100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
165 tayangan6 halaman

Produktivitas Pengeboran Nikel di PT Hoffmen

Jurnal ini membahas produktivitas kerja alat bor pada kegiatan pengeboran eksplorasi nikel laterit di PT Hoffmen International. Penelitian menganalisis efisiensi kerja pengeboran untuk menangani faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegiatan menjadi tidak efisien. Hasilnya menunjukkan bahwa efisiensi kerja pengeboran sebesar 80,33% yang masih di bawah standar. Penelitian ini bertujuan menghitung produktiv

Diunggah oleh

Asfikar 0072
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
165 tayangan6 halaman

Produktivitas Pengeboran Nikel di PT Hoffmen

Jurnal ini membahas produktivitas kerja alat bor pada kegiatan pengeboran eksplorasi nikel laterit di PT Hoffmen International. Penelitian menganalisis efisiensi kerja pengeboran untuk menangani faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegiatan menjadi tidak efisien. Hasilnya menunjukkan bahwa efisiensi kerja pengeboran sebesar 80,33% yang masih di bawah standar. Penelitian ini bertujuan menghitung produktiv

Diunggah oleh

Asfikar 0072
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Pertambangan

[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023


ISSN 2549-1008

PRODUKTIVITAS KERJA ALAT BOR PADA KEGIATAN PENGEBORAN


EKSPLORASI NIKEL LATERIT DI PT HOFFMEN INTERNATIONAL

WORKING PRODUCTIVITY OF DRILL TOOLS IN NICKEL LATERITE


EXPLORATION DRILLING ACTIVITIES AT PT HOFFMEN INTERNATIONAL

C. A. Chalik1, A. B. Thamsi2, A. Arizal3


1-3
Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia
1-3
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kota Makassar, Indonesia
e-mail: [Link]@[Link] 2*[Link]@[Link], , 3arizalachmad95@[Link]

ABSTRAK
Produktivitas kerja alat bor merupakan salah satu faktor yang mendukung berhasilnya kegiatan eksplorasi. Agar
mendapatkan hasil produksi yang optimal maka kegiatan pengeboran harus mempertimbangkan kemampuan operator, biaya
produksi yang minimal, dan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kerja pengeboran
eksplorasi agar mampu menangani faktor-faktor kendala yang dapat menyebabkan kegiatan pengeboran menjadi tidak efisien
di PT Hoffmen International. Tahapan dari metode penelitian meliputi kegiatan pengambilan data dimulai dari tahap
persiapan dilanjutkan dengan pengumpulan data berupa aktivitas-aktivitas selama satu hari kerja pada pengeboran eksplorasi
PT Hoffmen International. Dalam proses pengeboran eksplorasi terdapat siklus kerja yang dimulai dengan memasukkan core
barrel, kemudian putaran kosong, selanjutnya pengeboran lalu mengeluarkan core barrel, menyiapkan core barrel,
menambah pipa, dan kembali memasukkan core barrel. Di luar siklus kerja tersebut terdapat aktivitas lainnya yaitu,
merapikan perlengkapan pengeboran, mengeluarkan pipa, memindahkan alat bor dan perlengkapannya, persiapan
pengeboran, transportasi, aksesibilitas, persiapan kerja kru, pengecekan alat, persiapan pulang kru, menunggu pulang, serta
masalah air. Dalam penelitian ini diperoleh efisiensi kerja pengeboran sebesar 80,33%. Efisiensi kerja pengeboran tersebut
masih di bawah dari standar efisiensi kerja.

Kata kunci: produktivitas pengeboran, efisiensi, core barrel, eksplorasi

ABSTRACT

The work productivity of drilling tools is one factor that supports the success of exploration activities. To obtain optimal
production results, drilling activities must consider operator capabilities, minimum production costs, and field conditions.
This study aims to analyze the work efficiency of exploratory drilling to handle constraining factors that can cause inefficient
drilling activities at PT Hoffmen International. The stages of the research method include data collection activities starting
from the preparation stage and data collection in the form of activities for one working day on PT Hoffmen International's
exploration drilling. In the exploratory drilling process, a work cycle begins with inserting the core barrel, emptying the
round, drilling and removing the core barrel, preparing the core barrel, adding pipe, and re-entering the core barrel. Outside
the work cycle, there are other activities, namely tidying up drilling equipment, removing pipes, moving drill tools and
equipment, preparation for drilling, transportation, accessibility, preparation for crew work, checking tools, preparing for
returning crew, waiting to go home, and water problems. In this study, the efficiency of drilling work was 80.33%. The
efficiency of the drilling work is still below the standard work efficiency.

Keywords: drilling productivity, efficiency, core barrel, exploration

PENDAHULUAN Utara, Provinsi Sulawesi Tengah yang bergelut serta


bergerak dalam proses eksplorasi nikel laterit. Proses
PT Hoffmen International adalah perusahaan yang eksplorasi serta penambangan harus memperhatikan
bertempat di Kecamatan Pettasia, Kabupaten Morowali

33
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023
ISSN 2549-1008

beberapa faktor yang mempengaruhi proses efisiensi kerja masing-masing alat yaitu 15,49%, 20,17%,
pengendapan, pengeboran eksplorasi, pembentukan serta dan 21,35% [17]. Belum adanya penelitian terkait
keberadaan endapan nikel laterit itu sendiri [1]. produktivitas kerja pengeboran pada kegiatan eksplorasi
nikel laterit sehingga peneliti tertarik melakukan
Kegiatan pengeboran adalah salah satu kegiatan penelitian ini.
eksplorasi yang bertujuan untuk mencari data subsurface
dan kemudian mengetahui model penyebaran endapan Tujuan penelitian ini yaitu menghitung produktivitas
nikel laterit di bawah permukaan bumi [2]. Pada kegiatan pengeboran di PT Hoffmen International dan
permulaan pengeboran ini, data-data pengeboran yang mengetahui apa saja hambatan yang mempengaruhi
akurat belum tersedia sehingga memerlukan pencapaian target produksi nikel di PT Hoffmen
perencanaan yang tepat dengan memperhitungkan International.
kemungkinan-kemungkinan masalah yang terjadi selama
proses operasi pengeboran [3]. Efisiensi kerja adalah METODE PENELITIAN
perbandingan antara waktu produktif dengan waktu
kerja-kerja yang tersedia. Menurut pengalaman di Penelitian ini dilakukan di PT Hoffmen dengan waktu
lapangan efisiensi kerja jarang mencapai lebih dari 83% penelitian selama 1 bulan. Teknik pengambilan data
[4]. Kegiatan pengeboran adalah salah satu tahapan penelitian yang gunakan dalam penulisan dan
kegiatan dalam industri pertambangan [5]. Gerakan penyusunan laporan penelitian adalah dengan
penetrasi ini memiliki tujuan yang berbeda dan tidak mengambil data waktu delay terdiri dari menyiapkan
hanya dilakukan dalam bisnis penggalian namun juga core barrel, memasang pipa, mengeluarkan pipa,
untuk bidang yang berbeda [6]. merapikan perlengkapan pengeboran, memindahkan alat
bor dan perlengkapannya, persiapan pengeboran,
Proses pembentukan nikel laterit dimulai dari batuan transportasi, aksesibilitas, safety talk, pengecekan alat,
ultramafic yang mengadung mineral seperti peridotit, pengisian bahan bakar, menunggu kru, masalah cuaca,
serpentinite dan dunit dengan zat mineral olivin, piroksin, dan masalah air, waktu standby yaitu terdiri dari,
magnesium silikat dan zat besi mengalami pelapukan menunggu pulang, persiapan tim pengeboran, dan
kemudian kandungan unsur Ni mengalami pelindihan persiapan pulang kru, dan waktu repair yaitu perbaikan
dan terkonsentrasi di zona saprolit. Sebelum kerusakan alat. Informasi yang diambil mulai dari awal
pengembangan profil nikel laterit yang terdiri dari batuan perangkat bekerja hingga peralatan berhenti bekerja
dasar, saprolit, dan limonit pada awalnya masing-masing dalam 1 shift (8 jam).
adalah masing-masing unit soliter batuan dasar yang
ditemukan pada tingkat yang dangkal. Batuan dasar Setelah tindakan penetrasi selesai, dilanjutkan dengan
penting untuk tandan batuan ofiolit di Sulawesi dan membedakan bahan yang terkandung dalam kotak
merupakan pelopor penataan toko nikel laterit di wilayah tengah untuk mengisi informasi log bor. Metode ini
konsesi dan faktor lingkungannya [7]. merupakan metode untuk mendapatkan informasi
eksplorasi yang digunakan untuk penelitian. Informasi
Litologi nikel laterit diakui di beberapa zona oleh yang diperoleh dicatat sebagai hard copy dan disiapkan
solvabilitas mineral dan keadaan aliran air tanah, lapisan untuk laporan akhir. Metode pengambilan data yang
primer atau tanah atas dan biasanya juga disebut zona digunakan pada penelitian ini adalah mengambil
penutup besi yang kaya akan suplemen dan rendah informasi secara langsung di lapangan, memperhatikan
kandungan nikel, ketebalan sekitar 1,3% berasal dari 6-12 dan memeriksa segala sesuatu yang berhubungan
meter [8,9,10]. Faktor yang paling mempengaruhi dengan kegiatan pengeboran [18].
kegiatan pengeboran adalah faktor cuaca [11]. Salah satu
solusi untuk meningkatkan produktivitas adalah Setelah setiap informasi dikumpulkan (informasi
meningkatkan waktu kerja efektif [12]. Untuk penting dan informasi opsional), informasi tersebut
memperoleh biaya operasional pengeboran yang kemudian diperiksa lagi untuk perhitungan tambahan
minimum perlu dilakukan optimasi terhadap waktu durasi proses, kemahiran kerja, dan variabel yang
efektif dan efisien [13,14,15]. memengaruhinya selama persepsi langsung di
lapangan. Data-data yang sudah terkumpul dimasukkan
Korelasi antara waktu yang berguna dan waktu kerja yang dalam Microsoft excel dengan cara mengelompokkan
dapat diakses atau memperkirakan tingkat pencapaian data-data berdasarkan lokasi titik bor dan waktu
dalam memanfaatkan waktu yang dapat diakses, peralatan pengambilan data. Setelah ditempatkan ke microsoft
luar biasa mempengaruhi penciptaan di mana aksesibilitas excel, kemudian ditangani sehingga hasilnya diperoleh
aktual perangkat atau variabel yang mempengaruhi sebagai durasi proses dan kemahiran kerja instrumen
perangkat bor menempatkan perangkat secara tidak cukup yang lebih baik. Setelah mendapatkan produktivitas
[16]. Salah satu penelitian yang pernah dilakukan kerja perangkat bor, maka perhitungan selesai sehingga
sebelumnya yaitu penelitian produktivitas kinerja alat bor diketahui jumlah produktivitas yang harus dipenuhi
pada pengeboran eksplorasi emas. Digunakan alat untuk satu shift sehingga kecakapan kerja alat bor
pengeboran jacro 150, jacro 200, jacro 300 dengan meningkat. Data koordinat IUP Tambang diolah pada

34
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023
ISSN 2549-1008

Microsoft Excel dengan cara mengelompokkan


koordinat X, Y, Z kemudian dilanjutkan pada Software
Argic untuk membuat peta tunjuk lokasi penelitian [19].
Pengambilan, Perhitungan Cycle
pengumpulan dan time
Pada penelitian ini terdapat beberapa tahapan. Tahapan pengecekan data
pertama yaitu tahap pengolahan data. Data yang
dianalisis diantaranya cycle time. Pada perhitungan cycle
time digunakan rumus [20]:
Mengkaji faktor-faktor
CT= Wpasang + Wpengeboran + Wlepas + yang mempengaruhi Perhitungan
Wmengeluarkan core kinerja alat bor dan efisiensi kerja
………………………………………………………(1) dilihat dari hasil alat bor
efisiensi kerja alat
Tahap selanjutnya yaitu menghitung efisiensi kerja.
Perhitungan efisiensi kerja alat digunakan rumus [21]:
Gambar 1. Bagan alir penelitian
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑒𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓
Efisiensi kerja= x 100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎

………………………………………………………(2) HASIL DAN PEMBAHASAN

Tahap selanjutnya yaitu menghitung produktivitas alat Perhitungan Cyle Time Pengeboran
bor. Perhitungan produktivitas pengeboran, digunakan Data cycle time alat gali muat didapatkan dari hasil
rumus [21]: pengamatan di lapangan selama 22 hari kerja. Data
𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
tersebut kemudian dirata-ratakan untuk mendapatkan
𝐸𝑓𝑓 𝑥 60 (
𝑗𝑎𝑚
)𝑥 1 nilai yang dapat mewakili data secara keseluruhan. Siklus
P= kerja yang diamati yaitu waktu pasang, lepas,
𝐶𝑇 (𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)
………………………………………………………(3) mengeluarkan core, dan moving. Cycle time pengeboran
Keterangan: dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
1. Eff : Efisiensi Kerja (%)
2. Waktu (menit/jam) Tabel 1. Cycle Time Pengeboran
3. CT : Cycle Time (menit)
4. P : Produktivitas W. W.
W. W. W.
pasan movin
Pengebor lepas mengeluark
Kru atau mesin mungkin tidak akan bekerja selama satu Hari g g
an (meni an core
jam dalam 60 menit, karena halangan kecil akan terus (menit (meni
(menit) t) (menit)
terjadi, misalnya waktu tunggu untuk peralatan, ) t)
ketersediaan bahan bakan minyak untuk mesin bor, dan 1 2,51 15,48 3,85 2,18 0,00
sebagainya. Hal lain yang penting untuk diperhatikan 2 3,20 19,66 3,85 1,83 0,00
3 3,16 17,93 3,85 2,85 48,90
yaitu kerusakan perangkat keras atau dampak iklim.
4 3,13 20,2 3,20 2,50 0,00
Efektivitas kerja adalah pemeriksaan antara waktu yang
5 3,00 17,35 3,00 2,35 43,05
berguna dan waktu kerja yang dapat diakses. Sesuai
6 3,71 18,71 2,85 1,96 0,00
pengalaman di lapangan, produktivitas kerja jarang bisa 7 4,36 18,10 2,95 2,00 39,31
mencapai lebih dari 83% [22]. Waktu yang cukup lama 8 3,51 20,18 3,83 2,10 0,00
akan membawa dampak dalam kegiatan pengeboran akan 9 4,00 19,56 4,20 2,06 48,83
sangat berpengaruh terhadap produktivitas alat 10 2,83 18,33 3,18 2,75 0,00
pengeboran [23]. 11 4,00 15,18 3,35 3,00 52,21
12 3,16 18,51 3,83 3,20 0,00
Tahap pemeriksaan informasi, informasi yang dipecah 13 3,35 15,85 4,35 2,83 0,00
adalah durasi proses dan produktivitas kerja. Setelah 14 4,31 17,18 3,20 2,51 39,45
semua perhitungan selesai, maka, pada saat itu, 15 4,95 17,85 3,18 2,35 0,00
membedah elemen-elemen yang mempengaruhi durasi 16 2,48 17,20 2,51 2,38 0,00
proses dan efektivitas kerja berdasarkan hasil estimasi 17 3,71 16,20 2,85 2,68 43,15
(Gambar 1). Setelah tahap utama dan tahap selanjutnya 18 3,51 18,66 2,83 1,75 0,00
selesai, kemudian dimulai mengolah informasi tentang 19 3,55 17,73 2,70 1,83 44,18
perhitungan durasi proses dan efektivitas kerja instrumen 20 3,65 18,63 2,41 2,56 0,00
21 3,75 16,68 3,18 2,43 41,35
bor . Faktor-faktor utama yang paling mempengaruhi
22 4,75 18,75 3,83 2,76 0,00
produktivitas adalah kemahiran operator dalam
Rata
mengoperasikan perangkat bor. -rata 3,57 17,91 3,32 2,40 18,20

35
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023
ISSN 2549-1008

Rumus untuk menghitung cyle time sebagai berikut: Produktivitas kerja adalah kemampual alat pemboran
Cyle time pengeboran = Wpasang + Wpengeboran + pada saat produksi dibandingkan dengan input yang
Wlepas + Wmengeluarkan core + Wmoving. digunakan. Adanya hambatan yang terjadi selama jam
kerja akan menghasilkan waktu kerja yang banyak dan
CT = 3,57 + `17,91 + 3,32 + 2,40 + 18,20 akan mempengaruhi produktivitas. Produktivitas kerja
= 45,40 Menit sangat mempengaruhi pencapaian kerja yang menjadi
fokus, semakin banyak waktu efisien yang digunakan,
Dari tabel di atas, dapat diketahui cycle time dari kegiatan semakin baik hasil produktivitas.
pengeboran adalah 45,40 menit. Data tersebut diambil
dari hasil pengamatan selama 22 hari kerja kemudian Keadaan Alat Bor Dalam Penggunaannya
dirata-ratakan untuk mendapatkan data perwakilan. Setelah efektivitas kerja diketahui, maka estimasi selesai
untuk mengetahui kondisi alat bor dalam pemanfaatannya,
Efisiensi Kerja Kegiatan Pengeboran di mana:
W = Jumlah jam kerja yang merupakan waktu yang
Tabel 2. Efisiensi kerja kegiatan pengeboran digunakan oleh administrator untuk menyelesaikan
kegiatan pengeboran
W. R = Jumlah jam perbaikan, khususnya waktu yang
Kerja W. digunakan untuk perbaikan dan waktu yang hilang
Presentase
No Pengamatan Efektif Tersedia karena menggantung ketat untuk waktu perawatan
(%)
(We) (jam) termasuk kesempatan ideal untuk memberikan
(jam)
suku cadang tambahan dan waktu dukungan.
1 Aksebilitas 0,14 9 1,53
T = Waktu yang tersedia
Persiapan Kerja
S = Waktu stand by
2 Kru 0,06 9 0,69

3 Pengecekan Alat 0,06 9 0,61 1. Ketersediaan Fisik (Physical Availability, PA)


Memasukkan PA = 100 %
4 Inner tube 0,06 9 0,61
5 Putar Kosong 0,05 9 0,59 = 100 %
6 Pengeboran 5,00 9 55,56 = 64,69 %
Mengeluarkan
7 Inner Tube 0,04 9 0,39
Menyiapkan Inner 2. Ketersediaan Mekanik (Mechanical Availability, MA)
8 tube 0,03 9 0,34 MA = 100%

9 Menambah Pipa 0,05 9 0,60 = 100%


10 Masalah Air 0,05 9 0,58 = 87,20 %
Mengeluarkan
11 Pipa 0,09 9 0,94
3. Penggunaan Yang Efektif (UE)
Merapikan
Perlengkapan UE = 100%
12 Pengeboran 0,09 9 0,97
Memindakan Alat = 100%
13 Bor 0,26 9 2,90 = 59,17%
14 Istirahat 1,02 9 11,31
Persiapan Pulang 4. Pemakaian Ketersediaan (use of availability, UA)
15 Kru 0,09 9 0,94
UA = 100%
16 Menunggu Pulang 0,09 9 0,94
Total 7,23 9 80,33
100%
= 91,46%
Efisiensi kerja pengeboran eksplorasi dalam 22 hari kerja
dapat dilihat dari tabel di atas: Produktivitas Pengeboran
Pencapaian dalam target produksi dibutuhkan analisis data
Efisiensi kerja = 100% waktu kerja efektif yang akurat. Waktu kerja efektif
adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu
= 100 %
kerja yang hilang karena tidak [Link] kerja efektif
= 80,33 % terdiri dari waktu standby, waktu operasi, dan waktu
istirahat [24]. Berdasarkan penelitian dan analisis data

36
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023
ISSN 2549-1008

dari data yang sudah dikumpulkan di lokasi, maka ada beberapa menit waktu untuk menunggu inner
diperoleh hasil berikut (Tabel 3). tube siap. Rata-rata waktu untuk menyiapkan core
barrel sebesar 2 menit 1 detik, untuk
Tabel 3. Produksi pengeboran mengefisiensikan waktu maka core barrel dapat
ditambah satu lagi sehingga tidak lagi terjadi waktu
Target tunggu, tetapi perlu juga ditinjau dari aspek
Aktual Presentase
No Produksi lainnya.
(m) (%)
(m) b. Menambah pipa, mengeluarkan pipa, merapikan
1 15 15 100 perlengkapan pengeboran, persiapan pengeboran,
2 14 15 93,33 dan pengisian bahan bakar, serta pengecekan alat,
3 14 15 93,33 masing-masing aktivitas tersebut sangat
4 15 15 100 bergantung pada keterampilan setiap kru, semakin
5 15 15 100 terampil kru maupun operator semakin cepat pula
6 15 15 100 aktivitas tersebut diselesaikan.
7 13 15 86,67 c. Masalah air
8 15 15 100 Selama pengamatan, masalah suplai air juga
terdapat suatu kendala disebabkan area pengeboran
9 12 15 80
tidak ada tempat penampungan air dan jauh dari
10 15 15 100
sumber mata air sehingga kegiatan pengeboran
11 7 15 46,67
tidak berjalan dengan lancar.
12 15 15 100 2. Faktor non-teknis
13 5 15 33,33 a. Persiapan kerja kru dan persiapan pulang kru
14 13 15 86,67 Rata-rata waktu yang dibutuhkan pekerja untuk
15 15 15 100 persiapan kerja adalah 4 menit 10 detik dan untuk
16 10 15 66,67 persiapan pulang 5 menit 21 detik. Untuk
17 15 15 100 mengefektifkan waktu maka perlu ditetapkan
18 15 15 100 waktu maksimal yaitu 2 menit untuk setiap
19 14 15 93,33 aktivitas sehingga, waktu ini dapat diperkecil
20 15 15 100 dengan persiapan pulang sesuai waktu yang
21 13 15 86,67 ditentukan agar dapat mengefektifkan waktu.
22 10 15 66,67 b. Menunggu pulang
Rata- Rata-rata waktu untuk menunggu pulang sebesar
13,18 15 87,88
rata 05 menit 20 detik. Hal ini dapat dikurangi dengan
cara untuk setiap pekerja dapat memprediksi waktu
Dengan perhitungan produksi sebagai berikut: tempuh dari area pengeboran ke tempat menunggu
pulang, sehingga dapat diperkirakan pekerja
P = sampai pada mobil dengan tidak menunggu terlalu
lama sampai mobil berangkat. Dengan demikian
waktu untuk menunggu mobil dapat ditekan hingga
2 menit, sehingga dapat mengurangi waktu tunggu
= 1,06 meter/jam sebesar 3 menit 40 detik.
c. Aksebilitas
Dari hasil Tabel 3 di atas diperoleh rata-rata data aktual Selama pengamatan akses menuju lokasi alat bor
pengeboran di PT Hoffmen International sebesar 13,18 dilakukan dengan jalan kaki dikarenakan jarak
meter/hari dan presentase mencapai 87,88% dan hasil yang cukup dekat dari lokasi pemberhentian mobil.
perhitungan di atas diperoleh total produksi kegiatan Rata-rata waktu yang dibutuhkan sebesar 8 menit
pengeboran yaitu 1,06 meter/jam. 29 detik untuk pulang dan pergi, waktu tempuh ini
dapat dipercepat dengan cara menaiki mobil. Hal
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas ini akan sangat berpengaruh jika jarak alat bor
Pengeboran cukup jauh
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kegiatan
pengeboran pada PT Hoffmen International adalah : KESIMPULAN
1. Faktor teknis
a. Menyiapkan core barrel Adapun hasil dari analisis data diketahui nilai efisiensi
Pada proses menyiapkan core barrel waktu tunggu kerja pada kegiatan pengeboran eksplorasi pada PT
hanya berlangsung pada awal-awal pengeboran. Hoffmen International sebesar 80,33%. Berdasarkan hasil
Hal ini karena pada awal-awal pengeboran siklus analisis data diketahui nilai produktivitas pada kegiatan
pengeboran berlangsung lebih cepat dari waktu pengeboran eksplorasi pada PT Hoffmen International
mengeluarkan sampel pada core barrel jadi masih sebesar 1,06 meter/jam. Berdasarkan pengamatan di lokasi

37
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 Februari 2023
ISSN 2549-1008

penelitian dan hasil analisis data diketahui faktor-faktor Pengeboran Alat Bor Sandvik Ranger DX800.
yang mempengaruhi efisiensi kerja yaitu: waktu Jurnal Pertambangan , 5(1), 38–44.
menyiapkan core barrel, waktu memasukkan core barrel, [13] Sabar F, Kasmungin S. (2020). Evaluasi Performa
waktu mengeluarkan core barrel, waktu menambah pipa Pengeboran Terhadap Invisible Lost Time Untuk
bor, waktu mengeluarkan pipa, waktu merapikan Meningkatkan Kinerja Dan Efisiensi Pada Sumur
perlengkapan pengeboran, waktu memindahkan alat bor B Dan D Pada Pengeboran Sumur Panas Bumi.
ke hole berikutnya, waktu persiapan pengeboran, waktu Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga
transportasi, waktu aksebilitas, waktu persiapan kerja dan Penelitian Universitas Trisakti, 5(2), 31–8.
pulang kru, waktu menunggu pulang. Kegiatan tersebut [14] Rasyid A. Optimisasi Operasi Pengeboran Di
merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan Basin Afrika Utara. Jurnal Jaring SainTek 2021,
pengeboran eksplorasi di PT Hoffmen International 3(1), 32–7.
menjadi tidak efisien. [15] Akbar R. (2018) Optimalisasi Pengeboran
Menggunakan Teknologi Pengeboran Berarah.
DAFTAR PUSTAKA PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan, 4(4).
[16] Supratman S, Anshariah A, Bakri H. (2017).
[1] Meidiantoni R, Taufik Toha M, Purbasari D, Produktivitas Kinerja Mesin Bor Dalam
Pertambangan JT, Kunci K, Pengeboran :, et al. Pembuatan Lubang Ledak Di Quarry
(2018). Evaluasi Kinerja Operasi Pengeboran Batugamping B6 Kabupaten Pangkep Propinsi
Dan Peledakan Terhadap Produktivitas Excavator Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, 5(2), 59–63.
Di Quarry Karang Putih PT Semen Padang, [17] Tri, et al. (2021). Studi Produktivitas Kinerja Alat
Indarung. Jurnal Pertambangan , 2(3), 57–65. Bor Pada Pengeboran Eksplorasi Endapan Emas
[2] Jimeno CL, Lopez E, Francisco J, Carcedo JA, De [Link] Usaha Baru di Loloda Utara Kabupaten
YV, Balkema RAA. (2017). Drilling Änd Halmahera Barat. DINTEK, 14(1), 67–71.
Blasting of Rocks, USA: CRS Press. [18] Pranata, R. Y., Djamaluddin, D., Asmiani, N., &
1995;41:35947. Thamsi, A. B. (2017). Analisis Perbandingan
[3] Saputro MDE. (2014). Analisis Produktivitas Kadar Nikel Berdasarkan Perencanaanterhadap
Alat Bor (Bore Machine) Pada Proses Realisasi Penambangan. Jurnal Geomine, 5(3).
Pengeboran Pondasi Bored Pile di Kota Surabaya. [19] Waluyo J. (2010). Keausan Pahat Bor Dan
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil, 2(2), 1–9. Parameter Pengeboran Pada Proses. J Teknol,
[4] Aris AP. (2017). Pengaruh Efisiensi Kerja Alat 5(1), 138–44.
Bor Pada Pengeboran Produksi Nikel Laterit. [20] Basuki W, Oktavia M, Elfistoni A. (2020).
Jurnal Geomine, 5(1), 24–8. Perhitungan Kebutuhan Unit Dump Truck
[5] Komang Anggayana D, Agus Haris MW. (2005). Berdasarkanmatchfactor Dan Teori Antrian Pada
Pengeboran Eksplorasi Dan Penampangan Penambangan Batubaradi Pt. Kamalindo
Lubang Bor. Bandung : ITB. Sompurna Kecamatan Pelawan
[6] Utomo B. (2012). Pengeboran Lepas Pantai. Kabupatensarolangun Provinsi Jambi. Mine
Gema Teknologi, 16(3), 113-118. Magazine (MineMagz), 1(2).
[7] Ahmad W. (2001). Nickel Laterites ⎯ A Training [21] Prodjosumarto P. (1993). Pemindahan Tanah
Manual Chemistry, Mineralogy & Formation Of Mekanis. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Ni Laterites. Sorowako : ITSL INCO, Ltd. [22] Ishar I. (2016). Efisiensi Kerja Pulp Preparation
[8] Mustika R. (2016). Estimasi Sumberdaya Nikel Pada Sample House PT. Vale Indonesia Tbk.
Laterit Dengan Metode Inverse Distance Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, 4(1),
Weighting (IDW) Pada PT. Vale Indonesia, Tbk. . 33–38.
Kecamatan Nuha Provinsi Sulawesi Selatan. [23] Sundari W. (2012). Analisis Data Eksplorasi
Jurnal Geomine, 1(1), 63–8. Bijih Nikel Laterit untuk Estimasi Cadangan dan
[9] Thamsi AB, Jafar N, Fauzie A. (2021). Analisis Perancangan Pit pada PT. Timah Eksplomin di
Pengaruh Morfologi Pada Pembentukan Nikel Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat
Laterit PT Prima Sentosa Alam Lestari Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains &
Jurnal GEOSAPTA, 7(2), 75-78. Teknologi (SNAST):254–5.
[10] Thamsi AB. (2017) Estimasi Cadangan Terukur [24] Muhamad N, Taman TEPSB, Guskarnali. (2017).
Endapan Nikel Laterit Cog 2,0% Menggunakan Optimalisasi dan Produktivitas Alat Gali-Muat
Metode Inverse Distance Pada Pt. Teknik Alum dan Alat Angkut pada Tambang Batu Granit PT
Service, Blok X. Jurnal Geomine, 4(3), 128–30. Vitrama Properti di Desa Air Mesu , Kecamatan
[11] Aris AP. (2017). Pengaruh Efisiensi Kerja Alat Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Bor Pada Pengeboran Produksi Nikel Laterit. Jurnal Mineral, 2(1), 8-15.
Jurnal Geomine, 5(1).
[12] Andris DBA, . G, Oktarianty H. (2021). Kajian
Karakteristik Massa Batuan Terhadap Kecepatan

38

Anda mungkin juga menyukai