0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan11 halaman

Pusat Pagelaran Musik Tangerang Selatan

Dokumen ini membahas perancangan pusat pagelaran musik di Tangerang Selatan dengan menggunakan pendekatan arsitektur tropis modern. Dokumen ini juga menjelaskan tujuan dan sasaran perancangan pusat pagelaran musik tersebut serta beberapa permasalahan arsitektur yang perlu dipertimbangkan dalam perancangannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan11 halaman

Pusat Pagelaran Musik Tangerang Selatan

Dokumen ini membahas perancangan pusat pagelaran musik di Tangerang Selatan dengan menggunakan pendekatan arsitektur tropis modern. Dokumen ini juga menjelaskan tujuan dan sasaran perancangan pusat pagelaran musik tersebut serta beberapa permasalahan arsitektur yang perlu dipertimbangkan dalam perancangannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN PUSAT PAGELARAN MUSIK DI

TANGERANG SELATAN DENGAN PENERAPAN


ARSITEKTUR TROPIS MODERN
Renaldy Ardiansyah, Sri Kurniash2, Dody Kurniawan3

1
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Budi Luhur
Jl. Ciledug Raya Petukangan Utara Jakarta Selatan 12260
E-mail : renaldysamahati@[Link]
2
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Budi Luhur
Jl. Ciledug Raya Petukangan Utara Jakarta Selatan 12260
E-mail : [Link]@[Link]
3
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Budi Luhur
Jl. Ciledug Raya Petukangan Utara Jakarta Selatan 12260
E-mail : [Link]@[Link]

ABSTRAK
Kawasan Wisata adalah sebuah kegiatan yang dikembangkan di banyak daerah hingga daerah tertentu
untuk menarik animo masyarakat sekitar. Terkhusus wisata seni yaitu seni musik. Untuk meningkatkan
kecintaan dan kegemaran seni musik di sebuah daerah tertentu khususnya Tangerang Selatan, Maka diperlukan
suatu kawasan pagelaran musik, dimana terdapat tempat untuk wisata edukasi musik, pagelaran musik, budaya
musik, dan pemasukan anggaran daerah. Pagelaran musik juga memberikan efek yang baik bagi masyarakat
sekitar khususnya di Tangerang Selatan karena dengan adanya tempat yang mewadahi penikmat musik dan
pengunjung bisa saling berinteraksi. Pendekatan arsitektur tropis modern dapat digunakan sebagai acuan dasar
dalam Perancangan Pusat pagelaran musik di Tangerang Selatan. Konsep bangunan ini sangat baik untuk di
terapkan, bentuk bangunan yang digunakan dapat meresponi keadaan iklim yang ada di Indonesia, dengan
menggabungkan beberapa unsur yang sudah dimodifikasi dan di perbaharui agar dapat melengkapi kekurangan
kekurangan yang ada..

Kata Kunci : Pagelaran Musik, Tangerang Selatan, Arsitektur Tropis Modern, musik

ABSTRACT
Tourism area is an activity that is developed in many areas to certain areas to attract the interest of the
surrounding community. Especially art tourism, namely the art of music. To increase the love and passion for
the art of music in a certain area, especially South Tangerang, it is necessary to have a music performance
area, where there is a place for music education tours, musical performances, music culture, and local budget
revenues. Music performances also have a good effect on the surrounding community, especially in South
Tangerang because there is a place where music lovers and visitors can interact with each other. The modern
tropical architectural approach can be used as a basic reference in the Central Design of music performances
in South Tangerang. The concept of this building is very good to use, the shape of the building used can
overcome the climatic conditions that exist in Indonesia by combining several things that have been adjusted, in
order to complete the existing shortcomings.

Keywords: Music Performance, South Tangerang, Modern Tropical Architecture, music

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 70


1. PENDAHULUAN hiburan, kalangan masyarakat yang
1.1 LATAR BELAKANG menikmati musik kebanyakan berada di café,
pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. akan
1.2 Negara Indonesia terdiri dari berbagai tetapi, kuranganya pusat atau wadah yang
daerah/ suku budaya, sehingga kaya akan menaungi para musisi dan penikmat musik
keragaman seni terutama musik[1]. Ada ini yang membuat penulis ingin membuat
beberapa jenis seni musik yang dikenal di sebuah tempat yang menaungi para musisi
Indonesia, diantaranya adalah musik dan para penikmat musik untuk dapat
tradisional dan musik modern. Musik mengembangkan pengetahuan, kemampuan,
tradisional merupakan musik yang lahir dan dan rasa sosial yang tinggi akan meluapkan
mulai berkembang di daerah-daerah di emosi dalam bermusik dan menjaga
Indonesia dan menjadi musik khas/ tradisi kelestarian Musik tradisional dan modern, di
daerah tersebut. Alat musik yang digunakan Indonesia khususnya di Tangerang Selatan.
dalam permainan musik tradisional adalah Konsep arsitektur yang dipakai adalah
alat musik khas daerah masing-masing, dan konsep tropis modern. Penulis menggunakan
bahasa yang digunakan pun bahasa daerah konsep tersebut karena arsitektur tropis
sendiri. Sehingga musik tradisional sering modern agar dapat merespon keadaan iklim
disebut juga musik etnik karena mencirikan di Indonesia, dan memaksimalkan keadaan
suatu etnis tertentu dengan contoh musik iklim menjadi sebuah arsitektur yang
dangdut, keroncong. Se-dangkan musik mempunyai nilai yang baik dalam
modern merupakan hasil pengaruh dari karakternya. Dan konsep modern merupakan
musik-musik barat yang masuk ke Indonesia. pembaharuan terhadap penggunaan material
Dalam perkembangannya, musik modern yang sudah ada sehingga membuat sebuah
lebih digemari dan lebih diminati dari pada perkembangan baik dari material hingga
musik tradisional. Musik modern biasa estetika yang dibutuhkan. Pendekatan
disebut musik masa kini. Musik modern yang arsitektur tropis modern dapat digunakan
dikenal di Indonesia antara lain: jazz, sebagai acuan dasar dalam Perancangan
country, rock, blues, balada, dangdut, dan pusat musik di Tangerang Selatan. Konsep
pop. Dalam kehidupan manusia, musik arsitektur ini sangat cocok untuk digunakan,
merupakan sarana untuk berekspresi. Musik dalam bentuk bangunan diambil dari bentuk
juga merupakan sarana penyaluran dan yang meresponi pola iklim di Indonesia,
pencerminan oleh manusia akan apa yang dengan menggunakan standar-standar
dirasa. Dengan musik, manusia lebih dapat arsitketur yang baik.
menyampaikan perasaan, melepaskan penat
di pikiran, dan dapat mem-buat hidup lebih TUJUAN DAN SASARAN
berwarna. Kebutuhan musik di era masa kini
sudah tidak lagi menjadi hal yang minoritas. 1.2.1 TUJUAN
Dapat kita lihat di mana pun dan kapan pun Menyusun konsep perencanaan dan
orang sudah tidak bisa lepas dari musik.[2] perancangan pusat kegiatan musik sebagai
wadah pementasan, hiburan, pendidikan,
Kota Tangerang Selatan adalah salah satu promosi dan penjualan, yang menekankan
kota dengan jumlah penduduk 1.747.000 jiwa pada arsitektur tropis modern pada bangunan,
dan kepadatan penduduk 10.484 jiwa/km2. sehingga mampu menjadi media penyampai
Kota Tangerang Selatan juga memiliki hasil karya musik yang baik.
masyarakat yang banyak meminati seni 1.2.2 SASARAN
musik, dan penikmat musik mulai dari Sasaran dalam perancangan pusat pagelaran
remaja hingga dewasa[1]. dari hasil musik di Tangerang Selatan dapat menjadi
pengambilan sampel wawancara sebanyak 75 tempat yang mampu meningkatkan kecintaan
responden menyatakan bahwa sebesar 9 akan keberagaman musik yang ada di
orang atau 10% responden menyukai tentang Tangerang Selatan.
keberagaman musik dan pembelajarannya, 1.3 PERMASALAHAN ARSITEKTUR
dan sisanya menyukai musik sebagai sarana
Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 71
a. Bagaimana membuat para musisi dan perencanaan dimana kita dapat
pengunjung merasa nyaman hingga selalu mengetahui keadaan kondisi tanah dan
ingin meluangkan waktu di kawasan keadaan lingkungan sehingga perencana
pagelaran musik yang akan dibuat? dapat merencanakan bangunan secara
maksimal di lokasi tersebut.

b. Bagaimana menentukan lokasi yang tepat  Studi banding.


untuk dibangun kawasan pagelaran musik di Studi banding yaitu memuat konsep
Tangerang Selatan dengan mengadaptasikan yang merupakan kegiatan meninjau dan
bangunan yang meresponi keadaan iklim melakukan evaluasi sebuah tempat
sekitar? lainnya.
c. Bagaimana merancang sebuah kawasan  Wawancara adalah teknik pengumpulan
pagelaran musik di Tangerang Selatan yang data yang dilakukan melalui tatap muka
nyaman dan mampu menyediakan berbagai dan tanya-jawab langsung antara
fasilitas yang beragam yang menjadi jati diri peneliti terhadap narasumber.
Kota Tangerang Selatan? 1.5.2 Data Sekunder
Studi literatur adalah cara
menyelesaikan persoalan dengan
1.4. PENDEKATAN PERMASALAHAN
menelusuri sumber–sumber tulisan
ARSITEKTUR
yang pernah dibuat sebelumnya.
Aspek Manusia Informasi dapat diperoleh melalui
Untuk merancang sebuah Kawasan Pagelaran internet, buku, karya ilmiah, tesis,
Musik di Tangerang Selatan yang menarik ensiklopedia, dan sumber lainnya.
perhatian dan memikat para pengunjung 2.1. GAMBARAN UMUM PROYEK
dapat dilakukan dengan pengamatan 1. Judul Proyek : Perancangan Pusat
langsung dan wawancara terhadap pelaku Pagelaran Musik di Tangerang Selatan
kegiatan dan aktivitas pelaku kegiatan Dengan Penerapan Arsitektur Tropis
sehingga dalam merancang didapatkan Modern
ukuran kapasitas ruang yang dibutuhkan dan 2. Sasaran : Meningkatkan kecintaan akan
struktur organisasi ruang yang sesuai dengan keberagaman musik yang ada di
konsep perancangan dan dapat mengetahui Tangerang Selata
apa yang dibutuhkan untuk kenyamanan 3. Tema : Arsitektur Tropis Modern
pengguna bangunan. 4. Sifat Proyek : Fiktif
Aspek Lingkungan 5. Fungsi Bangunan : Sarana Sarana
Untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk belajar, tempat pertunjukan, pameran
dibangun kawasan pagelaran musik yaitu seni dan tempat rekreasi
berada di lokasi yang memiliki keadaan 6. Sasaran : Masyarakat Umum &
tapak dan iklim yang sesuai dengan tema Penikmat Musik.
arsitektur tropis modern. Selain itu juga
diperlukan lingkungan yang mendukung 2.2 PENGERTIAN JUDUL PROYEK
keadaan sekitar tapak mulai dari akses Pagelaran Musik dapat diartikan sebagai
hingga kebisingan yang dihadapi. kegiatan mempertunjukkan karya seni musik
kepada orang lain (masyarakat umum) untuk
Aspek Bangunan istilah lain dari pergelaran adalah pertunjukan,
Untuk merencanakan sistem struktur, yaitu suatu kegiatan yang mendapatkan
merancang fasad dan bentuk bangunan tanggapan dan penilaian.[3]
kawasan pagelaran musik di Tangerang
Selatan harus keseluruhan aspek bangunan 3. PENGERTIAN ARSITEKTUR TROPIS
yang akan dirancang sehingga memiliki MODERN
kemampuan untuk meresponi keadaan alam Arsitektur
sekitar. Sehingga dapat menerapkan Arsitektur merupakan realitas kekinian dari
kenyamanan maksimal untuk memenuhi pengalaman ruang (perceived space), atau
kebutuhan pengguna bangunan. merupakan praktek keruangan kekinian (spatial
practice) (Lefebvre 1992), seperti ruang
1.5. METODE PENGUMPULAN pedagang kaki lima, hunian, kawasan wisata,
1.5.1 Data Primer koridor kota, dan kawasan transit. Sebagai
 Survey lapangan. ruang keseharian, arsitektur melibatkan
Survei lapangan adalah tahapan awal jaringan kegiatan (sosial, budaya, ekonomi),
untuk merencanakan suatu kegiatan jaringan fisik-spasial (peta pergerakan), dan
Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 72
jaringan waktu (keterulangan peristiwa ruang). Pertunjukan Musik
2.276 m2
Vandalisme ruang, misalnya, yang terpotret Outdoor
dari salah satu koridor Kota Yogyakarta, Galeri Seni 6.409 m2
merupakan ruang yang memiliki makna dan Pengelola 681 m2
memberi pengalaman penting bagi keseharian Musholla 391 m2
para pelaku vandalisme. Vandalisme, Restaurant 1.690
merupakan akumulasi dari pengalaman ruang Tenant 3.967
(urban reality), jaringan kekotaan (urban Service 796
networks) dan perilaku keseharian dari pelaku TOTAL 21.117 m2
vandalisme.[4]
 Modern RUANG LUAR LUAS m2
merupakan gaya arsitektur yang berasal dari Parkir 7000 m2
ide pemikiran atau gagasan yang menunjukan
kebebasan bangunan dan berorientasi pada Kolam 500 m2
massa kini ke dalam bentuk yang sederhana, Spot Foto 2000 m2
bersih dari ornamen dan menggunakan
kemajuan teknologi dalam pembangunan. [5] Area Jogging 1200m2
 Tropis Taman 9000m2
Geografis yang merujuk pada wilayah yang
terletak dekat katulistiwa Daerah iklim tropis TOTAL 19.700 m2
terletak di antara 23½º LS dan 23½ºLU dan
hampir 40% dari permukaan bumi yang
mendapatkan sinar matahari secara vertikal 4.3 LOKASI TAPAK
pada siang hari. Yang dibatasi oleh garis The Berdasarkan ketentuan dari Dinas Tata
topic of Capricorn dan The Tropic of Cancer. Kota Tangerang selatan mengenai
Dari pembagian diatas zona tropis dibagi peruntukan lahan pada lokasi terpilih adalah
menjadi 2 daerah iklim, yaitu (1) daerah hangat sebagai berikut:
lembab/ Tropika basah (Hot/Warm Humid a. Luas Lahan : ± 40.174 m2 (4,0 Ha).
Climate Zones) kurang lebih terletak antara 15º [Link] (Koefisien Dasar Bangunan) : 50 %
LU dan 15º LS. (2) Daerah Panas-Kering/
Tropika kering ( Hot-Dry/ Arid Climate Zones) c. KLB (Koefisien Luas Bangunan) : 3,2
terletak antara 15º LU - 30º LU dan 15º LU -
30º LS. Daerah hangat-Lembab (Hot/Warm- [Link] (Ketinggian Bangunan) :8
Humid Zones) ditandai dengan kondisi e. KDH (Koefisien Daerah Hijau) : 15%
kelembaban tinggi (>90%) curah hujan tinggi,
serta temperatur rata-rata tahunan diatas
18ºC.[6]

4. ANALISA PERENCANAAN
4.1 Analisa Pelaku Kegiatan
Pelaku aktifitas pada Kawasan pagelaran
dapat dibagi atas beberapa kelompok:
A. Pengunjung
 Wisatawan musik
 Pengunjung umum
 Komunitas musik
B. Pengelola
 Kepala Pengelola Gambar 4. 1 Kondisi Sekitar Site
 Staff/Karyawan Sumber: Olah Data Pribadi, 2021
 Tenant Lokasi : Jl. Lengkong Gudang, Kelurahan
C. Pengajar Lengkong Karya, Tangerang
Selatan
4.2 KEBUTUHAN RUANG Batas wilayah :
 Sebelah Utara : Kantor Bea
4.2.1 Analisa Kebutuhan Luas Ruang cukai
Tabel 4.1 Total Luas Kebutuhan Ruang  Sebelah Timur : Swalayan
RUANG DALAM LUAS m2 bangunan
Pertunjukan Musik  Sebelah Selatan : Perumahan
4.417 m2 bukit golf
Indoor

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 73


 Sebelah Barat :Perumahan b. Bentuk bangunan lebih dominan untuk
bukit golf mengarahkan angin untuk keluar tapak
maupun diarahkan ke massa bangunan yang
4.3.1 Analisa Matahari Matahari lain. Penggunaan atap yang miring juga
berfungsi mengatasi lajunya angin.
c. Pola massa bangunan menggunakan grid
cluster dikarenakan agar seluruh bangunan
mendapat bukaan udara yang cukup dan baik.

4.3.3 Tapak Terhadap Hujan


a. Adanya aliran pembuangan air kotor di
sekeliling tapak yang akan di arahkan ke aliran
sungai yang berada dekat tapak.
b. Sesuai konsep tropis modern, maka atap
bangunan menggunakan atap dengan
kemiringan 30o - 45o agar dapat mengalirkan
Gambar 4.2 Orientasi Matahari air hujan secara maksimal dari talang air pada
Sumber: Olah Data Pribadi, 2021
bangunan ke saluran yang berada pada site,
lalu dialirkan ke saluran irigasi yang sudah
a. Orientasi Bangunan
disediakan.
Orientasi bangunan pada perencanaan pusat
4.4 Material Bangunan
pagelaran music di Tangerang selatan ini
menghadap ke arah selatan, dimana bangunan A. Material Penutup Lantai
yang menghadap ke selatan akan terhindar dari
paparan matahari secara langsung, tetapi tidak Tabel 4. 1 Material Finishing
mengurangi penahayaan alami yang JENIS KELEBIHAN
dibutuhkan dalam sebuah bangunan atau Lantai Expose - Ruangan
kawasan. terasa lebih
b. Penanaman Pohon sejuk
Pada bagian bangunan yang terkena sinar - Sesuai
matahari secara langsung, akan di berikan dengan
Pohon sebagai penghalau sinar matahari yang konsep
panas, namun tetap cahayanya bisa di tropis
dapatkan. modern
c. Penanaman Pohon Lantai Parkit - Ringan.
Penggunaan solar panel diletakan pada area - Lebih
area yang terkena matahari penuh, dan nyaman dan
diharapkan dapat menjadi tenaga cadangan mewah
untuk bangunan yang dirancang. - Menyerap
suara
4.3.2 Tapak Terhadap Angin

Carpet Tile - Pemasangan


mudah
- Bisa
menyerap
suara
- Tidak berisik
ketika
melangkah
Gambar 4.3 Arah Angin pada site
Sumber: Olah Data Pribadi, 2021

a. Sistem Penghawaan Alami (Cross Ventilation)


Penempatan bukaan yang sesuai dengan arah
datangnya angin dapat memaksimalkan udara
yang masuk ke dalam bangunan yaitu dengan
menggunakan sistem cross ventilation
(ventilasi silang).

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 74


4.5 Analisa Sistem utilitas
 Analisa Instalasi air
a. Air Bersih
Tabel 4. 2 Material Finishing Dinding Konsep Sistem Plumbing Sumber air bersih
JENIS KELEBIHAN pada pusat pagelaran musik diperoleh dari
Cat Dinding - Pengaplikasia PDAM dan dari hasil penyaringan buangan
nnya mudah kotor yang dijadikan air bersih, sistem
dan cepat pendistribusian menggunakan sistem air
- Pilihan warna Down Feed, yaitu air ditampung di bak
yang sangat atau sumur penampung kemudian dipompa
beragam ke reservoir bawah dan dialihkan ke
bangunan.
rockwoll - Peredam suara
yang baik
- Mudah
pengaplikasian
nya Bagan 4.1 Utilitas Air bersih
- Dapat dilapisi Sumber: Olah Data Pribadi, 2021
material
finishing b. Air kotor cair berasalah dari toilet, wudhu
lainnya dan air pemakaian service
Dinding Hebel - Pemasangan
mudah
- Biaya murah
- Efisiensi Bagan 4.2 Utilitas Air kotor
pemasangan Sumber: Olah Data Pribadi, 2021
yang cepat
c. Air kotor padat berasal dari pembuangan
toilet

Bagan 4.3 Utilitas Air kotor padat


Tabel 4. 2 Material Finishing Atap Sumber: Olah Data Pribadi, 2021
JENIS KELEBIHAN
Atap Aspal - Pengaplikasianny  Analisa Instalasi Kelistrikan
a mudah dan Untuk sumber daya listrik yang di pakai
cepat untuk pusat pagelaran musik ini
- Bisa diatur menggunakan aliran listrik dari PLN.
dengan Kemudian, penggunan genset/diesel
kemiringan yang dipakai bila aliran listrik normal dari PLN
minim terputus. Sedangkan penggunaan baterai,
digunakan pada saat kebakaran karena
aliran listrik digunakan hanya untuk dalam
Kesimpulan : bangunan.
Berdasarkan hasil analisa bahan material  Sistem Penghawaan
finishing diatas, maka material yang akan Dalam sistem penghawaan dalam bangunan
digunakan pada bangunan pusat pagelaran perencanaan pusat pagelaran musik ini
musik , yaitu: terdapat 2 jenis penghawaan antara lain:
1. Material material yang dapat 1. Penghawaan alam
meresponi keadaan alam sekitar Penghawaan alam dihasilkan melalui
2. Material material yang mudah bukaan yang maksimal agar mendapatkan
maintence dan dapat berkelanjutan sirkulasi didalam ruangan yang baik.
dalam hal perkembangannya 2. Penghawaan Buatan
3. Membantu meresponi masalah Penghawaan buatan diperoleh dari Air
masalah yang terjadi dalam pembuatan Conditioner (AC) dan kipas angin. Tipe
pagelaran musik. AC yang digunakan adalah AC split/unit
karena suhunya dapat diatur pada setiap
ruangan, pemakaian sesuai kebutuhan
sehingga menghemat energi listrik, dan
Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 75
memiliki keuntungan lebih sederhana Sumber : Data Pribadi
baik sistem ataupun konstruksinya.

5.1 KONSEP DESAIN


A. Masterplan E. Denah Galeri Seni

Gambar 5.1 Masterplan


Sumber : Data Pribadi

B. Siteplan

Gambar 5.5 Denah Galeri Seni


Sumber : Data Pribadi

F. Tampak Galeri Seni


Gambar 5.2 Siteplan
Sumber : Data Pribadi

C. Blokplan

Gambar 5.6 Tampak Galeri Seni


Sumber : Data Pribadi

G. Potongan Galeri Seni


Gambar 5.3 Blokplan
Sumber : Data Pribadi

D. Potongan Site

Gambar 5.4 Potongan Site Gambar 5.7 Potongan Galeri Seni

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 76


Sumber : Data Pribadi

H. Denah Pertunjukan Indoor


J. Potongan Pertunjukan Indoor

Gambar 5.10 Potongan Pertunjukan Indoor


Sumber : Data Pribadi

K. Denah Pertunjukan Outdoor

Gambar 5.8 Denah Pertunjukan Indoor


Sumber : Data Pribadi

I. Tampak Pertunjukan Indoor

Gambar 5.11 Denah Pertunjukan Outdoor


Sumber : Data Pribadi

L. Tampak Pertunjukan Outdoor

Gambar 5.9 Tampak Pertunjukan Indoor


Sumber : Data Pribadi

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 77


Gambar 5.15 Tampak Tenant
Sumber : Data Pribadi

Gambar 5.12 Tampak Foodcourt


Sumber : Data Pribadi

M. Potongan Pertunjukan Outdoor

P. Potongan Tenant

Gambar 5.13 Potongan Foodcourt


Sumber : Data Pribadi

N. Denah Tenant
Gambar 5.16 Potongan Tenant
Sumber : Data Pribadi

Q. Denah Restaurant

Gambar 5.14 Denah Tenant


Sumber : Data Pribadi

O. Tampak Tenant

Gambar 5.17 Denah Restaurant


Sumber : Data Pribadi

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 78


R. Tampak Restaurant U. Detail Struktur

Gambar 5.21 Detail Pondasi


Sumber : Data Pribadi

V. 3D Eksterior Pusat Pagelaran Musik


Gambar 5.18 Tampak Restaurant
Sumber : Data Pribadi

S. Potongan Restaurant

Gambar 5.22 3D Eksterior Pagelaran Musik


Sumber : Data Pribadi
Gambar 5.19 Potongan Restaurant
Sumber : Data Pribadi
W. 3D Interior Pusat Pagelaran Musik
T. Detail Arsitektur

Gambar 5.23 3D Interior Pagelaran Musik


Sumber : Data Pribadi

Gambar 5.20 Detail Arsitektur


Sumber : Data Pribadi

Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 79


Kesimpulan Selatan itu [Link] material material
Penerapan konsep arsitektur tropis modern yang mendukung untuk kebutuhan pagelaran
pada pusat pagelaran musik di Tangerang Selatan music juga sangat dipertimbangkan agar
ini diterapkan pada keseluruhan elemen yang ada kenyaman internal dan eksternal dapat dirasakan
pada site, dengan mempertimbangkan bukaan, oleh pengunjung ataupun lingkungan sekitar.
cahaya, overstek dan penempatan bangunan yang Diharapkan agar pusat pagelaran musik ini
baik untuk keadaan didalam site ataupun area menjadi wadah seluruh elemen masyarakat yang
sekitar site. Dengan adanya konsep tropis modern ingin menikmati musik dapat melakukan
ini juga memberikan solusi terhadap jati diri atau aktivitas secara leluasa dan nyaman, dan
karakterisik pada arsitekturnya dan juga diharapkan juga pusat pagelaran ini menjadi
memberikan karakteristik pada kota Tangerang iconic dan karakter kota Tangerang Selatan.
Selatan itu [Link] material material [6] J. P. S. Handoko and I. Ikaputra, “Prinsip
yang mendukung untuk kebutuhan pagelaran Desain Arsitektur Bioklimatik Pada Iklim
music juga sangat dipertimbangkan agar Tropis,” Langkau Betang J. Arsit., vol. 6, no.
kenyaman internal dan eksternal dapat dirasakan 2, p. 87, 2019, doi:
oleh pengunjung ataupun lingkungan sekitar. 10.26418/lantang.v6i2.34791.
Diharapkan agar pusat pagelaran musik ini
menjadi wadah seluruh elemen masyarakat yang
ingin menikmati musik dapat melakukan
aktivitas secara leluasa dan nyaman, dan
diharapkan juga pusat pagelaran ini menjadi
iconic dan karakter kota Tangerang Selatan

DAFTAR PUSTAKA

[1] E. S. RAHMATIKA, “Gedung Pertunjukan


Musik Digital Dengan Pendekatan Analogi,”
vol. 52, no. 1, pp. 1–5, 2019.
[2] S. Diajukan, F. I. Sosial, I. Politik, M.
Persyaratan, M. Gelar, and S. Sosial,
“STRATEGI ADAPTASI KELOMPOK
MUSIK ISLAMI DALAM MENGHADAPI
MUSIK MODERN : ( Studi Kasus
Kelompok Musik Hadrah Arrushoifah
Kelurahan Sepatan Kecamatan Sepatan
Kabupaten Tangerang ) Didin Hasannudin
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI,” 2019.
[3] D. I. Surakarta, “Pusat Pagelaran Musik
Modern,” Pus. PAGELARAN Musik Mod. DI
SURAKARTA Diajukan, vol. 200, p. 120,
2006.
[4] S. Sastrosasmito, “Arsitektur sebagai realitas
kemanusiaan (Dari keseharian sampai
kesadaran transendental),” ARTEKS J. Tek.
Arsit., vol. 5, no. 2, pp. 141–142, 2020, doi:
10.30822/arteks.v5i2.531.
[5] M. Cahyani and Y. Sari, “Kajian Arsitektur
Modern Pada Bangunan Pusat Mode,”
Semin. Nas. Komunitas dan Kota
Berkelanjutan, vol. 2, no. 1, pp. 124–130,
2000, [Online]. Available:
[Link]
mnaskkbarsi/article/view/5101.
Jurnal Maestro [Link].1. April 2022, E‐ISSN 2655‐3430 | 80

Anda mungkin juga menyukai