0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan70 halaman

Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa melalui BK

Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah bertujuan untuk meningkatkan self confidence siswa. Layanan ini mencakup konseling perorangan dan kelompok, serta kegiatan untuk membantu siswa mengenal diri dan mengembangkan minat mereka. Penelitian ini mengkaji dampak program layanan bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah Kubangkondang dalam meningkatkan self confidence siswa kelas XII.

Diunggah oleh

Ahmad Amoenk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan70 halaman

Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa melalui BK

Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah bertujuan untuk meningkatkan self confidence siswa. Layanan ini mencakup konseling perorangan dan kelompok, serta kegiatan untuk membantu siswa mengenal diri dan mengembangkan minat mereka. Penelitian ini mengkaji dampak program layanan bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah Kubangkondang dalam meningkatkan self confidence siswa kelas XII.

Diunggah oleh

Ahmad Amoenk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM

MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE SISWA

A. Rasional
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 1 ayat 3 secara eksplisit menyatakan bahwa pendidikan pada
hakikatnya merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keperluan yang
diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Artinya proses pendidikan
yang dikembangkan harus menyentuh berbagai macam ragam dan aspek
perkembangan peserta didik, baik secara individual peserta didik itu sendiri
maupun tenaga pendidiknya. Proses ini tidak cukup hanya oleh guru mata
pelajaran, melainkan juga profesi pendidik lainnya, yaitu konselor.
Badan Standar Nasional (2007) menyatakan bahwa konselor
profesional sebagai salah satu tenaga pendidik dipersyaratkan untuk memiliki
kompetensi pedagogik, diantaranya: a) menguasai karakteristik peserta didik
dari aspek fisik, moral, sosial, budaya, emosional dan intelektual; b)
memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya. Pengembangan potensi peserta didik dapat
dilaksanakan dengan optimal apabila pendidik/guru mampu memberikan
fasilitas melalui proses pendidikan sesuai dengan karakteristik peserta didik,
yang secara individual memerlukan upaya sistematis yang salah satunya
penyusunan program bimbingan dan konseling (BK) untuk mengembangkan
self confidence pada diri siswa.
Program Bimbingan dan Konseling, merupakan satuan rencana
keseluruhan kegiatan program bimbingan dan konseling yang akan
dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Perencanaan ini dibuat bersama
oleh personil sekolah yang terkait dengan berpedoman pada petunjuk teknis
dengan memperhatikan kondisi sekolah (Effendy, 2013: 2)
Perencanaan tersebut berisi bidang-bidang layanan yang dialokasikan
menurut waktu (bulanan, semesteran dan tahunan). Landasan penyelenggaraan
program bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan dasar dan
menengah adalah Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014. Bimbingan dan
konseling merupakan upaya pengembangan potensi positif individu.
Pengembangan potensi positif memungkinkan individu mencapai aktualisasi
diri. Menurut Suhertina (2015: 3) tujuan penyusunan program tidak lain agar
kegiatan BK di sekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, serta
hasil-hasilnya dapat dinilai. Dalam buku Model Layanan Bimbingan dan
Konseling (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Kurikulum dan
Perbukuan: 2021) disebutkan tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling
adalah membantu peserta didik agar mampu: (1) memahami dan menerima
diri dan lingkungannya; (2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi,
perkembangan karier, dan kehidupannya pada masa yang akan datang; (3)
mengembangkan potensinya seoptimal mungkin; (4) menyesuaikan diri
dengan lingkungannya; (5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi
dalam kehidupannya, dan (6) mengaktualisasikan dirinya secara bertanggung
jawab.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self
confidence siswa kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Kecamatan
Cisata Kabupaten Pandeglang pada tahun ajaran 2022/2023 melalui layanan
Program Bimbingan dan Konseling. Dimana berdasarkan penelitian yang
dilakukan peneliti bekerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling
diketahui bahwa tingkat self confidence siswa kelas XII di sekolah ini bisa
dikatakan sudah tinggi hanya saja belum mencapai standar yang diinginkan.
Mengingat kelas XII sudah melewati fase bagian dari masa awal remaja
(pubertas) dengan berbagai macam peningkatan beban akademis dan
psikososial terutama pada tingkat self confidence yang baik pada dirinya.
Kelas XII adalah siswa yang sudah mengalami proses interaksi dengan teman
sebayanya selama lebih dari dua tahun (ketika kelas X - XI) sehingga
dianggap sudah mengenal betul lingkungan sekolah serta personel-personel
sekolah. Kemudian, pemilihan siswa kelas XII juga berdasarkan asumsi
bahwa siswa kelas XII adalah siswa yang sudah cukup matang psikologisnya
terutama tingkat self confidence pada dirinya untuk dapat meraih cita-citanya
atau pun menentukan kehidupannya dimasa yang akan datang.
Tetapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan masih terdapat
siswa yang merasa rendah diri saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,
seperti menarik diri dari pergaulan (menyendiri), jarang berkomunikasi
dengan teman (cenderung pendiam), kurang bisa membaur dengan teman-
temannya seperti (perasaan malu yang berlebihan), merasa takut salah untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, dan bersifat pasif ketika
mengikuti pelajaran meskipun materi yang disampaikan oleh guru tidak
dimengerti sama sekali olehnya. Hal-hal tersebut di atas menjadi bagian tugas
seorang guru bimbingan dan konseling untuk bagaimana caranya agar siswa
bisa memaksimalkan konsep diri yang tinggi terutama dalam hal
meningkatkan self confidence pada masing-masing individu siswa. Untuk
itulah tujuan dari penelitian ini dilakukan, sebagaimana pendapat yang
diutarakan oleh Yates (dalam Hendriana dkk, 2017: 198) menjelaskan bahwa
“self confidence sangat penting bagi siswa agar berhasil dalam belajar.”
Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik secara
individual, kelompok dan atau klasikal sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki
setiap individu. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan
hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik, salah satunya adalah self
confidence. Dengan adanya self confidence siswa yang baik, maka siswa akan
termotivasi dan lebih menyukai untuk belajar sehingga pada akhirnya prestasi
belajar yang dicapai siswa akan lebih optimal.
Melihat kondisi di atas, maka dirasa perlu adanya peneliti melakukan
penelitian secara lebih mendalam lagi mengingat penerapan program layanan
BK di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Muhammadiyah Kubangkondang ini
masih terbilang baru dilaksanakan belum lama ini tepatnya pada tahun ajaran
2022/2023. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Program BK yang disusun
harus mewadahi seluruh kegiatan layanan untuk diberikan kepada peserta
didik dalam rangka menyelesaikan tahap capaian layanan dalam rangka
menyelesaikan tugas perkembangan sesuai jenjang usianya.

B. Komponen Program dan Strategi Pengembangan


Komponen program bimbingan dan konseling di tingkat sekolah
menengah atas (SMA), meliputi : (1) layanan dasar, (2) layanan peminatan
dan perencanaan individual, (3) layanan responsif, dan (4) dukungan sistem.
Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen.
a. Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua
peserta didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan
karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka.
Layanan dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang
diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan orang
lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir.
Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang
langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan
kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas.
Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan
bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru
kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling,
layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam kegiatan
pembelajaran tematik.
b. Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan
jangka pendek peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta
didik/konseli yang bersumber dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial,
belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling individual, konseling
kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara
aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling melalui
elektronik dan kotak masalah.
Pada konteks layanan responsif di sekolah, guru bimbingan dan
konseling atau konselor memberikan intervensi secara singkat. Pada
layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitik beratkan pada
membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama
dalam mencapai tugas-tugas perkembangan.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat
rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas,
jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial
ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru
bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar
semua peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama
menempuh pendidikan di sekolah.
c. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses
pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat
dan mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir.
Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau
dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan
mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut.
Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas
membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau
minat dan perencanaan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai
sejak peserta didik masih di sekolah dasar dan berlanjut terus sampai di
sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh peserta didik ditinjau
dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam profil
peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik.
Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan individual yang
langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa kegiatan bimbingan
klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelas besar
atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi.
Aktivitas peminatan dan perencanaan individual di sekolah terintegrasi
dengan kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga
dapat menggambarkan minat peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru
bimbingan dan konseling atau konselor dapat memberikan informasi
tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam pemilihan kegiatan
ekstra kurikuler bagi peserta didik.
d. Layanan Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan
manajemen, tata kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan
konselor secara berkelanjutan yang secara tidak langsung memberikan
bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan
peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1)
administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindak-
lanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan
administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan
tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang
berfungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan
profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan
diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan
konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan (guru sebagai
pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling dapat
dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap
muka dan daring.

C. Deskripsi Kegiatan
Dalam kegiatan penelitian untuk mengetahui tingkat self confidence
siswa, peneliti berpatokan pada Skala Likert. Skala likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat dan persepsi seorang atau kelompok orang tentang
fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur
dijabarkan menjadi indikator variable (Sugiyono, 2019).
Variable dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang pada tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri
dari 19 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan dengan total
siswa sebanyak 41 orang. Untuk mempermudah proses pengumpulan data
peneliti melakukan penyebaran angket kepada 41 responden siswa kelas XII
MAS Muhammadiyah Kubangkondang tahun ajaran 2022/2023.
Deskripsi data hasil penelitian variabel self confidence siswa, sebagai
berikut:
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Self Confidence Siswa menggunakan
Skala Likert

Kelas Frekuensi
No Kriteria
Interval Absolut Relatif
1 160 – 212 2 4,88% Sangat Tinggi
2 107 – 159 39 95,12% Tinggi
3 54 – 106 0 0,0% Cukup
4 0 – 53 0 0,0% Kurang
Jumlah 41 100%
Gambar 1. Grafik Self Confidence Siswa

Grafik Selfconfidence Siswa Kelas XII MAS Muhammadiyah


Kubangkondang T.A 2022/2023

4.88%

95.12%
Dapat dideskripsikan bahwa siswa yang memperoleh rentang skor
0-53 adalah 0 siswa yang tergolong “Kurang” atau 0,00%, rentang skor
54-106 berjumlah 0 siswa yang tergolong “Cukup” atau 0,00%, rentang
skor 107-159 berjumlah 39 siswa yang tergolong “Tinggi” atau 95,12%,
dan rentang skor 160-212 berjumlah 2 siswa yang tergolong “Sangat
Tinggi” atau 4,88%, Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa yang
menjadi sampel penelitian memiliki self confidence yang “Tinggi”.
Hasil penelitian yang berjudul “Program Layanan Bimbingan dan
Konseling Dalam Meningkatkan Self Confidence Siswa Kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023” memiliki
hubungan yang positif, artinya jika tingkat self confidence siswanya tinggi
maka prestasi akademik dan non akademik juga tinggi. Terlihat pada
beberapa siswa yang memiliki tingkat self confidence yang tinggi akan
diikuti pula oleh nilai akademik yang tinggi pula. Begitu juga dengan
sikap dan keyakinan individunya yang selalu berpandangan positif dalam
bersikap dan berperilaku. Hal ini sesuai dengan pendapat Lauster (Muniro,
dkk, 2018) mengatakan “bahwa self confidence (kepercayaan diri) adalah
sikap atau keyakinan atas kemampuan diri yang terdapat pada diri
seseorang sehingga orang yang besangkutan tidak cemas dalam tindakan
atau perbuatannya, merasa bebas melalukan segala hal yang diminatinya,
dan bertanggung jawab”.
Kemudian, hasil penelitian yang merupakan analisis gambaran
umum dan aspek-aspek self confidence yaitu: 1) keyakinan akan
kemampuan diri, 2) optimis, 3) objektif, 4) bertanggungjawab, dan 5)
rasional dan realistis. Bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa
tentang pentingnya memiliki self confidence yang tinggi pada diri siswa
kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang, seperti yang tersaji
dalam tabel 2 berikut.
Tabel 2 Tolak Ukur Kategori Persentase
Aspek Self Confidence Siswa
Skor
Aspek Variabel Skor Persentase
Maksimal Ket.
Self Confidence Aktual (%)
Ideal
Keyakinan akan 1883 2788 67,53% Tinggi
kemampuan diri
Optimis 1533 2460 62,31% Tinggi
Objektif 730 1148 44,51% Cukup
Bertanggung jawab 1005 1640 61,24% Tinggi
Rasional dan realistis 428 656 65,24% Tinggi

Tabel 3 Koefisen Korelasi Skala Likert


No. Koefisien Korelasi Kualifikasi
1 81% – 100% Sangat Tinggi
2 61% – 80% Tinggi
3 41% – 60% Cukup
4 21% – 40% Rendah
5 0% – 20% Sangat Rendah

Gambaran aspek umum self confident siswa secara lebih rinci, maka
perlu dilihat aspek-aspeknya sebagai berikut:
a. Aspek keyakinan akan kemampuan diri, mencapai skor maksimal aktual
1883 dari skor maksimal ideal 2788, berarti mencapai 67,53%. Dengan
demikian keyakinan akan kemampuan diri pada siswa kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023 dapat
dikategorikan “tinggi”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa selalu percaya
akan kemampuan yang ada pada dirinya dan selalu berusaha untuk
menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugasnya dengan dengan kerja kerasnya
sendiri, dan mengerjakan tugas secara mandiri. Walaupun memang masih
ada diantara mereka yang melakukan pekerjaan dengan bantuan temannya.
b. Aspek optimis, mencapai skor aktual 1533 dari skor maksimal ideal 2460,
berarti mencapai 62,31%. Dengan demikian rasa optimis pada siswa kelas
XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023 dapat
dikategorikan ”tinggi”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa selalu optimis
terhadap apa yang akan mereka kerjakan, memiliki semangat untuk
menjalani hidup, memiliki tekad yang kuat, dan menjadikan kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki sebagai motivasi bagi dirinya.. Walaupun masih
ada diantara mereka yang mudah menyerah terutama dalam hal
kemampuan memecahkan soal-soal ujian, atau pun hal yang lainnya.
c. Aspek objektif, mencapai skor maksimal aktual 730 dari skor maksimal
ideal 1148, bila dipersentasekan mencapai 44,51%. Perolehan pada aspek
objektif ini dikategorikan ”cukup”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa
menyadari bahwa dalam memandang suatu permasalahan sesuai dengan
kebenaran atau apa penyebab dari masalahnya, selalu bertanggung jawab
atas kesalahan yang sudah dilakukan dan berusaha mencari
penyelesaiannya. Mereka juga percaya sesulit apapun tugas yang diberikan
oleh guru bukan untuk membebani melainkan untuk mengembangkan
kemampuan yang dimilikinya. Hanya saja masih ada diantara mereka yang
kurang mampu dalam mengembangkan kelebihan atau pun potensi yang
dimilikinya. Terkadang juga mereka tampak kebingungan dalam
menentukan sebuah pilihan yang tepat.
d. Aspek bertanggung jawab, mencapai skor maksimal aktual 1005 dari skor
maksimal ideal 1640, bila dipersentasekan mencapai 61,24% berada pada
kategori ”tinggi”. pada aspek Ini dapat kita tafsirkan bahwa siswa mampu
menyelesaikan masalah dengan baik, berani untuk mengambil resiko atas
keputusan yang diambilnya. Bahkan siswa juga tidak segan untuk meminta
maaf jika telah melakukan suatu kesalahan. Walaupun masih ada juga
diantara siswa yang tidak mau menerima dan menghadapi resiko atas apa
yang mereka lakukan.
e. Aspek rasional dan realistis mencapai skor aktual 428 dari skor maksimal
ideal 656, atau bila dipersentasekan mencapai 65,24% atau berada pada
kategori “tinggi”. Pada aspek self cofidence yang terakhir ini, siswa kelas
XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang dalam memandang suatu
peristiwa atau kejadian sudah mampu mencerna sesuai akal pikir dan
disambungkan dengan realitasnya seperti apabila pendapatnya tidak dapat
diterima oleh orang lain mereka mampu mencari penyebabnya kenapa
pendapatnya ini tidak bisa diterima dan akan segera memahami alasannya.
Siswa juga selalu berusaha mengerti akan persoalan-persoalan yang akan
dihadapi sebelum melakukan tindakan. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa
berusaha untuk menganalisa suatu masalah dengan logis. Mereka juga
memandang setiap permasalahan yang muncul merupakan tantangan yang
harus dilalui. Hanya saja masih ada diantara mereka yang masih ragu dalam
membuat keputusan. Data skor variabel self confidence siswa diperoleh dari
penyebaran angket yang diberikan kepada siswa, yang berisi pernyataan
menyangkut aspek-aspek self confidence. Berdasarkan pengolahan data
diperoleh skor aktual tertinggi yaitu pada aspek keyakinan akan
kemampuan diri yaitu mencapai 1883 dari skor maksimal ideal 2788 atau
sebesar 67,53%. Untuk lebih jelasnya tampak pada gambar 4.3 berikut:

Gambar 2 Grafik Aspek Self Confidence Siswa MAS Muhammadiyah


Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023

Aspek Self confidence siswa

22% 22%
Keyakinan akan kemampuan
diri
Optimis
Objektif
Bertanggung jawab
15% Rasional dan realistis
20% 21%
D. Tujuan Program
Di MAS Muhammadiyah Kubangkondang Kec. Cisata Kab.
Pandeglang ini Program Layanan Bimbingan dan Konseling mulai
diberlakukan pada tahun ajaran 2022/2023 dan ini merupakan salah satu
sekolah swasta di Kecamatan Cisata yang memasukan program layanan
bimbingan dan konseling pada kurikulum pembelajarannya.
Program Layanan bimbingan dan Konseling ini secara umum
bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. Secara khusus
program bimbingan dan konseling tentang self confidence ini bertujuan agar:
1) Siswa memiliki keyakinan akan kemampuan diri, tidak tergantung dengan
orang lain, mampu mengendalikan diri serta berani menjadi diri sendiri.
2) Siswa memiliki rasa optimis yang tinggi, keyakinan untuk berhasil, tekun
dan tidak mudah putus asa, bisa memotivasi diri bersikap positif terhadap
kegagalan.
3) Siswa memiliki penilaian diri secara objektif, dan objektif dalam
mempertimbangkan pilihan.
4) Siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu melaksanakan tugas dengan
baik serta bersedia menerima setiap konsekuensi.
5) Siswa mampu berfikir secara logis dan berfikir positif terhadap suatu
permasalahan.
Seperti pada sekolah tingkat SMA pada umumnya, MAS
Muhammadiyah Kubangkondang menggunakan bimbingan dan konseling
pola komprehensif yang mana terdiri dari empat komponen. Salah satu dari
layanan bimbingan dan konseling komprehensif yaitu layanan dasar, layanan
dasar merupakan salah satu komponen program layanan bimbingan dan
konseling dan merupakan satu kesatuan kegiatan yang dilaksanakan oleh guru
Bimbingan dan Konseling.
E. Asumsi Dasar
1. Landasan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling pada satuan
pendidikan dasar dan menengah adalah Permendikbud RI Nomor 111
Tahun 2014. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pengembangan
potensi positif individu.
2. Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dari manusia, untuk
manusia, dan oleh manusia. Dari manusia, artinya pelayanan itu
diselenggarakan berdasarkan hakikat keberadaan manusia dengan segenap
dimensi kemanusiaannya. Untuk manusia, dimaksudkan bahwa pelayanan
tersebut diselenggarakan demi tujuan-tujuan yang agung, mulia dan positif
sebagai individu maupun kelompok (Prayitno, 2015: 92)
3. Tujuan penyusunan program tidak lain agar kegiatan BK di sekolah dapat
terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, serta hasil-hasilnya dapat dinilai
(Suhertina, 2015: 3)
4. Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta
didik agar mampu: (1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya;
(2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, dan
kehidupannya pada masa yang akan datang; (3) mengembangkan
potensinya seoptimal mungkin; (4) menyesuaikan diri dengan
lingkungannya; (5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi
dalam kehidupannya, dan (6) mengaktualisasikan dirinya secara
bertanggung jawab (Buku Model Layanan Bimbingan dan Konseling
(Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Kurikulum dan
Perbukuan: 2021)
5. Self confidence merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas
kemampuan yang dimiliki sehingga individu yang bersangkutan tidak
terlalu cemas dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang
disukai dan bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan,
hangat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain (Lauster, 2015: 1)
6. Self confidence merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang
peranan penting bagi kehidupan seseorang (Hendriana, dkk., 2014: 42)
7. Kepercayaan diri sebagai kekuatan keyakinan mental seseorang atas
kemampuan dan kondisi dirinya dan mempunyai pengaruh terhadap
kondisi dan perkembangan kepribadian seseorang secara keseluruhan.
(Risnawati, dalam Nur Asiyah, 2013:114)
8. Aspek-aspek self confidence, 1) keyakinan akan kemampuan diri yaitu
sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa mengerti sungguh-sungguh
akan apa yang dilakukannya; 2) optimis yaitu sikap positif seseorang yang
selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri,
harapan dan kemampuan; 3) obyektif yaitu orang yang percaya diri
memandang permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran
semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya
sendiri; 4) bertanggung jawab yaitu kesediaan seseorang untuk
menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya; dan 5)
rasional atau realistis yaitu analisa terhadap suatu masalah, suatu hal,
sesuatu kejadian dengan mengunakan pemikiran yang diterima oleh akal
dan sesuai dengan kenyataan (Lauster, 2015:71).

F. Sasaran
Program Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan kepada
siswa/siswi kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Pelajaran
2022/2023.
G. Tema Program Layanan Bimbingan dan Konseling
No Indikator Jenis
Aspek Tujuan
. Aspek Layanan
1 Keyakinan Memandang Informasi Siswa mampu
akan dirinya berharga mengembangkan
kemampuan Mengerjakan kemampuan belajar
diri tugas dengan dalam mengikuti
kerja keras pendidikan
Mengerjakan sekolah/madrasah
tugas secara secara mandiri, tidak
mandiri bergantung pada orang
lain
2 Optimis Memiliki Informasi Siswa mampu
semangat untuk merencanakan kegiatan
menjalani hidup penyelesaian studi,
Memiliki tekad perkembangan karier,
yang kuat dan kehidupannya pada
Menjadikan masa yang akan datang
kelebihan dan dengan
kekurangan mengembangkan
yang dimiliki potensinya seoptimal
sebagai motivasi mungkin
diri
3 Objektif Memandang Informasi Siswa mampu
permasalahan memahami, mampu
sesuai dengan menilai informasi serta
kebenaran memilih dan
mengambil keputusan
secara tepat sesuai
dengan minatnya
No Indikator Jenis
Aspek Tujuan
. Aspek Layanan
4 Bertanggung Menyelesaikan Informasi Siswa mampu
jawab masalah dengan mengatasi hambatan
baik atau kesulitan yang
Menerima dan dihadapi dalam
menghadapi kehidupannya
resiko yang ada serta dapat
mengaktualisasikan
dirinya secara
bertanggung jawab
5 Rasional dan Memandang Informasi Memahami, menilai,
realistis kejadian sesuai dan mengembangkan
akal pikir dan potensi diri, kecakapan,
kenyataan bakat, minat serta
kondisi sesuai dengan
karakteristik dan
kebutuhan diri secara
realistik
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 1


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir setelah lulus dari SMA-MA
2. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
3. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk memasuki dunia
kerja
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

………………………. ……………………….……………….
……………………..
a. Lulus SMA/MA, Mau Ke Mana Ya..?
Setelah lulus dari SMA/MA, secara garis besarnya ada 4 (empat) alternatif pilihan karir,
diantaranya :
1. Melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi
2. Mengikuti kursus atau pelatihan
3. Memasuki dunia kerja
4. Memasuki kehidupan berkeluarga

Merencanakan Kelanjutan Studi


Dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tentunya kesempatan memperoleh
pekerjaan yang lebih baik akan semakin besar pula. Apalagi saat ini tidak bisa dipungkiri,
persaingan begitu ketat untuk mencapai pekerjaan. Disamping itu, didalam agama dikatakan
bahwa setiap insan wajib menuntut ilmu sepanjang hayat, usaha berpikir dan mengoptimalkan
fungsi pikir akan mendatangkan pahala yang besar, kemiskinan sangat beresiko besar kepada
kekufuran (melemahnya / hilangnya keimanan).
Perguruan tinggi yang tepat bukan berarti yang mahal dan terkenal, namun yang sesuai
dengan minat, kemampuan akademis, serta kondisi sosial ekonomi, disamping kredibilitas dari
perguruan tinggi yang bersangkutan.
b. Hal yang harus Diperhatikan untuk Studi Lanjut
Dibawah ini akan dikemukakan berbagai informasi yang harus dipertimbangkan dalam studi
lanjut, diantaranya :
1. Status dan Akreditasi Perguruan Tinggi
Dilihat dari statusnya, perguruan tinggi dibagi dua, yaitu: Perguruan Tinggi Negeri
(PTN), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Perguruan tinggi negeri adalah perguruan
tinggi yang dikelola oleh pemerintah baik dibawah Departemen Pendidikan Nasional
maupun dibawah Departemen lain milik pemerintah. Perguruan tinggi swasta adalah
perguruan tinggi yang dimiliki dan dikelola oleh perseorangan atau kelompok atau yayasan
tertentu. Umumnya, perguruan tinggi negeri mendapat subsidi dari pemerintah dalam
pengelolaan pelaksanaan pendidikan. Lain halnya dengan perguruan tinggi swasta,
pembiayaan pengelolaan pelaksanaan pendidikan menjadi tanggung jawab perguruan tinggi
yang bersangkutan sepenuhnya.
2. Jalur, Jenjang Pendidikan, dan Bentuk Perguruan Tinggi
Ada dua jalur pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu jalur akademik dan jalur
profesional, jalur akademik (biasa disebut jenjang Sarjana/S1), lebih menekankan pada
penguasaan ilmu pengetahuan serta pengembangannya. Setelah lulus dari jalur ini,
mahasiswa berhak memperoleh gelar dan terbuka kesempatan untuk terus melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi (pasca sarjana). Jalur pendidikan akademik diselenggarakan oleh
Universitas, Institut serta sekolah tinggi. Jalur profesional (sering disebut jenjang diploma)
menekankan pada penerapan keahlian tertentu. mahasiswa diarahkan pada peningkatan
kemampuan/keterampilan kerja serta aplikasi ilmu dan teknologi. Secara umum perguruan
tinggi di Indonesia di bedakan menjadi 5 (lima) jenis, Yaitu: Universitas, Institut, Sekolah
Tinggi, Akademi dan Poleteknik. Masing-masing jenis memiliki Karateristik yang berbeda.
Universitas, Menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau
profesional (diploma) dalam sejumlah ilmu pengetahuan tertentu. Universitas memiliki
program studi paling beragam, mulai dari ilmu eksakta sampai sosial. Institut,
menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau profesional (diploma)
dalam kelompok ilmu pengetahuan sejenis, misalnya, institut Pertanian Bogor, Institut
Teknologi Bandung, dan sebagainya. Sekolah Tinggi, Menyelenggarakan program
pendidikan akademik (sarjana) dan/ atau profesional (diploma) dalam lingkup satu disiplin
ilmu tertentu, misalnya, sekolah tinggi manajemen informatika komputer (STMIK), Sekolah
tinggi Akutansi (STAN), dan sebagainya. Akademi, menyelenggarakan program pendidikan
profesional (diploma) dalam satu atau sebagian cabang ilmu pengetahuan tertentu, misalnya
Akademi Bahasa, Akademi Sekretaris, Akademi Perawat, dan sebagainya. Politeknik,
menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam sejumlah bidang
pengetehuan khusus, misalnya politeknik elektro, politeknik manufaktur, dan sebagainya.
3. Sistem Penerimaan Mahasiswa
Setiap perguruan tinggi mempunyai cara tersendiri dalam menjaring mahasiswanya.
Secara garis besar sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri
dilaksanakan secara: non test (penelusuran bakat, minat, kemampuan) dan tes, (ujian
saringan masuk) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Sistem
penerimaan mahasiswa baru secara non tes dilaksanakan melalui penulusuran bakat,
minat dan kemampuan dari calon mahasiswa. Biasanya perguruan tinggi akan mengirimkan
undangan (edaran) tentang penerimaan mahasiswa secara non tes kepada sekolah menengah
atas dengan persyaratan tertentu, antara lain : siswa menduduki peringkat 1 (satu) sampai
dengan 10 (tergantung dari perguruan tingginya). Istilah yang dipergunakan oleh setiap
perguruan tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru secara non tes berbeda-beda, seperti :
PMDK (penelusuran Minat Dan Kemampua) untuk UNJ (Universitas Negeri Jakarta),
PPKB (Program Pemerataan Kesempatan Belajar) untuk UI (Universitas Indonesia), PSSB
(Program Seleksi Siswa Berpotensi) untuk Universitas Diponegoro, PBUD (Penelusuran
Bibit Unggul Daerah) untuk Universitas Gajahmada, dan sebagainya. Ujuan Tulis secara
mandiri dilaksanakan oleh sebagian besar perguruan tinggi negeri di Indonesia.
4. Perguruan Tinggi Kedinasan
Perguruan Tinggi Kedinasan adalah perguruan tinggi di bawah departemen lain selain
Departemen Pendidikan Nasional. Umumnya lulusan perguruan tinggi kedinasan langsung
terikat dengan departemen bersangkutan, sehingga banyak yang bisa langsung mendapat
pekerjaan tanpa harus tes lagi. Keunggulan dari Perguruan Tinggi Kedinasan Adalah: biaya
murah bahkan ada yang gratis, mendapat uang saku, adanya kepastian kerja (prospek cerah)
serta fasilitas lengkap. Untuk dapat diterima di perguruan tinggi kedinasan dituntut syarat-
syarat tertentu, yang terkadang dirasa berat oleh sebagian kalangan siswa. Namun
sebenarnya, setiap manusia memiliki energi yang tidak terbatas untuk membangun dirinya.
Manusia dapat melakukan apa saja yang diinginkannya. Apabila memiliki obsesi untuk
sukses jalan akan terbentang menuju tujuan, asal memiliki program dan melaksanakannya,
tetap membangun kepercayaan diri, serta lupa mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa.
5. Hal Penting Untuk Anda Ketahui
Pertimbangan mendasar yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
1. Fokus keinginan primer ; yaitu pertimbangan cita-cita primer pasca lulus seperti : apakah
kebutuhan ekonomis, hasrat belajar dalam bidang sains murni, atau menjadi budayawan,
politikus, pengacara, pengusaha, dan lain-lain.
2. Fokus bakat ; apakah teknik, social-humaniora, kedokteran, bisnis, argrobisnis, dan lain-
lain
3. Fokus Penjurusan Bidang Studi ; Penentuan jurusan/bidang studi harus diprioritaskan
terlebih dahulu sebelum menentukan Perguruan Tinggi yang dipilih. Jurusan /program
studi terkait dengan kesuksesan studi dan cita-cita serta bakat yang dimiliki sedangkan
perguruan tinggi cenderung berkaitan dengan pilihan tempat dan kemampuan
finansial/keuangan.
4. Fokus kemampuan ; Baik kemampuan akademik maupun non akademik, termasuk
didalamnya daya dukung ekonomi keluarga sekalipun. Misalnya, fakultas kedokteran
memang jurusan yang menjanjikan, tapi ingat masa studi rata-ratanya mencapai 6-7 tahun
dan biaya praktikum relatif lebih mahal. Jika daya dukung ekonomi orang tua pas-pasan,
tentu akan mendapat banyak masalah, lain cerita jika orang tua Anda mampu untuk
membiayainya.
c. Mengikuti kursus / Pelatihan
Kursus : Satuan pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat
yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental tertentu bagi warga belajar,
misalnya : kursus komputer, kursus menjahit (PP No.73 thn 1991)
Pelatihan Kerja : Keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta
mengembangkan keterampilan atau keahlian, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada
tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan klasifikasi jabatan atau
pekerjaan baik di sektor formal maupun sektor non formal (Kep.30/Men/99)
Pendidikan/Kursus dan Pelatihan
Pada dasar antara pendidikan dan pelatihan memiliki substansi yang sama yaitu proses
transformasi untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kompetensi dengan suatu cara/metode
tertentu dan ditempat tertentu. Kalau pendidikan formal adanya di Sekolah atau Perguruan
Tinggi sedangkan Pelatihan adanya di tempat Kursus atau Diklat - diklat di Lembaga yang telah
memiliki legalitas. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat
dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di dalamnya terjadi proses
perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenaga [Link] yang baik dalam sebuah
training adalah memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu (doing something), bukan
memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu (knowing something).
Perbedaan utama dari Training dan Pendidikan terletak pada beberpa hal, yaitu: waktu (training
dalam jangka waktu singkat, sedangkan pendidikan lebih lama), bidang kajian (training spesifik,
pendidikan lebih luas), dan tujuan (training untuk meningkatkan kinerja/skill tertentu yang
langsung diterapkan dalam pekerjaan, sedangkan pendidikan lebih umum dan menyeluruh).
Training lebih menekankan learning by doing dan penguasaan secara parsial, sedangkan
pendidikan lebih berupa penambahan pengetahuan secara keseluruhan, penanman konsep serta
pembentukan pola pikir dan pola sikap.
d. Memasuki Dunia Keja
Bekerja merupakan suatu kebutuhan manusia, dengan bekerja manusia berharap akan
dibawa kepada keadaan yang lebih baik dan memuaskan bagi dirinya. Pekerjaan adalah sumber
penghasilan, kesempatan mengembangkan diri, serta aktualisasi diri, disamping untuk berbakti.
Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan harus dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya. Bekerja merupakan perwujudan citra manusia dari Tuhan yang diberi
kemampuan untuk menguasai alam semesta secara bijaksana dan bertanggung jawab. Karena itu
orang yang tidak mau atau malas bekerja adalah orang yang tidak menjunjung martabat diri
sendiri sebagai manusia. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri
apabila dapat menghayati dirinya sendiri sebagai pribadi yang bertanggung jawab membangun
serta memelihara kehidupan yang manusiawi. Setiap manusia diberi bekal dan kemampuan yang
berbeda. Begitu juga dengan pekerjaan terdapat berbagai macam pekerjaan yang menyerap
waktu, pikiran dan tenaga. Sebagai imbalannya, orang yang bekerja mempunyai hak balas karya
atau penghasilan. Akan tetapi bekerja bukan hanya untuk mencari uang, harta atau kekayaan,
mel;ainkan sebagai salah satu perwujudan iman kepada Tuhan.
Untuk mendapatkan pekerjaan ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan:
a. Mencari lowongan kerja
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan, yaitu :
 Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja
 Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja
 Melihat informasi lowongan kerja melalui medis elektronik, seperti televisi, internet dan
sebagainya
 Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja
 Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja
 Memantapkan rasa percaya diri
b. Mengikuti Tes (Seleksi)
Setiap calon tenaga kerja pada umumnya harus mengikuti tes (seleksi) seleksi tersebut
biasanya:
 Seleksi administrasi. Merupakan seleksi terhadap berkas yang dikirim. Kelengkapan
berkas persyaratan yang diminta merupakan penentu kelulusan tes ini. Pada umumnya
persyaratan yang diminta oleh penerima tenaga kerja adalah : surat lamaran, fotocopy
ijazah/STTB, fotocopy KTP, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari
kepolisian, pasfoto ukuran 3X4 atau 4X6, dan Daftar Riwayat Hidup
 Seleksi Akademis. Merupakan seleksi yang berhubungan dengan penalaran/ kemampuan
belajar. Biasanya seleksi ini bersifat tertulis. Materi tes umumnya dalam Bidang Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum
 Psikotest (test kemampuan secara keseluruhan) psikotes dilaksanakan untuk mengetahui
seberapa besar kesesuaian antara pekerjaan dengan kepribadian pelamar kerja. Tes ini
meliputi tes bakat, minat, kecepatan dan ketelitian kerja, sikap kerja.
 Tes wawancara. Setelah mengalami beberapa kali seleksi, pihak pencari tenaga kerja
biasanya memanggil para pelamar yang memenuhi kriteria penilaian untuk mengikuti
wawancara.
 Seleksi Kesehatan (tes fisik) tes fisik dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana
kesesuaian secara fisik antara pelamar kerja dengan tuntutan pekerjaan. Biasanya tes ini
meliputi tes penglihatan, pendengaran, ketahanan fisik dan sebagainya.

e. Memasuki Kehidupan Keluarga


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Menikah/ berkeluara merupakan salah
satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Menikah hukumnya wajib bagi yang
sudah mampu. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklah mudah. Untuk memasuki
kehidupan berkeluarga/ menikah diperlukan berbagai macam pertimbangan. Kesiapan secara
fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental.
Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab,
bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi terhadap anak, keluarga suami/istri Anda, dan lingkingan.
orang yang sudah berumah tangga secara otomatis sudah dianggap dewasa, walaupun secara usia
masih belia. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi, sosial, moral akan dibebankan kepada
Anda. Anda dituntut untuk dapat memberi nafkah apabila Anda laki-laki, dapat memelihara
keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. Disamping itu, lingkungan dan keluarga
akan menuntut Anda untuk Bertanggung Jawab layaknya orang dewasa baik secara ekonomi,
sosial, etika dan moral.
Sekiranya Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus diperhatikan secara
matang. Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 2


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Profesi/Pekerjaan Dalam Meningkatkan Taraf Hidup
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami profesi atau pekerjaan untuk memperoleh
penghasilan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami the cash flow quadrant R.T Kiyosaki

2. Metode, Alat dan Media


1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Profesi/Pekerjaan Dalam Meningkatkan Taraf
Hidup
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….…………………… ……………………….………………….
a. Profesi/Pekerjaan untuk Memperoleh Penghasilan
Pernahkahn Anda mengamati aktivitas sehari – hari orang dewasa? Mungkin Anda bisa
mengamati bapak, ibu, paman, ataupun orang – orang dewasa yang ada di seitar Anda. Apabila
Anda amati dalam kehidupan sehari – hari seorang dewasa (dalam suatu keluarga paling tidak
kepala keluarganya), Anda akan menemukan bahwa ia menekuni suatu kegiatan yang bisa
mendatangkan rejeki untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Anda akan mengamati ada
orang yang bekerja pada orang lain, dengan pekerjaan yang ditekuninya ia mendapatkan gaji
atau upah. Mereka disebut sebagai pekerja atau pegawai. Rejeki yang mereka peroleh berupa
gaji, tunjangan, serta jaminan – jaminan tertentu seperti jaminan pensiun, jaminan kesehatan dll.
Ada orang yang memperoleh rejeki dengan cara bekerja secara mandiri. Mereka menjual
jasa pada orang lain, dan atas dasar jasa yang dilakukannya ia mendapatkan rejeki. Pekerja
mandiri bervariasi dari tukang tambal ban di pinggir jalan, pemilik toko kelontong, hingga
dokter, atau pengacara yang buka praktek sendiri
Ada orang yang mencari rejeki dengan membuka suatu usaha dan ia menggaji orang –
orang profesional untuk menjalankan usaha itu. Ia bisa disebut sebagai pemilik usaha atau
pengusaha. Orang – orang seperti ini bisa saja tidak menjalankan sendiri usahanya. Orang –
orang yang menjadi pegawainyalah yang menjalankan usahanya, dan ia mendapatkan rejeki dari
keuntungan yang diperoleh perusahaannya.
Selain itu, Ada orang yang orang yang menjadi penanam modal. Ia menginvestasikan dana
yang dimilikinya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Orang ini desebut dengan
investor.
b. The Cash Flow Quadrant R.T. Kiyosaki
Robert T. Kiyosaki menggambarkan empat kelompok manusia dalam suatu gambar
kuadran yang disebut sebagai CASHFLOW Quadrant sebagai berikut :

CASHFLOW Quadrant dari Robert T. Kiyosaki

- E singkatan dari Employee (pekerja/ karyawan)


- S singkatan dari Self Employee (Pekerja Mandiri)
- B singkatan dari Bussiness Owner (Pengusaha)
- I singkatan dari Investor (Penanam Modal)

Coba perhatikan gambar di atas. Pada sisi kiri dari kuadran itu ada dua kelompok orang
yaitu kelompok “E” (pegawai atau karyawan) dan kelompok “S” (kaum pekerja mandiri),
sementara pada kuadran sebelah kanan juga ada dua kelompok orang yaitu kelompok”B”
(pemilik usaha) dan kelompok “I” (investor)
Mungkin ada pertanyaan apakah seseorang mesti harus ada pada salah satu kelompok di
antara 4 kelompok tersebut. Dalam kehidupan nyata ternyata bisa saja seseorang berada
sekaligus pada lebih dari satu kelompok. Kita bisa mengambil contoh seorang, dokter. Bisa saja
ia adalah dokter pemerintah (Pegawai/ “E”). Namun pada waktu bebasnya ia melakukan praktek
dokter di rumah (Pekerja mandiri/”S” ). Bahkan ada juga dokter yang memiliki rumah sakit
sendiri. Untuk mengoperasionalkan rumah sakit tentu saja ia tidak bisa bekerja sendiri. Ia akan
menggaji dokter lain, perawat, dan beberapa tenaga kerja lain agar rumah sakit tersebut bisa
berjalan dengan baik. Dengan memiliki rumah sakit sendiri yang mempekerjakan beberapa
karyawan, maka ia bisa digolongkan sebagai usahawan ( “B”). Kita dapat mengambil
kesimpulan bahwa dokter seperti itu berarti masuk dalam tiga kuadran sekaligus. Sebagai
pegawai (“E”), pekerja mandiri (“S”) dan sebagai usahawan (“B”). Coba renungkan akan berada
di kuadran manakah Anda besok saat menjadi orang dewasa. Apakah anda akan menjadi
Karyawan atau Pegawai (“E”), Pekerja mandiri (Self Employer (“S”), pengusaha (“B”), ataukah
sebagai Investor (“I”)
Pada kesempatan kali ini anda akan diajak mencermati kuadran kiri yang terdiri dari
karyawan (“E”) dan Pekerja mandiri(“S”). Apa saja yang dapat dimasukkan dalam kelompok
“E” dan yang lebih penting bagaimana caranya anda dapat memasukinya? Demikian juga pada
kelompok “S”, pekerja apa saja yang dapat digolongkan sebagai pekerja mandiri, serta
bagaimana anda dapat memasukinya?
Pekerjaan yang masuk dalam dua kelompok tersebut, yaitu “E” dan “S” ternyata sangat
bervariasi. Ada pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus, sehingga siapapun asal mau
melakukan pekerjaan itu dan menekuninya ia bisa mendapatkan rejeki untuk hidupnya. Untuk
menjadi karyawan cleaning service seseorang tidak membutuhkan syarat keahlian khusus
tertentu. Artinya ia tidak harus lulus sekolah tertentu agar bisa masuk dalam bekerja menjadi
pekerja cleaning service. Seorang tamatan SMP, SMA, SMK, atau bahkan hanya tamat SD
sekalipun bisa saja diterima dalam pekerjaan ini, asal ia sedikit mau mempelajari tugas –
tugasnya. Daftar pekerjaan di bawah ini bisa menggambarkan beberapa pekerjaan yang tidak
membutuhkan keahlian khusus. Artinya siapapun dengan latar belakang apapun bisa masuk
dalam pekerjaan itu. Ketrampilan dalam mengerjakan tugas akan diperoleh melalui pengalaman.
Daftar pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus :
Tukang tambal ban, Bakul bakso keliling, Loper koran, Pembuat bata, Tukang becak, Kuli
bangunan, Mendirikan warung di rumah
Kedua, ada pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu, dimana keahlian ini bisa
diperoleh melalui pelatihan – pelatihan. Pelatihan atau pendidikan yang diperlukan agar ia
mendapatkan keahlian itu bisa dilaksanakan melalui pendidikan formal, bisa juga dilakukan
melalui pendidikan non formal. Pekerjaan jenis ini bisa dimasuki oleh siapa saja dari latar
belakang pendidikan apapun, asalkan ia mau belajar untuk memperoleh keahlian itu. Sebagai
contoh apabila anda ingin menjadi montir elektronika, maka anda harus memiliki keahlian di
bidang elektronika. Untuk mendapatkan keahlian di bidang elektronika anda bisa mengikuti
pendidikan pelatihan elektronika. Pada beberapa kasus bahkan ada orang yang memiliki keahlian
di bidang elektronika karena ia bertahun – tahun bekerja menjadi pembantu montir elektronika
yang mengijinkan ia membantu sambil belajar tentang elektronika.
Di bawah ini beberapa contoh pekerjaan seperti itu. Daftar pekerjaan yang menuntut
keahlian khusus, dan keahlian itu bisa diperoleh melalui pelatihan:
Montir mobil, Perias pengantin, Pekerja salon, Fotografer, Artis,
Pelukis, Sopir
Ketiga, ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan keahlian itu hanya
diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah dan karenanya seseorang yang ingin memasuki
pekerjaan tersebut harus memiliki bekal ijazah pendidikan tertentu. Seseorang yang ingin
menjadi hakim, haruslah lulusan dari perguruan tinggi fakultas hukum. Orang yang tidak
memiliki ijasah sarjana hukum tidak dimungkinkan untuk menjadi hakim. Anda yang ingin jadi
perancang bangunan, baik bekerja dalam suatu perusahaan atau bekerja mandiri haruslah
memiliki pendidikan yang sesuai dari jurusan arsitektur. Daftar pekerjaan yang menuntut
keahlian khusus dan keahlian itu didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah :
Hakim, Perawat, Guru, Dokter, Pilot
Apakah suatu pekerjaan termasuk dalam kelompok “E” (karyawan) atau “S” (pekerja
mandiri)? Ternyata penggolongan dalam kelompok “E” atau “S” bukanlah dilihat dari sudut
pekerjaannya tapi dari sudut bagaimana ia mendapatkan rejeki dengan pekerjaannya itu. Kembali
kita ambil contoh seorang dokter. Seorang dokter bisa disebut karyawan dan masuk golongan
“E” apabila ia menjadi karyawan dalam sebuah instansi atau rumah sakit. Dari kerja yang
dilakukannya itu ia mendapat gaji, tunjangan dan jaminan – jaminan tertentu dari instansi
tempatnya bekerja. Namun ia adalah pekerja mandiri dan masuk golongan “S” apabila ia buka
praktek sendiri. Dan ia mendapatkan rejeki berdasarkan layanan yang ia lakukan pada pasiennya.
Makin banyak pasiennya maka makin banyak pula ia memperoleh rejeki. Contoh ini dapat
diperlebar pada beberapa pekerjaan lainnya. Montir yang bekerja pada suatu bengkel bisa disebut
pekerja. Tapi montir yang memiliki bengkel sendiri digolongkan sebagai pekerja mandiri.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 3


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Pilihan Karir Sesuai Tipe Kepribadian
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami tentang kepribadian (personality)
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir dan tipe kepribadian (teori holand)

2. Metode, Alat dan Media


1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pilihan Karir Sesuai Tipe Kepribadian
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….……………….. ……………………….………………..
Gordon Allport mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamis dari
sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan
raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta
di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah
khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki
kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua
orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem
yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan
rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.
b. Pilihan Karir dan Tipe Kepribadian (Teori Holland)
Menurut Holland, ada 6 tipe kepribadian yang sangat berpengaruh dalam pola karir yang
dipilih oleh seseorang. Adapun tipe-tipe kepribadian itu sebagai berikut :
1. Realistis
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi
kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan
fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan
verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam
hubungan dengan orang lain.
Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-
tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini.
Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk
kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan
gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung. Sifat-sifatyang
nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan
keberhasilan.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir
truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis. 
2. Intelektual
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik.
Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam
memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman,
menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak
konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.
Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas
yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada
pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan
intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan
fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi
memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan
memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak
dipelihara dalam oreientasi ini.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia,
antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis.
3. Sosial
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat
membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat
responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian,
memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur,
menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.
Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk
menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor,
misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis.
4. Konvensional
Tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia
menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi
yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang
tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya
ketergantungan pada atasan.
Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai  dengan berbagai
macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan  dan
matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah
akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku,
pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis.
5. Usaha
Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan
berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi
orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan
orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan,
status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.
Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan
kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.
Contoh pekerjaan orang dengan model  orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer
pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis.
6. Artistik
Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara
tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.
Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang
memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan
imajinai. Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar
dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal, 
keteraturan, atau keadaan yang menuntut ketrampilan fisik.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli
drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis.   
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 4


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Belajar
Topik / Tema Layanan : Kiat Sukses Ujian nasional
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya US dan UN
2. Peserta didik/konseli dapat memahami beberapa hal yang harus diperhatikan waktu
menghadapi
ujian
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses ujian (US atau UN)
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Kiat Sukses Ujian Nasional
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….…………… …………………….…….…………
a. Pengertian US dan UN
Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
Ujian Nasional (UN)  adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah
secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat
Penilaian Pendidikan, Depdiknas. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus
menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan.
Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Penentuan standar yang terus
meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan
penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan
sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta
didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai
kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi
untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan,
kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting. Motivasi sukses Ujian Nasional
adalah dorongan belajar untuk menyiapkan diri agar lulus dengan nilai memuaskan ketika
menghadapi Ujian Nasional. Hasil motivasi ini sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi Ujian
Studi Lanjut bagi siswa SMK yang akan berkarier melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang dicita-
citakan.
Ujian Nasional merupakan suatu ujian terakhir yang harus dilalui oleh siswa SMA/MA
yang akan meraiah karier berikutnya. Apa yang menjadi impian masa depan siswa diawali
dengan kelulusan dari Ujian Nasional. Kalau berhasil lulus, maka ada tiga kemungkinan yang
akan dilakukan yaitu bekerja, wiraswasata atau memilih melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Bagi
yang belum lulus ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan, yaitu alih jalur dengan mengikuti
ujian Paket C atau mengulang di kelas XII pada tahun berikutnya.
b. Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan
Sehubungan dengan upaya agar sukses dalam menempuh Ujian Nasional ada beberapa hal yang
perlu dperhatikan, antara lain : persyaratan peserta Ujian Nasional, persiapan mengikuti
Ujian Nasional, dan Kiat Sukses Ujian Nasional.
1. Persyaratan Peserta Ujian Nasional
Untuk persyaratan menjadi peserta UN, bisa Anda peroleh dari pihak sekolah masing-masing,
tentunya sesuai dengan informasi dari panitia penyelenggara ujian nasioanal
2. Persiapan Mengikuti Ujian Nasional
Sukses Ujian nasional adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi para peserta didik, bahkan
pada saat pengumuman dan dinyatakan lulus banyak sekali yang besikap seolah-olah telah
selesailah semua permasalahan, mereka lupa bahwa masih banyak persoalan yang harus
dihadapi. Agar dapat memperoleh kesuksesan dalam menempuh Ujian Nasional, peserta didik
perlu mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Adapun persiapan-persiapan yang harus
dilakukan antara lain :
- Persiapan diri
Persiapan diri adalah persiapan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri, yang meliputi
persiapan fisik dan persiapan mental.
Persiapan fisik berkaitan dengan persiapan jasmani/fisik dan persiapan kesehatan. Anda harus
menjaga kesehatan sebelum ujian. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya seseorang
mengikuti ujian bila dalam keadaan sakit. Agar diri Anda tetap sehat secara fisik menjelang
pelaksanaan ujian, Anda harus rajin berolah raga. Usahakan istirahat secara teratur dan tidur
jangan terlalu malam.
Persiapan mental ialah persiapan yang berkaitan dengan sikap mental, psikis, dan emosi.
Upayakan agar situasi pribadi terutama sikap emosional tetap stabil. Pertentangan yang dialami
dalam diri, situasi kekecewaan (frustrasi, suasana kesedihan dan sebagainya) akan berdampak
buruk terhadap hasill belajar Anda.
- Persiapan Teknis
Persiapan teknis yaitu persiapan yang berkaitan dengan penyediaan perlengkapan yang akan
digunakan dalam ujian nanti, misalnya pena, mistar penghapus, pensil, dan peraut pensil.
Perlengkapan itu sebaiknya disiapkan H-1 sebelum ujian. Anda tidak akan lulus jika
ternyata pensil 2B yang akan Anda pakai ternyata palsu, karena proses pemeriksaan
hasil ujian menggunakan komputer. Sebelum ujian, yakinkan bahwa pensil 2B yang
digunakan adalah benar-benar asli. Selain itu, sebelum ujian berlangsung Anda harus mengecek
lokasi ujian dan tempat duduk.
- Persiapan Materi Uji
Persiapan materi uji merupakan persiapan yang sangat penting karena persiapan materi uji
ini akan menentukan kelulusan Anda. Persiapan materi ujii hendaknya dilakukan sejak dini
(jauh-jauh hari sebelum ujian) dengan banyak belajar dan latihan serta mengikuti try out
secukupnya. Menurut penelitian beberapa ahli, belajar borongan itu tidak baik dan hasilnya
hanya membawa kesia-siaan. Jadi, disarankan H-1 sebelum ujian Anda tidak diperkenankan
lagi memforsir diri untuk belajar. Istirahat yang cukup. Perbanyak latihan menjawab soal
dengan teman.
Caranya: Ajaklah teman Anda untuk membentuk kelompok kecil sebagai kelompok belajar.
Pesertanya tidak lebih dari 3 orang. Jika pesertanya terlalu banyak (lebih dari 3 orang),
dikhawatirkan proses belajar menjadi tidak fokus pada materi yang akan dipelajari.
c. Kiat Sukses Ujian Nasional
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda lulus dalam UNAS antara lain sebagai
berikut :
1. Tidurlah lebih cepat dari biasanya agar fisik Anda prima dan tidak mengantuk saat
ujian berlangsung.
2. Siapkan alat tulis yang Anda butuhkan pada saat ujian, kartu tes, papan pengalas,
dan jam tangan (jika ada) sebelum tidur.
3. Bangun pagi-pagi. Jangan lupa sarapan dan meminta restu kedua orang tua sebelum
berangkat ke sekolah.
4. Usahakan tiba di lokasi ujian paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.
5. Jangan lupa membaca doa sebelum memulai menjawab soal.
6. Pergunakan alat tulis yang baik untuk menulis jawaban pada LJK dan tulislahlah terlebih
dahulu identitas dengan lengkap dan benar.
7. Santai saja, jangan terbebani/tegang pada saat menjawab soal-soal ujian. Tanamkan
optimisme dan kepercayaan diri bahwa Anda bisa menjawab dengan benar. Ingat
ketegangan dapat membuyarkan konsentrasi Anda!
8. Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah, kemudian baru Anda berusaha untuk
menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa ragu-ragu untuk menjawabnya.
9. Jaga Lembar Jawaban Komputer Anda agar tetap bersih, tidak terlipat, jangan sama
sekali dicoret-coret.
10. Kontrol waktu Anda, jangan sampai waktu berakhir tetapi pekerjaan Anda
belum selesai. Jika tidak memiliki jam tangan dan pengawas tidak menyampaikan,
jangan ragu untuk bertanya kepada pengawas mengenai waktu yang masih tersisa.
11. Periksa kembali jawaban dan data diri Anda sebelum menyerahkan LJK ke
pengawas. Pastikan bahwa data diri Anda (nama, nomor ujian, kode sekolah, dan lain-
lainnyanya) terisi dengan benar. Begitu pula pastikan bahwa semua soal telah
terjawab.
12. Pastikan LJK Anda telah diterima pengawas sebelum meninggalkan ruangan
ujian.
13. Pastikan Anda keluar dari ruang ujian dengan tenang, tidak usah memikirkan
bagaimana hasilnya, serahkan kepada Yang Mahakuasa.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 5


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Kiat Sukses Studi Lanjut ke PT
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang perlu diketahui dalam melanjutkan studi ke
PT
2. Peserta didik/konseli dapat memahami cara memilih program studi dan PT
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses masuk perguruan tinggi
4. Peserta didik/konseli dapat memahami tips cara masuk perguruan tinggi favorit
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Kiat Sukses Studi Lanjut Ke PT
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….……………… ………….…………………………..
a. Hal yang Perlu Diketahui
Sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, Ada beberapa hal yang perlu Anda
ketahui terlebih dahulu, diantaranya :
1. Mengenal Bentuk-bentuk Perguruan Tinggi
Sebelum menentukan lembaga pendididkan lanjutan / Perguruan tinggi yang akan dipilih,
perlu mengetahui terlebih dahulu tentang batasan dan bentuk-bentuk perguruan tinggi di
Indonesia agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Perguruan tinggi adalah satuan
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk Akademi, Politeknik,
Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.
Bentuk-bentuk perguruan tinggi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Universitas :
adalah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program akademik dan/atau
professional yang beragam dan dikelompokkan dalam fakultas-fakultas. Setiap fakultas dibagi
lagi dalam program studi/jurusan. Misalnya fakultas ekonomi memiliki jurusan akutansi,
mamajemen, studi pembangunan; fakutas teknologi industri, memiliki jurusan matematika,
fisika, kimia, Contoh Universitas :
Universitas Negeri : UNY, UI, UGM, UNDIP, UNS, UNSRI, UNHAS
Unversitas Swasta : UII, UPN, UKI, UAD, UTY, UPI, UAJY, USD, UNMA Banten, dll
2. Institut :
Adalah suatu Perguruan Tingi yang menyelenggarakan progam pendidikan akademik dan/ atau
professional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang
sejenis. Misalnya memilikii program studi peternakan, pertanian. Contoh Institut :
Institut Negeri : IPB, ITS, IPB, ISI
Instiut Swasta : ISTA, INSTIPER, dll
3. Sekolah Tinggi :
Adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/ atau
profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Misalnya Sekolah Tinggi Seni Rupa,
(memiliki jurusan SeniLukis, Seni Patung), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Contohnya.
Sekolah Tinggi Negeri : STT Bandung, STTN, STAN
Sekolah Tinggi Swasta : STIE YKPN, STTNAS, STIKES, dll
4. Akademi :
Adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu
cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian tertentu. Lebih
menekankan pada keterampilan praktik kerja dan kemampuan untuk mandiri.
Contoh :
Akademi Negeri : AAU, AAL, AIP, ATK, APP
Akademi Swasta : ABA, YIPK, AA YKPN, AMIK, dll
5. Politeknik
Adalah serupa dengan Akademi, menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam
sejumlah bidang pengetahuan khusus. Bedanya dibandingkan dengan Akademi, politeknik
memberikan porsi lebih besar pada praktik. Contoh Politeknik :
Politeknik Negeri : Politek Manufaktur Bandung, Politek Negeri Jakarta
Polteknik Swasta : Politeknik API, Politeknik LPP, dll
2. Struktur Pendidikan Tinggi
Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu ;
a. Pendidikan Akademi
b. Pendidikan Profesional.
Pendidikan Akademi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan
ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta
memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademi diselenggarakan oleh Sekolah
Tinggi, Institut dan Universitas.
Pendidikan Profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan
keahlian tertentu, serta menggunakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau
menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi. Pendidikan profesional ini diselenggarakan oleh
akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute, dan universitas.
Pendidikan Akademi menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademi dan
diselenggarakan melalui program Sarjana (S1-Strata1) atau Program Pasca Sarjana. Program
pasca sarjana ini meliputi program Magister dan program Doktor (S2 dan S3).
Pendidikan Jalur Profesional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan profesional
yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2).
Jalur ini lebih mengutamakan untuk melatih mahasiswa agar menguasai pengetahuan yang
langsung dapat dipakaii dengan segera. 60 % muatan kurikulum proram diploma adalah mata
kuliah praktik.
3. Program Studi/Jurusan
Berikut beberpa program studi yang kami kelompokkan berdasarkan bidang ilmu,
diantaranya :

Ilmu - Ilmu Ilmu Pertanian, Peternakan,


Ilmu - Ilmu Teknik
Sains Kehutanan

Program
No No Program Studi/Jurusan No. Program Studi/Jurusan
Studi/Jurusan
1 Matematika 1 Teknik Sipil 1. Perikanan
2 Fisika 2 Teknik Arsitektur 2. Peternakan
3 Kimia 3 Teknik Planologi 3. Kehutanan
Pengolahan Hasil
4 Statistik 4 Teknik Geodesi 4.
Pertanian
Teknologi Industri
5 Biologi 5 Teknik Fisika 5.
Pertanian
6 Ilmu Komputer 6 Teknik Kimia 6 Ilmu Tanah
Teknik Metalurgi & Budidaya Pertanian
7 Geofisika 7 7
Material (Agronomi)
Sosial Ekonomi
8 Astronomi 8 Teknik Nuklir 8
Pertanian(Agrobisnis)
Ilmu Hama Dan
9 Geografi 9 Teknik Geofisika 9
Penyakit Tumbuhan
10. Farmasi 10 Teknik Geologi
11 Teknik Pertambangan
12 Teknik Perminyakan
13 Teknik Industri
14 Teknik Elektro
15 Teknik Informatika
16 Teknik Mesin
18 Teknik Penerbangan
19 Teknik Perkapalan
20 Teknik Geomatika
Ilmu - Ilmu Ekonomi Ilmu Seni Dan Desain Ilmu Kesejahteraan Sosial

Program Program
No No. No. Program Studi/Jurusan
Studi/Jurusan Studi/Jurusan
Ekonomi Dan Studi
1 1 Seni Rupa Murni 1 Rehabilitasi Sosial
Pembangunan
Ekonomi Pengembangan Sosial
2 2 Desain Interior 2
Manajemen Masyarakata
Desain Komunikasi
3 Ekonomi Akuntansi 3
Visual
4 Ekonomi Islam 4 Desain Produk
5 Kriya Seni Tekstil
6 Digital Animation

Ilmu Teknik Penerbitan Dan


Teknik Manufaktur Ilmu Pelayaran
Grafika
Program Program Studi/
No. No. No. Program Studi/Jurusan
Studi/Jurusan Jurusan
1 Teknik Manufaktur 1 Studi Nautika 1 Teknik Grafika
Teknik Perancangan
2 2 Studi Teknika 2 Penerbitan
Manufaktur
Teknik Pengecoran
3
Logam

Ilmu Parawisata Dan Perhotelan Ilmu Administrasi Publik


No. Program Studi/Jurusan No. Program Studi/Jurusan
1 Administrasi Hotel 1 Manajemen SDM
2 Manajemen Divisi Kamar 4 Manajemen Kearsipan
3 Manajemen Tata Hidangan 7 Administrasi Kepegawaian
4 Manajemen Tata Boga 8 Admininistrasi Logistik
7 Manajemen Patiseri 9 Manajemen Perkantoran

b. Cara Memilih Program Studi dan Perguruan Tinggi


Memilih jurusan/program studi bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang
sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan secara benar. Memilih
secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal bahwa jurusan
yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out (DO) atau dikeluarkannya
seorang mahasiswa/i karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya.
Dasar dalam pemilihan program studi mengacu pada faktor akademik dan non akademik. Prinsip
dasar yang harus diperhatikan dalam memilih program studi atau jurusan antara lain :
1) Akademik
a. Pengertian Tentang Program Studi / Jurusan
b. Kemampuan Akademik Siswa
2) Non Akademik
a. Menyesuaikan Cita- Cita, Minat dan Bakat.
b. Faktor dan Variabel Pendukung
1. Informasi yang Sempurna
2. Lokasi dan Biaya
3. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
4. Masa Depan Karier dan Pekerjaan
Cara Menetapkan Pilihan Perguruan Tinggi
Setelah mengetahui bentuk-bentuk Perguruan Tinggi, program studi yang sesuai dengan
minat, bakat, dan kemampuan anda. Langkah berikutnya adalah menentukan perguruan tinggi
yang akan dipilih. Perguruan Tinggi di Indonesia sangat banyak, baik yang negeri maupun
swasta. Selain mempertimbangkan minat, bakat, dan kemampuan juga diperlukan pertimbangan
lain, diantaranya :
1. Reputasi
Reputasi Perguruan Tinggi yang akan dipilih dapat dijadikan dasar dalam menentukan pilihan.
Baik buruknya reputasi Perguruan Tinggi di kalangan akademis biasanya sangat tergantung dari
kualitas lulusan, metode pengajaran, dosen-dosen pembimbing, sarana belajar-mengajar, dan
fasilitas yang dimiliki oleh lembaga tersebut.
2. Metode dan persentase pembelajaran
Metode dan persentase pembelajaran penting diketahui, karena akan menentukan kualitas
kompetensi yang akan diperoleh. Penekanan pada porsi pembelajarannya (persentase teori dan
praktek atau magang industri) perlu diketahui terlebih dahulu.
3. Status Akreditasi
Berdasarkan penyelenggaraannya, perguruan tinggi digolongkan menjadi dua yaitu negeri dan
swasta. Sedangkan status akreditasi untuk program studi/jurusan yang sifatnya berjenjang
berdasarkan hasil evaluasi (akreditasi) terhadap program studi/jurusan yang diberikan oleh
Badan Akreditasi Nasional). Status akreditasi menggunakan peringkat akreditasi A (baik sekali),
B (baik), C (Cukup), dan D (kurang).
4. Fasilitas Pendidikan
Fasilitas pendidikan merupakan faktor yang penting dalam mendukung keberhasilan menempuh
pendidikan di Perguruan Tinggi. Fasilitas pendidikan seperti laboratorium (komputer, akutansi,
bahasa, dan lain-lainnya), bengkel, studio, dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang
keberhasilan mahasiswa. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif,
menekankan pada keterampilan.
5. Prospek Lulusan
Lulusan yang berkualitas dan diterima di masyarakat/perusahaan/instansi merupakan suatu
kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Perguruan Tinggi. Peluang kerja bagi
lulusan program studi/jurusan yang akan dipilih juga harus diperhitungkan, karena akan
merugikan apabila setelah lulus tidak segera mendapatkan pekerjaan.
6. Biaya
Biaya yang dikeluarkan relatif sesuai dengan kualitas dan fasilitas pembelajaran yang diberikan
oleh Perguruan Tinggi. Juga harus sesuai dengan kemampuan keuangan calon mahasiswa, sebab
kalau besarnya biaya yang diperlukan tidak terjangkau akan menghambat kelancaran dalam
menempuh studinya.
c. Kiat Sukses Masuk Perguruan Tinggi
Sebelum mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi yang akan dipilih, sebaiknya calon
mahasiswa mengetahui terlebih dahulu tentang mekanisme penerimaan mahasiswa baru, karena
antara Perguruan Tinggi yang satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Secara garis besar
mekanisme penerimaan mahasiswa baru dapat dibedakan menjadi dua yaitu jalur tes dan non tes.
Jalur tes terdiri dari beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru.
Ada lima faktor yang harus dikuasai untuk sukses masuk di Perguruan Tinggi yang baik, yaitu :

1. Faktor Teknis
Sebelum tes masuk perguruan tinggi, Anda harus mempersiapkan peralatan yang mendukung
terhadap lancarnya tes tersebut. Kalau tes tersebut masih secara massal, maka Anda persiapkan
alat tulis/pensil 2B dan mengisi lembar jawab komputer yang benar. Apabila tes tersebut
menggunakan computer based, maka Anda harus menguasai perangkat teknologi informasi dan
teknis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang benar.
2. Faktor Psikologis
Kebiasaan positif dalam mengikuti tes uji coba (try out) dan latihan-latihan lainnya dapat
membentuk Anda percaya diri. Sikap percaya diri sangat penting untuk masuk ke PT.
3. Faktor Penguasaan Materi Tes
Untuk penguasaan materi, Anda perlu menguasai kisi-kisi soal yang berisi tentang pokok-pokok
bahasan yang keluar dalam tes dan persentase jumlah soal. Berdasarkan kisi-kisi inilah Anda
belajar, Anda menguasai materi, Anda mempersiapkan materi.
4. Faktor Strategi Pengerjaan Soal
Dalam setiap kesempatan mengikuti Tes Uji Coba (Try Out) dibiasakan mengerjakan soal
dimulai dari soal yang mudah. Jangan berambisi mengerjakan semua soal. Kebiasaan ini
digunakan saat mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi.
5. Faktor Strategi Memilih Jurusan / Program Studi
Konsultasi dalam memilih jurusan sangat penting dalam mengarahkan kemampuan akademik
Anda. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan kemampuan akademik hanya akan
mengakibatkan tidak diterimanya di Perguruan Tinggi
d. Tips Cara Masuk Perguruan Tinggi Favorit
Perguruan tinggi favorit menjadi harapan setiap calon mahasiswa/i. Berikut tips untuk
masuk ke perguruan tinggi favorit, diantaranya
1. Tentukan Pilihan, Langkah pertama adalah menentukan tujuan berikutnya. Setelah lulus
SMA/SMK/MA, maka kita akan dihadapkan pada persimpangan jalur. Kalaupun kita
memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, kita masih harus
menentukan pilihan.
2. Ukur Kemampuan Diri, Jika telah menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang
diinginkan, cobalah untuk mengukur diri. Bandingkan kemampaun diri masing-masing
dengan kualitas pilihan kita.
3. Tetapkan Alternatif, Pilihan memang sudah ditentukan, namun jangan hanya puas dengan
satu pilihan. Kita tentu harus menyiapkan back up plan jika pilihan pertama gagal.
4. Cari Informasi, Jauh-jauh hari sebelum memasuki dunia kampus, cobalah untuk mencari
informasi sebanyak mungkin. Di zaman modern ini, tentu tidak sulit untuk mencari informasi.
5. Perbanyak Ilmu, Perbanyaklah ilmu pengetahuan, terutama seputar jurusan yang akan
dipilih.
6. Jaga Kondisi Tubuh, Sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh kita, baik fisik maupun
mental.
7. Jalur Masuk Kuliah, Secara umum jalur masuk kuliah dibagi menjadi beberapa jalur :
SNMPTN, SBMPTN, Mandiri
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 6


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Memilih Lembaga Kursus/Pelatihan
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya memiliki sertifikat kursus atau
keterampilan
tambahan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami antara kursus dan pelatihan
3. Peserta didik/konseli dapat memahami tips memilih lembaga kursus atau pelatihan
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang memilih Lembaga Kursus Pelatihan
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….………………… ……………………….……………...

a. Pentingnya Memiliki Sertifikat Kursus


Pengertian sertifikat sendiri adalah suatu bentuk desain dan dicetak yang didalamnya
memiliki struktur dan keterangan tertentu dari suatu pembuat sertifikat. Diberikannya sertifikat
sendiri pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Beberapa manfaat atau tujuan secara umum
memiliki sertifakt adalah sebagai bukti bahwa anda pernah melakukan kursus, manfaat lain
adalah sebagai bukti akan ilmu yang ada kuasai dan ada pernah belajar tentang suatu skill
tertentu, hal tersebut berguna bila anda ingin melamar kerja pada bidang tersebut maka anda
sudah lulus pada kualifikasi tahap pertama tinggal tahap selanjutnya adalah menunjukan
kemampuan anda dari hasil kursus.
Fungsi sertifikat yaitu ketika kita melamar suatu pekerjaan biasanya dengan adanya
sertifikat kita sudah dapat nilai lebih dibanding yang melamar tidak melampirkan sertifikat. Jenis
dari sertifikat juga bermacam ragamnya, ada yang sertifikat penghargaan, sertifikat pelatihan,
sertifikat kelulusan dan masih banyak lagi macamnya.
Sertifikat keterampilan itu harus dipertanggungjawabkan. Nilai yang baik yang tercantum
dalam sertifikat itu terkadang menjadi tidak ada apa-apanya ketika diuji, pelamar kerja itu tidak
bisa menunjukkan kemampuannya. Selanjutnya nilai yang tercantum tidak akan dilihat sebelum
mampu membuktikan kemampuan yang sebenarnya. Bukti otentik yang bisa diukur dan bisa
dilihat adalah bukti yang sebenarnya. Dengan kata lain, sertifikat keterampilan itu hanya untuk
saringan administrasi.
b. Antara Kursus dan Pelatihan
Pada dasar antara kursus dan pelatihan memiliki substansi yang sama yaitu proses
transformasi untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kompetensi dengan suatu cara/metode
tertentu dan ditempat tertentu.
Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian,
konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenga kerja.
Pelatihan Kerja : Keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta
mengembangkan ketrampilan atau keahlian, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada
tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan klasifikasi jabatan atau
pekerjaan baik di sektor formal maupun sektor non formal (Kep.30/Men/99).
Pelatihan atau Training merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian,
kompetensi, sebagai hasil dari pengajaran vocational dan latihan keahlian dan pengetahuan yang
berhubungan dengan penggunaan keahlian yang spesifik (www. wikipedia).
Perbedaan utama dari kursus dan pelatihan terletak pada beberpa hal, yaitu :

PILIHAN KURSUS PELATIHAN

ASPEK

Relatif Relatif
WAKTU
lebih lama lebih singkat

Lebih umum dan Meningkatkan keahlian (skill) /


TUJUAN
Menyeluruh kinerja /

FOKUS
Lebih berupa penambahan
pengetahuan secara
Menekankan learning by doing
keseluruhan, menanaman
dan pengusaan secara parsial
konsep

Relatif : Relatif :
BIAYA tergantung tergantung
Jenis Kursus Jenis Pelatihan

Mengapa Pelatihan Diperlukan


Kegiatan pelatihan sangat penting karena bermanfaat guna menambah pengetahuan atau
ketrampilan terutama bagi yang mempersiapkan diri memasuki lapangan pekerjaan. Sedangkan
bagi yang sudah bekerja akan berfungsi sebagai “charger” agar kemapuan serta kapabilitas kita
selalu terjaga guna mengamankan existensi atau peningkatan karir. Jadi kalaupun itu harus
mengeluarkan biaya sebetulnya tidak terlalu signifikan. Taruhlah kita jadwalkan untuk mengikuti
pelatihan dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun. Maka biaya yang dikeluarkan apabila
dibagi prorata, jumlah pengeluaran rata-rata perbulan sungguh kecil dan tidak sebanding dengan
hasil yang diperoleh. Oleh karena itu ungkapan biaya dalam konteks pelatihan biasanya lebih
populer disebut sebagai investasi. Jadi kita melakukan investasi dalam jumlah yang kecil untuk
tetap survive dalam dunia kerja yang sangat kompetitif akhir-akhir ini. Segala sesuatu dapat
terjadi dan berubah secara tiba-tiba. Hanya kemapuan dan upaya untuk me-“refresh” kompetensi
masing-masing kita yang membuat kita selalu dapat bertahan.  Jangan pernah lengah dan lalai
karena yang dinilai adalah aktualisasi diri bukanlah melulu bertumpu pada kebanggan
background pendidikan atau nama besar almamater.

Berikut beberapa bidang dan jenis keahlian antar lain :

NO BIDANG PELATIHAN JENIS PELATIHAN


1 Elektronika a. Komputer
b. Teknisi Komputer
c. Elektronika
d. Handphone
2 Otomotif a. Mekanik otomotif
b. Montir
3 Bahasa a. Mandarin
b. Jepang
c. Korea
d. Dll
4 Tata Busana, Boga dan rias a. Menjahit
b. Bordir
c. Sulam
d. Tata rias
e. Boga dan Kuliner
5 Ekonomi dan Administrasi a. Akuntansi computer
b. Ekonomi Syariah
c. Perbankan
d. Export Import
e. Admin Kantor
6 Sumber Daya Manusia a. Pengembangan diri
b. Pramugari
c. Ticketing
d. Public Relation
e. Sekretaris
f. Staff

c. Tips Memlih Lembaga Kursus/Pelatihan


Masih banyak lagi bidang-bidang yang bisa dipilih. Anda bisa browsing di internet. Memilih
lembaga penyelenggara kursus dengan memperhatikan sebagai berikut :
1. Memiliki perizinan yang lengkap
Tidak semua lembaga kursus atau pelatihan memiliki izin yang lengkap. Untuk itu, pilihnya
lembaga kursus atau pelatihan yang memiliki izin yang lengkap dan legarl
2. Memiliki fasilitas / sarana pendidikan atau pelatihan
Fasilitas atau sarana yang lengkap akan menunjang terhadap kualitas proses belajar
3. SDM yang profesional
SDM yang profesional akan berpengaruh terhadap kualitas lulusan lembaga kursus atau
pelatihan tersebut.
4. Lokasi kegiatan atau pelatihan
Lokasi menjadi pertimbangan Anda dalam hal kemudahan dan biaya transportasi yang akan
dikeluarkan
5. Memiliki akreditasi
Pengakuan dari pemerintah atau masyarakat sangat penting untuk menjadi pertimbangan
Anda dalam memutuskan pilihan.
6. Memiliki program kerja atau kurikulum yang jelas
Program kerja atau kurikulum yang jelas akan berpengaruh terhadap kelancaran proses
belajar yang berkualitas
7. Banyaknya lulusan dari lembaga pelatihan tersebut
Realitas menunjukan banyaknya lulusan dari lembaga tersebut yang meraih sukses
8. Memiliki jaringan kerjasama
Lembaga atau pelatihan tersebut memiliki jejaring kerjasama yang banyak dalam hal
penyaluran atau kerjasama lainnya
9. Tidak menjanjikan penempatan 100 %
Lembaga atau pelatihan tersebut tidak banyak memberikan janji tapi bukti
10. Memasang Identitas (papan nama) secara jelas
11. Pengakuan masyarakat sekitar bahwa lembaga kursus atau pelatihan tersebut memiliki
kondite yang baik dan bisa dipercaya.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) 7


PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Komponen : Layanan Dasar


Bidang Layanan : Karir
Topik / Tema Layanan : Kiat Sukses Masuk Dunia Kerja
Kelas / Semester : 12 / Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli memahami proses menuju dunia kerja
2. Peserta didik/konseli dapat memahami persiapan sebelum masuk dunia kerja
3. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk memasuki dunia
kerja
4. Peserta didik/konseli dapat memahami teknik membuat surat lamaran kerja
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pilihan Kiat sukses Masuk Dunia Kerja
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.

Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,

……………………….……………… ……………………….………………..
a. Proses Menuju Dunia Kerja
Proses menuju dunia kerja saat ini tidak mudah, banyak pesaing dan persyaratan yang diminta
oleh perusahaan terhadap calon tenaga kerja. Mendapatkan pekerjaan menjadi mudah apabila
calon tenaga kerja memiliki kompetensi atau kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Ada 2 faktor yang menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan, yaitu :
1. Faktor Internal
Faktor ini berasal dari dalam diri calon tenaga kerja. kadang kala kelemahan ini tidak
disadari. Adapun bentuknya sebagai berikut ;
- Sikap dan Mentalitas ( Attitude )
Menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan menyebabkan timbulnya sikap dan mental
keluh kesah. Keluh kesah ini sering muncul lewat ucapan, misalnya saya malas menyiapkan
persyaratan lamaran, saya sudah lelah, saya ingin dapat pekerjaan yang gajinya besar
pekerjaan mudah, saya sudah frustrasi, saya tidak mau lagi melamar pekerjaan, dan lain-
lainnya.
- Keahlian Kerja ( Skill )
Selain soal sikap dan mentalitas, masalah yang muncul adalah keahlian kerja. Keahlian kerja
merupakan pengetahuan khusus yang berguna untuk menyelesaikan berbagai persoalan di
tempat kerja. Kalau Anda mengandalkan kemampuan teori yang diperoleh dari bangku
sekolah, itu jauh dari memadai. Dalam dunia kerja dituntut penguasaan teori dan praktik.
2. Faktor Eksternal
Faktor ekternal merupakan faktor yang berada dari lingkungan. terdapat cukup banyak faktor
ekternal, diantaranya ;
- Kondisi ekonomi makro dan mikro
- Kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja, jauh lebih
banyak dibandingkan dengan lapangan kerja.
- Perusahaan pencari kerja menetapkan persyaratan yang relatif tinggi untuk karyawannya.
- Ketidakcocokan spesifikasi keahlian, antara permintaan dunia kerja dengan lulusan lembaga
pendidikan.
- Adanya budaya Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) yang belum sepenuhnya bersih dalam
birokrasi swasta maupun pemerintah dalam hal perekrutan tenaga kerja baru.
- Kompetisi antarpelamar pekerjaan yang tidak sehat.
- Kurangnya kepedulian pihak pemilik perusahaan dan industri untuk membantu para pencari
kerja.

b. Persiapan Sebelum Masuk Dunia Kerja


1. Prinsip Dasar dalam Penempatan Tenaga Kerja
Beberapa hal sebagai prinsip dasar dalam penempatan tenaga kerja, baik di dalam
maupun di luar negeri yang harus diketahui, khususnya bagi pencari kerja adalah sebagai
berikut ;
1) Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih,
mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau
di luar negeri.
2) Penempatan bagi tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan azas terbuka, bebas, objektif,
serta adil, serta setara tanpa diskriminasi.
3) Penempatan tenaga kerja terdiri atas :
a. Penempatan tenaga kerja di dalam negeri; dan
b. Penempatan tenaga kerja di luar negeri.
4) Pemberi kerja yang memerlukan tenaga kerja dapat merekrut sendiri tenaga kerja yang
dibutuhkan atau melalui pelaksana penempatan tenaga kerja.
5) Penempatan tenaga kerja oleh pelaksana dilakukan dengan memberikan pelayanan
penempatan tenaga kerja.
6) Pelayanan penempatan tenaga kerja bersifat terpadu dalam satu sistem penempatan tenaga
kerja yang meliputi unsur-unsur :
a. Pencari kerja;
b. Lowongan pekerjaan;
c. Informasi pasar kerja;
d. Mekanisme antarkerja;dan
e. Kelembagaan penempatan tenaga kerja.
7) Pelaksana penempatan tenaga kerja terdiri atas :
a. Instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenaga-kerjaan; dan
b. Lembaga swasta berbadan hukum.
8) Setiap pencari kerja berhak memperoleh pelayanan yang sama untuk memperoleh pekerjaan
yang meliputi pemberian informasi, bimbingan dan penyuluhan jabatan, pelatihan untuk
penempatan serta tindak lanjut penempatan.
9) Pencari kerja yang memerlukan pelayanan penempatan tenaga kerja harus mendaftarkan diri
secara langsung ke pelaksana (dinas yang membidangi ketenagakerjaan) dengan membawa
persyaratan:
a. Fotokopi ijazah yang dimiliki
b. Fotokopi sertifikat yang dimiliki
c. Pasfoto ukuran 3 x 4
d. Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
10) Pencari kerja yang telah mendaftar memperoleh tanda bukti pendaftaran dari pelaksana
dengan menggunakan formulir AKI atau dikenal dengan istilah KARTU KUNING dan masa
berlaku 2 tahun , namun setiap 6 bulan harus diperpanjang.
11) Setiap pencari kerja mempunyai kesempatan yang sama untuk mengisi lowongan pekerjaan.
12) Untuk mengisi lowongan pekerjaan harus memenuhi kualifikasi persyaratan jabatan yang
dibutuhkan.

Mencari Sumber Informasi Lowongan Pekerjaan


Lowongan pekerjaan adalah pekerjaan atau jabatan yang belum ada orang yang
melaksanakan atau belum cukup jumlah orang yang melaksanakan, hal ini terjadi karena adanya
perluasan usaha, perubahan teknik berproduksi atau karena ada tenaga kerja yang karena sesuatu
hal berhenti dari pekerjaannya, sehingga harus diisi dengan tenaga kerja baru. Mencari informasi
lowongan pekerjaan saat sekarang tidak terlalu sulit, beberapa sarana seperti media cetak,
elektronik bahkan papan bursa kerja maupun sistem bursa kerja online sangat membantu para
pencari kerja yang ingin mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
Ada beberapa hal tentang cara mendapatkan sumber informasi lowongan pekerjaan,
misalnya :
1) Memanfaatkan Lembaga Bursa Kerja
Pencari Kerja untuk dapat memanfaatkan Lembaga Bursa Kerja maka sebaiknya
mengetahui tentang lembaga bursa kerja, yang terdiri dari :
a. Bursa Kerja Pemerintah yang berada di kantor-kantor pemerintah yang membidangi
ketenagakerjaan. Bursa Kerja Swasta yang diselenggarakan oleh swasta dan mendapatkan
ijin pendirian dari pemerintah.
b. Bursa Kerja Khusus, yang dibentuk oleh lembaga pendidikan (satuan pendidikan
SMA/SMK, Perguruan Tinggi) atau Lembaga Pelatihan Kerja yang khusus melayani
alumninya.
2) Aktif dan Selektif
Banyak cara perusahaan atau industri menyampaikan informasi lowongan kerja, diantaranya;
a. Media Massa
Media massa merupakan sumber lowongan pekerjaan yang paling banyak dimanfaatkan
pencari kerja. Di media ini biasanya perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja
memasang pengumuman dalam bentuk iklan. Jenisnya antara lain ; koran, majalah, tabloid,
radio dan televisi.
b. Internet
Sekarang ini penggunaan internet sudah memasyarakat. Internet pun sudah diperkenalkan
di setiap sekolah. Perlu diketahui bahwa Anda dapat memperoleh banyak informasi
pekerjaan melalui internet. Bahkan melalui internet Anda dapat melamar sebuah pekerjaan
atau menawarkan diri Anda kepada para pencari kerja.
Kriteria Lowongan yang Benar
Lowongan pekerjaan yang benar, kiranya sulit untuk dipahami, mengingat hampir semua
informasi lowongan pekerjaan baik melalui media cetak atau media lainnya hampir sama.
Berbagai ungkapan menarik ditampilkan agar pencari kerja tertarik untuk mengetahui dan
memenuhi apa yang di informasikan. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu dijadikan
pertimbangan dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sehingga perlu ditindaklanjuti.
Informasi lowongan kerja itu sekurang-kurangnya memuat :
1) Identitas Perusahaan
Suatu perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja biasanya mencantumkan
secara jelas identitas perusahaannya.
2) Jumlah jabatan
Dalam informasi pekerjaan secara jelas disebutkan jumlah jabatan yang dibutuhkan.

3) Jumlah tenaga kerja yang diperlukan pada setiap jabatan


Dengan jabatan yang belum terisi, sehinga perusahaan telah menentukan berapa jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memenuhi jabatan yang belum terisi.
4) Syarat Jabatan
Umumnya, setiap jabatan memerlukan kualifikasi atau persyaratan tersendiri agar perusahaan
tersebut dapat menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi jabatan.
5) Batas waktu pemenuhan lowongan
Batas waktu pemenuhan lowongan pada umumnya jelas dengan menyebutkan tanggal, bulan
dan tahun sehingga diketahui bahwa lowongan kerja itu masih berlaku atau sudah lewat.
6) Alamat pemberi kerja
Dengan terbukanya lowongan pekerjaan yang betul-betul perusahaan tersebut membutuhkan,
maka perusahaan tersebut secara jelas mencantumkan alamat perusahaan.

c. Teknik Membuat Surat Lamaran Kerja


Siapapun yang akan memasuki dunia kerja pada suatu perusahaan atau organisasi harus
membuat surat lamaran kerja ( Job application letter ) terlebih dahulu. Surat lamaran kerja
merupakan gerbang pertama yang harus dilalui oleh seseorang ketika memasuki dunia kerja.
Daya tarik diawali dari bentuk dan cara surat lamaran kerja, isi surat lamaran kerja, serta
penulisan resume atau CV (Curriculum vitae) yang dibuat.
1. Surat Lamaran Kerja
Pengertian surat lamaran kerja (job application latter) adalah surat resmi yang ditulis oleh
pelamar baik melalui media kertas atau elektronik untuk memperkenalkan dirinya serta
kompetensi yang dimiliki, dengan harapan agar perusahaan atau organisasi dapat menerimanya
sebagai karyawan. Surat lamaran kerja pada dasarnya bukanlah surat yang berdiri sendiri,
melainkan dilengkapi dengan sejumlah lampiran, seperti
1) Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2) Resume (daftar riwayat hidup),
3) Surat Keterangan Catatan Kepolisian
4) Surat keterangan kesehatan
5) Kartu kuning dari Dinas Tenaga Kerja
6) Pas foto tertentu.
7) Lampiran-lampiran, seperti ; Ijazah, Sertifikat, Referensi pengalaman kerja
2. Jenis-jenis Surat Lamaran
Sebelum memahami teknis dalam pembuatan surat lamaran kerja, Anda harus mengetahui
terlebih dahulu informasi yang dijadikan dasar Anda membuat surat lamaran kerja. Ada beberapa
macam dasar pengajuan surat lamaran kerja, yaitu :
1) Surat lamaran berdasarkan iklan lowongan pekerjaan baik media cetak atau elektronik
2) Surat lamaran berdasarkan inisiatif sendiri yang dikirimkan langsung ke kantor atau
perusahaan.
3) Surat lamaran berdasarkan informasi dari teman, kenalan, radio, atau televisi.
4) Surat lamaran melalui kantor penempatan tenaga kerja atau bursa kerja.
5) Surat berdasarkan tempat kursus, sektretariat akademik atau lembaga manajemen.
6) Surat lamaran dari pengumuman yang digantungkan pada toko atau kantor yang
bersangkutan.
3. Pembuatan Surat Lamaran Kerja
Untuk membuat surat lamaran kerja yang baik Anda harus mengetahui tentang teknis dalam
pembuatan surat lamaran termasuk bagian-bagian yang penting dalam surat lamaran kerja agar
surat dapat runtut atau berkesinambungan. Surat lamaran kerja dibuat tidak panjang dan bertele-
tele karena akan membuat jenuh orang yang membacanya.
Dalam penulisan surat lamaran kerja yang baik, ada beberapa hal teknis yang perlu
dipersiapkan terlebih dahulu, diantaranya :

1) Menyiapkan Kertas HVS atau Folio Bergaris


Gunakan saja jenis kertas yang standar dan ukuran yang standard,
sebaiknya kerta HVS Kuarto atau A4 dengan ketebalan standar 70 gram (maks 80 gr ).
2) Amplop
Gunakan amplop berukuran standar dengan warna yang serasi dengan kertas surat.
3) Siapkan Persyaratannya.
Perhatikan lagi butir-butir persyaratan dalam iklan lowongan kerj
4) Siapkan Dokumen Pendukung
Jangan lupa, sertakan juga dokumen-dokumen pendukung yang dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi perusahaan yang Anda tuju.
Hal yang perlu diperhatikan pada waktu membuat surat lamaran kerja adalah sebagai berikut :
1) Lamaran dibuat sesingkat mungkin
2) Bentuk surat harus rapi
3) Materi / isi / pengorganisasian surat lamaran
Secara umum, pengorganisasian penulisan surat lamaran kerja memiliki beberapa bagian, yaitu
salam pembuka alinea pembuka, alinea pertengahan, alinea penutup, salam penutup.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing paragraf :
1) Salam pembuka
Dengan hormat,
Assalamu’alaikum wr. wb.
2) Alinea Pembuka
Untuk menarik perhatian pembaca, pada paragraf pembuka perlu dicantumkan salah satu dari
beberapa hal berikut ini : rangkuman, nama pemberi informasi, sumber publikasi
a. Berdasarkan iklan Tuan pada harian Kedaulatan Rakyat tanggal …..
b. Saya memperoleh informasi dari seorang rekan saya Bapak Iskandar ...
c. Saya adalah lulusan SMA tahun 2008 dan saya bermaksud mengajukan lamaran untuk
lowongan seperti yang ada dalam iklan Bapak ....

3) Alinea Pertengahan
Dalam paragraf pertengahan ini pelamar perlu menjelaskan hal-hal berikut : pendidikan,
pengalaman kerja, sikap, minat, aktifitas dan kualitas.
a. Saya adalah lulusan SMA, saya pernah bekerja sebagai staf Administrasi di ..….
b. Saya adalah lulusan SMA, memiliki sikap percaya diri, pernah mengikuti oranisasi …..
4) Alinea Penutup
Paragraf terakhir ( penutup ) surat lamaran kerja umumnya berisi suatu harapan akan
tindakan ( action ).
a. Saya sangat menantikan jawaban dari Bapak
b. Atas perhatian Bapak pada surat lamaran ini, saya ucapkan ...
c. Saya sangat senang untuk bertemu dengan Bapak pada waktu ...
5) Salam penutup
Salam penutup ini mengakhiri isi surat, yaitu ;
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Hormat kami

4. Buat Surat Lamaran Melalui Internet


Dengan perkembangan teknologi, melamar pekerjaan pun juga semakin mudah. Salah
satu hasil teknologi yang dapat dipergunakan yaitu teknologi internet. Mengirim surat lamaran
kerja melalui e-mail sekarang bukan hal yang tabu.
Ada dua cara mengirim surat lamaran melalui e-mail yaitu dengan attachment atau
menggunakan kotak pesan tersedia. Namun, akan lebih baik apabila Anda mengirimkan resume
melalui attachment dalam bentuk PDF (Portable Document Format). Data dalam bentuk pdf
tidak akan berubah saat dikirim. Hal ini berbeda apabila Anda mengirimkan data dalam bentuk
lain, misalnya word document. Ada kemungkinan data berubah atau rusak saat dikirim.

5. Contoh Surat Lamaran Kerja


a. Surat lamaran kerja berdasarkan Inisiatif Sendiri
Lampiran : 5 (lima) lembar 29 Juli 2022
Hal : Lamaran Kerja
Kepada Yth
Bapak Pimpinan PT. PARAMITRA Group
Jl. Kaliurang km 10,4 no. 333 Sleman Pandeglang

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : KURNIAWAN
Tempat, tanggal lahir : Pandeglang, 22 Nopember 1993
Pendidikan : MAS MD Kubangkondang
Jurusan : IPS
Alamat rumah : Jl. Kp. Kubangkondang RT.01/03 Ds. Kondangjaya Kec. Cisata
Pandeglang

Dengan ini mengajukan lamaran kerja sekiranya pada perusahaan Bapak terdapat lowongan
pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan saya.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan foto kopi Ijazah terakhir, foto
kopi Sertifikat Kursus/Pelatihan, Daftar Riwayat Hidup, Keterangan Kesehatan serta Pas
Foto.
Saya berkeinginan untuk maju dan sanggup bekerja keras, serta yakin akan dapat
bekerjasama di perusahan yang bapak pimpin.
Jawaban dan kebijaksanan Bapak saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

KURNIAWAN

b. Surat lamaran kerja berdasarkan Informasi Resmi


Lampiran : Satu berkas 22 Juli 2022
Hal : Lamaran Kerja
Kepada Yth
Kepala Personalia, R.S. PARAMEDIKA
Jl. Merapi km 10 no. 111 Sleman
Pandeglang

Berdasarkan informasi resmi dari Bapak melalui Bursa Kerja Khusus SMA Paramitra
Pandeglang pada tanggal 21 Juli 2016, tentang lowongan kerja pada R.S. PARAMEDIKA,
dengan hormat saya mengajukan lamaran kerja untuk bidang Administrasi dan Keuangan.
Usia saya 19 tahun, lulusan SMA Paramitra, Jurusan/Kelompok Peminatan “Ilmu-ilmu
sosial (IPS) tahun 2022, saya memiliki persyaratan yang ditetapkan dan juga telah memiliki
sertifikat kursus/pelatihan. Selanjutnya saya sanggup bekerja keras dan berusaha untuk
menguasai bidang pekerjaan dalam waktu singkat.

Adapun berkas kelengkapan surat lamaran sebagaimana yang telah Bapak tetapkan saya
lampirkan bersama surat ini.

Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,

FARADILA

c. Surat lamaran kerja berdasarkan Iklan


Hal : Lamaran Kerja 22 Juli 2022

Kepada Yth
PIMPINAN PARAMITRA FINANCE
Jl. Parangtritis km 10 no. 121 Bantul
Pandeglang

Dengan hormat,

Menunjuk iklan Bapak pada harian Kedaulatan Rakyat tanggal 20 juli 2016, saya
mengajukan lamaran kerja untuk jabatan sekretaris seperti yang dimaksud dalam iklan
tersebut.

Usia saya 20 tahun, lulusan SMA Paramitra program Studi Sekretaris. Saya telah memiliki
SIM C, dan saat ini sedang mengikuti kursus bahasa Inggris. Selama ini saya belum
bekerja, tetapi berkat mengikuti mengikuti suatu kursus dan pelatihan teratur selama
pendidikan, saya yakin akan dapat melaksanakan tugas sesuai harapan Bapak.

Sebagai pelengkap lamaran, bersama ini saya lampirkan :


a. Foto kopi Ijazah
b. Foto kopi Sertifikat Kursus Komputer
c. Daftar Riwayat Hidup
d. Pas Foto dua lembar

Selanjutnya sya sangat berharap adanya jawaban dari Bapak.

Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak saya ucapkan terimakasih.

Hormat Saya,

ANNISA

d. Surat lamaran kerja berdasarkan lowongan CPNS


Pandeglang, 10 Oktober 2016
Perihal : Surat Lamaran
Lampiran : 5 (lima) eksemplar

Kepada Yth.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sleman
Di Komplek Pemerintah Kabupaten

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Budi Sugiharto


Usia : 19 Tahun
Alamat : Jl. Jend. Sudirman No.21 Pandeglang

Bermaksud untuk mengajukan lamaran kerja sebagai Staff Administrasi pada dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sleman. Saya lulusan SMA (IPS) tahun 2016

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan :


a. Foto kopi Ijazah,
b. Foto kopi Sertifikat Kompetensi
c. Foto kopi Sertifikat Kursus Komputer
d. Surat Keterangan Catatan Kepolisian
e. Kartu Kuning
f. Daftar Riwayat Hidup
g. Pas Foto dua lembar.

Atas perhatian dan pertimbangan Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

BUDIYANTO

d. Membuat Daftar Riwayat Hidup ( Curriculum Vitae )


Hal penting lainnya selain pembuatan surat lamaran adalah pembuatan Daftar Riwayat Hidup.
Apabila surat lamaran kerja memuat keinginan pelamar untuk bekerja, riwayat hidup memuat
informasi tentang pelamar. Informasi yang disampaikan harus tertulis dengan jelas dan benar.
Daftar riwayat hidup berperan penting juga dalam menentukan dapat atau tidaknya mengikuti
tahap selanjutnya. Di dalamnya harus menjelaskan siapa diri Anda, apa yang Anda ketahui, apa
yang Anda dapat lakukan, apa yang telah Anda kerjakan dan apa pekerjaan Anda. Hal ini
mungkin akan menjadi pertanyaan pada saat Anda diwawancarai dan dapat membantu Anda
untuk mengikuti wawancara.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan daftar riwayat hidup :
a. Menjelaskan diri Anda
b. Latar belakang pendidikan Anda
c. Pengalaman yang Anda miliki
Ciri riwayat hidup yang baik adalah rapi, simpel, jujur, dan akurat sehingga pihak perusahaan
mengetahui diri Anda, pengetahuan yang dimiliki, tujuan yang ingin dicapai, langkah-langkah
yang ingin diraih bila diterima bekerja di perusahaan yang bersangkutan serta kontribusi yang
dapat diberikan kepada mereka. Secara ringkas isi daftar riwayat hidup meliputi :
1) Keadaan diri :
a. Nama lengkap
b. Umur dan tempat tanggal lahir
c. Domisili atau tempat tinggal, nomor telepon
d. Pengalaman kerja, termasuk tanggung jawab yang Anda lakukan di perusahaan
sebelumnya, serta keahlian-keahliannya
2) Pendidikan :
a. Pendidikan dasar hingga pendidikan terakhir
b. Keterampilan atau pendidikan kejujuran, misalnya menguasai komputer, berpengalaman
dalam bidang tertentu
c. Mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan posisi yang dicari

Contoh Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dhani Sumitra


Alamat : Jl. Kaliurang No. 333 Pandeglang 55281
Telepon : 0274-3007232
Tempat/Tgl. Lahir: Sleman, 14 Desember 1993
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum menikah

PENDIDIKAN:
1997-2003 : SD Babadan Baru Pandeglang
2003-2006 : SMP N 1 Sleman
2006-2008 : SMA N 1 Paramitra Pandeglang

ORGANISASI:
2005-2006 : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
SMP N 1 Sleman Pandeglang
2007-2008 : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
SMA N 1 Paramitra Pandeglang
2007-2008 : Karang Taruna Parikesit Kantor Cabang Pandeglang

HOBI & MINAT: Menyukai membaca,


menulis reportase,
kegiatan lintas alam, music dan berwisata.
Informasi Tambahan :
Setelah dinyatakan lulus SMA, saya bekerja sebagai tenaga paruh waktu untuk sebuah
penerbitan buku di Pandeglang sebagai tenaga administrasi. Pengalaman sebagai administrasi ini
menambah wawasan kerja saya sebelumnya. Dengan demikian, didukung oleh motivasi dan
kapasitas akademik yang saya miliki, saya yakin akan dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan
kejujuran. Di samping itu, saya juga memiliki ketrampilan menggunakan komputer, antara lain
untuk program Microsoft Office, Power Point, yang saya dapatkan dengan cara otodidak.
Kiranya, kemampuan saya tersebut akan dapat menjadi kontribusi bagi perusahaan.

Referensi : Dharna Ardana dan H. Rochmanudin


Creative Design Paramitra Publishing Pandeglang

Pandeglang, Juli 2022

Dhani Sumitra

e. Sukses Psikotes dan Wawancara Kerja


Setiap calon tenaga kerja yang sudah lolos test administratif pada suatu industri atau
perusahaan, maka biasanya akan menghadapi test tertulis (psikotes) dan wawancara kerja (job
interview). Psikotest atau test psikologi adalah jenis test yang dilakukan untuk mengukur
berbagai factor psikologi tertentu misalnya kecerdasan (intelegensi), test kepribadian, test bakat,
test minat dan test prestasi. Tujuan psikotes bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang
dilakukan oleh seseorang dimasa yang akan datang dan untuk mengetahui perbedaan di antara
setiap kepribadian. Bagi Anda yang dipanggil untuk menjalani psikotes, sebaiknya Anda
memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1) Sebelum Test
a. Anda harus yakin terlebih dulu, bahwa posisi pekerjaan yang akan dimasuki lewat psikotes itu
benar-benar sesuai dengan kemampuan Anda dan keinginan Anda.
b. Persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu
mengerjakan tes, namun ketegangan atau kondisi tubuh yang tidak prima, dapat membuat
hasil test menjadi jelek.
c. Pastikan Anda sudah tahu tempat tes. Disarankan beberapa hari sebelum tes, Anda sudah
mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihatnya.
d. Baca kembali surat lamaran dan CV Anda, karena ada beberapa tes yang menanyakan hal-hal
yang terkait dengan surat lamaran dan CV Anda.
e. Sebaiknya Anda berlatih berbagai soal psikotes, sehingga Anda menjadi benar-benar siap
menghadapi psikotes dengan hasil maksimal.
f. Sebelum berangkat ke tempat tes, berdoalah terlebih dahulu sesuai dengan keyakinan Anda.
g. Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, dan jangan sampai terlambat.
h. Walaupun tidak diminta, jangan lupa untuk membawa peralatan alat tulis (pensil, penghapus,
dsb) dan membawa jam (petunjuk waktu)

2) Sikap Pada Saat Tes


a. Umumnya, pada setiap lembar jawaban atau soal psikotes, Anda diminta mengisi isian
nama, tanggal, dan sebagainya. Begitu Anda diperbolehkan untuk mulai mengisi, jangan lupa
dan jangan menunda untuk mengisinya, serta isilah dengan lengkap dan rapi.
b. Dengarkan baik-baik setiap “ucapan atau pengarahan” dari pengawas tes, dan ikuti semua
arahan atau petunjuknya.
c. Jangan enggan untuk bertanya ke pengawas tes. Bila ada sedikit saja yang Anda tidak
mengerti mengenai soal tersebut, maka langsung tanyakan ke pengawas tes yang ada.
d. Jangan melihat jawaban orang lain, karena akan membuat hasil Anda bertentangan dengan
kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya

Wawancara Kerja (Job Interview)


Setelah Anda mengetahui cara mempersiapkan surat lamaran, mempersiapkan pada
psikotes, selanjutnya mempersiapkan menghadapi wawancara kerja. Anda harus mengetahui dan
memahami tentang arti pentingnya wawancara, persiapan wawancara, bagaimana mengenali
pekerjaan dan perusahaan, pertanyaan-pertanyaan penting dalam wawancara dan ucapan terima
kasih setelah wawancara. Wawancara kerja merupakan kesempatan yang sangat diharapkan oleh
pelamar saat mengikuti proses rekrutmen tenaga kerja. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin,
karena jika gagal tak akan ada lagi yang namanya wawancara ulang. Berikut beberapa langkah
yang harus dipersiapkan untuk menghadapi situasi wawancara
1) Persiapan
Persiapan dalam wawancara sangat menentukan pelaksanaan wawancara. Tampil apa
adanya berarti tidak mempersiapkan diri dengan baik. Menyiapkan pakaian yang akan dipakai
dalam menghadapi pewawancara, tentunya yang formal. Menyiapkan segala sesuatu yang
diperlukan pada waktu wawancara sangat berpengaruh pada pelaksanaan wawancara
2) Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan wawancara ini masih ada hal-hal yang harus diperhatikan. Hal yang
sangat mendasar adalah :
a. Datang tepat waktu / Jangan sampai terlambat untuk hadir,
b. Bersikap sopan saat memasuki ruang wawancara
c. Jangan duduk sebelum dipersilahkan.
d. Tunggu sampai Anda dipersilakan duduk atau minta ijin untuk duduk
e. Cobalah untuk tidak memperlihatkan sikap bahwa Anda belum yakin benar dengan apa yang
Anda inginkan
f. Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung
g. Jelaskan prestasi yang pernah didapat.
h. Bertanya ; Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam sangat dibutuhkan dalam menambah
point, karena akan memberikan kesan proaktif dan mempunyai visi untuk memajukan
perusahaan.
i. Kirim ucapan terima kasih
Ucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan perhatian yang diberikannya.
Senyumlah, dan tunjukkan rasa percaya diri yang mantap sebagaimana anda tunjukkan saat
kedatangan anda.

Hal-hal yang harus dihindari :


Datang terlambat, walaupun hanya beberapa menit
Kelihatan kesal, gundah atau dongkol karena menunggu lama
Datang ke wawanacara tanpa persiapan
Berpenampilan seadanya (baju berlengan pendek, bersepatu olah raga
Mengajak teman atau keluarga untuk menambah rasa percaya diri
Mengambil kursi dan duduk sebelum dipersilakan duduk
Meletakan tas anda di atas meja pewawancara
Membungkuk, Menundukkan atau menengadahkan kepala
Mempermainkan jari jemari
Bertopang dagu
Merokok atau mengulum permen saat wawancara
Membuka percakapan
Mengatakan kepada perusahaan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk Anda
Memberikan informasi yang tidak relevan
Terlalu emosional atau terlalu semangat

Contoh Wawancara Kerja (Job Interview)


a. Wawancara Pembuka
Pada umumnya wawancara pembuka, pewawancara akan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan yang singkat dan ringan saja sifatnya. Atau boleh dikatakan, sebenarnya pada bagian
ini pewawancara hanya mengajukan pertanyaan untuk sekedar berbasa-basi semata. Tujuan
pewawancara dalam hal ini adalah untuk mencairkan suasana tegang, gugup atau kaku pada diri
pelamar sehingga pelaksanaan wawancara akan berlangsung dengan akrab dan santai, tanpa
kehilangan keseriusan masalah yang akan mereka bahas nantinya. Adapun contoh-contoh ucapan
atau pertanyaan yang kemungkinan diajukan oleh pewawancara pada bagian pembukaan ini ,
diantaranya adalah :
1) Silahkan masuk.
2) Apakah Anda telah menunggu lama ?
3) Jam berapakah Anda tadi berangkat dari rumah pagi tadi ?
4) Bagaimanakah keadaan cuaca saat Anda meninggalkan rumah ?
5) Apakah Anda mendapat kesulitan untuk menemukan kantor kami ?
6) Apakah Anda datang kesini dengan naik (menumpang) kendaraan umum
7) Bagaimana keadaan LanTas dari rumah hingga sampai ke kantor kami?
8) Apakah anda siap untuk diwawancarai sekarang ?.
9) Siapa nama Anda ?
10) Berapa usia Anda ?
11) Dimana Anda dilahirkan?.
12) Dimanakah Anda bertempat tinggal ?.
13) Apakah Anda masih tinggal bersama orang tua Anda ?.
14) Apakah anda mempunyai saudara laki-laki dan saudara perempuan ?.
15) Apakah pekerjaan ayah Anda ?.

b. Wawancara yang Berhubungan dengan Kompetensi


Berikut ini contoh-contoh pertanyaan pewawancara yang berhubungan dengan kompetensi
atau latar belakang pendidikan yang dimiliki pelamar.
1) Tolong Anda jelaskan kepada saya, perihal latar belakang pendidikan formal Anda.
2) Saya rasa, sekarang mungkin waktu yang tepat untuk menjelaskan kepada saya perihal
pendidikan Anda .
3) Dimana dan kapan anda lulus dari Sekolah Menengah Atas ( SMA )
4) Bagaiamana pandangan Anda tentang pendidikan yang terima di sekolah ?
5) Apa mata pelajaran kesukaan Anda saat di Sekolah Menengah Atas ?
6) Mengapa Anda menyukai mata pelajaran tersebut ?
7) Mengapa Anda tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?.
8) Kursus-kursus apa saja yang pernah Anda ikuti ?.
9) Apakah Anda puas dengan hasil kursus-kursus itu ?.
10) Di mana Anda belajar computer ?.
11) Bagaiman pendapat Anda mengenai lembaga di mana anda kini tengah mengikuti kursus
computer itu ?.
12) Berapa lama anda belajar bahasa inggris ?
13) Apakah anda masih tetap belajar bahasa inggris pada saat sekarang ini ?.
14) Apakah Anda merasa bahwa keahlian yang telah Anda dapatkan tersebut akan dapat anda
terapkan dalam pekerjaan Anda nantinya ?.
15) Apakah Anda mengikuti pelatihan kerja ?.
16) Bagaimana pendapat Anda perihal pelatihan kerja itu ?.
17) Apakah Anda merasa bahwa pelatihan kerja itu berguna untuk anda ?.
18) Anda suka membaca Koran ? Koran apa yang sering And abaca ? Kolom berita apa yang
Anda sukai ?
19) Bagaiamana menurut pendapat Anda tentang penerapan Upah Minimum Regional (UMR)
oleh pemerintah ?
20) Pernahkah Anda mengalami masalah kesehatan ?
21) Apa yang mendorong Anda melamar pekerjaan ini ? Atau mengapa Anda ingin bekerja
dengan kami ?
22) Apa yang Anda dapat lakukan untuk perusahaan ini yang tidak dapat dilakukan oleh orang
lain ?
23) Apakah Anda mampu bergaul dengan orang lain ?
24) Apakah sasaran karier jangka panjang Anda ? Dan apa yang perlu dikembangkan agar dapat
mencapai sasaran tersebut ?
25) Posisi apa yang Anda harapkan setelah beberapa tahun mendatang ?
26) Mengapa Anda merasa layak untuk posisi tersebut ?
27) Apakah Anda mempunyai sasaran atau kisaran gaji tertentu ?
28) Apa yang membuat Anda merasa mampu untuk mencapai penghasilan sebesar itu ?
29) Mana yang lebih penting bagi Anda, Gaji atau Profesi ?
30) Apakah Anda tertarik pekerjaan ini karena gajinya ?
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Amirah, Diniyati. (2012). Bullying Versus Tantrum sebagai Perilaku Agresif pada
Anak dan Aplikasi Konseling dalam Mengatasinya. Prosiding Seminar
Internasional Bimbingan dan Konseling. Padang, 14 Januari 2012.

Amti, Priyatno, dan Erman. (2013) Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.


Bandung: Alfabeta.

Amri, Asrullah, Syam. (2017). Pengaruh Kepercayaan Diri (Self Confidence)


Berbasis Kaderisasi IMM Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa.
Universitas Muhammaduyah Parepare.

Arikunto (2017). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.


Rineka Cipta.

Agus, Irianto. (2010). Statistik (Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya).


Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

A, Hallen. 2002. Bimbingan dan konseling. Jakarta: Ciputat Pers.

Dale, Carnegie. (2015). Bagaimana Menemukan Diri Sendiri dan Meraih


Keberhasilan. Jakarta: PT. Suka Buku.

Emzir, (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Depok:


Rajawali Pers.

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM


SPSS. 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas.

Ghufron, M. Nur & Risnawita. (2012). Teori-teori Psikologi. Yogjakarta: Ar-


Ruzz Media.

_________________________. (2014). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-


Ruzz Media.

Himawan Chandra. (2012). Cara Mudah Tampil Percaya Diri. Penerbit:


Gramedia Digital, 2.

Hendriana, H. & Sumarmo, U. (2017). Penilaian Pembelajaran Matematika.


Bandung: PT. Refika Aditama.
Kurniawan, Luky. (2015). Pengembangan Program Layanan Bimbingan dan
Konseling Komprehensif Di SMA. Psikologi Pendidikan & Konseling.
Volume 1 Nomor 1 Juni 2015.

Lauster, Peter. (2015). Tes Kepribadian (Terjemahan D.H. Gulo). Jakarta:


Bumi Aksara.

Munir, (2013). Multimedia dan Konsep Aplikasi Dalam Pendidikan. Bandung:


Penerbit Alfabeta.

Prayitno, (2015). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

_______, Amti (2013). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka


Cipta.

Rasto. (2015) Manajeman Perkantoran . CV Alfabeta Bandung.

Ramlah, (2018). Kajian Bimbingan dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan


Volume 1, Nomor 1, Mei 2018 (1 – 15)

Supriyanto, A. (2016). Buku: Panduan Layanan Konseling Individual Pendekatan


Behavioristik Teknik Shaping untuk Mengatasi Perilaku Terlambat
Datang Sekolah Pedoman Bagi Konselor Sekolah. Yogyakarta: K-
Media.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D,


penerbit: Alfabeta, Bandung.

Suhertina. (2015). Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah,


Kota Pekanbaru: CV. Mutiara Pesisir Sumatra.

Sumidjo,Wahyu, (2013). Kepemimpinan Kepala Madrasah, Tinjauan Teoritis


dan. Permasalahannya. Yogyakarta: Raja Grafindo Persada.

Syamsu, Yusuf L.N, (2009). Program Bimbingan dan Konseling Di Sekolah.,


Bandung: Rizqi Press.

Suherman, (2007). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Madani


Production.

Sukmadinata, Nana Syaodih, (2006). Metode Penelitian Pendidikan.


Bandung: [Link] Rosdakarya, cet kedua.

Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta:


Raja Grafindo Persada.
Tesis dan Skripsi :

Ardila, R. (2021). Penerapan Konseling Kelompok Cognitive Restructuring untuk


Mengurangi Kebiasaan Perilaku Off Task Siswa SMP Negeri 14 Palu.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako.

Fatimah, S. (2019). Hubungan Self Control dengan Perilaku Off Task Behavior
Siswa di Sekolah SMP PAB 2 Helvetia. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Rosyidah, I. (2019). Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan untuk


Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi Kasus di Kelas II Umar
MI Darul Ulum Wates Ngaliyan Semarang) Tahun 2017/2018.
Semarang. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam
Negeri Walisongo.

Sumarmo. (2014) Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Ditinjau


dari Self-Confidence, Universitas Negeri Semarang.

Sumber Jurnal :

Dewi, E. (2019). Potret Pendidikan di Era Globalisasi Teknosentrisme dan


Proses Dehumanisasi. Jurnal Pendidikan. 3(1): 93-116.

Esanti, R. L. N., Ramli, M., dan Yuniastuti. (2020). Bentuk-Bentuk Perilaku Off-
Task dan Upaya Penanganan Guru Kelas di Madrasah Ibtida’iyah.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 5(1): 94-
100.

Febrianti, Y. E., dan Suhaili, N. (2021). Analisis Perilaku Off-Task Siswa. Jurnal:
Penelitian Guru Indonesia. 6(1): 1-5.

Halimah, Bakar, A., dan Nurbaity. (2020). Analisis Faktor Penyebab Perilaku
Off-Task Siswa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling.
5(1): 48-54.

Kurniawan. (2015). Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, Graduate


Program of Universitas Negeri Makassar.

Kenchappanavar, Rajeshwari. N. (2012). Relationship between Inferiority


complex and Frustration in Adolescents. Jurnal. India. Associate
Professor Dept of Psychology Karnatak Arts College.
Rusniati. (2015). Pendidikan Nasional dan Tantangan Globalisasi. Kajian Kritis
terhadap Pemikiran. Jurnal: A. Malik Fajar Ilmiah Didaktika. 16(1):
105-128.

Siti Raminah (2016) Jurnal: "Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling" Universitas
Negeri Padang.

Lisa, J. L., Ariesta, R., dan Purwadi, A. J. (2018). Analisis Interaksi Guru dan
Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XII SMP
Negeri 15 Kota Bengkulu. Jurnal: Ilmiah Korpus. 2(2): 270-282.

Maulana, M. A. (2019). Perilaku Off Task dalam Pembelajaran. Jurnal Advice.


1(1): 27-35.

Sanyata, S. (2012). Teori dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik dalam


Konseling. Jurnal Paradigma. 14(7):10-11.

Sumber Perundang-undangan :

Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014.

Kemendikbud. (2014). Permendikbud No 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan


Konseling. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.


(2021) Model Layanan Bimbingan dan Konseling, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai