67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan5 halaman

Sengketa Pilkada Pamekasan 2013

Kasus ini mengenai sengketa pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pamekasan antara pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari melawan KPUD Pamekasan. Masyarakat pendukung Achmad Syafii menuduh KPUD berkonspirasi dengan pasangan incumbent dan mendiskualifikasi Achmad Syafii tanpa alasan yang jelas.

Diunggah oleh

sitirahmadanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan5 halaman

Sengketa Pilkada Pamekasan 2013

Kasus ini mengenai sengketa pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pamekasan antara pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari melawan KPUD Pamekasan. Masyarakat pendukung Achmad Syafii menuduh KPUD berkonspirasi dengan pasangan incumbent dan mendiskualifikasi Achmad Syafii tanpa alasan yang jelas.

Diunggah oleh

sitirahmadanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

KASUS HUKUM ADMINISTRASI NEGARA: SENGKETA PEMILIHAN KEPALA


DAERAH
Soal kasus:
Massa pendukung calon bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari,
mendatangi kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, di jalan Letjen
Sutoyo, Medaeng, Waru Sidoarjo. Mereka memberikan dukungan atas kasus sengketa
Pilkada 2013 yang ada di Kabupaten Pamekasan. Massa yang menamakan Koalisi
Masyarakat dan Mahasiswa Pamekasan (KOMPAS), menunjuk KPUD Pamekasan
diduga berkonspirasi dengan pasangan incumbent Bupati Pamekasan Kholilurahman
dengan pasangannya.
Malahan Panwas dikatakan Hanafi merekomendasikan pasangan incumbent, dan
mendiskualifikasi Achmad Syafii dengan Khalil Asy'ari, yang mencalonkan diri sebagai
Bupati Pamekasan periode 2013-2018 (Hanafi, salah seorang pendukung Achmad Syafii
dan Khalil Asy'ari, Selasa 27/11/2012). KPUD juga diketahui mencabut penetapan calon
bupati pamekasan, dan justru membuka pendaftaran baru untuk para calon yang mau
maju sebagai bupati periode 2013-2018 (Hanafi, Selasa 27/11/2012). Pendukung mantan
Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i dan Khalil Asy'ari yang didukung partai Demokrat,
PPP, PKS dan Hanura menyesalkan sikap Panwaslu Pamekasan, yang dinilai tidak fair
dalam pendaftaran calon bupati pamekasan, pasangan Kholilurahman dengan
pasangannya Masduki saat ini. Masduki diketahui tidak memiliki ijazah malah bisa
diloloskan jadi calon incumbent untuk maju kembali mencalonkan bupati Pamekasan
periode 2013-2018. Namun yang mempunyai ijazah yakni Achmad Syafii dan Khalil
Asy'ari, justru didiskualifikasi. Lantaran nama Khalil tidak sesuai dengan yang ada di
ijazah dari tingkat MI, MTS dan MA yang tertera bernama Halil" (Hanafi koordinator
KOMPAS, Selasa 27/11/2012). Namun, nama tersebut sudah diganti, setelah Halil maju
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif jadi Khalil Asy’ari yang kini jadi ketua
DPRD kabupaten Pamekasan (Hanafi, Selasa 27/11/2012); dan sudah dinonaktifkan
untuk maju mencalonkan diri sebagai wakil bupati berpasangan dengan Achmad Syafi’i.
Olehkarenanya dengan ketidak-fair-annya dalam pemilihan kepala daerah Pamekasan,
masyarakat dari pendukung Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari menggugat KPUD
Pamekasan ke PTUN Surabaya.
Secara terpisah, M. Sholeh kuasa hukum dari pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari
telah mengajukan gugatan terhadap KPUD Pamekasan di PTUN Surabaya. Karena,
kliennya itu mempunyai ijazah yang asli dan dikeluarkan oleh Kanwil Departemen
Agama Jatim waktu itu. Surat gugatan komunitas pendukung Achmad Syafii dengan
Khalil Asy'ari yang direprentasikan kuasa hukumnya melawan KPUD Pamekasan ke
PTUN adalah surat guatan dengan nomor 144/G/2012/[Link].; yang inti isi
tuntutannya adalah agar PTUN Surabaya meloloskan pasangan Achmad Syafii dan Khalil
Asy'ari (M. Sholeh, [Link]. Selasa, 27/11/2012 13:55 WIB.). (2) (DOC)
Contoh Kasus Hukum Administrasi Negara | LESPINA YAHARA MANURUNG -
[Link]
PERTANYAAN :
Menyimak contoh kasus peristiwa hukum sebagaimana yang terjadi dideskripsikan di
atas,
1) Jelaskan apakah kasus sengketa antara komunitas pendukung Achmad Syafii dengan
Khalil Asy'ari yang direprentasikan kuasa hukumnya melawan KPUD Pamekasan ke
PTUN seperti tersebut di atas adalah telah memenuhi ciri-ciri sengketa hukum dalam
lingkup PTUN?
2) Upaya hukum apa yang dapat dilakukan kedua belah pihak, manakala salah satu
pihak mengetahui hasil putusan PTUN dianggap tidak memuaskan?
3) Komplikasi sumber-sumber hukum apa saja yang terkait dalam penyelesaian sengketa
Pilkada tersebut, jelaskan?
JAWABAN :

2. SENGKETA KEPEGAWAIAN
Contoh kasus:
Tidak sedikit persoalan kepegawaian negeri dalam keorganisasian pemerintahan yang
berujung pada sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tidak jarang pula
dalam sengketa kepegawaian sipil negeri itu hasilnya oleh PTUN memenangkan pihak
pegawai. Dari persoalan hubungan kerja antara atasan dengan bawahan, ketidak jelasan
kebijakan kepegawaian dalam sistem dan mekanisme rotasi, mutasi, demosi, penilaian
kinerja, kedisiplinan hingga terminasi atau pemberhentian pegawai. Persoalan pemberian
sanksi kedisiplinan Masalah kedisiplinan dan pemberian sanksi pelanggaran ringan,
sedang hingga berat berupa pemecatan (pemberhentian dengan tidak hormat) merupakan
pemicu terjadinya sengketa kepegawaian dalam lingkup intansi pemerintahan antara PNS
dengan pihak yang mengeluarkan keputusan hukuman disiplin tersebut di PTUN (Pasal
48 UU 5/1986 tentang PTUN jo. Pasal 1 angka 10 UU 51/2009 tentang Perubahan
Kedua PTUN). Satu kasus yang telah terjadi adalah penyelesaian sengketa antara calon
pegawai negeri sipil dengan Wali Kota Yogyakarta di Pengadilan Tata Usaha Negara
Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2011.
Perihal sengketa antara Calon Pegawai Negeri Sipil dengan Wali Kota Yogyakarta
(Kasus Putusan No.01/G/2011/[Link]) di Pengadilan Tata Usaha Negara Daerah
Istimewa Yogyakarta dan atas penerbitkan Surat Keputusan Walikota Yogyakarta
Nomor: 93/Pem.D/BP/D.2. Perihal pemberhentian dengan hormat sebagai seorang calon
pegawai negeri sipil. Calon PNS ini diberhentikan oleh Walikota-nya dipicu oleh hasil
penilian kinerja dari CPNS yang bersangkutan karena melanggar ketentuan kedisiplinan
pegawai. Namun Penggugat (CPNS) menganggap tergugat telah melanggar undang-
undang dan asas-asas pemerintahan yang baik, berdasarkan Pasal 53 ayat (2) UU 5/1986
tentan PTUN jo. UU 30/2014 tentang Admisitrasi Pemerintahan. Sumber:Doni Lingga
C., Ari Retno P., Studi Kasus Penyelesaian Sengketa Antara Calon Pegawai Negeri Sipil
Dengan Wali Kota Yogyakarta di Pengadilan Tata Usaha Negara Daerah Istimewa
Yogyakarta (Kasus Putusan No.01/G/2011/[Link])
PERTANYAAN:
Menyimak kasus peristiwa hukum sebagaimana yang terjadi dideskripsikan di atas,
1) Jelaskan apakah kasus sengketa antara CPNS dengan Walikota Yogyakarta tersebut
di atas apakah telah memenuhi unsur-unsur sengketa hukum dalam lingkup PTUN?;
2) Upaya hukum apa yang dapat dilakukan kedua belah pihak, manakala salah satu
pihak mengetahui hasil putusan PTUN dianggap tidak memuaskan?
3) Adakah peluang dimungkinkannya penyelesaian sengketa tersebut diselesaikan
melalui ADR (Alternatif Dispute Resolution), jelaskan?

JAWABAN:

3. Dalam prinsip pembagian kekuasaan negara kekuasaan tidak dibagi habis kepada
lembaga negara yang ada, melaikan kekuasaan itu dibagi oleh lembaga yang oleh
konstitusi diberikan kewenangan untuk membagi kekuasaan negara. Dalam prinsip
pembagian kekuasaan lebih mengedepankan adanya kekuasan tertinggi yang mengatur
dan meneria pertanggungjawaban ata spelaksanaan kekuasaan yag diberikan. Salah
satunya adalah Undang-Undang Dasar 1945 menganut prinsip pembagian kekuasaan
yang mengedepankan supremasi parlemen, maka prinsip kekuasaan kehakiman yang
bebas dan mandiri sebagaimana yang diatur dalam Pasal 24 Undang-Undang Dasar 1945.
Soal :
Berdasarkan pada uraian di atas, analisislah pemaknaan kebebasan kekuasaan kehakiman.
Berikan analisis pengujian perundang-undangan dalam perspektif pembagian kekuasaan.
JAWABAN :

4. Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 9 September 2002 No. 05.G/HUM/2001 tentang


permohonan uji materiil yang diajukan Para Pemohon [Link].H. Arwan Karsi MK, Ms
dkk. (Ketua dan para wakil Ketua DPRD Propinsi sumatera Barat), terhadap PP No. 110
Tahun 2000 tentang kedudukan keuangan DPRD. Para Pemohon mendalilkan bahwa PP
tersebut bertentangan dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 1999 tentang Susduk MPR,
DPR, DPRD Pasal 34 ayat (2), (3), (5) serta Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintah Daerah, Pasal 19 dan 2l yang mengatur tentang penentuan anggaran DPRD
adalah merupakan wewenang DPRD yang bersangkutan, bukan diatur dengan PP.
Permohonan ini dikabulkan dengan menyatakan batal PP No. 110 Tahun 2000.
Berdasarkan pernyataan di atas, uraikan kedudukan perkara berdasarkan;
1) Pihak pemohon dan termohon
2) Perihal yang menjadi dasar permohonan
3) Hal-hal yang diminta untuk diputus
JAWABAN

Anda mungkin juga menyukai