0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Analisa Kinerja Drainase Namura Indah

Diunggah oleh

Jendral pnz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Analisa Kinerja Drainase Namura Indah

Diunggah oleh

Jendral pnz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 5 Nomor 1, Februari 2022, 18-25

Jurnal Publisher by Program Studi Teknik Sipil


Fakultas Teknik Universitas Batanghari
Talenta Sipil ISSN 2615-1634 (Online), DOI 10.33087/talentasipil.v5i1.93

Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan


Namura Indah Muaro Jambi
Riduansyah1*, Azwarman2, Kiki Rizky Amalia3
2,3
Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Batanghari Jambi
1
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Batanghari Jambi
*Correspondence email: riduansyahmel12@[Link]

Abstrak. Sistem drainase di Namura Indah Desa Pematang Gajah Kecamatan Muaro Jambi memiliki permasalahan ketika hujan
terjadi maupun tidak hujan salah satunya yaitu genangan. Permasalahan pada drainase di Namura Indah Desa Pematang Gajah
Kecamatan Muaro Jambi adalah terdapat sampah, sedimentasi, dan vegetasi di tambah adanya penyumbatan pada saluran
menyebabkan kondisi saluran terhambat. Kondisi ini perlu dilakukan penelitian terhadap kapasitas saluran eksisting yang nantinya
memberikan solusi untuk kapasitas saluran yang sesuai. Data primer didapat yaitu melakukan pengukuran langsung ke lokasi
penelitian sesuai dengan bentuk saluran drainase persegi. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait berupa data curah huja 10
tahun terkhir, peta wilayah pemerintahan muaro jambi dan data kependudukkan. Pengembangan Sumber Daya Air berupa data
curah hujan harian maksimum selama 12 tahun terakhir dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Metode perhitungan
analisis curah hujan rencana menggunakan metode Log – Person III, metode Gumbel, dan perhitungan intensitas hujan
menggunakan metode Talbot, metode Ishiguro, metode sherman. Kemudian, untuk perhitungan debit rencana menggunakan
metode Rasional.

Kata kunci: Debit Rencana, Kapasitas Saluran Drainase, Intensitas hujan dan Dimensi Saluran Drainase.

PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk dan pembangunan pemukiman yang begitu cepat telah menyebabkan perubahan tata
guna lahan. Banyak lahan yang semula berupa lahan terbuka atau hutan berubah area pemukiman maupun industri.
Hal ini tidak hanya kawasan perkotaan, namun sudah merambah ke kawasan budaya dan kawasan lindung, yang
berfungsi sebagai daerah resapan air. Terjadi banjir dilokasi akibat curah hujan yang tinggi dengan durasi satu sampai
dengan dua jam. Kelurahan tersebut sudah ada drainase disepanjang sungai dan saluran kecil, namun belum bisa
mengatasi banjir yang terjadi akibat debit curah hujan yang tinggidampak negatif dari banjir.

Tinjauan pustaka
Kata drainase berasal dari kata drainage yang artinya mengeringkan atau mengalirkan,Secara umum drainase
didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan pada suatu
kawasan (Wesli,2008).
Sebuah kota yang layak dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal harus mempunyai beberapa prasarana
pendukung kehidupan salah satunya adalah prasarana sistem drainase sistem drainase perkotaan menjadi suatu
prasarana untuk menciptakan kehidupan yang bersih sehat dan menyenangkan bagi penghuni kota yang dilayani.
Drainase alamiah ini terbentuk pada kondisi tanah yang cukup kemiringannya, sehingga air akan mengalir
dengan sendirinya, masuk ke sungai - sungai. Pada tanah yang cukup poreous, air yang ada di permukaan tanah akan
meresap ke dalam tanah.(Suripin,2004)

Gambar 1. Siklus Hidrologi


Sumber : (Suripin 2004)
18
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

Fungsi Drainase
Bagi Tujuan Tersebut Suatu Sistem Drainase Harus Memenuhi Beberapa Fungsinya Yang Harus Dapt Dipenuhi
Antara Lain ( Mulyanto, 2006)

Membuang Air Limbah


Fungsi Ini Berjalan Dengan Mengalirkan Air Lebih Ke Tujuan Akhirnya Yaitu Perairan Bebas Yang Dapat
Berupa Sungai Danau Maupun Laut,Ke Dalamnya Air Lebih Ini Dapat Dialirkan. Ini Merupakan Fungsi Utama Untuk
Mencegah Mengenangnya Air Pada Lahan Perkotaan Maupun Didalam Parit-Parit (Saluran-Saluran) Yang Menjadi
Bagian Dari Sistem Drainase. (Mulyanto,2006)

Intensitas hujan
Hujan adalah turunnya air dari atmosfer kepermukaan bumi yang bisa berupa hujan, hujan
salju,kabut,embun,dam [Link] tropis hujan memberikan sumbangan terbesar sehingga seringkali dianggap
hujanlah dianggap presipitasi.(Triatmodjo, 2008)
Menentukan intensitas curah hujan dalam menentukan intensitas curah hujan data harian dapat diestimasikan
dengan menggunakan rumus : (Wesli,2008)
R24 24
I = ( )2/3 ....................................................................... (2.1)
24 𝑡
Keterangan :
I = Intensitas curahhujan (mm/jam)
R24 = Curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm)
T = Durasi lamanya curah hujan (mm/menit

Metode Log Person Tipe III


Salah satu distribusi dari serangkaian distribusi yang dikembangkan person menjadi perhatian ahli sumber daya
air adalah Log Person Tipe III dan berikut ini adalah langkah - langkah penggunaan distribusi Log Person Tipe III :
(Suripin,2003).

Ubah data ke dalam bentuk logaritmis, X = log X


Hitung harga rata – rata :
∑ Log Xi
log ̅
X =[ ]…................…………….............…..............................(2.21)
N

Hitung harga simpangan baku


̅ 0,5
∑ Log Xi –log X
S=[ ] ……….................…………….................................(2.22)
N−1

Hitung koefisien kemencengan


N ∑(Xi−X̅ )3
G = (n−1)(n−2)(s)3…................…………….......….................................(2.23)

Hitung Logaritma hujan atau banjir dengan periode ulang T dengan rumus:
log XTr = log x̅ + KT.S …..................…………….......….......................(2.24)

Uji Chi-kuadrat dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusi yang telah dipilih dapat
mewakili distribusi statistik sampel data yang dianalisis. Pengambilan keputusan uji ini menggunakan parameter X². (
Restiani,2015) yang dapat dihitung dengan rumus berikut :

…………………………………………………...…....(2.25)

Dimensi Saluran Drainase

Dimensi saluran harus mampu mengalirkan debit rencana atau dengan kata lain debit yang di alirkan oleh
saluran (Qs) sama atau lebih besar dari debit rencana (Qt). (Wesli, 2008) : Qs ≥ Qt Debit suatu penampang saluran
(Qs) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus seperti di bawah ini.
Qs = As.V ………………...............……………….........................................(2.34)
Keterangan :
V = Kecepatan aliran di dalam saluran (m/detik)
19
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

QS = Debit kontrol (m3/detik)


As = Luas penampang saluran (m2)

Perhitungan Debit Banjir Rencana


Debit rencana adalah debit dengan periode ulang tertentu yang diperkirakan akan melalui suatu sungai atau
bangunan air, Menghitung debit banjir rencana dengan mempergunakan metode Rasional, dirumuskan sebagai
berikut: (Wesli 2008)

Q = 0.278 × C × Cs × I × A.......................................................................... (2.43)


Dimana :
Q = Debit banjir rencana ( m3/det)
C = Koefisien Pengaliran
Cs = Koefisien tampungan
I = Intensitas hujan pada periode ulang tahun tertentu (mm/jam)
A = Luas daerah tangkapan hujan ( km²)

METODE PENELITIAN
Wilayah Studi Perumahan Namura Indah Kecamatan Muaro Jambi ini memiliki luas wilayah seluas 2.451 Ha.
Wilayah ini berbatasan dengan desa mandalo laut, sebelah selatan berbatasan dengan desa pematang gajah, sebelah
timur berbatasan dengan desa mandalo darat, sebelah selatan berbatasan dengan desa simpang sungai duren dan
kelurahan pijoan. Jumlah penduduk dari 4 Rt yaitu : 1718 penduduk.

Pengumpulan Data Penelitian


Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
1. Data Primer
a. Dimensi saluran existing( Lebar, tinggi, panjang,kemiringan )
b. Tipe saluran dan Foto dokumentasi
2. Data Sekunder ,Data curah hujan 10 tahun terakhir ,Dan Peta wilayah pemerintahan Muaro jambi.

Flowchart Penelitian

Gambar 2. Bagan Alir (Flowchart)


20
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

HASIL DAN PEMBAHASAN


Data Hidrologi data curah hujan, yang pada kasus ini data curah hujan diambil pada Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Muaro Jambi 2018. Data yang dipakai adalah data curah
phujan bulanan Muaro Jambi dengan periode ulang selama 10 tahun (2008 – 2017).
Data Topografi bisa didapat dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan, juga bisa di dapat dari
data Google Maps. Perhitungan Curah Hujan dan Intensitasnya, Perhitungan curah hujan memerlukan data curah
hujan rancangan maksimum data curah hujannya berasal dari BMKG Stasiun Klimatologi Muaro Jambi.

Tabel 1. Data Curah Hujan Muaro Jambi Tahun 2008 s/d 2017
Bulan (mm)
No Tahun
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des
1 2008 144 133 315 239 229 65 82 170 114 276 217 295
2 2009 160 318 323 201 192 149 77 116 128 200 310 281
3 2010 122 372 191 242 120 192 310 329 239 353 276 285
4 2011 205 102 140 209 142 126 128 98 104 323 396 239
5 2012 68 174 135 197 147 92 101 32 223 187 226 144
6 2013 160 286 394 304 241 92 174 152 224 138 244 188
7 2014 196 17 110 211 212 118 182 177 130 150 242 267
8 2015 118 147 322 193 200 104 54 26 15 56 239 257
9 2016 245 247 237 138 173 78 71 192 56 159 431 126
10 2017 127 167 287 612 308 225 144 153 145 248 349 237
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Muaro Jambi(2018).

Analisa Aliran
Untuk menentukan limpasan (run off) dibutuhkan data intensitas curah hujan dalam jangka pendek dengan
durasi 5 sampai 120 [Link] langkah mencari intensitas curah hujan jangka pendek di bawah ini :
1. Perhitungan Intensitas durasi Metode Talbot
a
I=
t+b
2. Perhitungan Intensitas durasi Metode Ishiguro
a
I=
√t + b
3. Perhitungan Intensitas durasi Metode Sherman
a
I= n
t

Tabel 2. Perhitungan Intensitas durasi Metode Talbot


INTENSITAS (mm/menit)
Durasi Return Periode Return Periode Return Periode Return Periode Return Periode Return Periode
No (menit) 2 Tahun 5 Tahun 10 Tahun 25 Tahun 50 Tahun 100 Tahun
1 5 120,745 195,262 255,609 335,069 426,033 464,329
2 10 90,268 163,711 210,182 275,520 350,318 381,808
3 20 73,250 123,728 155,065 203,270 258,453 281,685
4 30 58,032 99,441 122,850 161,040 204,759 223,164
5 40 48,050 83,124 101,718 133,338 169,537 184,776
6 60 35,750 62,586 75,681 99,208 126,140 137,479
7 80 28,464 50,186 60,257 78,989 100,432 109,460
8 120 20,222 35,943 42,808 56,116 71,350 77,763
Sumber: Data Olahan 2019

Tabel 3. Hasil Perhitungan curah Hujan dengan dua metode


Periode Ulang /Tahun (mm/hari)
No Metode
2 5 10 25 50 100
1 Gumbel 188,137 233,863 264,140 302,391 329,335 358,939
2 Log Pearson Tipe III 179,635 215,715 246,539 293,142 333,707 379,584
Sumber: Data Olahan 2019

Tabel 4. Hasil Perhitungan Intensitas Durasi tiga Metode Periode Ulang 10 Tahun (Rencana)
No Durasi (menit) Metode Talbot 10 Tahun Metode Ishiguro 10 Tahun Metode Sherman 10 Tahun
1 5 255,609 297,243 295,564
2 10 210,182 198,364 201,236
3 20 155,065 134,901 137,012

21
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

4 30 122,850 108,312 109,421


5 40 101,718 92,878 93,285
6 60 75,681 74,960 74,500
7 80 60,257 64,475 63,514
8 120 42,808 52,220 50,723
Sumber: Data Olahan 2019

Gambar 3. Grafik Intensitas Durasi Tiga Metode


Sumber : Data Olahan 2019

Pengambilan Data Primer


Pengambilan data primer mencakup pengukuran kecepatan aliran air, kemiringan saluran dan dimensi saluran,
pengambilan data dilakukan 4 kali pada tanggal 16 Januari 2018, 19 Januari 2018, Januari 2018, dan 2 Februari 2019
dibutuhkan minimal 3 orang untuk mengambil data primer di lapangan. Berikut adalah alat – alat yang diperlukan
dalam pengambilan data primer di lapangan
1. Meteran 50 m
2. GPS Garmin
3. Stopwatch (Menggunakan Smartphone)
4. Alat-alat tulis

Pengukuran Dimensi Saluran Existing

Gambar 4. Dimensi Saluran Existing


Sumber : Hasil Survey 2019

Dari pengukuran dimensi saluran di titik 1 didapat data sebagai berikut :


B= 2,06 m H = 1,50 m X= 0,23 m
Perhitungan:
𝐴 = 𝐵 𝑥 𝐻 = 2,06 𝑥 1,50 = 3,09 𝑚2
𝑃 = 𝐵 + 2. 𝐻 = 2,06 + 2 . 1,50 = 5,06 𝑚
𝐴 3,09
𝑅= = = 0,610𝑚
𝑃 5,06

22
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

Dimana :
A = Luas Penampang Basah
P = Keliling Basah
R = Jari-Jari Hidrolis

Dari pengukuran dimensi saluran di titik 2 didapat data sebagai berikut :


B = 3,00 m
H = 1,32 m
y = 0,24 cm

Perhitungan:
𝐴 = 𝐵 𝑥 𝐻 = 3,00 𝑥 1,32 = 3,96𝑚𝟐
𝑃 = 𝐵 + 2. 𝐻 = 3,00 + 2 . 1,32 = 5,64 𝑚
𝐴 3,96
𝑅= = = 0,702 𝑚
𝑃 5,64

Tabel 5. Perhitungan A (luas penampang basah), P (Keliling basah), R (Jari – jari hidraulis)
Titik
Perhitungan Rata- Rata Keterangan
1 2
A 3,09 3,96 3,525 m²
P 5,06 5,64 5,35 m
R 0,61 0,702 0,656 m

Pengukuran Kemiringan Dasar Saluran


Selain menggunakan uji kecepatan, pengukuran kecepatan aliran juga dapat dicari menggunakan persamaan
berikut:
∆t (𝑡2− 𝑡1)
So = =
𝐿 𝐿
Dimana:
So = Kemiringan Dasar Saluran
∆t = Perbedaan ketinggian dasar saluran antara dihilir dan dihulu drainase (m)
L = Panjang Saluran (m)

Pengukuran Kecepatan Aliran Air Menggunakan Rumus Manning


Sebagai pembanding hasil perhitungan kecepatan air di lapangan maka kecepatan air juga harus dihitung
menggunakan rumus berikut ini:
2 1
1
V = . 𝑅 3 . 𝑆𝑜 2
𝑛
Dimana:
V = Kecepatan aliran (m/det)
R = Jari-Jari Hidraulis = A/P (m)
n = Koefisien kekasaran Manning
So = Kemiringan dasar saluran
1 2 1 1 2 1
𝑉 = . 𝑅 3 . 𝑆𝑜 2 = 𝑥 0,6103 𝑥 0,00012,2 = 0,7162 m/d
𝑛 0,011`

Perhitungan Debit Air Saluran


Setelah diperoleh kecepatan maka dapat kita hitung air di salauran existing di Perumahan Namura Indah dengan
menggunakan rumus sebagai baerikut :
𝑄=𝐴∗ 𝑉
Dimana:
Q = Debit Air (m³/det)
A = Luas Penampang Basah (m²)
V = Kecepatan Aliran Air (m/det)

Luas penampang basah yang digunakan adalah luas penampang rata – rata dan kecepatan air yang digunakan
adalah kecepatan percobaan rata – rata. Hasil perhitungan debit dapat dilihat di bawah ini:
𝑄=𝐴× 𝑉

23
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

𝑄 = 3,09 × 0,7162 = 2,2130 m3/d


Jadi debit air pada saluran existing tersebut adalah 2,2130m³/det

Pengukuran Kemiringan Dasar Saluran


Selain menggunakan uji kecepatan, pengukuran kecepatan aliran juga dapat dicari menggunakan persamaan
berikut:
∆t (𝑡2− 𝑡1)
So = =
𝐿 𝐿
Dimana:
So = Kemiringan Dasar Saluran
∆t = Perbedaan ketinggian dasar saluran antara dihilir dan dihulu drainase (m)
L = Panjang Saluran (m)

Pengukuran kemiringan dasar saluran dilakukan dengan menggunakan gps di titik awal dan titik akhir saluran:

Gambar 5. Sketsa Existing Saluran Drainase


Sumber: Data olahan 2019

Dengan rumus:
0  0  0,01  0,02  0,02  0,04
SO   0,00012
700

Pengukuran Kecepatan Aliran Air Menggunakan Rumus Manning


Sebagai pembanding hasil perhitungan kecepatan air di lapangan maka kecepatan air juga harus dihitung
menggunakan rumus berikut ini:
2 1
1
V = . 𝑅 3 . 𝑆𝑜 2
𝑛
Di mana:
V = Kecepatan aliran (m/det)
R = Jari-Jari Hidraulis = A/P (m)
n = Koefisien kekasaran Manning
So = Kemiringan dasar saluran
1 2 1 1 2 1
𝑉 = . 𝑅 3 . 𝑆𝑜 2 = 𝑥 0,6103 𝑥 0,00012,2 = 0,7162 m/d
𝑛 0,011`
Jadi kecepatan air yang mengalir pada saluran tersebut adalah 0,7162 m/detik

Perhitungan Debit Air Saluran


𝑄=𝐴× 𝑉
𝑄 = 3,09 × 0,7162 = 2,2130 𝑚3 /𝑑et
Jadi debit air pada saluran existing tersebut adalah 2,2130m³/det

Mencari Luasan Catchment Area


Dalam mencari luasan catchment area ini terlebih dahulu meninjau lokasi untuk menentukan kontur daerah
tersebut, selain meninjau langsung menentukan kontur juga dapat diperoleh dari peta kontur yang sudah ada yaitu Peta
Kontur Muaro Jambi.
1.274.796,343
Luas area = = 1,27 km2
1000000

Perhitungan Koefisien Tampungan


Daerah yang memiliki cekungan untuk menampung air hujan relatif mengalirkan lebih sedikit air hujan
dibandingkan dengan daerah yang tidak memiliki cekungan sama sekali. Berikut rumus yang digunakan dalam
perhitungan koefisien tampungan. (Wesli, 2008).

24
Riduansyah et al., Analisa Kinerja Saluran Drainase Diperumahan Namura Indah Muaro Jambi

2 𝑇𝑐
Cs =
2 𝑇𝑐+𝑇𝑑
Dimana:
Cs = Koefisien tampungan
Tc = Waktu konsentrasi (jam)
Td = Conduittime sampai ke tempat pengukuran (jam)
2 𝑥 0,0216
Cs = = 0,614
(2𝑥 0,0216 )+0,0271

Perhitungan Debit Rencana


Perhitungan debit rencana menggunakan Metode Rasional sebagai berikut:
𝑄𝑇 = 0,278 ∗ 𝐶 ∗ 𝐶𝑠 ∗ 𝐼 ∗ 𝐴
Dimana:
C (Koefisien pengaliran) :0,70
Cs (Koefisien tampungan) :0,614
I (Intensitas hujan )mm/jam : 74,500mm/menit = 4470 mm/jam
A(Chatchement Area) km² :1,27 km²
QT(Debit rencana)m3/d :
0,278  C  C S  I  A
QT : 0,278  0,70  0,614  44,70 1,27
: 10,870 m3/d
Maka didapat Qt = 10,870 m /d ≥ Qexisting = 2,2130 m3/d
3

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan perhitungan Intensitas Durasi dengan tiga metode periode ulang 10 tahun dari metode sherman, I =
74,500 mm/menit
2. Dengan dimensi saluran drainase existing, B = 206 cm , dan H = 150 cm didapat debit drainase existing 2,2130
m3/d
3. Maka didapat Qt = 10,870 m3/d ≥ Qexisting = 2,2130 m3/d
hasil perhitungan debit kontrol (Qt) didapat = 10,870 m3/d. Maka saluran Drainase Perumahan Namura Indah
Muaro Jambi dapat digunakan.

Saran
Dalam penelitian ini, beberapa saran yang dapat diambil antara lain:
1. Untuk menanggulangi banjir yg terjadi maka dimensi saluran perlu ditinggikan agar debit banjir bisa teratasi
sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar.
2. Sepanjang saluran sebaiknya agar dibersihkan dari tanaman – tanaman liar yang tumbuh agar air yang mengalir
secara lancar.
3. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sistem jaringan drainase.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) Stasiun Klimatologi Muaro Jambi.
Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi
Triatmodjo, B. (2008). Hidraulika II, Beta Offset, Yogyakarta.
Wesli. (2008). Drainase Perkotaan, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Mulyanto, H.R (2006) Penataan Drainase Perkotaan, Graha Ilmu, Yogyakarta
Restiani, Esi (2015) Analisa Kinerja Sistem Drainase Kelurahan Kuto Panji, Kec Belinyu

25

Anda mungkin juga menyukai