ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
Penyakit infeksi akut
1. Pengertian
sistem saraf pusat yang
disebabkan oleh virus
rabies yang termasuk
genus Lyssa-virus, family
Rhabdoviridae dan
menginfeksi manusia
melalui gigitan hewan
yang terinfeksi (anjing,
monyet, kucing, serigala,
kelelawar). Rabies hampir
selalu barakibat fatal
jika post-exposure
prophylaxis tidak diberikan
sebelum onset gejala
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 2 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
berat. Virus rabies bergerak ke
otak melalui saraf perifer.
Masa inkubasi
dari penyakit ini tergantung
pada seberapa jauh jarak
perjalanan virus
untuk mencapai sistem saraf
pusat, biasanya mengambil
masa beberap
Penyakit infeksi akut
sistem saraf pusat yang
disebabkan oleh virus
rabies yang termasuk
genus Lyssa-virus, family
Rhabdoviridae dan
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 3 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
menginfeksi manusia
melalui gigitan hewan
yang terinfeksi (anjing,
monyet, kucing, serigala,
kelelawar). Rabies hampir
selalu barakibat fatal
jika post-exposure
prophylaxis tidak diberikan
sebelum onset gejala
berat. Virus rabies bergerak ke
otak melalui saraf perifer.
Masa inkubasi
dari penyakit ini tergantung
pada seberapa jauh jarak
perjalanan virus
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 4 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
untuk mencapai sistem saraf
pusat, biasanya mengambil
masa beberap
Penyakit infeksi akut
sistem saraf pusat yang
disebabkan oleh virus
rabies yang termasuk
genus Lyssa-virus, family
Rhabdoviridae dan
menginfeksi manusia
melalui gigitan hewan
yang terinfeksi (anjing,
monyet, kucing, serigala,
kelelawar). Rabies hampir
selalu barakibat fatal
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 5 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
jika post-exposure
prophylaxis tidak diberikan
sebelum onset gejala
berat. Virus rabies bergerak ke
otak melalui saraf perifer.
Masa inkubasi
dari penyakit ini tergantung
pada seberapa jauh jarak
perjalanan virus
untuk mencapai sistem saraf
pusat, biasanya mengambil
masa beberap
Penyakit infeksi akut sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies
yang termasuk genus Lyssa-virus, family Rhabdoviridae dan menginfeksi
manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi (anjing monyet, kucing,
serigala, kelelawar). Rabies hampir selalu barakibat fatal jika post-exposure
prophylaxis tidak diberikan sebelum onset gejala berat. Virus rabies bergerak
ke otak melalui saraf perifer. Masa inkubasi dari penyakit ini tergantung pada
seberapa jauh jarak perjalanan virus untuk mencapai sistem saraf pusat, biasanya
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 6 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
mengambil masa beberapa bulan
Prosedur ini di buat
2. Tujuan
dimaksudkan agar petugas
kesehatan di Puskesmas
Mrican dapat melakukan
penanganan penyakit rabies
dengan baik d
Prosedur ini di buat
dimaksudkan agar petugas
kesehatan di Puskesmas
Mrican dapat melakukan
penanganan penyakit rabies
dengan baik d
Prosedur ini di buat dimaksudkan agar petugas kesehatan di Puskesmas
Jati Ranggon dapat melakukan penanganan penyakit rabies dengan baik dan benar
3. Kebijaka SK Kepala Puskesmas Jati Ranggon No. Tahun tentang Penanganan Rabies
n
4. Referensi Buku Saku Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
ZOONOSIS ( RABIES )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 7 dari 7
Ka UPTD Puskesmas Jati
PUSKESMAS JATI
Ranggon
RANGGON
Dr. Hemalia, MKKK
di Indonesia
5. Langkah- a. Petugas menerima pasien
langkah
b. Petugas melakukan anamnesa pada pasien kapan digigit HPR, dimana
lokasi gigitan,apakah HPR pernah di vaksin.
c. Pencucian luka dengan sabun dibawah air mengalir selama 15 menit
d. Pemberian Antiseptik ( Alkohol 70 % atau Povidone Iodine ) disekitar
luka gigitan
e. Pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan penanganan kasus gigitan HPR
f. Membuat laporan kasus GHPR ke Dinas Kesehatan.
6. Unit Pendaftaran, IGD, Farmasi.
terkait