PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PANCENG
Jln. Raya Panceng Nomor 58 Telepon (031) 3940118
Blogspot : [Link] Email : uptpkmpanceng@[Link]
GRESIK 61156
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PROGRAM RABIES
A. PENDAHULUAN
Rabies yang disebut juga penyakit anjing gila yang merupakan
suatu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan
oleh virus Rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik yaitu penyakit dapat
ditularkan dari hewan ke manusia melalui Gigitaan Hewan Penular
Rabies (GHPR).
Penyakit ini telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu dan
merupakan penyakit yang menakutkan bagi manusia karena penyakit ini
selalu diakhiri dengan kematian. Penyakit ini menyebabkan penderita
tersiksa oleh rasa haus namun sekaligus merasa takut terhadap air.
Rabies bersifat fatal baik pada hewan maupun manusia, hampir seluruh
pasien yang menunjukkan gejala-gejala klinis Rabies akan diakhiri
dengan kematian.
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif dalam
menyembuhkan Rabies, namun penyakit ini dapat dicegah melalui
penanganan kasus paparan Hewan Penular Rabies (HPR) sedini
mungkin.
B. LATAR BELAKANG
Di Indonesia penyakit ini telah lama dikenal, pertama dilaporkan
pada tahun 1884 oleh Schrool pada seekor kuda, tahun 1889 W.J. Esser
menemukan pada seekor kerbau, tahun 1890 Pennwig melaporkan pada
anjing dan pada manusia oleh [Link] Haan tahun 1894, semua itu
terjadi di Jawa Barat.
Sebelum tahun 1998 Rabies tersebar di 17 Provinsi, dengan
masuknya Rabies di pulau Flores Nusa Tenggara Timur maka daerah
tertular Rabies bertambah menjadi 18 Provinsi.
Upaya penanggulangan Rabies di Indonesia telah didukung dengan
perundang-undangan, antara lain Undang Undang no. 6 tahun 1967
tentang ketentuan pokok peternakan dan keshatan hewan.
Secara umum, penularan rabies terjadi diakibatkan infeksi karena
gigitan binatang. Namun rabies juga dapat menular melalui beberapa
cara antara lain melalui cakaran hewan, virus yang masuk melalui
rongga pernapasan, dan transplantasi kornea. Virus rabies menyerang
jaringan saraf, dan menyebar hingga sistem saraf pusat, dan dapat
menyebabkan encephalomyelitis.
Tidak ada terapi untuk penderita yang sudah menunjukkan gejala
rabies penanganan hanya berupa tindakan suportif dalam
penanganan gagal jantung dan gagal nafas.
Berbagai penelitian dari tahun 1986 hingga 2000 yang melibatkan
lebih dari 800 kasus gigitan anjing pengidap rabies di negara endemis
yang segera mendapat perawatan luka, pemberian VAR dan SAR,
mendapatkan angka survival 100%.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Menurunkan Angka kesakitan yang disebabkan oleh gigitan hewan.
2. Tujuan Khusus
a) Menangani kasus gigitan hewan.
b) Melakukan perawatan luka.
c) Memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)
[Link] POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Penatalaksanaan - Menangani kasus GHPR
- Melakukan perawatan luka
kasus Gigitan Hewan
- Memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)
Penular Rabies
(GHPR)
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 10 menit
2. Merawat luka sesuai SOP
3. Kolaborasi dengan Rumah Sakit, pasien dirujuk untuk mendapatkan
VAR
F. SASARAN
1. Masyarakat
2. Pasien
[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN
No Kegiatan Tahun
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
1 Mena-
ngani
kasus √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
GHPR
2 Melaku-
kan
perawa-
tan luka √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Membe-
rikan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Vaksin
Anti
Rabies
(VAR)
[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi dilaksanakan pada saat proses kegiatan sedang berjalan
untuk melihat kekurangan yang ada agar segera dapat diatasi.
Pelaporan dilakukan setelah selesai melakukan kegiatan.
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1. Pencatatan kegiatan dilaksanakan oleh pemegang program dalam
buku register.
2. Pelaporan kegiatan dubuat oleh pemegang program dan diserahkan
kepada kepala Puskesmas awal bulan , terus dikirim ke Dinas
Kesehatan Kabupaten Gresik.
3. Evaluasi kegiatan dilaksanakan berdasarkan hasil kegiatan yang telah
dilakukan.
Gresik, 05 Maret 2023
Mengetahui
Kepala Puskesmas Panceng Penanggung jawab Program Rabies
dr. MUJTAHIDAH MAULIDIYAH AGUSTINA, [Link]. Kep
NIP. 19800427 201001 2 010 NIP. 19970815 202203 2 006