Pengenalan Olah Raga Arus Deras
ORAD atau yang kita kenal dengan arung jeram merupakan suatu aktivitas pengarungan sungai
berjeram/riam dengan menggunakan perahu karet, kayak, atau canoe serta dayung sebagai pengayuh. Aktivitas
yang akhir-akhir ini semakin menarik minat para pemakai baik dari kalangan pecinta alam maupun kalangan umum,
sebenarnya mempunyai potensi kecelakaan yang paling tinggi dalam dunia olahraga. Tapi apabila dikerjakan
dengan prosedur, pengetahuan, dan keahlian memadai akan berubah menjadi kegiatan yang sangat menarik dan
menantang.
Keahlian dan kemampuan mengarungi sungai dengan benar sangat bergantung kepada frekuensi latihan
dan jam terbang mengarungi sungai itu sendiri. Kalau untuk menjadi pengarung yang handal selain syarat diatas,
juga dibutuhkan pemahaman dan penguasaan keadaan darurat yang terjadi di sungai dan tindakan
penanggulangannya (safety and rescue).
Selain itu pemahaman tentang sungai baik proses pembentukan, sifat-sifat, dan bentukan lain yang ada di
sepanjang sungai harus kita kuasai pula untuk meningkatkan kenyamanan pengarungan sungai yang kita lakukan.
Dan yang tak kalah penting harus kita selalu ingat adalah ketika pengarungan sungai, baik yang berhubungan
dengan alam sekitar sungai, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat sepanjang sungai yang kita arungi.
SUNGAI
Pengetahuan yang lebih mendalam tentang pembentukan sungai tidakakan kita bahas di sini karena hal itu
sangat luas dan dapat siswa ketahui dalam ilmu geomorfologi lebih lanjut, tetapi hal-hal yang berkaitan lebih
lanjut akan kita uraikan di sini akan bermanfaat dalam pengarungan sungai.
Debit Sungai
Atau juga volume air Adalah jumlah air yang. Semakin besar volume air sungai, semakin deras aliran airnya.
Debit air sungai dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/det). Besar kecilnya debit aor dungai
mempengaruhi dalam melakukan pengarungan.
Terjadinya Riam / Jeram
Beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya riam :
1. Kemiringan Sungai
Kemiringan atau gradient sungai berpengaruh terhadap tingkat kecepatan aliran sungai, yang
menunjukkan nilai rata-rtata penurunan sungai sepanjang jarak tertentu (m atau km). Sungai dengan
kemiringan sampai dengan 15 m/km mempunyai aliran yang pelan dan mudah untuk diarungi, sedangkan
diatas 40 m/km alirannya cepat dan berbahaya untuk diarungi.
2. Bongkahan dasar atau bongkah-bongkah diatas sungai
Bongkah-bongkah bisa berasal dari sisa endapan batuan dasar sungai atau longsoran dari dinding
sungai akibat terkikis arus air pada kaki tebing
3. Penyempitan
Semakin sempit daerah tersebut, semakin cepat aliran airnya
2
Arus Sungai
Adalah arah yang dituju aliran air yang disebabkan perbedaan tinggi. Kecepatan aliran tergantung pada
gradient dan ukuran sungai. Dengan volume yang sama, ukuran sungai yang lebih sempit atau gradient yang lebih
besar akan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sungai yang memiliki ukuran yang lebih
lebar atau gradient yang lebih kecil.
Selain air, sungai juga dipenuhi oleh materi air, misal batuan yang memiliki komposisi terbesar. Keberadaan batu
ini sangat mempengaruhi aliran air yang ada dan menyebabkan air terbelah dan membentuk suatu alur menyerupai
huruf V.
Bentuk – bentuk arus sungai
1. Arus utama (mainstream)
Merupakan arus yang paling besar jika semua arus dibagi menjadibeberapa aliran dan merupakan bagian yang
palingmudah dikenali. Dengan kondisi ini arus utama memiliki kekuatan yang paling besar dan terlihat berupa lidah
yang paling besar. Pada sungai yang lurus, arus utama biasanya terletak di bagian tengah dan pada belokan sungai
arus ini berada pada sisi luar sungaiyang disebabkan adanya gaya sentrifugal. Dalam pengarungan sungai, arus
utama ini biasanya dipilih sebagai jalur utama karena arusnya yang paling cepat dan besar yang akan
mempercepat lagi perahu.
2. Gelombang berdiri (Standing Wave)
Biasa terda[pat pada akhir lidah air. Gelombang ini terjadi karena benturan arus kuat di permukaan dengan
artus lambat yang mengalirdatar di bawahnya yang menyebabkan air naik membentuk gelombang ke atas secara
tetap. Bentukan ini berangkai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Gelombang dengan tinggi 3 meter disebut
haystack. Gelombang dengan puncak yang curam dan terpecah dibagian puncaknya memiliki daya balik yang tinggi
dan sangat berbahaya, sedangkan yang meimiliki puncak yang relatif datar/tumpul merupakan jalur yang aman.
2
3. Arus balik(Reversal)
Adanya perubahan bidang jatuh yang cukup drastis menyebabkanarus berputar ke atas yang biasa kita sebut
hole. Bidang jatuh yang cukup vertikal akan menyebabkan arus putar dari bawah dengan daya putar yang lebih
kuat dari yang biasa yang disebut Hydrolic.
Hidrolik
back curling
Pada dasar sungai yang cukup terjal tetapi dasarnya ynag tiba-tibalandai menyebabkan arus kuat
tertahan dan berbalik membentuk putaran di atasnya yang disebut Back Curling. Semua arus jenis ini
menyebabkan perahu terhenti bahkan jika cukup besar akan menyebabkan perahu terbaik atau tersedot ke
dalam. Lebih baik menghindari arus ini, tetapi jika sudah terlanjur usahakan perahu dalam kondisi lurus dan
dayung maju dalam agar mencapai arus maju di dalam sungai sehingga dapat segera keluar dari arus balik
tersebut.
4. Pusaran air ( EDDIES )
2
Biasa terbentuk dibalik batu atau tikungan dimana air berhenti dan berbalik arah ke hulu membentuk
suatu pusaran. Putaran yang cukup kuat akan menjadi putaran turbulensi yang berbahaya karena arus yang tidak
kuat, arus ini sangat bermanfaat untuk tempat istirahat, tempat penyelamatan, dan tempat untuk mengamati
jalur di depan sebelum menentukan manuver berikutnya.
Bentukan-Bentukan Lain
Adalah material lain selain air yang terdapat di sepanjang sungai, yakni :
1. Batuan (rock, boulder)
Letak batuan yang tidak teratur menimbulkan variasi aliran pada sungai yang membutuhkan kemampuan
manuver untuk melaluinya. Batu yang cukup besar dan menyembul keluar permukaan dapat menyebabkan
perahu tersangkut (Wrapped).
2. Undercut
Terdapat di tikungan sungai karena terkikisnya dinding sungai hingga membentuk suatu rongga. Dalam
rongga yang cukup besar akan menyebabkan arus berpusar yang menyebabkan benda yang masuk ke
dalamnya sulit untuk muncul lagi.
3. Hambatan (Strainer)
Adalah rintangan yang berupa pohon tumbang di atas aliran sungai yang akan menyebabkan perahu
tersangkut.
4. Penyempitan Sungai (Contriction, bottleneck)
Arus akan mengalir cepat pada daerah ini, sehingga laju perahu menjadi bertambah cepat dari yang kita
kehendaki dan akan menyulitkan pengarungan.
5. Pendangkalan Sungai (Shallows)
Sungai yang dangkal biasa terjadi karena pelebaran sungai sehingga perahu tidak bisa lewat karena
perahu akan tersangkut dasar sungai.
6. Reruntuhan batu /tebing
Skala tingkat kesulitan
INTERNATIONAL WESTERN DESCRIPTION
SCALE SCALE
I 0–1 air mendatar dan tenang
II 2–3 Ombak bergelombang kecil, mudah dan tidak ada
rintangan /hambatan yang berarti. Lintasan jalur/ alur
sungai sangat jelas
III 4–5 tingkat kesulitan jeram agak moderat, sedang, dan
lintasan jalur/alur sungai sangat jelas. Memerlukan
pengalaman yang cukup ditambah perlengkapan dan
perahu yang memadai.
IV 5–6 Sulit, ombak bergelombang tinggi dan tak beraturan,
2
berbatu-batu, banyak pusaran air,jeram berlintasan
sangat jelas tapi sempit. Untuk mengarunginya
dibutuhkan keahlian meng-kendalikan perahu.
V 7–8 Sangat sulit,aliran sungai berjeram panjang dan
berturut-turut dan berombak kuat,tak beraturan dan
banyak batuan yang membahayakan, pusaran air yang
berbuih-buih,lintasan sulit [Link] kendali
yang tepat dan [Link] awak perahu yang
berpengalaman dan perlengkapan yang terbaik.
VI 9 – 10 Teramat sangat sulit, jeramnya sulit dikendalikan
berbahaya dan berturut - turut sepanjang jarak
tertentu. Diantara awak perahu tidak ada kesempatan
saling menyapa,karena setiap saat dihadapi arus
berbahaya, aliran yang sangat curam. Kondisi seperti
ini sangat memerlukan awak perahu dan perlengkapan
yang [Link] awak harus berhati - hati dan
tetap waspada.
U Sama sekali tidak mungkin dilalui
PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
Perlengkapan Pribadi
1. Pelampung
Selain daya apung yang sesuai dengan tubuh kita,
kenyamanan saat dipergunakan merupakan syarat
pelampung yang dapat kita pergunakan. Komposisi
pelampung yang baik adalah yang berisi gabus tebal dan
bagian belakang pelampung yang lebih tipis dari bagian
depan sehingga jika kita terjatuh di air dan pingsan, akan
berada dalam kondisi terlentang. Di samping itu terdapat
pelindung kepala bagian belakang yakni kerah pada bagian
belakang atas pelampung.
2. Pakaian
2
Pakaian yang tidak berat saat basah dan memberikan ruang gerak yang leluasa sangat cocok untuk
dipergunakan. Usahakan yang berlengan panjang untuk melindingi kulit untuk melindungi kulit dari sengatan
sinar matahari.
3. Alas kaki
Melindungi telapak kaki dari kemungkinan lecet atau terluka. Sepatu kanvas atau parasit yang tidak
mengganggu saat kita berenang dapat dipergunakan.
4. Helm
Melindungi kepala dari benturan dengan benda keras terutama saat terlempar dari
perahu. Pilih yang ringan,tahan pecah, dan tidak mengganggu pandangan mata dan pendengaran
serta pas ukurannya.
5. Survival Kit
Terdiri dari korek api, pisau lipat, dan perlengkapan survival lainnya. Lebih baik jika kita kemas dalam tas
pinggang sehingga mudah kita sandang. Untuk seorang kapten/leader bisa ditambah dengan pullay /katrol,
carabiner, peluit, tali prusik, dan anchor artificial.
6. Karabiner
7. Prusik
8. Pisau
Peralatan Kelompok
1. Perahu
Secara garis besar dibagi menjadi tiga jenis :
a. Perahu Karet ( Raft)
Terbentuk dari tabung udara yang terbuat dari
karet yang bersekat yang membentuk sel/ruang
terpisah yang apabila terkadi bocor pada satu sel;
tidak berpengaruh ke sel yang lain.
Jenis yang ada seperti :
Riverboat yang dibuat khusus untuk mengarungi
sungai
Cataraft yangh berbentuk seperti potlot
LCR (Landing Craft Rubber) yang
berbentuk seperti tapal kuda
dengan tempat dudukan mesin
yang biasa digunakan marinir
dalam misi pendaratan
b. Canoe
2
Berbentuk lancip, terbuka, dan ukurannya lebih besar dari kayak yang dikendalikan oleh satu atau
dua orang dengan kaki melipat kebawah tempat duduk.
c. Kayak (Decked Boat)
Berbentuk lancip pada bagian depan dan belakangnya, tertutup digunakan oleh satu orang dengan
dayung dua bilah atau dua orang dengan dayung satu bilah
2. Dayung
Sebagai alat pengayuh terbuat daribahan yang kuat tetapi ringan dan usahakan berwarna mencolok dan
lentur. Bahan yang cukup baik adalah plastik, selain itu dapat juga kayu, fiberglass, serta kombinasi kayu
dengan aluminium atau fiberglass. Untuk pengarungan sungai dengan perahu karet terdapat dua jenis
dayung yakni :
Paddle
Oar
3. Pompa
Bahan yang bagus terbuat dari plastik karena ringan. Ada
pompa injak dan pompa tangan. Pompa ini harus selalu ada
dalam setiap pengarungan.
4. Tali lempar (throw bag)
2
Disamping sebagai penambat perahu dan pembalik perahu (flip line) juga sangat berfungsi sebagai alat
penyelamatan. Untuk tali penyelamatan (throwing bag) ini, biasanya terbuat dari kernmantel statis yang
dikemas dalam sebuah kantong sepanjang tiga puluh sampai empat puluh meter.
5. Alat Reparasi
Digunakan untuk penanggulangan kebocoran pada perahu atau pompa. Alat perekat/lem, alat jahit, karet
bekas, serta beberapa kunci pas dapat kita pergunakan untuk keperluan reparasi.
6. Dry bag
Seperti carrier yang terbuat dari bahan anti air dengan kapasitas yang
diselesaikan lama perjalanan yang melindungi makanan dan pakaian serta peralatan
lain yang tidak boleh basah.
7. Peta
Digunakan terutama pada sungai yang baru pertama kali kita arungi, untuk
mengetahui kondisi sungai sehingga kita menyusun rencana manuver dan perjalanan yang aman.
8. Perlengkapan P3K
Disesuaikan dengan jumlah awak, lama pengarungan, dan hal-hal yang mungkin terjadi sepanjang sungai.
9. Perlengkapan Tambahan
Untuk pengarungan yang memakan jangka waktu yang cukup lama dapat ditambahkan peralatan
komunikasi, peralatan camping, dan yang sesuai dengan kebutuhan tambahan.
Safety/Keselamatan
Untuk menjaga keselamatan seluruh awak, maka safety prosedur yang ada harus kita upayakan sedini
mungkin, yang meliputi :
1. Penggunaan peralatan standar
2. Penguasaan dan pemahaman teknik-teknik dan pengetahuan tentang ORAD
3. Persiapan fisik dan mental
4. Mengetahui batas kemampuan
Tetapi meskipun kita telah mengupayakan hal tersebut secara maksimal, kita tetap harus mempersiapkan diri
menghadapi keadaan darurat.
1. Self Rescue
Jika terlempar dari perahu usahakan jangan panik berteriak agar diketahui oleh awak lainnya sehingga
dapat diusahakan pertolongan secepatnya dan apabila mungkin diusahakan jangan melepas dayung agar dapat
memperpanjang jangkauan dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu renang. Apabila ternyata jauh dari
jangkauan usahakan jangan panik dan melihat situasi serta berenang ke arah tepi sungai atau perahu. Cara
berenang yang benar yakni dengan posisi terlentang dan kaki berada di depan kita seolah-olah kita dapat
melihat ujung kaki kita. Apabilka masuk ke dalam sebuah hole, usahakan berenang ke arah samping atau
masuk ke dasar sungai dan sekalian mengikuti arus bawah ke depan.
2
Berenang Pasif dan berenang aktif
2. Menabrak Batu (Boom)
Jika tidak dapat dihindarkan, biarkan perahu moncongnya tetap mengarah ke batu sehingga perahu akan
terhenti sesaat dan berputar mengikuti arus di sekitar batu dan usahakan awak tetap dalam
kondisimendayung serta penumpang bagian belakang pindah ke tengah agar tidak terpental dan perahu tidak
terbalik atau tersangkut pada batu tersebut.
3. Perahu Terbalik
Usahakan segera menjangkau ke arah perahu dan naik
lewat buritandan membalikkannya sebelum bahaya lain
menunggu di depan. Apabila terjebak dalam perahu usahakan
segera keluar untuk menghindari benturan batu. Apabila tidak
memungkinkan untuk membalik, maka kendalikan perahu dalam
kondisi terbalik dan tunggu sampai kita dapati daerah yang
tenag dan memungkinkan untuk membalikkan perahu.
4. Menempel di Batu (Wrapped)
Saat perahu bagian tengah menabrak perahu usahakan secepatnya seluruh awak berpindah ke tempat
dimana paling dekat dengan batu untuk menghindari terjadinya wrapped. Apabila terjadi wrapped usahakan
2
segera naik ke atas batu dan berenang ke pinggir untuk melepas perahu yang melekat di batu tersebut.
Teknik terbaru adalah ‘z-drag’, yakni teknik melepaskan perahu dengan membuat bentuk tali menyerupai
huruf z dengan bantuan carabinerd an pulley.
Penyelamatan
Ditujukan untuk penyelamatan diri sendiri atau teman kita. Disamping itu bisa ditujukan ke perahu atau
awak perahu.
1. Penyelamatan dengan tali
Digunakan jika ada awak perahu yang terlempar dari perahu dan hanyut terbawa arus, yang dilakukan dari
darat dengan cara melempar tali (throwing bag). Sebelum melempar tali usahakan agar korban mengetahui
tali itu dilempar untuk penyelamatannya, dengan posisi pelempar pada 45 derajat dari korban sehingga
dengan dorongan arus posisi korban berada di depan pelempar. Untuk posisi korban dalam memegang tali
rescue seperti gambar berikut.
2. Penyelamatan perahu
2
Apabila terjadi wrapped maka teknik ‘z-drag’ seperti di atas dapat kita pakai, tetapi apabila ada awak
yang terjepit perahu, maka penanggulangan secepat mungkin dibutuhkan untuk penyelamatan nyawa awak,
yakni dengan mengurangi tekanan udara perahu dengan cara merobek perahu sehingga awak perahu
yangterjepit dapat segera keluar dari himpitan.
TEKNIK DASAR PENGARUNGAN SUNGAI
Keterampilan mengarungi sungai tidak hanya memerlukan waktu yang panjang, tetapi juga dibutuhkan
kemampuan pemahaman segala teknik pengarungan sungai serta kemampuan penyelamatan dan pertolongan
(safety and rescue). Jadi pada dasarnya kombinasi pengetahuan teoritis dan jam terbang.
Scouting
Adalah pengamatan awal terhadap jeram yang belum dikenal sebelum mengarunginya bisa dilakukan di atas
perahu atau dari tepian sungai, yang meliputi :
Pengamatan suatu jeram dari beberapa sudut pandang
Analisis tingkat kesulitan jeram, mencariu jalur teraman, dan kemungkinan terjadi trouble
Memformulasikan rencana yang direncanakan termasuk jalur yangdisepakati, jalur cadangan, manuver
yang akan digunakan, dan persiapan tim rescue apabila dibutuhkan
Pelaksanaan
Untuk tingkat pemula, scouting ini sangat bijaksana untuk selalu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan. Tidak ada kata ‘haram’ untuk melakukan lining atau portadging apabila jeram tersebut memang tidak
bisa dilewati.
Lining adalah menuntun perahu lewat tepi sungai, sedangkan portadging adalah mengangkat perahu lewat darat.
Teknik Mendayung
Untuk dapat berarung jeram/mengendalikan perahu maka kita wajib menguasai salah satu tekhnik dasar
dalam berarung jeram yaitu tekhnik dayungan. Mendayung dilakukan dengan tujuan untuk memindahkan perahu
dari suatu posisi ke posisi yang lain. Dalam berarung jeram, dayungan dikomando oleh seorang skipper. Beberapa
teknik dayungan yang wajib dikuasai jika kita ingin berarung jeram yaitu:
1. Teknik Oar
Karena telah dilengkapi dengan rangka untuk tempat duduk dan pegangan dayung di tengah, maka cara
duduknya sesuai kondisi di perahu. Sedangkan teknik mendayungnya hanya maju (forward stroke) dan mundur
(backstroke). Untuk membelokkan perahu dapat dengan kombinasi dayung kanan maju dan kiri mundur atau
sebaliknya.
2. Teknik Paddle
Ada dua macam cara duduk dalam teknik ini yaitu teknik cowboy style, yakni posisi menunggang kuda,
kaki pendayung menjepit tabung perahu sehingga salah satu kaki berada di luar perahu, tetapi rawan
terhadap benturan dengan batu/dinding sungai. Cara lain adalah seperti perempuan membonceng sepeda
motor, kedua kaki ke dalam bagian dalam perahu.
2
Untuk cara mendayung, antara lain :
Dayung Maju (Forward paddle /forward stroke)
Tujuan dari dayung maju ini adalah untuk menggerakkan perahu kearah depan (maju). Caranya yaitu
dengan cara menancapkan dayung didepan kemudian ditarik kebelakang sampai sejajar dengan pantat.
Angkat bilah dayung ulangi ke posisi semula dan seterusnya.
Dayung Mundur (Back Paddle/Back Stroke)
Tujuan dari dayung mundur ini adalah untuk menggerakkan
perahu kebelakang ataupun untuk memperlambat laju perahu.
Caranya yaitu kebalikan dari dayung maju yaitu dengan
menancapkan bilah jauh dibelakang posisi badan kita kemudian
tarik kedepan sampai posisi awal dayung maju.
Dayung Tarik (Kanan)
Tujuan dari dayung tarik ini yaitu untuk menggeser perahu kearah
kanan. Dalam berarung jeram biasanya digunakan untuk menghindari
batu ataupun rintangan yang terletak disebelah kiri perahu sehingga
tidak terjadi benturan dengan perahu. Caranya yaitu awak yang
terletak disebelah kanan menancapkan dayung jauh kesamping dan
menariknya kearah perahu sedangkan awak yang terletak disebelah
kiri manancapkan dayungnya tegak lurus mendekati lambung perahu
dan ditolak menjauhi perahu.
Dalam dayung tarik ini, usahakan posisi dayung tetap tegak lurus (900)
terhadap permukaan air.
Dayung Tarik (kiri)
Dayung tarik (kiri) ini berlawanan dengan dayung kanan tarik.
Tujuan dari dayung tarik ini yaitu untuk menggeser perahu
kearah kiri. Caranya yaitu awak yang terletak disebelah kiri
menancapkan dayung jauh kesamping dan menariknya kearah
perahu sedangkan awak yang terletak disebelah kanan
manancapkan dayungnya tegak lurus mendekati lambung perahu
dan ditolak menjauhi perahu.
Dayung Pancung (kanan)
Tujuan dari dayung Pancung Kanan ini yaitu untuk membelokkan perahu kearah kiri. Caranya yaitu
awak dalam perahu yang terletak paling depan, sebelah kanan mengambil dayungan dari arah
depan perahu ditarik kearah samping kanan perahu sedangkan awak yang terletak disebelah kiri
mengambil dayungan dari samping kiri perahu digeser sampai depan perahu.
2
Dayung pancung ini sering digunakan ketika dalam jeram untuk menghindari batu atau rintangan yang
terletak didepan perahu yang dapat menyebabkan Wrap (Perahu Tersangkut).
Dayung Pancung (Kiri)
Dayung Pancung Kiri ini berlawanan dengan Pancung kanan,
tujuannya yaitu untuk membelokkan perahu kearah kanan.
Caranya yaitu awak dalam perahu yang terletak paling depan,
sebelah kiri mengambil dayungan dari arah depan perahu
ditarik kearah samping kiri perahu sedangkan awak yang
terletak disebelah kanan mengambil dayungan dari samping
kanan perahu digeser sampai depan perahu.
Aba-Aba
Dibutuhkan salah seorang yang bertindak sebagai kapten/pimpinan yang mempunyai otoritas untuk mengambil
keputusan, menyatukan tindakan seluruh awak, serta memberi aba-aba. Kapten tidak mensyaratkan status
tertentu, dia merupakan awak perahu yang untuk sementara bertanggung jawab mengendalikan perahu melalui
instruksi maupun tidak. Untuk keseragaman seluruh awak, harus ada komando yang jelas dan singkat. Yang sering
kita pergunakan adalah :
Maju, yang berarti semua dayung maju
Mundur, berati semua dayung mundur
Kiri maju, yang berarti pendayung sebelah kiri dayung maju, sedangkan sebelah kanan dayung mundur
Kanan maju, yang berarti pendayung kanan dayung maju, sedangkansebelah kiri dayung mundur
Tarik Kanan, yang berarti pendayung kanan dayung tarik,pendayung kiri dayung tolak
Tarik Kiri, yang berarti pendayung kiri dayung tarik, pendayungkanan dayung tolak
Pindah Kanan, pendayung sebelah kiri berpindah ke kanan
Pindah Kiri, pendayung sebelah kanan berpindah ke kiri
Stop, semua pendayung berhenti mendayung