Pitch deck adalah presentasi yang ditujukan untuk mencari pendanaan dari investor.
Terdapat aturan
yang populer berkaitan dengan pitch deck, yaitu 10/20/30 rule–dipopulerkan oleh Guy Kawasaki.
Sederhananya, 10/20/30 rule berarti pitch deck tidak lebih dari 10 slide, dipresentasikan tidak lebih dari
20 menit, dan tidak boleh menggunakan ukuran font yang lebih kecil dari 30 poin.
Pitch deck biasanya dibuat menggunakan berbagai macam tools umum seperti PowerPoint,
KeyNote, atau Prezi.
Tips Membuat Pitch Deck Yang Baik
1. Gunakan aturan 10/20/30
Pastikan slide-mu tidak lebih dari 10 slide, waktu presentasi tidak lebih dari 20 menit, dan
ukuran font yang digunakan tidak kurang dari 30.
2. Awali dengan elevator pitch
Elevator pitch merupakan penjelasan yang luas dan singkat mengenai perusahaan. Sampaikan ini
di awal dengan satu atau dua kalimat pembuka. Ini dapat menjadi daya tarik bagi calon investor
untuk mengetahui lebih jauh perusahaanmu.
3. Masukkan demo
Jangan lupa untuk memasukkan beberapa video atau foto yang menjelaskan seperti produk yang
dikembangkan perusahaanmu.
4. Sampaikan kesempatan pasar yang akan diraih
Menjelaskan mengapa ide perusahaanmu cocok diterapkan di target pasar yang dituju.
5. Sampaikan bagaimana kamu bisa mendapatkan pemasukan
Menyampaikan kepada investor bagaimana ide tersebut bisa mendatangkan pemasukan bagi
perusahaanmu.
6. Masukkan elemen grafis
Masukkanlah sedikit elemen-elemen pendukung berupa grafis atau gambar agar lebih menarik.
Hal ini penting terutama jika sedang menjelaskan hal-hal yang cukup berat seperti target pasar
dan sebagainya.
7. Sampaikan lebih dalam tentang poin-poin utama
Menjelaskan kepada investor mengenai proyeksi keuangan, informasi teknis, competitive
analysis, rencana pemasaran dan branding, serta tim manajerialmu.
8. Jaga percaya diri
Contoh Pitch Deck
Pitch deck adalah sebuah file presentasi singkat berisi penjelasan seputar kondisi bisnis secara
umum, mulai dari solusi yang ditawarkan, proyeksi pendapatan, hingga strategi yang akan
dilakukan di masa mendatang. Tujuan pembuatan pitch deck yaitu memudahkan Anda dalam
memberikan penjelasan terhadap calon investor maupun konsumen. File presentasi berfungsi
sebagai patokan untuk hal-hal apa saja akan Anda sampaikan.
Karena kegunaan pitch deck begitu banyak, sebaiknya persiapkanlah materi pitch deck sebaik
mungkin. Tools populer yang paling sering digunakan dalam pembuatan pitch deck yaitu
Microsoft PowerPoint, Prezi dan Keynote.
Susunan Pitch Deck
1. Slide Utama
a) Rangkuman
1) Penjelasan singkat mengenai produk atau startup.
2) Target pasar yang dinyatakan dalam nominal uang.
3) Level atau tahapan yang tengah dicapai oleh startup Anda saat ini.
4) Traksi atau kemampuan startup Anda dalam memonetisasi value yang dimiliki
oleh pengguna dalam beberapa bulan terakhir.
5) Besarnya pendanaan yang dibutuhkan oleh startup.
6) Jumlah pendanaan yang telah didapatkan dari sumber lainnya.
7) Nama founder dan anggota tim utama disertai pengalaman atau prestasi yang
pernah diraih berhubungan dengan startup.
8) Mitra atau investor yang sudah bergabung atau mendanai startup Anda.
b) Masalah atau Kesempatan
1) Jelaskan masalah yang dihadapi atau kesempatan bisnis yang ingin dimanfaatkan.
2) Jika bisnismu bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang ada, berikan gambaran
seberapa besar masalah tersebut dan seberapa penting hal tersebut untuk dicari
solusinya–show the depth of an issue.
3) Cek presentasi Michael Seibel, Building Product, untuk membantu men-define
masalah yang ingin diselesaikan oleh startup atau bisnismu.
c) Solusi
Bagaimana startup-mu mengatasi masalah atau memanfaatkan kesempatan
yang sudah dijabarkan sebelumnya? Bagaimana cara bisnismu jadi bagian dari solusi?
Apa yang kamu tawarkan?
Sampaikan informasi ini dengan narasi dan dukung pernyataan tersebut dengan
data dan visual solusi (produk atau jasa) yang kamu tawarkan.
Penting untuk menyampaikan value dari startup-mu di tahapan ini.
d) Peluang dan Kondisi Pasar
Jelaskan competitive landscape dan potential risk-nya, termasuk juga market size yang
ada dan persen yang mungkin akan kamu kuasai ke depannya.
Bagian ini penting karena akan memberikan gambaran kasar hasil investasi para
investor–jika angkanya cukup menarik, hal ini akan meningkatkan potensi kamu dalam
mengamankan funding.