Fungsi Khusus PLC: Timer dan Counter
Fungsi Khusus PLC: Timer dan Counter
Secara khusus pada bab ini akan dibahas komponen-komponen soft PLC (Seperti
timer, conter internal, serta fungsi penting lain yang banyak digunakan dalam aplikasi
sistem kontrol sekuensial di industri.
Oleh karena nama-nama fungsi yang berkaitan dengan komponen-komponen
tersebut sangat spesifik untuk setiap vendor PLC, dalam bab ini penjelasannya akan
mengacu pada salah satu merek PLC saja, yaitu PLC produk dari LG. Sebagai bahan
perbandingan, akan diberikan juga instruksi padanannya dalam format PLC OMRON
dalam kotak catatan (jika memang ada). Untuk mempercepat pemahaman tentang materi
ini, sebaiknya dicoba untuk memprogramnya secara langsung dalam perangkat lunak
pemprograan PLC merek LG yaitu KGL (dapat di-dowload pada alamat situs
[Link] atau menghubungi penulis lewat e-mail dengan alamat
iwan@[Link]).
SET P0010
P0000
0000
RST P0010
P0000
P0001
P0010
P0010
Gambar 4.3 Susunan diagram ladder yang ekivalen dengan Gambar 4.1
Susunan instruksi (diagram ladder) nama yang lebih baik digunakan untuk
tujuan-tujuan penguncian, tentunya sangat tergantung pada kebiasaan programer
(subjektif) Namun sebagai informasi, para programer yang sangat terlatih cendrung
menggunakan susunan diagram ladder seperti pada Gambar 4.3 dibandingkan instruksi
SET (RST) untuk menginplementasikan fungsi-fungsi latching ini.
4.2 Timer
Fungsi yang berkaitan dengan komponen ini pada setiap PLC bisa sangat
beragam, tetapi secara umum ada tiga fungsi yang relatif banyak digunakan
1. TON : ON delay timer , yaitu menunda waktu hidup selama selang waktu
tertentu.
Bentuk umunya : TON No. Timer Time
Keterangan : No. Timer adalah nomor timer yang akan digunakan sedangkan
Time adalah selang waktu tunda dalam satuan 100 ms atau 10 ms, tergantung
No. Timer dan tipe (seri) PLC-nya. Sebagai contoh, PLC seri K30S memiliki 128
timer, dimana No. Timer antara T000-T095 memiliki tundaan 100 ms, sedangkan
No. Timer antara T096 –T127 memiliki tundaan 10 ms untuk setiap satu nilai
Time
Gambar kerjanya dapat dilihalihat dari diagram ladder PLC beserta
perwaktuannya di bawah ini :
P0000
TON T096 500
T096 P0010
P0000
T096
P0010
5S
2. Toff : OFF delay timer, yaitu menunda waktu mati selama selang waktu tertentu.
Bentuk umum : TOFF No. Timer Time
Keterangan : No. Timer dan Time penjelasaanya sama dengan TON.
Cara kerjanya dapat dilihat dari diagram ladder PLC beserta perwaktuannya
berikut ini :
P0000
TOFF T127 500
T127 P0010
P0000
T127
P0010
5S
T001 P0010
C
P0001
RST T001
P0010
C
P0001
2S 3S
4.3 Counter
Berapa fungsi yang berkaitan dengan komponen counter di antaranya adalah :
1. CTU : Up counter (Counter pencacah naik)
Bentuk umum : CTU No. Counter Constanta
Keterangan : No. Counter adalah nomor counter yang akan digunakan sedangkan
Contanta adalah nilai cacah dalam counter yang akan dicacah naik.
Cara kerjanya dapat dilihat dari diagram ladder PLC beserta perwaktuannya
berikut ini :
P0000
T0001
C001 P0010
P0000
T0001
P0010
Gambar 4.11 Diagram perwaktuan untuk Gambar 4.10
Dalam hal ini, U adalah masukan counter, R adalah reset counter tersebut,
sedangkan nomor counter-nya adalah 001 dengan nilai cacah sebesar 5 (00005).
Cara kerja fungsi ini relatif sederhana. Nilai counter akan dinaikkan untuk setiap
pulsa yang masuk pada kaki U dalam blok counter di atas. Kontraktor yang dimiliki
counter akan berubah kondisinya jika pulsa yang masuk telah sama dengan nilai setting
pada counter tersebut.
Catatan : Dalam PLC OMRON, nama instruksi untuk fungsi yang sama seperti
di atas adalah CNT.
T0001
C000 P0010
P0000
T0001
P0010
Dalam hal ini. D adalah masukan conter, R adalah masukan resert counter tersebut,
sedangkan nomor conter adalah 000 dengan nilai cacah sebesar 5 (00005).
Cara kerjanya pada dasarnya merupakan kebalikan fungsi CTU. Dalam fungsi CTD ini,
nilai awal setting counter akan diturunkan (decrement) untuk setiap cacah yang masuk
pada conter tersebut. Jika nilai pada counter tersebut telah mencapainol maka
kontraktor-kontraktor conter tersebut akan berubah kondisinya.
T0001
C002 P0010
P0000
P0001
C002
P0010
Seperti terlihat pada Gambar 4.14 ada tiga buah input pada blok fungsi ini :
U adalah masukan yang berguna untuk menaikkan nilai cacah pada counter (Up
Counter). D adalah masukan yang berfungsi menurunkan nilai cacah pada counter
(Down counter), sedangkan R adalah masukan reset counter tersebut. Dalam hal ini,
nomor counter yang digunakan adalah 002 dengan nilai cacah 6 (00006).
MCR
P0000 P0010
MCSCLR C
P000C
P001C
Dari digram perwaktuan pada Gambar 4.18 di atas, terlihat bahwa anak tangga
kedua (di dalam blok MCR) hanya akan dieksekusikan jika dan hanya jika blok tersebut
aktif (M0000 On). Jika blok tersebut Off maka relay output P0010 juga akan off, tidak
tergantung pada masukan P0000.
Untuk mempertahankan status relay atau keluaran pada sebuah blok MCR, dapat
digunakan fungsi lacth seperti terlihat pada Gambar 4.19 DAN Gambar 4.20 berikut ini :
M0000
MCS 0
P0000
SET P0010
MCSCLR C
M0001
RST P0010
Gambar 4.19 Contoh aplikasi fungsi lacth pada blok MCS (MCSCLR)
M0000
P0000
P0010
M0001
Sebagai informasi, fungsi MCR ini pada dasarnya mengacu pada susunan digram
ladder elektromekanik yang mengandung relay utama untuk dapat mengaktifkan atau
menonaktifkan anak-anak tangga di bawahnya. Hal ini dapat diilustrasikan oleh Gambar
4.21 berikut :
PB Master Start
L2
L1 PB Master Stop MCR
(1)
P0010
MCR
PB Start
PB Stop
CR
(2)
CR
CR Input A CNT’
100 (3)
CR
CNT’
CNT’ CNT2
500 (4)
CR
CNT2 PL
(5)
Seperti terlihat pada Gambar 4.21 anak tangga 2,3 dan seterusnya hanya akan dievaluasi
jika dan hanya jika kontraktor MCR dalam keadaan On. Jika koil MCR dalam keadaan
Off maka semua output pada anak tangga selanjutnya akan Off juga, tida tergantung
pada kondisi input-nya.
D M0001
D NOT M0002
M0001 P0012
P0012
M0002 P0013
P0013
P0012
P0013
4.5.2 ADD
Fungsi ini berguna untuk menjumlahkan dua buah bilangan berukuran word
Bentuk Umum : ADD s1 s2 d
Keterangan s1, s2 adalah alamat channel atau konstanta yang akan dijumlahkan,
sedangkan hasil penjumlahan disimpan pada alamat channel d
Perhatikan diagram ladder pada Gambar 4.24 berikut ini :
M0000
Jika M0000 dalam keadaan On maka fungsi ADD pada ladder di atas akan
dieksekusi. Dalam hal ini, fungsi tersebut akan menjumlahkan bilangan 3 dengan 2 dan
hasilnya disimpan di register D0000
Catatan : Dalam PLC OMRON, fungsi untuk menjumlahkan dua buah
bilangan ini menggunakan nama fungsi ADD juga.
F0120 P0010
F0122 P0011
F0123 P0013
4.5.5 END
Secara teknis setiap program ladder yang dibuat harus selalu diakhiri oleh fungsi END.
Hal ini seperti tampak pada Gambar 4.27 berikut :
ENC
CR
TONC
CR TON2 5s
TON’
CR TONC 5s
TON2
CR TON’ 5s
Penyelesaian
Terlebih dahulu, dialokasikan alamat-alamat input/output PLC akan dihubungkan
dengan peralatan fisik beserta relai-relai internalnya dalam tabel berikut :
Peralatan Alamat
Input PB Start P0000
PB Stop P0001
Output PL 1 P0010
PL2 P0011
PL3 P0012
Internal CR P0020
TIMER 0 T096
TIMER 1 T097
TIMER 2 T098
TIMER 3 T099
Berdasarkan tabel tersebut, diagram ladder-nya akan tampak seperti di bawah ini :
P0000 P0001 P0020
P0020
P0020 T099
TON T096 5C
P0020 T096
TON T097 5C
P0020 T097
TON T098 5C
P0020 T098
TON T099 5C
Contoh 2
Kontrol Konveyor Pengepakan Apel
Gambar 4.31 dan 4.32 berikut ini berturut-turut memperlihatkan diagram penyambungan
dan ladder PLC untuk mengontrol sistem konveyor dalam proses pengepakan (lihat
Contoh 5 Bab 1).
Start
L2
L1
L1 RM’ L2
Stop
t
RM2
SE A
Program PLC
SE B
CR
SE E R
RMB
CR RMB RMA
R-1 CR RMB
CNT
SEA CNT
12
Gambar 4.32 Digram ladder atau program PLC untuk kasus kontrol konveyor
Berdasarkan tabel tersebut, diagram ladder-nya akan tampak seperti pada Gambar 4.33
berikut ini :
P0000 P0001 P0020
P0020
P0021
P0003
P0010
P0020 T096
CNT
P0021
U CTU 000
P0021
R <S> 00012
Contoh 3
Kontrol Pintu Garasi Otomatis dengan Ultrasonic Swich
Berikut ini berturut-turut adalah tabel alokasi alamat dan diagram ladder PLC (Gambar
4.34) untuk mengontrol buka/tutup pintu garasi otomatis seperti terlihat pada Gambar
4.35 :
Peralatan Alamat
Input Ultrasonic Swich (NO) P0000
Limit Switch Atas (NO) P0001
Limit Switch bawah (NO) P0002
Photodetector (NO) P0003
Output Motor Penutup pintu (kebawah) P0010
Motor pembuka pintu (keatas) P0011
Internal Internal relay P0020
Keterangan : Dalam hal ini, ultrasonic swich digunakan untuk mendeteksi kehadiran
mobil.
P0000 P0001 P0010 P0011
P0011
P0003
D NOT M0000
P0010
Gambar 4.34 Diagram ladder PLC format LG untuk kontrol pintu garasi mobil
Ultrasonic Swich
Atas
Bawah
Contoh 4
Kontrol Tempat Parkir Kendaraan
Gambar 4.36 berikut ini adalah tempat parkir kendaraan yang hanya memuat maksimum
100 mobil beserta tabel alokasi alamat dan diagram ladder PLC LG pengontrolnya
(Gambar 4.37)
Indikator parkir penuh
Sensor S1
(Mobil Masuk)
Tempat Parkir
Sensor S2
(Mobil keluar)
P0000
D M0001
M0001
D M0002
M0002
F0010
F0123 P0010
3 3
F0122
Contoh 5
Kontrol Konveyor Bertingkat
Motor 1 akan On jika sensor 2 telah mendeteksi kehadiran produk, maotor ini
akan tetap bekerja sampai produk berada di luar jangkauan dari sensor 1.
4.7 Latihan
1. Perhatikan diagram ladder elektromekanis untuk perlambatan start dan stop pada
Gambar 4.4. di bawah ini:
3. Realisasikan sistem kontrol pemanas cairan dalam tangki pada Contoh 8 Bab 1
dengan menggunakan PLC LG.
4. Realisasikan sistem kontrol pengisi cairan ke dalam botol pada Contoh 9 Bab 1
dengan menggunakan PLC LG.
Peralatan Alamat
Input Sensor 1 P0000
Sensor 2 P0001
Sensor 3 P0002
Output Motor 1 P0010
Motor 2 P0011
Motor 3 P0012
Special Bit Timer 0 TIM 000
Timer 1 TIM 001
Always On F0010
Relay Internal M0000