Tugas 2
MKDK4005/Profesi Keguruan
Nama : RAHMA INA YUNIA WIJAYANTI
NIM : 858720494
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
UPBJJ : SURABAYA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Terbuka
2022.1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas di Kelas ini tepat
pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk memenuhi tugas 2 pada
kegiatan tuton pada mata kuliah Profesi Keguruan.
Selain itu, tugas ini juga bertujuan untuk menambah wawasan saya tentang
Profesi Keguruan Dalam mengerjakan tugas ini saya sangat terbantu sekali
dengan modul yang ada dan materi materi inisiasi pada sesi 1,2 dan 3.
Saya mengucapkan terima kasih,karena telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan
bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, pada tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya
nantikan demi kesempurnaan tugas ini.
SOAL !
Pelajari dan bacalah Undang-undang ini dengan seksama. Jelaskan peran Anda
di salah satu sekolah. Pilih salah satu sekolah ( pendidikan usia dini, atau jalur
pendidikan formal, atau pendidikan dasar, atau pendidikan menengah ).
Uraikan semua komponen tugas utama guru sebagai pendidik profesional (ada
tujuh komponen yaitu : mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
menilai, melatih, dan mengevaluasi )
Sebaiknya yang diuruaikan dan dijelaskan adalah pengalaman Anda dimana anda
bertugas selama ini. Berikan juga dengan contoh-contoh konkritnya. Tujuh komponen
tugas utama tersebut adalah sbb :
1. Tugas utama guru professional dalam mendidik
2. Tugas utama guru professional dalam mengajar
3. Tugas utama guru professional dalam membimbing
4. Tugas utama guru professional dalam mengarahkan
5. Tugas utama guru professional dalam menilai
6. Tugas utama guru professional dalam melatih
[Link] utama guru professional dalam mengevaluasi
1. Menurut saya, Tugas guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang
berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas
pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dengan
pendisiplinan peserta didik agar ia menaati aturan-aturan sekolah dan norma
hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
Contoh Pengalaman saya : saya mempunyai pengalaman, dimana saya
mempunyai murid yang jarang mengerjakan PR. Ketika saya melakukan
sebuah pendekatan secara intensif kepada siswa tersebut,ditemukan fakta
bahwa si anak merupakan dari kalangan tidak mampu sehingga tak mampu
untuk mengikuti les. Disini saya sebagai guru, bertugas untuk membantu
dengan cara memberi tindakan lebih lanjut dengan mengadakan les dihari
senin-jum’at di sore hari secara gratis. Pada saat les berlangsung, saya tak
hanya mengajarkan materi yang tidak ia pahami tetapi saya juga memberi
latihan soal dan mengajari bagaimana cara menyelesaikan soal serta edukasi
dalam pembentukan kepribadian seperti menonton cuplikan film pendek yang
berisi perjuangan anak yang memiliki banyak kekurangan namun masih
bersemangat bersekolah, hal tersebut guna memberikan anak dorongan dan
semangat bagi si anak agar pesan yang ada dalam film tersebut dapat
memberikan pembelajaran yang berkesan bagaimana tugas tanggung jawab
seorang anak dalam pendidikan. Dari sini terbentuklah sebuah kebiasaan yang
disiplin. Ketika dia mengikuti les, dia tau bahwa seorang siswa mempunyai
kewajiban belajar dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas. Ketika sebuah
kepribadian baru sudah terbentuk dan anak sudah tau kewajibannya sebagai
siswa, saya mempunyai kewajiban untuk memantau perkembangan dan
pertumbuhan siswa tersebut ketika di dalam kelas karena tentu saja bimbingan
yang saya terapkan pada siswa akan berdampak bagi diri siswa untuk
melaksanakan tanggung jawabnya sebagai siswa di lingkungan kelas.
2. Menurut saya,Tugas guru sebagai pengajar merupakan peran guru dimana guru
mampu mengelola sebuah pembelajaran yang menarik dan berkesan sehingga siswa
dapat memahami bahan ajar secara utuh
Contoh Pengalaman saya : Peserta didik saya diharuskan untuk bisa perkalian. Tugas
saya sebagai guru adalah mengajari mereka dan dalam mengajari materi perkalian,
saya tak hanya mengajarkan tentang menghafal tabel perkalian, saya mencoba
mengemas bahan ajar menjadi menarik agar siswa mampu memahami bahan ajar dan
mampu menyelesaikan soal pada saat diberi soal nanti. Saya mengajari mereka cara
menghitung perkalian dengan metode jarimatika, lalu saya memberi soal untuk
dikerjakan secara berkelompok, disitu mereka menghitung secara bersama-sama dan
saya mendatangi setiap kelompok ketika mereka melakukan menghitung dengan
jarimatika, saya mengoreksi. Ketika hasilnya ada yang salah, saya mengajak anggota
kelompok tersebut untuk menghitung bersama-sama. Untuk menguatkan kemampuan
perkalian, saya juga memutar video lagu perkalian serial upin-ipin dan mengajak
mereka bernyanyi bersama-sama sehingga ketika pembelajaran selesai mereka akan
memiliki 2 teknik dalam menguasai materi perkalian yaitu teknik menghitung operasi
perkalian dengan jarimatika dan teknik menghafal perkalian.
3. Tugas guru sebagai pembimbing merupakan peran guru sebagai seseorang yang
mampu memberi pendampingan kepada siswa yang memiliki masalah di lingkungan
belajarnya maupun di lingkungan sosialnya.
Contoh Pengalaman saya : saya memiliki siswa selalu menyendiri. dan tugas saya
sebagai guru yaitu memberikan bimbingan dengan cara melakukan pendekatan. Tiap
pulang sekolah saya mengajak ngobrol ketika ia belum dijemput. Saya mengajaknya
berbicara layaknya seperti temannya, membicarakan banyak hal dari yang penting
hingga hal yang lucu. Setelah beberapa hari melakukan pendekatan, saya
menyimpulkan bahwa sikap pendiamnya karena ia takut untuk memulai sebuah
pembicaraan. Langkah awal yang saya lakukan yaitu meminta teman sebangkunya
untuk mengajaknya berbicara dan ketika jam istirahat saya meminta teman
sebangkunya untuk megajaknya ke kantin bersama. Ketika pulang sekolah sebelum
mereka di jemput, dia dan teman sebangkunya sengaja saya dekati dan saya ajak
berbicara seperti membahas kartun yang mereka lihat di televisi. Ketika saya ikut
terlarut dalam pembicaraan mereka, hal ini membawa dampak yaitu secara tak sadar ia
terbiasa berpendapat. saya juga sering mengatakan kepada siswa tersebut jika terdapat
hal yang ingin dibicarakan bisa langsung menemui saya. Apabila small circle
pertemanan yang dibangun dengan teman sebangkunya sudah terbentuk tentunya ia
akan terbiasa curhat/berinteraksi dengan teman sebangkunya, selanjutnya yaitu
membiasakan anak tersebut terbiasa berinteraksi. Pada saat itu sedang memperingati
17 Agustus, saya membentuk beberapa kelompok, dan saya adakan lomba yang
melibatkan kelompok seperti bermain bola basket yang membutuhkan kekompakan
dan interaksi sesama anggota. Dari bimbingan yang telah saya lakukan tentunya akan
membentuk kebiasaan anak. Kebiasaan interaksi yang telah dilakukan mempengaruhi
kepribadiannya.
4. Menurut saya,Tugas utama guru dalam mengarahkan yaitu peran guru memahami
pribadi siswa sehingga guru dapat memberi arahan kepada siswa untuk mengasah
bakat dan minatnya.
Contoh Pengalaman saya : Di dalam kelas terdapat banyak karakter anak yang dapat
dilihat secara gamblang. Saya sering mengamati kegiatan siswa ketika mereka
melakukan kegiatan pembelajaran, seperti pada saat olahraga mereka memainkan
olahraga sepak bola. Disitu akan sangat terlihat mana kelompok siswa yang gerak
motoriknya aktif mana siswa yang pasif. Ketika saya mengetahui bahwa ada beberapa
siswa yang jago sepak bola, saya mengusulkan kepada kepala sekolah untuk
mengadakan ekstrakulikuler sepak bola. Hal ini sangat berguna untuk pengembangan
bakat dan prestasi siswa yang gemar sepak bola karena di tiap tahun terdapat
pertandingan sepak bola antar sekolah. Pada saat itu saya menghimpun beberapa murid
saya meminta tolong kepada guru olahraga untuk menilai anak yang jago dalam sepak
bola. Saya beserta guru olahraga juga memberitahu kepada guru lain jika terdapat
siswanya yang terlihat memiliki bakat bisa bermain sepak bola atau punya minat
bermain sepak bola agar mengarahkan siswanya bisa bergabung berlatih bersama
dalam kegiatan ekstrakulikuler sepak bola. Jadi dapat disimpulkan bahwa tugas guru
wali kelas yang tidak memiliki basic/minat seperti yang dimiliki siswa bukan berarti
guru tak dapat memberi arahan, arahan guru dan sekolah dapat berbentuk memberi
fasilitas seperti mengadakan ekstrakulikuler yang dilatih oleh orang yang profesional
di bidangnya.
5. Dalam melakukan penilaian guru mempunyai peran bagaimana dapat melihat siswa
tak hanya kemampuan akademiknya saja untuk dinilai, namun dinilai dari proses
belajarnya seperti attitude nya dalam kehidupan bersosial dan usaha siswa tersebut
dalam mengikuti sebuah pelajaran sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan
kualitas siswa.
Contoh Pengalaman saya : Di kelas terdapat siswa yang nilai matematikanya jelek dan
selalu tertinggal nilainya dalam pelajaran berhitung. Namun pada saat saya
memberikan penilaian, saya tak hanya melihat dari satu sisi saja (hasil nilai dari
mengerjakan soal). Pada saat saya memberikan penilaian, saya melihat usaha murid
tersebut dalam keseriusannya belajar berhitung, seperti selalu mengerjakan PR, tidak
ramai dan memperhatikan di kelas pada saat saya menerangkan materi tentang
berhitung serta ketika saya memberi kuis siswa tersebut masih berusaha menghitung
dengan jari tangannya. Sehingga peran guru dalam menilai siswa yaitu dapat
memberikan apresiasi kepada siswa dengan tidak menilai dari hasil nilai akademiknya
saja namun menilai dari proses belajar siswa tersebut.
6. Tugas utama guru dalam melatih merupakan peran guru untuk membantu peserta didik
untuk mempersiapkan peserta didik dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai
tujuan tertentu. Guru tak hanya memberikan materi bahan ajar dan memberikan soal
saja, namun guru memiliki tugas untuk melatih anak didiknya agar mahir dalam materi
yang diajarkan.
Contoh ; Ketika saya sudah mengajarkan siswa metode jarimatika dan mengahafal
dengan lagu tentang materi perkalian. Tentu saja tak semua siswa langsung bisa,
terdapat beberapa siswa yang masih saja tak paham. Dan disitu lah tugas guru untuk
melatih siswa yang belum mahir perkalian seperti rutin memberi kuis dan mengadakan
les khusus bagi yang belum bisa perkalian sehingga murid akan lebih siap ketika
mereka dihadapkan soal ulangan.
7. Tugas guru dalam mengevaluasi yaitu menentukan cara/strategi untuk mengetahui
apakah siswa sudah menguasai sebuah materi pelajaran yang telah diberikan serta
mengetahui kelemahan dan kelebihan peserta didiknya.
Contoh : Setelah saya mengajar, memberi bimbingan dan melatih anak didik tentang
materi perkalian, saya melakukan evaluasi yaitu dengan memberikan mereka ujian
tertulis. Dari hasil ujian tertulis tersebut akan terlihat tingkat pemahaman masing-
masing siswa. Bagi siswa yang mendapatkan nilai ujian tertulis yang memuaskan
berarti tingkat pemahaman mengenai suatu bahan ajar telah tercapai. Bagi murid yang
hasil evaluasinya masih belum baik berarti belum mencapai pemahaman akan suatu
materi. Lalu saya memakai cara lain untuk memberi evaluasi lanjutan seperti menggali
keterampilannya karena saya memahami bahwa setiap pencapaian belajar anak
berbeda-beda sehingga saya memberi evaluasi lanjutan bagi siswa yang belum lolos
evaluasi tertulis yaitu dengan memberi tugas agar mereka membuat tabel perkalian
lalu saya menyuruh menghafal dan terdapat remidi namun saya mengemasnya dengan
tujuan agar anak bisa menghitung perkalian. Contoh, saya memberikan satu soal
remidi 8x7=.... Lalu anak yang remidi tersebut saya tugaskan untuk membuat video
bagaimana menyelesaikan soal 8x7=... dengan cara menggunakan metode jarimatika,
proses menghitung dengan jari direkam dan dikumpulkan via WhatsApp.
DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI
Durotul Yatimah,ASNAH Said,IG.A.K [Link] Keguruan( Edisi
3).Tangerang Selatan. Universitas Terbuka
Lamongan, 15 Mei 2023
RAHMA INA Y W