0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Pengertian dan Fungsi SIG dalam Analisis Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data yang berhubungan dengan lokasi-lokasi di permukaan bumi. SIG memiliki tiga komponen utama yaitu perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia. SIG digunakan untuk inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan, dan perenc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Pengertian dan Fungsi SIG dalam Analisis Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data yang berhubungan dengan lokasi-lokasi di permukaan bumi. SIG memiliki tiga komponen utama yaitu perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia. SIG digunakan untuk inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan, dan perenc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sistem Informasi Geografis (SIG) :

Pengertian, Komponen, Analisis, dan


Fungsi
Artikel ini menjelaskan mengenai Sistem Informasi
Geografis (SIG) dan fungsinya dalam kehidupan sehari-
hari.

NUR LAILATUL MAGHFIROH


Tanggal diterbitkan6 Bulan Lalu
Photo by Martin Sanchez on Unsplash
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem komputer yang digunakan untuk
memasukkan, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi,
menganalisis, dan menampilkan data yang berhubungan dengan lokasi-lokasi di
permukaan bumi. 

Jadi sebenarnya apa itu Sistem Informasi Geografis? Apa saja komponennya? Apakah
ada aplikasi khusus untuk SIG? Bagaimana cara analisisnya? Oke, yuk kita bahas!

Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)


Sistem Informasi Geografis berasal dari gabungan 3 kata: Sistem, Informasi, dan
Geografis. Dari ketiganya, dapat dipahami bahwa Sistem Informasi Geografis adalah
penggunaan sistem berisi informasi mengenai kondisi Bumi dalam sudut pandang
keruangan.

Sobat, sebelumnya apakah kalian sudah pernah mempelajari penginderaan jauh?


Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) tidak bisa dipisahkan. SIG
merupakan sistem khusus untuk mengolah data base yang berisi data referensi
geografis dan memiliki informasi spasial.

Masukan data SIG banyak diperoleh dari citra penginderaan jauh. Semua informasi itu
diproses dengan menggunakan komputer yang kemudian dapat dikombinasikan
menjadi informasi yang diinginkan. Jadi singkatnya, SIG merupakan sistem yang
berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, dan menyajikan segala data
yang berkaitan dengan kondisi geografis suatu wilayah.

Komponen-Komponen SIG
SIG dibentuk oleh komponen-komponen yang saling terkait. Terdapat tiga komponen
penting dalam SIG yaitu:

1. Perangkat Keras (Hardware)


Perangkat Keras ini berupa perlengkapan yang mendukung kerja SIG, seperti CPU,
monitor, printer, digitizer, scanner, plotter, CD rom, VDU, dan flash disk. Bagian-
bagian perangkat keras beserta fungsinya yaitu:

a. CPU (Central Processing Unit): perangkat utama komputer untuk pemrosesan


semua instruksi dan program

b. VDU (Visual Display Unit): komponen yang digunakan sebagai layar monitor
untuk menampilkan hasil pemrosesan CPU

c. Disk drive: bagian CPU untuk menghidupkan suatu program

d. Tape drive: bagian dari CPU yang menyimpan data hasil pemrosesan

e. Digitizer: alat untuk mengubah data teristris menjadi data digital (digitasi)

f. Printer: alat untuk mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil

g. Plotter: berfungsi seperti printer, digunakan untuk mencetak peta tetapi keluarannya
lebih lebar.

2. Perangkat lunak (Software)


Perangkat lunak (Software), yaitu komponen SIG yang berupa program-program
pendukung kerja SIG seperti input data, proses data, dan output data. Contoh
perangkat lunak dari SIG adalah program kerja seperti Q-GIS, ArchView, dan ArcGis.

3. Manusia (User/Brainware)
Manusia sebagai pengguna (brainware), yaitu pelaksana yang bertanggung jawab
dalam pengumpulan, proses, analisis, dan publikasi data geografis. Komponen
brainware-lah yang mengolah data hasil lapangan untuk selanjutnya diproses atau di-
digitasi menjadi sebuah peta yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu sesuai
dengan fungsinya.

Tahapan-Tahapan Kerja SIG


Oke, kita lanjut pada tahap kerja SIG, Sobat Pintar. Jadi, SIG itu tahapan kerjanya
gimana, sih? Kok bisa sampai jadi peta digital? Yuk, simak!

Sebagai sebuah sistem, tahapan kerja SIG meliputi :

1. Tahap Masukan (Input)


Tahap pertama dalam tahapan kerja SIG adalah tahap masukan (input). Tahapan input
ini terdiri dari sumber data dan proses memasukkan data.

a. Sumber Data

Sobat, kita harus menyiapkan dulu data-data yang akan di-input di sistem SIG. Data-
data tersebut bersumber dari:

- Data penginderaan jauh seperti citra, baik citra foto maupun citra nonfoto, data foto
udara, dan citra satelit.

- Data teristris atau data dari lapangan seperti data pH tanah, salinitas air, curah hujan,
persebaran penduduk, data pasien positif Covid, dan lain sebagainya. Data teristris ini
bisa disajikan dalam bentuk peta, tabel, grafik, atau hasil perhitungan saja.

- Data peta biasanya sudah dalam bentuk peta digital. Ada data spasial sungai, jalan,
tata guna lahan, dan lain sebagianya. Kalian tinggal input saja sesuai dengan
keperluan pembuatan.
Sumber: Peta Rupa Bumi Digital Indonesia Kecamatan Balongpanggang Gresik

b. Proses Pemasukan Data 

Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, langsung saja dimasukkan ke dalam aplikasi
SIG. Ada dua jenis data yang bisa di-input dalam SIG yaitu:

- Data Spasial 

Data spasial adalah data atau informasi yang memiliki referensi atau koordinat
geografis. Cara memasukkan data spasial ke dalam sistem SIG dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu digitasi dan penyiaman (scanning).
Contoh hasil digitasi jalan pada Peta Rupa Bumi Kecamatan Balongpanggang Gresik

- Data Atribut

Data atribut adalah data yang memberikan penjelasan mengenai setiap objek,
fenomena, atau informasi yang ada di permukaan bumi. Data atribut suatu objek dapat
berupa data kualitatif dan kuantitatif.

Data kualitatif adalah data hasil pengamatan yang dinyatakan dalam bentuk deskriptif
yang diperoleh dari pengisian angket, wawancara, dan tanya jawab. Data kualitatif
contohnya peta tata guna lahan, seperti data permukiman, sawah, kawasan industri,
tegalan dan lain sebagainya

Sedangkan data kuantitatif adalah data hasil pengamatan yang dinyatakan dalam
bilangan. Data kuantitatif berfungsi untuk memperlihatkan perbedaan nilai objek.
 
      Contoh data atribut kuantitatif jalan di Kecamatan Balongpanggang Gresik

3. Tahap Pengolahan
Setelah kita mengumpulkan data-data dari berbagai sumber dan data tersebut sudah
kita input pada SIG, barulah kita memulai tahap pengolahan data. Tahap pengolahan
data ini meliputi manipulasi dan analisis data seperti membuat basis data baru,
menghapus basis data, mengedit data, mengisi dan menyisipkan data kedalam tabel.

4. Tahap Keluaran (Output)


Nah, Sobat. Kalau peta rupa bumi kalian sudah selesai, maka kalian bisa langsung
menyajikannya. Penyajian data SIG dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu
hardcopy, softcopy, dan bentuk elektronik (bentuk biner).

Berikut contoh hasil akhir dari tahapan kerja SIG dari digitasi Kecamatan
Balongpanggang Gresik
Photo by Aku Pintar
 

Analisis Data Sistem Informasi Geografis


Kita bahas lebih lanjut mengenai analisis SIG. Analisis SIG dapat dilakukan dengan
berbagai cara sesuai dengan kebutuhan pengguna data seperti analisis klasifikasi,
overlay, networking, buffering, dan tiga dimensi. Kita jabarkan satu persatu
analisisnya.

1. Analisis Klasifikasi
Analisis klasifikasi adalah suatu proses mengelompokkan data keruangan (spasial).
Contohnya dalam klasifikasi pola tata guna lahan untuk permukiman, pertanian,
perkebunan, atau hutan berdasarkan analisis data.

2. Analisis Overlay
Analisis overlay adalah proses untuk menganalisis dan mengintegrasikan (tumpang
tindih) dua atau lebih data keruangan yang berbeda. Contohnya  dalam analisis daerah
rawan erosi dengan menggabungkan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.

Photo by Fakultas Ilmu Kelautan UNRI

3. Analisis Networking
Analisis ini bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang
saling terhubung. Analisis networking seringkali dipakai dalam sistem jaringan
telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas, maupun pipa air minum atau saluran
pembuangan.

4. Analisis Buffering
Analisis ini menghasilkan penyangga berbentuk lingkaran atau poligon yang meliputi
suatu objek sebagai pusatnya. Dengan menggunakan analisis buffering, kalian bisa
mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayahnya. 
Photo by [Link]

5. Analisis Tiga Dimensi


Analisis ini digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data divisualisasikan
dalam bentuk tiga dimensi. Penerapannya bisa digunakan untuk menganalisis daerah
yang rawan terkena bencana.

Fungsi Sistem Informasi Geografis 


SIG memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya yaitu:

1. SIG untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam


Singkatnya, manfaat SIG untuk inventarisasi Sumber Daya Alam (SDA) adalah
sebagai berikut:

- Untuk mengetahui persebaran berbagai SDA, misalnya minyak bumi, batubara,


emas, besi, dan barang tambang lainnya.
- Untuk mengetahui kawasan lahan potensial dan lahan kritis.
- Untuk mengetahui kawasan lahan pertanian dan perkebunan.
- Untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan.
- Untuk memantau daerah pasang surut guna mengembangkan lokasi pertanian atau
kepentingan lain.
- Untuk memetakan kesuburan tanah yang diperlukan dalam usaha pertanian.

2. SIG untuk Perencanaan Pembangunan


Perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan SIG dapat dilakukan melalui
analisis peta-peta tematik. Dengan analisis ini, kita dapat mengetahui kemampuan
lahan. Sebagai contoh, perencanaan pembangunan terminal bus dapat memanfaatkan
peta jaringan jalan, peta tata guna lahan, peta kepadatan penduduk, peta trayek
angkutan, maupun peta harga tanah.

3. SIG untuk Perencanaan Ruang


SIG bermanfaat sekali untuk perencanaan suatu wilayah. Pendataan dan
pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan menggunakan SIG. SIG
juga digunakan untuk mengetahui persebaran penduduk. Persebaran penggunaan
lahan, baik untuk pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah,
maupun rumah sakit, seluruhnya juga menggunakan SIG.

4. SIG untuk Perencanaan Transportasi


Dalam bidang transportasi, pemetaan SIG digunakan untuk inventarisasi jaringan
transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan
jalan, serta analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaan.

5. SIG untuk Mitigasi Bencana


SIG dalam mitigasi bencana dapat digunakan untuk menentukan wilayah yang
menjadi prioritas utama penanggulangan bencana. SIG juga digunakan untuk
mengidentifikasi sumber bencana, menentukan lokasi sebagai tempat evakuasi,
mengidentifikasi luas area yang terkena bencana, dan lain sebagainya.

Bagaimana, Sobat? Seru bukan, belajar tentang SIG? Saat ini Sumber Daya Manusia
yang ahli SIG sangat dibutuhkan oleh negara, lho. Semua pembangunan, penataan
kota, dan bahkan bantuan untuk masyarakat juga membutuhkan data SIG. Yuk,
belajar tentang SIG dan materi lainnya, lengkap dalam fitur Belajar Pintar.

Anda mungkin juga menyukai