PROPOSAL
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PELAYANAN DALAM
PENJUALAN PRODUK YOTTA CABANG SAMATA
DENGAN PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN SCAN
QR CODE DALAM TRANSAKSI NONTUNAI DI
KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA
OLEH :
MJ RISKA
06520180238
FAKULTAS SASTRA
PRODI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2022
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6
D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 8
A. Landasan Teori ............................................................................ 8
1. Efektivitas ................................................................................ 8
2. Komunikasi Pelayanan............................................................. 8
3. Pembayaran Non Tunai............................................................ 13
4. Scan QR Code ......................................................................... 13
B. Peneliti Relevan........................................................................... 21
C. Kerangka Konsep ....................................................................... 23
D. Definisi Operasional ................................................................... 24
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 25
A. Jenis Penelitian ........................................................................... 25
B. Lokasi Penelitian Dan Waktu ...................................................... 25
C. Jenis Dan Sumber Data ............................................................... 26
D. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 27
ii
E. Analisis Data ........................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................29
iii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu unsur yang penting dan perlu mendapat perhatian dalam
dunia usaha adalah keberadaan konsumen. Konsumen merupakan pemakai
barang atau jasa yang tersedia. Para konsumen pasti akan mencari produk -
produk barang atau jasa sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat
memuaskan dirinya. Seorang konsumen dalam memutuskan pembelian suatu
barang atau jasa, tentu mempunyai beberapa pertimbangan. Memahami
kebutuhan konsumen dan proses pembelian adalah dasar bagi suksesnya
pemasaran karena dengan demikian perusahaan dapat menyusun strategi yang
efektif untuk mendukung penawaran yang menarik bagi pasar sasaran
(Simamora, 2004).
Ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian,
yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan
pembelian. Model ini menekankan bahwa proses pembelian bermula sebelum
pembelian dan berakibat jauh setelah pembelian. Setiap konsumen tentu
melewati kelima tahap ini untuk setiap pembelian yang mereka buat
(Simamora, 2004).
Perkembangan system pembayaran di Indonesia telah memasuki
babak baru dengan munculnya Quick Response (QR) Code. Dengan QR Code,
2
transaksi pembayaran tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, tetapi
menggunakan saldo di akun penggunanya. Prinsip transaksi ini sebenarnya
serupa dengan transfer saldo antar rekening bank ; akan ada perpindahan dana
dari pemilik rekening satu ke yang lainnya. Bedanya, transaksi ini tak lagi
memerlukan nomor rekening tujuan transfer seperti Ketika melakukan transaksi
melalui aplikasi mobile banking dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Pengguna yang ingin memindahi dana, cukup memindai kode yang
dimiliki pengguna yang dituju. Ketika kode berhasil terekam, maka proses
transfer dana berhasil dilakukan sesuai dengan nominal transfer yang disetujui
penggunanya. Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menyediakan jasa
keuangan ini, seperti : Gojek Indonesia yang memiliki dompet digital bertajuk
Gopay, T-Cash dari Telkomsel, OVO dari Visionet International, DANA,
danberbagai Bank yang telah memperbarui fiturnya dengan penggunaan Scan
Code sebagai system pembayaran baru yang terdapat pada Mobile Banking.
Segala kemudahan tentunya akan diberikan kepada konsumen.
Tujuannya selain membuat konsumen nyaman, juga untuk meningkatkan
pelayanan dari setiap usaha yang mereka bangun. Dengan perkembangan
zaman saat ini, sebisa mungkin semua serba mudah dan instan.
Era digital telah mengubah gaya hidup manusia termasuk dalam
hal pembayaran. Masyarakat saat ini lebih menyukai pembayaran non tunai
dibanding tunai. Hal ini dikarenakan tidak sedikit dari masyarakat kini jarang
memegang uang tunai. Kehadiran QR Code menjadi solusi pembayaran non
tunai yang lebih praktis, tidak perlu menunggu pengembalian uang. Maraknya
3
system pembayaran non tunai disaat pandemic tentu diharapkan dapat memberi
kemudahan kepada masyarakat sekaligus dianggap sebagai salah satu cara
efektif menghindari penularan virus Covid-19 dengan mengurangi kontak
langsung.
Makin banyak alat pembayaran berjejer di meja kasir tidak cuma alat
print struk atau mesin EDC (Electronic Data Capture). Seiring perkembangan
teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, pilihan sistem pembayaran pun
semakin beragam, salah satu yang teranyar adalah menggunakan sistem
QR Code atau QR Code Payment.
Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan, QR Code atau kode
QR adalah sebuah kode matriks (kode dua dimensi) yang dibuat pertama kali
oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994. The “QR” berasal dari
kata “Quick Response“. Sesuai namanya kode ini diciptakan agar kamera
digital mampu dengan cepat dan mudah membaca kode/ kalimat/ data yang
terkandung di dalamnya.
Hal ini menjadikan tugas untuk para pengusaha dalam membuat
kemudahan bertransaksi. Maka hadirnya Scan QR Code sebagai sebuah solusi
atau ide yang dapat memudahkan sebuah usaha dalam transaksi pembayaran.
Pelanggan tidak perlu antri dan menunggu lama uang kembalian. Dengan
memanfaatkan bantuan teknologi QR Code yang terhubung langsung ke
android, sehingga pemesanan hanya dilakukan dengan cara mengaktifkan
aplikasi pembayaran, scan QR Code, ketik jumlah pembayaran, dan proses
pembayaran selesai.
4
Sebenarnya, teknologi QR code ini awalnya digunakan kalangan
industri manufaktur untuk melakukan inventarisir barang-barang produksinya.
Namun lambat laun mulai bergeser ke fungsi-fungsi lainnya. Kalau
diperhatikan, sistem memindai kode batang (Code scanning) selama ini sudah
kerap digunakan untuk menandai produk-produk yang dijual di pasar modern,
seperti minimarket, supermarket, toserba, dan lainnya.
Code tersebut berisi sejumlah informasi mulai dari jenis atau nama
produk beserta harganya. Sehingga memudahkan kasir menghitung jumlah
belanjaan. Bila Anda belanja di supermarket, ketika akan menyelesaikan
belanja dan akan melakukan pembayaran, maka Anda bisa melihat sang Kasir
memindai kode yang tertera di sepotong kertas tertempel di setiap produk pada
mesin pemindai (scanner), hingga muncul nama dan harga produk di layar
komputer kasir.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, Code scanner ini
diaplikasikan pada sistem pembayaran. Harapannya, pembayaran bisa
dilakukan secara nontunai yang efektif dan efisien, karena selain cashless,
juga paperless sebab tak perlu ada struk alias bukti pembayaran tercetak di
kertas.
Hal tersebut yang membuat akhirnya banyak perintis usaha kecil
hingga besar melirik system pembayaran baru ini. Melihat begitu banyaknya
kemudahan yang diberikan hanya dengan memindahi Code saja. Restoran
khususnya hingga usaha kecil hingga menengah mulai menerapkan system Scan
5
QR Code ini pada usaha rintisan mereka. Salah satunya, yang ramai kita jumpai
yaitu usaha Minuman Kekinian yang tengah marak di perdagangkan.
Minuman kekinian saat ini tidak bisa dipungkiri mengambil porsi
banyak dalam proses transaksi jual-beli yang dilakukan oleh masyarakat. Mulai
dari berbagai jenis kopi, jenis olahan susu, juga minuman blend lainnya dengan
tambahan boba. Bukan lagi hal yang baru, namun sudah jadi kebiasaan dan
bahkan bisa jadi jajanan utama yang pasti dibeli oleh banyak orang. Dengan
harga yang variative dan berbagai jenis minumannya, para pengusaha minuman
saat ini mulai saling bersaing menciptakan ide jualan yang menarik.
Sekarang sudah semakin banyak usaha yang mulai menggunakan
metode pembayaran Scan QR Code. Salah satunya usaha minuman kekinian
yang sedang ramai di Makassar yaitu YOTTA. Penulis mengambil tempat
penelitian di usaha ini, dikarenakan YOTTA adalah brand minuman asli dari
Kota Makassar. Brand minuman inipun merupakan brand yang paling laris dan
memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan uraian diatas, maka pada tugas akhir ini akan dilakukan
penelitian dengan judul “Efektivitas Komunikasi Pelayanan YOTTA Cabang
Samata dengan Penggunaan Metode Pembayaran Scan QR Code Dalam
Transaksi Non Tunai di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa” yang
diharapkan mampu memudahkan proses pembayaran konsumen, serta
meningkatkan pelayanan pada suatu usaha dengan bantuan kode QR.
6
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya
maka rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana efektivitas komunikasi pelayanan dalam penjualan produk
YOTTA Cabang Samata dalam penerapan metode pembayaran baru non
tunai dengan Scan QR Code?
2. Bagaimana penggunaan metode pembayaran Scan QR Code dalam
bertransaksi non tunai pada YOTTA Cabang Samata?
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang dari rumusan masalah yang telah
dipaparkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui efektivitas komunikasi pelayanan dalam penjualan
produk YOTTA Cabang Samata dalam penerapan metode pembayaran
baru non tunai dengan Scan QR Code.
2. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode pembayaran Scan QR
Code dalam bertransaksi non tunai di YOTTA Cabang Samata.
D. MANFAAT PENELITIAN
Adapun beberapa manfaat penelitian sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
Efektivitas Pelayanan YOTTA Cabang Samata dalam Penerapan Metode
Pembayaran Baru Non tunai dengan Scan QR Code. Serta memberikan
tambahan wawasan mengenai kajian Ilmu Komunikasi dan kaitannya
dengan komunikasi pelayanan.
7
2. Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi
pihak-pihak yang mempunyai perhatian dalam perkembangan metode
pembayaran, khususnya pembayaran non tunai. Penelitian ini dapat di
manfaatkan sebagaimana perlunya, yaitu diharapkan mampu menjadi bahan
masukan sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah yang muncul dalam
melakukan adaptasi komunikasi pelayanan mengenai metode pembayaran
baru non tunai.
3. Manfaat Akademis
Secara akademis diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi
acuan mahasiswa lain atau peneliti selanjutnya sebagai referensi untuk
pengembangan kajian ilmu komunikasi dan kaitannya dengan komunikasi
pelayanan.
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. LANDASAN TEORI
1. Efektivitas
Menurut Beni (2016: 69) Efektivitas adalah hubungan antara output
dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat
output, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektivitas juga berhubungan
dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu
kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar
terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan
sasaran yang telah ditentukan.
Menurut Mardiasmo (2017: 134) Efektivitas adalah ukuran berhasil
tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila
suatu organisasi mencapai tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan
dengan efektif. Indikator efektivitas menggambarkan jangkauan akibat dan
dampak (outcome) dari keluaran (Output) program dalam mencapai tujuan
program. Semakin besar kontribusi output yang dihasilkan terhadap
pencapaian tujuan atau sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses
kerja suatu unit organisasi.
2. Komunikasi Pelayanan
Di dalam kelompok/ organisasi biasanya terdapat bentuk dan sistem
kepemimpinan yang mempengaruhi kelangsungan hubungan/ kegiatan
9
komunikasi. Diharapkan dalam kegiatan komunikasi pihak-pihak dalam
suatu organisasi terjalin two way communications atau komunikasi dua arah
(timbal balik) sebagai indikator komunikasi yang efektif.
Untuk itu diperlukan kerja sama yang menjadi harapan semua pihak
(karyawan, pimpinan dan costumer) untuk mencapai cita-cita organisasi. Bila
strategi komunikasi efektif diterapkan di dalam suatu organisasi maka sasaran
yang dituju akan tercapai pula.
Salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan pelayanan publik
adalah kemampuan seorang petugas layanan dalam berinteraksi dan
berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi adalah hal yang paling lumrah
dilakukan dalam orang memberikan layanan. Nilai baik tidaknya sebuah
layanan sering kali dilihat dari bagaimana cara petugas pemberi layanan
dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Untuk keterampilan komunikasi ini
haruslah dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap petugas pemberi
layanan.
Pelayanan publik adalah pemberian jasa yang diberikan oleh suatu
organisasi (perusahaan, pemerintah, swasta) kepada publiknya dengan atau
tanpa pembayaran guna memenuhikebutuhan dan atau kepentingan
masyarakat. Terdapat beberapa prinsip komunikasi dalam pelaksanaan
pelayanan publik (public service ), antara lain :
1). Setiap tindakan dalam pelaksanaan pelayanan berpotensi komunikasi.
2). Interaksi organisasi dengan publiknya melalui tindak komunikasi.
10
3). Komunikasi bertujuan mempengaruhi, menguasai opini, mengajak kerja
sama (positivistik)
4). Komunikasi berkepentingan memberikan makna atas setiap interaksi yang
terjadi sehingga terjadi kesalingpahaman dan hubungan yang saling
menguntungkan (humanistik)
5). Semakin dekat hubungan psikososial individu/ organisasi terhadap
kebutuhan/ keinginan pelanggan, semakin efektif tindak komunikasi yang
dilakukan.
Komunikasi tergantung pada persepsi dan sebaliknya persepsi juga
tergantung pada komunikasi. Persepsi meliputi semua proses yang dilakukan
seseorang dalam memahami informasi mengenai lingkungannya. Baik
buruknya proses komunikasi tergantung persepsi masing-masing orang yang
terlibat di dalamnya. Ketidaksamaan pengertian antara penerima dan
pengirim informasi di dalam suatu organisasi akan menimbulkan kegagalan
berkomunikasi.
Sementara itu pelayanan publik merupakan suatu tuntutan zaman
dan kebutuhan manusia untuk mendapatkan yang terbaik dalam pemenuhan
segala kebutuhannya dalam kehidupan ini. Untuk itu setiap orang yang
berinteraksi dengan orang lain lebih-lebih organisasi yang bergerak dalam
bidang jasa khususnya jasa pelayanan harus mampu memberikan pelayanan
yang terbaik dalam setiap interaksi yang dilakukan dengan publiknya.
Pertanyaannya kemudian kenapa pelayanan publik sangat penting
bagi organisasi ? Hal ini karena beberapa alasan, antara lain :
11
1). Melayani masyarakat, baik sebagai kewajiban maupun sebagai
kehormatan, merupakan dasar bagi terbentuknya masyarakat yang manusiawi
dan bagi organisasi, melayani pelanggan merupakan “saat yang menentukan”
(moment of thruts) serta peluang bagi organisasi untuk menunjukkan
kredibilitas dan kapabilitasnya. (Tjosvold).
2). Abad modern adalah “abad pelanggan” yaitu dimana para pengguna jasa
diposisikan pada tempat yang terhormat, sehingga organisasi perlu
mengembangkan strategi baru untuk ekonomi yang mengutamakan
pelanggan. (Carlzon).
3). Untuk memberikan pelayanan terbaik tersebut, maka peran komunikasi
menjadi sangat penting dalam hubungannya dengan bagaimana suatu
organisasi berinteraksi dan memperlakukan publiknya, karena komunikasi
adalah memanusiakan manusia (human communications).
Berdasarkan pemahaman di atas, maka hal ini menunjukkan bahwa
komunikasi menempati peran penting dalam pelayanan publik karena
komunikasi merupakan aspek yang sangat menetukan bagi pelaksanaan
pelayanan publik maka petugas pemberi layanan harus mengetahui
bagaimana berkomunikasi yang baik sehingga mampu mempengaruhi orang
lain khususnya dalam pelayanan.
Hal inipun tentu juga dilakukan oleh YOTTA Cabang Samata,
komunikasi pelayanan dalam penjual produknya tentu menjadi sesuatu yang
perlu diperhatikan dengan baik. Melihat begitu banyak produk minuman
sejenis YOTTA yang juga dijual dipasaran, menjadikan sebuah hal yang
sangat perlu diperhatikan mulai dari tampilan produk, rasa hingga warna,
dan keunggulan lain terhadap produk jualannya.
Yotta, minuman yang tak asing lagi dikalangan mahasiswa
12
Univeritas Negeri Makassar (UNM) ini ternyata disingkat dari dua kata
yogurt tape. Minuman bugis berupa tape yang difermentasi. Owner Yotta,
Ramadhani Lasenang, menceritakan minuman dengan berbagai varian rasa
ini ternyata terinspirasi dari minuman lokal daerah. Ide tersebut lalu
diangkatnya dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) pada tahun 2015
bersama dua orang temannya yang tergabung sebagai satu tim.
“Jadi dulu itu kami ingin memperkenalkan minuman khas daerah
tape ini kepada masyarakat. Tapi saat melakukan permentasi kami gagal
karena tape yang tersimpan lama ini meledak saat kemasannya dibuka,”
jelasnya saat ditemui di Outlet Yotta. Meskipun gagal, mahasiswa alumni
jurusan Psikologi UNM ini kemudian mengembangkan ide PKMnya
menjadi minuman bergaya millennial. Ia meyediakan aneka rasa dan varian
topping dan mulai membuka sebuah both di kantin Fakultas Psikologi
UNM.
Alumni Psikologi UNM angkatan 2012 ini menuturkan Yotta
akhirnya dibuat dengan bahan utama susu. Menurutnya hal tersebut sebagai
salah satu cara agar mahasiswa tetap dapat mengkomsumsi susu dengan
banyak pilihan rasa. “Mahasiswa banyak yang suka minum susu, tapi
biasanya mereka bosan. Ini salah satu cara agar mahasiswa tetap dapat
mengkomsumsinya dan suka dengan rasanya,” tuturnya.
Gambar 1. Produk YOTTA
Sumber : [Link]
13
Gambar 2. Daftar Oulet Cabang Yotta
Sumber : [Link]
3. Pembayaran Non Tunai
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, efisiensi dan kecepatan
menjadi hal yang utama. Seperti dengan hadirnya sistem atau alat pembayaran non
tunai. Kemajuan teknologi memungkinkan transaksi keuangan tak lagi dilakukan
secara cash alias menggunakan alat pembayaran non tunai.
Dengan kemudahan bertransaksi, masyarakat kini semakin terbiasa
dengan penggunaan alat pembayaran non tunai atau kerap disebut sebagai cashless
society. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan alat pembayaran non tunai?
Secara singkat, alat pembayaran terbagi menjadi dua yakni tunai dan non-tunai.
Secara umum, jenis alat pembayaran non tunai dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu bentuk kertas, kartu, dan elektronik. Ketiganya menjadi
salah satu contoh dari berkembangnya sistem pembayaran oleh inovasi
teknologi. Berikut ini penjelasan lengkap contoh alat pembayaran non tunai.
• Kartu Kredit
Kartu kredit merupakan contoh alat pembayaran non tunai yang
14
dikeluarkan oleh bank dengan sistem utang. Total transaksi yang
Anda lakukan dengan kartu ini nantinya akan diakumulasikan dalam
jangka waktu tertentu, misalnya sebulan.
• Kartu Debit
Kartu debit adalah jenis alat pembayaran non tunai dalam bentuk
saldo yang diterbitkan oleh pihak bank di tempat Anda menabung
rekening. Biasanya, beberapa kartu debit mempunyai batasan
tertentu dalam setiap transaksi.
• Kartu Prabayar
Berbeda dengan kartu debit maupun kredit, kartu prabayar tidak
mempunyai sistem utang dan juga tidak terkait dengan rekening
bank. Kartu prabayar memiliki saldo minimum hingga Rp0,
sehingga ketika kartu tersebut kosong, Anda bisa memilih untuk
mengisi ulang atau menghentikan pemakaiannya tanpa ada denda.
• Cek
Cek merupakan contoh alat pembayaran non tunai berbentuk kertas,
sebagai surat perintah kepada bank untuk mencairkan dana dalam
jumlah tertentu atas nama nasabah maupun nama lain yang tertera
dalam cek.
• Giro
Sama halnya dengan cek, giro juga menjadi surat perintah kepada
pihak bank. Yang membedakan antara keduanya adalah giro tidak
15
digunakan untuk mencairkan dana, melainkan untuk memindahkan
dana dari rekening satu nasabah ke rekening nasabah yang lain.
• E-money
Jenis alat pembayaran non tunai berbentuk elektronik ini kerap
dikenal sebagai electronic money (e-money). Umumnya, e-money
yang sering digunakan dapat berbentuk kartu maupun server.
Misalnya, kartu FLAZZ, BRIZZI, Go-Pay, OVO, dan Dana.
• Nota Kredit
Nota kredit adalah surat yang digunakan oleh nasabah untuk
mengirim dan memindahkan uang non tunai ke rekening lain dengan
metode kliring. Jenis alat pembayaran non tunai yang satu ini
biasanya dilakukan untuk transaksi dengan nominal besar.
• Nota Debit
Biasanya, nota debit digunakan untuk menagih hutang para nasabah
dengan nominal dan jangka waktu yang telah ditentukan. Selain itu,
nota debit juga dimanfaatkan sebagai keperluan transaksi antar
perusahaan.
4. Scan QR Code
QR code adalah singkatan dari quick response code. Kode ini adalah
Code dua dimensi yang bisa memberikan beragam jenis informasi secara
langsung. Untuk membukanya, dibutuhkan scan atau pemindaian
dengan smartphone. QR code biasanya mampu menyimpan 2089 digit atau
4289 karakter, termasuk tanda baca dan karakter spesial.
16
Hal ini membuat QR code mampu menampilkan teks pada
pengguna, membuka URL, menyimpan kontak ke buku telepon, dan masih
banyak lagi. QR code dinilai lebih praktis dibanding Code karena mampu
menyimpan lebih banyak data. QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi
putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki
makna tersendiri. Hal tersebut membuatnya mampu di-
scan oleh smartphone dan menampilkan data atau informasi yang dimuatnya.
Bagian-Bagian QR Code
Menurut QR Code Generator, ada tujuh bagian utama QR code yang
memiliki arti dan peran pentingnya masing-masing, yaitu:
1. Positioning detection markers
© [Link]
Positioning detection makers adalah bagian dalam QR code yang berbentuk
kotak dan jumlahnya ada tiga. Posisinya selalu ada di pojok QR code.
Fungsinya adalah memastikan scanner mampu melakukan pembacaan kode
secara cepat dan mengetahui orientasi atau posisi kode tersebut.
17
2. Alignment marking
© [Link]
Penanda ini ukurannya lebih kecil dibanding position detention markers.
Sama-sama berbentuk kotak, alignment marking berfungsi untuk menjaga
permukaan QR code meskipun di-print di permukaan yang melengkung.
Biasanya, semakin banyak suatu data disimpan dalam QR code, ukurannya
semakin besar. Selain itu, jumlahnya pun bisa jadi lebih banyak.
3. Timing pattern
© [Link]
Timing pattern pada QR code adalah bagian yang tampak seperti kotak-kotak
kecil yang berjejer. Pola ini berfungsi untuk konfigurasi data grid.
18
Dengan timing pattern, scanner QR code mampu mengetahui seberapa besar
matriks data yang dimuat.
4. Version information
© [Link]
Version information adalah bagian yang memberi informasi versi QR code.
Saat ini, ada 40 tipe QR code yang berbeda. Jadi, dengan tanda
ini, scanner bisa mengetahui versi QR code mana yang dipindai. Biasanya,
versi 1 sampai 7 adalah yang paling umum digunakan.
5. Format information
© [Link]
Bagian ini pada QR code adalah bagian yang menjelaskan toleransi error dan
pola data mask. Dengan format information, scanner akan lebih mudah
19
melakukan pemindaian QR code untuk menampilkan data yang dimuatnya
pada pengguna.
6. Data and error correction keys
© [Link]
Area pada QR code ini penting untuk ada pada struktur kode karena merupakan
tempat di mana semua data disimpan. Tidak hanya itu, area atau bagian ini juga
meliputi error correction block yang menjaga data tetap dapat dipindai meski
kode rusak sebanyak 30%.
7. Quiet zone
© [Link]
Apa itu quiet zone? Bagian ini adalah bagian kosong yang berada di area
terluar QR code. Dianalogikan seperti white space pada desain, quiet
20
zone adalah elemen penting dalam QR code untuk menegaskan struktur dan
membuatnya lebih mudah dipindai.
Quiet zone harus ada untuk memisahkan QR code dari lingkungan sekitarnya
agar scanner dapat mengenalinya tanpa kesulitan. Meskipun kosong, area ini
adalah bagian vital dari sebuah QR code.
21
B. PENELITIAN RELEVAN
Penelitian yang terdahulu dicantumkan oleh peneliti merupakan upaya
pencarian perbandingan antara penelitian yang terdahulu dengan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti, selain itu penelitian terdahulu membantu peneliti
dalam memposisikan penelitian yang dilakukan. Adapun beberapa hasil
penelitian yang penulis anggap mempunyai relevansi dengan penelitian yang
akan dilakukan antara lain:
Hasil Penelitian
Nama Peneliti
Judul
( Tahun ) Persamaan Perbedaan
Analisa Penerapan
Quick Response
Penelitian ini yang
Code Indonesian
membuat system
Standard (QRIS) Meneliti
Richardo Herony QRIS, dan ingin
pada Nagari bagaimana
(Fakultas Ekonomi, melihat bagaimana
Mobile Banking penggunaan QR
Universitas Andalas) adaptasi masyarakat
dalam untuk meningkatan
2020 terhadap layanan
Meningkatkan pelayanan.
terbaru yang mereka
Pelayanan di Bank
buat.
Nagari Cabang
Utama
Muhammad Azmi Pemanfaatan Kode Meneliti Penelitian ini
Fauzan Anas QR Pada bagaimana menggunakan QR
22
(Fakultas Sains dan Peningkatan pemanfaatan QR Code bukan untuk
Teknologi, UIN Pelayanan dan untuk pengingkatan pembayaran, namun
Alauddin Makassar) Kepuasan pelayanan dan untuk memasan menu
2020 Pelanggan Pada kepuasan pada restoran tersebut
Restoran pelanggan secara online untuk
menghindari
kesalahan penulisan
pada karyawannya
saat menulis pesanan
pelanggan.
Muhammad
Penelitian ini
Ramadhan Fitriyan
menggunakan QR
(Fakultas
Sistem Informasi Code sebagai aplikasi
Komunikasi dan Meneliti
Pengelolaan untuk mengelola data
Informatika, penggunaan QR
Perpustakaan koleksi buku,
Universitas Code
Berbasis QR Code transaksi, dan rekap
Muhammadiyah
data pada
Surakarta)
perpustakaan.
2017
23
C. KERANGKA KONSEP
YOTTA Cabang Samata, Kecamatan
Somba Opu, Kabupaten Gowa
Penjualan Produk
Pengguaan Metode
Pembayaran Scan QR Code
Metode Penelitian : Teori Penelitian :
-Observasi [Link] Pelayanan,meliputi :
-Wawancara Transaksi Non Tunai Penjualan & Pembayaran.
-Dokumentasi 2. Teori Transaksional Non Tunai
dengan QR Code
Efektivitas Komunikasi
Pelayanan
Gambar 3. Kerangka Konsep
Sumber: calon peneliti
24
D. DEFINISI OPERASIONAL
Adapun definisi operasional sebagai berikut :
1. YOTTA Cabang Samata adalah salah satu usaha minuman kekinian di
Makassar yang dibuat oleh beberapa Mahasiswa UNM (Universitas
Negeri Makassar) yang hingga saat ini sukses dan memiliki banyak
cabang outlet yang tersebar.
2. Penjualan Produk adalah kegiatan yang dilakukan oleh penjual dan
pembeli dengan tujuan agar produk yang dihasilkan dapat dibeli dan
dinikmati oleh pembelinya.
3. Scan QR Code adalah kode dua dimensi yang bisa memberikan
beragam informasi secara langsung. Untuk membukanya, dibutuhkan
scan atau pemindaian dengan smartphone.
4. Komunikasi Pelayanan adalah tahapan komunikasi penjual kepada
pembeli dalam melakukan transaksi berupa penjualan produk serta
sebagai bentuk dari pelayanan yang diberikan kepada pembeli.
5. Teori transaksional adalah hubungan komunikasi antara seseorang
dengan orang lainnya. Adapun yang dianalisis, meliputi bagaimana
bentuk dan cara isi dari komunikasi mereka. Apakah telah berlangsung
secara tepat, benar, dan wajar.
6. Metode Pembayaran Non Tunai adalah segala system pembayaran yang
tidak menggunakan uang cash atau tunai.
7. Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu
organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi mencapai
tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif.
25
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Analisis
Deskriptif. Kualitatif Analisis Deskriptif merupakan metode yang digunakan
untuk membedakan suatu fenomena di lapangan, metode kualitatif deskriptif
hanyalah memaparkan situasi atau peristiwa penelitian. Deskriptif yaitu
penelitian yang memasukkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana
adanya saat penelitian dilaksanakan, dikatakan deskriptif karena bertujuan
memperoleh pemaparan dan penjelasan yang objektif khususnya mengenai
Efektivitas komunikasi pelayanan dengan adaptasi masyarakat terhadap
metode pembayaran baru non tunai dengan scan QR Code di YOTTA Cabang
Samata.
B. LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU
1. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan mulai Juli sampai Agustus 2022
2. Lokasi penelitian
Adapun lokasi penelitian yaitu di YOTTA Cabang Samata Kecamatan
Somba Opu Kabupaten Gowa.
26
C. JENIS DAN SUMBER DATA
Sumber data dalam penelitian kualitatif yaitu melalui wawancara,
observasi, dokumentasi dan lainnya. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian yaitu:
1. Sumber data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung
atau melalui wawancara pengamatan langsung di lapangan. Sumber ata
primer merupakan data yang diambil langsung oleh peneliti kepada
sumbernya tanpa ada perantara dengan cara menggali sumber asli secara
langsung melalui responden.
2. Sumber data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh melalui
perantara media atau dokumentasi studi dan kepustakaan dengan bantuan
media cetak dan media internet secara catatan lapangan, sumber data
sekunder merupakan sumber data tidak langsung yang mampu memberikan
data tambahan serta penguatan terhadap data penelitian.
3. Informan
Informan adalah objek penting dalam sebuah penelitian. Informan
peneliti adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi
tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Adapun informan di
dalam penelitian ini adalah beberapa staff dari YOTTA Cabang Samata.
27
D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Observasi
Metode observasi yaitu peneliti mengamati langsung objek yang diteliti.
Observasi yang dilakukan peneliti yaitu dengan mengamati Efektivitas
penggunaan pembayaran non tunai scan QR Code pada YOTTA Cabang
Samata dengan konsumen mereka secara langsung dan melakukan
pengumpulan data secara terus terang kepada sumber data.
2. Wawancara
Wawancara (interview) adalah pertemuan dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan
makna dalam suatu topik tertentu, dalam wawancara ini peneliti
mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas dan leluasa, tanpa terkait
oleh suatu susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Metode
wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai efektitas
penggunaan scan QR Code oleh konsumen YOTTA Cabang Samata.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah rekaman peristiwa yang lebih dekat dengan
percakapan, menyangkut persoalan pribadi dan memerlukan interpretasi
yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa tersebut,
dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data hasil penelitian
mengenai Efektivitas penggunaan Scan QR Code sebagai metode baru
pembayaran non tunai di YOTTA Cabang Samata yaitu dengan berupa
arsip, jurnal dan gambar.
28
E. ANALISIS DATA
Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah
sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut mudah di
pahami dan bermanfaat untuk mengambil kesimpulan dan menemukan solusi
permasalahan yang diangkat, teknik penelitian kualitatif dengan format
deskriptif yaitu menjelaskan kondisi, berbagai situasi atau variable yang
menjadi objek penelitian dan menggambarkan data apaadanya, kemudian
menganalisisnya dengan kata-kata dan kalimat.
29
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Bilson, Simamora. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama
Hardiansyah. 2009. Komunikasi Pelayanan Publik. Yogyakarta: PT GavaMedia
Bulaeng, Andi. 2010. Teori dan Manajemen Riset Komunikasi. Jakarta.
Bungin, Burhan. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta.
Effendy, Onong. 2003. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung.
Kriyantono, Rachmat. 2014. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta.
Majid, Abd. Rayudaswati Budi. 2013. Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi
Yogyakarta : Lentika Book.
Juwandi, Hendy Irawan. 2004. Kepuasan Pelayanan Jasa. Jakarta : Erlangga, 2004.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
West, Richard & Turner, Lynn. 2013. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan
Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika
30
JURNAL
Richardo Herony (Fakultas Ekonomi Universitas Andalas) “Analisa Penerapan
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Nagari Mobile Banking
dalam Meningkatkan Pelayanan di Bank Nagari Cabang Utama” tahun 2020.
Muhammad Azmi Fauzan Anas (Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin
Makassar) “Pemanfaatan Kode QR Pada Peningkatan Pelayanan dan Kepuasan
Pelanggan Pada Restoran” tahun 2020.
Muhammad Ramadhan Fitriyan (Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas
Muhammadiyah Surakarta). “Sistem Informasi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis
QR Code” Tahun 2017.
SUMBER LAIN
[Link]
[Link]
dengan-qr-code
[Link]
[Link]
qr-code-yang-perlu-
diketahui#:~:text=Berbeda%20dengan%20Code%20yang%20hanya,dan%20m
asih%20banyak%20yang%20lainnya.
[Link]
d#v=onepage&q&f=false
31