BCC. Untuk kabel feeder/power dari jenis NYY, kabel
penerangan digunakan kabel NYM, sedangkan untuk kabel grounding dari jenis
BCC.
3. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat digunakan untuk tegangan min. 0,6 KV
dan 0,5 KV untuk kabel NYM.
4. Penampang kabel instalasi minimum yang dapat dipakai 2,5 mm²

22.5. Lighting Fixtures


1. Umum
a. Lampu yang digunakan adalah lampu LED dengan faktor daya
minimum 0,9.
b. Fitting lampu dari tipe yang tidak menggunakan mur baut.
c. Semua lighting fixtures harus bebas dari karat dan lecet-lecet, dicat dengan
cat bakar Acrylic warna putih. Contoh dan warna lampu harus disetujui
oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.
d. Konstruksi lighting fixtures pada umumnya harus memberikan effisiensi
penerangan yang maksimal, rapih, kuat serta sedemikian rupa hingga
pekerjaan-pekerjaan seperti penggantian lampu, pembersihan, pemeriksaan
dan pekerjaan pemeliharaan dengan mudah dapat dilaksanakan.
e. Pada semua lighting fixtures harus dibuatkan mur dan baut sebagai tempat
terminal pembumian (Grounding).

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 111
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. Downlight Inbow
a. Armatur yang di pasang Slim Led Panel.
b. Diameter dari kap lampu minimal 125 mm.
c. Jenis lampu yang digunakan adalah LED.
d. Daya yang digunakan sesuai dengan gambar rencana.
3. Downlight Outbow
a. Armatur yang di pasang Slim Led Panel.
b. Diameter dari kap lampu minimal 125 mm.
c. Jenis lampu yang digunakan adalah LED.
d. Daya yang digunakan sesuai dengan gambar rencana
4. Reccessed Mounted (RM)
a. Armatur yang di pasang Led Panel.
b. Diameter dari kap lampu 1200 mm x 300 mm.
c. Jenis lampu yang digunakan adalah LED.
d. Daya yang digunakan sesuai dengan gambar rencana.

22.6. Kotak - Kontak dan Saklar


1. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah
tipe pemasangan masuk/inbow (flush mounting).
2. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 10 A dan
mengikuti standard VDE.
3. Flush-box (inbow doos) untuk tempat saklar, kotak-kontak dinding dan push
button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal.
4. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali
ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah/lembab harus jenis water dicht
(WD) sedang untuk saklar dipasang 1,500 mm dari permukaan lantai
atau sesuai gambar.

22.7. Konduit
1. Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High
Impact.
2. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 112
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

22.8. Perlengkapan Instalasi


1. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk
melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan, handal
dan mudah perawatan.
2. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik.
3. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box/doos, warna
kabel harus sama.
4. Juction box/doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup
pengaman.

22.9. Persyaratan Teknis Pemasangan


a. Panel-panel
1. Sebelum pemesanan/pembuatan panel, harus mengajukan gambar
kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas.
2. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan
harus rata (horizontal).
3. Letak panel seperti yang ditunjukkan dalam gambar, dapat disesuaikan
dengan kondisi setempat.
4. Untuk panel yang dipasang tertanam (inbow) kabel-kabel dari/ke terminal
panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam
tembok secara kuat dan teratur rapi. Sedangkan untuk panel yang
dipasang menempel tembok (outbow), kabel-kabel dari/ke terminal panel
harus melalui tangga kabel.
5. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel
(cable lug) yang sesuai.
6. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1.800 mm,
dari lantai sampai dengan ujung bagian atas panel.
7. Setiap kabel yang masuk/keluar dari panel harus dilengkapi dengan
gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang
tajam.
8. Semua panel harus di-bumi-kan (grounding).

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 113
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Kabel–Kabel
1. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark
yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.
2. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk
mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL.
3. Kabel daya yang dipasang horizontal/vertical harus dipasang pada
tangga kabel, diklem dan disusun rapi.
4. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan, kecuali
pada T-doos untuk instalasi penerangan.
5. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan
sepatu kabel untuk terminasinya.
6. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus
mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah
pateri.
7. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi
lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung
8. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus
dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali
penampang kabel.
9. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada
suatu rak kabel.
10. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam
konduit.
11. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di
dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan
konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak
terminal tadi minimum 4 cm. Penyambungan kabel menggunakan las doop.
12. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1
m disetiap ujungnya.
13. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling
menyilang.
14. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat
lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah
memenuhi persyaratan.
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

15. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai


tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm.

c. Instalasi Kabel Bawah Tanah


1. Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman minimum 80 cm,
dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm
dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya.
Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah
kabel.
2. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi
lainnya harus ditanam lebih dalam dari 80 cm dan diberikan pelindung
pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel.
Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah
jalannya kabel.
3. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku (standar
PLN) atau sesuai dengan gambar rencana.
4. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah
disetiap jarak 1 meter.
5. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan
Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut.
6. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20
x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. Patok-patok ini dicat
kuning dan bertulisan merah.
7. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan
pipa sleeve, pipa ini minimal dari Metal (Pipa GIP).
8. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Kabel harus utuh
menerus tanpa sambungan.
9. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15x diameternya.
10. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL
TANAH” dan arah belok.
11. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 86
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

d. Instalasi Kabel Tenaga


1. Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin disesuaikan dengan gambar
dan kondisi setempat apabila terjadi kesulitan dalam menentukan letak
tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas.
2. Kontraktor wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut,
kecuali dinyatakan lain dalam gambar.
3. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik/rapi sehingga
tidak saling tindih dan membelit.
4. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang
menelusuri dinding (outbow) harus dilindungi dengan pipa pelindung. Agar
diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi dengan
klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya, sehingga nampak rapi.
5. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel.
6. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus
menggunakan pipa fleksibel, belokan harus dengan radius minimal 15 x
diameter kabel.
7. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel
harus disesuaikan dengan phasanya.
8. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark
yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.
9. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk
mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL.
10. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel
(cable ladder), diklem dan disusun rapi.
11. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.
12. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan
sepatu kabel untuk terminasinya.
13. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus
mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan
timah pateri.
14. Untuk kabel feeder yang dipasang di dalam trench harus
mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm.
15. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1
m disetiap ujungnya.
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 87
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

e. Kotak–Kontak dan Saklar


1. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan
masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak-
kontak dan 1.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail.
2. Kotak-kontak untuk samping bed di pasang 1500 mm dari lantai.
3. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab/basah
harus dari tipe water dicht (bila ada).
4. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih
dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos
tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut.

f. Pembumian (Grounding)
1. Sistem pembumian harus memenuhi peraturan yang berlaku (PUIL).
2. Seluruh panel dan peralatan harus di-bumi-kan (grounding). Penghantar
pembumian pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran minimal
10 mm² dan maksimal sesuai dengan gambar rencana, penyambungan ke
panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug).
3. Nilai ground resistance untuk grounding listrik tegangan rendah (sesuai
gambar rencana) harus kurang dari 3 ohm; diukur setelah tidak hujan selama
3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus mencapai
permukaan air tanah.
4. Nilai ground resistance untuk grounding listrik tegangan menengah
(sesuai gambar rencana) harus kurang dari 3 ohm; diukur setelah tidak hujan
selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus
mencapai permukaan air tanah.
5. Nilai ground resistance untuk grounding netral sekunder trafo (sesuai
gambar rencana) harus kurang dari 3 ohm; diukur setelah tidak hujan selama
3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus mencapai
permukaan air tanah.
6. Nilai ground resistance untuk grounding netral alternator genset (sesuai
gambar rencana) harus kurang dari 3 ohm; diukur setelah tidak hujan selama
3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus mencapai
permukaan air tanah.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 88
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

7. Nilai ground resistance untuk grounding listrik arus lemah / elektronik (sesuai
gambar rencana) harus kurang dari 1 ohm; diukur setelah tidak hujan selama
3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus mencapai
permukaan air tanah.
8. Nilai ground resistance untuk grounding listrik peralatan medis (sesuai
gambar rencana) harus kurang dari 0,2 ohm; diukur setelah tidak hujan
selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Ujung elektroda pembumian harus
mencapai permukaan air tanah.
9. Pengukuran Pembumian tanah dilaksanakan oleh Kontraktor setelah
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Pengukuran ini harus

g. Pengujian
Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang, harus diadakan
pengujian secara individual. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah
dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan
LMK/PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. Setelah peralatan
tersebut dipasang, harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system
untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. Semua biaya yang
timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Kontraktor.
g.1. No Load Test
1. Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan ditest satu per
satu seperti misal pengujian Instalasi 0,6/1 KV (Kabel Tegangan
Rendah):
a. Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1,000 Volt
b. Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1,000 Volt
c. Pengukuran tahanan pembumian
2. Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan
Pengetesan/hasil pengujian pemeriksaan. Apabila hasil pengujian
dinyatakan baik, maka test berikutnya harus dilaksanakan secara
keseluruhan (Full Load Test).
g.2. Full Load Test (Test Beban Penuh)
1. Test beban penuh ini harus dilaksanakan Kontraktor
sebelum penyerahan pertama pekerjaan. Test ini meliputi :
a. Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 89
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

b. Test pompa-pompa seluruhnya, yang dilaksanakan bersama-sama


sub pekerjaan pompa-pompa.
c. Test peralatan (beban) lainnya.
2. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan
beban penuh, dan semua biaya dan tanggung jawab teknik
sepenuhnya menjadi beban Kontraktor, dengan schedule/pengaturan
waktu oleh Konsultan Pengawas.
3. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan
Konsultan Pengawas. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita
Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan.

h. Lain - lain
Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan, walaupun tidak digambarkan
atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sehingga
instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 89
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

PASAL 21
PENUTUP

1. Segala sesuatu yang belum tercantum di dalam Dokumen Pelelangan ini akan
disusulkan kemudian dalam Pemberian Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).
2. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penyelesaian di lapangan
akan dibicarakan dan diatur oleh pengawas dengan pemborong dan bila diperlukan
akan dibicarakan bersama Konsultan Perencana dan Pengawas dalam Rapat Berkala.

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 90
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

LAMPIRAN
DAFTAR SPESIFIKASI TEKNIS

1. OUT LINES SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR


Bahan dan peralatan harus memenuhi syarat minimal yang ditentukan dalam
spesifikasi teknis berikut ini.

Spesifikasi
No Uraian
Tipe Merk

1 Semen Plesteran, achian, isian kramik Kupang / Tonasa


2 Pasir Pasir beton, pasir pasang lokal
3 Batu belah Batu pondasi, batu split lokal
4 Batu Bata tanah liat lokal
Papan kayu kelas III, dan playwood
5 Begesting lokal
12mm, kayu lokal

≥10mm fy = 4200 kg/cm2


6 Besi Tulangan
<10mm fy = 2400 kg/cm2
7 Beton K-175 -
EKG, Smartruss
8 Baja ringan profil C .75 . 1
Lysaght

EKG, Smartruss
9 Reng Baja Ringan Profil R.33
Lysaght
10 Rangka atap Hollow 40x40 da 50x100 mm Galvalum
canopy Metal roof berpasir
Tebal 0,3 mm
Bahan Baku : Clean Color Bond
AZ 150 (Zincalume : 55 % Prima Roof, Sakura
11 Atap Gedung
Alumunium) Roof
Berat: 5,38 kg/lembar
Warna : Hijau berpasir
Panjang : 770 mm
13 list plank Kalsiplank lebar 30 Conwood, kalsiboard
14 3” kusen jendela Alexindo, Incalum,
Alumunium
4” kusen pintu handal
15 Pintu Utama Temperd 12 mm Asahimas, mulia
16 Pintu Ruang Almunium 4” + kaca 5 mm
17 Pintu Kamar Bahan UPVC Wadja
mandi
18 Kaca Kaca bening 5 mm Asahimas, mulia
19 Partisi dinding Rangka Metal stud 75 Jaya board
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 91
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

Papan cemen Kalsi boar, Aplus


Waterprofing cat Elastic water proof
20 Sika
lantai Serat viber

Niro Granite,
21 Penutup Lantai 60x60 (HT) lantai polish
Indogress

Niro Granite,
60x60 (HT) lantai teras unpolish
Indogress

10x60 (HT) Plint lantai ruangan Niro Granite,


polis Indogress

60x60 (HT) Tangga dan bordes Niro Granite,


polis Indogress
30x30 (HT) Lantai kamar mandi KIA, Mulia
unpolis
30x60 (HT) dinding kamar mandi KIA, Mulia
polis
22 Backdrop Multiplex 9 mm
Metal stud Jaya board
Lapis HPL Eco
Rangka plafon
23 35x35 0.35 mm Galvanis (plafon) Galvalum
Hollow
24 Penutup plafon Gybsum 9 mm Jayaboard
25 Papan Semen 6 mm Kalsi boar, Aplus
25 pengecatan indoor dan out door Dulux, Mowilex
pengecatan Dulux Pentalite
26 cat plafon
Plafond Ceiling
27 batu alam Batu candi 20x20 local
Plat stenlist
28 stainlles steel Spindo
Pipa stenlis 2” dan 1”
29 GRC GRC Cetak Local
30 Coating batu alam Propan Stone
32 Talang air Metal BJLS U 30 cm
33 Kran air Stainlees Steel Onda, San Ei
34 Floor drain Stainlees Steel Toto
35 Kran air wastafel Toto, San Ei
36 Closed duduk Closet Duduk Toto + Jetwasher Toto, Grohe
37 Washtafel Toto

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 92
Rencana Kerja dan Syarat Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal

2. OUT LINES SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL DAN


ELEKTRIKAL
NO JENIS MATERIAL SPESIFIKASI MERK / PEMBUAT
A. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. Panel Maker Floor standing, Wall Global Technindo, OMNI
mounted
2. MCB, ELCB, Aksesoris Schneider Electric, ABB
Panel
3. Kabel Instalasi dan NYA, NYAF, NYM, Supremme, Kabel Metal
Komponen Panel
Kabel NYY, NYFGbY, NY2X,
Power FRC
4. Armatur danLampu Luxline Batten Led, Philips
Downlight Slim Led,
Ceilling Light Led,
Recessed Mounted Led
5. Saklar dan Stop Saklar Single, Saklar Panasonic
Kontak Seri, Saklar Tukar,
Grid Switch,
Stop Kontak 1 ph (Child
Protection)

6. Pipa instalasi / Condoid Diameter 20 mm, Dia. Legrand


25 mm, Dia. 32 mm
7. Aksesoris Instalasi Inbow dos, Elbow, sock Boss, Legrand
8. PenyalurPetir Radius 80 meter Kurn
Kabel NYY 70 mm Supremme, Kabel Metal
Kabel BC Grounding Supremme, Kabel Metal

C. PEKERJAAN PLUMBING
1. Air Bersih
Pompa Jet Pump Panasonic,
Pipa Instalasi PVC AW Rucika, Paralon
Valve danaksesoris Rucika, Paralon
2. Air Bekas dan Kotor
Pipa Instalasi PVC AW Rucika, Pralon
Aksesoris Rucika, Pralon
Floor Clean Out Toto, San Ei

Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kec. Nubatukan Kab. Lembata 93
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG BALAI NIKAH DAN MANASIK HAJI KANTOR URUSAN AGAMA
KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA, TAHUN ANGARAN 2023

A. PENDAHULUAN
Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata merupakan wujud keinginan untuk
meningkatkan pelayanan pada masyarakat, khususnya di Kabupaten Lembata Lembata,
umumnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan lebih luas lagi agar bermanfaat untuk
Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B. LINGKUP PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN TANAH
III. PEKERJAAN PASANGAN BATU DAN DINDING
IV. PEKERJAAN BETON
V. PEKERJAAN PLESTERAN DAN LANTAI
VI. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
VII. PEKERJAAN PENGECATAN
VIII. PEKERJAAN PENGUNCI DAN BESI
IX. PEKERJAAN INTALASI LISTRIK
X. PEKERJAAN SANITAIRE

C. WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji
Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata yakni 150 (Seratus Lima
Puluh) hari kalender dan masa pemeliharaan ditetapkan selama 180 (Seratus Delapan
Puluh) hari. Untuk memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kami akan menguraikan
Metode Pelaksanaan.

D. METODE PELAKSANAAN
Selama tidak ada perubahan - perubahan dalam Peraturan Pemerintah, untuk pelaksanaan
pekerjaan tidak lepas dan tetap mengacu kepada :

1. Persyaratan Umum Pemeriksaan Bahan bangunan di Indonesia (PUBI 1982) NI-3


2. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 ( NI - 8 )
3. Mutu dan Cara Uji Semen Portland ( SII 0013-81 )
4. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton ( SII 0052-80 )
5. ASTM C-33 Standard Specification For Aggregats.
6. Baja Tulangan Beton ( SII 0136-84 )
7. Jaringan Kawat baja Las untuk Tulangan Beton (SII 0784-83 )
8. American Society For Testing and Material ( ASTM )
9. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.
10. Standar Industri Indonesia ( SII )
11. Peraturan Beton Berulang Indonesia NI.2 ( PBI - 1971 )
12. Peraturan konstruksi Kayu NI.5 ( PKKI - 1987 )
13. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1981

Halaman - 1
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

14. Peraturan Umum Instalasi Listrik ( PUIL NI6/1972 )


15. Peraturan Umum Instalasi Air ( A V W I )
16. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan diIndonesia ( PUIPP 83 )
17. Pedoman Plumbing Indonesia 1974
18. Peraturan Perburuhan di Indonesia dan Peraturan Umum tentang Tenaga
19. Kerja yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Republik Indonesia
20. Peraturan - Peraturan Daerah setempat yang berlaku.

Termasuk mengacu kepada:


 Gambar Rencana yang telah disyahkan oleh Pemberi Tugas
 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
 Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)
 Kontrak Kerja
 Gambar Kerja yang telah disyahkan / mendapat persetujuan ( Shop Drawing ), kecuali
bila dalam 2 x 24 jam setelah diterimanya permohonan persetujuan dari Team
Pelaksana tidak di dapat, maka shop drawing yang diajukan dianggap disetujui, dan
Team Pelaksana dapat melanjutkan pekerjaan yang dimaksud.
 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan yang telah mendapat persetujuan.

TATA LAKSANA PROYEK


Pada hakekatnya pelaksanaan proyek di dalam suatu perusahaan, hanyalah merupakan satuan
tugas yang khusus akan menangani proyek bersangkutan, sebagai sub ordinasi dari tugas pokok
dan fungsi perusahaan yang telah mengadakan kontrak kerjasama dengan pihak/instansi lain
pemilik proyek yang dimaksud.

1. Pengelolaan Pelaksanaan Proyek (Management Project)


Pengelolaan pelaksanaan proyek dilakukan melalui pendayagunaan potensi sumberdaya /
kinerja secara optimal dengan tujuan tercapainya hasil pekerjaan yang tepat guna, tepat
waktu dan tepat mutu, serta dapat memberikan manfaat dan tujuan sebesar-besarnya
bagi pemilik proyek, pengguna hasil pekerjaan proyek dan tentu saja dapat memberikan
keuntungan bagi pelaksana proyek tersebut.
Bentuk pendayagunaan sumberdaya / kinerja dimaksud, sebagai berikut:

a. Sumber Daya Manusia


Pemanfaatan sumberdaya manusia yang setidak-tidaknya memenuhi persyaratan
berikut:
 Berkompeten pada bidang pekerjaannya
 Memiliki inisiatif dan kreatif
 Bersikap tegas dan berani mengambil keputusan
 Mau bekerja keras dan pantang menyerah

Posisi dalam pelaksanaan proyek meliputi bidang tugas :


 Manajerial
 Teknik
 Administrasi
 Keuangan
 Pelaksanaan lapangan
b. Sumber Daya Bahan
Halaman - 2
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Pemanfaatan sumberdaya bahan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan


untuk setiap item pekerjaan meliputi :
 Material lokal
 Material fabrikan
 Material terangkai

Hal pokok yang perlu diperhatikan dalam pengadaan bahan adalah:


 Tersedia beberapa alternatif sumber material (pemasok, toko, pabrik,
workshop),
 Tersedia seperangkat daftar harga material dari beberapa sumber
 Kuantitas material di pasaran tersedia untuk memenuhi kebutuhan proyek
 Kualitas material yang dibutuhkan memenuhi spesifikasi
 Kontinuitas pemasokan material dapat menjamin kebutuhan setiap saat

c. Sumber Daya Peralatan


Penggunaan peralatan dimaksudkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan,
dengan lebih mempertimbangkan optimalisasi terhadap waktu, biaya dan mutu.

Dengan demikian peralatan disiapkan secara selektif menurut pertimbangan


 Kegunaan pemakaian alat
 Jenis alat sesuai dengan volume pekerjaan
 Operator/petugas yang mampu mengoperasikan alat bersangkutan
 Keandaian dan produktivitas alat
 Biaya operasional penggunaan alat dibandingkan produktivitasnya

Tipologi peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek, meliputi:


 Peralatan Berat ( Beton Molen, Stamper, dll)
 Angkutan untuk mobilisasi / demobilisasi bahan / material
 Peralatan standar untuk pelaksanaan konstruksi bangunan
 Peralatan baku masing - masing Tukang
 Peralatan komunikasi
 Peralatan pendukung kegiatan administrasi pelaporan

d. Sumber Daya Finansial


Pekerjaan pelaksanaan konstruksi adalah pekerjaan yang menuntut kemampuan
profesional. Proyek pelaksanaan konstruksi bukanlah komoditas dagangan yang siap
diperjual belikan dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Oleh karena itu
dalam pelaksanaannya diperlukan sumberdaya finansial, sekalipun hanya berupa
modal awal bekerja.

e. Rencana Kerja
Rencana kerja dipersiapkan dan disusun sebagai panduan bagi seluruh kinerja Tim
Pelaksana Proyek, agar pelaksanaan kegiatan bisa tepat guna dan berhasil guna.
Rencana kerja memuat substansi sebagai berikut :
 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
 Strategi dan Taktik Penanganan berbagai persoalan dalam pelaksanaan kegiatan
lapangan

Halaman - 3
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Susunan Tim Pelaksana, Struktur Organisasi Kerja dan Pemberian Tugas Masing-
masing, berikut rencana kebutuhan tenaga kerja lapangan (mandor, tukang, kepala
tukang, pekerja)
 Rencana kebutuhan Bahan, Peralatan, dan Finansial
 Sistem dan Mekanisme Koordinasi Kerja secara internal dan eksternal

2. Seleksi Material dan Peralatan


Seleksi material dan Peralatan merupakan faktor penunjang kesuksesan dalam suatu
tatanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk
memperoleh tepat guna, daya guna dan hasil guna terhadap pelaksanaan pekerjaan
dimaksud.
Dengan demikian hendaknya persoalan yang terkait dengan penggunaan material dan
peralatan sudah dapat diantisipasi dan ditentukan sebelum kegiatan dilakukan. Sehingga
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk penyediaan material dan peralatan dalam proyek
dapat ditekan.
Untuk itu dalam menentukan jenis material dan peralatan ini hendaknya berpedoman
kepada :

a. Klarifikasi seluruh jenis pekerjaan proyek yang akan dilaksanakan, untuk


menentukan jenis material dan peralatan yang sesuai secara teknis dan biaya. Di
Tingkat lapangan, material dan peralatan tersebut diseleksi lagi kualitas dan
kelayakannya.
b. Material yang akan digunakan sebaiknya diajukan contoh terlebih dahulu dan
dimintakan secara tertulis persetujuan dari Konsultan Pengawas (Supervisi)
Konsultan perencana serta Pemberi Tugas. Waktu pengajuan harus cukup tersedia,
untuk antisipasi apabila terjadi perubahan jenis material.
c. Dilakukan Pemesanan (Delivery Order) kebutuhan material dan peralatan ke lokasi,
yang disesuaikan dengan jadwal pekerjaan. Jumlah material tidak boleh kurang dari
volume yang sudah dihitung, bahkan untuk mengantisipasi kerusakan dan
kekurangan material di lapangan sebaiknya dilakukan tambahan pesanan kebutuhan.
d. Tes Laboratorium harus dilakukan terhadap bahan yang dibuat seperti Cor Beton
dengan mutu tertentu untuk mengantisipasi secara dini mutu/kwalitas bahan.
e. Mobilisasi Alat Berat dan Peralatan lainnya yang diperlukan ke lokasi sesuai dengan
kebutuhan, begitu pula dengan mobilisasi tenaga kerja (setempat) maupun tenaga
kerja inti.

TAHAPAN PELAKSANAAN PERSIAPAN PEKERJAAN


PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan adalah saat pelaksanaan pekerjaan akan dimulai, dimana harus
dilakukan beberapa tahapan pelaksanaan pekerjaan persiapan yang meliputi :

 Penandatangan Naskah Dokumen Kontrak , SPMK, dan SPL oleh kedua belah pihak.
 Pembuatan Papan Nama Proyek
 Pembuatan Direksi Keet
 Pembuatan Los Kerja dan Gudang Bahan
 Uitzet / Pengukuran
 Pemasangan Bouwplank
 Penyediaan Air Kerja
Halaman - 4
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Penyediaan Listrik Kerja


 Mobilisasi Alat dan Perlengkapan
 Pengurusan Perijinan
 Dokumentasi / Pelaporan

Dokumen Kontrak

ISI : Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan


 SPMK
 Berita Acara
 Syarat-syarat Administrasi Pelaksanaan
 ……………..
 ……………...
 ……………..
 ……………...

Papan Nama Proyek

Pekerjaan : Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor


Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata
Biaya : Rp.
Tanggal Mulai :
Tanggal Selesai :
Tahun Anggaran : 2023

Pembuatan Direksi Keet

Sebelum melangkah kepada pekerjaan


Fisik Bangunan akan dibuat Direksi
Keet, yang dilengkapi dengan Furniture
Sederhana, Papan Tulis, Rak Buku, Untuk
Penempatan Direksi Keet akan
ditempatkan pada area yang strategis
terhadap pekerjaan dan tidak
mengganggu kelancaran logistik ke dan
dari Lokasi Pekerjaan.
Direksi Keet yang dibuat harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam
Syarat-Sayrat Rencana Kerja (RKS), baik tempatnya maupun luasan, serta bahan-bahan yang
digunakan . Direksi Keet tersebut juga diperlukan dalam rangka melaksanakan Contruction
Meeting Berkala, baik Mingguan, maupun Bulanan, untuk itu maka haruslah dilengkapi
dengan fasilitas lainnya seperti, Meubelair, Meja Rapat, Papan Tulis dan jika dibutuhkan
dapat dilengkapi dengan Telepon dll.

Halaman - 5
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Pembuatan Los Kerja dan Gudang Bahan

Los Peralatan Dan Alat Bantu Los Bekisting Los Pembesian Los Kusen

Disamping Direksi Keet (Kontraktor Keet) juga harus direncanakan secara baik Gudang
Bahan dan Los Kerja yang terdiri dari :
 Los Kerja untuk Bekisting
 Los Kerja untuk Pembesian
 Los Kerja untuk Peralatan dan alat Bantu
 Los Kerja untuk Kusen, pintu dan jendela

Uitzet / Pengukuran

Pengukuran ulang perlu dilaksanakan untuk ceking kembali antara ukuran yang ada pada
gambar rencana terhadap keadaan lahan yang akan di bangun.

Untuk memulai pelaksanaan pekerjaan, yang pertama kali harus dilakukan ialah pekerjaan
pengukuran dengan cara membuat suatu titik tolak / titik duga yang disebut BM (Bench
Mark) berupa patok beton ukuran 15/15 cm, yang diberi warna sesuai dengan ketentuan.

Bench Mark merupakan titik tetap sebagai referensi ukuran posisi horisontal dan posisi
vertikal semua detail di dalam site dan sekitarnya. Selanjutnya dapat dilakukan pengukuran
dengan menggunakan benang-benang, unting-unting, penyipat datar serta meteran ukur
biasa.

Bench Mark tersebut harus dijaga dan dipelihara mulai dari saat pelaksanaan hingga
berakhirnya pekerjaan. Untuk mencapai keakuratan pengukuran untuk posisi horizontal
digunakan alat ukur Theodolite T. 2 , sedangkan untuk posisi vertikal digunakan dengan
alat ukur Waterpass.

Halaman - 6
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghasilkan akurasi pasangan dinding, lantai dan
plafond serta kemiringan saluran yang merupakan masalah rumit bagi sebuah bangunan.
Bouwplank

Pemasangan bouwplank dilakukan dengan menggunakan kayu kelas 2 dengan tiang dari
dolken dia. 10 cm 4 m¹, jarak tiang berkisar antara 2 meter. Permukaan bagian atas dibuat
Rata / Waterpass. Pada titik As rencana dipasang tanda-tanda dari paku, dan setelah
dilakukan pengecekan kembali bersama direksi lapangan/konsultan pengawas, atas
kebenarannya dari semua ukuran segera diberi tanda dengan cat merah.

Penyediaan Air Kerja

Air Kerja Dengan Sumur Pantek Air Kerja Dengan Sumur Gali

Penyediaan Air Kerja untuk Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji
Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dengan membuat sumur
pantek, sumur gali, atau penyambungan dari PDAM, sehingga dapat digunakan sebagai air
minum, mandi, dan cuci.

Air kerja tersebut harus benar-benar bersih terbebas dari zat-zat kimiawi, serta zat-zat
organik lainnya yang dapat mebahayakan bagi manusia serta bangunan. Untuk menjamin
kebersihan air tersebut terlebih dahulu agar dilakukan Tes Laboratorium.

Penyediaan Listrik Kerja


Penyediaan Listrik Kerja yang merupakan kebutuhan dalam melaksanakan aktivitas
pekerjaan terutama untuk mesin-mesin, serta untuk penerangan di malam hari bila kerja
lembur juga untuk kebutuhan lain seperti pemakaian komputer dan lain-lain. Listrik kerja
tersebut dengan menggunakan Genset atau dapat juga dengan melakukan penyambungan
sementara dari PLN.

Mobilisasi Alat Dan Peralatan


Sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dimulai, terlebih dahulu harus dilakukan
Mobilisasi Alat serta Perlengkapan yang dibutuhkan dan sesuai dengan keperluannya yang
antara lain meliputi :

Halaman - 7
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Lori berguna untuk melakukan pekerjaan pengangkutan


jarak dekat

Concrete Mixer berguna untuk melakukan pengadukan

Sekop, Cangkul, dan alat lainnya berguna untuk


pengadukan, penggalian manual

Alat pertukangan berguna untuk melakukan pekerjaan


kayu , tembok, dsb

Halaman - 8
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Dokumentasi dan Pelaporan


Kontraktor dalam melaksanakan kegiatan pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai
Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata ini,
diawasi oleh Konsultan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan pekerjaan
kontraktor, dan diwajibkan untuk melaksanakan Rapat Berkala yang diadakan oleh Konsultan
Pengawas yang dihadiri oleh pihak Pengelola Proyek.

Dalam hal ini Kontraktor diwajibkan untuk :


a. Membuat Laporan Harian yang berisi :

 jenis kegiatan yang dikerjakan


 Bahan – bahan yang digunakan
 Alat – alat yang didatangkan
 Jumlah tukang / tenaga kerja
 Keadaan cuaca
 Besarnya prestasi pekerjaan
 Menyediakan Buku Harian sesuai
dengan petunjuk Direksi dan direkap dalam
Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan.

b. Membuat pemotretan :

Pemotretan yang
menggambarkan kemajuan
pekerjaan minimum 5 kali,
yakni ketika pekerjaan
mencapai prestasi : 0 % , 25
% , 50 %,
75 %, 100 %.

TAHAPAN TEKNIS PELAKSANAAN

Tahapan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji
Kantor Urusan Agama Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata adalah sebagai berikut :

1. PEMBERSIHAN
Pembersihan lokasi akan dilaksanakan menjadi 2 (dua) tahapan. Tahap pertama
dilaksanakan pada awal sebelum pekerjaan utama dilaksanakan untuk membersihkan
lokasi pekerjaan dari sisa bongkaran yang dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan,
sedangkan tahap kedua yaitu pembersihan lokasi akhir pekerjaan sebelum pekerjaan
diserah terimakan kepada pihak pemilik kegiatan.

2. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Tanah
Pekerjaan Galian Tanah ini meliputi galian tanah untuk pondasi batu kali, serta galian
tanah untuk pondasi Pile Cap 1.

Halaman - 9
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan lebar dan kedalaman yang telah
ditentukan (sesuai dengan elevasi gambar rencana), tentunya sesuai dengan propil
atau bouwplank yang dibuat. Setelah pekerjaan galian selesai, kami akan melaporkan
kepada Direksi atau Pengawas Lapangan untuk dilakukan pengecekan terhadap hasil
galian, terutama elevasinya, dan dinyatakan bahwa hasil pekerjaan galian
tersebut telah selesai dan dapat diterima oleh Direksi.
Agar pekerjaan galian tersebut dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat
waktu, maka kami uraikan urutan kerjanya dengan menggunakan perhitungan
kemampuan masing-masing item pendukung seperti tenaga kerja dan peralatan untuk
pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Urutan kegiatan pada umumnya adalah sebagai berikut :
 Pengukuran dan penentuan titik ketinggian yang diikat pada patok referensi
terdekat (BM).
 Pembuatan propil atau bouwplank
 Pemberian tanda pada tepi galian dengan kapur
 Penggalian dilakukan dengan cara manual.
 Perataan tanah di dalam galian bila telah mencapai kedalaman yang
direncanakan dan pemadatan tanah dasar galian dengan stamper. Elevasi dasar
galian diukur dari titik elevasi yang dibuat dari benang yang dibentang dari
profil ke profil galian.
 Perapihan dan perataan tanah hasil galian agar tidak longsor kembali ke dalam
galian.

b. Urugan Pasir
Pekerjaan urugan pasir ini terdiri dari pekerjaan urugan pasir di bawah pondasi dan
urugan pasir di bawah lantai. Urugan pasir di bawah pondasi dilaksanakan setelah
galian pondasi mencapai kedalaman yang direncanakan dan sudah dipadatkan dasar
galiannya, dan sebelum pemasangan aanstamping untuk Pekerjaan Pondasi Batu
kali, dan sebelum lantai kerja untuk Pekerjaan Pondasi Footplat. Ketebalan pasir urug
minimal 5 cm. Urugan pasir di bawah lantai dilaksanakan setelah Pekerjaan Urugan
Peninggian lantai mencapai elevasi yang direncanakan dalam kondisi padat, dan
sebelum Pekerjaan Rabat Lantai dilaksanakan. Cara kerjanya adalah pasir urug
dihampar dengan menggunakan tenaga manusia (manual) hingga ketebalan rata ± 12
cm gembur dan kemudian dipadatkan dengan cara disiram air sehingga diharapkan
ketebalan padat yang dicapai adalah 10 cm.

c. Urugan Tanah Kembali


Pekerjaan Urugan Tanah Kembali yang dimaksud adalah memasukkan kembali
tanah hasil galian ke dalam lubang galian setelah pekerjaan di dalam galian
(umumnya pondasi) selesai. Pekerjaan ini meliputi, memasukkan tanah,
meratakan, dan memadatkan. Bila kedalaman urugan kembali ini cukup besar (dalam),
maka pelaksanaan urugan ini akan dilakukan lapis demi lapis (per layer), dan setiap
layernya dipadatkan dengan alat pemadat mesin (stamper).
Dalam melaksanakan Pekerjaan Urugan Kembali ini kami melaksanakannya dengan
urutan atau langkah sebagai berikut :
 Tanah yang dipergunakan dibersihkan dari segala kotoran seperti akar pohon,
rumput, kertas, plastik, kaleng, dan lain-lain.
 Mengecek dan memastikan pekerjaan di dalam galian sudah selesai dengan
benar.
Halaman - 10
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Memasukkan tanah hasil galian yang sudah dibersihkan dari kotoran


kedalam lubang galian.
 Meratakan tanah timbunan, dan pastikan bahwa tebal lapisan tidak lebih dari
50 cm.
 Sambil diratakan tanah urugan disiram degan air secukupnya, jangan terlalu becek,
agar kepadatan tanah bisa maksimal
 Memadatkan tanah dengan alat pemadat stamper/tamping ramer dalam
beberapa lintasan, minimal 5 lintasan.
 Setelah lapisan pertama padat, memasukkan lagi tanah ke dalam lubang galian
dan mengulangi lagi langkah kerja di atas.

d. Urugan Tanah Lantai


Pekerjaan urugan tanah lantai adalah untuk mendapatkan elevasi lantai sesuai rencana.
Urugan ini menggunakan urugan tanah pilihan yang diambil dari luar lokasi
pekerjaan (quary) dengan menggunakan dump truck. Penghamparan urugan
menggunakan tenaga manusia karena lokasinya berada dalam ruangan. Hamparan ini
dilakukan per lapis dengan ketebalan per lapis maksimum 30 cm kemudian dipadatkan
dengan menggunakan stamper atau dengan cara penyiraman. Pekerjaan ini
dihentikan jika elevasi muka tanah urugan sudah tercapai.

3. PEKERJAAN PASANGAN
a. Pasangan Batu Kosong (aanstamping)
Pasangan batu kosong berguna sebagai lapis penguat dasar galian dan berupa
bongkahan batu kali pecah yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi
tempat dudukan pondasi diatasnya yang kuat. Adapun uraian pelaksanaan
pekerjaan batu kosong adalah sebagai berikut :
 Batu yang dipergunakan adalah batu yang bersih, tidak terdapat tanah yang
melekat, keras, dan tidak terdapat retakan-retakan.
 Sebelum menurunkan batu, harus dipastikan bahwa pekerjaan urugan pasir telah
dilaksanakan dan dipadatkan dengan cara disiram air.
 Menentukan lebar dan ketebalan pasangan batu kosong dan memberinya
tanda dengan tarikan benang.
 Menyusun batu mengikuti tarikan benang dengan rapat dan padat agar batu saling
mengunci dan tidak goyang.
 Di antara batu belah tadi diisi dengan pasir urug, kemudian disiram dengan air
agar pasir tersebut mengisi celah-celah di antara batu sehingga semua celah atau
rongga antar batu terisi oleh pasir.
 Check sekali lagi dan pastikan bahwa batu-batu tesebut sudah saling kunci
sehingga tidak goyah.

b. Pasangan Pondasi Batu Kali


Pasangan pondasi batu kali berfungsi sebagai penerus beban dari struktur atas ke
tanah, maka pekerjaan ini harus benar-benar kuat dan tidak keropos (celah tidak terisi
mortar). Uraian pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali adalah sebagai berikut :
 Batu yang dipergunakan adalah batu yang bersih, tidak terdapat tanah yang
melekat, keras, dan tidak terdapat retakan-retakan
 Membuat propil pasangan pondasi dari kayu usuk dan papan.

Halaman - 11
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Propil ini harus kuat dan tidak goyang sampai Pekerjaan Pasangan Pondasi Batu
Kali ini selesai. Jarak antar propil maksimal 3 meter, hal ini untuk menghindari
goyangnya benang akibat tersentuh atau terpaan angin.
 Membentangkan benang dengan kencang antara 2 propil minimal 3
benangpada setiap sisinya.
 Mempersiapkan adukan dengan campuran 1 pc : 3 ps.
 Menyusun batu dengan rapi dan padat serta mengisi celah-celah antar batu
dengan campuran pasir semen yang telah dibuat. Batu kali yang dipasang
harus saling kunci antara batu yang satu dengan batu yang lainnya. Campuran
harus masuk ke dalam celah-celah ini sepadat mungkin dengan cara
merojoknya dengan menggunakan cepang/cetok. Semua celah harus terisi oleh
adukan, termasuk di sisi samping pasangan pondasi.
 Pada sisi atas (top pasangan) dipasangkan stek besi dengan jarak antar stek
menyesuaikan jarak kolom praktis yang ada jika tepat pada posisi kolom
praktis, dibuatkan coakan agar posisi kolom lebih kuat.
 Setelah Pekerjaan selesai, kita bongkar propilnya, gulung kembali benang, dan
membersihkan sisa material yang tidak terpakai.

Skema Pekerjaan Batu Kali

c. Pasangan Dinding Bata


Berdasarkan campurannya, Pasangan Dinding Bata dibedakan dalam 2 jenis, yaitu
Pasangan Dinding Bata Trassram (kedap air) dan Pasangan Dinding Bata Biasa
yang umumnya disebut dengan Pasangan Bata.
Pasangan Dinding Bata Trassram memakai campuran 1 pc : 3 ps dan Pasangan
Bata memakai campuran 1 pc : 5 ps.
Bata yang dipakai harus memenuhi kriteria sebagai berikut : bentuknya presisi,
pembakarannya sempurna (matang), bila dipukul bunyinya nyaring, bila
dijatuhkan dengan ketinggian 1 meter bata tidak hancur, dan mempunyai ukuran yang
seragam. Sebelum digunakan bata harus direndam atau disiram sampai jenuh
dengan tujuan agar air semen yang berada dalam campuran pasir semen (spesi) tidak
diserap oleh bata, karena jika air dalam spesi kurang maka pengerasan tidak akan
sempurna dan cenderung menjadi getas serta mudah hancur.

Tahapan Pekerjaan Pasangan Bata adalah sebagai berikut :


 Pekerjaan Pasangan Bata bisa dikerjakan setelah Pekerjaan Sloof selesai.
 Menentukan posisi as pasangan bata kemudian menggesernya ke arah luar
sebesar 5 cm sebagai pedoman tarikan benang pasangan bata.

Halaman - 12
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Membuat propil dari kayu yang lurus (diserut) pada kedua ujung pasangan
bata. Propil harus diberi penguat (sekur) agar kokoh dan tidak goyang sampai
Pekerjaan Pasangan Bata selesai. Setiap akan melanjutkan pasangan bata keesokan
harinya, propil harus dicek keadaannya, sudah berubah posisinya atau tidak.
 Menyiram bata yang akan digunakan dan mempersiapkan bahan-bahan
pengikatnya, semen, pasir, dan air. Pasir yang dipakai harus diayak (disaring)
agar butiran-butiran yang besar terpisah. Butiran atau kerikil yang tercampur
dalam pasir yang dipakai untuk Pasangan Bata dapat mengakibatkan
berkurangnya perlekatan antara bata dengan spesinya, ada celah antara spesi
dengan bata.
 Dengan bantuan selang timbang (water pass), dibuat tarikan benang di antara
2 propil. Setiap minimal 5 lapis pasangan bata harus dipasang tarikan benang agar
dijamin kedataran (horisontalnya) pasangan bata.
 Menyusun bata dengan rapi mengikuti tarikan benang pada propil. Pasangan bata
pada setiap harinya tidak boleh lebih tinggi dari 1 meter, hal ini karena pasangan
yang paling bawah belum cukup kuat untuk menahan beban di atasnya. Bila hal
ini dipaksakan, Pasangan Bata bisa jadi melengkung, miring, atau bahkan rubuh.
 Setiap selesai memasang bata pada setiap harinya, spesi yang melekat
disamping bata harus dibersihkan agar Pasangan Bata tampak bersih dan rapi

Gambar Potongan
Pekerjaan Bata
Merah

d. Pekerjaan Plesteran
Seperti halnya Pasangan Bata, dalam Pekerjaan Plesteran pun ada Plesteran
Trassram dan Plesteran Biasa, Selain itu juga ada plesteran beton.
Pekerjaan Plesteran yang dimaksud di sini adalah pekerjaan pelapisan dengan
campuran mortar (spesi) setelah Pekerjaan Pasangan Bata selesai dan telah kering.
Karena pekerjaan ini termasuk pekerjaan akhir (finishing), maka harus dilaksanakan
oleh tukang yang benar-benar ahli dan spesifik di bidangnya. Untuk itu kami akan
melakukan seleksi kepada tukang untuk pekerjaan-pekerjaan finishing agar produk
yang dihasilkan benar-benar baik dan memuaskan.

Tahapan Pekerjaan Plesteran adalah sebagai berikut :


a. Pasangan bata yang akan diplester harus sudah cukup kering spesinya.
b. Kotoran atau spesi yang menempel pada bata harus dibersihkan.
Halaman - 13
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

c. Menyiram bata dengan air sampai jenuh agar air semen mortar tidak diserap oleh
pasangan bata.
d. Dengan bantuan unting-unting (lot) dan selang timbang, membuat tarikan benang
vertikal dan horisontal pada dinding yang akan diplester.
e. Membuat kepalaan plesteran mengikuti tarikan benang vertikal dari
ketinggian di atas plafon sampai ke rabatan lantai. Jarak antar kepalaan plesteran
maksimal 1,5 meter atau sesuaikan dengan panjang jidar yang akan dipakai.
f. Setelah kepalaan plesteran sudah kering dan keras (minimal 2 hari),
Pekerjaan Plesteran baru boleh dilaksanakan. Pelaksanaan plesteran dengan cara di-
kamprot (spesi dilempar/dihentakkan ke dinding) tidak boleh hanya dengan dikasut.
Hal ini dimaksudkan agar spesi dapat melekat lebih sempurna dan dapat
mengisi nat pasangan bata yang mungkin masih berongga.
g. Spesi yang telah dikamprotkan di antara 2 kepala plesteran, diratakan dengan
cara menggosok dan menekan menggunakan jidar alumunium. Penggosokan ini
dilakukan berulang-ulang agar plesteran benar-benar padat, rata, dan halus.
h. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya retak-retak pada plesteran, sehari
setelah Pekerjaan Plesteran selesai, plesteran disiram dengan siraman halus, tidak
dengan semprotan yang bertekanan tinggi karena bisa mengakibatkan plesteran
menjadi rusak.
i. Sebagai finishing akhir dari Pekerjaan Plesteran adalah Pekerjaan acian.
Plesteran yang akan diaci harus sudah benar-benar kering dengan umur minimal
plesteran terakhir dalam 1 bidang adalah 4 hari.
j. Untuk campuran acian, kami menggunakan campuran semen dengan mil dengan
perbandingan 1 pc : 2 mil untuk interior, dan campuran 1 pc : 1 mil untuk dinding
eksterior. Penggunaan mill ini semata-mata untuk mengurangi panas hydrasi cement
agar tidak terjadi pecah rambut setelah keras akibat dari penyusutan yang tinggi.
k. Permukaan plesteran yang akan diaci kami bersihkan terlebih dulu dengan sapu
lidi dan kami siram. Penyiraman ini secukupnya saja, tidak sampai jenuh, agar
campuran acian dapat melekat dengan sempurna.
l. Melaburkan campuran acian, kemudian meratakannya dengan menggunakan jidar
alumunium (tidak boleh hanya menggunakan kasut), menggeser dan menggosok-
gosoknys ke arah vertikal dan horisontal sampai acian benar- benar rata dan
tidak bergelombang, baik ke arah vertikal maupun ke arah horisontal.
m. Sebelum permukaan acian benar-benar kering (masih setengah kering), acian harus
digosok secara merata di seluruh permukaan dengan menggunakan spon atau
kertas semen. Penggosokan ini tidak boleh dengan kekuatan atau tekanan yang besar
karena akan mempengaruhi kerataan acian, tapi cukup dengan tekanan yang sedang,
atau bahkan tanpa tekanan. Penggosokan ini harus dilakukan terus-menerus
sampai permukaan acian benar-benar rata dan halus.
n. Untuk menjaga kelembaban acian dan meminimalisir terjadinya retak rambut
pada acian, sehari setelah Pekerjaan Acian selesai, permukaan acian kami basahi
dengan siraman bertekanan rendah (soft spray), tidak disemprot dengan tekanan
tinggi, minimal sehari sekali selama minimal 4 hari.

4. PEKERJAAN BETON BERTULANG


Pekerjaan Beton terdiri dari :
1. Membuat Beton Mutu K.175 (Footplate)
2. Pembesian dengan Besi Polos (Footplate)
3. Membuat Beton Mutu K.175 (Kolom K1)
Halaman - 14
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

4. Pembesian dengan Besi Polos (Kolom K1)


5. Memasang Begisting untuk Kolom K1 (30 x 30)
6. Membuat Beton Mutu K.175 (Kolom K2)
7. Pembesian dengan Besi Polos (Kolom K2)
8. Memasang Begisting untuk Kolom K2 (15 x 30)
9. Membuat Beton Mutu K.175 (Kolom KP)
10. Pembesian dengan Besi Polos (Kolom KP)
11. Memasang Begisting untuk Kolom KP (15 x 15)
12. Membuat Beton Mutu K.175 (Sloof SB1)
13. Pembesian dengan Besi Polos (Sloof SB1)
14. Memasang Begisting untuk Sloof SB1 (20 x 30)
15. Membuat Beton Mutu K.175 (Balok B1)
16. Pembesian dengan Besi Polos (Balok B1)
17. Memasang Begisting untuk Balok B1 (20 x 50)
18. Membuat Beton Mutu K.175 (Balok B2)
19. Pembesian dengan Besi Polos (Balok B2)
20. Memasang Begisting untuk Balok B2 (15 x 20)
21. Membuat Beton Mutu K.175 (Balok RB)
22. Pembesian dengan Besi Polos (Balok RB)
23. Memasang Begisting untuk Balok RB (15 x 30)

Pekerjaan Beton Bertulang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi yang telah


ditentukan (sesuai dengan elevasi gambar rencana). Setelah pekerjaan pengecoran
selesai, kami akan melaporkan kepada Direksi atau Pengawas Lapangan untuk
dilakukan pengecekan terhadap hasil pengecoran, terutama dimensi dan elevasinya,
dan dinyatakan bahwa hasil pekerjaan tersebut telah selesai dan dapat diterima oleh
Direksi
a. Cetakan Beton (Begesting)
Begesting adalah komponen atau alat untuk membentuk beton sesuai dengan
yang direncanakan. Bahan-bahan dan peralatan yang dipakai dalam pembuatan
begesting adalah papan, plywood 9 mm, kayu usuk, kayu balok, kayu dolken Ǿ 8-10
cm panjang 4 meteran, minyak begesting, paku, dan lain-lain. Begesting dipakai
antara lain dalam Pekerjaan Pondasi, Sloof, Kolom dan Balok.
Pekerjaan begesting balok dikerjakan sebelum penyetelan (setting) pekerjaan besi
sedangkan untuk pekerjaan kolom dikerjakan setelah penyetelan pekerjaan besi
selesai. Begesting plat dan balok beton ditopang vertikal dengan
menggunakan kayu dolken yang diperkuat dengan paku dan cross joint dari kayu usuk.
Penopang dipasang tiap jarak 40 cm. Pekerjaan ini dilakukan setelah permukaan latai
selesai di rabat sehingga permukaan lebih keras dan rata, hal ini penting untuk
menghasilkan plat dan balok yang rata dan lurus.
Begesting kolom ditopang diagonal dengan menggunakan kayu dolken pada sisi
bawah, tengah dan atas. Lot/unting dipasang pada dua sisi kolom untuk
memastikan bahwa begesting kolom terpasang vertikal baik dari sisi sumbu X maupun
sumbu Y. Lot/unting ini tidak akan dilepas sampai dengan pekerjaan pengecoran
kolom selesai.
Begesting yang dibuat harus mempunyai bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar
rencana, kuat, agar tidak terjadi perubahan bentuk (deformasi), dan mudah
untuk dibongkar-pasang, untuk penghematan penggunaan material dan untuk
mendapatkan produktivitas yang tinggi. Salah satu cara agar begesting bisa
Halaman - 15
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

mudah untuk dibongkar-pasang adalah dengan melapisi bagian dalam begesting


dengan minyak begesting berupa lapisan yang tipis sekali sehingga dijamin tidak
mengotori beton. Pekerjaan ini dilaksanakan sebelum pekerjaan besi dirakit di atasnya
(atau di dalam begesting) agar campuran oli-solar tadi tidak mengenai besi
tulangan.
Secara umum tahapan Pekerjaan begesting adalah sebagai berikut :
 Pelaksana membuat gambar kerja (shop drawing) untuk pekerjaan
begesting.
 Lokasi tempat pemasangan begesting dibersihkan dan betul-betul siap serta
telah mendapat persetujuan dari Direksi atau Pengawas Lapangan.
 Mengecek dan memastikan elevasi bawah begesting (istilah tukang :
bodeman) apakah sudah sesuai dengan gambar rencana yang telah
ditentukan dan sudah mendapat persetujuan Direksi atau Pengawas
Lapangan.
 Menyiapkan bahan, tenaga, dan peralatan yang akan digunakan. Bahan-
bahan tersebut terlebih dulu diajukan kepada Direksi untuk mendapat
persetujuan apakah bahan-bahan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknik
yang telah ditentukan.
 Setelah penyetelan begesting selesai dan sebelum pengecoran, perlu dicek
kembali keadaan begesting tersebut, baik mengenai bentuk dan ukurannya
apakah sudah benar sesuai dengan gambar, sekur dan tiang penyangga kuat apa
tidak, dan kebersihan begesting.

b. Pembesian
Pekerjaan Pembesian ini meliputi pemotongan besi sesuai dengan daftar pemotongan
besi (bestaat), pembengkokan, dan perakitan besi di lokasi kegiatan. Diameter dan
jenis besi yang dipakai disesuaikan dengan Spesifikasi Teknis yang disyaratkan. Dalam
penyimpanan besi, baik sebelum dipotong, maupun setelah dipotong dan dirakit,
harus terlindung dari udara terbuka. Besi harus diletakkan di bawah bangunan
beratap atau dibungkus dengan terpal untuk menghindari berkaratnya besi. Bagian
bawahnya pun tidak boleh langsung menyentuh tanah, harus diberi alas, misalnya
dengan balok kayu.

Halaman - 16
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

Secara umum urut-urutan Pekerjaan Pembesian yang kami laksanakan adalah


sebagai berikut :
 Pelaksana membuat gambar kerja (shop drawing) untuk pekerjaan
pembesian.
 Pelaksana menghitung jumlah kebutuhan bahan, membuat daftar
pemotongan besi (bestaat), mengajukan izin pemotongan.
 Tukang besi dibantu oleh pekerja dengan menggunakan alat pemotong besi
(gunting besi, bar cutter), melakukan pekerjaan pemotongan besi
berdasarkan bestaat yang telah dibuat dan sesuai dengan gambar kerja. Setelah
dipotong, besi ditempatkan secara berkelompok berdasarkan ukuran atau
panjang potongan tersebut.
 Besi yang sudah dipotong selanjutnya dibentuk sesuai dengan bestaat yang
dibuat sesuai gambar rencana kerja. Besi yang telah dibengkokkan
(dibentuk) dikelompokkan sesuai dengan bentuk dan ukurannya.
 Merangkai dan menyatukan semua besi yang telah dibentuk pada tempat yang
telah ditentukan dan disiapkan. Rangkaian antara besi yang satu dengan yang
lain diikat dengan menggunakan kawat beton double (bendraat). Ikatan
pada masing-masing simpul atau pertemuan harus kuat dan kokoh sehingga pada
saat pengecoran dilaksanakan tidak terjadi perubahan dan atau lepas ikatannya,
karena dapat mengurangi kekuatan konstruksi.
 Setelah selesai, perlu diperiksa kembali Pekerjaan Pembesian tersebut, baik
mengenai diameternya, jumlah tulangan, jarak tulangan, panjang overlap, ikatan
kawat bendrat, maupun kebersihan lokasi dari sisa-sisa potongan kawat bendrat.
 Besi yang telah dipotong dan dirakit di lokasi pengecoran harus sesegera
mungkin dicor untuk menghindari berkaratnya besi, lepasnya ikatan kawat bendrat,
dan perubahan bentuk pembesian.

c. Pembuatan Mortar Beton


Material utama dalam Pekerjaan Beton adalah Semen, Agregat Halus (pasir), Agregat
Kasar (batu pecah), dan Air. Untuk mempercepat pengerasan beton kami gunakan
bahan additive ADDITON, dan untuk menyambung beton lama dengan beton baru,
kami gunakan ADDIBON. Sebelum Pekerjaan dimulai, terlebih dahulu kita harus
membuat Mix Design sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah ditentukan. Mix
Design ini dimaksudkan sebagai tolok ukur untuk membuat adukan beton, agar
hasil yang diperoleh nanti sesuai dengan mutu beton yang diinginkan.

Adapun material beton dan persyaratannya adalah sebagai berikut :


 Semen
Semen yang kami gunakan adalah Portland Cement yang telah memenuhi Standar
Nasional Indonesia NI-8 pasal 3.2. NI-2 PBI 71 atau ASTM C150, atau standar lain
yang disetujui oleh Direksi. Kondisi semen sebelum digunakan harus baik, tidak
mengeras, tidak berubah warna, dan disimpan dengan baik.

 Agregat Halus (pasir)


Pasir yang akan kami gunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
 Tidak mengandung bahan humus, akar-akar pohon, dan sampah-sampah
lain yang dapat mengurangi mutu konstruksi.
 Berat jenis berkisar antara 2,50 ~ 2,65
 Modulus kehalusan 2,30 ~ 3,10
Halaman - 17
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

 Kandungan kadar lumpur tidak lebih dari 5%


 Harus mempunyai gradasi yang baik, merata,dan keras.

 Agregat Kasar (batu pecah)


Batu pecah yang akan kami gunakan harus memenuhi kriteria sebagai
berikut:
 Harus bersih, tidak mengandung tanah atau bahan organik lain yang
menempel pada batu tersebut.
 Harus keras dan tidak terdapat retakan-retakan.
 Berat jenis batu harus lebih besar dari 2,4
 Menggunakan batu pecah produksi stone crusher.

 Air
Air yang akan kami gunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
 Air harus bersih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung
lumpur, tidak mengandung garam, asam, dan alkali.
 Yang paling penting sesuai dengan Standar Nasional Indonesia NI-3PUBI.

Tahapan Pekerjaan Pengecoran yang kami laksanakan adalah sebagai berikut :


 Memastikan sekali lagi bahwa semua material yang digunakan telah
memenuhi syarat dan peralatan yang akan digunakan dalam kondisi baik dan
telah mendapat persetujuan dari Direksi atau Pengawas. Demikian juga dengan
kondisi begesting dan pembesian harus sudah siap.
 Membuat adukan mortar dari campuran 1 pc : 2 ps : 3 kr. Material beton
tersebut dimasukkan ke dalam concrete mixer (molen) dengan urutan sbb : air,
additon, semen, pasir, dan batu. Bahan-bahan tersebut diaduk sampai merata
dan homogen. Lama pengadukan berkisar 10-12 menit mulai dari penuangan air
sampai dengan penumpahan adukan.
 Adukan beton yang telah tercampur tersebut dituangkan ke dalam
kotak/bak penampung beton, kemudian dituangkan dengan skop ke dalam
ember cor atau gerobak cor (artco) untuk di bawa ke lokasi pengecoran.
 Membawa adukan beton tersebut dengan hati-hati ke lokasi pengecoran dan
menuangkannya ke dalam begesting yang telah siap. Tinggi jatuh bebas
pengecoran tidak boleh lebih dari 0,5 meter. Untuk beton Foot Plate, lebih mudah
bila memakai talang cor.
 Beton yang telah dituang ke dalam begesting segera dipadatkan dengan alat
pemadat (concrete vibrator) agar seluruh ruang begesting terisi penuh
dengan beton, terutama di antara besi-besi tulangan dan pojok-pojok begesting,
dan juga untuk mengurangi pori-pori beton. Pemadatan beton ini juga
dimaksudkan agar tidak terjadi beton keropos dan sarang-sarang kerikil yang
dapat mengurangi mutu beton. Pemadatan juga tidak boleh terlalu lama
karena justru akan mengakibatkan segregasi.
 Setelah pengecoran mencapai elevasi yang direncanakan, permukaan beton
harus diratakan dengan alat perata (kasut atau jidar).
 Setelah Pekerjaan Pengecoran selesai, semua peralatan yang dipergunakan
harus segera dibersihkan, karena bila menunggu kering, kotoran beton yang
melekat pada peralatan tersebut akan sulit untuk dihilangkan.
 Beton yang sudah dicor tersebut akan dirawat selama masa pengerasan
dengan cara menyiram atau curring.
Halaman - 18
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

5. Pekerjaan Penutup Atap dan Plafond


PERENCANAAN & PENGGAMBARAN
1. Mekanisme perencanaan dan penggambaran konstruksi atap baja ringan.
Dalam perencanaan konstruksi baja ini yang terpenting adalah selalu
diadakan check and re-check gambar baja dengan konsultan (bila ada) antara gambar
baja dengan struktur atau dengan arsitek/sipil.

2. Pemahaman gambar.
Konsep pemahaman gambar-gambar/Gambar Pelaksanaan sebelum masuk bengkel
:
a. Denah keseluruhan, ukuran -ukuran total bangunan, jarak dan dimensi
b. Detail-detail gambar

a. Pemasangan Penutup Atap dan bubungan


Penutup atap yang dipakai adalah atap alderon atau setara dengan
dimana sebelum dilakukan pemesanan kami memperlihatkan contoh
kepada direksi pekerjaan untuk disetujui.
Sebelum penutup atap dipasang, dicek kemiringan dan kerataan rangka
atap sehingga diperoleh bidang yang rata. Pemasangan atap harus rata
dan rapi sehingga tidak ada kebocoran. Pemasangan atap dan penutup
harus berdasarkan petunjuk direksi pekerjaan.
Bubungan dipasang sesuai bentuk dan gambar yang direncanakan dan
dikerjakan dengan rapi. Pemasangan bubungan harus mengikuti petunjuk
direksi pekerjaan.
Pekerjaan Pemasangan kami laksanakan sebagai berikut :

a. Meneliti gambar dan membuat gambar kerja (shop drawing ).


b. Memesan/order ke pabrik dengan melampirkan shop drawing tersebut agar
dibuatkan sesuai kondisi lapangan sehingga tidak ada sambungan dari atas
ke bawah, juga mengurangi jumlah material yang terbuang.
c. Ketika pesanan dari pabrik datang, material ditumpuk pada gudang bahan
proyek berdasarkan kelompok modul untuk memudahkan dalam kontrol
material.
d. Menarik benang dari ujung jurai ke ujung jurai sebagai batas bawah.
e. Memasang atap spandek pada gording.
Setelah pemasangan selesai, dilanjutkan dengan pemasangan Bubungan.
Bubungan dipasang mulai dari sisi terbawah ke atas agar pada segmen
overlap sisi bawah ada dibawah bubungan sisi atas. Agar pasangan
bubungan lurus, dibantu dengan tarikan benang dari ujung nok ke ujung jurai.

b. Pasangan plumbing / talang Air Hujan.


Pemasangan sparing-sparing pipa air hujan di lakukan tepat pada posisinya dan
mengacu pada gambar kerja. Pada setiap tahap pekerjaan dimana ada titik
atau jalur jaringan air maka akan dibuat sparring terlebih dahulu agar tidak
terjadi pembongkaran atau bobokan pada saat akan memasang jaringan Untuk
menghindari agar kotoran tidak masuk melaluli ujung jaringan yang terbuka,
ujung-ujung pipa yang terbuka ditutup dengan cara menggunting ujung
pipa searah pipa sepanjang ± 7 cm menjadi 6 bagian dan memanasinya
Halaman - 19
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

kemudian melipatnya sampai tertutup. Pada saat pemasangan sanitair ujung


pipa yang tertutup tersebut dipotong
Pemasangan pipa di dalam tanah atau yang tertanam dalam tembok,
dipastikan dulu kebenaran dan kekuatan sambungannya sebelum ditutup.
Asesoris yang digunakan harus standar terutama untuk asesoris yang
berada dalam beton, pasangan batu atau bata dan harus satu merk antara pipa
dengan conectornya.

c. Pasangan Papan Listplank


Semua permukaan listplank yang kelihatan harus rata dan lurus hingga
memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
Setiap sambungan listplank agar diperhatikan adanya pen/joint yang
berfungsi sebagai pengunci.

d. Plafond calciboard rangka hollow


Rangka plafond yang digunakan adalah rangka hollow dengan ukuran
sesuai gambar. Sedangkan untuk penutup plafond menggunakan
calsiboardboard dan gysumboard.
Pemasangan rangka plafond harus memperhatikan adanya pekerjaan
listrik yang sudah terpasang sebelum melaksanakan penutup langit-langit.
Sebelum menutup plafond dipasang dulu instalasi listrik dengan posisi sesuai
gambar. Penutup plafond calsiboard dipasang rata dan rapi, pada
pertemuan antara langit-langit diberi nat selebar 3 mm yang lurus dan rapat
kemudian diplamir dan diberi plester agar tidak retak.

e. Pekerjaan Lantai
a. Pekerjaan Pasangan Dinding dan Lantai Keramik
Pada umumnya persyaratan yang diminta adalah sama, yaitu bahwa keramik
yang dipasang dalam 1 bidang harus 1 tipe dan kode produksi yang sama,
pasangan harus rata dan padat (tidak keropos), lebar nat seragam dan lurus.
Pemasangan keramik lantai kami laksanakan dengan tahapan pekerjaan
sebagai berikut :
a. Keramik yang hendak dipasang dikelompokkan (disortir) berdasarkan
tipe dan kode produksinya, kemudian merendamnya dalam bak
perendaman sampai keramik jenuh.
b. Sebelum pekerjaan pasangan keramik dimulai, harus dipastikan
bahwa pekerjaan rabat beton, acian, plafon, dan list plafon sudah selesai.
Ruangan harus bersih dan terang serta kami tutup areal kerja dengan
memberi rambu : “DILARANG MASUK/MELINTAS/INJAK.”
c. Untuk mencari kesikuan pasangan, kami bentangkan benang ke arah
lebar dan panjang ruangan. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati
dan cermat agar pasangan keramik nantinya benar-benar siku dan rapi.
Dengan bantuan selang timbang (water pass), kami buat tarikan benang
tadi benar- benar level (horisontal).
d. Memasang keramik sebagai kepalaan (master) ke arah lebar dan
panjang ruangan dengan elevasi muka keramik mengacu pada acuan
elevasi lantai yang ada (misal kusen pintu).
e. Adukan pengikat keramik (spesi) diratakan dengan menggunakan
jidarsupaya rata sehingga seluruh bidang bawah keramik melekat
Halaman - 20
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

sempurna pada spesi. Hal ini penting untuk menghindari keroposnya


pasangan keramik.
f. Setelah pekerjaan kepalaan selesai, kami meminta persetujuan dari
Direksi atau Pengawas Lapangan. Setelah mendapat persetujuan, baru
kami mulai memasang keramik dalam ruangan tersebut. Pemasangan
keramik harus dimulai dari sisi dalam ke arah luar ruangan untuk memberi
ruang gerak (lalu lintas) bagi pekerja yang membawa adukan dan supaya
keramik yang baru dipasang tidak terinjak.
g. Pemasangan keramik kami laksanakan sesuai dengan pola/gambar
rencana yang disetujui Pengawas, dan memastikan bahwa pasangan
keramik rata, nat seragam dan lurus.
h. h. Segera setelah pemasangan keramik selesai, dilakukan pembersihan
lantai dari kotoran yang melekat di atasnya dengan menggosoknya dengan
kain bersih perlahan-lahan.
i. Maksimal 2 hari setelah pemasangan keramik, pekerjaan grouting
nat keramik dilaksanakan, sebelum nat terisi oleh kotoran/debu. Bahan
nat keramik menggunakan semen (atau semen warna disesuaikana
dengan keramiknya) dengan campuran yang agak encer dan dicorkan ke
dalam nat keramik.
j. Setelah pekerjaan grouting nat selesai, lantai keramik segera dibersihkan
dengan cara dipel langsung, karena bila sudah kering, ceceran semen sisa
grouting nat sulit untuk dibersihkan. Areal yang sudah dipasangi keramik
dandinat, kami jaga kebersihannya dan tidak dijadikan jalur lintasan.

Gambar Tatacara Pelaksanaan Pek. Keramik Lantai

a. Pekerjaan Kusen dan Daun Pintu dan Jendela dan aksesories


Pekerjaan Kusen dan daun pintu terdiri dari pemasangan angker kusen, pengunci,
handle dan aksesoris yang lainnya. Daun pintu panil yang dipakai dengan pelapis
dari bahan formika warna putih sesuai dengan Bestek.
Pemasangan penggantung daun pintu atau daun jendela menggunakan engsel
dan jumlah yang sesuai. Untuk daun pintu kami memakai engsel 4”x4”
sebanyak 3 buah engsel dengan masing-masing 5 skrup per engsel. Pengunci dan
aksesoris seperti, gerendel, dipasang dengan benar dan kuat agar dapat berfungsi
dengan baik.
Setelah pemasangan daun pintu / jendela beserta aksesorisnya selesai, kami
cek kembali buka-tutup daun pintu/jendela dan fungsi-fungsi aksesorisnya. Jika
mudah dan lancar berarti pekerjaan sudah benar, tetapi jika masih dengan
Halaman - 21
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

cara paksaan, terutama waktu akan mengunci (diangkat, ditekan, dsb), berarti
pemasangan daun pintu/jendela beserta aksorisnya tidak benar/baik. Bila ini
yang terjadi, pasangan daun pintu/jendela akan kami bongkar dan perbaiki.

b. PEKERJAAN FINISHING
Pekerjaan Finishing yang dimaksud di sini adalah mencakup Pekerjaan Cat Dinding
(interior dan eksterior), Pengecatan Plafon, Pengecatan Kayu, dan Pengecatan
Besi. Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang baik, kami akan perhatikan
hal-hal sebagai berikut :
a. Bahan cat yang dipakai harus bermutu baik, sesuai dengan spesifikasi
teknik yang disyaratkan.
b. Bahan pencampurnya memenuhi syarat (tiner untuk campuran cat kayu dan
besi harus bermutu baik, dan air untuk campuran cat dinding/plafon harus
bersih, tidak mengandung lumpur atau berminyak).
c. Bahan cat dasarnya harus sesuai dengan cat yang dipakai
d. Cara pengecatan harus benar, mengikuti petunjuk yang ada dalam
kemasannya (kalengnya)

Pengecatan Plafon
Tahapan & metoda pekerjaan :
a. Sebelum dimulai, dipastikan dulu bahwa Pekerjaan Pemasangan Plafon,
kompon sambungan board, dan List plafon sudah selesai, tidak ada bagian yang
tertinggal.
b. Membersihkan permukaan yang akan dicat, terutam bagian sambungan,
dan diamplas sampai bersih dan halus.
c. Mengaduk cat dan bahan campurannya (air yang bersih) hingga benar-
benar rata (homogen). Pengadukan ini senantiasa dilakukan untuk menjaga
homogenitasnya.
d. Menggelar koran bekas atau terpal di atas lantai untuk menghindari
kotornya lantai dari ceceran cat.
e. Menyapukan cat sampai merata dengan menggunakan rol untuk bidang
yang luas dan dengan kuas untuk bidang yang sempit dan tidak terjangkau oleh
rol, minimal 3 kali sapuan/lapis. Lapis kedua dilakukan setelah lapisan yang
pertama kering. Bila dengan 3 kali sapuan hasilnya belum rata (masih
transparan), kami ulangi lagi pengecatan sampai hasilnya baik dan memenuhi
standar.
f. Setiap selesai melaksanakan pengecatan, ruangan/area di sekitar
pengecatan dibersihkan dari sisa material/cat yang tercecer. Alat-alat yang
dipakai untuk mengecat juga dicuci dan dibersihkan supaya bisa dipakai lagi
keesokan harinya.

Pengecatan Dinding
Tahapan Pekerjaan : Untuk menghindari terkena cat, aksesoris pintu/jendela dan
elektrikal (saklar, stop kontak) yang sudah terpasang kami bungkus dengan lakban
kertas atau dilepas kembali.
a. Membersihkan dan mengamplas permukaan dinding yang akan dicat sampai
bersih dan halus, dan memastikan permukaan dinding telah kering.

Halaman - 22
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

b. Untuk dinding interior, digunakan lapisan plamir dengan perbandingan 1 kg


lem kayu putih (lem rajawali) dengan 3 kg kalsium, sedangkan untuk dinding
eksterior cat dasarnya menggunakan sealer.
c. Setelah kering, permukaan dinding yang sudah diplamir diamplas sampai
halus, kemudian membersihkan debu bekas amplas yang masih menempel
pada dinding. Untuk sealer, tidak perlu diamplas lagi.
d. Mengaduk cat dengan air dengan perbandingan sesuai dengan petunjuk
dalam kemasan cat hingga benar-benar rata (homogen). Pengadukan ini
senantiasa dilakukan supaya terjaga homogenitasnya.
e. Menggelar koran bekas atau terpal untuk mengindari keramik kotor terkena
ceceran plamir, sealer, atau cat.
f. Menyapukan cat (sesuai dengan jenisnya, cat interior untuk cat dalam
ruangan, dan cat eksterior untuk cat di luar ruangan) sampai merata dengan
menggunakan rol untuk bidang yang luas dan dengan kuas untuk bidang yang
sempit dan tidak terjangkau oleh rol, minimal 3 kali sapuan/lapis. Lapis
kedua dilakukan setelah lapisan yang pertama kering. Bila dengan 3 kali sapuan
hasilnya belum rata (masih transparan), kami ulangi lagi pengecatan sampai
hasilnya baik dan memenuhi standar.
g. Setiap selesai melaksanakan pengecatan, ruangan/area di sekitar
pengecatan dibersihkan dari sisa material/cat yang tercecer. Alat-alat yang
dipakai untuk mengecat juga dicuci dan dibersihkan supaya bisa dipakai lagi
keesokan harinya.

Pengecatan Atap
Tahapan Pekerjaan :
a. Untuk menghindari terkena cat, aksesoris pintu/jendela yang sudah
terpasang kami bungkus dengan lakban kertas atau dilepas kembali.
b. Menutup tembok di sekitar kusen (bagian yang akan dicat) dengan koran
bekas atau lakban kertas.
c. Memastikan bahwa permukaan yang akan dicat benar-benar kering.
d. Mengaduk cat dengan bahan pencampurnya hingga benar-benar rata
(homogen). Selama proses pengacatan, pengadukan senantiasa dilakukan
supaya terjaga homogenitasnya.
e. Menyapukan cat sampai merata minimal 3 kali penegecatan (3 lapis). Lapis
kedua dilakukan menunggu sampai lapisan pertama kering. Bila dilihat
hasil pengecatan belum rata, kami ulangi lagi pengecatan sampai hasilnya
memenuhi standar.
f. Setelah pengecatan selesai tetapi cat belum kering betul, permukaan dijaga
dari kotoran atau sentuhan dengan menuliskan rambu “ Awas, Cat Masih
Basah.”
g. Untuk pengecatan besi/baja, bahan cat dasarnya kami menggunakan cat dasar
tipe Zinc Chromate, dan cat finishnya menggunakan cat tipe Sytentic Enamel
atau yang setara. Tahapan pekerjaan selanjutnya sama dengan tahapan pada.

c. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL


Kabinet Panel Daya.
Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 1.7 mm.
Kabinet untuk panel daya/kontrol harus mempunyai ukuran yang proporsional
seperti dipersyaratkan untuk panel daya yang besarnya menurut kebutuhan,
Halaman - 23
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak perlu sesak.
Frame/rangka panel harus ditanahkan. Pada kabinet harus ada cara-cara yang baik
untuk memasang, mendukung dan menyetel panel daya serta penutupnya.
Kabinet dengan kawat – kawat through feeder harus diatur dengan baik, rapi
dan benar.

a. Finishing.
Semua rangka, penutup, cover palte dan pintu panel listrik seluruhnya harus
dibuat tahan karat dengan diberi cat dasar atau primecoating dan diberi pelapis
cat akhir (finishing paint). Penentuan warna dan merek cat sebelumnya harus
dimintakan persetujuannya ke Direksi/Pengawas. Pengecatan harus tahan karat,
dikerjakan dengan cara galvanized cadmium plating atau dengan zinc chromate
primer dan dicat dengan cat akhir sistem bakar ( oven ).

b. Kunci
Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci “cath and flat key lock”. Jenis
kunci untuk setiap kabinet harus dari tipe “common key”, sehingga kunci untuk
setiap kabinetnya adalah sama. Pada masing-masing kabinet harus
disediakan dua anak kunci.

c. Tinggi Pemasangan Panel.


Pemasangan panel sedemikian rupa, sehingga setiap peralatan di dalam panel
dengan mudah masih dapat dijangkau. Tergantung pada tipe/macam panel,
bila dibutuhkan alas/ pondasi/penumpu/penggantung, Kontraktor harus
menyediakan dan memasang, sekalipun tidak tertera pada gambar.

d. Label.
Semua kabinet panel daya, panel kontrol, switch, fuse unit, isolator switch
group, pemutus daya (CB) dan peralatan-peralatan lainnya harus diberi label
sesuai dengan fungsinya untuk mengindikasikan/mengidentifikasikan
penggunaan/nama alat tersebut. Label ini terbuat dari bahan logam anti karat
dengan huruf /huruf hitam.

Halaman - 24
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

e. Pasangan Instalasi Titik Lampu dan Stop Kontak


Pekerjaan instalasi dilakukan sebelum pekerjaan plesteran untuk mencegah
terjadinya pembongkaran. Untuk pemasangan instalasi titik lampu dan
stop kontak kami lakukan dengan sistem kerja dan material yang sesuai standar
untuk mencegah terjadinya gangguan listrik dan kebakaran. Adapun hal-ha
yang kami diperhatikan adalah sebagai berikut :
 Kabel yang digunakan dalam instalasi penerangan dan stop kontak harus
dari jenis NYA yang diletakkan didalam konduit PVC. Luas penampang
minimum yang digunakan 2.5 sqmm untuk line utama diatas plafon dan
yang menuju stop kontak. Untuk kabel yang menuju saklar minimum 1.5
sqmm.
 Stop kontak tunggal dan ganda 1 phase yang dipakai adalah tipe pasang
rata (flush mounting) 250 Volt, 10 Amp.
 Stop kontak 3 phase jenis panel mounted socket, dengan 1 kutub netral
an 1 kutub ground, memiliki arus pengenal 32 Ampere, 380-415 Volt.
 Saklar yang dipakai adalah flush mounting, rating 250 V, 10 Ampere, single
gang, double gangs atau multi gangs (grid switch).

Cara pelaksanaan pekerjaan instalasi titik lampu & stop kontask adalah
sebagai berikut :
1. Melakukan plotting/penandaan dengan kode pada dinding pada tiap
titik saklar, stop kontak, titik MCB dan titik meter
2. Membobok dinding sesuia jalur instalasi yang telah bertanda tadi
tanpa merusak struktur lain.
3. Memasang pipa konduit dan com pada posisi-posisi yang telah
ditentukan termasuk yang melintas di atas plafond
4. Menginstall kabel sesuai dengan peruntukkan titik listrik, misal saklar,
stop kontak atau meter PLN
5. Memasang saklar & stop kontak jika pengecekan kabel telah selesai.
6. Melakukan test arus pada setiap titik.

f. Saklar dan Stop Kontak


Saklar dan stop kontak dipasang setelah pekerjaan cat dinding dan
plafond. Saklar yang dipasang dari jenis rocker mechanism dengan rating
minimum 10A/250V. Saklar dipasang rata terhadap permukaan tembok
atau dinding dan posisinya sesuai dengan gambar.
Stop kontak harus mempunyai terminal phase, netral dan grounding. Tempat
dan tinggi pemasangan disesuaikan dengan utilitas ruangan.

g. Lampu
Lampu dipasang sebelum test and comissioning electrical untuk memastikan
tidak ada lampu yang mati atau instalasi yang bermasalah.
Ballast lampu dari jenis lost lass balast dan harus digunakan satu balast
untuk satu lampu.
a. Instalasi listrik inbow (tertanam) dalam dinding dipasang sebelum
Pekerjaan Plester dinding dilaksanakan. Dinding bata digaris lurus vertikal
kemudian dipotong menggunakan circle. Setelah itu dibobok menggunakan
betel yang tajam. Kedalaman bobokan dibuat cukup dalam sehingga pipa
listrik dapat tertanam seluruhnya dengan jarak sisi luar pipa listrik
Halaman - 25
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

terhadap permukaan pasangan bata minimal 1 cm. Untuk menjaga agar


tidak goyang, pipa listrik diberi perkuatan dengan dipaku di samping-
sampingnya dan diikat dengan kawat bendrat.
b. Sambungan-sambungan kabel dibuat sekuat-kuatnya, melekat dengan
sempurna dan dibungkus dengan isolasi yang baik (standar).
c. Pekerjaan Sound system terdiri dari pekerjaan instalasi/jaringan sound
system, pemasangan Power Amp, dan pemasangan speaker.
d. Sebelum diserahkan, Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal dites dulu (testing &
Comisioning), apakah sudah berfungsi dengan baik atau belum. Bila belum
berfungsi dengan sempurna, akan kami perbaiki sampai semua peralatan
ME dapat berfungsi dengan baik.

d. Pekerjaan Plumbing & Sanitair


i. Pasangan Pipa Air Bersih dan Air Kotor beserta Asesorisnya.
Pemasangan sparing-sparing pipa air bersih, air kotor, dan urinoir di lakukan
tepat pada posisinya dan mengacu pada gambar kerja. Pada setiap tahap
pekerjaan dimana ada titik atau jalur jaringan air bersih atau air kotor maka
akan dibuat sparring terlebih dahulu agar tidak terjadi pembongkaran atau
bobokan pada saat akan memasang jaringan Untuk menghindari agar kotoran
tidak masuk melaluli ujung jaringan yang terbuka, ujung-ujung pipa yang
terbuka ditutup dengan cara menggunting ujung pipa searah pipa sepanjang ±
7 cm menjadi 6 bagian dan memanasinya kemudian melipatnya sampai
tertutup. Pada saat pemasangan sanitair ujung pipa yang tertutup tersebut
dipotong
Pemasangan pipa di dalam tanah atau yang tertanam dalam tembok,
dipastikan dulu kebenaran dan kekuatan sambungannya sebelum ditutup.
Asesoris yang digunakan harus standar terutama untuk asesoris yang berada
dalam beton, pasangan batu atau bata dan harus satu merk antara pipa
dengan conectornya.

ii. Pemasangan Closet, saringan air plastik, dan acc lainnya


Pemasangan closet dilakukan setelah pekerjaan rabat lantai selesai. Sebelum
closet dipasang pipa yang tertutup dibuka dengan cara dipotong
ujungnya sekaligus menyesuaikan dengan ujung closet. Jaringan air kotor
menuju septic tank di check sekali lagi untuk memastikan pipa tersebut bersih
dari kotoran yang dapat menyumbat aliran, jika perlu digelontor dengan air
terlebih dahulu. Closet dipasang sesuai dengan posisinya (elevasi & arah
hadap) kemudian bagian tepinya dicor. Lobang closet kembali ditutup dengan
menggunakan kertas semen yang digulung untuk melncegah masuknya
sampah ke dalam jaringan closet. Khusus closet duduk pemasangan dilakukan
setelah pekerjaan keramik lantai dan dinding selesai.

iii. Pasangan Septic Tank dan Peresapan


Septic tank berfungsi untuk menampung limbah dari WC agar terjadi penguraian
di dalamya. Septic tank dibagi menjadi beberapa kompartemen yang berfungsi
untuk peroses penguraian dan pengendapan sehingga air yang diteruskan
ke dalam peresapan adalah air yang bebas dari zat padat. Septic tank kami
buat dari bahan beton kedap air yang berupa bak penampung di bawah
permukaan tanah. Galian digali lebih besar dari dimensi septic tank untuk
Halaman - 26
Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan
Nubatukan Kabupaten Lembata

memudahkan pelaksanaan. Dasar galian dipadatkan, diurug dengan pasir urug


dan dilapis dengan lantai kerja. Beton decking untuk menahan besi agar tidak
langsung menempel pada lantai kerja. Besi untuk lantai septic tank diturunkan
dan disetting sesuai arah & posisinya, setelah itu begesting dinding luar di
stel/pasang. Selanjutnya adalah penyetelan besi untuk dinding septictank di
semua sisi, pada sisi dinding juga dipasang beton decking agar besi tidak
menenpel pada begesting sehingga beton yang dihasilkan tetap ada selimut
betonnya. Setelah setting besi dinding selesai dilanjutkan dengan setting
begesting untuk sisi dinding dalam. Sisi dinding dalam di skur melintang antar
dinding supaya saling topang.
Terakhir kami akan melakukan pengecoran setelah mengesek kekuatan
begesting dan ikatan besi dengan metoda menerus dalam sekali pengecoran.
Pekerjaan cor beton kami lakukan dengan menggunakan concrete mixer dan
ditambah dengan additon agar cepat mencapai kekuatan rencana. Setelah
beton mencapai cukup umur begesting dibongkar dan galian disisi luar
septictank kembali diurug dan dipadatkan. Selanjutnya adalah pekerjaan plat
beton penutup. Cetakan plat dibuat disebelah septic tank.
Titik sirkulasi udara harus ada untuk pernafasan septic tank yang terbuat dari
pipa ¾”.. Pembesian plat dilakukan langsung diatas cetakan. Setelah itu
diteruskan dengan pengecoran plat beton. Jika sudah kering plat beton
tersebut digeser untuk menutup septic tank.
Sumur peresapan dibuat untuk menampung limbah air dari kamar mandi dan
limpahan dari septictank. Sumur peresapan ini dibuat berdekatan dengan
septictank. Prinsip kerjanya sama hanya bahan septictank adalah batu-bata
bercelah dan tanpa dasar agar air dapat meresap dengan baik ke dalam tanah.

Halaman - 27
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DRAWING LIST
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
DRAWING LIST
NO NOMOR GAMBAR NAMA GAMBAR SKALA KETERANGAN
1 AR-00 DRAWING LIST NTS
2 AR-01 DENAH KUA 1:100
3 AR-02 TAMPAK DEPAN KUA 1:100
4 AR-03 TAMPAK SAMPING KANAN KUA 1:100
5 AR-04 TAMPAK SAMPING KIRI KUA 1:100
6 AR-05 TAMPAK BELAKANG KUA 1:100
7 AR-06 DENAH WALL FINISH KUA 1:100
8 AR-07 DENAH PLAFON KUA 1:100
9 AR-08 DENAH POLA LANTAI KUA 1:100
10 AR-09 DENAH PINTU DAN JENDELA KUA 1:100
11 AR-10 DETAIL PINTU DAN JENDELA 1:100
12 AR-11 DESAIN RESEPSIONIS 1:100
12 AR-11 POTONGAN DEPAN DAN SAMPING RESEPSIONIS 1:100
12 AR-11 DESAIN BALAI NIKAH 1:100
12 AR-11 POTONGAN DEPAN DAN SAMPING BALAI NIKAH 1:100
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH LOKASI
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
40
Batas Tanah Dan Rencana Pondasi

7,5
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60

Batas Tanah Dan Rencana Pondasi


PANTRY
WC

5
Batas Tanah Dan Rencana Pondasi

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
33

RUANG
KONSULTASI
+0.60

5
RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55

1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Pintu Masuk Pintu Keluar
4 4 8,15 7,7 8,15 4 4
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DETAIL PONDASI BATU KALI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata PAGAR KELILING
40
300
600
50
33

600
Pondasi Batu Kali
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DETAIL PAGAR
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata DEPAN & BELAKANG
3,94

1,75
0,6
Pagar Belakang
Tiang Beton 30x30 6,72 0,7
Roster Pagar Besi Hollow
Pas. Batu Bata T = 50 cm
KANTOR URUSAN AGAMA

1,25
1,5
KECAMATAN NUBATUKAN
KABUPATEN LEMBATA

0,6 0,5
Pagar Depan
40
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DETAI PAVING STONE
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
40
Batas Tanah Dan Rencana Pondasi

7,5
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60

Batas Tanah Dan Rencana Pondasi


PANTRY
WC

5
Batas Tanah Dan Rencana Pondasi

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
33

RUANG
KONSULTASI
+0.60

5
RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55
Paving Stone
Paving Stone Paving Stone
Pintu Masuk Pintu Keluar
4 4 8,15 7,7 8,15 4 4
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH KUA
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60
PANTRY
WC
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama TAMPAK DEPAN
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
+7.20
BALAI NIKAH DAN MANASIK HAJI
KANTOR URUSAN AGAMA
KECAMATAN NUBATUKAN
+4.60
..\logo [Link]
+3.60
+1.50
KANTOR URUSAN AGAMA
KECAMATAN NUBATUKAN
KABUPATEN LEMBATA
3 5 6.30 5 3
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama TAMPAK SAMPING KANAN
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
+7.20
+4.60
+3.60
+1.50
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama TAMPAK SAMPING KIRI
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
+7.20
+4.60
+3.60
+1.50
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama TAMPAK BELAKANG
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
+7.20
+4.60
+3.60
+1.50
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH WALL FINISH
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
D1 D3 D3 D3 D4 D1
3
D3 D4 D5 WC D5

D1
+0.55

1,55
D1

WC
D4 +0.55
MUSHOLLA D5
+0.60
D4

D4 D5 D4
PANTRY

D4
WC

D4
5

+0.60
+0.55 RUANG

D4

D3
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
D3

+0.60
D4 D4 D4
RUANG BALAI NIKAH,

D4
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI

D4
+0.60

D4
D4

D4
3 RUANG RUANG
D4
ARSIP PENGHULU
+0.60

D4
+0.60
RECEPTIONIST
+0.60 D7

D3
D7
RUANG
KONSULTASI
D5 D5 D5 D5 +0.60
D3
5

5
D4 RUANG

D7

D4
STAFF
D4 D4 +0.60
D7
RUANG
KONSULTASI

D4
D3 D3

D5
WC WC +0.60

D1
D1

+0.55 +0.55
D5

D3
D4 D4 D4

D3
1 TERAS
D1 D3 +0.55
D3 D1
1,68

D2

D2
D2 D2
TABEL DINDING DAN PARTISI
KODE KODE PENUTUP FINISHING
D1 DINDING BATA 150MM PLESTER BATU TEMPEL MOTIF BATA
3,5
D2 DINDING BATA 150MM PLESTER CAT EKSTERIOR
D3 DINDING BATA 150MM PLESTER CAT EKSTERIOR
D4 DINDING BATA 150MM PLESTER CAT INTERIOR
1'
D5 DINDING BATA 150MM PLESTER
TILES 200 X 400 MM
t=1m
7,5 5 7,5
D6 BETON EKSPOSE PLESTER CAT EKSTERIOR
A B C D D7 DINDING PARTISI GYPSUM
100MM
GYPSUM CAT INTERIOR
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH PLAFON
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
TABEL RENCANA PLAFON
KODE KETERANGAN
GYPSUM BOARD
GB ELV TEBAL 9 MM
EX +3.600
WR GYPSUM BOARD TEBAL 9 MM
3 GB ELV WATER RESISTANT
WC WC

1,55
WR WR
GB +3.600 GB +3.600 GB +3.600 BETON EKSPOSE FIN. CAT
MUSHOLLA EX ELV EKSTERIOR
GB +3.600
PANTRY WC
WR
5

GB +3.600 GB +3.600
RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
GB +3.600
RUANG BALAI NIKAH,
3 PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
GB +3.600
EX +3.600
RECEPTIONIST
GB +3.600
RUANG STAFF
GB +3.600
5

5
WC WC
WR WR
GB +3.600 GB +3.600
EX +3.600
1
EX +3.600 EX +3.600
1,68

DROP OFF
3,5
EX +3.600
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH POLA LANTAI
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1 TABEL FIN. LANTAI
KODE KETERANGAN
GRANIT 60 X 60 CM
FF1 GLOSSY
FF4
FF2
GRANIT 60 X 60 CM
FF2 KASAR
3
WC
FF3 KERAMIK 20 X 20
+0.55
FF3

1,55
WC CM UNPOLISH
+0.55 FF3
MUSHOLLA
BETON RABAT
+0.60 FF4 FINISHING ACI
FF1 FF1
FF4 PANTRY
WC
FF1
FF3
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 FF1
RUANG
PENGHULU
FF2 FF1 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
FF1
5

5
RUANG
STAFF
+0.60
FF4
WC WC
+0.55 FF3 FF3 +0.55
FF2
1 TERAS
+0.55
1,68

FF4 FF2 FF2 FF4


3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH PINTU DAN JENDELA
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
J2 J1 J2 BV BV
3 P2 P2
WC

P5
+0.55

1,55
WC

P5
P4 +0.55
P5
MUSHOLLA
+0.60
PANTRY
J1

WC
5

+0.60
+0.55

J2
RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
P4
RUANG BALAI NIKAH,

P4
J1

PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI


+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60 P4
P2

RECEPTIONIST

J1
+0.60
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
P1 P4 RUANG
STAFF
+0.60
P4
P5 P5 P5 P5 RUANG
P3
KONSULTASI
WC P5 WC +0.60

P5
+0.55 +0.55
1 TERAS
P1 J1 J1
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DETAIL PINTU
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata DAN JENDELA
NOTASI P1 P2 P3 P4 P5
40 40 40 40 40 40
810 810 810 810
40 40 40 40
2100 2100
2110 1860 2110 2110
40
210
40 800 40 40 800 40
40 700 40 1600 40 700 40 40 800 40 40 1600 40
KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - PVC 4"
- ALUMINIUM - ALUMINIUM - ALUMINIUM - ALUMINIUM - PANEL PVC MOTIF SERAT KAYU
DAUN PINTU DAUN PINTU DAUN PINTU DAUN PINTU DAUN PINTU
- KACA TEMPERT 5mm - KACA TEMPERT 5mm - KACA TEMPERT 5mm - KACA 5mm FILM -
BAHAN

BAHAN

BAHAN

BAHAN

BAHAN
DAUN - DAUN - DAUN - DAUN - DAUN -
JENDELA - JENDELA - JENDELA - JENDELA - JENDELA -
- ALUMINIUM - ALUMINIUM - ALUMINIUM - -
JALUSI JALUSI JALUSI JALUSI JALUSI
BAHAN - KACA TEMPERT 5mm - KACA TEMPERT 5mm - KACA 5mm + FILM - -
DAN - PULL HANDLE - PULL HANDLE - PULL HANDLE - LEVER HANDLE - 1 PASANG LEVER HANDLE
PERANGKAT - LOCKCASE SWING FOR ALUMINIUM - LOCKCASE SWING FOR ALUMINIUM - LOCKCASE SWING FOR ALUMINIUM - LOCKCASE SWING FOR ALUMINIUM - PLAT STAINLESS STEEL (LUAR)
PERANGKAT

PERANGKAT

PERANGKAT

PERANGKAT

PERANGKAT
- DOOR CLOSER - DOOR CLOSER - DOOR CLOSER - DOOR CLOSER - 1 BUAH PENGUNCI
PENGUNCI - STAINLESS STEEL HINGES PENGUNCI - STAINLESS STEEL HINGES PENGUNCI - STAINLESS STEEL HINGES PENGUNCI - STAINLESS STEEL HINGES PENGUNCI - 2 SET ENGSEL SAMPING
DAN DAN DAN DAN DAN
PENGGANTUNG - FLUSH BOLT 6" DAN 12" PENGGANTUNG - FLUSH BOLT 6" DAN 12" PENGGANTUNG - FLUSH BOLT 6" DAN 12" PENGGANTUNG - FLUSH BOLT 6" DAN 12" PENGGANTUNG -
- DOUBLE CYLINDER - DOUBLE CYLINDER - DOUBLE CYLINDER - DOUBLE CYLINDER -
- ENGSEL JENDELA - - - -
- - - - -
NOTASI J1 J2 BV1
50
40 40
400
810 810
50
40 40
40 520 40
1860 1860
40 40
210 210
40 700 40 700 40 40 700 40 700 40 700 40
KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - ALUMINIUM KUSEN - ALUMINIUM
- - -
DAUN PINTU DAUN PINTU DAUN PINTU
- - -
BAHAN

BAHAN

BAHAN
DAUN - ALUMINIUM DAUN - ALUMINIUM DAUN - ALUMINIUM
JENDELA - KACA TEMPERT 5mm JENDELA - KACA TEMPERT 5mm JENDELA - KACA ES 6 mm
- -
JALUSI JALUSI JALUSI
BAHAN - -
DAN - CASEMENT STAY - CASEMENT STAY
PERANGKAT - ENGSEL JENDELA - ENGSEL JENDELA

PERANGKAT

PERANGKAT

PERANGKAT
PENGUNCI PENGUNCI PENGUNCI
DAN DAN DAN
PENGGANTUNG PENGGANTUNG PENGGANTUNG
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DESAIN RESEPSIONIS
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
CATATAN
KODE KETERANGAN
1 WALLPAPER EDENIA / E 1901
2 HPL LAMINATE TACO /
MARINAGREEN THM. 325
3 ACRYLIC BLACKAN 502
4 HPL LAMINATE TACO / WHITE
TRAVE-X-0089-TR
5 UKIRAN MDF 15MM /
[Link]
6 PLIN VINYL KANGBANG / 3470
2
1
..\logo [Link]
3
KUA PUSAKA
5 4
6
TAMPAK DEPAN
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab. POTONGAN DEPAN DAN
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama POTONGAN SAMPING
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata RESEPSIONIS
100
YELLOW STRIP
YELLOW STRIP
TRAVO LED
110 - 220 VAC
50
POTONGAN DEPAN POTONGAN SAMPING
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DESAIN BALAI NIKAH
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
TABEL FIN. LANTAI
KODE KETERANGAN
1 WALLPAPER EDENIA / E 1901
2 HPL LAMINATE TACO /
KRAFTWOOD TH 325 H
3 UKIRAN MDF 15 MM / FIN
DUCO
100
1
2
3
25
TAMPAK DEPAN TAMPAK SAMPING
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata POTONGAN DEPAN DAN
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
SAMPING BALAI NIKAH
100
25
POTONGAN DEPAN POTONGAN SAMPING
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DRAWING LIST
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
DRAWING LIST
NO NOMOR GAMBAR NAMA GAMBAR SKALA KETERANGAN
1 STR-00 DRAWING LIST NTS
2 STR-01 DENAH PONDASI KUA 1:100
3 STR-02 DENAH KOLOM KUA 1:100
4 STR-03 DENAH SLOOF KUA 1:100
5 STR-04 DENAH RING BALOK KUA 1:100
6 STR-05 DENAH PELAT KUA 1:100
7 STR-06 DENAH ATAP KUA 1:100
8 STR-07 DETAIL POTONGAN ATAP 1:100
9 STR-08 POTONGAN PONDASI JALUR BATU KALI 1:10
10 STR-09 POTONGAN PONDASI TAPAK KAKI 1:10
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH PONDASI
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
P1 P1 P1 P1
J1 J1
3
5

J1
J1
J1
J1
3
5

J1
P1 P1 P1 P1
J1 J1
1
1,68

J1
3,5
P1 P1
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH KOLOM
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
NOTASI K1 K2 KP
KOLOM 40
40
40
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1

150
300

300
GAMBAR
150
150
300
DIMENSI 300x300 150x300 150x150
TULANGAN 6D12 6D12 4D12
SENGKANG D10-100 & D10-150 D10-100 & D10-150 D10-100 & D10-150
MUTU BETON K-175 K-175 K-175
MUTU BAJA BJTP240 BJTP240 BJTP240
K1 K1 K1 K1
KP KP KP KP
3

1,55
KP
KP KP KP KP KP KP
KP
5

KP KP KP KP KP

3,45
KP KP
3
KP
KP
KP KP KP KP KP KP
KP
5

5
KP KP KP KP KP KP
K2 K2
K1 K1 K1 K1
KP KP KP KP
1
1,68

KP KP
KP KP KP KP
3,5
K1 K1
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH SLOOF
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
SB1 SB1 SB1 SB1 SB1 SB1 SB1
3

SB1

SB1

SB1

SB1

1,55
SB1 SB1 SB1 SB1
SB1

SB1
SB1

SB1
SB1

SB1

SB1
5

SB1 SB1 SB1 SB1

3,45
SB1
SB1
SB1

SB1
SB1
3
SB1
SB1

SB1
SB1

SB1 SB1 SB1 SB1

SB1
5

5
SB1
SB1
SB1

SB1
SB1
SB1

SB1 SB1 SB1 SB1


SB1

SB1
SB1

SB1

SB1
SB1 SB1 SB1 SB1 SB1 SB1
1

SB1
SB1
TYPE SB1 SB2
1,68

TUMPUAN
SB1

POTONGAN

300

300
200 150
TULANGAN ATAS 2 D12 2 D12
3,5

TULANGAN BAWAH 2 D12 2 D12


SENGKANG D10-100 D10-100
TUL. PINGGANG - -
B1 (200x500) B2 (150x300) RB (150x300)
TUMPUAN LAPANGAN TUMPUAN LAPANGAN TUMPUAN LAPANGAN
SB1
1'

POTONGAN

300

300

300

300
500

500
150 150
150 150
7,5 5 7,5
200 200
A B C D
TULANGAN ATAS 5 D12 3 D12 2 D12 2 D12 2 D12 2 D12
TULANGAN BAWAH 3 D12 5 D12 2 D12 2 D12 2 D12 2 D12
SENGKANG D10-100 D10-200 D10-100 D10-200 D10-100 D10-200
TUL. PINGGANG - - - - - -
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH RING BALOK
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
RB RB RB RB RB RB RB
3

1,55
RB
RB
5

3,45
RB

RB
RB
RB

3
RB

RB

RB
RB
5

5
RB

B1

RB
RB

RB RB RB RB RB RB
1

B2
B2
1,68

B2 B2

B1

B1
3,5
B1
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH PELAT LANTAI
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3

1,55
5

3,45
M8-150

3
PELAT SOG
t=13cm
5

5
M8-150
1
1,68
3,5
SB1
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DENAH ATAP
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3

1,55
RB
5

3,45
3
5

5
1
1,68

PENUTUP ATAP METAL PASIR


RENG BAJA RINGAN
@900mm RANGKA CNP 75X45X5
@1200mm
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama POTONGAN ATAP
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
ATAP METAL PASIR
CNP 75x45x5 @1200mm
RENG BAJA RINGAN @900mm

2,65
BALOK
RB
BALOK RB
KOLOM PRAKTIS
5,00 5,00
3 2 1
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :
Judul Gambar :
PPK Pembangunan Gedung Konsultan Perencana
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. Tepi Pante Consultant
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan CV. TEPI PANTE CONSULTANT
KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata POTONGAN PONDASI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama JALUR BATU KALI (POT. J1)
J ln . T r an s L emb at a - La mahora - Lembat a
DINDING & KOLOM
M6-150
SLAB SLAB
80
50
100
KOLOM
SLOOF 150x300
(Liha Denah)
ANGKUR Ø10-@.50CM
600
PASANGAN BATU KALI
50 LANTAI KERJA
100 PASIR URUG
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :
Judul Gambar :
PPK Pembangunan Gedung Konsultan Perencana
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. Tepi Pante Consultant
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan CV. TEPI PANTE CONSULTANT
KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata POTONGAN PONDASI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama TAPAK KAKI (POT. P1)
J ln . T r an s L emb at a - La mahora - Lembat a
200
M8-150 10
COLUMN STRUCTURE
FIRST FLOOR
80
TIE BEAM
100
CAST PLASTIC PEDESTAL / COLUMN STRUCTURE
MIN 1200
COMP SAND
Ya
Xa
Yb
Xb
d
C
WxL
LEAN CONCRETE
TYPE W L Xa Xb Ya Yb c d
P1 1000 1000 Ø8-150 Ø8-150 Ø8-150 Ø8-150 150 200
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama DRAWING LIST
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata
DRAWING LIST
NO NOMOR GAMBAR NAMA GAMBAR SKALA KETERANGAN
1 ME-00 DRAWING LIST NTS
2 ME-01 DENAH INSTALASI PENERANGAN 1:100
3 ME-02 DENAH INSTALASI STOPKONTAK 1:100
4 ME-03 DENAH PERPIPAAN AIR BERSIH 1:100
5 ME-04 DENAH PERPIPAAN AIR KOTOR 1:100
5 ME-05 DENAH INSTALASI TATA SUARA 1:100
5 ME-06 SKEMATIK SISTEM TATA SUARA NTS
5 ME-07 DENAH INSTALASI AC 1:100
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH INSTALASI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata PENERANGAN
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1 TABEL SAKLAR
KODE SIMBOL KETERANGAN
SAKLAR 10A,
LP-1.9 LP-1.10 GANDA 1Ø
SAKLAR 10A,
3 TUNGGAL 1Ø
LP-7.3 LP-7.1 LP-6.3

1,55
LP-6.2
LP-2.1 LP-2.2 LP-2.3 WC WC
+0.55 +0.55
MUSHOLLA LP-7.4
+0.60
LP-7.5
LP-5.8
LP-7.2
5

WC
PANTRY RUANG
+0.55
+0.60 KEPALA
LP-6.1
KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
LP-2.4 LP-2.5 LP-2.6 +0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
LP-1.8 LP-4.3 LP-4.4
LP-5.7
3 RUANG
LP-5.6
RUANG
ARSIP PENGHULU
RECEPTIONIST +0.60 +0.60
LP-2.7 LP-2.8 LP-2.9 +0.60
LP-5.5 LP-5.4
RUANG
LP-1.7 KONSULTASI
+0.60
LP-5.9
LP-3.2 LP-4.1 LP-4.2
LP-3.1 LP-3.5 LP-3.6
5

5
LP-2.10 RUANG
STAFF
+0.60
LP-5.2 LP-5.3
WC LP-5.1
LP-3.3 RUANG
WC LP-3.4 +0.55
KONSULTASI
+0.55
+0.60
1 TERAS
LP-1.3 LP-1.4
+0.55
1,68

LP-1.1 LP-1.2 LP-1.5 LP-1.6


3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH INSTALASI KOTAK
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata KONTAK
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1 TABEL KOTAK KONTAK
KODE SIMBOL KETERANGAN
STOP 10A,
KONTAK 1Ø
3
SK 1.3 SK 1.4 WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60
SK 1.6 SK 1.18
SK 1.17
PANTRY
WC
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
SK 1.4 SK 1.5 SK 1.15 SK 1.14 SK 1.13
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60 SK 1.16
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
SK 1.1 SK 1.2 SK 1.9
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
RUANG SK 1.12
STAFF
SK 1.5 +0.60
SK 1.8
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
SK 1.7 SK 1.10 SK 1.11
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH PERPIPAAN AIR
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata BERSIH
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
FC
MUSHOLLA
+0.60 FC
BV
PVC 50mm PIPA AIR BERSIH
DARI PUMP
PANTRY
WC
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
FC FC FC FC RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH PERPIPAAN AIR
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata BEKAS & AIR KOTOR
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
PIPA AIR KOTOR
KAP 6 M3
PIPA AIR BEKAS
KE SALURAN
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60
PANTRY
WC
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH INSTALASI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata TATA SUARA
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60
PANTRY
WC
5

+0.60
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60
RUANG BALAI NIKAH,
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI
+0.60
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
A-1 A-2
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
RUANG
STAFF
+0.60
RUANG
KONSULTASI
WC WC +0.60
+0.55 +0.55
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata SKEMATIK SISTEM
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata TATA SUARA
MDF - SS
MIXER POWER AMP A
NYMHY 2x (2x1,5mm2) RUANG BALAI NIKAH, PENYULUHAN, DAN MANASIK HAJI NYMHY 2 x 1,5mm2
PRE-AMPLFIER 240 W x 3 COLOUM 1x
PRE RECORDER EVACUATION
1 ZONE SELECTOR
EQUALIZER
COMPACT DISC PLAYER
3 B
NYMHY 2x (2x1,5mm2) RUANG BALAI NIKAH, PENYULUHAN, DAN MANASIK HAJI NYMHY 2 x 1,5mm2
AM/FM TUNER COLOUM 1x
MICROPHONE
2 ALL CALL
CAR CALL
MICROPHONE
PAGING
PANEL UPS
MAX 1 OHM
DARI MCFA
DC SIGNAL GENERAL ALARM R
DI RUANG KONTROL
Shop Drawing : Konsultan Perencana : Disetujui Oleh :
PPK Pembangunan Gedung
Dibuat Oleh :
Konsultan Perencana
Judul Gambar :
Balai Nikah Dan Manasik Haji CV. TEPI PANTE CONSULTANT
Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan KUA Kec. Nubatukan Kab.
Lembata DENAH INSTALASI
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEMBATA Manasik Haji Kantor Urusan Agama
Jln. Trans Lembata - Lamahora - Lembata AC
7,5 5 3,5 1,5 1,5 1
3
WC
+0.55

1,55
WC
+0.55
MUSHOLLA
+0.60
11.900 Btu/h 798
PANTRY 1 PK
WC
5

+0.60 IU - 1
+0.55 RUANG
KEPALA KANTOR

3,45
URUSAN AGAMA
+0.60

295
RUANG BALAI NIKAH, 11.900 Btu/h 11.900 Btu/h
PENYULUHAN DAN MANASIK HAJI 1 PK 1 PK
+0.60 IU - 3 IU - 1
3 RUANG
ARSIP
RUANG
PENGHULU
+0.60 +0.60
RECEPTIONIST
+0.60
11.900 Btu/h 11.900 Btu/h
1 PK 1 PK
IU - 1 IU - 1
RUANG
KONSULTASI
+0.60
5

5
RUANG
STAFF
11.900 Btu/h +0.60
1 PK
IU - 1 11.900 Btu/h
WC WC RUANG 1 PK
+0.55 +0.55 KONSULTASI IU - 1
+0.60
1 TERAS
+0.55
1,68
3,5
1'
7,5 5 7,5
A B C D

Anda mungkin juga menyukai