0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan35 halaman

Efektivitas Pembayaran QR di Yotta Samata

Proposal ini membahas efektivitas komunikasi pelayanan penjualan produk Yotta Cabang Samata dengan menggunakan pembayaran scan QR code secara nontunai di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perusahaan dan kepuasan konsumen dengan metode pembayaran baru.

Diunggah oleh

Erik Ardiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan35 halaman

Efektivitas Pembayaran QR di Yotta Samata

Proposal ini membahas efektivitas komunikasi pelayanan penjualan produk Yotta Cabang Samata dengan menggunakan pembayaran scan QR code secara nontunai di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perusahaan dan kepuasan konsumen dengan metode pembayaran baru.

Diunggah oleh

Erik Ardiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PELAYANAN DALAM


PENJUALAN PRODUK YOTTA CABANG SAMATA
DENGAN PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN SCAN
QR CODE DALAM TRANSAKSI NONTUNAI DI
KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA

OLEH :
MJ RISKA
06520180238

FAKULTAS SASTRA
PRODI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2022
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................... i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang ........................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ...................................................................... 6

C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6

D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 8

A. Landasan Teori ............................................................................ 8

1. Efektivitas ................................................................................ 8

2. Komunikasi Pelayanan............................................................. 8

3. Pembayaran Non Tunai............................................................ 13

4. Scan QR Code ......................................................................... 13

B. Peneliti Relevan........................................................................... 21

C. Kerangka Konsep ....................................................................... 23

D. Definisi Operasional ................................................................... 24

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 25

A. Jenis Penelitian ........................................................................... 25

B. Lokasi Penelitian Dan Waktu ...................................................... 25

C. Jenis Dan Sumber Data ............................................................... 26

D. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 27

ii
E. Analisis Data ........................................................................................28

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................29

iii
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Salah satu unsur yang penting dan perlu mendapat perhatian dalam

dunia usaha adalah keberadaan konsumen. Konsumen merupakan pemakai

barang atau jasa yang tersedia. Para konsumen pasti akan mencari produk -

produk barang atau jasa sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat

memuaskan dirinya. Seorang konsumen dalam memutuskan pembelian suatu

barang atau jasa, tentu mempunyai beberapa pertimbangan. Memahami

kebutuhan konsumen dan proses pembelian adalah dasar bagi suksesnya

pemasaran karena dengan demikian perusahaan dapat menyusun strategi yang

efektif untuk mendukung penawaran yang menarik bagi pasar sasaran

(Simamora, 2004).

Ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian,

yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan

pembelian. Model ini menekankan bahwa proses pembelian bermula sebelum

pembelian dan berakibat jauh setelah pembelian. Setiap konsumen tentu

melewati kelima tahap ini untuk setiap pembelian yang mereka buat

(Simamora, 2004).

Perkembangan system pembayaran di Indonesia telah memasuki

babak baru dengan munculnya Quick Response (QR) Code. Dengan QR Code,
2

transaksi pembayaran tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, tetapi

menggunakan saldo di akun penggunanya. Prinsip transaksi ini sebenarnya

serupa dengan transfer saldo antar rekening bank ; akan ada perpindahan dana

dari pemilik rekening satu ke yang lainnya. Bedanya, transaksi ini tak lagi

memerlukan nomor rekening tujuan transfer seperti Ketika melakukan transaksi

melalui aplikasi mobile banking dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pengguna yang ingin memindahi dana, cukup memindai kode yang

dimiliki pengguna yang dituju. Ketika kode berhasil terekam, maka proses

transfer dana berhasil dilakukan sesuai dengan nominal transfer yang disetujui

penggunanya. Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menyediakan jasa

keuangan ini, seperti : Gojek Indonesia yang memiliki dompet digital bertajuk

Gopay, T-Cash dari Telkomsel, OVO dari Visionet International, DANA,

danberbagai Bank yang telah memperbarui fiturnya dengan penggunaan Scan

Code sebagai system pembayaran baru yang terdapat pada Mobile Banking.

Segala kemudahan tentunya akan diberikan kepada konsumen.

Tujuannya selain membuat konsumen nyaman, juga untuk meningkatkan

pelayanan dari setiap usaha yang mereka bangun. Dengan perkembangan

zaman saat ini, sebisa mungkin semua serba mudah dan instan.

Era digital telah mengubah gaya hidup manusia termasuk dalam

hal pembayaran. Masyarakat saat ini lebih menyukai pembayaran non tunai

dibanding tunai. Hal ini dikarenakan tidak sedikit dari masyarakat kini jarang

memegang uang tunai. Kehadiran QR Code menjadi solusi pembayaran non

tunai yang lebih praktis, tidak perlu menunggu pengembalian uang. Maraknya
3

system pembayaran non tunai disaat pandemic tentu diharapkan dapat memberi

kemudahan kepada masyarakat sekaligus dianggap sebagai salah satu cara

efektif menghindari penularan virus Covid-19 dengan mengurangi kontak

langsung.

Makin banyak alat pembayaran berjejer di meja kasir tidak cuma alat

print struk atau mesin EDC (Electronic Data Capture). Seiring perkembangan

teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, pilihan sistem pembayaran pun

semakin beragam, salah satu yang teranyar adalah menggunakan sistem

QR Code atau QR Code Payment.

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan, QR Code atau kode

QR adalah sebuah kode matriks (kode dua dimensi) yang dibuat pertama kali

oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994. The “QR” berasal dari

kata “Quick Response“. Sesuai namanya kode ini diciptakan agar kamera

digital mampu dengan cepat dan mudah membaca kode/ kalimat/ data yang

terkandung di dalamnya.

Hal ini menjadikan tugas untuk para pengusaha dalam membuat

kemudahan bertransaksi. Maka hadirnya Scan QR Code sebagai sebuah solusi

atau ide yang dapat memudahkan sebuah usaha dalam transaksi pembayaran.

Pelanggan tidak perlu antri dan menunggu lama uang kembalian. Dengan

memanfaatkan bantuan teknologi QR Code yang terhubung langsung ke

android, sehingga pemesanan hanya dilakukan dengan cara mengaktifkan

aplikasi pembayaran, scan QR Code, ketik jumlah pembayaran, dan proses

pembayaran selesai.
4

Sebenarnya, teknologi QR code ini awalnya digunakan kalangan

industri manufaktur untuk melakukan inventarisir barang-barang produksinya.

Namun lambat laun mulai bergeser ke fungsi-fungsi lainnya. Kalau

diperhatikan, sistem memindai kode batang (Code scanning) selama ini sudah

kerap digunakan untuk menandai produk-produk yang dijual di pasar modern,

seperti minimarket, supermarket, toserba, dan lainnya.

Code tersebut berisi sejumlah informasi mulai dari jenis atau nama

produk beserta harganya. Sehingga memudahkan kasir menghitung jumlah

belanjaan. Bila Anda belanja di supermarket, ketika akan menyelesaikan

belanja dan akan melakukan pembayaran, maka Anda bisa melihat sang Kasir

memindai kode yang tertera di sepotong kertas tertempel di setiap produk pada

mesin pemindai (scanner), hingga muncul nama dan harga produk di layar

komputer kasir.

Namun, seiring berkembangnya teknologi, Code scanner ini

diaplikasikan pada sistem pembayaran. Harapannya, pembayaran bisa

dilakukan secara nontunai yang efektif dan efisien, karena selain cashless,

juga paperless sebab tak perlu ada struk alias bukti pembayaran tercetak di

kertas.

Hal tersebut yang membuat akhirnya banyak perintis usaha kecil

hingga besar melirik system pembayaran baru ini. Melihat begitu banyaknya

kemudahan yang diberikan hanya dengan memindahi Code saja. Restoran

khususnya hingga usaha kecil hingga menengah mulai menerapkan system Scan
5

QR Code ini pada usaha rintisan mereka. Salah satunya, yang ramai kita jumpai

yaitu usaha Minuman Kekinian yang tengah marak di perdagangkan.

Minuman kekinian saat ini tidak bisa dipungkiri mengambil porsi

banyak dalam proses transaksi jual-beli yang dilakukan oleh masyarakat. Mulai

dari berbagai jenis kopi, jenis olahan susu, juga minuman blend lainnya dengan

tambahan boba. Bukan lagi hal yang baru, namun sudah jadi kebiasaan dan

bahkan bisa jadi jajanan utama yang pasti dibeli oleh banyak orang. Dengan

harga yang variative dan berbagai jenis minumannya, para pengusaha minuman

saat ini mulai saling bersaing menciptakan ide jualan yang menarik.

Sekarang sudah semakin banyak usaha yang mulai menggunakan

metode pembayaran Scan QR Code. Salah satunya usaha minuman kekinian

yang sedang ramai di Makassar yaitu YOTTA. Penulis mengambil tempat

penelitian di usaha ini, dikarenakan YOTTA adalah brand minuman asli dari

Kota Makassar. Brand minuman inipun merupakan brand yang paling laris dan

memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan uraian diatas, maka pada tugas akhir ini akan dilakukan

penelitian dengan judul “Efektivitas Komunikasi Pelayanan YOTTA Cabang

Samata dengan Penggunaan Metode Pembayaran Scan QR Code Dalam

Transaksi Non Tunai di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa” yang

diharapkan mampu memudahkan proses pembayaran konsumen, serta

meningkatkan pelayanan pada suatu usaha dengan bantuan kode QR.


6

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya

maka rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana efektivitas komunikasi pelayanan dalam penjualan produk

YOTTA Cabang Samata dalam penerapan metode pembayaran baru non

tunai dengan Scan QR Code?

2. Bagaimana penggunaan metode pembayaran Scan QR Code dalam

bertransaksi non tunai pada YOTTA Cabang Samata?

C. TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang dari rumusan masalah yang telah

dipaparkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui efektivitas komunikasi pelayanan dalam penjualan

produk YOTTA Cabang Samata dalam penerapan metode pembayaran

baru non tunai dengan Scan QR Code.

2. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode pembayaran Scan QR

Code dalam bertransaksi non tunai di YOTTA Cabang Samata.

D. MANFAAT PENELITIAN

Adapun beberapa manfaat penelitian sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai

Efektivitas Pelayanan YOTTA Cabang Samata dalam Penerapan Metode

Pembayaran Baru Non tunai dengan Scan QR Code. Serta memberikan

tambahan wawasan mengenai kajian Ilmu Komunikasi dan kaitannya

dengan komunikasi pelayanan.


7

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi

pihak-pihak yang mempunyai perhatian dalam perkembangan metode

pembayaran, khususnya pembayaran non tunai. Penelitian ini dapat di

manfaatkan sebagaimana perlunya, yaitu diharapkan mampu menjadi bahan

masukan sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah yang muncul dalam

melakukan adaptasi komunikasi pelayanan mengenai metode pembayaran

baru non tunai.

3. Manfaat Akademis

Secara akademis diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi

acuan mahasiswa lain atau peneliti selanjutnya sebagai referensi untuk

pengembangan kajian ilmu komunikasi dan kaitannya dengan komunikasi

pelayanan.
8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

1. Efektivitas

Menurut Beni (2016: 69) Efektivitas adalah hubungan antara output

dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat

output, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektivitas juga berhubungan

dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu

kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar

terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan

sasaran yang telah ditentukan.

Menurut Mardiasmo (2017: 134) Efektivitas adalah ukuran berhasil

tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila

suatu organisasi mencapai tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan

dengan efektif. Indikator efektivitas menggambarkan jangkauan akibat dan

dampak (outcome) dari keluaran (Output) program dalam mencapai tujuan

program. Semakin besar kontribusi output yang dihasilkan terhadap

pencapaian tujuan atau sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses

kerja suatu unit organisasi.

2. Komunikasi Pelayanan

Di dalam kelompok/ organisasi biasanya terdapat bentuk dan sistem

kepemimpinan yang mempengaruhi kelangsungan hubungan/ kegiatan


9

komunikasi. Diharapkan dalam kegiatan komunikasi pihak-pihak dalam

suatu organisasi terjalin two way communications atau komunikasi dua arah

(timbal balik) sebagai indikator komunikasi yang efektif.

Untuk itu diperlukan kerja sama yang menjadi harapan semua pihak

(karyawan, pimpinan dan costumer) untuk mencapai cita-cita organisasi. Bila

strategi komunikasi efektif diterapkan di dalam suatu organisasi maka sasaran

yang dituju akan tercapai pula.

Salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan pelayanan publik

adalah kemampuan seorang petugas layanan dalam berinteraksi dan

berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi adalah hal yang paling lumrah

dilakukan dalam orang memberikan layanan. Nilai baik tidaknya sebuah

layanan sering kali dilihat dari bagaimana cara petugas pemberi layanan

dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Untuk keterampilan komunikasi ini

haruslah dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap petugas pemberi

layanan.

Pelayanan publik adalah pemberian jasa yang diberikan oleh suatu

organisasi (perusahaan, pemerintah, swasta) kepada publiknya dengan atau

tanpa pembayaran guna memenuhikebutuhan dan atau kepentingan

masyarakat. Terdapat beberapa prinsip komunikasi dalam pelaksanaan

pelayanan publik (public service ), antara lain :

1). Setiap tindakan dalam pelaksanaan pelayanan berpotensi komunikasi.

2). Interaksi organisasi dengan publiknya melalui tindak komunikasi.


10

3). Komunikasi bertujuan mempengaruhi, menguasai opini, mengajak kerja

sama (positivistik)

4). Komunikasi berkepentingan memberikan makna atas setiap interaksi yang

terjadi sehingga terjadi kesalingpahaman dan hubungan yang saling

menguntungkan (humanistik)

5). Semakin dekat hubungan psikososial individu/ organisasi terhadap

kebutuhan/ keinginan pelanggan, semakin efektif tindak komunikasi yang

dilakukan.

Komunikasi tergantung pada persepsi dan sebaliknya persepsi juga

tergantung pada komunikasi. Persepsi meliputi semua proses yang dilakukan

seseorang dalam memahami informasi mengenai lingkungannya. Baik

buruknya proses komunikasi tergantung persepsi masing-masing orang yang

terlibat di dalamnya. Ketidaksamaan pengertian antara penerima dan

pengirim informasi di dalam suatu organisasi akan menimbulkan kegagalan

berkomunikasi.

Sementara itu pelayanan publik merupakan suatu tuntutan zaman

dan kebutuhan manusia untuk mendapatkan yang terbaik dalam pemenuhan

segala kebutuhannya dalam kehidupan ini. Untuk itu setiap orang yang

berinteraksi dengan orang lain lebih-lebih organisasi yang bergerak dalam

bidang jasa khususnya jasa pelayanan harus mampu memberikan pelayanan

yang terbaik dalam setiap interaksi yang dilakukan dengan publiknya.

Pertanyaannya kemudian kenapa pelayanan publik sangat penting

bagi organisasi ? Hal ini karena beberapa alasan, antara lain :


11

1). Melayani masyarakat, baik sebagai kewajiban maupun sebagai

kehormatan, merupakan dasar bagi terbentuknya masyarakat yang manusiawi

dan bagi organisasi, melayani pelanggan merupakan “saat yang menentukan”

(moment of thruts) serta peluang bagi organisasi untuk menunjukkan

kredibilitas dan kapabilitasnya. (Tjosvold).

2). Abad modern adalah “abad pelanggan” yaitu dimana para pengguna jasa

diposisikan pada tempat yang terhormat, sehingga organisasi perlu

mengembangkan strategi baru untuk ekonomi yang mengutamakan

pelanggan. (Carlzon).

3). Untuk memberikan pelayanan terbaik tersebut, maka peran komunikasi

menjadi sangat penting dalam hubungannya dengan bagaimana suatu

organisasi berinteraksi dan memperlakukan publiknya, karena komunikasi

adalah memanusiakan manusia (human communications).

Berdasarkan pemahaman di atas, maka hal ini menunjukkan bahwa

komunikasi menempati peran penting dalam pelayanan publik karena

komunikasi merupakan aspek yang sangat menetukan bagi pelaksanaan

pelayanan publik maka petugas pemberi layanan harus mengetahui

bagaimana berkomunikasi yang baik sehingga mampu mempengaruhi orang

lain khususnya dalam pelayanan.

Hal inipun tentu juga dilakukan oleh YOTTA Cabang Samata,

komunikasi pelayanan dalam penjual produknya tentu menjadi sesuatu yang

perlu diperhatikan dengan baik. Melihat begitu banyak produk minuman

sejenis YOTTA yang juga dijual dipasaran, menjadikan sebuah hal yang

sangat perlu diperhatikan mulai dari tampilan produk, rasa hingga warna,

dan keunggulan lain terhadap produk jualannya.

Yotta, minuman yang tak asing lagi dikalangan mahasiswa


12
Univeritas Negeri Makassar (UNM) ini ternyata disingkat dari dua kata

yogurt tape. Minuman bugis berupa tape yang difermentasi. Owner Yotta,

Ramadhani Lasenang, menceritakan minuman dengan berbagai varian rasa

ini ternyata terinspirasi dari minuman lokal daerah. Ide tersebut lalu

diangkatnya dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) pada tahun 2015

bersama dua orang temannya yang tergabung sebagai satu tim.

“Jadi dulu itu kami ingin memperkenalkan minuman khas daerah

tape ini kepada masyarakat. Tapi saat melakukan permentasi kami gagal

karena tape yang tersimpan lama ini meledak saat kemasannya dibuka,”

jelasnya saat ditemui di Outlet Yotta. Meskipun gagal, mahasiswa alumni

jurusan Psikologi UNM ini kemudian mengembangkan ide PKMnya

menjadi minuman bergaya millennial. Ia meyediakan aneka rasa dan varian

topping dan mulai membuka sebuah both di kantin Fakultas Psikologi

UNM.

Alumni Psikologi UNM angkatan 2012 ini menuturkan Yotta

akhirnya dibuat dengan bahan utama susu. Menurutnya hal tersebut sebagai

salah satu cara agar mahasiswa tetap dapat mengkomsumsi susu dengan

banyak pilihan rasa. “Mahasiswa banyak yang suka minum susu, tapi

biasanya mereka bosan. Ini salah satu cara agar mahasiswa tetap dapat

mengkomsumsinya dan suka dengan rasanya,” tuturnya.

Gambar 1. Produk YOTTA


Sumber : [Link]
13

Gambar 2. Daftar Oulet Cabang Yotta


Sumber : [Link]

3. Pembayaran Non Tunai

Seiring perkembangan teknologi dan informasi, efisiensi dan kecepatan

menjadi hal yang utama. Seperti dengan hadirnya sistem atau alat pembayaran non

tunai. Kemajuan teknologi memungkinkan transaksi keuangan tak lagi dilakukan

secara cash alias menggunakan alat pembayaran non tunai.

Dengan kemudahan bertransaksi, masyarakat kini semakin terbiasa

dengan penggunaan alat pembayaran non tunai atau kerap disebut sebagai cashless

society. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan alat pembayaran non tunai?

Secara singkat, alat pembayaran terbagi menjadi dua yakni tunai dan non-tunai.

Secara umum, jenis alat pembayaran non tunai dapat dibedakan

menjadi tiga, yaitu bentuk kertas, kartu, dan elektronik. Ketiganya menjadi

salah satu contoh dari berkembangnya sistem pembayaran oleh inovasi

teknologi. Berikut ini penjelasan lengkap contoh alat pembayaran non tunai.

• Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan contoh alat pembayaran non tunai yang


14

dikeluarkan oleh bank dengan sistem utang. Total transaksi yang

Anda lakukan dengan kartu ini nantinya akan diakumulasikan dalam

jangka waktu tertentu, misalnya sebulan.

• Kartu Debit

Kartu debit adalah jenis alat pembayaran non tunai dalam bentuk

saldo yang diterbitkan oleh pihak bank di tempat Anda menabung

rekening. Biasanya, beberapa kartu debit mempunyai batasan

tertentu dalam setiap transaksi.

• Kartu Prabayar

Berbeda dengan kartu debit maupun kredit, kartu prabayar tidak

mempunyai sistem utang dan juga tidak terkait dengan rekening

bank. Kartu prabayar memiliki saldo minimum hingga Rp0,

sehingga ketika kartu tersebut kosong, Anda bisa memilih untuk

mengisi ulang atau menghentikan pemakaiannya tanpa ada denda.

• Cek

Cek merupakan contoh alat pembayaran non tunai berbentuk kertas,

sebagai surat perintah kepada bank untuk mencairkan dana dalam

jumlah tertentu atas nama nasabah maupun nama lain yang tertera

dalam cek.

• Giro

Sama halnya dengan cek, giro juga menjadi surat perintah kepada

pihak bank. Yang membedakan antara keduanya adalah giro tidak


15

digunakan untuk mencairkan dana, melainkan untuk memindahkan

dana dari rekening satu nasabah ke rekening nasabah yang lain.

• E-money

Jenis alat pembayaran non tunai berbentuk elektronik ini kerap

dikenal sebagai electronic money (e-money). Umumnya, e-money

yang sering digunakan dapat berbentuk kartu maupun server.

Misalnya, kartu FLAZZ, BRIZZI, Go-Pay, OVO, dan Dana.

• Nota Kredit

Nota kredit adalah surat yang digunakan oleh nasabah untuk

mengirim dan memindahkan uang non tunai ke rekening lain dengan

metode kliring. Jenis alat pembayaran non tunai yang satu ini

biasanya dilakukan untuk transaksi dengan nominal besar.

• Nota Debit

Biasanya, nota debit digunakan untuk menagih hutang para nasabah

dengan nominal dan jangka waktu yang telah ditentukan. Selain itu,

nota debit juga dimanfaatkan sebagai keperluan transaksi antar

perusahaan.

4. Scan QR Code

QR code adalah singkatan dari quick response code. Kode ini adalah

Code dua dimensi yang bisa memberikan beragam jenis informasi secara

langsung. Untuk membukanya, dibutuhkan scan atau pemindaian

dengan smartphone. QR code biasanya mampu menyimpan 2089 digit atau

4289 karakter, termasuk tanda baca dan karakter spesial.


16

Hal ini membuat QR code mampu menampilkan teks pada

pengguna, membuka URL, menyimpan kontak ke buku telepon, dan masih

banyak lagi. QR code dinilai lebih praktis dibanding Code karena mampu

menyimpan lebih banyak data. QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi

putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki

makna tersendiri. Hal tersebut membuatnya mampu di-

scan oleh smartphone dan menampilkan data atau informasi yang dimuatnya.

Bagian-Bagian QR Code

Menurut QR Code Generator, ada tujuh bagian utama QR code yang

memiliki arti dan peran pentingnya masing-masing, yaitu:

1. Positioning detection markers

© [Link]

Positioning detection makers adalah bagian dalam QR code yang berbentuk

kotak dan jumlahnya ada tiga. Posisinya selalu ada di pojok QR code.

Fungsinya adalah memastikan scanner mampu melakukan pembacaan kode

secara cepat dan mengetahui orientasi atau posisi kode tersebut.


17

2. Alignment marking

© [Link]

Penanda ini ukurannya lebih kecil dibanding position detention markers.

Sama-sama berbentuk kotak, alignment marking berfungsi untuk menjaga

permukaan QR code meskipun di-print di permukaan yang melengkung.

Biasanya, semakin banyak suatu data disimpan dalam QR code, ukurannya

semakin besar. Selain itu, jumlahnya pun bisa jadi lebih banyak.

3. Timing pattern

© [Link]

Timing pattern pada QR code adalah bagian yang tampak seperti kotak-kotak

kecil yang berjejer. Pola ini berfungsi untuk konfigurasi data grid.
18

Dengan timing pattern, scanner QR code mampu mengetahui seberapa besar

matriks data yang dimuat.

4. Version information

© [Link]

Version information adalah bagian yang memberi informasi versi QR code.

Saat ini, ada 40 tipe QR code yang berbeda. Jadi, dengan tanda

ini, scanner bisa mengetahui versi QR code mana yang dipindai. Biasanya,

versi 1 sampai 7 adalah yang paling umum digunakan.

5. Format information

© [Link]

Bagian ini pada QR code adalah bagian yang menjelaskan toleransi error dan

pola data mask. Dengan format information, scanner akan lebih mudah
19

melakukan pemindaian QR code untuk menampilkan data yang dimuatnya

pada pengguna.

6. Data and error correction keys

© [Link]

Area pada QR code ini penting untuk ada pada struktur kode karena merupakan

tempat di mana semua data disimpan. Tidak hanya itu, area atau bagian ini juga

meliputi error correction block yang menjaga data tetap dapat dipindai meski

kode rusak sebanyak 30%.

7. Quiet zone

© [Link]

Apa itu quiet zone? Bagian ini adalah bagian kosong yang berada di area

terluar QR code. Dianalogikan seperti white space pada desain, quiet


20

zone adalah elemen penting dalam QR code untuk menegaskan struktur dan

membuatnya lebih mudah dipindai.

Quiet zone harus ada untuk memisahkan QR code dari lingkungan sekitarnya

agar scanner dapat mengenalinya tanpa kesulitan. Meskipun kosong, area ini

adalah bagian vital dari sebuah QR code.


21

B. PENELITIAN RELEVAN

Penelitian yang terdahulu dicantumkan oleh peneliti merupakan upaya

pencarian perbandingan antara penelitian yang terdahulu dengan penelitian

yang dilakukan oleh peneliti, selain itu penelitian terdahulu membantu peneliti

dalam memposisikan penelitian yang dilakukan. Adapun beberapa hasil

penelitian yang penulis anggap mempunyai relevansi dengan penelitian yang

akan dilakukan antara lain:

Hasil Penelitian
Nama Peneliti
Judul
( Tahun ) Persamaan Perbedaan

Analisa Penerapan

Quick Response
Penelitian ini yang
Code Indonesian
membuat system
Standard (QRIS) Meneliti
Richardo Herony QRIS, dan ingin
pada Nagari bagaimana
(Fakultas Ekonomi, melihat bagaimana
Mobile Banking penggunaan QR
Universitas Andalas) adaptasi masyarakat
dalam untuk meningkatan
2020 terhadap layanan
Meningkatkan pelayanan.
terbaru yang mereka
Pelayanan di Bank
buat.
Nagari Cabang

Utama

Muhammad Azmi Pemanfaatan Kode Meneliti Penelitian ini

Fauzan Anas QR Pada bagaimana menggunakan QR


22

(Fakultas Sains dan Peningkatan pemanfaatan QR Code bukan untuk

Teknologi, UIN Pelayanan dan untuk pengingkatan pembayaran, namun

Alauddin Makassar) Kepuasan pelayanan dan untuk memasan menu

2020 Pelanggan Pada kepuasan pada restoran tersebut

Restoran pelanggan secara online untuk

menghindari

kesalahan penulisan

pada karyawannya

saat menulis pesanan

pelanggan.

Muhammad
Penelitian ini
Ramadhan Fitriyan
menggunakan QR
(Fakultas
Sistem Informasi Code sebagai aplikasi
Komunikasi dan Meneliti
Pengelolaan untuk mengelola data
Informatika, penggunaan QR
Perpustakaan koleksi buku,
Universitas Code
Berbasis QR Code transaksi, dan rekap
Muhammadiyah
data pada
Surakarta)
perpustakaan.
2017
23

C. KERANGKA KONSEP

YOTTA Cabang Samata, Kecamatan


Somba Opu, Kabupaten Gowa

Penjualan Produk

Pengguaan Metode
Pembayaran Scan QR Code

Metode Penelitian : Teori Penelitian :


-Observasi [Link] Pelayanan,meliputi :
-Wawancara Transaksi Non Tunai Penjualan & Pembayaran.

-Dokumentasi 2. Teori Transaksional Non Tunai


dengan QR Code

Efektivitas Komunikasi
Pelayanan

Gambar 3. Kerangka Konsep

Sumber: calon peneliti


24

D. DEFINISI OPERASIONAL

Adapun definisi operasional sebagai berikut :

1. YOTTA Cabang Samata adalah salah satu usaha minuman kekinian di

Makassar yang dibuat oleh beberapa Mahasiswa UNM (Universitas

Negeri Makassar) yang hingga saat ini sukses dan memiliki banyak

cabang outlet yang tersebar.

2. Penjualan Produk adalah kegiatan yang dilakukan oleh penjual dan

pembeli dengan tujuan agar produk yang dihasilkan dapat dibeli dan

dinikmati oleh pembelinya.

3. Scan QR Code adalah kode dua dimensi yang bisa memberikan

beragam informasi secara langsung. Untuk membukanya, dibutuhkan

scan atau pemindaian dengan smartphone.

4. Komunikasi Pelayanan adalah tahapan komunikasi penjual kepada

pembeli dalam melakukan transaksi berupa penjualan produk serta

sebagai bentuk dari pelayanan yang diberikan kepada pembeli.

5. Teori transaksional adalah hubungan komunikasi antara seseorang

dengan orang lainnya. Adapun yang dianalisis, meliputi bagaimana

bentuk dan cara isi dari komunikasi mereka. Apakah telah berlangsung

secara tepat, benar, dan wajar.

6. Metode Pembayaran Non Tunai adalah segala system pembayaran yang

tidak menggunakan uang cash atau tunai.

7. Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu

organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi mencapai

tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif.


25

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Analisis

Deskriptif. Kualitatif Analisis Deskriptif merupakan metode yang digunakan

untuk membedakan suatu fenomena di lapangan, metode kualitatif deskriptif

hanyalah memaparkan situasi atau peristiwa penelitian. Deskriptif yaitu

penelitian yang memasukkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana

adanya saat penelitian dilaksanakan, dikatakan deskriptif karena bertujuan

memperoleh pemaparan dan penjelasan yang objektif khususnya mengenai

Efektivitas komunikasi pelayanan dengan adaptasi masyarakat terhadap

metode pembayaran baru non tunai dengan scan QR Code di YOTTA Cabang

Samata.

B. LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU

1. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan mulai Juli sampai Agustus 2022

2. Lokasi penelitian

Adapun lokasi penelitian yaitu di YOTTA Cabang Samata Kecamatan

Somba Opu Kabupaten Gowa.


26

C. JENIS DAN SUMBER DATA

Sumber data dalam penelitian kualitatif yaitu melalui wawancara,

observasi, dokumentasi dan lainnya. Sumber data yang digunakan dalam

penelitian yaitu:

1. Sumber data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung

atau melalui wawancara pengamatan langsung di lapangan. Sumber ata

primer merupakan data yang diambil langsung oleh peneliti kepada

sumbernya tanpa ada perantara dengan cara menggali sumber asli secara

langsung melalui responden.

2. Sumber data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh melalui

perantara media atau dokumentasi studi dan kepustakaan dengan bantuan

media cetak dan media internet secara catatan lapangan, sumber data

sekunder merupakan sumber data tidak langsung yang mampu memberikan

data tambahan serta penguatan terhadap data penelitian.

3. Informan

Informan adalah objek penting dalam sebuah penelitian. Informan

peneliti adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi

tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Adapun informan di

dalam penelitian ini adalah beberapa staff dari YOTTA Cabang Samata.
27

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1. Observasi

Metode observasi yaitu peneliti mengamati langsung objek yang diteliti.

Observasi yang dilakukan peneliti yaitu dengan mengamati Efektivitas

penggunaan pembayaran non tunai scan QR Code pada YOTTA Cabang

Samata dengan konsumen mereka secara langsung dan melakukan

pengumpulan data secara terus terang kepada sumber data.

2. Wawancara

Wawancara (interview) adalah pertemuan dua orang untuk bertukar

informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan

makna dalam suatu topik tertentu, dalam wawancara ini peneliti

mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas dan leluasa, tanpa terkait

oleh suatu susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Metode

wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai efektitas

penggunaan scan QR Code oleh konsumen YOTTA Cabang Samata.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah rekaman peristiwa yang lebih dekat dengan

percakapan, menyangkut persoalan pribadi dan memerlukan interpretasi

yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa tersebut,

dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data hasil penelitian

mengenai Efektivitas penggunaan Scan QR Code sebagai metode baru

pembayaran non tunai di YOTTA Cabang Samata yaitu dengan berupa

arsip, jurnal dan gambar.


28

E. ANALISIS DATA

Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah

sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut mudah di

pahami dan bermanfaat untuk mengambil kesimpulan dan menemukan solusi

permasalahan yang diangkat, teknik penelitian kualitatif dengan format

deskriptif yaitu menjelaskan kondisi, berbagai situasi atau variable yang

menjadi objek penelitian dan menggambarkan data apaadanya, kemudian

menganalisisnya dengan kata-kata dan kalimat.


29

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Bilson, Simamora. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia


Pustaka Utama

Hardiansyah. 2009. Komunikasi Pelayanan Publik. Yogyakarta: PT GavaMedia

Bulaeng, Andi. 2010. Teori dan Manajemen Riset Komunikasi. Jakarta.

Bungin, Burhan. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta.

Effendy, Onong. 2003. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung.

Kriyantono, Rachmat. 2014. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta.

Majid, Abd. Rayudaswati Budi. 2013. Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi
Yogyakarta : Lentika Book.

Juwandi, Hendy Irawan. 2004. Kepuasan Pelayanan Jasa. Jakarta : Erlangga, 2004.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:


Alfabeta

West, Richard & Turner, Lynn. 2013. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan
Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika
30

JURNAL

Richardo Herony (Fakultas Ekonomi Universitas Andalas) “Analisa Penerapan


Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Nagari Mobile Banking
dalam Meningkatkan Pelayanan di Bank Nagari Cabang Utama” tahun 2020.

Muhammad Azmi Fauzan Anas (Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin
Makassar) “Pemanfaatan Kode QR Pada Peningkatan Pelayanan dan Kepuasan
Pelanggan Pada Restoran” tahun 2020.

Muhammad Ramadhan Fitriyan (Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas


Muhammadiyah Surakarta). “Sistem Informasi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis
QR Code” Tahun 2017.

SUMBER LAIN
[Link]

[Link]

dengan-qr-code

[Link]

[Link]

qr-code-yang-perlu-

diketahui#:~:text=Berbeda%20dengan%20Code%20yang%20hanya,dan%20m

asih%20banyak%20yang%20lainnya.

[Link]

d#v=onepage&q&f=false
31

Anda mungkin juga menyukai