6 CONTROL VALVE
Control valve adalah komponen dalam sistem hidraulik yang mengatur variabel-variabel hydraulik, yaitu
tekanan dan flow atau aliran. Karena ada dua variabel tersebut maka ada dua jenis control valve, yaitu :
Flow control valve
Presseure control valve
FLOW CONTROL VALVE
Flow control valve berfungsi untuk mengatur baik kuantitas maupun arah aliran fluida di dalam sistem
hidraulik. Terdapat berbagai variasi dari flow control valve ini. Namun yang akan kita bahas di sini hanya
berberapa saja yang sering sekali di jumpai pada alat berat.
Directional Control Valve
Check Valve & Check Valve with orifice
Flow Divider
Directional Control Valve
Gambar 91
Directional Control Valve (DCV) digunakan untuk mengarahkan oli menuju sirkuit yang berbeda pada
sistem hidrolik (Gambar 91). Kapasitas aliran maksimum dan tekanan yang turun saat melewati valve
merupakan pertimbangan utama.
Directional control valve dapat dikombinasikan dengan manual, hidrolik, pneumatic dan kontrol elektronik.
Faktor ini umumnya ditentukan selama melakukan desain sistem untuk pertama kali. Directional control
valve mengarahkan aliran oli menuju sistem hidrolik. Dengan kata lain merupakan komponen dimana operator
mengontrol mesin. Directional control valve mengarahkan suplai oli menuju aktuator pada sistem hidrolik.
Valve body dilubangi, dihaluskan dan kadang lubangnya di keraskan dengan perlakuan panas.
Saluran Inlet dan outlet dilubangi dan diberi ulir. Valve spool dibuat dengan mesin dengan bahan high-
grade steel. Beberapa valve spool dikeraskan dengan perlakuan panas, digerinda dan dihaluskan hingga
mencapai ukuran tertentu. Valve spool lainnya ada yang di chrome plated, digerinda dan dipolish hingga
ukuran [Link] body dan valve spool kemudian dirangkai sesuai spesifikasi rancangan. Ketika
dirakit, valve spool adalah satu-satunya komponen yang dapat bergerak.
Simple Spool DCV
Gambar 92
Spool yang ditunjukkan Gambar 92, merupakan double acting silinder yang sedang beroperasi, dengan
mengarahkan aliran pada salah satu ujung silinder. Saluran A dan B merupakan saluran silinder, saluran
P merupakan tekanan oli dari pompa. Saluran T merupakan oli yang dikembalikan ke tangki
Valve Ditengah
Oli menuju silinder ditutup oleh posisi spool.
Valve bergerak kekiri
Oli dapat mengalir dari saluran P ke saluran sillinder A dan oli dapat juga mengalir dari sisi yang tidak
aktif dari double acting silinder melalui B menuju tangki (T).
Valve bergerak kekanan
Oli saat ini dapat mengalir dari saluran P ke saluran silinder B. Oli juga dapat mengalir dari sisi double
acting silinder yang tidak aktif melalui saluran A, selanjutnya menuju tangki (T).
Open Centre Directional Control Valve
Gambar 93 Directional control valve dalam posisi diam
Open centre valve memiliki saluran yang didesain didalam valve body casting yang memungkinkan
seluruh aliran inlet, ketika spool diposisi netral atau posisi tengah-tengah, mengalir menuju bypass area.
Aliran yang terdapat pada valve kembali ke tangki atau tersedia untuk valve lainnya yang terhubung
secara seri ke valve yang pertama.
Keuntungan open centre valve adalah pompa dapat bekerja dengan ringan ketika posisi valve netral dan
meminimalkan jenaikan tekanan.
Kelemahan rancangan ini adalah terjadinya sedikit waktu tunda ketika valve mulai dibuka untuk
menaikkan tekanan didalam sistem.
Gambar 93 menunjukkan diagram potongan open centre directional control valve yang umum pada posisi
HOLD.
Pada posisi HOLD, aliran oli dipompakan menuju valve body, kesekitar valve spool dan kembali ke
tangki. Valve spool juga menutup jalur oli menuju rod end dan head end silinder.
Contoh directional control valve diatas juga dilengkapi load check valve. Pada posisi hold, load check
valve memiliki spring tension dibelakangnya, untuk menjaga valve tertutup dan mencegah terjadinya
silinder implement turun dengan sendirinya (drift)
Gambar 94 Posisi naik
Gambar 94 menunjukkan valve spool ketika dengan tiba-tiba spool digerakkan keposisi naik (RAISE).
Ketika valve spool digerakkan, Valve spool menutup aliran oli yang dipompakan ke tangki sehingga aliran oli
dari pompa membuka load check valve. Valve spool juga terhubung dengan head end silinder dan oli
dibelakang load check valve dan rod end silinder terhubung ke saluran tangki. Load check valve mencegah oli
pada head end silinder mengalir menuju saluran oli dari pompa. Aliran oli pompa yang tertutup menyebabakan
naiknya tekanan oli .
Hal ini mencegah terjadinya drift pada implement hingga tekanan pompa naik.
Gambar 95
Peningkatan tekanan oli yang berasal dari pompa akan sanggup melawan tekanan dibelakang load
check valve dan mendorong valve.
Oli dari pompa mengalir melewati load check valve dan disekitar valve spool menuju head end silinder.
Oli pada rod end silinder mengalir melewati valve spool ke tangki. Kejadian sebaliknya akan terjadi jika
DCV digerakkan ke posisi LOWER.
Closed centre, directional control valve
Gambar 97 Directional control valve dengan line / saluran bypass tertutup / close
Closed centre valve tidak memiliki bypass passage dan menutup seluruh aliran oli pada valve ketika
spool diposisi netral atau diposisi tengah-tengah. Tipe valve ini menggunakan variable displacement pump
dimana aliran sistem pada posisi netral tidak dan pompa sedang berada pada posisi “cut off” atau “standby”.
Gambar 97 memperlihatkan tipe closed centre mobile spool valve. Closed centre valve dapat juga
merupakan kombinasi inlet spool dengan outlet poppet atau inlet poppet dengan outlet poppet.
Keunggulannya adalah diperoleh pengontrolan valve inlet dan valve outlet sendiri-sendiri (independent)
sehingga diperoleh pengontrolan valve yang fleksibel.
Gambar 98 Valve spool ganda dengan rancangan bypass tengah
Gambar 98 memperlihatkan multiple spool, open centre valve, saluran bypass yang berada ditengah-
tengah.
Pada Gambar 9 8, valve sebelah kiri berada pada posisi netral dan bypass mengarahkan aliran oli sesuai
dengan settingan tekanan bypass menuju bagian valve berikut. Pada valve yang berada ditengah terlihat
bypass bekerja ketika valve digerakkan mengalirkan oli menuju saluran B; dan pada valve sebelah
kanan, valve digerakkan untuk mengalirkan oli ke saluran A. Sebelum aliran oli bekerja pada valve
tengah dan kanan, bypass harus terlebih dahulu bergerak kebawah supaya oli dapat mengalir menuju
masing-masing valve. Seperti ditunjukkan pada valve tengah, ketika spool digerakkan cukup jauh, bypass
akan tertutup dan aliran akan langsung ke port B.
Multiple spool valve umumnya didesain secara seri atau seri parallel. Valve dengan desain seri biasanya
lebih murah dengan tekanan maximum sistem tidak terlalu tinggi, umumnya 2000 psi (13790kPa) atau
lebih rendah. Semua aliran disediakan untuk setiap bagian valve secara maksimal. Desain ini tidak terlalu
menguntungkan pada aplikasi dimana panas dan konsumsi energi merupakan hal yang lebih
diutamakan.
Desain seri parallel (Gambar 98) merupakan tipe yang paling umum digunakan pada multiple spool valve.
Desain ini memungkinkan adanya tekanan operasi tersendiri untuk masing-masing bagian, aliran oli akan
mengikuti jalur yang memiliki tahanan terendah dan bagian dengan tekanan terendah akan memiliki
kecendrungan mendapatkan semua aliran, kecuali operator dapat meminimalkan hal ini dengan
melakukan pengaturan.
Check Valve
Gambar 96
Kegunaan check valve adalah untuk memungkinkan oli mengalir ke salah satu arah, tapi tidak dapat
mengalir ke arah sebaliknya.
Check valve sering kali disebut juga ‟one way‟ check valve terdiri dari spring dan dudukan tirus seperti
ditunjukkan gambar diatas. Namun selain dudukan tirus, sering juga digunakan bola bulat. Check valve
dapat juga mengambang bebas atau tidak dilengkapi spring.
Pada valve sebelah kiri (Gambar 96), ketika tekanan oli yang dipompakan melawan check valve
ditambah gaya pegas ringan pada check valve, check valve membuka dan memungkinkan oli mengalir
menuju implement.
Pada valve sebelah kanan, ketika tekanan oli yang dipompakan lebih rendah dari tekanan oli di
implement, Check valve menutup dan mencegah implement oli mengalir balik.
Check valve dengan fixed orifice
Gambar 104
Gambar 104 menunjukkan contoh check valve dengan orifice tetap yang umum digunakan pada
peralatan konstruksi.
Orifice tetap berupa lubang pada bagian tengah check valve. Ketika oli mengalir kearah yang normal,
valve terbuka dan memungkinkan oli mengalir disekitar valve juga mengalir melewati orifice. Ketika oli
mengalir dengan arah yang berlawanan, valve tertutup. Semua aliran balik harus mengalir melewati
orifice yang mengontrol aliran oli.
Variable Orifice
Gambar 105
Gambar 105 menunjukkan variabel orifice berbentuk needle valve. Pada needle valve, posisi ujung valve terhadap
dudukan valve mengubah besarnya orifice.
Aliran oli melalui needle valve akan berbelok 90° dan mengalir melewati ujung valve dan dudukan valve.
Needle valve merupaka salah satu yang sering digunakan sebagai variabel orifice.
Ketika valve stem diputar berlawanan arah jarum jam, orifice bertambah besar dan aliran yang melalui
valve meningkat.
Ketika valve stem diputar clockwise, orifice mengecil dan aliran yang melewati valve berkurang.
Gambar 106
Gambar 106 adalah contoh bagaimana variable orifice dapat digunakan mengontrol kecepatan operasi
silinder.
Flow Divider
Gambar 107
Flow divider dapat berupa gear atau spool. Fungsinya adalah untuk membagi aliran menuju dua cabang
yang berbeda dengan kecepatan aliran yang sama. Bagaimanapun, dengan penggunaan desain spring
dan spool, atau penggunaan different gear displacement, masih mungkin untuk diperoleh perbedaan
perbandingan aliran pada kedua cabang.
Flow divider tipe gear (Gambar 107) hampir sama dengan gear motor double, triple, atau lebih). Jenis ini
menggunakan inlet yang sama dan beberapa bagian gear yang dijaga memiliki kecepatan yang sama
oleh sebuah shaft. Dengan kata lain, aliran masuk dibagi ke masing-masing bagian gear. Dapat juga
terpasang lebih dari dua bagian gear untuk menghasilkan lebih dari dua cabang aliran. Volume aliran
pada masing-masing cabang dipengaruhi juga oleh efisiensi volumetrik masing-masing bagian gear.
Gambar 108
Flow divider tipe spool (Gambar 108) lebih umum digunakan dan lebih mudah dipasang pada sirkuit
hidrolik atau dapat digabung dengan outlet cover pompa. Desainnya memungkinkan tersedianya output
yang proporsional pada masing masing cabang atau memprioritaskan pada salah satu cabang. Ketika
digunakan sebagai priority valve, aliran diprioritaskan pada salah satu cabang terlebih dahulu dan
kemudian baru ke cabang selanjutnya ketika aliran pada cabang utama sudah memadai.
Ketika keakuratan pembagian aliran pada setiap cabang merupakan hal yang lebih kritikal terhadap
aplikasi, tambahan perlengkapan dapat terpasang pada flow divider tipe spool untuk menghindari
terjadinya perbedaan output ketika tekanan tekanan inlet dan outlet berubah.
PRESSURE CONTROL VALVE
Pressure control valve disebut juga relief valve. Fungsi relief valve untuk menyediakan perlindungan
terhadap sistem hidrolik sehingga komponen-komponen pada sistem tidak mengalami kerusakan,
keausan atau menghindari terjadi pecahnya jalur oli seperti hose dan pipa serta mencegah kebocoran
pada sambungan. Relief valve melakukan fungsi ini dengan membuang tekanan pada saat settingan
relief valve tercapai.
Relief valve membuka ketika tekanan pada sistem melampaui gaya spring pada relief valve. Spring
menahan relief valve pada posisi tertutup. Ketika tekanan fluida meningkat ke titik yang telah melampaui gaya
spring, relief valve terbuka dan mengalirkan oli menuju reservoir. Proses ini disebut “relieving”, atau
pembatasan tekanan fluida sistem.
Gambar 99
Gambar 99 menunjukkan relief valve gerakan langsung dimana sebuah ball atau poppet ditahan pada
posisi tertutup oleh adjustable spring. Hal ini menutup aliran menuju tangki. Valve ini dapat diatur secara
manual. Ketika tekanan pompa (p) melampaui gaya pegas, valve bergerak dari dudukannya,
memungkinkan oli langsung mengalir ke tangki (T) dan tekanan pada sistem berkurang atau terbuang.
Simple Pressure Relief Valve, Cracking Pressure
Gambar 100
Gambar 100 diatas menunjukkan simple relief valve pada posisi „cracking pressure‟
Simple relief valve (direct acting relief valve) tertutup oleh gaya tekan spring. Spring tension diatur ke
posisi settingan ’relief pressure’. namun relief pressure setting bukanlah tekanan valve mulai membuka.
Ketika terbentuk kondisi yang menyebabkan tahanan aliran oli normal pada sirkuit, aliran oli yang
berlebihan menyebabkan tekanan oli meningkat. Peningkatan tekanan oli akan dirasakan oleh relief
valve.
Ketika gaya akibat peningkatan tekanan oli melawan gaya spring relief valve, valve bergerak melawan
spring dan mulai membuka. Tekanan yang dibutuhkan supaya valve mulai membuka disebut ’cracking
pressure’. Bukaan valve hanya cukup untuk membuang kelebihan aliran oli mengalir melaluinya menuju tangki.
Simple Pressure Relief Valve, Relief Pressure Setting
Gambar 101
Peningkatan tahanan aliran oli (Gambar 101) akan meningkatkan kelebihan volume oli dan meningkatkan
tekanan sirkuit. Peningkatan tekanan sirkuit akan melawan gaya spring dan kemudian relief valve
terbuka.
Proses ini akan berulang-ulang hingga volume maksimum oli (aliran pompa maksimal) mengalir memalui relief
valve. Hal ini disebut relief pressure setting.
Relief valve yang sederhana umumnya digunakan pada kondisi tingkat kelebihan volume oli rendah atau pada
saat dibutuhkan response yang cepat. Hal ini menyebabkan relief valve sederhana ideal untuk membuang
tekanan kejut atau sebagai safety valve.
Pilot Operating Relief Valve
Posisi tertutup / close
Gambar 102
Pilot operated relief valve (Gambar 102) sering digunakan pada sistem yang membutuhkan volume oli
yang besar dan perbedaan yang kecil antara cracking pressure dan full flow pressure.
Pada pilot operated relief valve, pilot valve (simple relief valve) mengontrol main unloading valve. Memiliki
ukuran yang kecil dan tidak dapat mengalirkan volume oli dalam jumlah besar. Spring pada pilot valve
lebih kecil sehingga memungkinkan dilakukan pengontrolan tekanan sistem dengan presisi. Hal ini
menyebabkan perbedaan antara pilot valve cracking dan maximum pressure diposisi minimal.
Unloading valve dapat mengalirkan semua aliran oli pompa pada kondisi maximum relief pressure.
Unload valve menggunakan tekanan oli dari sistem supaya tetap tertutup. Oleh karenan itu, spring
unloading valve tidak dibutuhkan yang kuat dan berat dan akan memungkinkan pengontrolan tekanan bukaan
lebih presisi.
Oli dari sistem mengalir menuju relief valve housing, melalui unloading valve orifice dan mengisi
unloading valve spring chamber. Oli pada unloading valve spring chamber menyentuh area yang kecil
pada pilot valve. Hal ini memungkinkan pilot valve menggunakan spring yang kecil untuk mengontrol
tekanan tinggi. Ketika tekanan oli pada sistem meningkat, tekanan pada unloading valve spring chamber
juga meningkat dan tekanan oli akan sama pada kedua sisi unloading valve.
Kombinasi gaya tekanan oli pada unloading valve spring chamber dan gaya spring pada bagian atas
unloading valve akan memiliki nilai yang lebih besar dibanding tekanan oli dibagian bawah valve. Gaya
kombinasi pada spring chamber menjaga unloading valve tertutup.
Posisi terbuka
Gambar 103
Ketika tekanan oli pada sistem melampaui setting pilot valve spring setting (Gambar 103), pilot valve
terbuka. Terbukanya pilot valve memungkinkan oli pada unloading valve spring chamber mengalir
menuju tangki. Pilot valve opening (orifice) lebih besar dari unloading valve orifice.
Oleh karena itu, aliran oli melewati pilot valve akan lebih cepat dibanding yang melewati unloading valve
orifice. Hal ini memungkinkan turunnya tekanan pada unloading valve spring chamber. Gaya karena
tekanan oli sistem menggerakkan unloading valve melawan spring. Aliran oli dari pompa yang berlebihan
mengalir melalui throttling hole pada unloading valve menuju tangki. Throttling hole memungkinkan
unloading valve membuang sejumlah volume oli yang dibutuhkan untuk menjaga tekanan pada nilai
tertentu.
ISO SYMBOL VALVE
Directional control valve
Gambar 113 penutup valve dan port
Simbol dasar directional control valve (Gambar 113) terdiri dari sebuah atau lebih basic envelope seperti
terlihat pada gambar simbol diatas. Jumlah envelope yang digunakan menunjukkan jumlah posisi
gerakan valve.
Saluran valve (port), atau titik sambungan inlet, outlet dan jalur kerja. Simbol pertama pada gembar
disebelah kiri memiliki dua port dan biasanya disebut two-way valve, jangan bingung dengan two-
position valve seperti terlihat pada gambar yang ditengah. Valves dapat memiliki berbagai posisi atau
port sesuai kebutuhan, meskipun yang umum berkisar antara 1-3 posisi, lima posisi atau lebih sedikit.
Dua simbol lainnya menunjukkan tipe port yang biasanya digunakan pada valve dengan tiga atau empat
jalur. Istilah valve dengan dua, tiga dan empat jalur bukan berarti valve-nya dua, tiga atau empat buah tetapi
menunjukkan jumlah port aliran yang tersedia.
Gambar 114 – Line / saluran internal
Garis dan panah dibagian dalam envelope digunakan untuk menunjukkan jalur dan arah aliran antara
port (Gambar 114). Dua tipe valve terlihat disini, normally blocked dan normally open. Istilah ini
menunjukkan kondisi aliran pada valve diposisi netral. Simbol valve selalu digambarkan pada posisi
netral atau posisi sedang tidak aktif.
Valve dikatakan berada pada kondisi neutral ketika tidak ada aliran atau tekanan pada sirkuit. Gerakan
valve spool atau envelope pada simbol grafis harus dilakukan dengan berimajinasi. Pada skematik
mesin yang lengkap, komponen selalu digambarkan pada posisi netral.
Gambar simbol sebelah atas (normally block) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua dan tiga
posisi valve dimana aliran normalnya terhambat pada posisi netral. Gambar simbol sebelah bawah
(normally open) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua dan tiga posisi valve yang normalnya
membuka aliran diposisi netral .
Gambar 115
Simbol pertama yang terlihat disebelah kiri Gambar 115 menunjukkan posisi valve normally closed. Hal
ini berarti valve spool dapat digerakkan sebagian, pada berbagai macam posisi atau terbuka penuh untuk
mengatur aliran melalui valve. Tanda panah menunjukkan aliran normal-nya satu arah, dari top port menuju
bottom port.
Simbol ditengah pada Gambar 115 menunjukkan normally closed valve dua posisi. Fungsi valve sangat
mirip dengan fungsi valve yang baru saja didiskusikan. Namum disamping valve spool mengatur aliran, valve
dapat berada pada posisi tertutup penuh dan terbuka penuh. Pada posisi netral, aliran ditutup, ditandai
dengan simbol “T". Pada posisi terbuka penuh, yang ditunjukkan oleh envelope sebelah kanan, oli dapat
mengalir pada dua arah. Hal ini ditunjukkan oleh panah dengan dua kepala. Bandingkan gambar ini
dengan simbol sebelumnya dimana aliran hanya pada satu arah yang ditunjukkan dengan panah dengan
satu kelapa.
Simbol yang terlihat disebelah kanan Gambar 115 menunjukkan posisi normally closed valve tiga posisi.
Gambar ini menunjukkan aliran menyilang (cross flow) diperoleh antara port ketika spool digerakkan ke
kiri. Biasanya, ketika simbol valve ditunjukkan sendiri-sendiri, port diberi label untuk menentukan suplai return
dan working port. Namun ketika komponen ditunjukkan pada skematik sirkuit yang komplit, garis penghubung
harus ditelusuri untuk menentukan bagian mana yang merupakan supply, return dan working port.
Valve dengan dua, tiga dan berbagai posisi dapat juga menunjukkan kemampuan pengaturan aliran. Hal
ini diperoleh dengan menambahkan garis horizontal yang parallel pada valve envelopes yang akan
dijelaskan pada slide berikut ini. Valves yang digambarkan hanya satu tidak memerlukan penambahan
garis horizontal.
Gambar 116
Terlihat pada sisi kiri Gambar 116 gambar potongan directional four-way control valve pada posisi
netral. Disebelah kanan terlihat simbol valve pada kondisi tengah-tengah atau kondisi netral. Arti dari
huruf label port adalah :
P - Supply dari pompa
T - Return dari tangki
A - Port yang bekerja
B - Port yang bekerja
Potongan valve pada gambar kiri atas merupakan open-centred type spool. Supplai aliran dari pompa
tidak terhambat dari working port “A” dan “B”, atau terhubung ke tangki. Pada kasus ini aliran suplai
akan memiliki hambatan yang kecil. Simbol disebelah kanan mengindikasikan semua terhubung (titik
sambungan) yang memungkinkan aliran yang bebas disemua port.
Gambar 117
Potongan pada Gambar 117 menunjukkan spool tipe closed-centre. Aliran suplai pompa tertutup oleh
spool valve terhadap housing sebelah kanan dan sebelah kiri working port “A” dan “B.”Port “A” dan “B”
juga ditutup oleh spool terhadap tangki. Simbol sebelah kanan menggunakan lambang “T” untuk
menyatakan port tertutup.
Gambar potongan dan simbol menunjukkan closed centre motor spool dimana kedua port "A" dan "B"
terhubung dengan tangki dan suplai pompa tertutup
Gambar potongan sebelah bawah dan simbol menunjukkan open centre valve tipe tandem. Suplai
pompa terbuka ke tangki karena adanya saluran dibagian dalam spool ketika port "A" dan "B" tertutup
keduanya. Meskipun tidak satupun simbol yang menunjukkan bahwa pada gambar diatas ada lubang
pada spool. Sekali lagi, harus diingat bahwa simbol digunakan untuk menunjukkan fungsi komponen
bukan konstruksi komponen. Valve ini disebut tandem-type valve karena selain memungkinkan aliran
pompa mengalir secara langsung ke tangki melalui port “T ", dapat juga diarahkan menuju bagian valve
lainnya melaui port “T." Oleh karena itu, valve dengan dua bagian disebut tandem atau seri, yang satu
dibelakang yang lainnya, valve kedua diberi aliran yang keluar dari valve pertama.
Pressure Control Valve
Gambar 118
Simbol pada Gambar 118 menunjukkan single valve envelope dengan aliran normally closed. Terlihat
juga tekanan sistem dirasakan melalui pilot line dan bekerja melawan gaya spring yang dapat diatur.
Tidak satupun dari simbol yang menunjukkan relief valve memiliki pilot dan relief poppet, atau tekanan
yang dirasakan melalui sebuah orifice.
Graphic simbol – Directional control valve
Gambar 119