0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan13 halaman

Metode Pembelajaran IPS SD Pendekatan Kognitif

Dokumen tersebut merupakan tugas tutorial 3 mata kuliah Pendidikan IPS di SD yang disusun oleh Retno Hidayati. Tugas tersebut membahas langkah-langkah penggunaan metode pembelajaran IPS SD berlandaskan pendekatan kognitif dan sosial serta aspek kognitif dalam evaluasi hasil belajar IPS SD.

Diunggah oleh

Retno Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan13 halaman

Metode Pembelajaran IPS SD Pendekatan Kognitif

Dokumen tersebut merupakan tugas tutorial 3 mata kuliah Pendidikan IPS di SD yang disusun oleh Retno Hidayati. Tugas tersebut membahas langkah-langkah penggunaan metode pembelajaran IPS SD berlandaskan pendekatan kognitif dan sosial serta aspek kognitif dalam evaluasi hasil belajar IPS SD.

Diunggah oleh

Retno Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 3

MATA KULIAH
PENDIDIKAN IPS di SD

DISUSUN OLEH :
RETNO HIDAYATI
NIM : 858743595

TUTOR :
Sofya Aries, [Link]

UPBJJ SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
PROGRAM STUDI PGSB-BI. A
SOAL :
1. Jika anda sebagai seorang guru di dalam sebuah kelas dan menjadi nahkoda bagi kapal
yang berisi penumpangnya adalah murid anda. Anda harus mengajarkan metode
pembelajaran IPS SD yang berlandaskan pendekatan kognitif. Rancanglah dan berilah
contoh terkait metode pembelajaran IPS SD dengan berlandaskan pendekatan kognitif
digunakan untuk mengajarkan materi pendidikan IPS di SD kepada peserta didik anda
sesuai dengan pengalaman anda sebagai seorang guru profesional!
2. Terdapat banyak metode pembelajaran dengan pendekatan apapun di dalam mengajarkan
kegitan belajar mengajar pendidikan IPS di SD salah satunya yaitu metode pembelajaran
nmelalaui pendekatan sosial. Analisislah penggunaan metode pembelajaran IPS SD kelas
tinggi berdasarkan pendekatan sosial!
3. Terdapat beberapa aspek kognitif dlam merancang dan menyusun alat evaluasi hasil
Belajar IPS di SD. Terkait hal tersebut, telaah dan berilah contoh 2 tingkatan aspek
kognitif dalam evaluasi hasil belajar IPS SD!
4. Sebelum menyusun alat evaluasi, kita perlu merencanakannya sehingga alat evaluasi
yang disusun betul-betul baik. Analisislah rancangan alat evaluasi tentang nilai dan sikap
sosial!

5. Model yang dikemukakan oleh David Johson dan Frank Johnson dalam Udin
[Link] (2003) menjelaskan bahwa model pemecahan masalah menitikberatkan
masalah secara kelompok, yaitu pada kemampuan mengambil keputusan. Analisislah
penerapan model pembelajaran IPS SD dengan menggunakan pendekatan pemecahan
masalah menurut pendapat ahli di atas!
JAWABAN

1. Pendekatan kognitif merupakan pendekatan pengajaran bahasa yang memfokus pada peran


kognitif. Istilah pendekatan kognitif muncul sehubungan dengan adanya ide-ide mengenai
kognitivisme, mentalisme, dan kemampuan kognitif dalam belajar berbahasa.
Salah satu metode pembelajaran yang berlandaskan pendekatan kognitif adalah latihan
inquiri(Inquiry training). Metode ini berangkat dari suatu kenyataan bahwa
perkembangan individu itubersifat indipenden (bebas). Oleh karena itu, dalam
penerapannya lebih menitikberatkan padapenyelidikan yang bersifat bebas, tetapi
terarah dan sistematis. Metode latihan inkuiri didasarkanatas terjadinya konfrontasi
intelektual. Guru memulainya dengan mengajukan suatu situasi t eka-teki kepada siswa
untuk dipecahkan/diselidiki. Guru dalam kegiatan ini harus mampumenyajikan peristiwa-
peristiwa yang membangkitkan siswa untuk terjadinya konfrontasiintelektual. Tahap-tahap
penerapan metode latihan inkuiri adalah berikut ini:
a. Menyajikan masalah
Guru menunjukkan situasi yang mengandung masalah dan menentukan prosedur
inkuiri yangakan ditempuh oleh siswa.
b. Pengumpulkan data dan verifikasi data
Siswa mengumpulkan informasi tentang masalah yang diajukan. Tahap ini
dimaksudkan untukmembuktikan hakikat objek dan kondisi serta menyelidiki
peristiwa situasi masalah.
c. Mengumpulkan unsur baru
Siswa bersama guru mengadakan eksperimen dan pengumpulan data (unsur
baru). Maksud kegiatan eksperimen ini adalah memisahkan variabel yang
mendukung, mengajukan hipotesisdan mengetes sebab akibat.
d. Merumuskan penjelasan
Siswa bersama guru merumuskan penjelasan atau uraian secara mendetail, rapi,
dansistematis.
e. Menganalisis proses inkuiri
Tahapan ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana proses inkuiri telah
dilaksanakan dan apabila menemui beberapa kekurangan dicoba untuk diperbaiki
secara sistematis.

6. Langkah-langkah
penggunaan metode
pembelajaran IPS SD yang
berlandaskan
7. pendekatan kognitif.
8. Pendekatan kognitif adalah
pendekatan yang memicu
individu untuk berfikir. Kata
dasar
9. kognitif adalah kognisi
yang berarti cara manusia
berfikir. Dalam sistem
pembelajaran,
10. pendekatan ini memicu
siswa untuk mencari solusi
terhadap permasalahan-
permasalahan
11. yang disodorkan kepada
mereka.
12. Metode Ceramah, Diskusi
dan Tanya Jawab
13. Metode ceramah adalah
metode paling umum dalam
sistem belajar mengajar.
Metode ini
14. dilakukan dengan
menceritakan dan
menjelaskan tentang materi-
materi faktual banyak
15. dan generalisasi-
generalisasi. Metode ini
didukung dengan
menyodorkan contoh-contoh
16. dan gambaran kongkrit
mengenai materi yang
disampaikan. Hal ini
bertujuan untuk
17. mempermudah siswa
dalam memahami materi
yang sedang diajarkan.
18. Apabila metode ini kurang
efektif, dilakukanlah metode
lanjutan berupa diskusi.
Metode
19. Langkah-langkah
penggunaan metode
pembelajaran IPS SD yang
berlandaskan
20. pendekatan kognitif.
21. Pendekatan kognitif adalah
pendekatan yang memicu
individu untuk berfikir. Kata
dasar
22. kognitif adalah kognisi
yang berarti cara manusia
berfikir. Dalam sistem
pembelajaran,
23. pendekatan ini memicu
siswa untuk mencari solusi
terhadap permasalahan-
permasalahan
24. yang disodorkan kepada
mereka.
25. Metode Ceramah, Diskusi
dan Tanya Jawab
26. Metode ceramah adalah
metode paling umum dalam
sistem belajar mengajar.
Metode ini
27. dilakukan dengan
menceritakan dan
menjelaskan tentang materi-
materi faktual banyak
28. dan generalisasi-
generalisasi. Metode ini
didukung dengan
menyodorkan contoh-contoh
29. dan gambaran kongkrit
mengenai materi yang
disampaikan. Hal ini
bertujuan untuk
30. mempermudah siswa
dalam memahami materi
yang sedang diajarkan.
31. Apabila metode ini kurang
efektif, dilakukanlah metode
lanjutan berupa diskusi.
Metode
32. Langkah-langkah
penggunaan metode
pembelajaran IPS SD yang
berlandaskan
33. pendekatan kognitif.
34. Pendekatan kognitif adalah
pendekatan yang memicu
individu untuk berfikir. Kata
dasar
35. kognitif adalah kognisi
yang berarti cara manusia
berfikir. Dalam sistem
pembelajaran,
36. pendekatan ini memicu
siswa untuk mencari solusi
terhadap permasalahan-
permasalahan
37. yang disodorkan kepada
mereka.
38. Metode Ceramah, Diskusi
dan Tanya Jawab
39. Metode ceramah adalah
metode paling umum dalam
sistem belajar mengajar.
Metode ini
40. dilakukan dengan
menceritakan dan
menjelaskan tentang materi-
materi faktual banyak
41. dan generalisasi-
generalisasi. Metode ini
didukung dengan
menyodorkan contoh-contoh
42. dan gambaran kongkrit
mengenai materi yang
disampaikan. Hal ini
bertujuan untuk
43. mempermudah siswa
dalam memahami materi
yang sedang diajarkan.
44. Apabila metode ini kurang
efektif, dilakukanlah metode
lanjutan berupa diskusi.
Metode
2. Pendekatan sosial mengutamakan hubungan individu dengan masyarakat dan memusatkan
perhatiannya kepada proses sosial yang merupakan negosiasi sosial. Pendekatan sosial
berangkat dari dua asumsi. Pertama, masalah-masalah social diidentifikasi atas dasar
kesepakatan yang diperoleh dalam proses sosial dan menggunakan prinsip sosial pula.
Kedua, proses-proses sosial yang demokratis perlu dikembangkan untuk memperbaiki
masyarakat dalam arti seluas-luasnya dan terus menerus. Dalam menggunakan model
Inkuiri Sosial, ada tahap-tahap yang harus dilalui, yaitu berikut ini:
a. Tahap Orientasi
Dalam tahap ini, siswa diminta memilih masalah sosial (tentu saja yang relevan
denganGBPP) yang akan dijadikan pokok bahsan. Masalah dapat bersumber dari
peristiwa- peristiwa sosial dikelas atau disekolah atau masyarakat sekitar sekolah.
b. Tahap Hipotesis
Tahap hipotesis diakukan setelah perumusan dan pembahasan masalah.
Fungsi perumusan hipotesis adalah sebagai acuan dalam usaha menemukan
pemecahanmasalah.
c. Tahap definisi
Pada tahap ini siswa mengadakan pembahasan tentang pengertian latihan-latihan
yangterdapat dalam hipotesis. Hal ini penting agar terdapat pengertian yang sama
padasetiap siswa.
d. Tahap Eksplorasi
Tahap eksplorasi adalah tahap pengujian hipotesis dengan logika deduksi
danmengembangkan hipotesis dengan implikasi serta asumsi-asumsi. Apabila telah
terujiantara hipotesis dengan dasar logika maka tahap berikutnya adalah
pembuktiandengan fakta-fakta.
e. Tahap Pembuktian
Dalam tahap ini, para siswa mengumpulkan data dengan metode yang [Link],
melaui wawancara, angket dan observasi. Jika data telah terkumpul,kemudian diadakan
analisis data untuk disimpulkan, apakah hipotesis diterima atauditolak.
f. Tahap Generalisasi
Tahap ini merupakan tahap akhir dari model inkuiri sosial. Pada tahap ini telah
dapatdisusun pernyataan terbaik dalam pemecahan masalah. Generalisasi yang
dihasilkanhendaknya disusun secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa

3. Aspek kognitif dalam evaluasi hasil belajar IPS SD mempunyai 2 tingkatan yaitu :
a. Evaluasi yang mempunyai tingkatan lebih rendah, meliputi hal-hal berikut :
1. Evaluasi yang mengungkap pengetahuan (Knowledge)
Evaluasi ini hanya mengungkap fakta, definisi, pengertian dan sejenisnya. Jadi siswa
hanya dituntut untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
Contoh : Di manakah terdapat tambang timah di Indonesia?
2. Evaluasi yang mengungkap pemahaman (Comprehension)
Evaluasi ini menuntut siswa untuk memahami atau mengerti apa yang telah
dipelajari. Dengan demikian, siswa dituntut dapat menjelaskan apa yang telah
dipelajari dengan kalimatnya sendiri.
Contoh : Mengapa Pulau Jawa padat penduduknya?

3. Evaluasi yang mengungkap penerapan (Application)


Evaluasi ini menuntut iswa dapat menggunakan informasi yang diterima untuk
memecahkan suatu masalah.
Contoh : Demonstrasikan terjadinya gerhana matahari dengan 3 bola yang
ukurannya berbeda!
b. Evaluasi yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi, meliputi hal-hal berikut :
1. Evaluasi yang mengungkap Analisis
Evaluasi ini menuntut siswa untuk berpikir secara mendalam, kritis bahkan
menciptakan sesuatu yang baru.
Contoh : menguraikan alas an atau sebab-sebab suatu kejadian.
Pertanyaan : Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perang
Diponegoro?
2. Evaluasi yang mengungkap Sintesis
Evaluasi ini menuntut siswa berpikir orisinil dan kreatif.
Contoh : pertanyaan yang menuntut siswa membuat prediksi atau peramalan atau
perkiraan.
Pertanyaan : Apa dampak yang mungkin terjadi jika pantai utara Jawa Barat
ditimbun untuk dijadikan daerah pemukiman.
3. Evaluasi yang mengungkap Penilaian
Evaluasi ini menuntut siswa untuk melakukan kegiatan berpikir yang paling tinggi.
Contoh : pertanyaan yang meminta siswa memberikan pendapat.
Pertanyaan : Setujukah Anda terhadap kehidupan ala barat yang sngat bebas?

4. Dalam merancang alat evaluasi perlu dipelajari kurikulum sekolah yang berlaku, yaitu
mengenai hal-hal berikut :
1. Kompetensi Dasar (KD)
2. Materi Pokok
3. Hasil Belajar
4. Indikator materi
Materi pelajaran yang ada pada kurikulum perlu dikembangkan lebih terperinci untuk
mempermudah dalam menyusun kisi-kisi soal. Setelah materi dijabarkan, kemudian
dissusun indicator untuk kisi-kisi soal yang akan dibuat.
Contoh pokok bahasan pada kurikulum SD Kelas 3 Semester 1 :
1. Kompetensi Dasar
Kemampuan mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga
2. Materi Pokok
Kedudukan dan peran anggota keluarga
3. Hasil Belajar
a. Menceritakan kedudukan anggota keluarga
b. Menceritakan peran anggota keluarga
4. Indicator
a. Menceritakan kedudukan anggota keluarga
1) Menyebutkan kedudukan setiap anggota keluarga
2) Membuat silsilah keluarga
b. Menceritakan peran anggota keluarga
1) Menjelaskan peran setiap anggota keluarga
2) Menjelaskan kecenderungan perubahan peran di keluarga. Misalnya, ibu bekerja
mencari nafkah.
3) Menceritakan pengalaman siswa dalam melaksanakan perannya dalam keluarga

5. Model yang dikemukakan oleh David Johnson dan Frank Johnson, menitikberatkan pada
masalah secara kelompok yaitu pada kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan
masalah secara kelompok meliputi beberapa unsur yaitu :
a. Dapat menghasilkan kesepakatan tentang sesuatu keadaan yang dikehendaki
b. Sepakat menetapkan struktur dan prosedur untuk menghasilkan, memahami dan
memakai informasi yang relevan dengan keadaan yang actual.
c. Sepakat untuk menetapkan struktur dan prosedur untuk menemukan kemungkinan
pemecahan masalah, memutuskan dan mempergunakan cara pemecahan yang terbaik
dan efektif.
Langkah-langkah pemecahan masalah secara kelompok antaralain :
a. Definisi masalah
b. Diagnosis masalah
c. Merumuskan alternative strategi
d. Penentuan dan penerapan suatu strategi
e. Evaluasi keberhasilan strategi

Anda mungkin juga menyukai