Jembatan Suramadu
>Data teknis
1. Panjang Bentang : 672 m P37~Pier P45 + (V-Pier P48)
2. Jumlah Pier : 8 Pier Sisi Surabaya + 2 V- Pier
3. Pile Casing : Surabaya + Madura
> 16 Pier x 16 ttk : 288 Pile (Ø 1.800 mm)
> 35 Pile x 2 V-Pier : 70 Pile (Ø 2.200 mm)
4. Panjang Bored pile :
5. Pile Cap :
> P37 ~ P40, P43+ P44 = 25.5 x 12 x 3 m
> P41 + P42 = 25.5 x 16 x 3.5 m
>P45 + P48 = 36.8 x 25.8 x 4.5 m
6. Pier Shaft & V-Pier :
7. Box Girder :
➢ Length = 40 m
➢ Height = 2.1 ~ 4.4 m (variatif)
➢ Width = 14.7 m
Balance Cantilever Method : 2 x 7 x 8 segment ( 1 Pier = 4 segment)
Struktur jembatan
Umur Rencana : 100 Tahun
- Main Bridge (Bentang Utama)
Struktur atas : Steel box girder dengan sistem cable stay pada pylon setinggi 141
meter dari pile cap
Clearance horizontal : 400 meter
Clearance vertical : 35 meter dari HWL
Struktur bawah : Pondasi bored pile diameter 2.4 meter dengan kedalaman 97 m
s.d 104 m
- Approach Bridge (Bentang Pendekat)
Struktur atas : Pre-Stressed Concrete box girder
Struktur bawah : Pondasi bored pile diameter 1.8 & 2.2 meter, dengan kedalaman
61 m - 94 m
- Causeway (Bentang Tepi)
Struktur atas : Pre-stressed Concrete I girder
Struktur Bawah : Pondasi tiang pancang baja diameter 60 cm & 100 cm
APPROACH BRIDGE Bentang 80 M
Concrete box girder
Typical Cross Section of Approach Bridge
Construction Schedule
1. commencement of work : 01 october 2005
2. completion date : 10 juni 2009
3. maintenance periods : 1 years
Flow Chart Of Work
START
A
PREPARATION WORK
PIER
ENGINEERING DESIGN SOIL INVESTIGATION & TECHNICAL
STUDY
PIER TABLE
SURVEY WORKS
BOX GIRDER
BORE PILE
MISCELLANEOUS
PILE CAP
FINISH
A
Flow Chart Of Bore Pile
START
PREPARATION WORK A
CHECK POSITION
DRIVING STEEL CASING INSTALL REBAR
BRACING INSTALLATION CONCRETING
PLATFORM INSTALLATION
FINISH
DRILLING WORK
A
>Pekerjaan Pondasi
- Piling Casing
Piling casing berungsi sebagai pengarah atau bekisting pada saat melakukan
kegiatan driling, Alat pancang yang di gunakan adalah hammer diesel dengan
tipe D 100
Metode pemancangan casing pondasi dengan diameter besar yang berada pada
lingkungan laut menggunakan landasan lantai kerja berupa piling barge yang di
lengkapi dengan peralatan receiver GPS – Global positioning system
- Driling
Pekerjaan ini menggunakan tekanan udara yang diberikan pada lokasi mata bor
yang berfungsi untuk mengeluaran material hasil pengeboran ke atas
- Reinforcing
Reinforcing dilakukan secara bersegmen untuk mempermudah pekerjaan
dilapangan pemasangan antar segmen tulangan dengan menggunakan coupler
(straight thread splicer )
- Concreting
Pengecoran tiang pondasi bore pile, pencampuran beton dilakukan pada
batching plan kemudian dituangkan pada concrete pump lalu dimasukkan dalam
tremi pelaksanaan pengecoran dilakukan secara menerus (tidak boleh terputus)
- Grouting
Grouting merupakan suatu proses peningkatan kekuatan dan pemeliharaan
konstruksi pondasi dalam karena adanya keterbatasan pada lingkungan yang
mengelilinginya, pelaksanaan grouting dengan menggunakan pompa bertekanan
tinggi melalui pipa grouting
- Quality Control
Pengujian kualitas pada pondasi bored pile jembatan suramadu
LOADING TEST : untuk mengetahui kemampuan daya dukung pondasi bored
pile yang bernama load cell test
INTEGRITY TEST : untuk mengetahui tingkat kesolidan atau integritas dari
pondasi bored pile
>Pekerjann Pile Cap
- Posisi pile cap selalu dalam kondisi terendam air laut baik pada saat surut
maupun air pasang untuk itu diperlukan sistem konstruksi form work yang
spesific, Ada 2 tipe yang di kaji ulang : Precast Form work, Caisson
>Pekerjaan box girder
>Pekerjaan segmen penutup / closure
A. Elevasi
B. Form Traveler
C. Temporary Anchorage
D. Locking Device
D. Counter Weight
Kontrol elevasi selama masa kontruksi
i. Setting Formwork
ii. Setelah Concrete
iii. Setelah Stressing
>perbandingan metode pelaksanaan approach bridge
Metode CIC Metode CCC
Menggunakan Barge sebagai transportasi antar Menggunakan Temporary Bridge sebagai
Pier transportasi antar Pier
Terkendala cuaca & pasang surut Tidak terhalang keadaan alam
Floating Batching Plant In-site Batching Plant
Biaya Penggunaan barge sebesar Rp. Biaya pembuatan Temporary Bridge Rp.
47,811,864,407 40,343,869,018.-
Tidak ada re-use value dari barge Temporary Bridge dapat digunakan kembali
sebesar 30% sehingga total biaya Rp.
28,240,708,313.-