0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan69 halaman

Peran Bartender Kenalkan Minuman Tradisional

Diunggah oleh

fatir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan69 halaman

Peran Bartender Kenalkan Minuman Tradisional

Diunggah oleh

fatir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANAN BARTENDER DALAM MEMPERKENALKAN MINUMAN

TRADISIONAL DI BAR OAKROOM RESTAURANT AND BAR

SATRIATAMA RAJENDRA RIONANDA


2019130006

LAPORAN KARYA
DIAJUKAN SEBAGAI SYARAT UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN
DARI PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR AHLI MADYA
PARIWISATA ([Link])

PROGRAM STUDI DIII PERHOTELAN


POLITEKNIK SAHID
2023
POLITEKNIK SAHID
LEMBAR PERSETUJUAN SIDANG LAPORAN KARYA

JUDUL LK : PERANAN BARTENDER DALAM


MEMPERKENALKAN MINUMAN
TRADISIONAL DI BAR OAKROOM
RESTAURANT AND BAR

NAMA : SATRIATAMA RAJENDRA RIONANDA

NIM : 2019130006

PROGRAM STUDI : PERHOTELAN

Jakarta, 26 Maret 2023

Menyetujui,

Pembimbing Materi/Teknis Ketua Jurusan

Baskoro Harwindito, [Link], M.M. Nicko Gana Saputra, [Link].M,M

i
POLITEKNIK SAHID
BERITA ACARA PELAKSAAN SIDANG TUGAS KARYA
Pada hari ini (hari), Tanggal dan bulan) 2023 bertempat di Jakarta telah
diselenggarakan Sidang Laporan Karya, Untuk :
Nama : Satriatama Rajendra Rionanda
NIM : 2019130006
Judul Laporan : Peranan Bartender dalam memperkenalkan minuman
tradisional di Oakroom Restaurant and Bar
Dosen Pembimbing : Baskoro Harwindito, [Link], M.M.
Ketua Penguji :
Anggota Penguji :
Keputusan Penguji :
Nilai Ujian : dengan Predikat :
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sesungguhnya sesuai dengan
jalannya Sidang Laporan Karya tersebut.
Tim Penguji
Ketua Anggota

Ketua Panitia Sidang L.K

ii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Satriatama Rajendra Rionanda

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Mei 2001

Agama : Islam

Alamat : Puri Pamulang C-2/12 RT 002 RW


025, Pamulang Barat, Tangerang
Selatan

Pendidikan Formal : 1. Sekolah Dasar Muhammadiyah


12 Reni jaya, Tangerang Selatan.
Tahun tamat 2012, berijazah.
Sekolah Menengah Pertama
Muhammadiyah 22 Reni jaya,
Tangerang Selatan. Tamat Tahun
2016, berijazah.

2. Sekolah Menengah Atas


Muhammadiyah 25 Reni jaya,
Tangerang Selatan. Tamat tahun
2019, berijazah.

3. Politeknik Sahid Jakarta, Tahun


2019- 2023.

Pengalaman Kerja : 1. FnB Service Queen Head


Kemang, Jakarta Selatan
Tahun 2021

2. Trainee FnB Service Di Hotel


Mercure Bsd City 2021

iii
PRAKATA

Assalamu’alaikum, Wr, Wb.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi


Maha Penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-
Nya kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. Laporan Karya yang berjudul “PERANAN
BARTENDER DALAM MEMPERKENALKAN MINUMAN
TRADISIONAL DI OAKROOM RESTAURANT AND BAR”
merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Ahli Madya
Pariwisata. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan
Karya ini terdapat banyak kesulitan, namun dengan bantuan, arahan
dan dukungan dari berbagai pihak, penulisan Laporan Karya ini dapat
terselesaikan. Maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan
banyak terimakasih kepada :

1. Ibu Assoc. Prof. Dr. Nenny Wahyuni, S.E, M.M, selaku

Direktur Politeknik SahidJakarta.

2. Ibu Assoc. Prof. Dr. Derinta Entas, S.E, M.M, selaku

Wakil Direktur Bidang 1Politeknik Sahid Jakarta.

3. Bapak Dr. Murhadi, [Link], M.M., selaku Wakil

Direktur Bidang 2Politeknik Sahid Jakarta.

4. Ibu Dr. Suci Sandi Wachyuni, [Link]., M.M, selaku

Wakil Direkturbidang penjaminan mutu Politeknik Sahid

5. Bapak Nicko Gana Saputra, [Link], MM, selaku ketua

iv
JurusanPerhotelan

6. Bapak Baskoro Harwindito, [Link]., M.M. selaku dosen

pembimbingdalam penulisan laporan karya ini.

7. Ibu Marya Yenny, [Link]., M.M. , selaku pembimbing akademik.

8. Orang tuaku, Bapak Riyono, Ibu Wiwin Windarti dan

Nenek Niek Dariyanti yang selalu mendukung dan

mendoakan saya. Terimakasih banyak atas semua

fasilitas, finansial dan dukungannya yang diberikan

selama ini.

9. Zenith Chaerani yang selalu membantu, mendukung,

mendoakan, dan memberikan semangat dalam penulisan

Laporan Karya ini. Terimakasih banyak semoga kelak

kita akan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

10. Teman-teman kampus Politeknik Sahid yang telah

memberi motivasi, saling menyemangati satu sama lain,

dan telah terlibat banyak dalam membantu penulisn

laporan karya ini sehingga dapat diselesaikan.

11. Seluruh pihak Food and Beverage Service Department di

Oakroom Restaurant and Bar yang telah membimbing

dan mengajarkan penulis selama pelaksanaan observasi

12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu

persatu yang telah meluangkan waktunya untuk

v
menemani, menyemangati dan memberikan saran kepada

penulis dari awal hingga terselesaikannya laporan karya

ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengarapkan kritik dan saran

yang bersifat membangun dari pembaca. Harapan penulis semoga

skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Wassalamu’alaikum, Wr, Wb.

Jakarta, 26 Maret 2023

Penulis,

Satriatama Rajendra Rionanda


2019130006

vi
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN SIDANG ................................................ i

BERITA ACARA .................................................................................. ii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................. iii

PRAKATA ............................................................................................. iv

DAFTAR ISI .......................................................................................... vii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................. ix

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah ............................................................. 4

C. Tujuan Masalah .................................................................... 4

D. Manfaat Penulisan ................................................................ 4

E. Metode Penelitian ................................................................. 5

F. Sistematika Penulisan ........................................................... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... 9

A. Bar .......................................................................................... 9

B. Bartender ................................................................................ 12

C. Minuman ................................................................................ 14

a). Minuman Non Alkohol ..................................................... 14

b). Minuman Beralkohol ........................................................ 18

vii
c). Minuman Tradisional ........................................................ 19

D. Wedang Jahe ............................................................................ 22

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN .................. 26

A. Deskripsi Objek Penelitian ...................................................... 26

B. Fasilitas Oakwood Cozmo Jakarta .......................................... 28

BAB IV PEMBAHASAN ..................................................................... 35

A. Peran Bartender di Oakroom Restaurant and Bar ................... 36

B. Kendala Bartender di Oakroom Restaurant and Bar .............. 41

C. Solusi Departemen Food & Beverage Service di Oakroom


Restaurant and Bar .................................................................. 45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 51

A. Kesimpulan .............................................................................. 51

B. Saran ........................................................................................ 52

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 54

LAMPIRAN ........................................................................................... 56

viii
DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Gambar Halaman

3.1 Oakwood Premier Cozmo Jakarta 26

3.2 Oakroom Restaurant and Bar 28

3.3 Alfresco/bar 29

3.4 Pool/Upperdeck 29

3.5 Oakspace (Meeting Room) 30

3.6 Lobby Oakwood Premier Cozmo Jakarta 31

3.7 Gym 31

1 Struktur Organisasi 32

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Nama Lampiran Halaman

1. Wawancara dengan bartender bernama Bernadus Ode 54

2. Wawancara dengan bartender bernama Adrianus 54

3. Bahan-bahan untuk membuat wedang jahe 54

4. Menghaluskan jahe dengan blender 55

5. Menyaring ampas jahe 55

6. Proses steam agar minuman panas 55

7. Menambahkan madu & perasan lemon ke dalam gelas 56

8. Wedang jahe siap dinikmati 56

x
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara umum sudah diketahui bahwa hubungan industri
perhotelan dengan pariwisata saling berkaitan sangat erat. Ini tak
lepas dari fakta bahwa industri perhotelan menjadi salah satu tulang
punggung yang mendukung pembangunan sektor pariwisata.
Banyak sekali kontribusi industri perhotelan yang berimplikasi bagi
perkembangan pariwisata. Suatu daerah tujuan wisata tentunya
akan dikunjungi oleh wisatawan tentu saja membutuhkan tempat
menginap dan disinilah peran hotel sebagai tolak ukur untuk
mengetahui seberapa banyak wisatawan yang berkunjung di daerah
tersebut. Tujuan wisatawan datang berkunjung pada suatu tempat
bukan untuk tidur atau istirahat di hotel semata – mata.
Menginapnya wisatawan di hotel dan akomodasi lainnya selalu
dikaitkan dengan keperluan yang lain dengan motivasi yang
beraneka ragam. Dengan perkataan lain, sektor perhotelan bukan
suatu hal yang mutlak harus ada. Tanpa hotel orang – orang juga
dapat menikmati banyak fasilitas yang ada di obyek dan atraksi
wisata. Industri pariwisata seperti hotel dan restoran akhir – akhir
ini semakin berkembang yang menuntut adanya suatu penciptaan
suasana yang nyaman dari berbagai aspek untuk diberikan atau

1
2

ditawarkan sebagai suatu produk kepada calon


pelanggannya. Secara umum, produk yang dijual oleh pihak
restoran yaitu makanan dan minuman.

Aneka jenis minuman banyak berkembang di seluruh


Indonesia, mulai dari minuman tradisional hingga jenis minuman
yang lebih modern. Namun, semakin berkembangnya jenis
minuman, masyarakat Indonesia lebih menggemari minuman
tradisional dan alami seperti wedang jahe, bajigur, bandrek, cai
tiwu atau air tebu. Dari beberapa jenis minuman tersebut yang
paling populer di masyarakat yaitu wedang jahe.

Wedang merupakan istilah minuman dalam bahasa Jawa dan


umumnya terbuat dari air rebus sampai mendidih bersama rempah
rempah, gula, dan kopi/teh. Istilah wedang kerap diartikan sebagai
minuman yang sifatnya menghangatkan dan menyegarkan tubuh,
dan bisa disajikan hangat maupun dingin. (Yunita,2012) Wedang
jahe merupakan minuman yang berkomponen rempah dan herba
seperti jahe, gula pasir, gula kelapa, atau gula aren. Wedang jahe
secara luas dikenal sebagai minuman penghangat badan (Sari dkk.,
2021)

Secara tradisional wedang jahe atau teh jahe atau ginger tea
merupakan minuman hangat yang menyehatkan badan. Sesuai
dengan Namanya minuman ini memakai jahe sebagai bahan utama.
Selain mudah di dapat, harganya murah, jahe juga dikenal dengan
khasiatnya. Tanaman jahe atau Zingiber Officinale mengandung
senyawa homolog fenolik keton yang dikenal sebagai gingerol. Zat
yang memberi rasa panas ini berkhasiat sebagai anti inflamasi dan
karenanya berkhasiat mencegah flu. Jahe dikenal ada 2 jenis, yaitu
jahe merah dan jahe putih. Jahe merah punya rasa lebih panas dan
3

pedas sehingga dipakai untuk pengobatan. Sementara jahe putih


banyak dipakai untuk bumbu masakan dan minuman.

Hotel Oakwood Premier Cosmo Jakarta merupakan hotel


berbintang 5 di Jakarta Selatan. Hotel Oakwood Premier Cosmo
Jakarta ini telah menjadi salah satu hotel terkemuka, agar tidak
kalah saing dengan hotel yang lainnya maka seorang bartender di
hotel Oakwood Premier Cosmo Jakarta ini perlu memberikan
kualitas pelayanan yang terbaik, memperkenalkan minuman
tradisional kepada tamu dan memuaskan kepada tamu. Minuman
tradisional di Oakroom Restaurant and Bar yang paling sering
diminati oleh tamu yaitu Wedang Jahe. Karena minuman ini
bermanfaat untuk menenangkan dan meredakan gejala pilek dan
flu, memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu masalah
pencernaan dan menjaga metabolisme tetap tingi. Maka dari itu
minuman ini sangat diminati oleh tamu baik dari semua kalangan.

Kualitas pelayanan didepartement bar akan menimbulkan


kepuasan dan loyalitas pada diri konsumen terhadap jasa yang
diberikan oleh bartender. Selama ini peranan bartender dalam
memperkenalkan minuman tradisonal di Oakroom Restaurant and
Bar sangatlah kurang, karena intensitas berinteraksi dengan tamu
terbatas untuk hal tersebut, hanya waiter/erss yang berinteraksi dan
mempromosikan minuman tradisional tersebut ke tamu – tamu
yang ada di Oakroom Restaurant and Bar. Berdasarkan alasan
tersebut, dan dari latar belakang diatas maka penulis melakukan
penelitian dengan judul “PERANAN BARTENDER DALAM
MEMPERKENALKAN MINUMAN TRADISIONAL DI BAR
OAKROOM RESTAURANT AND BAR”
4

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah


1. Identifikasi Masalah
Adapun permasalahan berdasarkan latar belakang diatas
penulis mengidentifikasinya yaitu kurangnya inisiatif bartender
dalam memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom
Restaurant and bar.

2. Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari laporan karya ini yaitu :

1. Bagaimana peran bartender dalam memperkenalkan


minuman tradisonal kepada tamu di Oakroom Restaurant and
Bar ?
2. Bagaimana kendala bartender dalam memperkenalkan
minuman tradisional?
3. Bagaimana solusi department food and beverage dalam
memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom
Restaurant and Bar?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kertas karya ini yaitu :

1. Untuk mengetahui peran bartender dalam memperkenalkan


minuman tradisional kepada tamu di Oakroom Restaurant and
Bar.
2. Untuk mengetahui kendala bartender dalam memperkenalkan
minuman tradisional di Oakroom Restaurant and Bar
3. Untuk mengetahui solusi department food and beverage dalam
memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom Restaurant
and Bar.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan kertas karya ini yaitu :
5

1. Manfaat untuk Oakroom Restaurant and Bar


Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan pada
pengelola bartender dan waiter untuk memperkenalan
minuman tradisional di Oakroom Restaurant and Bar

2. Manfaat untuk Politeknik Sahid


Penilitian ini diharapkan guna untuk menambah refrensi
sebagai bahan penelitian lanjutan yang lebih mendalam pada
masa yang akan datang

3. Manfaat untuk penulis


Merupakan syarat peneliti dalam bidang akademik untuk
mendapatkan dan memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar
Ahli Madya Pariwisata ([Link])

4. Manfaat untuk pengembangan penelitian


Hasil penulisan ini dapat menjadi tambahan referensi
bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian
selanjutnya

E. Metode Penelitian
1. Data Primer
Menurut Husein Umar (2013) data premier adalah “Data
premier merupakan data yang didapat dari sumber pertama
baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari
wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan
oleh peniliti.”

a. Wawancara (Interview)
Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2013) wawancara
merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi
dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan
makna dalam suatu topik tertentu dalam penilitian ini data
6

premier diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan


dengan pimpinan, karyawan Oakroom Restaurant and Bar,
meliputi :

a) Pimpinan Oakroom Restauran and Bar


Data yang diambil dari wawancara yaitu F&B
Manager Rudy Hendratno, berbagai macam hal tentang
ruang lingkup restaurant dan sejarah berdirinya restaurant.
b) Bartender Oakroom Restaurant and Bar
Data yang diambil mengenai strategi memperkenalkan
minuman tradisional di Oakroom Restaurant and Bar.
b. Observasi (Observation)
Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2013) mengemukakan
bahwa, “Observasi merupakan suatu proses yang kompleks,
suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan
psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-
proses pengamatan dan ingatan.” Data observasi diperoleh
selama 1 bulan di Oakroom Restaurant and Bar. Dari
pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa observasi
adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mempelajari dan mengadakan pengamatan secara langsung
kedalam perusahaan untuk mendapatkan bukti-bukti yang
dapat mendukung dan melengkapi hasil penelitian.

2. Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2016) Data sekunder adalah “Sumber
data yang tidak langsung diterima oleh pengumpul data, bisa
melalui orang lain atau lewat dokumen.” Sumber data sekunder
merupakan sumber data pelengkap yang berfungsi melengkapi
data yang diperlukan data primer.
7

a. Studi pustaka
Menurut Nazir (2013) Studi pustaka merupakan
“Teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi
penelaah terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-
catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan
masalah yang dipecahkan.” Data yang diperoleh melalui
studi kepustakaan adalah sumber informasi yang telah
ditemukan oleh para ahli yang kompeten dibidangnya masing-
masing sehingga relavan dengan pembahasan yang sedang
diteliti.

F. Sistematika Penulisan
Dengan ini penulis Menyusun karya tulis, serta penulis
membuat sistematika penulisan agar dapat tersusun dengan rapih dan
dapat terarah. Sistematika penulisan karya ini adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Menjelaskan mengenai latar belakang masalah, tujuan,


manfaat, batasan masalah dan sistematika penulisan

Bab II Tinjauan Pustaka

Menjelaskan mengenai definisi diffusion bonding, mekanisme


difusi atom, mekanisme diffusion bonding, parameter proses
dan jenis jenis material yang dapat disambung, kelebihan dan
kekurangan, gas pelindung, dan polishing.

Bab III Gambaran umum objek penilitian

Membahas tentang gambaran umum Oakwood Premier


Cozmo Jakarta, sejarah hotel, fasilitas, struktur organisasi,
food and beverage service tugas dan tanggung jawab.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
8

Memaparkan dan menganalisis data data yang didapatkan


dari hasil pengujian.
Bab V Kesimpulan dan Saran

Menjelaskan mengenai kesimpulan akhir penelitian dan


saran saran yang direkomendasikan berdasarkan pengalaman
di lapangan untuk perbaikan proses pengujian selanjutnya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Bar

1. Pengertian bar
Pengertian bar menurut Ida Ayu kade (2021) :
“Bar adalah suatu tempat yang diorganisasikan
secara komersial dan dilengkapi dengan fasilitas yang
memadai, terdapat baik didalam sebuah hotel, kadang
kadang berdiri sendiri di luar hotel, dimana seseorang bisa
mendapatkan pelayanan segala macam minuman baik
yang beralkhohol”.

Dengan demikian, maka pengertian Bar, adalah : “suatu


counter untuk menjual dan menghidangkan minuman berkadar
alcohol,atau yang tidak berkadar alcohol (soft drink), di
dalamnya tersedia tempat untuk mengkonsumsi minuman
tersebut berikut pelayanan dengan tujuan untuk mendapatkan
keuntungan”.

2. Sejarah bar
Bar berasal dari kata barrier yang berati penghalang. Yang
artinya para tamu datang membeli, menikmati minuman yang telah
dibuat oleh bartender dan dibatasi oleh pembatas atau penghalang

9
10

yang lazim disebut bar counter, sehingga para tamu tidak bisa masuk
ke tempat bartender. Counter adalah meja panjang yang membatasi
dua ruangan, yaitu ruang bartender tempat meracik atau membuat
minuman dan ruangan para tamu duduk santai sambil menikmati
minuman yang suguhi.

a. Fungsi bar
Selain sebagai fasilitas pelengkap bagi para tamu yang
berkunjung yang kadang-kadang dioperasikan bersama-sama
dengan restoran, bar juga merupakan pemasok pendapatan dan
keuntungan yang cukup besar bagi hotel. Bar di dalam sebuah
hotel menyediakan menjual menyajikan segala macam minuman
bagi para tamu, baik yang datang langsung ke bar, restoran
maupun yang pesan dari kamar di hotel tempat mereka langsung
menginap (room service) Bar pada umumnya buka mulai jam
10.00 pagi sampai jam 01.00 lewat tengah malam, tergantung
pada fungsi maupung lokasi bar tersebut. Menurut fungsinya, bar
dapat dibedakan antar Service Bar dan Public Bar.
Yang dimaksud dengan Service Bar adalah bar yang pada
umumnya terletak dalam sebuah hotel, dimana para bartender
tidak langsung berhubungan dengan para tamu; bahkan kadang-
kadang tidak terlihat oleh tam. Pesan minuman harus dilakukan
lewat para pramusaji. Bar ini hanya berfungsi melayani pesanan
minuman lewat restoran, banquet, maupun dari kamar (room
service).
Sedangkan yang di maksud dengan Public Bar adalah bar
yang tedapat dalam sebuah hotel maupun di luar hotel (berdiri
sendiri), lokasinya terlihat oleh tamu; tamu dapat bertemu dan
pesan minuman kepada bartender, atau peramu minuman. Di bar
ini disediakan meja dan kursi sebagaimana layaknya sebuah
11

restoran. Para petugas bar mempunyai kesempatan untuk


berkomunikasi secara langsung dan akrab dengan para tamu.

b. Tipe bar berdasarkan dengan keberadaannya


Ada beberapa tempat yang berfungsi atau tujuan utamanya
adalah menjual minuman beralkohol dan non alkohol, antara lain:
1) Tavern : Istilah untuk sebuah model kuno yang masih
dipergunakan untuk sebuah perusahaan/tempat yang
menyajikan minuman beralkohol. biasanya di tempat
kediaman atau daerah lingkungan industry.
2) Night Club : Sebuah tempat baik yang ada di luar
maupun di dalam hotel yang diorganisasikan secara
komersial, dimana disajikan minuman beralkohol dan
juga makanan, makan malam dengan pelayanan prima,
dekorasi mewah, diiringi musik/hiburan lain yang
disediakan bagi para tamu yang ingin menikmati
kehidupan malam.
3) Pool side bar : Bar mini yang berada di area kolam
renang, disediakan bagi para pengunjung kolam renang
yang menyajikan makanan kecil serta minuman ringan,
seperti soft drink, beer, kopi susu dan juga bermacam-
macam Ice Cream. tidak menjual minuman berkadar
alkohol tinggi.
4) Expresso bar : terdapat di pelabuhan pelabuhan udara
dan laut yang menjual berbagai macam minuman titik
disini justru yang ditekankan adalah penjualan kopi
dan ice cream.
5) Restoran dan bar : biasanya terdapat di kota-kota besar;
bentuk dan situasinya seperti sebuah restoran;
peralatannya lebih lengkap dan mewah. ada piano dan
12

bass gitar untuk mengiringi tamu yang tengah makan


minum. persediaan minumannya lengkap, terutama
wine dan champage.
6) American bar : bentuknya sedikit lebih kecil daripada
restoran dan bar. Segala macam minuman tersedia;
Biasanya banyak dikunjungi oleh orang asing atau para
turis yang sedang melakukan perjalanan keliling dunia
titik di dalam bar ini ada tempat untuk berdansa,
dancing stage.
7) Main bar : Bar utama dengan tempat tersendiri,
biasanya ruangannya tertutup dilayani oleh petugas bar
sendiri (bar waiter dan waitress) atau kadang - kadang
oleh bertindak titik petugas dapat berdialog secara
langsung dan akrab dengan para tamu. bar seperti ini
merupakan tempat informasi atau sales information
secara langsung kamu dapat menikmati minuman
secara rileks karena tempat penerangannya sengaja
dibuat redup romantic, sambil menikmati music.

B. Bartender
1. Pengertian bartender
Beberapa pengertian bar menurut para ahli diuraikan sebagai
berikut. Bartender adalah seseorang yang bertugas untuk
menyiapkan minuman (biasanya mengandung alkohol) dibalik
meja bar. Untuk dapat mengerjakan tugasnya dengan baik dan
benar, seorang bartender harus memiliki kualifikasi yang harus
dipenuhi seperti memiliki pengetahuan minuman, terutama
minuman campuran (mix drink). I Gusti Nyoman (2016)
mengungkapkan pendapat pengertian bartender sebagai berikut :
13

“bartender bertanggung jawab sejak awal bar dibuka sampai


dengan bar tutup.”
Berdasarkan penjelasan ahli diatas maka dapat disimpulkan
bahwa bartender adalah orang yang bertugas membuat minuman
unuk tamu dan bertanggung jawab operasional bar dari awal buka
hingga bar tutup.

2. Tugas bartender
Dalam menjalankan operasional dibar, maka bartender harus
memiliki tugas sebagai berikut (I Gusti Nyoman,2016) :
a. Membuat daftar minuman dan bahan keperluan lain untuk
operasional bar.
b. Menyambut tamu yang datang ke bar dan mencatat pesanan
tamu
c. Menyiapkan, membuat, menyajikan minuman untuk tamu.
d. Membuat laporan-laporan tentang barang yang rusak atau
pecah dan juga mencatat kejadian penting saat operasional
bar.
e. Membaca log book yang telah diisi oleh staf dari shif kerja
sebelumnya
f. Memeriksa kebersihan peralatan, area pelayanan, termasuk
rest room.

Keputusan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi No. 318


tahun 2007 mengenai Standar Kompetisi Kerja Nasional Indonesia
sector penyedia makanan dan minuman, menyatakan bahwa
kompetensi bartender sebagai berikut :

a. Merancang dan mengoperasikan dapur Indonesia/ Bar


Counter
b. Menerapkan prinsip-prinsip control jasa boga
14

c. Menerima dan menyimpan persediaan


d. Menerapkan proses produksi cook chill
e. Menyajikan makanan dan minuman
f. Mengorganisir operasi layanan makanan
g. Memilih, menyiapkan dan menyajikan hidangan khusus
h. Membina dan menjaga kendali mutu.

Dari kedua sumber tersebut menyatakan bahwa tugas


bartender yang paling utama adalah menyiapkan, menyediakan
dan membuat minuman kepada tamu dengan ditambahkan tugas-
tugas pokok lainnya.

C. Minuman
1. Pengertian Minuman
Pengertian minuman sebagai berikut : “semua jenis cairan
yang dapat diminum (drinkable liquid) kecuali obat-obatan”.
Adapun fungsi dari minuman antaralain ; menghilangkan rasa
haus, menambah tenaga, membantu pencernaan, merangsang
selera makan, menyeimbangkan cairan tubuh.
2. Jenis-jenis minuman
Pada dasarnya minuman dapat diklasifikasikan menjadi 2
kategori minuman non alkohol dan minuman beralkohol.
Menurut I Gusti Nyoman (2016) adapun kedua jenis kategori
tersebut antara lain :
a). Minuman Non Alkohol
1) Juice
Juice adalah jenis minuman non alkohol yang
dibuat dengan cara memeras buah-buahan atau sayuran
matang dan segar. Proses yang dilakukan untuk
memeras juice dapat menggunakan cara manual
15

maupun dengan cara modern.


2) Squash
Squash merupakan fruit juice yang kental
dengan menyertakan daging buah serta mengurangi
kadar airnya. Untuk membuat minuman squash, lebih
baik diencerkan terlebih dahulu dengan soda sebelum
dikonsumsi.
3) Syrup
Syrup merupakan cairan yang memiliki rasa
manis karena terbuat dari campuran gula dan air. Syrup
dapat pula dibuat dengan cara mencampur gula dengan
sari buah yang ditambah zat pewarna, zat aroma, zat
penambah rasa.
4) Mineral water

Mineral water adalah jenis minuman yang


berupa air yang mengandung beberapa jenis mineral
yang dibutuhkan oleh tubuh. Berdasarkan jenis bahan
dan cara pembuatnya, mineral water dibedakan
menjadi 2, yaitu :

a) Natural mineral water


Minuman ini berasal dari mata air alami yang
berlokasi dipegunungan. Natural mineral water
dihidangkan sebagai minuman segar yang
berfungsi untuk mengurangi rasa haus dan untuk
kesegaran tubuh.

b) Sparkling mineral water


Sparkling water adalah air yang berkarbonasi
atau mengandung gelembung gas karbon dioksida.
16

Sparkling water alami diambil dari sumber mata


air yang telah berkarbonasi dan mengandung
berbagai mineral, seperti sodium, magnesium, dan
kalsium. Sementara itu, sparkling water buatan
merupakan air minum yang diberikan tambahan
karbon dioksida menggunakan mesin bertekanan.
Beberapa produk sparkling water buatan juga
mengandung tambahan mineral dan sodium.
5) Tea (teh)

Tea adalah jenis minuman non alkohol yang berasal


dari seduhan daun tanaman teh. Ada tiga jenis
minuman teh antara lain :

a) Black tea
Black tea adalah jenis teh dalam proses
pembuatannya mengalami proses peragian/
fementasi. Teh ini memiliki warna lebih hitam
dibandingkan jenis teh lainnya.

b) Green tea
Green tea (unfermented tea) adalah jenis teh
yang tidak mengalami peragian dalam proses
pembuatannya sehingga warnanya relatif hijau.
Secara umum manfaat mengonsumsi teh hijau
antara lain: mengurangi resiko kanker,
menyejukan kulit, menstabilkan tekanan darah,
melindungi daya ingat, awet muda, menurunkan
berat badan.
c) Semi fermented tea
Semi fermented tea adalah jenis teh yang dalam
17

proses pembuatannya hanya sebagian yang


melalui proses fermentasi.

6) Coffee
Coffee adalah jenis minuman non alkohol yang
dibuat dari biji tanaman kopi yang telah dipilih dan
mengalami proses pengeringan (roasted) kemudian
proses penghancuran (brewed) sehingga berbentuk
serbuk. Ada tiga jenis tanaman kopi yaitu:
a) Arabica
Jenis kopi yang berasal dari negara Ethopia ini
merupakan kopi terbaik dengan kadar kafein yang
rendah.
b) Robusta
Kopi ini berasal dari Indonesia yang memiliki
aroma pahit, dengan kadar kafein lebh tinggi
daripada jenis arabica.
c) Liberica
Kopi jenis ini memiliki kualitas terendah. Biji
kopi yang telah dipilih ketika dipanen selanjutnya
dikeringkan, dihancurkan sebelum diseduh.
7) Chocolate
Chocolate merupakan minuman yang terbuat
dari biji kakao yang telah mengalami serangkaian
proses dari pemetikan, pengeringan hingga menjadi
bubuk.

8) Milk
Milk adalah minuman yang dihasilkan dari
hewan ternak tertentu seperti sapi, kerbau, kambing
18

unta. Disamping itu, susu juga ada yang terbuat dari


tanaman kedelai.

b). Minuman Beralkohol


Minuman beralkohol adalah minuman yang
mengandung kadar alkohol. Beberapa kandungan
alkohol antara lima hingga lima puluh persen.
Minuman beralkohol dibagi menjadi tiga antara lain (I
Gusti Nyoman, 2016) :
1) Beer
Beer merupakan minuman yang dibuat dengan
proses brewing mengandung kadar alkohol tidak lebih
dari 9%. Bahan untuk membuat beer seperti malt,
bunga hops, gula, brewer’s yeast, water, finings.
2) Wines
Wines merupakan minuman beralkohol yang
terbuat dari fermentasi bauh anggur. Beberapa negara
penghasil wine berkualitas tinggi seperti Perancis,
Italia, Sermon, Australia.
3) Spirit
Definisi spirit adalah minuman beralkohol yang
dibuat melalui proses penyulingan dari suatu cairan
hasil fermentasi/ peragian dari biji-bijian, sari buah
amupun gula yang memiliki kadar alhokol 40-51%.
Destiliation atau penyulingan adalah proses pemisahan
alkohol dari cairan hasil fermentasi suatu bahan
tertentu dengan cara menguapkannya.
4) Liqueur
19

Liqueur adalah minuman beralkohol yang


dibuat dengan bahan dasar spirit yang ditambahkan
flavouring agent, sweeting agent, dan colouring agent.

c). Minuman Tradisional


Minuman tradisional adalah segala sesuatu yang
diwarisi manusia dari orangtuanya turun temurun, yang
biasa dikonsumsi oleh masyarakat tertentu
menggunakan bahan – bahan alami seperti dedaunan,
rempah – rempah, buah – buahan ataupun hasil dari
pepohonan dan telah menjadi ciri khas dari suatu
daerah yang memiliki cita rasa yang relatif sesuai
dengan selera masyarakat setempat.
Vivienne kruger (2014) menyebutkan bahwa
“Minuman tradisional yang masih bertahan ratusan
tahun hingga sampai saat ini masih menggunakan gula
merah dan rempah – rempah. Penggunaan rempah –
rempah sudah berabad – abad digunakan dalam
bumbu masakan untuk pemberi citarasa yang berbeda
setiap bangsa.” Demikian pula penggunaan untuk
obat – obatan tradisional. Minuman atau wedang
rempah dari budaya bangsa Indonesia.
Minuman tradisional memiliki karakteristik yang
membedakan dengan minuman lainnya adalah
kandungan rempah - rempah dan herbal yang
mengandung bioflavonoid, yaitu zat aktif yang
berperan memperkuat sistem kekebalan tubuh, dilihat
dari sifatnya yaitu memiliki karakteristik sensorik,
bergizi, dan memiliki sifat fisiologis
berkhasiat bagi kesehatan.
20

Di Indonesia banyak ditemukannya berbagai


macam minuman tradisional, meskipun secara umum
memiliki komposisi yang berbagai macam. Namun
pada setiap daerahnya memiliki kekhasan yang
berbeda. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang
sosial budaya, sumber daya dan situasi yang berbeda
pada setiap daerahnya yang memberikan beberapa
pengaruh terhadap resep dan cara meracik macam
minuman tersebut. Berikut adalah contoh dari macam -
macam minuman tradisional, antara lain:

1. Bajigur
Bajigur adalah minuman tradisional yang berasal
dari tanah priangan, bajigur ini semacam wedang yang
ada di daerah Sunda, daerah Jawa Barat, asal bahan
mentah untuk membuat bajigur adalah kelapa yang
diolah menjadi santan, dilengkapi dengan bahan –
bahan lain seperti Gula jawa, gula pasir, daun pandan,
vanili. Bajigur biasa disediakan bersama cangkaleng
atau biasa disebut kolang – kaling, setelah dimasak
disajikan hangat – hangat, cocok diminum di daerah
berhawa dingin sebagai minuman pada malam hari
atau siang hari, biasa disajikan bersama ubi rebus, talas
rebus, seupan sampeu (singkong rebus), katimus
sampeu, pisang rebus, dan kacang tanah rebus.

2. Bandrek
Bandrek merupakan Minuman tradisional berasal
dari daerah Jawa Barat, minuman yang biasa disajikan
hangat yang rasanya manis pedas. Cara pengolahan
21

minuman bandrek Air dimasak dengan dicampur gula


merah dan gula pasir, kemudian jahe, merica, dan cabe
areuy ditumbuk sampai halus, dimasukkan ke dalam
air gula yang sebelumnya telah dibuat disajikan dalam
keadaan panas dengan kelapa muda yang diiris atau
dikerok, disajikan bersama makanan lainnya seperti
seupan sampeu, kulub hui, taleus, rebus pisang, kulub
suuk, dan katimus.

3. Cai tiwu atau air tebu


Asal bahan mentah minuman tebu adalah Pohon
atau batang tebu dengan cara, sediakan air untuk
pencuci tebu dan alat penggiling tebu untuk
menghasilkan air, air tebu juga dapat dihasilkan
dengan cara dimakan langsung dengan cara memotong
perruas, dipotong kecil menjadi beberapa bagian,
kemudian dapat langsung dikonsumsi dengan cara
langsung dihisap dan membuang ampasnya.

4. Bir pletok
Walaupun memiliki nama bir, namun minuman
tradisional ini tidak memakai alkohol sama sekali.
Secara umum, kamu bisa menemukan bir pletok di
berbagai kuliner khas [Link] utama dari Bir
Pletok ini adalah berbagai rempah-rempah seperti
kapulaga, sereh, kayu manis, dan kayu secang.
Biasanya, minuman bir pletok ini akan jauh lebih
nikmat saat disajikan dingin-dingin bersama dengan es
batu.
22

5. Sekoteng
Sekoteng merupakan salah satu dari nama-nama
minuman tradisional khas Jawa Tengah. Memiliki cita
rasa khas jahe yang sangat menghangatkan. Minuman
khas Indonesia ini terbuat dari air rebusan jahe dan
disajikan dalam sebuah mangkuk. Biasanya, minuman
ini juga diberikan tambahan seperti kacang tanah yang
sudah digoreng tanpa minyak, pacar cina, dan juga
potongan roti tawar.

D. Wedang Jahe
1. Pengertian Wedang Jahe
Jahe (Zingiber Officinale) merupakan salah satu spesies
tanaman obat yang namun dibudidayakan di Indonesia. Jahe
adalah tanaman herba, tegak, tinggi sekitar 30-60cm. Wedang
dalam bahasa jawa diartikan sebagai “minuman hangat”
sedangkan uwuh berati “sampah” Rachmawati (2011). Jahe juga
mengandung gingerols, shagaols, dan resin yang menimbulkan
rasa pedas. Gingerol juga bersifat sebagai antioksidan sehingga
jahe bermafaat sebagai kompenen bioaktif anti penuaan.
Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak atau
membran dari oksidasi, menghambat oksidasi, kolestrol, dan
meningkatkan kekebalan tubuh (kurniawati N,2010).

Produk olahan jahe yang umum kita jumpai adalah jamu,


permen, instant jahe, minuman hangat (misal wedang jahe).
Minuman jahe biasanya disajikan hangat dan cenderung di
konsumsi oleh orang dewasa. Wedang Jahe adalah minuman
tradisional yang khas berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Wedang dalam bahasa jawa berarti minuman hangat, demikian
23

dapat diartikan wedang jahe adalah minuman hangat yang


berbahan dasar jahe.

2. Manfaat Wedang Jahe


Berkaitan dengan jahe yang dikandungnya, jahe dapat
dimanfaatkan dalam berbagai macam industri, antara lain
sebagai industri minuman seperti minuman wedang jahe.
Khasiat dari wedang jahe yaitu :
a. Mengurangi reaksi alergi
Minuman jahe dapat meredakan reaksi alergi, karena
memiliki sifat antiinflamasi yang dapat menenangkan
respon peradangan yang disebabkan oleh alergi.
b. Meredakan nyeri sendi dan otot
Selain meredakan reaksi alergi, jahe juga dikenal dapat
meredakan nyeri sendi dan otot akibat peradangan dan jahe
juga dapat digunakan untuk obat alami asam urat karena
memiliki anti-inflamasi.
c. Mencegah resiko penyakit jantung
Berbagai penilitian menunjukan bahwa kandungan
antioksidan, mineral, dan asam amino dalam jahe dapat
membantu melindungi dari penyakit jantung.
d. Menurunkan tekanan darah (hipertensi)
Jahe dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin
dan mempelebar pembuluh darah, akibatnya darah
mengalir lebih cepat dan lancar, jahe juga meringankan
kerja jantung untuk memompa darah.
e. Menetrakan radikal bebas
Jahe mengandung antioksidan yang membantu
menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal
bebas dalam tubuh.
24

f. Membuat lambung menjadi nyaman


Jahe dapat meringankan kram perut dan membantu
mengeluarkan angin yang ada dalam tubuh.
g. Mengurangi mual muntah
Jahe mampu memblok serotonin yaitu senyawa kimia
yang dapat menyebabkan perut kontraksi, sehingga timbul
rasa mual.

Komposisi kimia penyusun wedang jahe sebagian besar


adalah senyawa fenolat yang sangat aktif sebagai antioksidan.
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi tubuh
dari reaksi radikal bebas, yaitu reaksi berantai yang mampu
menyebabkan penyakit degeneratif (Kristianingrum, 2009).

3. Pembuatan Wedang Jahe

Cara membuat wedang jahe terbilang simple. Bahan yang


dibutuhkan hanya jahe, sereh, lemon. Untuk pemanisnya, cukup
tambahkan madu. Berikut resep wedang jahe, antara lain :

a. Jahe 10 gram
b. Sereh 5 gram
c. Air lemon 5 ml
d. Madu 30 ml

Cara pembuatan :
a. Masukan jahe segar dan sereh ke dalam blender
b. Blender hingga tercampur merata
c. Saring air jahe dan sereh ke dalam jugger agar serat dari jahe
dan sereh terpisah
d. Panaskan air jahe dan sereh ke steam agar panas
25

e. Siapkan gelas irish V dan tambahkan madu 30 ml dan air


lemon 5 ml
f. Masukan air sereh dan jahe ke dalam gelas irish V yang sudah
terisi madu dan air lemon
g. Masukan garnish batang sereh dan minuman wedang jahe
siap dihidangkan
BAB III

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Deskripsi Objek Penilitian

1. Latar Belakang Perusahaan


Oakwood Premier Cozmo Jakarta merupakan
bangunan yang bergerak dibidang apartement, khususnya
bisnis apartement.

Gambar 3.1 Oakwood Premier Cozmo Jakarta


Sumber :[Link]
cozmo-jakarta

Oakwood Premier Cozmo Jakarta merupakan bagian


dari Oakwood Worldwide, penyedia utama corporate housing

26
27

and serviced apartment yang tersebar di 50 negara bagian as


dan berada di lebih dari 85 negara di dunia.
Oakwood Worldwide didirikan dan berkantor pusat di
Los Angeles dan mengoperasikan kantor pusat regional di
London, Phoenix dan Singapura. Sejak beroperasi lebih dari
50 tahun lalu, Oakwood telah tumbuh menjadi operator
apartment servis terbesar didunia dengan hampir 25.000
serviced apartment di seluruh Amerika Utara, Asia, dan
Eropa. Untuk jaringan apartment di Kawasan Asia Pasifik
sendiri, Oakwood menawarkan 5 konsep hunian yang terdiri
dari Oakwood Premier, Oakwood Apartments, Oakwood
Residence, Oakwood Studios, Oakwood Suites.
Pengkategorian dibuat karena menyadari bahwa setiap orang
memiliki gaya hidup yang berbeda-beda.
2. Lokasi Apartment
Oakwood Premier Cozmo Jakarta terletak di Jl. DR Ide
Anak Agung Gde Agung Blok E4.2 No. 1, Mega Kuningan
Jakarta 12950, Indonesia.
Phone : (021) 2554 2300 Fax : (021) 2554 2400 Email :
[Link]-cozmo-jakarta@[Link]
Oakwood Premier Cozmo Jakarta ditujukan bagi
mereka yang mengutamakan gaya hidup dan kesenangan
kosmopolitan. Konsep ini dituangkan dalam tawaran fasilitas
dan layanan prima. Oakwood Premier Cozmo Jakarta
memiliki 197 unit apartemen, mulai dari tipe studio hingga 3
kamar tidur. Sejumlah fasilitas yang tersedia dilingkungan
apartemen antara lain area parkir, restoran dan bar outdoor-
indoor, meeting room, gym, outdoor swimming pool, outdoor
jacuzzi, taman bermain anak-anak.
28

Terletak dilokasi Mega Kuningan, lingkungan


eksklusif yang banyak dipilih oleh perusahaan multinasional,
kedutaan untuk mendirikan kantor perwakilan. Karena berada
dikawasan pusat bisnis lokasi apartemen dekat dengan
Epicentrum Mall, Plaza Festival, Kuningan City Mall,
Ambassador Mall, Kota Kasablanka Mall.
Jika membutuhkan layanan Kesehatan mata didaerah
dekat dengan Oakwood Premier Cozmo Jakarta yaitu MMC
Hospital dan RS Aini untuk pelayanan khusus Kesehatan
mata. Sedangkan untuk Pendidikan dasar-menengah disekitar
antara lain SD Ar-Rahman Motik, SMP Negri 181, SMAN 3,
Kampus London School of Public Relations

B. Fasilitas Oakwood Premier Cozmo Jakarta

1. Restauran Oakwood Premier Cozmo Jakarta


a. Oakroom Restaurant and Bar

Gambar 3.2 Oakroom Restaurant and Bar


Sumber :[Link]
premier-cozmo-jakarta/gallery

Oakroom Restaurant and Bar adalah Restaurant


yang biasa digunakan untuk tamu yang ingin breakfast,
lunch, dinner, tempat pemesanan ala carte, dan bisa juga
digunakan untuk event event seperti gathering, standing
29

party, dan set menu. Oakroom Restaurant and Bar ini


berada di lantai 3. Waktu breakfast di Oakroom
Restaurant and Bar untuk weekdays dimulai dari pukul
06.00 sampai dengan 10.00, dan weekends dimulai dari
pukul 06.30 sampai dengan 11.00, untuk lunch dimulai
setelah breakfast selesai yaitu pukul 11.00 sampai dengan
pukul 15.30, dan dinner dimulai pukul 18.00 sampai
dengan pukul 10.30.

b. Alfresco/bar

Gambar 3.3 Alfresco/Bar


Sumber : [Link]
cozmo-jakarta/gallery

Alfresco/Bar tempat yang dimana tamu ingin


bersantai bersama kolega, teman, keluarga, atau bisa
digunakan untuk tamu meeting non formal, ruangan
Alfresco ini bisa dikatakan smooking room karna banyak
tamu yang ingin merokok sambil menikmati
minuman/makanan yang telah disajikan oleh karyawan
restaurant diatas meja tamu.
30

2. Pool/Upperdeck

Gambar 3.4 Pool/Upper Deck


Sumber : [Link]
premier-cozmo-jakarta/gallery

Pool adalah tempat yang biasa digunakan tamu yang


menginap di Oakwood Premier Cozmo Jakarta untuk berenang
dipagi hari, sore hari, dan malam hari, yang dimana jam
operasional pool ini mulai buka pada pukul 06.00 sampai dengan
22.00. Pool ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu pool untuk anak-
anak, pool dewasa, dan jacuzzi. Upper Deck adalah tempat yang
biasa digunakan tamu menginap untuk merokok, makan dan
minum yang bisa pesan melalui telepon ke Oakroom Restaurant
and Bar. Selain bisa digunakan untuk merokok, makan, dan
minum, upper deck ini juga bisa digunakan untuk event seperti
live music, birthday party, meeting dan untuk jam operasional
upperdeck ini sama dengan jam operasional pool karena 1
tempat.
31

3. Oakspace

Gambar 3.5 Meeting Room


Sumber : Foto Pribadi

Meeting Room adalah tempat yang biasa digunakan oleh


para tamu-tamu perusahaan ataupun pebisnis untuk meeting
formal. Oakspace ini memliki 3 ruang meeting yaitu Sol, Luna,
dan Astra, ke 3 ruang meeting tersebut memiliki ukuran dan lebar
yang berbeda-beda yaitu Sol memiliki ukuran dan lebar 8.6 m x
5.2 m = 44.72m2, Luna 8.6 m x 4.7 = 40.42 m2, astra 8.6 m x
4.2 m = 36.12 m2. Jika ketiga ruang tersebut digabungkan maka
ukuran dan lebar tersebut yaitu 8.6 m x 14.1 m = 121.26 m2.
Oakspace ini memiliki beberapa lay out sesuai permintaan tamu
yaitu Theater Style, Classroom Style, Hollow Style, Boardroom
Style.
32

4. Lobby Oakwood Premier Cozmo Jakarta

Gambar 3.6 Lobby Oakwood Premier Cozmo Jakarta


Sumber : [Link]
premier-cozmo-jakarta/gallery

Lobby Oakwood Premier Cozmo Jakarta adalah tempat


yang digunakan oleh para tamu untuk registrasi, check in,
membeli unit. Jam operasional 24 jam dan melayani
concierge service jika tamu merasa membutuhkan maka bisa
mendatangi lobby tersebut.
5. Gym

Gambar 3.7 Gym


Sumber : [Link]
premier-cozmo-jakarta/gallery
Gym ini merupakan fasilitas dari Oakwood Premier
Cozmo Jakarta. Gym ini berada di lantai 47, jika tamu
menginap dan ingin kesana harus menuju lantai 46
menggunakan lift lalu pindah menggunakan lift lainnya dan
harus menggunakan kartu akses karena tanpa adanya kartu
akses, tamu tidak bisa menggunakan gym tersebut. Jam
33

operasional gym tersebut dibuka mulai pukul 06.00 sampai


dengan pukul 20.00.

Struktur Organisasi

1. Struktur organisasi department food and beverage service


Berikut adalah bagan organisasi department food and beverage
service :
Restaurant Manager

Rudy

Assistant Restaurant Manager

Andy

FB Supervisor

Bernadus & Jeffry

Bartender Waiter / Waitress


Adrianus

Gambar 3.8 Struktur organisasi department food and beverage service


Sumber : Data olahan pribadi

Disetiap hotel dan apartment memiliki bagan organisasi


yang bertanggung jawab disetiap department agar operasional
berjalan dengan lancar dan mengurangi complain yang
diberikan tamu. Berikut adalah gambaran umum tentang
tanggung jawab yang dimiliki oleh department food and
beverage service

a) Restaurant Manager
Bertanggung jawab memimpin sebuah restoran, serta
mengkoordinir seluruh karyawan agar mampu
34

mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik. Selain itu


memastikan seluruh pekerjaan yang ada pada sebuah
restoran bisa berjalan dengan lancar, memimpin breafing
saat akan mulai operasional, membuat program kerja
selama setahun, membuat alur pelayanan, dan mengawasi
pelaksaan operasional.

b) Assistant Restaurant Manager


Pada dasarnya tugas dan tanggung jawab seorang
assistant restaurant manager membantu dalam mengatur,
merencanakan, menerapkan strategi yang dapat membuat
restoran terus berkembang, menganalisis data restoran,
membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan,
mengikuti SOP yang telah disediakan, berkomunikasi
dengan tamu, memberi solusi dan aksi yang dibutuhkan
oleh tamu, memantau biaya operasional, anggaran, dan
sumber daya yang dimiliki, mengawasi dan memberi
motivasi kepada karyawan restoran agar mereka semangat
dalam bekerja, membuat jadwal karyawan setiap
minggunya.

c) F&B Supervisors
Pada dasarnya supervisor memiliki tugas dan tanggung
jawab mengelola dan memimpin operasional harian,
mereka juga harus dapat menerapkan SOP dan kebijakan
terkait dengan kegiatan operasional agar dapat berjalan
dengan optimal dan efektif. Supervisor juga harus
membuat menu dan harga dalam system, selain itu juga
harus menjaga konsistensi kualitas produk, bertanggung
jawab atas semua administrasi dan laporan yang terkait
35

dengan kegiatan yang ada direstoran.

d) Bartender
Bertanggung jawab melayani tamu yang datang dan
memesan minuman yang telah dipesan oleh tamu, meracik
dan menyediakan minuman yang telah dipesan oleh tamu,
selalu menciptakan resep-resep minuman baru dan
menghitung harga jual setiap bulannya, menciptakan daya
tarik pada minuman yang disajikan, bertanggung jawab
atas kebutuhan peralatan bar, garnish, bahan minuman,
kebersihan dibar.

e) Waiter/Waitress
Bertugas menyambut dan melayani tamu restoran yang
dimana tamu tersebut merasa puas sampai meninggalkan
restoran. Waiter/waitress menjelaskan menu, menerima
pesanan, melayanin makan dan minuman tamu yang telah
dipesan, membuat bill dan serta menanyakan kepuasan
tamu terhadap pelayanan waiter/waitress selama
direstoran. Waiter/waitress juga harus memiliki
penampilan rapih, wangi, dan bersih agar tamu puas.
BAB IV
PEMBAHASAN

Peranan Bartender terhadap kualitas memperkenalkan


minuman tradisional di Oakroom Restaurant and Bar terlihat
dalam pembuatannya yang mampu menerapkan semua langkah-
langkah dan cara dalam peracikan minuman tradisional yang
tepat dalam penyajian wedang jahe. Kualitas wedang jahe yang
di maksud dalam hal ini adalah kualitas wedang jahe yang
memiliki rasa yang sama, dan tampilan yang seragam dalam
setiap penyajiannya meskipun bartender yang menyajikannya
berbeda. Hal ini yang mejadikan Oakroom Restaurant and Bar
harus memiliki standart recipe yang ketat dan harus mampu
dilaksanakan dengan baik, sehingga Oakroom Restaurant and
Bar Mampu bersaing dengan bar-bar hotel lain yang ada di
Indonesia.
Keberhasilan memperkenalkan minuman tradisional
bergantung kepada bartender sebagai pelaku utama dalam
operasional, peranan bartender sangat penting dalam
memperkenalkan minuman tradisional dan mengurangi keluhan
tamu di Oakroom Restaurant and Bar sehingga dapat
meningkatkan minuman tradisional wedang jahe, oleh karena itu
bartender memerlukan ilmu pengetahuan lebih dalam tentang
kinerja yang sesuai standar operasional agar dapat
mengurangi keluhan tamu dan mendapatkan komen yang baik

36
37

tentang minuman tradisional dari tamu agar bartender tetap


semangat dan konsisten dalam pembuatan minuman tradisional.
Mengingat pentingnya bar dalam memberikan pelayanan
minuman, maka bar dituntut mempunyai standar operasional
prosedur dalam memberikan pelayanan minuman terhadap tamu
sehingga antara tamu yang satu dengan yang lain akan
mendapatkan pelayanan yang sama tanpa ada perbedaan. Hal
tersebut sangat membantu sekali dalam mensukseskan pelayanan
yang diberikan sehingga diharapkan tamu akan mendapatkan
sesuai dengan keinginan, menghindari adanya keluhan
(complain) dan mendapatkan komen yang baik. Peranan
Bartender terhadap kualitas wedang jahe di Oakroom Restaurant
and Bar sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa
bartender yang belum menerapkan standar resep yang sudah
ditetapkan, sehingga masih terdapat perbedaan kualitas wedang
jahe yang dihasilkan antara bartender satu dengan bartender yang
lainnya. Oleh karena itu diperlukan standard receipe dalam
pembuatan Oakroom Restaurant and Bar.

1. Bagaimana peran bartender dalam memperkenalkan


minuman tradisonal kepada tamu di Oakroom Restaurant
and Bar
Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun
berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari
India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-
sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe
terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat –
obatan tradisional. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan
subtropis dengan ketinggian 0-2.000 mdpl dan di Indonesia jahe
sendiri ditanam pada ketinggian 200-600 mdpl. Jahe termasuk

37
38

dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan


temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha),
temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica),
kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan
lain-lain.
Wedang jahe adalah hidangan minuman sari jahe tradisional
Indonesia. "Wedang" sendiri adalah istilah dalam bahasa Jawa
yang berarti "minuman panas". Walaupun tanpa kandungan
kafeina, minuman ini sering kali disajikan dan dinikmati seperti
teh atau kopi. Minuman ini dibuat dari jahe segar, gula jawa,
gula batu yang dicampurkan ke dalam air panas atau bisa
ditambahkan madu. Selain menggunakan jahe segar, masyarakat
Indonesia juga menggunakan jahe bubuk sebagai bahan umum di
resep tradisional mereka. Tambahan rempah seperti daun
pandan, batang sereh, cengkeh dan/atau kayu manis.
Memproduksi minuman yang memiliki banyak maanfaat
bagi Kesehatan tubuh diharapkan mempuyai tempat tersendiri
dihati masyarakat. Sistem produksi pada olahan jahe ini meliputi
proses persiapan bahan baku yang berkualitas tinggi agar ciri
khas dari jahe terasa, pemotongan jahe dengan benar, pemerasan,
penyaringan, dan penyajian dengan menarik agar minuman
wedang jahe dapat menarik tamu dan dapat di konsumsi secara
langsung. Wedang jahe yang dibuat di Oakroom Restaurant and
Bar mempunyai ciri khas dengan tambahan – tambahan bahan
lain agar mempunyai perbedaan rasa dengan wedang jahe pada
umumnya. Bartender juga memberikan sedikit aksi untuk
membuat wedang jahe agar memikat tamu untuk membeli
minuman wedang jahe dengan cara melebih lebihkan minuman
tradisional bahwa wedang jahe ini sangat enak dan rekomen
untuk dinikmati pada saat cuaca tertentu.
39

Strategi yang digunakan untuk meningkatkan skill bartender


adalah memberikan pelatihan, pengetahuan tentang minuman
tradisional, serta mampu meracik minuman tradisional yang
bertujuan untuk meningkatkan citra rasa dari minuman wedang
jahe. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan skill
bartender agar mampu menghadapi persaingan dan
mengembangkan keahliannya serta pengetahuan untuk
meningkatkan skill bartender yang profesional. Hal ini sesuai
dengan teori Ramadhan tentang bartender harus memiliki
pengetahuan tentang wedang jahe, karena bartender juga
bertanggung jawab menumbuhkan jumlah para penikmat wedang
jahe agar para penikmat dapat datang kembali ke Oakroom
Restaurant and Bar untuk menikmati wedang jahe.
Sebagai bartender ada syarat yang harus dimiliki, salah
satunya syaratnya adalah memiliki keterampilan, bartender
dituntut harus memiliki keterampilan, penampilan, dan keahlian
dalam meracik dan menyajikan minuman tradisional serta
meracik minuman dan menciptakan resep – resep baru. Selain
memiliki keterampilan bartender juga perlu memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik dan untuk bartender harus
menguasai kemampuan juggling dan flairing di depan tamu.
Berkomunikasi yang baik adalah hal yang sangat penting karena
berkomunikasi dengan baik tentunya membuat tamu senang
berbicara dan tidak merasa kesepian pada saat tamu datang
sendiri, dengan bartender maka pelayanan yang dilakukan akan
memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi tamu. Dengan
mengetahui syarat dari seorang bartender, maka seorang
bartender dapat terus mengasah kemampuan agar bisa
memperkenalkan minuman tradisional dengan baik. Langkah-
langkah yang di berikan bartender kepada tamu, antara lain :
40

a) Greeting pada saat tamu datang dengan senyuman


b) Mempersilahkan duduk tamu menuju bar counter
c) Memberikan list menu food & beverage
d) Pada saat tamu membacaca menu sebaiknya bartender
menjelaskan minuman tradisional dan juga menawarkan
promo yang tersedia agar para tamu tertarik untuk mencoba
minuman tradisional
e) Pada saat tamu selesai memesan minuman bartender
mengulang pesanan agar tidak terjadi kesalahan
f) Pada saat pembuatan minuman tradisional, bartender
melakukan atraksi atau membuat minuman di depan tamu
agar tamu tertarik dan terkesan, hal tersebut dapat
meningkatkan untuk memperkenalkan miuman tradisional di
restaurant bar.

Dari hasil wawancara saya dengan Bapak Bernadus Ode


selaku supervisor dan Bapak Adrianus Anunut selaku bartender,
mereka menyampaikan bahwa pernanan bartender dalam
memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom Restaurant
and Bar dengan cara promosi perbulan yang telah dibuat, lewat
media sosial seperti : Instagram, facebook, dan whatsapp, dan
dibuat flyer disetiap pintu masuk agar tamu dapat melihat dan
membaca promo yang ada direstoran tersebut, kemudian
minuman tersebut didemokan oleh bartender kepada waiter atau
waitress agar para waiter atau waitress dapat upselling ke tamu
yang makan direstoran atau bar. Selain dipromosikan lewat
media sosial, dibuat flyer, mempromosikan minuman juga bisa
bekerja sama dengan orang yang mau mengadakan event dihotel
atau restoran tersebut.
Tidak semua ide promosi cocok untuk semua bar, salah satu
41

strategi yang di gunakan di Oakroom Restaurant and Bar yaitu


media sosial. Media sosial bisa menghubungkan orang-orang
yang punya minat sama dengan berbagai cara. Generasi milenial
membangung kehidupan sosial yang aktif dengan terhubung
bersama orang yang tinggal dekat dengan mereka melalui media
sosial. Ide marketing di media sosial untuk bar operations yaitu:
a) Melakukan promosi minuman tradisonal
Melakukan promosi terhadap minuman tradisional di
Oakroom Restaurant and Bar di media sosial. Perluas
profil media sosial dan jangkauan dengan memberikan
promo tertentu. Untuk mempromosiakan promo bisa di
Instagram, facebook, twitter, dan whatsapp. Dengan
menerapkan hal ini dapat meningkatkan minuman
tradisional wedang jahe di restaurant. Di Oakroom
Restaurant and Bar sering kali mengadakan untuk promo
tertentu guna memperkenalkan minuman wedang jahe
yang tersedia di restaurant.
b) Minuman tradisional didemokan oleh bartender
Di Oakroom Restaurant and Bar biasanya ada demo
untuk minuman [Link] tradisional yang
didemokan oleh bartender dapat menarik perhatian para
tamu. Tujuan adanya demo agar para tamu mengetahui
bahwa adanya minuman tradisional yaitu wedang jadi di
bar dan dapat menarik tamu untuk membeli minuman
tradisonal tersebut.
c) Kerja sama dengan orang yang mau bekerja sama dengan
orang yang mau mengadakan event di hotel
Mengajak para tamu hotel untuk bekerja sama dengan
restaurant di suatu event. Bartender juga bisa mengajak
dengan cara berbincang santai dengan para tamu untuk
42

membuat event. Dengan mengajak para tamu untuk


membuat event dapat membantu untuk memperkenalkan
minuman tradisional wedang jahe yang tersedia di
restaurant.

2. Bagaimana kendala bartender dalam memperkenalkan


minuman tradisional di Oakroom Restaurant and Bar?

Peranan bartender sangat penting dalam


memperkenalkan minuman tradisional di bar. Seorang
bartender harus dapat melihat kondisi dan situasi di saat
melayani tamu yang sedang memesan. Selain kebutuhan yang
harus diketahui oleh seorang bartender, juga harus
mengetahui dan menguasai langkah – langkah pelayanan yang
akan diberikan kepada tamu. Pelayanan seorang bartender
juga sangat menentukan dalam tingkat penjualan minuman,
seorang bartender yang memiliki muka yang ceria, sopan dan
ramah akan lebih disukai oleh para tamu ( pengunjung bar ).
Pelayanan seorang bartender sangat menentukan tingkat
penjualan minuman tradisional, sehingga bartender dapat
dikatakan sebagai unsur penting dalam operasinal bar.

Keluhan tamu diartikan sebagai sesuatu yang tidak


menyenangkan atau sesuatu yang mengganggu, keluhan tamu
sebagai suatu ungkapan kurang puas akan produk atau
pelayanan baik lisan maupun tulisan dari pelanggan internal
dan eksternal. Keluhan tamu pada dasarnya disampaikan
langsung secara lisan atau berbicara lansung kepada
bartender, selain tamu menyampaikan secara tulisan melalui
guest comment yang sudah disediakan oleh restaurant and
bar, keluhan tamu tidak bisa diabaikan karena akan membuat
43

tamu merasa tidak dihargai dan tidak mendapatkan perhatian


dari bartender, waiter/waitress, supervisor dan manager.
Mengatasi persaingan dan menjaga kepuasan, Oakroom
Restaurant and Bar secara efektif berusaha meningkatkan
efisiensi dan meningkatkan tamu tanpa mengorbankan
kualitas layanan.

Keberhasilan bar bergantung kepada bartender sebagai


pelaku utama dalam operasional, peranan bartender sangat
penting dalam meningkatkan kinerja dan mengurangi keluhan
tamu di Oakroom Restaurant and Bar sehingga dapat
meningkatkan nama baik restoran, oleh karena itu bartender
memerlukan ilmu pengetahuan lebih dalam tentang kinerja
yang sesuai standar operasional agar dapat mengurangi
keluhan tamu. Adapun cara yang diterapkan di Oakroom
Restaurant and Bar, yaitu:

1) Meningkatkan efektifitas dan efisiensi di restaurant


2) Meningkatkan kedisiplinan bartender
3) Adanya sifat inisiatif yang dimiliki bartender
4) Meningkatkan kualitas minuman tradisional
5) Meningkatkan pelayanan yang ada di restaurant
6) Mengadakan breafing sebelum memulai pekerjaan dengan
staff yang lain

Dari hasil wawancara dengan bartender di Oakroom


Restaurant and Bar adapun kendala yang di alami bartender
dalam memperkenalkan minuman tradisional, antara lain :

1) Kurangnya minat tamu dalam mekonsumsi minuman


tradisional
Para bartender sesekali menjelaskan dan mengadakan
44

demo di bar untuk memperkenalkan minuman tradisional,


tetapi sayangnya masih banyak kurang minat para tamu untuk
membeli minuman tradisional wedang jahe di restaurant.
Bartender juga dapat meyakinkan kepada tamu dalam
memperkenalkan minuman tradisional agar tertarik dan
membeli minuman tradisional saat datang ke restaurant. Skill
ini harus dimiliki oleh bartender untuk keberhasilan
memperkenalkan minuman wedang jahe di Oakroom
Restaurant and Bar.

2) Membuat minuman tradisional memakan waktu


Untuk membuat minuman tradisional membutuhkan
waktu yang cukup lama, karna untuk membuat wedang jahe
harus di sajikan saat masih segar agar rasa khas dari wedang
jahe dapat di nikmati oleh tamu. Minuman wedang jahe yang
di sajikan dengan rasa yang khas akan menarik tamu untuk
membeli kembali jika berkunjung.

3) Bahan untuk membuat minuman masih terbatas


Untuk membuat minuman wedang jahe dengan hasil
yang maksimal juga menggunakan bahan bahan yang
berkualitas, seperti jahe yang masih segar dan tidak busuk
(tambahkan bahan-bahan yg bagus). Penggunaan bahan-
bahan membuat wedang jahe menjadi salah satu rahasia di
Restaurant karna dengan menggunakan bahan baku yang
berkualitas rasa khas dari jahe tetap terjaga, dan ditambahkan
dengan bahan tambahan seperti madu rasa wedang jahe
semakin terasa. Bartender juga harus memperhatikan dan
memilah bahan – bahan yang dimana bahan – bahan tersebut
dapat digunakan dan tidak dapat digunakan, jika bartender
45

tidak memperhatikan bahan – bahan maka yang akan terjadi


adalah minuman wedang jahe akan terasa beda tidak sesuai
dengan standart pembuatan yang telah di tetapkan oleh
bartender, tamu akan complain ke bartender karena minuman
yang disajikan tidak segar karena bartender tidak
memperhatikan dan memilah bahan – bahan yang ingin
dipakai dan tidak dipakai (busuk) dan tamu yang
mengkonsumsi minuman wedang jahe akan merasa tidak
puas, merasa tidak dihargai, dan tidak ingin datang ke
restaurant tersebut.

4) Kurangnya SDM
Kurangnya SDM atau bartender yang terdapat di
oakroom restaurant and bar, sehingga dapat menghambat
pembuatan untuk minuman tradisional. Bartender di
restaurant terkadang tidak focus membuat minuman
tradisional saja, kadang menjadi seorang waiter/waitress
karna mengingat kebutuhan oprasional di restaurant, maka
dari itu kurangnya bartender untuk secara terus menerus bisa
memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom
Restaurant and Bar.

5) Melihat situasi operasional


Seorang bartender juga harus pintar dalam mengatahui
usia para tamu yg berkunjung karna kerentanan usia, karna
tidak banyak pula para tamu yang suka terhadap minuman
tradisional seperti wedang jahe. (melihat usia karna di usia
muda tamu kurang minat minuman tradisional )
46

Dari kelima kendala yang dialami di Oakroom Restaurant and


Bar yang biasa terjadi di restaurant. Kendala yanga ada dapat
menghapkan bartender untuk memperkenalkan minuman
tradisional wedang jahe yang ada di restaurant. Pihak restaurant
juga ikut mengupayakan untuk meminimalisir kendala yang
terjadi di lapangan, tetapi belum berjalan dengan lancar.

3. Bagaimana solusi departemen Food & Beverage Service


dalam memperkenalkan minuman tradisional di Oakroom
Restaurant and Bar?

Food and beverage department merupakan departemen yang


sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan dan
pelayanan makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya
food and beverage department terbagi menjadi dua bagian yang
saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerjasama.
dua bagian tersebut adalah:

1.) food and beverage service


a.) Food and beverage bagian depan (front service)

Yaitu bagian yang langsung berhubungan dengan


tamu, terdiri dari bar, restoran, banquet dan room service.

b) Food and beverage bagian belakang (back service)

Yaitu bagian yang tidak langsung berhubungan


dengan tamu karena harus melalui perantara pramusaji,
terdiri dari kitchen dan stewarding. Kitchen dibagi
menjadi 2 yaitu kitchen product dan hot kitchen.

Tujuan departemen food and beverage service adalah:


47

a) Menjual makanan dan minuman sebanyak-banyaknya


dengan harga yang sesuai.
b) Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada tamu
sehingga tamu merasa puas. Hal ini menyangkut mutu
pelayanan, mutu makanan dan minuman, sikap karyawan,
dekorasi ruangan serta suasana sekitar, peralatan yang
dipakai dan sanitasinya.
c) Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan untuk
kesinambungan usaha.

Hasil dari wawancara menunjukan bahwa solusi departemen


Food & Beverage dalam memperkenalkan minuman tradisional
di Oakroom Restaurant and Bar dilakukan 5 langkah, antara lain:

1) Advertising
Advertising atau iklan adalah presentasi atau promosi
berbayar untuk sebuah barang atau jasa. Iklan merupakan
salah satu alat promosi yang paling umum digunakan bisnis
untuk menyampaikan informasi tentang sebuah produk serta
menumbuhkan minat konsumen terhadap produk yang
ditawarkan.
Di Oakroom Restauran and Bar menerapkan advertising
sebagai salah satu promosi untuk memperkenalkan minuman
tradisional yaitu wedang jahe. Biasanya diiklankan di media
sosial karna jangkauan sangat luas. Advertising juga bisa
meminta bantuan staff untuk mengiklankan di media
sosialnya seperti Instagram, twitter, facebook dll.
48

2) Personal selling
Personal selling merupakan teknik promosi dimana penjual
akan mendatangi pelanggan dan berinteraksi dengan
pelanggan secara langsung. Meskipun saat ini promosi dapat
dilakukan melalui perangkat digital, banyak bisnis yang
masih mempergunakan teknik personal selling ini. Selain
digunakan untuk mendorong konsumen agar mau
menggunakan produk, personal selling juga dapat
meningkatkan kepercayaan serta membangun hubungan
jangka panjang dengan pelanggan potensial.
Di Oakroom Restaurant and Bar menerapkan personal
selling dimana ketika pihak restaurant menjual minuman
tradisional dan dapat memberi saran atau solusi mengenai
masalah yang dialami oleh tamu, seperti memberi saran
minuman yang dapat menghangatkan badan seperti wedang
jahe yang tersedia di Oakroom Restaurant and Bar.

3) Public Relations
Public relation perlu dilakukan karena dapat mempengaruhi
cara pelanggan ketika menilai produk atau brand. Secara garis
besar, public relation merupakan proses untuk
mempertahankan citra baik serta membantu membangun
hubungan yang menguntungan antara perusahaan dengan
pelanggan atau pihak yang bekerja sama dengan perusahaan.
Di Oakroom Restaurant and Bar menerapkan public relation
dimana restaurant dapat membangun cerita yang menarik
untuk mempromosikan minuman tradisional agar mendapat
image positif dan menarik perhatian market dengan
memberikan aktivitas restaurant atau aktivitas yang berkaitan
49

dengan tamu, seperti mengadakan kegiatan acara khusus,


seminar dll.

4) Direct selling
Direct selling merupakan teknik promosi dimana restaurant
and bar akan menjangkau pelanggan secara langsung.
Restaurant and bar akan menggunakan beberapa alat seperti
telepon, email, aplikasi, atau alat lain untuk menyampaikan
pesan pemasaran yang berisi “call to action”. Direct selling
juga dapat digunakan ketika sebuah perusahaan memiliki
penawaran khusus, layanan baru, atau fitur baru dari produk
yang ditawarkan.
Di Oakroom Restaurant and Bar menerapkan direct selling
dimana restaurant menggunakan salah satu aplikasi atau web
untuk membantu mengirimkan email agar menarik dan
memiliki layout baru. Teknik ini biasanya digunakan ketika
ada produk baru, atau discount khusus.

5) Sales Promotion
Sales promotion merupakan insentif jangka pendek yang
dilakukan oleh pihak penjual agar pelanggan segera
melakukan pembelian produk. Dengan teknik ini, dapat
menimbulkan rasa urgensi sehingga konsumen akan segera
membeli produk. Contoh sales promotion yang bisa diberikan
adalah diskon atau potongan harga, loyalty reward, kupon,
giveaway, bonus, dan lain-lain.
Di Oakroom Restaurant and Bar menerapkan seles
promotion dimana Ketika adanya hari besar seperti natal, idul
fitri, tahun baru dan promo discount kartu bank yang dimana
sudah bekerja sama dengan Oakroom Restaurant and Bar,
50

biasanya restaurant memberikan discount untuk minuman


tradisional untuk menarik tamu untuk membeli minuman
wedang jahe.
Kelima Langkah tersebut memberi dampak atau respon
timbal balik yang baik bagi Oakroom Restaurnt and Bar,
namun dengan perkembangan yang terjadi saat ini
Advertising melalui media sosial seperti Instagram,
Facebook, dan Whatsapp yang paling menarik dan paling
mampu menarik tamu untuk mencoba promosi – promosi
Food & Beverage yang ditawarkan Oakroom Restaurant and
Bar.
Selain itu banyak diberikan demo kepada waiter/waitress
terutama yang baru masuk kerja agar tamu tertarik untuk
membeli minuman tradisional yang telah dipromosikan dan
bartender juga harus menjaga kualitas minuman tradisional
agar penampilan, rasa, dan ciri khas dari minuman tradisional
tetap konsisten.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan, pengumpulan data serta wawancama


membahas cara kerja bartender dalam memperkenalkan minuman
tradisional di Oakroom Restaurant and Bar, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :

1. Peranan bartender sangat penting dalam meningkatkan


penjualan minuman dibar. Pelayanan seorang bartender juga
sangat menentukan dalam tingkat penjualan minuman,
seorang bartender yang memiliki muka yang ceria, sopan
dan ramah akan lebih disukai oleh para tamu. Seorang
bartender harus dapat melihat kondisi dan situasi disaat
melayani tamu yang sedang memesan, bisa bergaul dengan
semua orang lain, teliti dia tahu kapan harus lembut tetapi
juga tegas, memiliki sifat imajinatif dan menyenangkan agar
tamu merasa nyaman dan puas mendapatkan pelayanan dari
seorang bartender.

51
52

2. Kendala yang dialami oleh bartender di Oakroom Restaurant


and bar seperti sulitnya bartender untuk meyakinkan tamu
mencoba minuman tradisional, untuk
membuat proses minuman tradisional membutuhkan waktu
yang cukup lama, bartender juga harus selektif dalam
pemilihan bahan – bahan untuk minuman agar ciri khas dari
minuman wedang jahe tetap terjaga.

3. Solusi dalam memperkenalkan minuman tradisional


direstaurant dengan cara melakukan 5 langkah yaitu :
advertising, personal selling, public relation, direct selling,
dan sales promotion. Kelima Langkah tersebut memberi
dampak atau respon timbal balik yang baik bagi Oakroom
Restaurnt and Bar

B. Saran

Pada kesempatan ini penulis juga ingin memberikan masukan


atau saran yang mungkin dapat menjadi masukan bagi manajemen
Oakroom Restaurant and Bar , yaitu :

1. Dengan melihat lingkungan restaurant yang sangat luas


suatu bar harus mempunyai sarana dan prasarana yang baik
untuk kelancaran operasional, baik itu fasilitas perlengkapan
maupun organisasinya, melakukan penambahan SDM baik
sebagai pegawai training atau casual agar oprasional berjalan
dengan lancar.
53

2. Strategi promosi untuk memperkenalkan minuman


tradisional wedang jahe dengan membuat satu ikon
minuman agar tamu yang datang ke restaurant mengetahui
keberadaan minuman tradisional khas Indonesia ini. Tujuan
dari promosi yang dilakukan untuk mengajak
memperkenalkan minuman tradisional kepada generasi
muda, dengan strategi menggunakan media komunikasi agar
mereka tertarik mengkonsumsi minuman tradisional ini.

3. Dalam Pembuatan Minuman tradisional sebaiknya


ditambahkan sedikit atraksi dalam pembuatannya agar tamu
bisa menyaksikan dan tertarik untuk memcoba minuman
tradisional yang ada di Oakroom Restaurant and bar.
DAFTAR PUSTAKA

Aryanta, I. W. R. (n.d.). Manfaat jahe untuk kesehatan. 1, 39–43.

Azwar, Z., Putra, A. M., & Pertiwi, P. R. (2020). Analisis kualitas


pelayanan bartender / bartendres dalam meningkatkan kepuasan
wisatawan pada sea fire salt bar di anantara uluwatu resort & spa
bali. 4(2), 103–116.

I Gusti Nyoman Wiantara. (2016). Bartending & mixology : mengupas


tuntas segala pengetahuan seputar bar, minuman berakohol maupun
nonalkohol, hingga aturan-aturan dasar percampuran minuman dan
penyajiannya / I Gusti Nyoman Wiantara ; editor, Erang Risanto.
Yogyakarta

Nia Kurniawati; Yurita Putri A.; Rien Chaerani. (2010.). Hidup sehat
dengan bahan-bahan alami sehat dan cantik alami berkat khasiat
bumbu dapur / Nia Kurniawati; penyunting Rien Chaerani, Yurita
Putri A.. Bandung

Parma, I. P. G. (2020). Strategi Peningkatan Kualitas Barista dan


Bartender di Hotel Four Points By Sheraton Bali Seminyak Ida Ayu
Putu Mega Pramita , I Putu Gede Parma. 3(2), 69–77.

Rahman, L., Devi, E., & Putri, H. (2019). Upaya Meningkatkan Kinerja
Barista Untuk Mengurangi Keluhan Tamu Di Rock Gilis Coffee
Lombok. 10(1).

Rais, S. (2018). Peranan Bartender Dalam Penanganan Pemesanan

54
55

Minuman di D ’ Nest Bar & Grill Crown Vista Hotel Batam The Role of
Bartenders in Handling Beverage Orders at D ’ Nest Bar & Grill at
Crown Vista Hotel Batam. 4(1).

Sains, J., & Pariwisata, T. (2020). Potensi kuliner tradisional khas keraton
surakarta, solo, jawa tengah. 5(3), 302–312.

Strategi, P., Dan, P., Pelayanan, K., Volume, T., Pada, P., Jungle, N., &
Payangan, S. P. A. D. I. (2021). Jurnal Sains Terapan Pariwisata. 6(1),
29–35.
56

LAMPIRAN

1. Wawancara dengan Bartender

2. Bahan-bahan untuk membuat wedang jahe


57

3. Menghaluskan jahe dengan blender

4. Menyaring ampas jahe

5. Proses steam agar minuman panas


58

6. Menambahkan madu & perasan lemon ke dalam gelas

7. Wedang jahe siap dinikmati

Anda mungkin juga menyukai