0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
319 tayangan13 halaman

Materi PIK-R untuk Remaja dan Kesehatan

Dokumen tersebut membahas mengenai lima hal penting yang berkaitan dengan permasalahan remaja di Indonesia, yaitu seksualitas, napza, HIV/AIDS, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan usia kawin pertama perempuan. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup remaja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
319 tayangan13 halaman

Materi PIK-R untuk Remaja dan Kesehatan

Dokumen tersebut membahas mengenai lima hal penting yang berkaitan dengan permasalahan remaja di Indonesia, yaitu seksualitas, napza, HIV/AIDS, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan usia kawin pertama perempuan. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup remaja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi dan isi pesan (assets) yang Kegiatan yang dilakukan Dukungan & Jaringan (resources) yg

diberikan dimiliki

1. TRIAD-KRR 4. Dilakukan ditempat PIK-KRR 8. Ruang khusus


2. Pendalaman materi TRIAD KRR berada 9. Memiliki papan nama
3. Pemahaman tentang hak-hak 5. Bentuk aktifitas besifat 10. Struktur pengurus
reproduksi penyadaran (KIE) 11. 2 orang pendidik sebaya yang
6. Menggunakan media cetak dapat diakses
7. Pencatatan

Tahapan Materi & isi pesan Ciri kegiatan Dukungan & jaringan
1. TUMBUH 2. Melengka-pi materi 4. Membuat jadwal 7. Menyediakan ruang
TRIAD rutin khusus
3. Mendalami materi 5. Pemberian informasi 8. Melaksanakan
PSP TRIAD dan Hak- oleh PS orientasi bagi
hak Reproduksi 6. Penyampaian pengurus
informasi 9. Mengirim 2 org calon
menggunakan media PS utk ikut pelatihan
cetak PS

Berikut gambaran perilaku remaja, berkaitan dengan risiko


TRIAD KRR (Seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS), rendahnya
pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja
dan median usia kawin pertama perempuan:

1. Seksualitas
Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja
khususnya remaja yang belum menikah cenderung
meningkat. Hal ini terbukti dari beberapa hasil
penelitian yang menunjukkan bahwa remaja
perempuan dan remaja laki-laki usia 15-24 tahun yang
menyatakan pernah melakukan hubungan seksual
pranikah masing-masing 1% pada wanita dan 6%
pada pria (SKRRI, 2007). Masih berdasarkan sumber
data yang sama, menunjukkan pengalaman
berpacaran remaja di Indonesia cenderung semakin
berani dan terbuka : 1). Berpegangan tangan, laki-laki
69% dan perempuan 68,3%; 2).Berciuman, lakilaki
41,2% dan perempuan 29,3% dan 3). Meraba/
merangsang, laki-laki 26,5% dan perempuan 9,1%.
Perilaku seksual pranikah dikalangan remaja diperkuat
dengan data dari Depkes Tahun 2009 di 4 kota besar
(Medan, Jakarta Pusat, Bandung dan Surabaya),
menunjukkan bahwa 35,9% remaja mempunyai
teman yang sudah pernah melakukan hubungan seks
pranikah dan 6,9% responden telah melakukan
hubungan seks pranikah.
Berdasarkan penelitian dari Australian National
University (ANU) dan Pusat Penelitian Kesehatan
Universitas Indonesia tahun 2010 di Jakarta,
Tangerang dan Bekasi (JATABEK) dengan jumlah
sampel 3006 responden (usia <17 – 24 tahun),
menunjukkan bahwa 20,9% remaja mengalami
kehamilan dan kelahiran sebelum menikah dan 38.7%
remaja mengalami kehamilan sebelum menikah dan
kelahiran setelah menikah. Dari data tersebut terdapat
proporsi yang relatif tinggi pada remaja yang
melakukan pernikahan disebabkan oleh kehamilan

2. Napza
Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional Tahun
2008, menunjukkan bahwa jumlah pengguna Napza
sampai dengan tahun 2008 adalah 115.404. Dimana 51.986
dari total pengguna adalah mereka yang berusia remaja
(usia 16-24 tahun). Mereka yang pelajar sekolah berjumlah
5.484 dan mahasiswa berjumlah 4.055.

3. HIV dan AIDS


Jumlah kasus baru AIDS periode Januari – September 2011
sebesar 1805 kasus. Data tersebut merupakan fenomena
gunung es artinya data tersebut hanya yang dilaporkan
saja. Sedangkan untuk kasus AIDS secara kumulatif, jumlah
kasus AIDS sampai dengan Juni 2011 sebesar 26.483 kasus.
Dari jumlah kasus tersebut, 45,9% diantaranya adalah
kelompok usia 20 – 29 tahun (Kemenkes RI, 2011). Jika
dikaitkan dengan karakteristik AIDS yang gejalanya baru
muncul setalah 3 – 10 tahun terinfeksi, maka hal ini
semakin membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka
yang terkena AIDS telah terinfeksi pada usia yang lebih
muda.

4. Pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi


Remaja
Hasil SDKI tahun 2007 menunjukkan bahwa pengetahuan
remaja tentang kesehatan reproduksi remaja relatif masih
rendah. Remaja perempuan yang tidak tahu tentang
perubahan fisiknya sebanyak 13,3%. Hampir separuh
(47,9%) remaja perempuan tidak mengetahui kapan
seorang perempuan memiliki hari atau masa suburnya.
Sebaliknya, dari survei yang sama, pengetahuan dari
responden remaja laki-laki yang mengetahui masa subur
perempuan lebih tinggi (32,3%) dibanding dengan
responden remaja perempuan (29%). Mengenai
pengetahuan remaja laki-laki tentang mimpi basah lebih
tinggi (24,4%) dibandingkan dengan remaja perempuan
(16,8%). Sedangkan pengetahuan remaja laki-laki tentang
menstruasi lebih rendah (33,7%) dibandingkan dengan
remaja perempuan (76,2%).
Pengetahuan remaja tentang cara paling penting untuk
menghindari infeksi HIV masih terbatas, hanya 14% remaja
perempuan dan 95% remaja laki-laki menyebutkan
pantang berhubungan seks, 18% remaja perempuan dan
25% remaja laki-laki menyebutkan menggunakan kondom
serta 11% remaja perempuan dan 8% remaja laki-laki
menyebutkan membatasi jumlah pasangan (jangan
berganti-ganti pasangan seksual) sebagai cara
menghindari HIV dan AIDS (SKRRI, 2007).

5. Median Usia Kawin Pertama Perempuan


Menurut SDKI tahun 2007, median usia kawin pertama
perempuan adalah 19,8 tahun. Hasil penelitian puslitbang
kependudukan BKKBN tahun 2011 menemukan bahwa ada
beberapa faktor yang mempengaruhi median usia kawin
pertama perempuan diantaranya yaitu faktor sosial,
ekonomi, budaya dan tempat tinggal (desa/kota). Diantara
beberapa faktor tersebut ternyata faktor ekonomi yang
paling dominan terhadap median usia kawin pertama
perempuan. Hal ini dilatarbelakangi alasan kemiskinan
karena tidak mampu membiayai sekolah anaknya sehingga
orang tua ingin anaknya segera menikah, ingin lepas
tanggung jawab dan orang tua berharap setelah anaknya
menikah akan mendapat bantuan ekonomi.
yang terganggu kesempatannya untuk melanjutkan sekolah,
memasuki dunia kerja, memulai berkeluarga dan menjadi
anggota masyarakat secara baik. Sejumlah itu pula remaja
yang tidak siap untuk melanjutkan tugas dan peran sebagai
generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat mengantar
Negara Indonesia menjadi Negara berdaulat dan bermartabat.
Dengan meningkatnya jumlah remaja yang bermasalah akan
mengganggu pencapaian tugas-tugas perkembangan remaja.
Tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja
secara individual, yaitu pertumbuhan fisik,
perkembangan mental, emosional dan spiritual.

2. Tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja


secara sosial. Oleh Bank Dunia (2007), masa transisi
kehidupan remaja dibagi menjadi 5 Transisi Kehidupan
(Youth Five Life Transitions), antara lain :
a. Melanjutkan sekolah (continue learning)
b. Mencari pekerjaan (start working)
c. Memulai kehidupan berkeluarga (form families)
d. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
e. Mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life)

Untuk merespon permasalahan remaja tersebut, pemerintah


melakukan berbagai program dan kegiatan yang disebar ke
instansi berkaitan sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang
perkembangan Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga. Dalam pasal 48 ayat (1) pada huruf b
menyebutkan bahwa peningkatan kualitas remaja dengan
pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan
pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Peningkatan
kualitas remaja melalui pembinaan ketahanan dan
kesejahteraan keluarga oleh BKKBN.
2. Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010 tentang Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
3. Peraturan Kepala BKKBN nomor 72/PER/B5/2011 tentang
organisasi dan tata kerja Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional.
4. Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional Nomor 82/PER/B5/2011 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Provinsi.
5. Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional Nomor 92/PER/B5/2011 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelatihan Kependudukan
dan Keluarga Berencana.
Dalam rangka mengemban amanat undang-undang dan
merespon permasalahan remaja, BKKBN mengembangkan
Program Generasi Berencana (GenRe) bagi Remaja dan
keluarga yang memiliki remaja yang sesuai dengan Tugas
Pokok dan Fungsinya dilaksanakan oleh Direktorat Bina
Ketahanan Remaja (Dithanrem). Program ini didasarkan pada
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional Nomor 47/HK.010/B5/2010 tentang Rencana
Strategis Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional 2010
- 2014 dan Addendum Peraturan Kepala Badan Kependudukan
dan Keluarga Berencana Nomor 133/PER/B1/2011 tentang
Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Tahun 2010 -2014 untuk Pembangunan
Kependudukan dan Keluarga Berencana. Dalam adendum
tersebut dinyatakan sebagai berikut:

1. Meningkatnya usia kawin pertama (UKP) perempuan dari


19.8 (SDKI 2007) menjadi sekitar 21 tahun.

2. Meningkatnya partisipasi keluarga yang mempunyai anak


dan remaja dalam kegiatan kelompok kegiatan Bina
Keluarga Remaja (BKR) dari 1.5 juta menjadi 2.7 juta
keluarga remaja.
Program GenRe tersebut dilaksanakan berkaitan dengan
bidang kehidupan yang kelima dari transisi kehidupan remaja
dimaksud, yakni mempraktikkan hidup secara sehat (practice
healthy life). Empat bidang kehidupan lainnya yang akan
dimasuki oleh remaja sangat ditentukan oleh berhasil
tidaknya remaja mempraktikkan kehidupan yang sehat.
Dengan kata lain apabila remaja gagal berperilaku sehat,
kemungkinan besar remaja yang bersangkutan akan gagal
pada empat bidang kehidupan yang lain. Program GenRe
ditujukan kepada remaja/mahasiswa melalui wadah PIK
Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) dan keluarga yang memiliki
remaja melalui wadah Bina Keluarga Remaja (BKR).
PIK Remaja/Mahasiswa adalah salah satu wadah yang
dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari,
oleh dan untuk Remaja/Mahasiswa guna memberikan
pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan
usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, TRIAD KRR
(seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza), keterampilan hidup
(life skills), gender dan keterampilan advokasi dan KIE.
Keberadaan dan peranan PIK R/M dilingkungan remaja/
mahasiswa sangat penting artinya dalam membantu
remaja/mahasiswa untuk memperoleh informasi dan
pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang
penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa.
Untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan PIK R/M
maka perlu adanya pedoman sebagai acuan bagi pengelola
program dan pengelola PIK R/M. Untuk itu disusunlah buku
pedoman yang standar dan dapat digunakan oleh pihakpihak
yang memerlukan.

Batasan Pengertian
1. Kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan
jumlah, struktur pertumbuhan, persebaran, mobilitas,
penyebaran, kualitas, dan kondisi kesejahteraan yang
menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, agama, serta
lingkungan penduduk setempat.
2. Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran
anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan, melalui promosi perlindungan dan bantuan
sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan
keluarga yang berkualitas.
3. Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga adalah kondisi
keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan, serta
mengandung kemampuan fisik-materil, guna hidup
mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk
hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan,
kebahagiaan lahir dan batin.
4. Program Generasi Berencana (GenRe) adalah suatu
program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan
kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa yang
diarahkan untuk mencapai Tegar Remaja/Mahasiswa agar
menjadi Tegar Keluarga demi terwujudnya keluarga kecil,
bahagia dan sejahtera.
5. Generasi Berencana (GenRe) adalah remaja/mahasiswa
yang memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku sebagai
remaja/mahasiswa yang mampu melangsungkan jenjang
pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan
secara terencana serta menikah dengan penuh
perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi dalam
rangka penyiapan kehidupan berkeluarga.
6. Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK
R/M) adalah suatu wadah kegiatan program GenRe dalam
rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi
remaja/mahasiswa yang dikelola dari, oleh dan untuk
remaja/mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi
dan konseling tentang perencanaan kehidupan
berkeluarga bagi remaja/mahasiswa serta kegiatankegiatan
penunjang lainnya.
7. Tegar Remaja/Mahasiswa adalah remaja/mahasiswa yang
berperilaku sehat, terhindar dari risiko TRIAD KRR
(Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), menunda usia
pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan
berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber
informasi bagi teman sebayanya.
8. Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kondisi sehat
yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi
yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak
semata-mata berarti bebas dari penyakit atau bebas dari
kecacatan, namun juga sehat secara mental serta sosial
kultural.
9. TRIAD KRR adalah tiga risiko yang dihadapi oleh
remaja/mahasiswa, yaitu risiko-risiko yang berkaitan
dengan Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS.
10. Seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut hidup
manusia sebagai mahluk seksual, yaitu emosi, perasaan,
kepribadian, sikap yang berkaitan dengan perilaku seksual,
hubungan seksual dan orientasi seksual.
11. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus,
yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
manusia.
12. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency
Syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang timbul akibat
melemahnya sistem kekebalan tubuh, karena terinfeksi virus HIV.
13. Napza adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol,
Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, yaitu zat-zat kimiawi
yang dimasukkan kedalam tubuh manusia baik secara oral
(melalui mulut), dihirup (melalui hidung) atau disuntik
yang menimbulkan efek tertentu terhadap fisik, mental
dan ketergantungan.
14. Keterampilan Hidup (Life Skills) adalah pendidikan non
formal yang berkaitan dengan keterampilan fisik,
keterampilan mental, keterampilan emosional,
keterampilan spiritual, keterampilan kejuruan dan
keterampilan menghadapi kesulitan.
15. Pendewasaan usia perkawinan adalah upaya untuk
meningkatkan usia kawin pertama saat mencapai usia
minimal 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk
laki-laki.
16. Remaja adalah Orang Muda (Young people) yaitu
penduduk usia 10–24 tahun (UNFPA dan WHO). Remaja
sebagai sasaran program GenRe adalah penduduk usia 10-
24 tahun yang belum menikah.
17. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar
di perguruan tinggi tertentu (PP RI no. 30 tahun 1990).
Mahasiswa sebagai sasaran program GenRe adalah
mahasiswa yang belum menikah dan berusia tidak lebih
dari 24 tahun.
18. Pengelola Program GenRe adalah pejabat struktural dan
fungsional mulai dari Tingkat Pusat yaitu Deputi KSPK,
Direktur Bina Ketahanan Remaja; Tingkat Provinsi yaitu
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi, Kabid KSPK, Kasubbid
Bina Ketahanan Remaja; Tingkat Kabupaten dan Kota yaitu
Kepala SKPD KB, Eselon III dan Eselon IV yang menangani
program Keluarga Berencana/Keluarga Sejahtera; Tingkat
Kecamatan yaitu KUPTD/PPLKB/Koordinator Lapangan
PLKB/PKB; serta pada tingkat desa dan kelurahan yaitu
PLKB/PKB yang secara fungsional bertanggungjawab
terhadap pengelolaan program GenRe yaitu pengelolaan
Bina Keluarga Remaja (BKR) dan pengelolaan PIK R/M.
19. Pembina PIK Remaja/Mahasiswa adalah Pimpinan
Perguruan Tinggi, Dekan, Dosen, Kepala Sekolah, Guru
Bimbingan dan Konseling/Penyuluhan, pimpinan
organisasi keagamaan, pimpinan organisasi
kemasyarakatan yang mempunyai kepedulian yang tinggi
terhadap masalahmasalah
remaja dan mahasiswa dan
memberikan dukungan serta aktif membina PIK
Remaja/Mahasiswa.
20. Pengelola PIK Remaja/Mahasiswa adalah
remaja/mahasiswa berusia maksimal 24 tahun, belum
menikah dan punya komitmen dalam mengelola dan
melaksanakan PIK Remaja/Mahasiswa serta telah
mengikuti pelatihan/orientasi. Pengelola PIK
Remaja/Mahasiswa terdiri dari Ketua, Sekretaris,
Bendahara, Bidang Administrasi, Bidang Program dan
Kegiatan, dan Bidang lainnya sesuai kebutuhan PIK R/M.
21. Pendidik Sebaya (PS) adalah remaja/mahasiswa yang
secara fungsional mempunyai komitmen dan motivasi
yang tinggi, sebagai nara sumber bagi kelompok
remaja/mahasiswa sebayanya, telah mengikuti
pelatihan/orientasi Pendidik Sebaya atau yang belum
dilatih dengan mempergunakan Panduan Kurikulum dan
Modul Pelatihan yang telah disusun oleh BKKBN, serta
bertanggung jawab kepada Ketua PIK R/M.
22. Konselor Sebaya (KS) adalah Pendidik Sebaya yang secara
fungsional punya komitmen dan motivasi yang tinggi
untuk memberikan konseling bagi kelompok
remaja/mahasiswa sebayanya, telah mengikuti
pelatihan/orientasi konseling atau yang belum dilatih
dengan mempergunakan Panduan Kurikulum dan Modul
Pelatihan yang telah disusun oleh BKKBN, serta
bertanggung jawab kepada Ketua PIK R/M.
23. Gender adalah pandangan masyarakat tentang perbedaan
peran, fungsi dan tanggung jawab antara laki-laki dan
perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial serta
dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
24. Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk
menciptakan kebijakan publik yang bermanfaat bagi
masyarakat atau mencegah munculnya kebijakan yang
diperkirakan merugikan masyarakat.
25. KIE adalah kegiatan penyampaian informasi untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku individu,
keluarga dan masyarakat dalam program Kependudukan
dan Keluarga Berencana.
26. Visi adalah cara pandang yang jauh kedepan tentang
tujuan-tujuan dan apa yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan organisasi. Visi adalah cara pandang jauh
kedepan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis,
antisipatif dan inovative. Visi adalah suatu gambaran yang
menantang tentang keadaan masa depan yang
diinginkan oleh organisasi.
27. Misi adalah cara-cara untuk mencapai tujuan suatu
organisasi. Misi adalah merupakan pernyataan yang
menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin
dicapai. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh
organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan
berhasil dengan baik.

konsultasi tentang PUP, 8 fungsi keluarga, Triad KRR, keterampilan hidup, gender dan keterampilan advokasi serta komunikasi, informasi
dan edukasi.
1. TRIAD-KRR
2. Pendalaman materi TRIAD KRR
3. Pemahaman tentang hak-hak reproduksi

a. Materi khusus yang dikuasai oleh Pengelola/Pendidik


Sebaya (PS):
1) 8 Fungsi Keluarga
2) Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)
3) TRIAD KRR
4) Keterampilan hidup (Life Skills)

b. Kegiatan yang dilakukan:


1) Di dalam lingkungan PIK R/M
2) Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam
PIK R/M
3) Menggunakan media cetak (majalah dinding,
leaflet, poster, dll)
4) Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
c. Sarana, prasarana dan SDM:
1) Ada Ruang Sekretariat
2) Memiliki papan nama dengan ukuran minimal
60x90 cm
3) Struktur organisasi pengurus minimal yang terdiri
dari Pembina, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi
Program dan Kegiatan, serta minimal 2 orang
Pendidik Sebaya (PS)
4) Minimal 2 orang Pendidik Sebaya yang sudah
dilatih/orientasi tentang substansi Program GenRe
(8 Fungsi Keluarga, Pendewasaan Usia Perkawinan,
TRIAD KRR dan Keterampilan Hidup).

d. Jaringan dan kemitraan:


1) PIK R/M Tahap Tumbuh harus memiliki kerjasama
dengan stakeholder di lingkungannya, misalnya:
a) Lurah/Kades dan TOMA untuk PIK R/M jalur
kemasyarakatan.
b) TOGA untuk PIK R/M jalur keagamaan.
c) Kepala Sekolah, Dekan, Direktur Akademi
untuk PIK R/M jalur sekolah umum/agama dan
perguruan tinggi.
d) Puskesmas/Pustu terdekat dengan PIK R/M
sebagai tempat rujukan medis.
2) PIK R/M Tahap Tumbuh harus menjalin kemitraan
dengan Mitra Kerja (Organisasi Kepemudaan,
Organisasi Keagamaan, Organisasi Kemasyarakatan,
Organisasi Kemahasiswaan, Organisasi Profesi dan
Kesiswaan).
5. Meresmikan pembentukan PIK R/M (launching) yang
diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) dari pembina PIK
R/M yang bersangkutan.

B. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas PIK R/M


1. Untuk meningkatkan kualitas PIK R/M dari Tahap Tumbuh
menuju Tahap Tegak harus telah memenuhi indikator
sebagai berikut :

a. Materi khusus yang dikuasai oleh Pengelola/Pendidik


Sebaya (PS)/Konselor Sebaya (KS):
1) 8 Fungsi Keluarga
2) Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)

3) TRIAD KRR

4) Keterampilan hidup (Life Skills)


5) Keterampilan advokasi dan KIE

b. Kegiatan yang dilakukan:


1) Di dalam dan di luar PIK R/M dengan bentuk
aktifitas pemberian informasi baik di dalam PIK
R/M maupun di luar PIK R/M misalnya melalui
dialog interaktif di radio dan TV, penyuluhan dan
pembinaan, konseling, penyelenggaraan seminar,
roadshow ke sekolah lain, pameran, pentas seni
dan lain-lain.
2) Menggunakan media cetak dalam penyampaian
informasi atau isi pesan program GenRe misalnya
melalui majalah dinding, leaflet, poster dan
elektronik misalnya radio, televisi, dan website
3) Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
4) Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik
minat remaja untuk datang ke PIK R/M misalnya
jambore remaja, lintas alam/outbond, bedah buku,
bedah film, bimbingan belajar siswa, studi
banding, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan
kesenian dan olahraga, lomba-lomba, buka puasa
bersama, bercocok tanam, beternak dsb.
c. Sarana, prasarana dan SDM:
1) Ada Ruang Sekretariat dan Ruang Konseling
2) Memiliki papan nama dengan ukuran minimal
60x90 cm

3) Struktur pengurus minimal terdiri dari: Pembina,


Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi Program dan
Kegiatan, serta minimal 4 orang Pendidik Sebaya
dan 2 orang Konselor Sebaya
4) 4 orang Pendidik Sebaya yang sudah
dilatih/orientasi tentang substansi Program GenRe
(8 Fungsi Keluarga, Pendewasaan Usia Perkawinan,
TRIAD KRR dan Keterampilan Hidup, Keterampilan
advokasi dan KIE).
5) 2 orang Konselor Sebaya yang sudah dilatih
tentang materi pengetahuan dasar konseling.
6) Lokasi di komunitas remaja/ mahasiswa (mudah di
akses dan disukai oleh remaja).
d. Jaringan dan kemitraan:
1) PIK R/M Tahap Tumbuh harus memiliki kerjasama
dengan stakeholder di lingkungannya, misalnya:
a) Lurah/Kades dan TOMA untuk PIK R/M jalur
kemasyarakatan.
b) TOGA untuk PIK R/M jalur keagamaan.
c) Kepala Sekolah, Dekan, Direktur Akademi
untuk PIK R/M jalur sekolah umum/agama dan
perguruan tinggi.
d) Puskesmas/Pustu terdekat dengan PIK R/M
sebagai tempat rujukan medis.
2) Memperoleh pembinaan dan fasilitasi, antara lain
oleh Pemprov/Pemkab/Pemkot, Kepala Sekolah,
Rektor/Dekan, Direktur Akademi, TOGA/TOMA,
Puskesmas/Pustu, dll

Memiliki Mitra Kerja antara lain dengan Organisasi


Profesi, Organisasi Kepemudaan, Organisasi
Keagamaan, Organisasi Kemahasiswaan dan
Kesiswaaan

Anda mungkin juga menyukai