Proses dan Faktor Keputusan Pembelian
Proses dan Faktor Keputusan Pembelian
TINJAUAN PUSTAKA
pilihan terhadap satu dari beberapa pilihan alternatif lainnya tehadap produk yang akan
dibeli untuk mencapai kepuasan sesuai keinginin dan kebutuhan konsumen. Menurut
Kotler dan Amstrong dalam (Aldoko, Suharyono, & Yuliyanto, 2016) menyatakan bahwa
diminati. Bisa dikatakan, setiap individu memiliki metode pengambilan keputusan yang
nyaris serupa. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dapat membedakan
serta gaya hidup. Seperti yang dijelaskan oleh Peter dan Olson dalam (Asrizal &
Muhammad, 2018) beranggapan bahwa pilihan pembelian individu adalah pola kompromi
yang menggabungkan data untuk mengevaluasi suatu pilihan di sekitar dua praktik elektif
Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah bagian dau suatu proses pengambilan
keputusan pembelian dimana pembeli tesebut benar akan membeli suatu produk. (proposal
adalah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi,
politik, budaya, harga, lokasi, promosi, physical evidence, people dan proses. Sehingga
membentuk suatu sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan mengambil
kesimpulan berupa respons yang mucnul produk apa yang akan dibeli. ( cover sa anggi)
Berdasakan beberapa pendapat para ahli diatas dapat diambil pengertian bahwa
untuk membeli suatu produk dengan beberapa tahapan, yaitu pengenalan masalah, mencari
Menurut Kotler dan keller (2016: 195) (cari buku di digilib), bahwa keputusan
1. Pengenalan Masalah
internal merupakan salah satu kebutuhan umum seseorang lapar atau haus, sedangkan
suatu pembelian.
2. Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan mencari informasi yang lebih banyak.
informasi yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh tiap sumber tersebut terhadap
seperti sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, dan rekan), sumber komersial
(iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, dan web-site), Sumber publik (media massa,
3. Evaluasi Alternatif
Tahap ini merupakan tahap dimana seseorang mengumpulkan informasi yang
kebutuhan.
4. Keputusan Pembelian
Tahap ini merupakan untuk membeli atau tidak suatu produk atau jasa.
Tahap ini merupakan tahapan dimana konsumen telah melakukan pembelian dan
pembelian. Jika poduk yang mereka beli tidak sesuai dengan harapan maka konsumen
akan merasa tidak puas, jika sesuai harapan maka mereka akan sangat puas, jika
melebihi dari yang mereka harapkan maka konsumen dapat melakukan pembelian
ulang. Namun jika harapan tidak sesuai dengan yang diinginkan maka konsumen akan
merasakan ketidakpuasan.
Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya
merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar. Anak-anak yang sedang
tumbuh akan mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari
sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi
para anggotanya seperti kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis.
2. Faktor Sosial (Social)
Selain faktor budaya, perilaku pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial
a. Kelompok acuan
kelompok yang yang dapat memberikan pengaruh secara langsung atau tidak
langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang tersebut. Kelompok ini biasanya
b. Keluarga
Keluarga jenis ini terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang yang dapat
memberikan orientasi agam, politik dan ekonomi serta ambisi pribadi, harga diri dan
cinta. Kedua, keluarga yang terdiri dari pasangan dan jumlah anak yang dimiliki
Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial yang dapat mempengaruhi perilaku
pembelian seseorang adalah peran dan status mereka di dalam masyarakat. Semakin
tinggi peran seseorang didalam sebuah organisasi maka akan semakin tinggi pula
status mereka dalam organisasi tersebut dan secara langsung dapat berdampak pada
memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan dengan seorang supervisor, begitu
usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya yang
dimana setiap kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh siklus hidup keluarga
perjalanan dengan pesawat udara, keanggotaan di klub khusus, dan membeli mobil
mewah. Selain itu, biasanya pemilihan produk juga dilakukan berdasarkan oleh
c. Gaya hidup
Gaya hidup dapat di artikan sebagai sebuah pola hidup seseorang yang terungkap
dalam aktivitas, minat dan opininya yang terbentuk melalui sebuah kelas sosial, dan
pekerjaan. Tetapi, kelas sosial dan pekerjaan yang sama tidak menjamin munculnya
sebuah gaya hidup yang sama. Melihat hal ini sebagai sebuah peluang dalam
kegiatan pemasaran, banyak pemasar yang mengarahkan merek mereka kepada gaya
hidup seseorang.
d. Kepribadian
ciri bawaan psikologis manusia yang berbeda yang menghasilkan sebuah tanggapan
dapat menjadi variabel yang sangat berguna dalam menganalisis pilihan merek
konsumen. Hal ini disebakan karena beberapa kalangan konsumen akan memilih
faktor psikologis. Faktor ini dipengaruhi oleh empat faktor utama diantaranya sebagai
berikut:
a. Motivasi
kebutuhan tersebut ada yang muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, dan
seseorang mengamati sebuah merek, ia akan bereaksi tidak hanya pada kemampuan
nyata yang terlihat pada merek tersebut, melainkan juga melihat petunjuk lain yang
samar.
b. Persepsi
situasi tertentu. Persepsi dapat diartikan sebagai sebuah proses yang digunkan
tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang
c. Pembelajaran
Melalui betindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya
tentang produk atau merek akan mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Selain
keyakinan, sikap merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Sikap adalah evaluasi,
menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap suatu objek atau
II_201834MEN)
meliputi 6 sub keputusan, menurut Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob
1. Pilihan Produk
menggunakan uangnya untuk tujuan yang lain. Dalam hal ini perusahaan harus
2. Pilihan Merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli. Setiap merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang penyalur mana yang akan dikunjungi.
Setiap konsumen berbeda-beda dalam hal menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor
lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan barang yang lengkap, kenyamanan
sebagainya.
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya
pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu jenis produk. Dalam hal
ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang
5. Waktu Pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbeda-beda, misalnya : ada
yang membeli setiap hari, satu minggu sekali, dua minggu sekali, tiga minggu sekali atau
6. Metode Pembayaran
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang metode pembayaran yang akan dilakukan
dalam pengambilan keputusan konsumen menggunakan produk atau jasa. Saat ini keputusan
pembelian dipengaruhi oleh tidak hanya aspek budaya, lingkungan, dan keluarga, keputusan
pembelian juga dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan dalam transaksi pembelian
sehingga memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi baik di dalam maupun di luar
rumah.
[Link] Indikator Keputusan Pembelian
Menurut sutikno (2013) manfaat dari adanya keputusan pembelian adalah sebagai berikut:
1) Untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kaan
pembuat keputusan dapat meenankana harga tiket transprtasi di hai raya terrsebut.
3) Pemasaan social, yaitu peenyebarran ide di antara konsumen. Dengan memahami sika
konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseoang dapat menyebarkan ide dengan cepat
dan efekti.
Store Atmosphere adalah satu penataan lingkungan yang dirancang untuk membuat
mengatakan bahwa “Store Atmosphere adalah desain lingkungan melalui komunikasi visual,
pencahayaan, warna, musik, dan wangi-wangian untuk merancang respon emosional dan
persepsi pelanggan dan untuk mempengaruhi pelanggan dalam membeli barang. (liat di jurnal
Store atmosphere (suasana toko) merupakan salah satu unsur dariretailing mix yangjuga
harus diperhatikan oleh suatu bisnis ritel. Menurut Kotler dan Keller (2013 : 177) Store
atmosphere merupakan unsur senjata lain yang dimiliki toko. Setiap toko mempunyai tata
letak fisik yang memudahkan atau menyulitkan pembeli untuk berputar-putar didalamnya.
Setiap toko mempunyai penampilan. Toko harus membentuksuasana terencana yang sesuai
dengan pasar sasarannya dan yang dapat menarik konsumen untuk membeli.
Menurut Christina Whidiya Utami (2012:127), definisi atmosfer tokoadalah Suasana Toko
yang merupakan kombinasi dari karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak,
pencahayaan, pemajangan, warna, temperatur,musik serta aroma yang secara meyeluruh akan
menciptakan citra dalam benak konsumen. Melalui suasana yang sengaja diciptakan, ritel
berupaya untuk mengkomunikasikan informasi yang terkait dengan layanan, harga maupun
Store atmosphere adalah keseluruhan efek emosional yang diciptakan oleh atribut fisik toko
dimana diharapkan mampu memuaskan kedua belah pihak yang terkait, retailer dan para
konsumennya. Atmosphere toko yang menyenangkan hendaknya dapat dilihat dari atribut
yang dapat menarik ke lima indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman,
Proses penciptaan store atmosphere adalah kegiatan merancang lingkungan pembelian dalam
suatu toko dengan menentukan karakteristik toko tersebut melalui pengaturan dan pemilihan
fasilitas fisik toko dan aktifitas barang dagangan. Lingkungan pembelian yang terbentuk,
tersebutdirancang untuk menghasilkan pengaruh atau respon emosional dan persepsi khusus
Menurut Berman dan Evans dalam Fuad (2010:3) terdapat empat elemen store atmosphere
yang berpengaruh terhadap suasana toko yang ingin diciptakan yaitu store Exterior, General
Interior, Store Layout dan Interior Display. Adapun keempat elemen tersebut akan dijelaskan
lebih lengkap sebagai berikut:
a. Store exterior
Menurut Devi Puspitasari (2012: 27) mengemukan penjelasan dari exterior adalah elemen
yang sangat penting dalam bisnis retail, sabagai media perantara yang menampilkan image
perusahaan dan masyarakat Menurut Berman dan Evans dalam Fuad (2010:3) Store exterior
adalah bagian depan toko mencerminkan kemantapan dan kekokohan spirit perusahaan dan
sifat kegiatan yang ada di dalamnya, serta dapat menciptakan kepercayaan dan goodwill bagi
sering menyatakan lambang. Yang termasuk dalam bagian elemen-elemen store exterior
terdiri dari :
Bagian depan toko meliputi kombinasi dari marquee (papan nama), pintu masuk dan
hal-hal lain yang sesuai dengan citra toko tersebut. Konsumen baru sering menilai toko dari
penampilan luarnya terlebih dahulu sehingga exterior merupakan faktor penting yang dapat
Marquee adalah suatu tanda yang digunakan untuk memajang nama atau logo suatu toko.
Marquee dapat dibuat dengan teknik pewarnaan, penulisan huruf atau penggunaan lampu
neon dan dapat terdiri dari nama atau logo saja atau dikombinasikan dengan slogan dan
informasi lainnya. Supaya efektif, marquee harus diletakkan di luar, terlihat berbeda dan
3) Pintu masuk
Pintu masuk harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga dapat mengundang konsumen
untuk masuk melihat ke dalam toko dan mengurangi lalu lintas kemacetan keluar masuk
konsumen. Pintu masuk mempunyai tiga masalah utama yang harus diputuskan:
a) Jumlah pintu masuk, disesuaikan dengan besar kecilnya bangunan salah satu faktor
b) Jenis pintu masuk yang akan digunakan, apakah akan menggunakan pintu otomatis
c) Lebar pintu masuk, pintu masuk yang lebar akan menciptakan suasana dan kesan
yang berbeda dibandingkan dengan pintu masuk yang sempit, kecil, dan berdesak-desakan.
Menghindari kemacetan arus lalu lintas orang yang masuk dan keluar toko.
Dapat mempengaruhi kesan tertentu terhadap toko tersebut, misalnya tingginya langit-langit
5) Keunikan
Dapat dicapai melalui desain toko yang lain daripada yang lain, seperti papan nama yang
mencolok, etalase yang menarik, tinggi dan ukuran gedung yang berbeda dari sekitarnya.
6) Lingkungan sekitar
Citra toko dipengaruhi oleh keadaan lingkungan masyarakat dimana toko itu berada.
Tempat parkir merupakan hal yang sangat penting bagi konsumen. Tempat parkir yang luas,
aman, gratis dan mempunyai yang dekat dengan toko akan menciptakan atmosphere yang
b. General interior
General interior dari suatu toko harus dirancang untuk memaksimalkan visual merchandising.
Seperti diketahui, iklan dapat menarik pembeli untuk datang ke toko, tapi yang paling utama
yang dapat membuat penjualan setelah pembelian berada di toko adalah display. Display
yang baik adalah yang dapat menarik perhatian para konsumen dan membantu mereka agar
pembelian ketika konsumen masuk ke dalam toko. Kesan general interior ini dapat diciptakan
Penentuan jenis lantai (kayu, keramik, karpet) ukuran, desain, dan warna lantai penting
karena konsumen dapat mengembangkan persepsi mereka berdasarkan apa yang mereka
lihat.
Warna dan tata cahaya dapat memberikan image pada pelanggan. Warna cerah dan terang
akan memberikan image berbeda dengan warna lembut dan kurang terang. Tata cahayabisa
memberikan dampak langsung maupun tidak langsung. Tata cahaya yang baik mempunyai
kualitas dan warna yang dapat membuat produk-produk yang ditawarkan terlihat lebih
3. Fixtures
Memilih peralatan penunjang dan cara penyusunan barang harus dilakukan dengan baik agar
didapat hasil yang sesuai dengan keinginan karena barang-barang tersebut berbeda bentuk,
4. Temperature
Pengelola toko harus mengatur suhu udara, agar udara di dalam ruangan jangan terlalu panas
atau dingin. Suhu udara juga berpengaruh pada kenyamanan konsumen. Konsumen
cenderungtidak nyaman dengan ruangan panas dibandingkan dengan tokodengan suhu
ruangan dingin. Sehingga image toko juga dipengaruhi dengan penggunaan AC baik sentral
Jarak antara rak barang harus diatur sedemikian rupa agar cukuplebar dan membuat
6. Dead areas
Dead area merupakan ruangan di dalam toko dimana displayyang normal tidak bisa
diterapkan karena akan terasa janggal, misalnya pintu masuk, toilet, dan sudut ruangan.
7. Personal
cukup mengenai produk yang dijual akan meningkatkan citra perusahaan dan loyalitas
8. Merchandise
Barang dagangan yang dijual pengecer juga mempengaruhi citratoko. Pengelola toko harus
memutuskan mengenai variasi, warna, ukuran, kualitas, lebar, dan kedalaman produk yang
9. Lebel harga
Label harga juga mempengaruhi persepsi konsumen. Label harga bisa dicantumkan pada
kemasan produk tersebut, pada rak tempat produk tersebut, dipajang atau kombinasi dari
keduannya.
10. Kasir
Pengelola toko harus memutuskan dua hal yang berkenaan dengan kasir. Pertama adalah
penentuan jumlah kasir yang memadai agar konsumen tak terlalu lama antri atau menunggu
untuk melakukan proses pembayaran. Kedua adalah penentuan lokasi kasir, kasir harus
Pengelola toko harus dapat melayani konsumen secanggih mungkin. Misalnya dalam proses
pembayaran harus dibuat secanggih mungkin dan cepat baik pembayaran secara tunai atau
menggunakan pembayaran dengan cara lain seperti kartu kredit atau debet,diskon dan
voucher.
12. Kebersihan
Kebersihan dapat menjadi pertimbangan utama bagi konsumen untuk berbelanja di toko.
Pengelola toko harus mempunyai rencana yang baik dalam pemeliharaan kebersihan toko
walaupun exteriordan interior baik apabila tidak dirawat kebersihannya akan menimbulkan
c. Store layout
Menurut Devi Puspitasari (2012: 30) Layout toko adalah gambar tampak atas yang berskala
dari sebuah area toko yang memperlihatkan pembagian area. Tujuan layout toko adalah untuk
menciptakan lalu lintas yang hidup di dalamnya dengan mengekspos barang dagangan
sebanyak mungkin kepada konsumen agar penjualan optimal Store layout atau tata letak toko,
merupakan rencana untuk menentukan lokasi tertentu dan pengaturan dari jalan/gang di
dalam toko yang cukup lebar yang memudahkan para konsumen untuk berlalulalangdi
dalamnya. Store layout akan mengundang masuk atau menyebabkan konsumen menjauhi
toko tersebut ketika konsumen tersebut melihat bagian dalam toko melalui jendela etalase
atau pintu masuk. Layout yang baik akan mampu mengundang konsumen untuk betah
1) Alokasi lantai ruangan, dalam suatu toko, ruangan yang ada harus dialokasikan untuk:
Area yang digunakan untuk memajang barang dagangan, interaksi antara karyawan bagian
Area bukan untuk display yang digunkan untuk persediaan barang atau gudang. Misalkan
Area yang digunakan untuk tempat berganti baju seragam, untuk istirahat, maupun makan
siang. Ruangan ini harus mimiliki kontrol ketat karena hal ini dipengaruhi oleh moral
Area yang dibuat untuk meningkatkan kenyamanan konsumen seperti toilet, cafe, ruang
yang menunjukkan sifat konsumen pada saat membeli yaitu meliputi jumlah yang dibeli,
pembelian dilakukan pada waktu mendadak atau telah direncanakan. Hal ini menimbulkan
dorongan pada konsumen untuk membeli dan menghabiskan waktu yang lebih banyak dalam
berbelanja.
yang memerlukan penanganan khusus. Supermarket memiliki kulkas dan ruangan bersuhu
dingin.
3) Traffic Flow (pola arus lalu lintas), dibagi menjadi dua dasar yaitu:
a) Arus lalu lintas lurus. Pengaturan pola lalu lintas yang mengarahkan pelanggan sesuai
d. Interior Display
Interior display merupakan tanda-tanda yang digunakan untuk memberikan informasi kepada
konsumen untuk mempengaruhi suasana lingkungan toko, dengan tujuan utama untuk
meningkatkan penjualan dan laba toko tersebut. Yang termasuk interior display terdiri dari:
1) Assortment display
pelanggan. Dengan berbagai macam barang secara terbuka memberikan kesempatan pada
2) Theme-setting display
Display ini menyesuaikan dengan lingkungan/musiman. Pengecer display tergantung
tren maupun even khusus. Seluruh ataubeberapa toko diadaptasi untuk even
tertentu, seperti Lebaran Sale atau Chirstmas Sale yang digunakan untuk menarik konsumen.
Setiap tema spesial yang dihadirkan membuat toko lebih menarik perhatian dan membuat
3) Ensemble display
Display ini cukup popular pada akhir-akhir ini, yaitu denganmelakukan pengelompokan dan
memajang dalam kategori terpisah (misal bagian kaos kaki, pakaian dalam dan lain-
lain),kemudian secara lengkap dipajang pada suatu tempat, misal dalam satu rak.
Biasanya digunakan untuk penjual pakaian, perlengkapan rumah danlainnya. Rak ini
memiliki fungsi utama yaitu untuk memajang dan meletakkan barang dagangan secara rapi.
Case berfungsi untuk memajang barang yang lebih berat atau besar daripada barang di rak.
toko. Iklan yang dapat mendorong konsumen untuk berbelanja barang adalah iklan promosi
barang baru atau diskon khusus untuk barang tertentu. Tujuan dari tanda-tanda itu sendiri
untuk meningkatkan penjualan barang melalui informasi yang diberikan konsumen secara
baik dan benar. Daerah belanja yang kurang diminati biasanya dibuat menarik dengan
Produk memiliki arti penting bagi perusahaan karena tanpa adanya produk,
perusahaan tidak akan dapat melakukan apapun dari usahanya. Pembeli akan
membeli produk jika merasa cocok, karena itu produk harus disesuaikan dengan
kata lain, pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan pasar atau
selera konsumen. Kualitas produk merupakan salah satu alat ukur tingkat
mampu memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh konsumen atas produk atau
jasa. Karena kualitas memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang maka kualitas
harus memiliki standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Dalam menentukan
tingkat kepuasan, seorang pelanggan sering kali melihat dari nilai lebih suatu
produk atau kinerja pelayanan yang diterima dari suatu proses pembelian produk
(jasa).
performance that is appropriate, or even beyond what the customer want.” David
merupakan nilai dari suatu produk yang dapat memenuhi harapan serta kebutuhan
produk atau jasa dengan maksud yang diharapkan atau diinginkan oleh konsumen.
Menurut David Garvin yang dikutip dalam buku Fandy Tjiptono (2016:129),
1. Transcendental approach
Kualitas dalam pendekatan ini dapat dirasakan atau diketahui tetapi sulit
dalam seni musik, drama, seni tari, dan seni rupa. Selain perusahaan dapat
kualitas.
2. Product-based approach
yang dimiliki produk. Karena pandangan ini sangat objektif, maka tidak dapat
keinginan yang berbeda pula, sehingga kualitas bagi seseorang adalah sama
suatu produk pasti akan berbeda-beda pula pandangannya. Suatu produk yang
4. Manufacturing-based approach
5. Value-based approach
Pendekatan ini memandang kualitas dari segi nilai dan harga dengan
sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu produk
yang paling bernilai. Akan tetapi yang paling bernilai adalah produk atau jasa
menganalisis karakteristik dari suatu produk. Menurut David Garvin dalam buku Fandy
sebagaimana fungsinya.
terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis.
7. (Esthetica) Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Misal
keindahan desain produk, keunikan model produk, dan kombinasi
beberapa dimensi di atas, peneliti menarik beberapa factor yang relevan dalam
1) Manusia
SDM adalah komponen utama yang memberdayakan cara paling umum untuk
menambah harga diri.
2) Metode
Ini mencakup teknik kerja di mana setiap individu harus melakukan pekerjaan
sesuai dengan tugas yang diberikan kepada setiap orang. Strategi ini merupakan
metodologi kerja terbaik dengan tujuan agar setiap orang dapat melaksanakan
kewajibannya dengan sukses dan efektif.
3) Mesin
Mesin atau perlengkapan yang digunakan selama waktu yang dihabiskan untuk
meningkatkan hasil. Dengan menggunakan mesin sebagai peralatan pendukung untuk
perakitan suatu barang, memungkinkan variasi yang berbeda dalam struktur, jumlah,
dan kecepatan ukuran penyelesaian pekerjaan.
4) Bahan
Jenis bahan mentah yang disiapkan untuk memberikan nilai tambah ke dalam
hasil sangat berbeda. Variasi bahan mentah yang digunakan akan mempengaruhi
nilai hasil yang berbeda pula.
5) Ukuran
Dalam setiap fase penciptaan harus ada tindakan sebagai standar penilaian
sehingga setiap fase penciptaan dapat dievaluasi untuk pamerannya. Kapasitas
ukuran standar ini merupakan faktor penting untuk memperkirakan tampilan
semua fase interaksi penciptaan, dengan tujuan bahwa hasil yang didapat sesuai
dengan pengaturan.
6) Lingkungan
Lingkungan di mana siklus penciptaan ditemukan secara signifikan
mempengaruhi hasil atau pelaksanaan interaksi penciptaan. Ketika tempat kerja
berubah, presentasi juga akan berubah. Banyaknya variabel ekologi luar dapat
mempengaruhi kelima komponen yang dirujuk di atas sehingga dapat
menimbulkan keragaman dalam tugas pekerjaan.