Cooling System
Adanya pembakaran pada saat engine bekerja akan menimbulkan panas yang
dapat berakibat engine rusak. Selain itu engine memerlukan temperatur tertentu agar
engine bisa bekerja maksimal. Untuk itulah pada engine diperlukan cooling sistem, agar
temperatur engine tetap pada temperatur kerjanya yaitu 70 oC – 90 oC . Berikut adalah
skema umum dari cooling system pada diesel engine.
Gambar 6. 1 Cooling system
Water pump memompakan coolant dari radiator menuju system . Coolant dari
system menuju ke thermostat, dimana jika suhu coolant masih dibawah suhu kerja
engine maka coolant akan dikembalikan ke water pump, namun jika suhu coolant diatas
suhu kerja engine maka thermostat akan membuka dan mengalirkan coolant menuju
radiator untuk didinginkan oleh radiator fan. Berikut adalah komponen-komponen
cooling system :
1. Water pump
Adalah untuk mensirkulasikan air dengan tekanan ke dalam sistem pendingin.
Semua pompa air yang dipergunakan pada engine umumnya mempergunakan jenis
sentrifugal pump.
Gambar 6. 2 Water pump
2. Radiator
Fungsi radiator adalah sebagai tempat untuk mendinginkan coolant dalam tube
radiator saat engine beroperasi dengan media udara. Udara dihembuskan ke radiator
dengan sebuah fan yang diputar oleh engine melalui pulley atau dengan motor hydraulic.
Gambar 6. 3 Radiator dan cooling fan
Radiator terbagi menjadi 3 bagian, yaitu upper tank, core, dan lower tank. Upper
tank merupakan tempat kembalinya coolant dari system . Pada upper tank terdapat buffle
plate yang berfungsi untuk memecahkan bubble (gelembung udara) yang terjadi di dalam
sistem sebelum masuk kedalam radiator. Upper radiator juga tempat dimana radiator cap
terpasang.
Gambar 6. 4 Radiator cap dan overflow tank
Radiator cap memiliki safety valve yang berfungsi untuk menjaga pressure dalam
radiator. Terdapat 2 buah valve yang sering disebut dengan pressure valve dan vacum
valve. Karena panas tekanan di dalam radiator naik, besarnya tekanan yang diijinkan
akan dituliskan pada cap, sebagai contoh pada radiator cap tertulis 0.9 berarti tekanan
yang diijinkan dalam radiator 0.9 lebih Tinggi dibandingkan tekanan udara sekitar. Apabila
tekanan dalam radiator naik melebihi batas yang diijinkan maka kelebihan tekanan
tersebut akan mampu mendorong pressure valve melawan spring, sehingga air dari
radiator keluar melalui overflow tube menuju overflow tank. Vacum valve berfungsi utuk
mencegah kevakuman di dalam radiaotor jika tekanan dalam sistem pendingin
kurang/lebih kecil dari tekanan udara luar maka vacum valve akan terbuka, dan air dari
overflow tank akan terhisap kedalam radiator.
3. Thermostat
Thermostat berfungsi mengatur membuka dan menutup aliran air pendingin ke
radiator, sehingga temperatur air pendingin terjaga pada suhu kerja (70 oC - 90 oC).
Untuk mencegah timbulnya over heating dan mempercepat tercapainya temperatur
kerja engine pada saat mulai operasi.
Gambar 6. 5 Thermostat
Jika temperatur engine naik, expander akan mengembang dan mendorong
piston ke atas. Karena piston tersebut dijadikan satu dengan valve pada thermostat
tersebut, maka saluran yang ke radiator yang tadinya tertutup akan terbuka sedikit,
sehingga air akan mengalir ke pompa maupun ke radiator. Besar kecilnya aliran air
yang ke radiator maupun yang ke pompa, tergantung dari besar kecilnya valve
terbuka. Terbukanya valve tersebut berdasarkan kenaikan temperatur dari air
pendingin. Valve mulai terbuka pada temperatur 74.5 oC-78.5 oC dan terbuka penuh
pada 90 oC.
4. Corrosion Resistor
Di dalam corrosion resistor terdapat filter elemen yang berfungsi untuk mencegah
terjadinya endapan dan karat yang dapat menyebabkan tersumbatnya saluran
pendingin. Selain itu juga terdapat chemical element yang berfungsi untuk menjaga
tingkat keasaman water coolant pada pH 8-9.
Gambar 6. 6 Corrosion resistor
C. RANGKUMAN
Skema umum dari cooling system:
Water pump memompakan coolant dari radiator menuju system . Coolant dari system
menuju ke thermostat, dimana jika suhu coolant masih dibawah suhu kerja engine
maka coolant akan dikembalikan ke water pump, namun jika suhu coolant diatas
suhu kerja engine maka thermostat akan membuka dan mengalirkan coolant menuju
radiator untuk didinginkan oleh radiator fan
Water pump adalah untuk mensirkulasikan air dengan tekanan ke dalam sistem pendingin.
Semua pompa air yang dipergunakan pada engine umumnya mempergunakan jenis
sentrifugal pump
radiator adalah sebagai tempat untuk mendinginkan coolant dalam tube radiator saat engine
beroperasi dengan media udara. Udara dihembuskan ke radiator dengan sebuah fan yang
diputar oleh engine melalui pulley atau dengan motor hydraulic.
Thermostat berfungsi mengatur membuka dan menutup aliran air pendingin ke radiator,
sehingga temperatur air pendingin terjaga pada suhu kerja (70 oC - 90 oC). Untuk mencegah
timbulnya over heating dan mempercepat tercapainya temperatur kerja engine pada saat
mulai operasi.
Corrosion resistor terdapat filter elemen yang berfungsi untuk mencegah terjadinya
endapan dan karat yang dapat menyebabkan tersumbatnya saluran pendingin. Selain itu
juga terdapat chemical element yang berfungsi untuk menjaga tingkat keasaman water
coolant pada
pH 8-9.