Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa melalui BK
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa melalui BK
A. Rasional
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 1 ayat 3 secara eksplisit menyatakan bahwa pendidikan pada
hakikatnya merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keperluan yang
diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Artinya proses pendidikan
yang dikembangkan harus menyentuh berbagai macam ragam dan aspek
perkembangan peserta didik, baik secara individual peserta didik itu sendiri
maupun tenaga pendidiknya. Proses ini tidak cukup hanya oleh guru mata
pelajaran, melainkan juga profesi pendidik lainnya, yaitu konselor.
Badan Standar Nasional (2007) menyatakan bahwa konselor
profesional sebagai salah satu tenaga pendidik dipersyaratkan untuk memiliki
kompetensi pedagogik, diantaranya: a) menguasai karakteristik peserta didik
dari aspek fisik, moral, sosial, budaya, emosional dan intelektual; b)
memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya. Pengembangan potensi peserta didik dapat
dilaksanakan dengan optimal apabila pendidik/guru mampu memberikan
fasilitas melalui proses pendidikan sesuai dengan karakteristik peserta didik,
yang secara individual memerlukan upaya sistematis yang salah satunya
penyusunan program bimbingan dan konseling (BK) untuk mengembangkan
self confidence pada diri siswa.
Program Bimbingan dan Konseling, merupakan satuan rencana
keseluruhan kegiatan program bimbingan dan konseling yang akan
dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Perencanaan ini dibuat bersama
oleh personil sekolah yang terkait dengan berpedoman pada petunjuk teknis
dengan memperhatikan kondisi sekolah (Effendy, 2013: 2)
Perencanaan tersebut berisi bidang-bidang layanan yang dialokasikan
menurut waktu (bulanan, semesteran dan tahunan). Landasan penyelenggaraan
program bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan dasar dan
menengah adalah Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014. Bimbingan dan
konseling merupakan upaya pengembangan potensi positif individu.
Pengembangan potensi positif memungkinkan individu mencapai aktualisasi
diri. Menurut Suhertina (2015: 3) tujuan penyusunan program tidak lain agar
kegiatan BK di sekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, serta
hasil-hasilnya dapat dinilai. Dalam buku Model Layanan Bimbingan dan
Konseling (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Kurikulum dan
Perbukuan: 2021) disebutkan tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling
adalah membantu peserta didik agar mampu: (1) memahami dan menerima
diri dan lingkungannya; (2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi,
perkembangan karier, dan kehidupannya pada masa yang akan datang; (3)
mengembangkan potensinya seoptimal mungkin; (4) menyesuaikan diri
dengan lingkungannya; (5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi
dalam kehidupannya, dan (6) mengaktualisasikan dirinya secara bertanggung
jawab.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self
confidence siswa kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Kecamatan
Cisata Kabupaten Pandeglang pada tahun ajaran 2022/2023 melalui layanan
Program Bimbingan dan Konseling. Dimana berdasarkan penelitian yang
dilakukan peneliti bekerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling
diketahui bahwa tingkat self confidence siswa kelas XII di sekolah ini bisa
dikatakan sudah tinggi hanya saja belum mencapai standar yang diinginkan.
Mengingat kelas XII sudah melewati fase bagian dari masa awal remaja
(pubertas) dengan berbagai macam peningkatan beban akademis dan
psikososial terutama pada tingkat self confidence yang baik pada dirinya.
Kelas XII adalah siswa yang sudah mengalami proses interaksi dengan teman
sebayanya selama lebih dari dua tahun (ketika kelas X - XI) sehingga
dianggap sudah mengenal betul lingkungan sekolah serta personel-personel
sekolah. Kemudian, pemilihan siswa kelas XII juga berdasarkan asumsi
bahwa siswa kelas XII adalah siswa yang sudah cukup matang psikologisnya
terutama tingkat self confidence pada dirinya untuk dapat meraih cita-citanya
atau pun menentukan kehidupannya dimasa yang akan datang.
Tetapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan masih terdapat
siswa yang merasa rendah diri saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,
seperti menarik diri dari pergaulan (menyendiri), jarang berkomunikasi
dengan teman (cenderung pendiam), kurang bisa membaur dengan teman-
temannya seperti (perasaan malu yang berlebihan), merasa takut salah untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, dan bersifat pasif ketika
mengikuti pelajaran meskipun materi yang disampaikan oleh guru tidak
dimengerti sama sekali olehnya. Hal-hal tersebut di atas menjadi bagian tugas
seorang guru bimbingan dan konseling untuk bagaimana caranya agar siswa
bisa memaksimalkan konsep diri yang tinggi terutama dalam hal
meningkatkan self confidence pada masing-masing individu siswa. Untuk
itulah tujuan dari penelitian ini dilakukan, sebagaimana pendapat yang
diutarakan oleh Yates (dalam Hendriana dkk, 2017: 198) menjelaskan bahwa
“self confidence sangat penting bagi siswa agar berhasil dalam belajar.”
Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik secara
individual, kelompok dan atau klasikal sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki
setiap individu. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan
hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik, salah satunya adalah self
confidence. Dengan adanya self confidence siswa yang baik, maka siswa akan
termotivasi dan lebih menyukai untuk belajar sehingga pada akhirnya prestasi
belajar yang dicapai siswa akan lebih optimal.
Melihat kondisi di atas, maka dirasa perlu adanya peneliti melakukan
penelitian secara lebih mendalam lagi mengingat penerapan program layanan
BK di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Muhammadiyah Kubangkondang ini
masih terbilang baru dilaksanakan belum lama ini tepatnya pada tahun ajaran
2022/2023. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Program BK yang disusun
harus mewadahi seluruh kegiatan layanan untuk diberikan kepada peserta
didik dalam rangka menyelesaikan tahap capaian layanan dalam rangka
menyelesaikan tugas perkembangan sesuai jenjang usianya.
C. Deskripsi Kegiatan
Dalam kegiatan penelitian untuk mengetahui tingkat self confidence
siswa, peneliti berpatokan pada Skala Likert. Skala likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat dan persepsi seorang atau kelompok orang tentang
fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur
dijabarkan menjadi indikator variable (Sugiyono, 2019).
Variable dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang pada tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri
dari 19 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan dengan total
siswa sebanyak 41 orang. Untuk mempermudah proses pengumpulan data
peneliti melakukan penyebaran angket kepada 41 responden siswa kelas XII
MAS Muhammadiyah Kubangkondang tahun ajaran 2022/2023.
Deskripsi data hasil penelitian variabel self confidence siswa, sebagai
berikut:
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Self Confidence Siswa menggunakan
Skala Likert
Kelas Frekuensi
No Kriteria
Interval Absolut Relatif
1 160 – 212 2 4,88% Sangat Tinggi
2 107 – 159 39 95,12% Tinggi
3 54 – 106 0 0,0% Cukup
4 0 – 53 0 0,0% Kurang
Jumlah 41 100%
Gambar 1. Grafik Self Confidence Siswa
4.88%
95.12%
Dapat dideskripsikan bahwa siswa yang memperoleh rentang skor
0-53 adalah 0 siswa yang tergolong “Kurang” atau 0,00%, rentang skor
54-106 berjumlah 0 siswa yang tergolong “Cukup” atau 0,00%, rentang
skor 107-159 berjumlah 39 siswa yang tergolong “Tinggi” atau 95,12%,
dan rentang skor 160-212 berjumlah 2 siswa yang tergolong “Sangat
Tinggi” atau 4,88%, Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa yang
menjadi sampel penelitian memiliki self confidence yang “Tinggi”.
Hasil penelitian yang berjudul “Program Layanan Bimbingan dan
Konseling Dalam Meningkatkan Self Confidence Siswa Kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023” memiliki
hubungan yang positif, artinya jika tingkat self confidence siswanya tinggi
maka prestasi akademik dan non akademik juga tinggi. Terlihat pada
beberapa siswa yang memiliki tingkat self confidence yang tinggi akan
diikuti pula oleh nilai akademik yang tinggi pula. Begitu juga dengan
sikap dan keyakinan individunya yang selalu berpandangan positif dalam
bersikap dan berperilaku. Hal ini sesuai dengan pendapat Lauster (Muniro,
dkk, 2018) mengatakan “bahwa self confidence (kepercayaan diri) adalah
sikap atau keyakinan atas kemampuan diri yang terdapat pada diri
seseorang sehingga orang yang besangkutan tidak cemas dalam tindakan
atau perbuatannya, merasa bebas melalukan segala hal yang diminatinya,
dan bertanggung jawab”.
Kemudian, hasil penelitian yang merupakan analisis gambaran
umum dan aspek-aspek self confidence yaitu: 1) keyakinan akan
kemampuan diri, 2) optimis, 3) objektif, 4) bertanggungjawab, dan 5)
rasional dan realistis. Bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa
tentang pentingnya memiliki self confidence yang tinggi pada diri siswa
kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang, seperti yang tersaji
dalam tabel 2 berikut.
Tabel 2 Tolak Ukur Kategori Persentase
Aspek Self Confidence Siswa
Skor
Aspek Variabel Skor Persentase
Maksimal Ket.
Self Confidence Aktual (%)
Ideal
Keyakinan akan 1883 2788 67,53% Tinggi
kemampuan diri
Optimis 1533 2460 62,31% Tinggi
Objektif 730 1148 44,51% Cukup
Bertanggung jawab 1005 1640 61,24% Tinggi
Rasional dan realistis 428 656 65,24% Tinggi
Gambaran aspek umum self confident siswa secara lebih rinci, maka
perlu dilihat aspek-aspeknya sebagai berikut:
a. Aspek keyakinan akan kemampuan diri, mencapai skor maksimal aktual
1883 dari skor maksimal ideal 2788, berarti mencapai 67,53%. Dengan
demikian keyakinan akan kemampuan diri pada siswa kelas XII MAS
Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023 dapat
dikategorikan “tinggi”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa selalu percaya
akan kemampuan yang ada pada dirinya dan selalu berusaha untuk
menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugasnya dengan dengan kerja kerasnya
sendiri, dan mengerjakan tugas secara mandiri. Walaupun memang masih
ada diantara mereka yang melakukan pekerjaan dengan bantuan temannya.
b. Aspek optimis, mencapai skor aktual 1533 dari skor maksimal ideal 2460,
berarti mencapai 62,31%. Dengan demikian rasa optimis pada siswa kelas
XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Ajaran 2022/2023 dapat
dikategorikan ”tinggi”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa selalu optimis
terhadap apa yang akan mereka kerjakan, memiliki semangat untuk
menjalani hidup, memiliki tekad yang kuat, dan menjadikan kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki sebagai motivasi bagi dirinya.. Walaupun masih
ada diantara mereka yang mudah menyerah terutama dalam hal
kemampuan memecahkan soal-soal ujian, atau pun hal yang lainnya.
c. Aspek objektif, mencapai skor maksimal aktual 730 dari skor maksimal
ideal 1148, bila dipersentasekan mencapai 44,51%. Perolehan pada aspek
objektif ini dikategorikan ”cukup”. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa
menyadari bahwa dalam memandang suatu permasalahan sesuai dengan
kebenaran atau apa penyebab dari masalahnya, selalu bertanggung jawab
atas kesalahan yang sudah dilakukan dan berusaha mencari
penyelesaiannya. Mereka juga percaya sesulit apapun tugas yang diberikan
oleh guru bukan untuk membebani melainkan untuk mengembangkan
kemampuan yang dimilikinya. Hanya saja masih ada diantara mereka yang
kurang mampu dalam mengembangkan kelebihan atau pun potensi yang
dimilikinya. Terkadang juga mereka tampak kebingungan dalam
menentukan sebuah pilihan yang tepat.
d. Aspek bertanggung jawab, mencapai skor maksimal aktual 1005 dari skor
maksimal ideal 1640, bila dipersentasekan mencapai 61,24% berada pada
kategori ”tinggi”. pada aspek Ini dapat kita tafsirkan bahwa siswa mampu
menyelesaikan masalah dengan baik, berani untuk mengambil resiko atas
keputusan yang diambilnya. Bahkan siswa juga tidak segan untuk meminta
maaf jika telah melakukan suatu kesalahan. Walaupun masih ada juga
diantara siswa yang tidak mau menerima dan menghadapi resiko atas apa
yang mereka lakukan.
e. Aspek rasional dan realistis mencapai skor aktual 428 dari skor maksimal
ideal 656, atau bila dipersentasekan mencapai 65,24% atau berada pada
kategori “tinggi”. Pada aspek self cofidence yang terakhir ini, siswa kelas
XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang dalam memandang suatu
peristiwa atau kejadian sudah mampu mencerna sesuai akal pikir dan
disambungkan dengan realitasnya seperti apabila pendapatnya tidak dapat
diterima oleh orang lain mereka mampu mencari penyebabnya kenapa
pendapatnya ini tidak bisa diterima dan akan segera memahami alasannya.
Siswa juga selalu berusaha mengerti akan persoalan-persoalan yang akan
dihadapi sebelum melakukan tindakan. Ini dapat ditafsirkan bahwa siswa
berusaha untuk menganalisa suatu masalah dengan logis. Mereka juga
memandang setiap permasalahan yang muncul merupakan tantangan yang
harus dilalui. Hanya saja masih ada diantara mereka yang masih ragu dalam
membuat keputusan. Data skor variabel self confidence siswa diperoleh dari
penyebaran angket yang diberikan kepada siswa, yang berisi pernyataan
menyangkut aspek-aspek self confidence. Berdasarkan pengolahan data
diperoleh skor aktual tertinggi yaitu pada aspek keyakinan akan
kemampuan diri yaitu mencapai 1883 dari skor maksimal ideal 2788 atau
sebesar 67,53%. Untuk lebih jelasnya tampak pada gambar 4.3 berikut:
22% 22%
Keyakinan akan kemampuan
diri
Optimis
Objektif
Bertanggung jawab
15% Rasional dan realistis
20% 21%
D. Tujuan Program
Di MAS Muhammadiyah Kubangkondang Kec. Cisata Kab.
Pandeglang ini Program Layanan Bimbingan dan Konseling mulai
diberlakukan pada tahun ajaran 2022/2023 dan ini merupakan salah satu
sekolah swasta di Kecamatan Cisata yang memasukan program layanan
bimbingan dan konseling pada kurikulum pembelajarannya.
Program Layanan bimbingan dan Konseling ini secara umum
bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. Secara khusus
program bimbingan dan konseling tentang self confidence ini bertujuan agar:
1) Siswa memiliki keyakinan akan kemampuan diri, tidak tergantung dengan
orang lain, mampu mengendalikan diri serta berani menjadi diri sendiri.
2) Siswa memiliki rasa optimis yang tinggi, keyakinan untuk berhasil, tekun
dan tidak mudah putus asa, bisa memotivasi diri bersikap positif terhadap
kegagalan.
3) Siswa memiliki penilaian diri secara objektif, dan objektif dalam
mempertimbangkan pilihan.
4) Siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu melaksanakan tugas dengan
baik serta bersedia menerima setiap konsekuensi.
5) Siswa mampu berfikir secara logis dan berfikir positif terhadap suatu
permasalahan.
Seperti pada sekolah tingkat SMA pada umumnya, MAS
Muhammadiyah Kubangkondang menggunakan bimbingan dan konseling
pola komprehensif yang mana terdiri dari empat komponen. Salah satu dari
layanan bimbingan dan konseling komprehensif yaitu layanan dasar, layanan
dasar merupakan salah satu komponen program layanan bimbingan dan
konseling dan merupakan satu kesatuan kegiatan yang dilaksanakan oleh guru
Bimbingan dan Konseling.
E. Asumsi Dasar
1. Landasan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling pada satuan
pendidikan dasar dan menengah adalah Permendikbud RI Nomor 111
Tahun 2014. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pengembangan
potensi positif individu.
2. Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dari manusia, untuk
manusia, dan oleh manusia. Dari manusia, artinya pelayanan itu
diselenggarakan berdasarkan hakikat keberadaan manusia dengan segenap
dimensi kemanusiaannya. Untuk manusia, dimaksudkan bahwa pelayanan
tersebut diselenggarakan demi tujuan-tujuan yang agung, mulia dan positif
sebagai individu maupun kelompok (Prayitno, 2015: 92)
3. Tujuan penyusunan program tidak lain agar kegiatan BK di sekolah dapat
terlaksana dengan lancar, efektif, efisien, serta hasil-hasilnya dapat dinilai
(Suhertina, 2015: 3)
4. Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta
didik agar mampu: (1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya;
(2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, dan
kehidupannya pada masa yang akan datang; (3) mengembangkan
potensinya seoptimal mungkin; (4) menyesuaikan diri dengan
lingkungannya; (5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi
dalam kehidupannya, dan (6) mengaktualisasikan dirinya secara
bertanggung jawab (Buku Model Layanan Bimbingan dan Konseling
(Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Kurikulum dan
Perbukuan: 2021)
5. Self confidence merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas
kemampuan yang dimiliki sehingga individu yang bersangkutan tidak
terlalu cemas dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang
disukai dan bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan,
hangat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain (Lauster, 2015: 1)
6. Self confidence merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang
peranan penting bagi kehidupan seseorang (Hendriana, dkk., 2014: 42)
7. Kepercayaan diri sebagai kekuatan keyakinan mental seseorang atas
kemampuan dan kondisi dirinya dan mempunyai pengaruh terhadap
kondisi dan perkembangan kepribadian seseorang secara keseluruhan.
(Risnawati, dalam Nur Asiyah, 2013:114)
8. Aspek-aspek self confidence, 1) keyakinan akan kemampuan diri yaitu
sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa mengerti sungguh-sungguh
akan apa yang dilakukannya; 2) optimis yaitu sikap positif seseorang yang
selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri,
harapan dan kemampuan; 3) obyektif yaitu orang yang percaya diri
memandang permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran
semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya
sendiri; 4) bertanggung jawab yaitu kesediaan seseorang untuk
menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya; dan 5)
rasional atau realistis yaitu analisa terhadap suatu masalah, suatu hal,
sesuatu kejadian dengan mengunakan pemikiran yang diterima oleh akal
dan sesuai dengan kenyataan (Lauster, 2015:71).
F. Sasaran
Program Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan kepada
siswa/siswi kelas XII MAS Muhammadiyah Kubangkondang Tahun Pelajaran
2022/2023.
G. Tema Program Layanan Bimbingan dan Konseling
No Indikator Jenis
Aspek Tujuan
. Aspek Layanan
1 Keyakinan Memandang Informasi Siswa mampu
akan dirinya berharga mengembangkan
kemampuan Mengerjakan kemampuan belajar
diri tugas dengan dalam mengikuti
kerja keras pendidikan
Mengerjakan sekolah/madrasah
tugas secara secara mandiri, tidak
mandiri bergantung pada orang
lain
2 Optimis Memiliki Informasi Siswa mampu
semangat untuk merencanakan kegiatan
menjalani hidup penyelesaian studi,
Memiliki tekad perkembangan karier,
yang kuat dan kehidupannya pada
Menjadikan masa yang akan datang
kelebihan dan dengan
kekurangan mengembangkan
yang dimiliki potensinya seoptimal
sebagai motivasi mungkin
diri
3 Objektif Memandang Informasi Siswa mampu
permasalahan memahami, mampu
sesuai dengan menilai informasi serta
kebenaran memilih dan
mengambil keputusan
secara tepat sesuai
dengan minatnya
No Indikator Jenis
Aspek Tujuan
. Aspek Layanan
4 Bertanggung Menyelesaikan Informasi Siswa mampu
jawab masalah dengan mengatasi hambatan
baik atau kesulitan yang
Menerima dan dihadapi dalam
menghadapi kehidupannya
resiko yang ada serta dapat
mengaktualisasikan
dirinya secara
bertanggung jawab
5 Rasional dan Memandang Informasi Memahami, menilai,
realistis kejadian sesuai dan mengembangkan
akal pikir dan potensi diri, kecakapan,
kenyataan bakat, minat serta
kondisi sesuai dengan
karakteristik dan
kebutuhan diri secara
realistik
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir setelah lulus dari SMA-MA
2. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
3. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk memasuki dunia
kerja
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
………………………. ……………………….……………….
……………………..
a. Lulus SMA/MA, Mau Ke Mana Ya..?
Setelah lulus dari SMA/MA, secara garis besarnya ada 4 (empat) alternatif pilihan karir,
diantaranya :
1. Melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi
2. Mengikuti kursus atau pelatihan
3. Memasuki dunia kerja
4. Memasuki kehidupan berkeluarga
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami profesi atau pekerjaan untuk memperoleh
penghasilan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami the cash flow quadrant R.T Kiyosaki
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….…………………… ……………………….………………….
a. Profesi/Pekerjaan untuk Memperoleh Penghasilan
Pernahkahn Anda mengamati aktivitas sehari – hari orang dewasa? Mungkin Anda bisa
mengamati bapak, ibu, paman, ataupun orang – orang dewasa yang ada di seitar Anda. Apabila
Anda amati dalam kehidupan sehari – hari seorang dewasa (dalam suatu keluarga paling tidak
kepala keluarganya), Anda akan menemukan bahwa ia menekuni suatu kegiatan yang bisa
mendatangkan rejeki untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Anda akan mengamati ada
orang yang bekerja pada orang lain, dengan pekerjaan yang ditekuninya ia mendapatkan gaji
atau upah. Mereka disebut sebagai pekerja atau pegawai. Rejeki yang mereka peroleh berupa
gaji, tunjangan, serta jaminan – jaminan tertentu seperti jaminan pensiun, jaminan kesehatan dll.
Ada orang yang memperoleh rejeki dengan cara bekerja secara mandiri. Mereka menjual
jasa pada orang lain, dan atas dasar jasa yang dilakukannya ia mendapatkan rejeki. Pekerja
mandiri bervariasi dari tukang tambal ban di pinggir jalan, pemilik toko kelontong, hingga
dokter, atau pengacara yang buka praktek sendiri
Ada orang yang mencari rejeki dengan membuka suatu usaha dan ia menggaji orang –
orang profesional untuk menjalankan usaha itu. Ia bisa disebut sebagai pemilik usaha atau
pengusaha. Orang – orang seperti ini bisa saja tidak menjalankan sendiri usahanya. Orang –
orang yang menjadi pegawainyalah yang menjalankan usahanya, dan ia mendapatkan rejeki dari
keuntungan yang diperoleh perusahaannya.
Selain itu, Ada orang yang orang yang menjadi penanam modal. Ia menginvestasikan dana
yang dimilikinya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Orang ini desebut dengan
investor.
b. The Cash Flow Quadrant R.T. Kiyosaki
Robert T. Kiyosaki menggambarkan empat kelompok manusia dalam suatu gambar
kuadran yang disebut sebagai CASHFLOW Quadrant sebagai berikut :
Coba perhatikan gambar di atas. Pada sisi kiri dari kuadran itu ada dua kelompok orang
yaitu kelompok “E” (pegawai atau karyawan) dan kelompok “S” (kaum pekerja mandiri),
sementara pada kuadran sebelah kanan juga ada dua kelompok orang yaitu kelompok”B”
(pemilik usaha) dan kelompok “I” (investor)
Mungkin ada pertanyaan apakah seseorang mesti harus ada pada salah satu kelompok di
antara 4 kelompok tersebut. Dalam kehidupan nyata ternyata bisa saja seseorang berada
sekaligus pada lebih dari satu kelompok. Kita bisa mengambil contoh seorang, dokter. Bisa saja
ia adalah dokter pemerintah (Pegawai/ “E”). Namun pada waktu bebasnya ia melakukan praktek
dokter di rumah (Pekerja mandiri/”S” ). Bahkan ada juga dokter yang memiliki rumah sakit
sendiri. Untuk mengoperasionalkan rumah sakit tentu saja ia tidak bisa bekerja sendiri. Ia akan
menggaji dokter lain, perawat, dan beberapa tenaga kerja lain agar rumah sakit tersebut bisa
berjalan dengan baik. Dengan memiliki rumah sakit sendiri yang mempekerjakan beberapa
karyawan, maka ia bisa digolongkan sebagai usahawan ( “B”). Kita dapat mengambil
kesimpulan bahwa dokter seperti itu berarti masuk dalam tiga kuadran sekaligus. Sebagai
pegawai (“E”), pekerja mandiri (“S”) dan sebagai usahawan (“B”). Coba renungkan akan berada
di kuadran manakah Anda besok saat menjadi orang dewasa. Apakah anda akan menjadi
Karyawan atau Pegawai (“E”), Pekerja mandiri (Self Employer (“S”), pengusaha (“B”), ataukah
sebagai Investor (“I”)
Pada kesempatan kali ini anda akan diajak mencermati kuadran kiri yang terdiri dari
karyawan (“E”) dan Pekerja mandiri(“S”). Apa saja yang dapat dimasukkan dalam kelompok
“E” dan yang lebih penting bagaimana caranya anda dapat memasukinya? Demikian juga pada
kelompok “S”, pekerja apa saja yang dapat digolongkan sebagai pekerja mandiri, serta
bagaimana anda dapat memasukinya?
Pekerjaan yang masuk dalam dua kelompok tersebut, yaitu “E” dan “S” ternyata sangat
bervariasi. Ada pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus, sehingga siapapun asal mau
melakukan pekerjaan itu dan menekuninya ia bisa mendapatkan rejeki untuk hidupnya. Untuk
menjadi karyawan cleaning service seseorang tidak membutuhkan syarat keahlian khusus
tertentu. Artinya ia tidak harus lulus sekolah tertentu agar bisa masuk dalam bekerja menjadi
pekerja cleaning service. Seorang tamatan SMP, SMA, SMK, atau bahkan hanya tamat SD
sekalipun bisa saja diterima dalam pekerjaan ini, asal ia sedikit mau mempelajari tugas –
tugasnya. Daftar pekerjaan di bawah ini bisa menggambarkan beberapa pekerjaan yang tidak
membutuhkan keahlian khusus. Artinya siapapun dengan latar belakang apapun bisa masuk
dalam pekerjaan itu. Ketrampilan dalam mengerjakan tugas akan diperoleh melalui pengalaman.
Daftar pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus :
Tukang tambal ban, Bakul bakso keliling, Loper koran, Pembuat bata, Tukang becak, Kuli
bangunan, Mendirikan warung di rumah
Kedua, ada pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu, dimana keahlian ini bisa
diperoleh melalui pelatihan – pelatihan. Pelatihan atau pendidikan yang diperlukan agar ia
mendapatkan keahlian itu bisa dilaksanakan melalui pendidikan formal, bisa juga dilakukan
melalui pendidikan non formal. Pekerjaan jenis ini bisa dimasuki oleh siapa saja dari latar
belakang pendidikan apapun, asalkan ia mau belajar untuk memperoleh keahlian itu. Sebagai
contoh apabila anda ingin menjadi montir elektronika, maka anda harus memiliki keahlian di
bidang elektronika. Untuk mendapatkan keahlian di bidang elektronika anda bisa mengikuti
pendidikan pelatihan elektronika. Pada beberapa kasus bahkan ada orang yang memiliki keahlian
di bidang elektronika karena ia bertahun – tahun bekerja menjadi pembantu montir elektronika
yang mengijinkan ia membantu sambil belajar tentang elektronika.
Di bawah ini beberapa contoh pekerjaan seperti itu. Daftar pekerjaan yang menuntut
keahlian khusus, dan keahlian itu bisa diperoleh melalui pelatihan:
Montir mobil, Perias pengantin, Pekerja salon, Fotografer, Artis,
Pelukis, Sopir
Ketiga, ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan keahlian itu hanya
diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah dan karenanya seseorang yang ingin memasuki
pekerjaan tersebut harus memiliki bekal ijazah pendidikan tertentu. Seseorang yang ingin
menjadi hakim, haruslah lulusan dari perguruan tinggi fakultas hukum. Orang yang tidak
memiliki ijasah sarjana hukum tidak dimungkinkan untuk menjadi hakim. Anda yang ingin jadi
perancang bangunan, baik bekerja dalam suatu perusahaan atau bekerja mandiri haruslah
memiliki pendidikan yang sesuai dari jurusan arsitektur. Daftar pekerjaan yang menuntut
keahlian khusus dan keahlian itu didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah :
Hakim, Perawat, Guru, Dokter, Pilot
Apakah suatu pekerjaan termasuk dalam kelompok “E” (karyawan) atau “S” (pekerja
mandiri)? Ternyata penggolongan dalam kelompok “E” atau “S” bukanlah dilihat dari sudut
pekerjaannya tapi dari sudut bagaimana ia mendapatkan rejeki dengan pekerjaannya itu. Kembali
kita ambil contoh seorang dokter. Seorang dokter bisa disebut karyawan dan masuk golongan
“E” apabila ia menjadi karyawan dalam sebuah instansi atau rumah sakit. Dari kerja yang
dilakukannya itu ia mendapat gaji, tunjangan dan jaminan – jaminan tertentu dari instansi
tempatnya bekerja. Namun ia adalah pekerja mandiri dan masuk golongan “S” apabila ia buka
praktek sendiri. Dan ia mendapatkan rejeki berdasarkan layanan yang ia lakukan pada pasiennya.
Makin banyak pasiennya maka makin banyak pula ia memperoleh rejeki. Contoh ini dapat
diperlebar pada beberapa pekerjaan lainnya. Montir yang bekerja pada suatu bengkel bisa disebut
pekerja. Tapi montir yang memiliki bengkel sendiri digolongkan sebagai pekerja mandiri.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami tentang kepribadian (personality)
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir dan tipe kepribadian (teori holand)
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….……………….. ……………………….………………..
Gordon Allport mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamis dari
sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan
raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta
di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah
khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki
kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua
orang yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem
yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan
rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.
b. Pilihan Karir dan Tipe Kepribadian (Teori Holland)
Menurut Holland, ada 6 tipe kepribadian yang sangat berpengaruh dalam pola karir yang
dipilih oleh seseorang. Adapun tipe-tipe kepribadian itu sebagai berikut :
1. Realistis
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi
kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan
fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan
verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam
hubungan dengan orang lain.
Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-
tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini.
Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk
kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan
gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung. Sifat-sifatyang
nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan
keberhasilan.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir
truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.
2. Intelektual
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik.
Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam
memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman,
menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak
konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.
Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas
yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada
pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan
intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan
fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi
memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan
memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak
dipelihara dalam oreientasi ini.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia,
antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis.
3. Sosial
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat
membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat
responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian,
memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur,
menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.
Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk
menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor,
misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis.
4. Konvensional
Tipe model ini pada umumnya memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia
menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi
yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang
tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya
ketergantungan pada atasan.
Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai dengan berbagai
macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan dan
matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah
akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku,
pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis.
5. Usaha
Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan
berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi
orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan
orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan,
status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.
Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan
kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer
pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis.
6. Artistik
Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara
tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.
Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang
memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan
imajinai. Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar
dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal,
keteraturan, atau keadaan yang menuntut ketrampilan fisik.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli
drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya US dan UN
2. Peserta didik/konseli dapat memahami beberapa hal yang harus diperhatikan waktu
menghadapi
ujian
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses ujian (US atau UN)
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Kiat Sukses Ujian Nasional
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….…………… …………………….…….…………
a. Pengertian US dan UN
Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
Ujian Nasional (UN) adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah
secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat
Penilaian Pendidikan, Depdiknas. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus
menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan.
Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Penentuan standar yang terus
meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan
penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan
sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta
didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai
kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi
untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan,
kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting. Motivasi sukses Ujian Nasional
adalah dorongan belajar untuk menyiapkan diri agar lulus dengan nilai memuaskan ketika
menghadapi Ujian Nasional. Hasil motivasi ini sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi Ujian
Studi Lanjut bagi siswa SMK yang akan berkarier melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang dicita-
citakan.
Ujian Nasional merupakan suatu ujian terakhir yang harus dilalui oleh siswa SMA/MA
yang akan meraiah karier berikutnya. Apa yang menjadi impian masa depan siswa diawali
dengan kelulusan dari Ujian Nasional. Kalau berhasil lulus, maka ada tiga kemungkinan yang
akan dilakukan yaitu bekerja, wiraswasata atau memilih melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Bagi
yang belum lulus ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan, yaitu alih jalur dengan mengikuti
ujian Paket C atau mengulang di kelas XII pada tahun berikutnya.
b. Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan
Sehubungan dengan upaya agar sukses dalam menempuh Ujian Nasional ada beberapa hal yang
perlu dperhatikan, antara lain : persyaratan peserta Ujian Nasional, persiapan mengikuti
Ujian Nasional, dan Kiat Sukses Ujian Nasional.
1. Persyaratan Peserta Ujian Nasional
Untuk persyaratan menjadi peserta UN, bisa Anda peroleh dari pihak sekolah masing-masing,
tentunya sesuai dengan informasi dari panitia penyelenggara ujian nasioanal
2. Persiapan Mengikuti Ujian Nasional
Sukses Ujian nasional adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi para peserta didik, bahkan
pada saat pengumuman dan dinyatakan lulus banyak sekali yang besikap seolah-olah telah
selesailah semua permasalahan, mereka lupa bahwa masih banyak persoalan yang harus
dihadapi. Agar dapat memperoleh kesuksesan dalam menempuh Ujian Nasional, peserta didik
perlu mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Adapun persiapan-persiapan yang harus
dilakukan antara lain :
- Persiapan diri
Persiapan diri adalah persiapan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri, yang meliputi
persiapan fisik dan persiapan mental.
Persiapan fisik berkaitan dengan persiapan jasmani/fisik dan persiapan kesehatan. Anda harus
menjaga kesehatan sebelum ujian. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya seseorang
mengikuti ujian bila dalam keadaan sakit. Agar diri Anda tetap sehat secara fisik menjelang
pelaksanaan ujian, Anda harus rajin berolah raga. Usahakan istirahat secara teratur dan tidur
jangan terlalu malam.
Persiapan mental ialah persiapan yang berkaitan dengan sikap mental, psikis, dan emosi.
Upayakan agar situasi pribadi terutama sikap emosional tetap stabil. Pertentangan yang dialami
dalam diri, situasi kekecewaan (frustrasi, suasana kesedihan dan sebagainya) akan berdampak
buruk terhadap hasill belajar Anda.
- Persiapan Teknis
Persiapan teknis yaitu persiapan yang berkaitan dengan penyediaan perlengkapan yang akan
digunakan dalam ujian nanti, misalnya pena, mistar penghapus, pensil, dan peraut pensil.
Perlengkapan itu sebaiknya disiapkan H-1 sebelum ujian. Anda tidak akan lulus jika
ternyata pensil 2B yang akan Anda pakai ternyata palsu, karena proses pemeriksaan
hasil ujian menggunakan komputer. Sebelum ujian, yakinkan bahwa pensil 2B yang
digunakan adalah benar-benar asli. Selain itu, sebelum ujian berlangsung Anda harus mengecek
lokasi ujian dan tempat duduk.
- Persiapan Materi Uji
Persiapan materi uji merupakan persiapan yang sangat penting karena persiapan materi uji
ini akan menentukan kelulusan Anda. Persiapan materi ujii hendaknya dilakukan sejak dini
(jauh-jauh hari sebelum ujian) dengan banyak belajar dan latihan serta mengikuti try out
secukupnya. Menurut penelitian beberapa ahli, belajar borongan itu tidak baik dan hasilnya
hanya membawa kesia-siaan. Jadi, disarankan H-1 sebelum ujian Anda tidak diperkenankan
lagi memforsir diri untuk belajar. Istirahat yang cukup. Perbanyak latihan menjawab soal
dengan teman.
Caranya: Ajaklah teman Anda untuk membentuk kelompok kecil sebagai kelompok belajar.
Pesertanya tidak lebih dari 3 orang. Jika pesertanya terlalu banyak (lebih dari 3 orang),
dikhawatirkan proses belajar menjadi tidak fokus pada materi yang akan dipelajari.
c. Kiat Sukses Ujian Nasional
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda lulus dalam UNAS antara lain sebagai
berikut :
1. Tidurlah lebih cepat dari biasanya agar fisik Anda prima dan tidak mengantuk saat
ujian berlangsung.
2. Siapkan alat tulis yang Anda butuhkan pada saat ujian, kartu tes, papan pengalas,
dan jam tangan (jika ada) sebelum tidur.
3. Bangun pagi-pagi. Jangan lupa sarapan dan meminta restu kedua orang tua sebelum
berangkat ke sekolah.
4. Usahakan tiba di lokasi ujian paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.
5. Jangan lupa membaca doa sebelum memulai menjawab soal.
6. Pergunakan alat tulis yang baik untuk menulis jawaban pada LJK dan tulislahlah terlebih
dahulu identitas dengan lengkap dan benar.
7. Santai saja, jangan terbebani/tegang pada saat menjawab soal-soal ujian. Tanamkan
optimisme dan kepercayaan diri bahwa Anda bisa menjawab dengan benar. Ingat
ketegangan dapat membuyarkan konsentrasi Anda!
8. Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah, kemudian baru Anda berusaha untuk
menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa ragu-ragu untuk menjawabnya.
9. Jaga Lembar Jawaban Komputer Anda agar tetap bersih, tidak terlipat, jangan sama
sekali dicoret-coret.
10. Kontrol waktu Anda, jangan sampai waktu berakhir tetapi pekerjaan Anda
belum selesai. Jika tidak memiliki jam tangan dan pengawas tidak menyampaikan,
jangan ragu untuk bertanya kepada pengawas mengenai waktu yang masih tersisa.
11. Periksa kembali jawaban dan data diri Anda sebelum menyerahkan LJK ke
pengawas. Pastikan bahwa data diri Anda (nama, nomor ujian, kode sekolah, dan lain-
lainnyanya) terisi dengan benar. Begitu pula pastikan bahwa semua soal telah
terjawab.
12. Pastikan LJK Anda telah diterima pengawas sebelum meninggalkan ruangan
ujian.
13. Pastikan Anda keluar dari ruang ujian dengan tenang, tidak usah memikirkan
bagaimana hasilnya, serahkan kepada Yang Mahakuasa.
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang perlu diketahui dalam melanjutkan studi ke
PT
2. Peserta didik/konseli dapat memahami cara memilih program studi dan PT
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kiat sukses masuk perguruan tinggi
4. Peserta didik/konseli dapat memahami tips cara masuk perguruan tinggi favorit
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Kiat Sukses Studi Lanjut Ke PT
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….……………… ………….…………………………..
a. Hal yang Perlu Diketahui
Sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, Ada beberapa hal yang perlu Anda
ketahui terlebih dahulu, diantaranya :
1. Mengenal Bentuk-bentuk Perguruan Tinggi
Sebelum menentukan lembaga pendididkan lanjutan / Perguruan tinggi yang akan dipilih,
perlu mengetahui terlebih dahulu tentang batasan dan bentuk-bentuk perguruan tinggi di
Indonesia agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Perguruan tinggi adalah satuan
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk Akademi, Politeknik,
Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.
Bentuk-bentuk perguruan tinggi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Universitas :
adalah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program akademik dan/atau
professional yang beragam dan dikelompokkan dalam fakultas-fakultas. Setiap fakultas dibagi
lagi dalam program studi/jurusan. Misalnya fakultas ekonomi memiliki jurusan akutansi,
mamajemen, studi pembangunan; fakutas teknologi industri, memiliki jurusan matematika,
fisika, kimia, Contoh Universitas :
Universitas Negeri : UNY, UI, UGM, UNDIP, UNS, UNSRI, UNHAS
Unversitas Swasta : UII, UPN, UKI, UAD, UTY, UPI, UAJY, USD, UNMA Banten, dll
2. Institut :
Adalah suatu Perguruan Tingi yang menyelenggarakan progam pendidikan akademik dan/ atau
professional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang
sejenis. Misalnya memilikii program studi peternakan, pertanian. Contoh Institut :
Institut Negeri : IPB, ITS, IPB, ISI
Instiut Swasta : ISTA, INSTIPER, dll
3. Sekolah Tinggi :
Adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/ atau
profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Misalnya Sekolah Tinggi Seni Rupa,
(memiliki jurusan SeniLukis, Seni Patung), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Contohnya.
Sekolah Tinggi Negeri : STT Bandung, STTN, STAN
Sekolah Tinggi Swasta : STIE YKPN, STTNAS, STIKES, dll
4. Akademi :
Adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu
cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian tertentu. Lebih
menekankan pada keterampilan praktik kerja dan kemampuan untuk mandiri.
Contoh :
Akademi Negeri : AAU, AAL, AIP, ATK, APP
Akademi Swasta : ABA, YIPK, AA YKPN, AMIK, dll
5. Politeknik
Adalah serupa dengan Akademi, menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam
sejumlah bidang pengetahuan khusus. Bedanya dibandingkan dengan Akademi, politeknik
memberikan porsi lebih besar pada praktik. Contoh Politeknik :
Politeknik Negeri : Politek Manufaktur Bandung, Politek Negeri Jakarta
Polteknik Swasta : Politeknik API, Politeknik LPP, dll
2. Struktur Pendidikan Tinggi
Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu ;
a. Pendidikan Akademi
b. Pendidikan Profesional.
Pendidikan Akademi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan
ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta
memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademi diselenggarakan oleh Sekolah
Tinggi, Institut dan Universitas.
Pendidikan Profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan
keahlian tertentu, serta menggunakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau
menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi. Pendidikan profesional ini diselenggarakan oleh
akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute, dan universitas.
Pendidikan Akademi menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademi dan
diselenggarakan melalui program Sarjana (S1-Strata1) atau Program Pasca Sarjana. Program
pasca sarjana ini meliputi program Magister dan program Doktor (S2 dan S3).
Pendidikan Jalur Profesional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan profesional
yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2).
Jalur ini lebih mengutamakan untuk melatih mahasiswa agar menguasai pengetahuan yang
langsung dapat dipakaii dengan segera. 60 % muatan kurikulum proram diploma adalah mata
kuliah praktik.
3. Program Studi/Jurusan
Berikut beberpa program studi yang kami kelompokkan berdasarkan bidang ilmu,
diantaranya :
Program
No No Program Studi/Jurusan No. Program Studi/Jurusan
Studi/Jurusan
1 Matematika 1 Teknik Sipil 1. Perikanan
2 Fisika 2 Teknik Arsitektur 2. Peternakan
3 Kimia 3 Teknik Planologi 3. Kehutanan
Pengolahan Hasil
4 Statistik 4 Teknik Geodesi 4.
Pertanian
Teknologi Industri
5 Biologi 5 Teknik Fisika 5.
Pertanian
6 Ilmu Komputer 6 Teknik Kimia 6 Ilmu Tanah
Teknik Metalurgi & Budidaya Pertanian
7 Geofisika 7 7
Material (Agronomi)
Sosial Ekonomi
8 Astronomi 8 Teknik Nuklir 8
Pertanian(Agrobisnis)
Ilmu Hama Dan
9 Geografi 9 Teknik Geofisika 9
Penyakit Tumbuhan
10. Farmasi 10 Teknik Geologi
11 Teknik Pertambangan
12 Teknik Perminyakan
13 Teknik Industri
14 Teknik Elektro
15 Teknik Informatika
16 Teknik Mesin
18 Teknik Penerbangan
19 Teknik Perkapalan
20 Teknik Geomatika
Ilmu - Ilmu Ekonomi Ilmu Seni Dan Desain Ilmu Kesejahteraan Sosial
Program Program
No No. No. Program Studi/Jurusan
Studi/Jurusan Studi/Jurusan
Ekonomi Dan Studi
1 1 Seni Rupa Murni 1 Rehabilitasi Sosial
Pembangunan
Ekonomi Pengembangan Sosial
2 2 Desain Interior 2
Manajemen Masyarakata
Desain Komunikasi
3 Ekonomi Akuntansi 3
Visual
4 Ekonomi Islam 4 Desain Produk
5 Kriya Seni Tekstil
6 Digital Animation
1. Faktor Teknis
Sebelum tes masuk perguruan tinggi, Anda harus mempersiapkan peralatan yang mendukung
terhadap lancarnya tes tersebut. Kalau tes tersebut masih secara massal, maka Anda persiapkan
alat tulis/pensil 2B dan mengisi lembar jawab komputer yang benar. Apabila tes tersebut
menggunakan computer based, maka Anda harus menguasai perangkat teknologi informasi dan
teknis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang benar.
2. Faktor Psikologis
Kebiasaan positif dalam mengikuti tes uji coba (try out) dan latihan-latihan lainnya dapat
membentuk Anda percaya diri. Sikap percaya diri sangat penting untuk masuk ke PT.
3. Faktor Penguasaan Materi Tes
Untuk penguasaan materi, Anda perlu menguasai kisi-kisi soal yang berisi tentang pokok-pokok
bahasan yang keluar dalam tes dan persentase jumlah soal. Berdasarkan kisi-kisi inilah Anda
belajar, Anda menguasai materi, Anda mempersiapkan materi.
4. Faktor Strategi Pengerjaan Soal
Dalam setiap kesempatan mengikuti Tes Uji Coba (Try Out) dibiasakan mengerjakan soal
dimulai dari soal yang mudah. Jangan berambisi mengerjakan semua soal. Kebiasaan ini
digunakan saat mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi.
5. Faktor Strategi Memilih Jurusan / Program Studi
Konsultasi dalam memilih jurusan sangat penting dalam mengarahkan kemampuan akademik
Anda. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan kemampuan akademik hanya akan
mengakibatkan tidak diterimanya di Perguruan Tinggi
d. Tips Cara Masuk Perguruan Tinggi Favorit
Perguruan tinggi favorit menjadi harapan setiap calon mahasiswa/i. Berikut tips untuk
masuk ke perguruan tinggi favorit, diantaranya
1. Tentukan Pilihan, Langkah pertama adalah menentukan tujuan berikutnya. Setelah lulus
SMA/SMK/MA, maka kita akan dihadapkan pada persimpangan jalur. Kalaupun kita
memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, kita masih harus
menentukan pilihan.
2. Ukur Kemampuan Diri, Jika telah menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang
diinginkan, cobalah untuk mengukur diri. Bandingkan kemampaun diri masing-masing
dengan kualitas pilihan kita.
3. Tetapkan Alternatif, Pilihan memang sudah ditentukan, namun jangan hanya puas dengan
satu pilihan. Kita tentu harus menyiapkan back up plan jika pilihan pertama gagal.
4. Cari Informasi, Jauh-jauh hari sebelum memasuki dunia kampus, cobalah untuk mencari
informasi sebanyak mungkin. Di zaman modern ini, tentu tidak sulit untuk mencari informasi.
5. Perbanyak Ilmu, Perbanyaklah ilmu pengetahuan, terutama seputar jurusan yang akan
dipilih.
6. Jaga Kondisi Tubuh, Sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh kita, baik fisik maupun
mental.
7. Jalur Masuk Kuliah, Secara umum jalur masuk kuliah dibagi menjadi beberapa jalur :
SNMPTN, SBMPTN, Mandiri
MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS)
MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG
KECAMATAN CISATA KABUPATEN PANDEGLANG
Kp. Kubangkondang, Kondangjaya, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang Prov. Banten
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya memiliki sertifikat kursus atau
keterampilan
tambahan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami antara kursus dan pelatihan
3. Peserta didik/konseli dapat memahami tips memilih lembaga kursus atau pelatihan
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang memilih Lembaga Kursus Pelatihan
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….………………… ……………………….……………...
ASPEK
Relatif Relatif
WAKTU
lebih lama lebih singkat
FOKUS
Lebih berupa penambahan
pengetahuan secara
Menekankan learning by doing
keseluruhan, menanaman
dan pengusaan secara parsial
konsep
Relatif : Relatif :
BIAYA tergantung tergantung
Jenis Kursus Jenis Pelatihan
1. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli memahami proses menuju dunia kerja
2. Peserta didik/konseli dapat memahami persiapan sebelum masuk dunia kerja
3. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus diperhatikan untuk memasuki dunia
kerja
4. Peserta didik/konseli dapat memahami teknik membuat surat lamaran kerja
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pilihan Kiat sukses Masuk Dunia Kerja
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1.1. Membuka dengan salam dan berdoa
1.2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
[Link] tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
[Link] kesiapan kepada peserta didik
2. Tahap Inti
[Link] BK menayangkan media slide power point yang berhubungan dengan materi
layanan
[Link] didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan materi layanan
[Link] BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
[Link] BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6 orang
[Link] BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
[Link] didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
[Link] kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian kelompok lain
menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup
[Link] BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
[Link] BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam
hidupnya
[Link] BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
[Link] BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing-masing
peserta didik
dan Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain: merasakan
suasana yang
menyenangkan,pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaian yang menarik.
Kubangkondang, …………………..20…
Mengetahui;
Kepala MAS Muhammadiyah Guru BK,
Kubangkondang,
……………………….……………… ……………………….………………..
a. Proses Menuju Dunia Kerja
Proses menuju dunia kerja saat ini tidak mudah, banyak pesaing dan persyaratan yang diminta
oleh perusahaan terhadap calon tenaga kerja. Mendapatkan pekerjaan menjadi mudah apabila
calon tenaga kerja memiliki kompetensi atau kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Ada 2 faktor yang menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan, yaitu :
1. Faktor Internal
Faktor ini berasal dari dalam diri calon tenaga kerja. kadang kala kelemahan ini tidak
disadari. Adapun bentuknya sebagai berikut ;
- Sikap dan Mentalitas ( Attitude )
Menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan menyebabkan timbulnya sikap dan mental
keluh kesah. Keluh kesah ini sering muncul lewat ucapan, misalnya saya malas menyiapkan
persyaratan lamaran, saya sudah lelah, saya ingin dapat pekerjaan yang gajinya besar
pekerjaan mudah, saya sudah frustrasi, saya tidak mau lagi melamar pekerjaan, dan lain-
lainnya.
- Keahlian Kerja ( Skill )
Selain soal sikap dan mentalitas, masalah yang muncul adalah keahlian kerja. Keahlian kerja
merupakan pengetahuan khusus yang berguna untuk menyelesaikan berbagai persoalan di
tempat kerja. Kalau Anda mengandalkan kemampuan teori yang diperoleh dari bangku
sekolah, itu jauh dari memadai. Dalam dunia kerja dituntut penguasaan teori dan praktik.
2. Faktor Eksternal
Faktor ekternal merupakan faktor yang berada dari lingkungan. terdapat cukup banyak faktor
ekternal, diantaranya ;
- Kondisi ekonomi makro dan mikro
- Kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja, jauh lebih
banyak dibandingkan dengan lapangan kerja.
- Perusahaan pencari kerja menetapkan persyaratan yang relatif tinggi untuk karyawannya.
- Ketidakcocokan spesifikasi keahlian, antara permintaan dunia kerja dengan lulusan lembaga
pendidikan.
- Adanya budaya Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) yang belum sepenuhnya bersih dalam
birokrasi swasta maupun pemerintah dalam hal perekrutan tenaga kerja baru.
- Kompetisi antarpelamar pekerjaan yang tidak sehat.
- Kurangnya kepedulian pihak pemilik perusahaan dan industri untuk membantu para pencari
kerja.
3) Alinea Pertengahan
Dalam paragraf pertengahan ini pelamar perlu menjelaskan hal-hal berikut : pendidikan,
pengalaman kerja, sikap, minat, aktifitas dan kualitas.
a. Saya adalah lulusan SMA, saya pernah bekerja sebagai staf Administrasi di ..….
b. Saya adalah lulusan SMA, memiliki sikap percaya diri, pernah mengikuti oranisasi …..
4) Alinea Penutup
Paragraf terakhir ( penutup ) surat lamaran kerja umumnya berisi suatu harapan akan
tindakan ( action ).
a. Saya sangat menantikan jawaban dari Bapak
b. Atas perhatian Bapak pada surat lamaran ini, saya ucapkan ...
c. Saya sangat senang untuk bertemu dengan Bapak pada waktu ...
5) Salam penutup
Salam penutup ini mengakhiri isi surat, yaitu ;
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Hormat kami
Dengan hormat,
Dengan ini mengajukan lamaran kerja sekiranya pada perusahaan Bapak terdapat lowongan
pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan saya.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan foto kopi Ijazah terakhir, foto
kopi Sertifikat Kursus/Pelatihan, Daftar Riwayat Hidup, Keterangan Kesehatan serta Pas
Foto.
Saya berkeinginan untuk maju dan sanggup bekerja keras, serta yakin akan dapat
bekerjasama di perusahan yang bapak pimpin.
Jawaban dan kebijaksanan Bapak saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
KURNIAWAN
Berdasarkan informasi resmi dari Bapak melalui Bursa Kerja Khusus SMA Paramitra
Pandeglang pada tanggal 21 Juli 2016, tentang lowongan kerja pada R.S. PARAMEDIKA,
dengan hormat saya mengajukan lamaran kerja untuk bidang Administrasi dan Keuangan.
Usia saya 19 tahun, lulusan SMA Paramitra, Jurusan/Kelompok Peminatan “Ilmu-ilmu
sosial (IPS) tahun 2022, saya memiliki persyaratan yang ditetapkan dan juga telah memiliki
sertifikat kursus/pelatihan. Selanjutnya saya sanggup bekerja keras dan berusaha untuk
menguasai bidang pekerjaan dalam waktu singkat.
Adapun berkas kelengkapan surat lamaran sebagaimana yang telah Bapak tetapkan saya
lampirkan bersama surat ini.
Hormat Saya,
FARADILA
Kepada Yth
PIMPINAN PARAMITRA FINANCE
Jl. Parangtritis km 10 no. 121 Bantul
Pandeglang
Dengan hormat,
Menunjuk iklan Bapak pada harian Kedaulatan Rakyat tanggal 20 juli 2016, saya
mengajukan lamaran kerja untuk jabatan sekretaris seperti yang dimaksud dalam iklan
tersebut.
Usia saya 20 tahun, lulusan SMA Paramitra program Studi Sekretaris. Saya telah memiliki
SIM C, dan saat ini sedang mengikuti kursus bahasa Inggris. Selama ini saya belum
bekerja, tetapi berkat mengikuti mengikuti suatu kursus dan pelatihan teratur selama
pendidikan, saya yakin akan dapat melaksanakan tugas sesuai harapan Bapak.
Hormat Saya,
ANNISA
Kepada Yth.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sleman
Di Komplek Pemerintah Kabupaten
Dengan hormat,
Bermaksud untuk mengajukan lamaran kerja sebagai Staff Administrasi pada dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sleman. Saya lulusan SMA (IPS) tahun 2016
Hormat saya,
BUDIYANTO
PENDIDIKAN:
1997-2003 : SD Babadan Baru Pandeglang
2003-2006 : SMP N 1 Sleman
2006-2008 : SMA N 1 Paramitra Pandeglang
ORGANISASI:
2005-2006 : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
SMP N 1 Sleman Pandeglang
2007-2008 : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
SMA N 1 Paramitra Pandeglang
2007-2008 : Karang Taruna Parikesit Kantor Cabang Pandeglang
Dhani Sumitra
Sumber Buku :
Amirah, Diniyati. (2012). Bullying Versus Tantrum sebagai Perilaku Agresif pada
Anak dan Aplikasi Konseling dalam Mengatasinya. Prosiding Seminar
Internasional Bimbingan dan Konseling. Padang, 14 Januari 2012.
Fatimah, S. (2019). Hubungan Self Control dengan Perilaku Off Task Behavior
Siswa di Sekolah SMP PAB 2 Helvetia. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.
Sumber Jurnal :
Esanti, R. L. N., Ramli, M., dan Yuniastuti. (2020). Bentuk-Bentuk Perilaku Off-
Task dan Upaya Penanganan Guru Kelas di Madrasah Ibtida’iyah.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 5(1): 94-
100.
Febrianti, Y. E., dan Suhaili, N. (2021). Analisis Perilaku Off-Task Siswa. Jurnal:
Penelitian Guru Indonesia. 6(1): 1-5.
Halimah, Bakar, A., dan Nurbaity. (2020). Analisis Faktor Penyebab Perilaku
Off-Task Siswa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling.
5(1): 48-54.
Siti Raminah (2016) Jurnal: "Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling" Universitas
Negeri Padang.
Lisa, J. L., Ariesta, R., dan Purwadi, A. J. (2018). Analisis Interaksi Guru dan
Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XII SMP
Negeri 15 Kota Bengkulu. Jurnal: Ilmiah Korpus. 2(2): 270-282.
Sumber Perundang-undangan :