Algoritma Pemrograman dengan Python
Algoritma Pemrograman dengan Python
DAFTAR GAMBAR
MASALAH SOLUSI
Gambar 1 Masalah dan Solusi
Pada gambar diatas kita dapat melihat masalah yang kita hadapi dan kita mengetahui solusi
yang ingin kita dapat, sehingga kita membutuhkan proses untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
Algoritma
Masalah Solusi
Pada gambar diatas, dapat kita lihat proses menyelesaikan suatu masalah itu disebut dengan
algoritma. Sehingga kita dapat simpulkan bahwa algoritma itu merupakan langkah-langkah
atau proses yang terurut dalam menyelesaikan suatu masalah.
Kita memiliki masalah dimana kita memiliki 3 gelas dimana gelas A itu adalah sirup dan gelas
B itu adalah air.
Gelas A Gelas B
Gelas A Gelas B
Dalam proses mencapai solusi diatas kita dapat memikirkan berbagai cara untuk
menyelesaikan masalah diatas dimana cara-caranya adalah :
A B C Algoritma A :
1. Pindahkan isi A ke B
2. Pindahkan isi B ke A
3. Pindahkan isi C ke B
Algoritma B:
1. Pindahkan isi B ke C
2. Pindahkan isi A ke B
3. Pindahkan isi C ke A
Algoritma C:
1. Pindahkan isi B ke C
2. Pindahkan isi A ke C
3. Pindahkan isi C ke B
Gambar 5 Beberapa cara penyelesaian masalah Gelas A dan Gelas B
Algoritma D :
1. Pindahkan isi A ke C
2. Pindahkan isi B ke A
3. Pindahkan isi C ke B
2. PENGENALAN BAHASA PYTHON
Bahasa Phyton merupakan salah satu alat bahasa pemrograman yang digunakan untuk
membuat algoritma. Berikut merupakan tampilan awal dari Python 3.3.3.
Setiap bahasa pemrograman memiliki berbagai macam tipe [Link] dalam bahasa
pemrograman python terdapat berbagai tipe data dasar yang perlu kita ketahui antara lain
:
Bilangan Bulat : Integer
Bilangan Riil : Float
Logika : Boolean
Karakter : Char
Kumpulan Karakter : String
IDLE 1 IDLE 4
IDLE 2 IDLE 5
Pada gambar diatas , dapat dijelaskan bahwa Variable “Saya” dan “saya” bukan
merupakan variable yang sama .
Pada Python ada beberapa kata terlarang yang tidak boleh dipakai sebagai variable
diantaranya :
Latihan Operator
IDLE 7
Masukan
4 buah String Tanpa Spasi yang mewakili Nama, Tanggal, Bulan dan Tahun
Lahir
Keluaran
Alamat Blog Yang terdapat Nama dan Keterangan Lahir Anda
Test Case
Masukan
Budi
15
12
1990
Keluaran
http:\\[Link]\Budi1512.1990
Masukan
Sebuah bilangan X yang merupakan bilangan bulat atau pecahan
Keluaran
Keluaran berupa tiga bilangan pecahan yang secara berurut dengan a Cel-
cius, b Kelvin, dan c Reaumur satu dibelakang koma
Test Case
Masukan
212
Keluaran
100.0 C
373.0 K
80.0 R
Dalam setiap bahasa pemrograman , Operator memiliki kekuatan atau prioritas yang dapat
diibaratkan seperti proses perhitungan matematika . Berikut merupakan tingkatan prioritas
Operator antara lain :
Operator Precedence
No Type Symbol
1 Member access [Link]
2 Function/Method Calls container expr(....)
subscripts/slices expr[....]
3 Exponentiation **
4 Unary Operators +expr, -expr, ~expr
5 Multiplication, division *, /, // , %
6 Addition , Substraction +,-
7 Bitwise shifting << , >>
8 Bitwise-and &
9 Bitwise-xor ^
10 Bitwise-or |
11 Comparisons, is , is not , == , != , < , <= , > ,>=
Containment in , not in
12 Logical-not Not expr
13 Logical-and And
14 Logical-or Or
15 Conditional Val1 if cond else val2
16 Assignment = , += , -= , *= , etc.
Percabangan merupakan suatu pilihan atau opsi dengan kondisi tertentu dimana jika kondisi
itu terpenuhi maka opsi atau pilihan tersebut dijalankan , dan jika tidak maka sebaliknya.
Percabangan dibutuhkan ketika terdapat beberapa kemungkinan keputusan yang mungkin
dalam alur program. Setiap kemungkinan tersebut bergantung terhadap nilai variable
ataupun bedasarkan hasil evaluasi kondisi logika ( kondisi logika merupakan perbandingan
dua atau lebih variabel dengan menggunakan operator logika ).
Untuk menggabungkan beberapa kondisi logika , kita memerlukan gerbang logika . Contoh-
contoh gerbang logika antara lain : AND,NOT,OR,NOR,NAND dan XOR. Dalam setiap
percabangan memiliki hasil berupa dua nilai yaitu Benar ( TRUE ) atau Salah ( False ).
if kondisi-1 then // Jika true maka akan dijalankan jika tidak maka ke kondisi-2
< statements 1>
else if kondisi-2 then // opsional
< statement 2 >
else // opsional
< statement 3 >
endif
If kondisi 1 then
If kondisi 1a then
<statements>
Else
<statements>
Endif
Else if kondisi 2 then
<statements 2>
Else
<statements 3>
Endif
Masukan
2 buah input bilangan bulat positif
1 buah input string yang berisi : I, II, III, IV
Keluaran
Koordinat titik dengan format (x,y)
Test Case
Masukan
3
4
III
Keluaran
(-3,-4)
Latihan 7: Pythagoras
Apakah aku segitiga siku-siku atau bukan ? Dapatkah kamu menebaknya
?
Segitiga siku siku memiliki ciri - ciri : a2 + b2 = c2
Masukan
3 buah bilangan bulat POSITIF (Tanpa negatif) berupa tiga sisi segitiga
Tidak ada input yang salah !
Keluaran
Keluaran berupa keterangan dengan format :
(sisiA) (sisiB) (sisiC) (hasil)
(sisi a) : sisi pembentuk sudut siku - siku
(sisi b) : sisi pembentuk sudut siku - siku
(sisi c) : sisi miring bilangan bulat positif
(hasil) : keterangan berupa “segitiga siku-siku” atau “bukan segitiga siku-
Siku”
sisi a, sisi b, dan sisi c adalah bilangan bulat positif. sisi a dan sisi b harus
berurutan
Test Case 1
Masukan
3
4
5
Keluaran
3 4 5 segitiga siku-siku
Test Case 2
Masukan
4
5
3
Keluaran
3 4 5 segitiga siku-siku
Test Case 3
Masukan
5
4
3
Keluaran
3 4 5 segitiga siku-siku
Test Case 4
Masukan
141
3
141
Keluaran
3 141 141 bukan segitiga siku-siku
Masukan
1 buah string berupa hari dalam minggu (bahasa Indonesia)
1 buah bilangan bulat POSITIF (Tanpa negatif) berupa jumlah hari
kedepan
Tidak ada input yang salah !
Keluaran
Keluaran berupa keterangan dengan format :
(hari awal) (banyak hari) (hari akhir)
- (hari awal) dalam bahasa Indonesia
- (banyak hari) yang akan ditambahkan : bilangan bulat positif
- (hari akhir) dalam bahasa Inggris
Test Case 1
Masukan
senin
14
Keluaran
senin 14 monday
Test Case 2
Masukan
kamis
141
Keluaran
Kamis 141 Friday
Test Case 3
Masukan
rabu
18
Keluaran
rabu 18 sunday
Test Case 4
Masukan
jumat
70
Keluaran
jumat 70 Friday
Masukan
Sebuah bilangan X yang merupakan bilangan bulat
Keluaran
Keluaran berupa tiga bilangan pecahan yang secara berurut dengan format
a km, b m, c cm
Test Case
Masukan
506141
Keluaran
5 km, 61 m, 41 cm
Masukan
Skor Amir : bilangan bulat positif
Skor Budi : bilangan bulat positif
Suit Babak ke 8 Amir : String
Suit Babak ke 8 Budi : String
Suit Babak ke 9 Amir : String
Suit Babak ke 9 Budi : String
Suit Babak ke 10 Amir : String
Suit Babak ke 10 Budi: String
Masukkan suit dapat berupa batu, gunting dan kertas (semua dalam lower
case)
Tidak ada input yang salah !
Keluaran
Keluaran berupa keterangan dengan format :
(Pemenang Babak 8) (Pemenang Babak 9) (Pemenang Babak 10) (Skor
Akhir Amir) (Skor Akhir Budi) (Informasi Pemenang)
(Pemenang Babak 8/9/10) di wakili oleh A, B atau O
A menandakan Amir Menang
B menandakan Budi Menang
O menandakan Seri
(Skor Akhir Amir / Budi) dalam bentuk bilangan bulat positif.
(Informasi Pemenang) bedasarkan skor akhir, ada 3 jenis informasi peme-
nang :
A menang.
B menang.
Seri.
Test Case
Masukan
3
2
batu
gunting
gunting
batu
batu
batu
Keluaran
A B O 4 3 A menang.
NB : batu menang melawan gunting, gunting menang melawan kertas, kertas
menang melawan batu.
Dictionary merupakan list yang sangat berguna dimana list tersebut diproses melalui via key
( inisialisasi ).
Contoh penggunaan Dictionary antara lain :
Didalam struktur perulangan , terdapat 2 kondisi yaitu : eksplisit dan implisit sedangkan di
badan perulangan terdapat pernyataan atau sequence (runtunan) yang akan diulangan
selama kondisi perulangan dipenuhi. Perulangan dapat diikuti oleh dua bagian yaitu :
Inisialisasi dan Terminaasi bersifat opsional, namun pada statement While, Inisiaalisasi bersifat
wajib.
For digunakan ketika kita ingin membuat jumlah perulangan yang [Link] itu, for dapat
menentukan kondisi awal dan kondisi berhenti,For menyediakan fitur step dimana step itu
merupakan lompatan yang terjadi pada [Link] merupakan beberapa cara
melakukan perulangan/looping pada python antara lain :
While digunakan ketika kita ingin membuat jumlah perulangan statement yang implisit
dimana badan perulangan akan terus dilaksanakan selama kondisi belum terpenuhi.
Contoh dari penggunaan While adalah pada saat kita ingin menginput password.
Gambar 16 Struktur dari Perulangan ( While )
Perulangan sering digunakan terhadap tipe data jamak, misalnya : array( kumpulan data
tunggal didalam satu variabel ) , list string dan tipe data jamak lainnya.
Masukan
Satu baris masukkan yang terdiri dari n dan m. n merupakan panjang
rangkaian yang akan dihasilkan sedangkan m adalah kelipatan bilangan yang
diinginkan. n dan m adalah bilangan bulat
Keluaran
Satu set rangkaian bilangan bulat dengan panjang rangkaian n dan meru-
pakan kelipatan dari m. Semua rangkaian bermula dari angka m.
Test Case 1
Masukan
65
Keluaran
5 10 15 20 25 30
Test Case 2
Masukan
34
Keluaran
4 8 12
Test Case 3
Masukan
10 2
Keluaran
2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Keluaran
Format : (Jumlah) (Rata)
(Jumlah) dalam bilangan bulat
(Rata) dalam bilangan pecahan 3 dibelakang koma
Test Case
Masukan
5
100
100
100
100
100
Keluaran
500 100.000
Masukan
Kumpulan bilangan bulat acak
Keluaran
Format : (Jumlah) (Rata)
(Jumlah) dalam bilangan bulat
(Rata) dalam bilangan pecahan 3 dibelakang koma
Test Case
Masukan
100 100 100 100 100
Keluaran
500 100.000
Pada perulangan terdapat break & continue , break digunakan untuk menghentikan
perulangan. Perulangan berhenti apabila menemukan keyword [Link] merupakan
contoh penggunaan break antara lain :
Masukan
Sebuah string terdiri dari satu kata dengan case yang bervariasi.
Keluaran
palindrom atau bukan palindrom
Test Case 1
Masukan
Budidaya
Keluaran
bukan palindrom
Test Case 2
Masukan
Rotavator
Keluaran
palindrom
Catatan :
1. Proses Reverse harus menggunakan perulangan ! Tidak boleh menggu-
nakan shortcut array !
2. NB : Walau melibatkan percabangan, percabangan yang dilibatkan di
luar perulangan.
Masukan
(banyak angka) 1 buah bilangan bulat positif yang menentukan berapa
banyak angka.
Kumpulan bilangan acak dari 0 sampai 9 sebanyak (banyak angka)
Keluaran
(banyak angka 0)
(banyak angka 1)
(banyak angka 2)
...
(banyak angka 9)
secara berurutan dan dalam bilangan bulat positif
Test Case
Masukan
382045691733122
Keluaran
1
2
3
3
1
1
1
1
1
1
Masukan
Sebuah kata bertipe data string dengan panjang kata pasti ganjil
Keluaran
(huruf awal) (huruf tengah) (huruf terakhir)
Test Case 1
Masukan
algoritma
Keluaran
ara
Test Case 2
Masukan
machine
Keluaran
mhe
Masukan
Dua buah string dengan format \jam menit detik\. Masukkan dapat men-
gandung kombinasi jam, menit, detik yang tidak dalam format paling tepat
Keluaran
Sebuah string dengan format \jam menit detik\ dengan format yang
yang paling tepat dan sederhana
Test Case 1
Masukan
200
100
Keluaran
100
Test Case 2
Masukan
100
200
Keluaran
100
Test Case 3
Masukan
0 0 3600
1 120 0
Keluaran
200
Latihan 17 : PolaloP
Diberikan ukuran dari pola cetaklah pola yang akan ditunjukkan pada kelu-
aran berikut !
Masukan
Sebuah bilangan bulat positif yang menyatakan ukuran
Keluaran
Pola seperti yang ditunjukkan pada keluaran
Test Case 1
Masukan
1
Keluaran
Test Case 2
Masukan
2
Keluaran
Test Case 3
Masukan
3
Keluaran
Test Case 4
Masukan
4
Keluaran
Test Case 5
Masukan
5
Keluaran
Pada dasarnya , kita mengenal fungsi melalui pelajaran Matematika seperti misalnya :
g(x)=x4/4-x3/3-3x2 , dimana g(x) merupakan sebuah fungsi dengan x adalah parameternya.
Untuk memanggil fungsi tersebut , kita menggantikan parameter x menjadi nilai yang
diinginkan, misalnya g(5) sehingga : g(5) = 54/4-53/3-3*52 , g(5) = 39.58333 .
Kita bisa menggantikan apapun nilai parameter x dan akan mendapatkan nilai g(x) yang
berbeda-beda.
Didalam Algoritma , fungsi atau function merupakan bagian dari algoritma yang
dikhususkan untuk mengekseskusi perintah tertentu. Fungsi ditujukan untuk menggantikan
perintah tertentu . Fungsi ditujukan untuk menggantikan perintah yang berulang di suatu
program atau yang sering dipanggil. Dengan fungsi algoritma menjadi lebih terstruktur ,
dinamis , dan mudah diperbaiki.
Fungsi bersifat mandiri dimana fungsi memiliki nama , variable dan kumpulan perintah sendiri
. Fungsi dapat menerima nilai dari pemanggil fungsi dan dapat mengembalikan nilai ke
pemanggil tersebut dan keduanya tersebut tidak bersifat wajib . Struktur fungsi adalah
sebagai berikut :
Function nama_fungsi(variable1,variable2)
Statements
return value
End Function
Berikut merupakan format penulisan fungsi dalam bahasa Python adalah sebagai berikut :
Untuk dapat menggunakan fungsi , diperlukan pemanggil fungsi. Pemanggil fungsi harus
menggunakan nama yang sama dengan fungsi yang dipanggil dan jumlah parameternya
juga harus sama. Parameter pemanggil fungsi dapat berupa variabel ataupun
[Link] dapat berisi sebuah nilai dimana nilai tesebut berasal dari nilai
yang dikembalikan oleh fungsi tersebut.
Nama_Fungsi(Variabel1,Konstanta1)
Prosedur merupakan fungsi yang tidak mengembalikan nilai . Pada bahasa pemrograman
lain biasanya diserta dengan void namaFungsi() atau sub NamaFungsi. Pada fungsi &
prosedur terdapat paramater , dimana parameter tersebut adalah masukkan yang akan
diterima oleh sebuah fungsi / prosedur . Parameter ini digunakan jika sebuah fungsi
membutuhkan nilai dari variabel lain untuk memproses algoritma yang ingin dijalankan.
Pada setiap bahasa pemrograman , terdapat variabel global dan variabel lokal , dimana
variabel global tesebut merupakan variabel yang bersifat global ( luas ) dalam artian variabel
tersebut dapat dipanggil , digunakan atau dimanipulasi pada baris program maupun selama
masih dalam satu berkas . Sedangkan, variabel lokal merupakan variabel yang hanya bisa
dipanggil , di-gunakan atau dimanipulasi pada fungsi / prosedur variabel tersebut
dideklarasikan .Berikut merupakan contoh dari variabel global dan variabel lokal :
Vari = 0 #Variabel Global
def cetak1():
global vari
vari2 = 4 #Variabel Lokal
print vari # Isi vari dicetak
print vari2 #Isi vari2 dicetak
def cetak2():
global vari
print vari #Isi vari dicetak
print vari2 #Terjadi kesalahan karena vari2 tidak dikenal
cetak1()
cetak2()
Latihan 18: Berapa Kata ?
Masukan
Tipe data String yang berupa kalimat
Keluaran
Tipe data integer yang mewakili berapa kata dalam kalimat tersebut
Test Case
Masukan
Ibu Budi Pergi Ke Pasar
Keluaran
5
Anda diminta untuk membuat sebuah fungsi untuk penyelesaian masalah
ini dengan ketentuan :
hitungKata(String) : integer
Masukan
Sebuah bilangan bulat positif yang menyatakan ukuran
Keluaran
Pola seperti yang ditunjukkan pada keluaran
Test Case 1
Masukan
1
Keluaran
Test Case 2
Masukan
2
Keluaran
Test Case 3
Masukan
3
Keluaran
Test Case 4
Masukan
4
Keluaran
Test Case 5
Masukan
5
Keluaran
Pernahkah Anda mengirim sms dari era sebelum smartphone ? Untuk mem-
buat sebuah huruf di layar handphone, Anda harus menekan sekumpulan
angka berulang - ulang sampai terbentuk sebuah kata. Pada permasalahan
ini, Anda diminta untuk menerjemahkan penekanan tombol menjadi kata
yang akan terbentuk. Simbol dan huruf besar ada huruf diabaikan, dan
angka 0 menyatakan spasi. Semua ouput adalah dalam huruf kecil
Masukan
Tipe Data String berupa penekanan tombol
Keluaran
Tipe Data String berupa isi pesan
Test Case 1
Masukan
6 2 6 2 0 6 444 66 8 2 0 7 88 555 7777 2
Keluaran
mama minta pulsa
Test Case 2
Masukan
6 2 6 2 0 555 2 4 444 0 3 444 0 55 2 66 8 666 777 0 7 666 555 444 7777 444
Keluaran
mama lagi di kantor polisi
Test Case 3
Masukan
5 2 66 4 2 66 0 8 33 555 33 7 666 66 0 6 2 6 2 0 3 88 555 88
Keluaran
jangan telepon mama dulu
Masukan
String berisi : Kumpulan bilangan yang dipisahkan spasi
String berisi : “perintah” “angka yang akan disisipkan” (“disamping elemen
Ke”)
Keluaran
Cetakan array paling akhir setelah penyisipan
Test Case 1
Masukan
1 2 10 4 5 6 7
awal 8
Keluaran
8, 1, 2, 10, 4, 5, 6, 7
Test Case 2
Masukan
8 1 2 10 4 5 6 7
akhir 8
Keluaran
8, 1, 2, 10, 4, 5, 6, 7
Test Case 3
Masukan
8 1 2 10 4 5 6 7
akhir 9
Keluaran
8, 1, 2, 10, 4, 5, 6, 7, 9
Test Case 4
Masukan
8 1 2 10 4 5 6 7 9
samping 15 2
Keluaran
8, 1, 2, 15, 10, 4, 5, 6, 7, 9
Test Case 5
Masukan
8 1 2 15 10 4 5 6 7 9
samping 15 10
Keluaran
8, 1, 2, 15, 10, 4, 5, 6, 7, 9
Test Case 6
Masukan
8 1 2 15 10 4 5 6 7 9
samping 16 100
Keluaran
8, 1, 2, 15, 10, 4, 5, 6, 7, 9
Test Case 7
Masukan
8 1 2 15 10 4 5 6 7 9
samping 20 7
Keluaran
8, 1, 2, 15, 10, 4, 5, 6, 7, 20, 9
3. ALGORITMA PENGURUTAN
Pengurutan ( Sorting ) merupakan proses yang digunakan untuk mengurutkan data. Pada
sorting terdapat beberapa algoritma untuk mengurutkan data diantaranya adalah : Bubble
sort, Insertion Sort, Quick Sort , Radix Sort dan Merge Sort. Perbedaan diantara semua sorting
tersebut adalah Kecepatan dalam penyelesaian pengurutan data.
Bubble sort merupakan teknik pengurutan yang paling sederhana dimana setiap data yang
ingin diurutkan akan terus dibanding dengan data yang selanjutnya hingga semua data telah
di proses. Bubble sort ini memiliki kasus terburuk dimana bubble sort ini akan sangat lama
apabila memproses data yang cukup besar.
4. ALGORITMA PENCARIAN
Dalam masalah pencarian , masukkan utama yang diberikan umumnya adalah sebuah
struktur data (Misalanya : Array,Tree,Linked List dan lainnya) dengan elemen terbatas dan
elemen yang akan dicari. Normalnya , carilah elemen X dalam Struktu Data L .
Hasil atau keluaran dari persoalan pencarian dapat bermacam-macam bergantung pada
spesifiasi rinci dari persoalan tersebut,misalnya :
Binary Search merupakan metode pencarian elemen di suatu rangkaian tertentu dengan
menggunakan strategi divide and [Link] case binary search adalah O(log n) dimana
jumlah komparasi terbanyak yang dilakukan adalah sebanyak [log n]+1 untuk n input. Binary
search hanya bisa dilakukan pada data yang sudah terurut .
Algoritma brute force pada persoalan ini adalah cara membandingkan setiap elemen
dalam senarai tersebut untuk menemukan elemen terbesar/terkecil.
Algoritma brute force yang diterapkan pada persoalan ini adalah setiap elemen
senarai dibandingkan terhadap x. Pencarian selesai jika x telah ditemukan atau
elemen senarai sudah habis diperiksa.
Karakteristik algorimta brute force umumnya tidak “cerdas” dan tidak mangkus, karena ia
membutuhkan jumlah komputasi yang besar dalam penyelesaiannya . Algoritma brute force
biasanya lebih cocok dipakai pada masalah yang berukuran kecil.
Kelebihan Kelemahan
Metode brute force dapat digunakan untuk Metode brute force jarang menghasilkan
memecahkan hampir sebagian besar algoritma yang efisien.
masalah
Metode brute force sederhana dan mudah Beberapa algoritma brute force lambat
dimengerti sehingga tidak dapat diterima
Masukan
Satu baris kalimat dimana terdapat huruf A-Z, dan a-z.
Keluaran
Urutkan kalimat tersebut sehingga setiap huruf tersortir sesuai dengan po-
sisinya di alphabet. Huruf kapital dulan baru huruf non kapital
Test Case 1
Masukan
Selamat Datang Di Rumahku
Keluaran
DDRSaaaaaeghiklmmnttuu
Test Case 2
Masukan
Hari ini hari yang cerah
Keluaran
Haaaaceghhiiiinnrrry
Test Case 3
Masukan
Halo halo halo
Keluaran
Haaahhlllooo
Masukan
Masukan terdiri dari tiga baris. Baris pertama merupakan operand (bilan-
gan yang dioperasikan) pertama. Baris kedua merupakan operand kedua.
Baris ketiga merupakan operator aritmetika dari kedua operand tersebut
dimana :
1. operator '+' untuk penjumlahan.
2. operator '-' untuk pengurangan.
3. operator '*' untuk perkalian.
4. operator '/' untuk pembagian.
Keluaran
Hasil dari operasi aritmetika tersebut.
Test Case 1
Masukan
6
4
-
Keluaran
2
Test Case 2
Masukan
95
8
/
Keluaran
11.875
Latihan 23: Kalkulator Sederhana Multi Operasi
Kembangkan program sebelumnya sehingga dapat melakukan perhitungan
operasi aritmetika lebih dari satu kali.
Masukan
Baris pertama merupakan jumlah operasi aritmetika. Baris kedua meru-
pakan operand (bilangan yang dioperasikan) pertama. Baris ketiga meru-
pakan operand kedua. Baris keempat merupakan operator aritmetika untuk
kedua operand tersebut.
Untuk tiap dua baris berikutnya, baris pertama merupakan operand baru
dan baris kedua merupakan operator aritmetika untuk melakukan operasi
aritmetika terhadap operand baru dan hasil dari operasi sebelumnya. Kelu-
aran
Hasil terakhir dari seluruh operasi aritmetika tersebut.
Test Case 1
Masukan
2
6
4
-
3
+
Keluaran
5
Deskripsi : 6-4+3=5 (Jumlah operasi 2).
Test Case 2
Masukan
3
8
2
/
5
+
7
*
Keluaran
63
Latihan 24: Penjumlahan Bilangan Tribonacci
Bilangan Tribonacci merupakan deretan bilangan dimana bilangan tersebut
merupakan hasil dari penjumlahan tiga bilangan pada urutan deret sebelum-
nya. Angka pertama,kedua pada deret bilangan Fibonacci adalah angka 1.
Contoh deret adalah 1, 1, 1, 3, 5, 9, ... Tampilkan penjumlahan semua bi-
langan dalam rangkaian bilangan tribonacci n. Masukan
Sebuah bilangan bulat n yang merupakan jumlah bilangan dalam rangkaian
bilangan tribonacci.
Keluaran
Jumlah dari semua bilangan yang terdapat di dalam rangkaian bilangan tri-
bonacci.
Test Case 1
Masukan
5
Keluaran
11
Penjelasan: 1+1+1+3+5 = 11
Test Case 2
Masukan
10
Keluaran
230
Test Case 3
Masukan
25
Keluaran
2145013
Masukan
Sebuah String yang akan dibalik.
Keluaran
Sebuah String yang telah dibalik.
Test Case 1
Masukan
Mikroskil
Keluaran
liksorkiM
Test Case 2
Masukan
permasalahan 123
Keluaran
321 nahalasamrep
Test Case 3
Masukan
abc
Keluaran
cba